Agar Anak Kecanduan Membaca

Monday, September 30, 2019








Saya pribadi sering gemas ketika melihat anak-anak terlalu fokus bermain gadget, tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya, cenderung tidak acuh dengan orang-orang terdekat terutama orang tua. Saya tidak perlu melihat anak orang, karena anak saya pernah ada di posisi itu meski yang dilihat dan dimainkan bukan game, tetapi sekadar melihat video atau film kartun favorit mereka. Membayangkan sekarang anak-anak tidak pernah meminta menonton televisi atau Youtube seperti dulu rasanya seperti mimpi yang mustahil terjadi.

Saya pribadi termasuk orang tua yang ‘tega’ melihat anak-anak ngambek dan ngamuk karena tontonan mereka saya batasi. Pada akhirnya, ketika tidak satu pun dari saya dan suami yang senang menonton televisi, mereka pun sama sekali tak tartarik meski itu hari libur sekalipun.


Dulu, sempat susah memisahkan anak-anak dari televisi atau gadget karena suami saya sering melihat berita ketika malam hari, ternyata itu memancing anak-anak untuk meminta tontonan lainnya. Ujung-ujungnya sayalah yang banyak bermain drama karena paginya suami sudah berangkat bekerja, sedangkan saya di rumah bersama anak-anak. Kebayang dong sampai tantrum dan segalanya. Tapi, memang konsisten mendidik itu perlu. Dan kompak bersama pasangan itu harus. Kalau sekarang bilang tidak, besok juga katakan hal serupa. Kalau kitanya plin plan, anak-anak malah memainkan kita. Ketidakkompakan dengan pasangan juga bisa mempengaruhi cara mendidik kita.


Dan sekarang? Anak-anak sudah benar-benar nggak tertarik minta nonton televisi lagi. Sehari-hari mereka lebih sering main berdua. Setiap hari Jumat, saya berjanji membolehkan mereka nonton Nusa dan Rara, tetapi tidak nonton yang lain. Hanya Nusa dan Rara yang baru saja, dengan kata lain, cuma nonton sekali aja..hihi. Alhamdulillah, mereka setuju.
 

Sesekali mereka nonton dan asyik banget kalau ke rumah kerabat. Ya udah, nggak masalah. Toh dulu saya juga senang nonton juga, kok. Lalu, apa hubungannya dengan judul di atas? Kebanyakan anak sekarang lebih senang memegang gadget ketimbang membaca buku. Memang tidak semua anak demikian, tetapi sebagian besar iya. Untuk anak-anak di rumah, meski mereka senang nonton film kartun, tetapi mereka juga candu banget sama buku. Tiap bulan kami ada waktu khusus main ke toko buku dan biasanya selalu membeli beberapa buku. Si sulung dan bungsu sama-sama senang membaca dan dibacakan. Memangnya bagaimana cara menumbuhkan kesenangan membaca? Mengalahkan keinginan nonton dan main gadget?


Teladan Lebih Baik daripada Seribu Nasihat


Sebelum meminta anak-anak senang membaca, sebaiknya berkaca dulu, apakah kita sudah memberikan contoh demikian sehingga mereka bisa meniru dengan mudah? Kalau emak bapaknya pegang gadget saja setiap hari, setiap menit, setiap detik, jangan harap anak-anakmu bisa senang membaca. Sudah pasti bakalan senang pegang gadgetlah..hihi. Karena itu, daripada sibuk menasihati ini dan itu, kasih mereka contoh yang baik.


Di rumah, yang suka membaca dan mengumpulkan buku adalah saya. Setiap menjelang tidur, anak-anak selalu dibacakan buku sesuai permintaan mereka. Setelah besar, sulung membaca bukunya sendiri. Setiap membeli buku, sudah pasti dia bakalan diam saja (membaca) sampai bacaannya tuntas. Kalau belum selesai dibaca, jangan harap dia bersuara...kwkwk.


Bacakan Buku Setiap Menjelang Tidur




Kebiasaan baik ini bisa dimulai setiap hari sejak mereka masih kecil dan belum bisa membaca. Meski belum bisa membaca, mereka paham dan senang mendengarkan, kok. Bahkan si bungsu sudah mampu menghapal setiap text pada setiap halaman di buku-buku favoritnya. Dia menirukan bukan karena sudah bisa membaca, tetapi karena dia menghapal text dalam buku tersebut saking seringnya dibacain buku.


Bersenang-senang Bukan dengan Main Game, Tetapi dengan Membeli Buku


Kamu pasti terbiasa main ke mall bersama anak-anak. Yups! Di sana ada sejenis Timezone di mana selalu  menjadi pusat perhatian hampir semua anak, tak terkecuali anak-anak saya. Dulu, kami sesekali mengajak mereka bermain ke sana. Tapi, pelan-pelan kami mengubah kebiasaan itu dengan berbelanja buku. Jadi, ketika melewati tempat permainan tersebut, anak-anak santuy aja, Guys...kwkwk. Lewat ya sekadar lewat saja, lihat ya sekadar lihat saja. Lebih heboh ngajakin beli buku, apalagi kalau tahu emaknya yang beliin...hihi. Ampun, deh, habis jatah sebulan...kwkwk


Nggak ada cara-cara khusus yang saya lakukan kepada mereka. Saya berusaha konsisten dengan apa yang saya ajarkan. Misalnya, nonton itu boleh bagi mereka, tetapi terlalu sering bisa membeirkan dampak negatif seperti menjadi tidak aktif bergerak, jadi malas mau melakukan hal lain bahkan ibadah seperti shalat, dan yang paling penting, nonton dan main gadget nggak banyak faedahnya kecuali membuang waktu. Nah, kalau sekarang dikatakan tidak bermanfaat, besoknya jangan tiba-tiba dikasih nonton, ya.


Saya bersyukur anak-anak bisa mencintai buku. Suka nonton wajar aja, tapi, bisa mengerem keinginan biar nggak heboh dan merasa biasa aja dengan televisi dan gadget adalah sesuatu yang tidak mudah dan butuh proses. Semoga kita sabar dengan mereka, semoga kita nggak mengorbankan waktu berharga mereka hanya demi menenangkan kita pribadi yang pengen tenang saat masak, maka diberilah tontonan televisi dan sejenisnya.


Semoga bermanfaat dan salam,

Comments