Top Social

Kumpulan Resep JSR dr. Zaidul Akbar

Kumpulan Resep JSR dr. Zaidul Akbar
Bikin menu real food itu gampang, kok (Foto: Pexels)


Assalamualaikum, Guys! Gimana kabarnya, nih? Sukses menghindari gorengan dan nasi? Apaa? Masih suka comot gorengan? Hihi. It’s oke! Nggak ada yang salah dengan kamu. Wajar banget jika selama mengikuti JSR (Jurus Sehat Rasulullah), kamu masih sering melanggar. Bukan hanya kamu, saya yang sudah lepas dari nasi beberapa bulan ini pun masih sering pengen makan gorengan, kok. Proses ini tentu manusiawi banget. Kita sudah tahu enaknya gorengan, kita sudah sering mengonsumsinya juga. Jika sekarang masih pengen makan meski tahu itu nggak sehat, ya wajar saja. Makan ajalah selagi makan gorengan tidak dilarang. Tapi, kamu harus tahu diri juga, ya. Jangan juga gorengan sepiring dihabiskan. Makanlah secubit…hehe. 

Saya mau mengingatkan sedikit, sebutan JSR di sini bukan berarti apa yang ada dalam JSR semua dilakukan oleh Rasulullah saw. Jujur saja, saya agak khawatir karena sudah ada ustadz yang mengatakan sebaiknya kita harus berhati-hati dengan istilah tersebut. Saya jadi takut menggunakan istilah JSR :(

Eits, tapi, kamu sudah paham, kan apa itu JSR? Saya sering membahasnya di blog ini. Bahkan beberapa resep sehat JSR atau real food sudah sering saya share juga. 




Memangnya makan yang alami-alami dan sehat bisa menguruskan badan? Kalau tidak percaya, kamu bisa coba sendiri, deh. Terutama nasi, benar-benar berpengaruh dalam proses penurunan berat badan. Apalagi jika kamu sudah terbiasa makan yang sehat-sehat, tanpa gorengan, tanpa gula, MSG, dan garam. Insya Allah semua akan jauh lebih baik.

Sekali lagi, JSR ini bukan diet. Tapi, lebih pada perubahan pola makan. Ya, seperti inilah yang seharusnya kita konsumsi. Kita harus tahu mana yang akhirnya bermanfaat buat tubuh dan mana yang justru jadi ‘sampah’. Makan makanan yang tidak sehat akan merusak tubuh kita. Iya, memang kita nggak langsung sakit sehabis makan nasi sepiring dan gorengan sebungkus, tetapi sama saja kita menabung ‘sampah’ dong.

Sakit itu memang Allah yang beri. Tapi, setidaknya kita sudah mencoba yang terbaik untuk menjaga titipan Allah. Tubuh kita sangat sempurna. Canggih. Kalau ada yang salah, ia akan memperbaiki dirinya sendiri. Tapi, kalau sistemnya sudah rusak, jangan harap bisa terjadi.

Meski berat badan saya sudah mencapai angka 41 kg dari 49 kg lebih, tapi saya tidak ada sedikit pun pikiran untuk makan bebas seperti dulu dan meninggalkan JSR. Sama sekali nggak ada. Karena, saya paham betul, diet itu bukan sekadar untuk ngurusin badan saja. Hal paling penting adalah ingin sehat.

Selama ikut JSR, tidak ada menu khusus yang saya buat. Paling menyesuaikan saja dengan kondisi sekarang yang lebih sehat seperti tidak konsumsi gorengan atau makanan digoreng, tidak makan gula, maka bisa diganti sama kurma, mengurangi penggunaan garam, berhenti makan nasi sama sekali, konsumsi sayuran, kacang-kacangan, dan protein yang ada di sekitar kita.

Dalam JSR, dr. Zaid menganjurkan kita supaya mengurangi menu berbahan protein hewani, seperti telur, daging ayam, daging sapi, dan sejenisnya. Tapi, mohon maaf, saya belum bisa demikian…hihi. Jadi, selama beberapa bulan ini, saya masih suka makan telur rebus, ikan, daging ayam, daging sapi, dan jenis protein hewani lainnya asalkan diolah dengan tepat. Selama itu alami dan diolah dengan benar, saya tetap akan makan terutama jika saya sedang sangat ingin.

Kumpulan resep JSR yang akan saya share berikut sebagian saya ambil dari resep dr. Zaid, sebagian lagi saya yang membuatnya. Intinya, buat saya, hidup sehat itu bukan alasan untuk membuat kita hidup boros, Guys. Kita juga harus belajar mengonsumsi makanan yang ada di sekitar kita, yang sudah Allah ciptakan sesuai dengan kondisi tubuh kita. Dengan begitu, kita nggak akan merasa kerepotan, apalagi keberatan mencari menu sehari-hari. Saya, sih, menerapkan ini sejak beberapa bulan yang lalu.

Kumpulan Resep JSR


Kumpulan Resep JSR dr. Zaidul Akbar
Menu JSR bisa divariasikan sesuai dengan kebutuhan (Foto: Pexels)

  • Infused Water Rempah

Infused water bisa kita buat dari bahan apa saja. Bahkan dari pare sekalipun, lho. Tapi, saya sering sekali membuat infused water rempah satu ini. Karena bahannya mudah, rasanya enak. Kamu juga mesti coba, nih.

Bahan:
2 ruas jari jahe
2 ruas jari kunyit
1 buah jeruk nipis
Sedikit madu
500 ml air

Cara membuat:
1. Iris jahe dan kunyit. Masukkan ke dalam botol dan tuang air matang. Bisa juga memakai air panas kemudian diamkan selama minimal 6 jam.
2. Saya simpan di dalam kulkas. Setelah 6 jam, saya keluarkan. Tambahkan perasan jeruk nipis dan madu. Aduk.
3. Minum selagi dingin. Masya Allah, nikmat banget, Guys.

  • Wonderwood

Resep ini saya dapatkan di salah satu buku Dewi Hughes yang terkenal dengan metode Diet Kenyang. JSR dan Diet Kenyang ini nggak berbeda jauh sebenarnya, Guys. Bedanya, Diet Kenyang sama sekali dilarang konsumsi gula dan garam, sedangkan dalam JSR kita masih boleh pakai garam Himalaya dan gula aren. Nggak heran, sampai detik ini saya nggak pernah berani sentuh gula aren karena saya juga belajar Diet Kenyang bahkan sebelum tahu tentang JSR. Tapi, saya masih pakai garam Himalaya meskipun jumlahnya sangat sedikit. Kadang saya biarkan makanan tanpa garam, dan enak-enak saja dimakan. Selain itu, Diet Kenyang juga melarang kita makan nasi, meski itu nasi merah sekalipun. Sedangkan dalam JSR, masih boleh makan nasi merah. Dan saya juga ikut jalurnya Diet Kenyang soal konsumsi nasi. Jadi, kamu termasuk tim JSR atau Diet Kenyang, nih? Hihi.

Minuman ini sangat hangat. Boleh tambah beberapa butir kurma supaya lebih manis dan bergizi. Minuman ini bisa dikonsumsi saat cuaca dingin seperti sekarang. Dalam buku Dewi Hughes, minuman ini dikonsumsi untuk meredakan flu.

Bahan:
2 batang jahe merah/biasa geprek
2 batang kayu manis
10 butir cengkeh
½ biji pala
5 butir kapulaga
2 bunga lawang
3 gelas air

Cara membuat:
1. Didihkan 3 gelas air. Masukkan semua bahan.
2. Tunggu sampai 5 menit, sajikan bersama beberapa butir kurma jika suka.

  • Infused Water Buah

Bagi yang ikut JSR, pasti ke mana-mana suka bawa infused water. Termasuk sekarang saya pribadi. Nggak susah-susah isi dan bahannya. Nggak mau ribet juga. Seadanya di kulkas. Kalau adanya rempah, ya pakai saja rempah. Kalau ada buah, bisa pakai buah. Salah satunya pakai apel, semangka, kurma, kayu mani, hmm, apalagi ya? Belimbing, lemon, mentimun, dan masih banyak lagi. Kali ini saya share infused water apel dan kurma, ya.

Bahan:
1 buah apel, iris
2 batang kayu manis
3 butir kurma
500 ml air

Cara membuat:
1. Campur semua bahan. Diamkan di kulkas selama minimal 6 jam dan maksimal 12 jam.
2. Sajikan selagi dingin.

  • Pepes Oncom Ikan Pindang

Ayo, manfaatkan apa yang ada di sekitar kamu. Nggak akan susah nyari menu dan bahan kalau kamu membiasakan diri hidup sehat dengan bahan-bahan yang ada. Termasuk pakai oncom.

Di Jakarta, oncom mudah dijumpai. Kalau di kampung saya, nggak ada yang namanya oncom. Adanya tempe menjes yang lembut. Saya pribadi lebih suka menjes daripada oncom. Tapi, di sini, menjes nggak gampang dicari.

Oke, kali ini saya manfaatkan oncom untuk dibuat pepes ditambah ikan pindang suwir yang super lezat. Saya tidak memakai garam dalam resep ini. Jika teman-teman mau, bisa ditaburi garam Himalaya, ya saat mau dikonsumsi. Tanpa garam pun tetap enak karena dibuat dengan banyak bumbu.

Bahan:
2 ekor ikan pindang ukuran sedang
2 papan oncom
2 batang daun bawang, iris
5 lembar daun jeruk

Haluskan bumbu:
6 siung bawang merah
4 siung bawang putih
Secukupnya cabai merah keriting
1 ruas jari kunyit
Sedikit jahe
½ tomat
Sedikit minyak kelapa (boleh skip)

Cara membuat:
1. Haluskan semua bahan bumbu. Campur bersama bahan lain. Jangan lupa, lumatkan oncomnya, ya sampai hancur.
2. Bungkus dengan daun pisang, sematkan tusuk gigi.
3. Kukus sampai matang.

  • Bumbu Pecel Kurma

Pas menjalankan JSR, jujur saja saya sempat pesimis nggak bakalan bisa makan pecel lagi. Sedih banget karena saya suka banget makan pecel. Tapi, setelah berjalan, saya menemukan cara sendiri untuk membuat bumbu pecel yang sehat dan tentu saja tetap enak. Bagi yang masih membolehkan dirinya pakai gula aren, pastilah gampang bikin bumbu pecel sendiri. Tapi, buat saya yang nggak mau pakai gula aren?

Akhirnya saya mencoba mengganti gula aren dengan kurma, Guys. Hasilnya so yummy! Kamu harus dan kudu banget nyobain resep satu ini. Bisa dicocok bersama tahu telur tanpa minyak, bisa dimakan bersama sayuran, bahkan buah.

Bahan:
4 sdm kacang tanah sangrai
6 buah cabai rawit merah
5-7 butir kurma (sesuai selera)
1 siung bawang putih
5 lembar daun jeruk
Serus jari kencur
1 buah jeruk limau, ambil airnya
Sedikit garam Himalaya (bisa skip)
Sedikit air

Cara membuat:
1. Haluskan semua bahan kecuali jeruk limau.
2. Tambahkan sedikit demi sedikit air sampai kekentalan yang diinginkan.
3. Beri perasan jeruk limau.
4. Sajikan bersama sayuran pelengkap.

  • Sambal Kurma

Pernah kebayang nggak, sih, bikin sambal tanpa terasi, tetapi malah dikasih kurma? Hihi. Saya belum pernah mencoba sebelumnya sampai suatu hari melihat postingan dr. Zaid di Instagram beliau. Saya pun mencobanya tanpa garam dan ditambah perasan jeruk limau serta potongan kulitnya. Hasilnya? Sangat segar. Manis, pedas, asam, pokoknya enak banget.

Bahan:
1 buah tomat
6 cabai rawit merah
1 butir kurma
1 buah jeruk limau
Sedikit garam Himalaya (boleh skip)

Cara membuat:
1. Haluskan semua bahan. Sajikan bersama sayuran rebus dan menu favoritmu yang lain.

  • Sari Jeruk

Dulu, kalau ada jeruk manis harga murah, saya nggak terlalu antusias membeli. Biasa saja. Sekarang, melihat buah dijual dengan harga murah, kalap banget. Seperti waktu pulang kampung kemarin. Jeruk baru dipetik dari kebunnya. Ukurannya besar-besar banget dan masih berdaun. Harganya murah hanya 12 ribu saja. Saya borong sampai 10 kg lebih waktu itu…hihi.

Dibuat apa, nih? Selain dimakan langsung (karena waktu itu lebaran dan jarang ada makanan yang bisa saya makan), selebihnya saya buat jus dengan diambil sarinya (diperas). Rasanya Masya Allah, enak banget.

Bahan:
Secukupnya perasan air jeruk manis
1 buah jeruk nipis

Cara membuat:
1. Peras air jeruk manis sampai jumlah yang diinginkan.
2. Beri tambahan perasan jeruk nipis.
3. Sajikan segera.

  • Mie Instan KW

Bingung mau ngasih nama menu ini apaan…hihi. Sejak ikut JSR, saya tidak pernah sentuh yang namanya mie instan. Nggak kepengen juga. Meskipun kadang suami minta dimasakin mie, saya tetap nggak tergiur untuk mencoba meskipun sedikit.

Sempat baca postingan anggota DKAH (Diet Kenyang ala Hughes) di Facebook, ketemulah menu ini. Layak banget disebut mie instan KW…hihi. Kamu boleh tambahkan telur di atasnya.

Bahan:
5 siung bawang merah, iris dan sangrai sampai layu
Segenggam tauge
Sawi hijau, potong-potong
1 buah tomat segar, potong dadu
Secukupnya daun seledri
Secukupnya irisan cabai rawit
Secukupnya merica bubuk
Secukupnya air

Cara membuat:
1. Rebus air sampai mendidih.
2. Masukkan sawi dan telur.
3. Tata tauge, tomat, cabai, seledir, bawang merah sangrai di dalam mangkuk. Siram dengan rebusan sawi dan telur. Tambahkan seledri.
4. Jika suka, kamu bisa tambahkan perasan jeruk nipis dan garam Himalaya.

  • Salad Buah dan Sayur

Salad ala saya yang nggak suka salad sebenarnya..hihi. Memanfaatkan buah nanas dan selada waktu masih di kampung. Bisa tambahkan minyak zaitu juga ya ke dalamnya.

Bahan:
1 buah  nanas madu, potong-potong
1 buah tomat segar, potong-potong
Secukupnya selada, potong sesuai selera
Secukupnya kacang tanah sangrai
Secukupnya perasan jeruk nipis
Secukupnya irisan cabai rawit merah

Cara membuat:
1. Campur semua bahan. Sajikan segera.
2. Bisa tambahkan garam Himalaya dan irisan telur rebus.

  • Takjil Sehat Semangka

Eits, namanya aneh, nggak? Hehe. Saya pertama kali ikut JSR ketika memasuki bulan Ramadhan kemarin. Jujur saja, menu saat itu masih nggak beragam karena baru banget nyoba makan makanan real food bahkan baru banget menghindari nasi.

Saya sering membuat takjil dari buah semangka dan potongan kurma. Disajikan dingin nikmat banget Masya Allah. Anak-anak dan suami pun suka mengonsumsinya. Jadi, pas Ramadhan kemarin, saya jarang bikin takjil dari sirup-sirup dan kolak. Lebih banyak dari potongan buah seperti ini. Dicoba, ya. Bisa dimakan pas berbuka saat puasa sunah.

Bahan:
Semangka, potong-potong dadu
Secukupnya kurma, cincang kasar
Perasan jeruk nipis
Secukupnya madu

Cara membuat:
1. Campur semua bahan.
2. Sajikan selagi dingin.

  • Jus Buah dan Sayur

Sejak belajar Diet Kenyang, saya mengonsumsi jus setiap hari. Tanpa gula dan biasanya juga tanpa madu. Begitu saja rasanya sudah enak banget.

Saran saya, bagi yang kurang suka mengonsumsi jus sayuran, pilih sayur yang enak dibuat jus. Misalnya tomat, wortel, sawi putih, sawi hijau, selada, bayam, pokcoy, mentimun, dan sejenisnya. Jangan sampai seperti saya, pernah buat jus dari sawi pahit…hihi. Setelah dicoba, rasanya seperti sesak, agak pedas, pokoknya rasanya super nggak enak parah. Sampai beberapa saat masih belum hilang rasa enegnya…hiks.

Supaya jus sayuran rasanya enak, tambahkan buah ke dalamnya. Biasanya saya pakai apel, belimbing, jeruk nipis, nanas. Alhamdulillah, selama ini orang-orang serumah terbiasa konsumsi jus setiap hari.

Bahan:
2 buah wortel
5 buah tomat
2 buah apel

Cara membuat:
1. Haluskan semua bahan dengan juicer.
2. Segera minum dan bisa juga ditambah garam Himalaya dan madu jika suka.

  • Tahu Telur

Sudah pernah makan tahu telur setelah ikut JSR? Hehe. Saya buat versi lebih sehatnya, ya. Hanya pakai sedikit minyak kelapa (bikin sendiri). Seorang teman pernah bilang, sebaiknya kita tidak menggoreng telur tanpa apa pun (sangrai). Bisa tambahkan sedikit minyak kelapa, bisa juga kasih air.

Bahan:
Secukupnya selada segar
1 buah tahu ukuran kecil, potong dadu.
1-2 butir telur
Sedikit merica bubuk
Sedikit minyak kelapa homemade
Bumbu pecel kurma (resep di atas)

Cara membuat:
1. Kocok telur bersama merica bubuk. Masukkan potongan tahu.
2. Goreng sampai matang.
3. Tata selada di atas piring.
4. Letakkan tahu telur di atasnya. Siram dengan bumbu pecel kurma. Sajikan!

Itulah beberapa resep yang saya coba sendiri di rumah. Sebagian saya melihatnya di postingan dr. Zaid, teman-teman DKAH, sebagian lagi saya membuatnya sendiri untuk variasi menu harian. Teman-teman bisa berkreasi dengan menu lainnya. Intinya, menunya tetap. Hindari saja apa yang dilarang. Misalnya tempe goreng, ganti saja dibakar atau diungkep bersama bumbu, bisa juga sekadar dikukus. Kalau tumis sayuran? Mending dibikin pecel saja. Jadi, kita nggak akan mati gaya karena menu-menu yang dipakai tetap menu harian seperti biasanya.

Teman-teman bisa melihat foto-foto menu yang saya buat di akun Instagram milik saya di sini. Semoga tetap semangat menjalankan dietnya, ya. Sehat itu yang utama, langsing itu bonus *eh pakai slogan DKAH…hihi. Bye…

Salam,

Susah Closing Setiap Hari? Jual Online Barang Daganganmu di Blibli.com Aja! Untungnya Nggak Tanggung-tanggung


jualan di blibli
Banyak keuntungan yang bisa didapatkan ketika bergabung bersama Blibli.com (Foto: Pexels)

Di zaman secanggih sekarang, kebanyakan orang memilih belanja online ketimbang offline. Iya, nggak, sih? Saya pribadi pun menjawab ‘setuju’. Bahkan untuk hal-hal kecil sekalipun, saya dengan santai memesan secara online. Mulai dari pakaian, tas, sepatu, hingga makanan seperti kurma yang kudu saya konsumsi setiap hari, semua saya beli online.

Alasannya, sih, simpel saja. Selain bisa menghemat waktu dan nggak perlu capek-capek keliling pasar hanya demi mencari satu jenis barang, belanja online juga memberikan banyak keuntungan, mulai dari promo, diskon, hingga gratis ongkir. Emak-emak mana tahan lihat diskon dan apa-apa berbau gratisan, ‘kan? Hehe.

Fenomena belanja online memang sedang menghampiri masyarakat di negeri kita, Guys. Munculnya banyak marketplace di Indonesia menjadi salah satu alasan kenapa banyak orang begitu senang belanja online. Sebagai pembeli, kita pun merasa diuntungkan. Nggak ada ruginya sama sekali. Bahkan, berlipat banget untungnya. Kira-kira apa saja keuntungan belanja online dari sisi kita sebagai pembeli?

  • Menghemat Waktu dan Tenaga

Yup! Seperti saya katakan sebelumnya, belanja online bisa menghemat waktu dan tenaga. Kita nggak perlu muterin mall hanya demi mencari sepasang sepatu. Kita nggak perlu keliling pasar hanya demi mencari jacket dengan harga paling murah. Semua bisa didapatkan dengan mudah di toko online bahkan sambil selonjoran di kamar.

Dengan belanja online, kita juga bisa menghemat waktu, Guys. Nggak perlu macet-macetan di jalan, terutama bagi yang tinggal di Jakarta seperti saya. Mending di rumah saja daripada terjebak macet. Belum lagi antre di kasir, butuh waktu berapa lama coba?

  • Tersedia Varian Barang yang Lebih Lengkap

Ini salah satu alasan kenapa kita nggak bakalan bosan belanja online. Yup! Varian barangnya lebih lengkap. Mau cari jenis dan warna apa pun, insya Allah tersedia. Kita nggak perlu pusing muter-muter satu toko demi toko lainnya, cukup nyalakan smartphone kamu, dan mulailah belanja. Simpel, ‘kan?

  • Banyak Promo

OMG! Inilah kenapa emak-emak sebaiknya jangan sering-sering belanja online. Bisa bahaya karena penuh dengan racun dan godaan…hehe. Banyak sekali promo yang ditawarkan ketika kita belanja online. Mulai dari diskon hingga 50% bahkan lebih, gratis ongkir, dan masih banyak jenis promo lainnya yang dijamin bikin kalap.

  • Terdapat Berbagai Macam Jenis Pembayaran

Tidak hanya bisa transfer lewat m-banking, kita juga bisa belanja online dengan melakukan pembayaran melalui supermarket terdekat. Jadi, nggak ada alasan susah mau transfer. Itulah kehebatan teknologi zaman sekarang, sangat memudahkan semua pihak.

  • Dapat Membandingkan Harga dengan Mudah

Yess! Dengan belanja online, kita bisa membandingkan harga barang dari satu toko ke toko lainnya dengan sangat mudah. Nggak perlu capek-capek tanya ke penjual apalagi sampai nawar…hihi. Tinggal lihat satu jenis barang dengan harga berbeda, pilih salah satu yang terbaik dan segera bawa pulang.

  • Adanya Marketplace dapat Meningkatkan Kepercayaan Pembeli

Adanya marketplace yang menjadi pihak ketiga rupanya mampu meningkatkan kepercayaan pembeli, lho. Saya pun setuju akan hal ini. Sebab, di luar sana, tidak sedikit orang yang mengaku punya toko online dan mempromosikan barang dagangannya di sosial media, ternyata hanya menipu. Kasus-kasus serupa sering saya lihat dari postingan teman-teman saya di Instagram dan Facebook.

Tidak bisa dipungkiri, hal semacam ini dapat menurunkan kepercayaan pembeli. Tapi, dengan adanya marketplace yang menjadi pihak ketiga antara penjual dan pembeli rupanya dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat, sehingga tidak sedikit yang akhirnya memilih berbelanja di marketplace ketimbang di toko online. Kita pun bisa berbelanja dengan rasa nyaman karena adanya perantara pihak ketiga yang menjamin keamanan bertransaksi. Nggak perlu khawatir lagi, deh.

Beberapa keuntungan semacam itu bisa dimanfaatkan oleh kamu yang berniat memulai usaha dengan berjualan online. Pasar terbuka luas. Banyak kelebihan yang bisa didapatkan dengan berjualan online, apa saja itu?

  • Menghemat Biaya

Dengan berjualan online, kamu tidak perlu mengeluarkan uang banyak untuk mendirikan toko atau menyewa toko. Biaya modal bisa dipangkas sehingga dapat digunakan untuk hal lainnya.

  • Dapat Memasarkan Produk Lebih Luas

Ketika memulai usaha dengan mendirikan toko offline, kamu hanya bisa menjangkau pembeli dengan lokasi terdekat. Mustahil orang dari luar pulau berbelanja ke tokomu setiap akhir pekan.

Berbeda ketika kamu menjual online daganganmu, pasarnya bisa lebih luas. Dari luar kota, hingga luar negeri pun bisa dijangkau dengan mudah.

  • Tokomu Buka Selama 24 Jam Nonstop

Itulah untungnya berjualan online, kamu tidak perlu repot membuka tokomu sehari semalam, tetapi pembeli akan tetap berdatangan bahkan meski kamu sudah istirahat. Bisa tengah malam, pagi buta, hingga siang bolong. Para pembeli toko online memang lebih leluasa memilih waktu sehingga kapan pun bisa terjadi traksaksi.

  • Bisa jadi Usaha Sampingan

Di luar sana, banyak pekerja kantoran yang memiliki usaha sampingan dengan berjualan online, lho. Waktu mereka memang lebih fleksibel, nggak harus fokus pada toko online saja, tetapi bisa dikerjakan sambil ngantor. Tak heran, saat ini banyak orang yang memulai bisnis online tanpa ragu. Apalagi dengan adanya beberapa marketplace di Indonesia terasa semakin memudahkan saja.

Hmm, bicara tentang marketplace, kira-kira kamu tahu nggak, sih, apa bedanya toko online, e-commerce, dan marketplace? Kita menganggap ketiganya sama saja. Padahal, faktanya, ketiganya berbeda, lho.

1. Toko Online


jualan di blibli
Toko online bisa memanfaatkan media sosial (Foto: Pexels)

Toko online bisa didirikan oleh siapa pun tanpa tergantung pada website. Ya, kamu bisa membuka toko online dan menggelar barang daganganmu di Instagram dan Facebook. Tranksaksi bisa dilakukan melalui chat di Whatsapp atau Line, setelah itu, pembeli akan mentransfer sejumlah uang sesuai harga barang yang telah disepakati, mengirimkan bukti pembayaran, dan penjual akan mengirimkan barang pesanan tersebut kepada pembeli. Jadi, kamu sebagai penjual akan berhubungan langsung dengan pembeli tanpa perantara pihak ketiga.

2. E-Commerce


jualan di blibli
E-commerce berbeda dengan marketplace

Kita sering menyamakan antara e-commerce dengan marketplace. Padahal, keduanya adalah dua hal yang sangat berbeda. E-commerce biasanya menjual produknya sendiri, mengembangkan brand yang mereka miliki dengan membuat sebuah website yang khusus memasarkan produk-produk mereka. Jadi, kamu nggak bisa menemukan barang-barang dari brand lain di sini, Guys.

3. Marketplace


jualan di blibli
Adanya marketplace sangat membantu para pejual online (Foto: Pexels)

E-commerce yang sering kita bicarakan sebenarnya lebih tepat disebut marketplace, lho. Marketplace ini menyediakan tempat untuk berjualan bagi para penjual online. Ia juga menjadi perantara antara kamu dengan pembeli.

Dengan berjualan di marketplace, kamu tidak perlu membayar uang sewa tempat. Produk kamu pun bisa dengan mudah ditemukan oleh calon pembeli ketika mereka melakukan pencarian.

Lantas, dari ketiganya, manakah yang terbaik dan layak kamu coba supaya jualanmu bisa closing setiap hari?

Jika membuka toko online, otomatis kamu harus pintar-pintar promosi. Kamu harus mendatangkan calon pembeli sebanyak-banyaknya. Kamu butuh kerja keras untuk closing, jika tidak fokus, toko online yang sudah kamu bangun akan sepi. Sangat berbeda dengan marketplace yang selalu ramai dikunjungi pembeli setiap harinya.

Orang-orang yang baru pertama kali belanja di toko online kebanyakan merasa ragu, apakah toko tersebut bisa dipecaya atau tidak. Jika kekhawatiran itu berlebihan, bisa dipastikan, calon pembeli akan membatalkan keinginannya untuk bertransaksi. Saya pribadi pun merasakan hal serupa. Tidak mudah memercayai toko online terutama yang baru pertama kita jumpai.

Lalu, bagaimana dengan e-commerce? Bukankah sangat menarik jika bisa membangun website dengan brand kita sendiri? Hmm, mungkin awalnya terlihat sangat keren. Tapi, rupanya, untuk membangun sebuah e-commerce dibutuhkan biaya yang tidak sedikit, terutama untuk mendesain website dan menjalankannya. Kita juga butuh promosi untuk mengenalkan brand kita pada masyarakat luas.

Berbeda ketika kita memilih berjualan di marketplace, selain bisa menghemat biaya untuk membuat website, promosi juga bisa dibantu oleh pihak marketplace sendiri. Berbagai macam strategi pemasaran akan dilakukan demi mendatangkan pengunjung sebanyak-banyaknya. Produk yang kamu jual akan mudah dilirik oleh para pembeli. Closing pun bisa didapat dengan lebih mudah, Guys.

Adanya marketplace ini juga sangat membantu membangun kepercayaan pembeli karena ada perantara pihak ketiga. Saya pribadi lebih senang berbelanja di marketplace karena kemungkinan adanya penipuan sangat kecil. Pembayaran tidak akan sampai ke penjual selama produk yang diinginkan belum sampai ke pembeli. Itulah enaknya bisa belanja di marketplace.

Saat ini, Indonesia memiliki beberapa marketplace yang ramai dikunjungi para pelanggan. Salah satunya adalah Blibli.com. Blibli.com merupakan pusat belanja online yang menyediakan beragam kebutuhan, mulai dari gadget, pakaian, make up, hingga perlengkapan olahraga.

Menariknya, Blibli.com memberikan banyak promosi, gratis ongkir, hingga voucher yang pastinya membuat Blibli.com selalu ramai dikunjungi para pelanggannya. Kebayang dong kalau kita bergabung bersama Blibli.com? Banyak sekali keuntungan yang bisa kita dapatkan sebagai penjual.

Apa Saja Keuntungan Berjualan di Blibli.com?


jualan di blibli
Banyak keuntungan yang bisa kamu dapatkan ketika bergabung bersama Blibli.com (Foto: Pexels)

Jika kamu bisa mendapatkan banyak keuntungan dengan bergabung bersama salah satu marketplace terbaik di Indonesia, lalu kenapa masih bingung dan mencari banyak alasan untuk pindah ke lain hati, Guys? Hehe. Nggak bosan nyetatus untuk jual online barang dagangan setiap lima belas menit sekali, tetapi tidak satu pun closing? Mending kamu bergabung bersama Blibli.com, dan dapatkan beragam keuntungan ini,

  • Keluasan Pilihan Kategori

Blibli.com memfasilitasi hampir semua jenis produk untuk dijual, lho. Ada 16 kategori belanja yang bisa dipilih oleh para pembeli. Mulai dari travel, otomotif, fashion wanita, kebutuhan ibu dan anak, kamera, handphone dan tablet, mainan, hingga tiket sekalipun. Dengan begitu, kamu nggak perlu ragu untuk bergabung, kan?

  • Gratis Foto Produk

Uniknya, sebagai penjual, kamu bisa menikmati fasilitas foto produk secara gratis. Kurang keren apa coba, Guys? Sekarang, kamu nggak perlu repot-repot mengambil foto produk karena semua telah disediakan oleh Blibli.com, free!

  • Kemasan Gratis

Siapa, sih, yang tidak suka dapat gratisan? Termasuk untuk kemasan demi menjamin keamanan produk yang kamu jual, Blibli.com menyediakan kemasannya gratis, lho.

  • Gratis Biaya Kirim

Nggak perlu ragu lagi untuk bergabung, karena Blibli.com memberikan gratis biaya pengiriman ke seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Sabang sampai Merauke khusus untuk setiap produk reguler.

  • Kemudahan Proses Pengiriman

Blibli.com memiliki kerjasama dengan lebih dari 30 logistik yang dapat memudahkan proses pengiriman barang ke seluruh Indonesia.

  • Asuransi Pengiriman Produk

Guys, kamu nggak perlu khawatir dengan keamanan barang saat pengiriman, sebab Blibli.com menjamin keamanan produk yang kamu kirim kepada para pelangganmu.

  • Layanan Merchant Care

Call-center disediakan khusus untuk penjual sehingga dapat mengatasi kesulitanmu dalam bertransaksi dengan calon pembeli. Berjualan pun menjadi lebih mudah.

  • Terdepan dalam Inovasi In Store

Blibli.com memberikan layanan khusus bagi merchant supaya dapat menjual produk offline dengan fasilitas pembayaran online. Kece banget, kan?

Bagaimana Cara Bergabung Bersama Blibli.com?


jualan di blibli
Segera bergabung bersama Blibli.com dan dapatkan beragam keuntungan (Foto: Pexels)

  • Buka Toko

Ikuti 3 langkah untuk membuka toko online secara gratis. Setelah menerima email verifikasi, kamu pun siap berjualan, Guys!

  • Upload Produk

Kamu bisa menambahkan produk secara masal atau satu per satu. Gunakanlah data produk yang telah terdaftar, dengan begitu, produk akan lebih mudah tampil.

  • Respon Pesanan

Pesanan akan kamu terima melalui SMS dan email. Kamu bisa segera mengirimkan barang sesuai pesanan pembeli.

  • Terima Pembayaran

Nah, ini dia saat yang ditunggu-tunggu. Yeay, kamu bisa memperoleh bayaran setelah barang diterima oleh pembeli. Kamu akan menerima pembayaran setiap seminggu sekali di rekening yang telah terdaftar.

Ternyata ada cara-cara mudah untuk memasarkan produk kamu secara online tanpa harus keluar banyak modal, tanpa harus capek-capek promosi. Yup! Semua kemudahan itu bisa kamu temukan di Blibli.com, Guys!

Nggak ada alasan lagi untuk tidak closing setiap hari. Kepercayaan pelanggan pun akan meningkat ketika kamu bergabung bersama salah satu marketplace terpercaya di Indonesia. Kapan lagi bisa seuntung ini? Kuy, gabung bersama Blibli.com dan dapatkan keuntungan besar nggak tanggung-tanggung!

Salam,

5 Surga Tersembunyi di Wakatobi yang Belum Dieksplor Wisatawan


wisata wakatobi
Tahukah kamu? Ternyata Wakatobi punya surga tersembunyi yang jarang dijamah turis (Foto: Pexels)

Wakatobi merupakan salah satu kepulauan di Timur Indonesia yang menyimpan kekayaan bawah laut yang memukau. Kamu pasti sudah tidak asing lagi dong dengan nama Wakatobi, Guys? Terumbu karang dan beragam spesies ikan warna-warni hidup di lau Wakatobi yang biru jernih. Tak heran kalau ia disebut sebagai Karibia-nya Indonesia.

Namun, tahukah kamu? Masih banyak surga tersembunyi di Wakatobi yang belum dieksplorasi wisatawan. Berikut beberapa di antaranya yang bikin kamu mupeng parah!

1. Pulau Binongko


wisata wakatobi
Foto: Youtube 

Pesona bawah laut Wakatobi tentu tak perlu diragukan lagi. Bagi kamu yang lebih menyukai tempat-tempat sepi yang belum banyak dijamah turis, Pulau Binongko adalah tujuan yang tepat, lho.

Tak hanya menyajikan pemandangan ribuan ikan dan terumbu karang, air laut Pulau Binongko merupakan yang terjernih dibandingkan wisata lain di Wakatobi. Begitu jernihnya, kamu bahkan tak perlu menyelam untuk bisa melihat indahnya kehidupan bawah laut Wakatobi.

2. Pulau Anano

Destinasi wisata bahari lain yang masih jarang dieksplorasi adalah Anano, yang merupakan salah satu pulau tak berpenghuni di kawasan Wakatobi. Daya tarik utama tempat ini adalah penyu hijau dan penyu sisik.

Jika kamu penasaran ingin melihat bagaimana hewan tersebut bertelur, Pula Anano adalah tujuan yang tepat Tempat ini juga menyajikan pemandangan laut biru berpasir putih yang memukau. Jika bertandang kemari, sempatkan diri untuk melihat keindahan matahari terbenam jelang senja.

3. Danau Sombano

Wakatobi tak hanya menawarkan keindahan wisata bahari, tapi juga danau. Salah satunya adalah Danau Sombano yang lokasinya berada di kawasan hutan bakau Pulau Kaledupa. Danau air tawar ini merupakan rumah bagi banyak spesies flora dan fauna khas Sulawesi Tenggara, mulai dari anggrek, pandan, sampai udang merah.

Air Danau Sombano sendiri terbilang jernih dan tenang, namun pengunjung dilarang berenang untuk alasan keamanan. Tenang saja, duduk santai menikmati keindahan danau ditemani hijaunya pepohonan sekitar juga tak kalah menyenangkan, kok. Ayo, cek harga tiket pesawat ke Wakatobi dan jangan lupa mampir kemari, ya, Guys!

4. Air Terjun Moramo

Bosan dengan wisata bertema laut? Air Terjun Moramo mungkin bisa menjadi alternatif tepat saat berlibur di Wakatobi. Air terjun berundak ini terdiri dari 7 tingkatan besar dan 60 tingkatan kecil, dengan ketinggian mencapai 100 meter, lho.

Di sini, kamu bisa menghabiskan waktu dengan berendam di kolam alami yang dibentuk dari batuan granit. Bebatuan kapur di sekitar lokasi akan makin meningkatkan keamanan kamu karena tidak mudah tergelincir akibat lumut.

Tentu pesona Air Terjun Moramo tak berhenti sampai di situ, Guys. Di sini, kamu akan dibuat terpukau oleh warna-warni pelangi yang muncul dari buih-buih air terjun. Tak heran kalau dia didapuk sebagai salah satu objek wisata air terjun tercantik di Indonesia.

5. Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai


wisata wakatobi
Foto: basecamppetualang.blogspot.com

Puas mengeksplorasi wisata tirta dan bahari  di Wakatobi, kini saatnya bertualang menjelajah daratan. Ada Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai yang wajib dimasukkan dalam agenda wisata kamu di sana.

Area seluas 1.050 km ini terdiri dari beragam vegetasi, mulai dari sabana hingga hutan mangrove, serta beragam jenis burung langka, seperti elang, maleo, dan kakaktua jambul kuning.

TN Rawa Aopa Watumohai adalah lokasi yang cocok untuk camping dan melihat keindahan langit malam. Datanglah kemari saat musim hujan jika kamu ingin menyaksikan hijaunya padang sabana berlatar Gunung Watumohai.

Bagaimana, sudah siap menjelajah surga tersembunyi di Wakatobi? Untuk menuju lokasi, kamu bisa memesan tiket pesawat Sriwijaya Air dengan rute Makassar, lalu lanjutkan perjalanan ke arah Sulawesi Tenggara.

Pastikan hanya melakukan reservasi tiket dan akomodasi di Airy. Selain bebas penipuan, Airy juga dilengkapi dengan opsi refund dan reschedule agar perjalanan wisata kamu semakin nyaman!

Salam,

Custom Post Signature

Custom Post  Signature