Sunday, July 28, 2019

Atasi Sembelit dengan 4 Bahan Alami Ini!







Biasanya, kalau kurang makan serat seperti kurang konsumsi buah dan sayuran serta jus, bakalan terjadi yang namanya sembelit. Nggak enak banget kalau berhari-hari nggak lancar BAB, perut selain jadi sakit, kita pun jadi nggak nyaman beraktivitas bahkan buat makan sekalipun.
Sembelit atau konstipasi adalah kondisi di mana pergerakan usus yang menurun menyebabkan sulitnya buang air besar (BAB). Seseorang dapat dikatakan mengalami sembelit jika buang air besar kurang dari 3 kali dalam satu minggu.


Banyak orang yang meredakan sembelit dengan mengonsumsi obat laksatif atau yang biasa disebut obat pencahar. Namun, sebenarnya ada banyak bahan alami yang dapat ditemukan di mana saja yang ternyata dapat digunakan atau dikonsumsi sebagai obat sembelit dan susah buang air besar alami.


Mau tahu apa saja, Guys? Simak beberapa bahan alami yang dapat digunakan sebagai obat sembelit alami berikut, ya!


1. Ekstrak Gel Lidah Buaya 


Lidah buaya sudah sejak lama dianggap memiliki banyak khasiat yang dapat dimanfaatkan bagi kesehatan maupun bagi kecantikan. Ekstrak gel lidah buaya juga ternyata dapat menjadi obat sembelit alami, lho.

Konsumsi ekstrak gel lidah buaya yang telah ditambahkan air putih sehari sekali selama terjadinya sembelit untuk melancarkan sistem pencernaan pada usus kamu. Wah ternyata lumayan mudah juga, kan? Lidah buaya gampang banget dijumpai di sekitar kita, tetangga saya pun punya subur-subur di halaman rumahnya *auto pengen minta :D

 

2. Buah Apel


Buah apel banyak mengandung pektin, kalium, asam asetat, kalsium, dan juga asam malat yang dapat membantu meredakan sembelit. Tidak hanya buah apel, namun olahan buah apel juga memiliki khasiat yang sama dengan buah apel mentah.


Makan buah apel juga enak karena rasanya yang manis dan segar. Jika malas mengonsumsinya secara langsung, kamu bisa membuatnya menjadi jus dicampur dengan bahan lain seperti sayuran hijau seperti bayam, sawi hijau, serta tomat. Rasanya pasti lebih enak dengan buah apel ekstra banyak!


3. Air Putih  


Air putih merupakan bahan alami yang sangat esensial untuk membantu meredakan sembelit. Air yang kamu konsumsi dapat melembabkan usus lalu memudahkan terjadinya kontraksi yang akan meredakan sembelit. Konsumsi minimal 8 gelas air putih setiap hari agar sembelit mereda.


Agak susah ingat-ingat sudah minum berapa gelas dalam sehari. Makanya bisa beli deh botol minum yang isinya lumayan bisa beberapa liter sekaligus. Jadi, kamu cukup isi aja sehari sekali dan habiskan sampai malam harinya tentunya dengan takaran yang ditentukan.

4. Makanan Tinggi Serat 


Penanganan sembelit selanjutnya dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan tinggi serat, khususnya adalah serat prebiotik. Serat prebiotik merupakan serat yang tidak mudah dicerna secara alami yang bertugas untuk melancarkan pencernaan pada usus.
 
Adanya serat prebiotik juga dapat menghilangkan racun dari saluran pencernaan. Makanan yang banyak mengandung serat prebiotik biasanya adalah sayur-sayuran atau buah-buahan seperti pisang, labu, pepaya, dan masih banyak yang lain.


Itulah 4 bahan alami yang dapat membantu kamu meredakan sembelit yang tentu saja sangat mengganggu. Jangan lupa kunjungi laman Gue Sehat lainnya untuk mendapatkan berbagai macam tips lainnya baik tentang cara penanganan sembelit maupun tips-tips lainnya. 

 

Salam,

Saturday, July 27, 2019

Resep Martabak Lipat Pandan

Hai, hai! Gimana kabarnya, nich? Masya Allah, kangen banget beberapa hari ini tidak update postingan di blog. Kangen banget nggak duduk di depan laptop sambil ngantuk karena sekarang kebanyakan hanya punya waktu senggang di malam hari…hihi. Adakah yang seperti saya?


Beberapa hari ini agak rempong sama si bungsu yang sedang kurang sehat hingga pendengarannya berkurang. Sepertinya seminggu ke depan juga bakalan kurang fokus karena karena harus bolak balik rumah sakit untuk fisioterapi. Waktu banyak tersita di siang hari, tapi malamnya malah ikut meriang jadi memilih untuk istirahat ketimbang buka laptop yang berujung tambah meriang. Malam ini kondisi saya sudah jauh lebih baik, tapi keliyengan dari siang sampai sekarang. Kalau begini, mau ngapain juga nggak bisa bener…hihi. Seperti serba salah.


Biasanya langsung minum paracetamol, tapi sejak ikut JSR, saya lebih suka minum seduhan kurma, minum wonderwood, dan makan buah lebih banyak. Alhamdulillah, biasanya membaik lebih cepat. Nggak seperti dulu yang bisa ambruk banget pas kena flu begini.


Sebelum sakit, kemarin sempat membuat martabak lipat untuk si sulung yang sekolah sampai sore. Wajib dan kudu banget bawa bekal dari rumah. Meski simpel, tetap bawa bekal. Kadang, di rumah juga beli, kok. Dan bagi saya ini bukan hal yang haram…kwkwk. Maksudnya, jika memang anaknya mau atau saya sedang tidak sempat membuat, kenapa harus gengsi untuk membeli?


Dan martabak lipat pandan ini adalah cara termudah untuk membuat martabak dengan sisa bahan di akhir bulan. Belum belanja bahan-bahan karena belum weekend, kan? Bahannya gampang, kok. Prosesnya pun cepat tinggal diaduk-aduk saja, Guys.


Jika kamu punya daun pandan, bisa banget pakai jus pandan supaya hasilnya lebih wangi, klop sama santannya. Wanginya juga jauh lebih enak jika memakai daun pandan asli. Supaya lebih pekat, biasanya dicampur dengan daun suji. Kamu bisa deh dibuat jusnya dan saring. Sisanya bisa kok kamu simpan di kulkas dan diolah menjadi oalahan atau menu lainnya yang nggak kalah enak. Untuk isiannya bisa disesuaikan dengan selera. Bisa pakai mesis atau selai favorit. Misalnya pakai selai buah-buahan. Mari mulai memasak!


Bahan:


250 gram terigu protein sedang

1 butir telur

60 gram gula pasir

500 ml santan (boleh pakai santan instan + air)

½ sdt ragi instan

Sedikit garam

Sedikit pasta pandan


Cara membuat:


1. Campur semua bahan hingga rata. Kemudian diamkan adonan selama satu jam. Jangan lupa ditutup atasnya dengan kain bersih.

2. Panaskan teflon dan tuang adonan. Gunakan api kecil supaya tidak gosong.

3. Angkat saat bagian atasnya kering dan matang.

4. Isi dengan selai favorit dan lipat. Tekan-tekan bagian pinggirnya dengan garpu supaya menempel kuat.

5. Sajikan!
 


Voila! Martabak lipat pandan buatan kamu siap dibawa si kecil ke sekolah. Kamu bisa menghiasnya supaya lebih lucu dan menggemaskan. Sampai-sampai si kecil malah sayang menyantapnya *yaaah…hehe.


Gimana, simpel banget, kan? Yang belum pernah turun ke dapur pun bisa mencobanya dan insya Allah antigagal, kok. Martabak ini juga lembut banget, bersarang cantik pula bikin gemas. Bikin pengen nyomot, tetapi gagal inget diet…hihi.


Yuk, ah dicobain di rumah. Pasta pandan bisa diganti dengan pasta lain atau pewarna lain supaya lucu dan disukai anak-anak. Selamat mencoba dan jangan lupa selalu bersyukur dan happy!


Salam,

Tuesday, July 23, 2019

Tips Melatih Anak Supaya Mandiri di Usia Dini

Sebagai orang tua, tentu saja kita nggak akan pernah tega menyuruh anak melakukan pekerjaan di luar bermain dan hal-hal sederhana yang mereka sukai. Tapi, lama-lama saya mulai berpikir, apakah yang dimaksud 'sayang' juga seperti ini? Atau jangan-jangan saya salah mengartikannya?


Melatih anak supaya mandiri bukan berarti menyiksa mereka. Justru sebaliknya, anak-anak jadi belajar bertanggung jawab, disiplin, dan paling penting, ketika tiba-tiba tidak ada kita di sisi mereka, anak-anak tidak akan kelimpungan sampai nggak tahu mau ngapain dan harus bagaimana menghadapi situasi di depan mata mereka.


Saya merasa salah besar ketika membiarkan anak-anak tidak belajar mengerjakan pekerjaan rumah yang sebenarnya sangat sederhana dan tidak memberatkan. Contohnya, saya mengajari mereka meletakkan piring kotor di bak cuci piring, tapi saya tidak membantu mengajari mereka mencucinya sampai bersih. Bukankah ini hanya pekerjaan sederhana dan anak seusia si bungsu 4 tahun pun bisa mengerjakannya dengan senang hati. Lalu, kenapa tidak?


Sejak membaca status seorang teman, saya pun menyadari, mungkin saja saya terlambat memulainya sekarang. Harusnya dari dulu-dulu, harusnya sebelum si sulung sebesar ini. Sempat nyesel dan menyalahkan diri sendiri, tapi, tidak ada kata terlambat untuk mengubahnya.


Sebelum memulai, saya menjelaskan bahwa menjadi mandiri adalah pekerjaan yang baik. Jika dia sedang tidak bersama dengan saya, tentu saja semua pekerjaan bisa dengan mudah diselesaikannya. Dia tidak perlu menunggu Bunda dan Bunda hanya demi mencari seragam untuk sekolah hari ini. Dia tidak perlu teriak ketika lapar, cukup ke dapur dan ambil saja makanan.


Awalnya, dia sempat menolak dengan “eugh” ...hihi. Nggak setuju karena merasa punya pekerjaan baru selain bermain, tapi selebihnya dia cukup bertanggung jawab dengan pekerjaan baru yang saya berikan.


Untuk urusan mandi dan ke kamar mandi, anak-anak sudah terbiasa sendiri. Si bungsu yang baru 4 tahun pun Masya Allah bisa melakukannya, mulai dari BAK, sikat gigi, keramas, mandi, hingga mengambil baju dan memakainya.


Sebenarnya, anak-anak adalah peniru ulung dan jika diberi kesempatan, mereka bisa diandalkan. Misalnya saat saya mengepel lantai, mereka berdua berebutan mau membantu, entah alasannya benar-benar ingin membantu, mencoba, atau bermain-main. Apa pun itu, jika kita mau memberikan mereka kesempatan, dengan senang hati mereka akan belajar tanpa disadari, lho.


Nah, kesalahan banyak orang tua termasuk saya adalah tidak memberikan mereka kesempatan karena merasa akan sangat merepotkan mengerjakan pekerjaan bersama anak-anak yang tingkahnya ajaib. Rasa lelah ingin segera selesai membuat saya sering menolak permintaan mereka mentah-mentah dan menyuruhnya hanya duduk dan menunggu. Ini, kan, salah parah…hiks.


Saat mencuci piring pun demikian, karena tak ingin ada air luber dan cipratan di lantai, saya meminta mereka hanya menaruh piring kotor saja di bak cuci piring. Pekerjaan bisa saya atasi sendiri, pikir saya saat itu. Tapi, setelah mengerti betapa perlunya mengajari mereka mandiri dan bertanggung jawab pada diri sendiri, saya dengan senang hati meminta mereka melakukan apa yang mereka inginkan yang dulunya sering banget saya tolak.


Lalu, bagaimana memulai dan mengajari mereka supaya bisa mandiri di usia dini?


Dimulai dari Hal-hal Kecil


Mulailah dari pekerjaan sederhana, dari hal-hal kecil yang sesuai dengan usia mereka. Misalnya, sejak kecil kita biasakan anak BAK dan BAB di kamar mandi. Mulai latihan ke toilet meski mereka sama sekali belum mengerti dan belum bisa bicara. Misalnya saat usianya sudah 2 tahun, bahkan ada anak seorang teman di usia 18 bulan sudah pandai sekali mengisyaratkan keinginan ke kamar mandi untuk BAK dan BAB.


Meskipun tidak mudah, tetapi jika kita konsisten, insya Allah, lelahmu akan berbuah manis. Setelah mereka pandai mengutarakannya sendiri, kita mulai ajari mereka melakukannya sendiri. Kita ajari, kita ingatkan terus bagaimana caranya dan selalu berikan apresiasi setiap kali mereka berhasil.


Mereka akan sangat bangga ketika bisa melakukan banyak hal sendiri seperti orang dewasa. Besoknya, mereka akan melakukannya lagi, dan lagi hingga menjadi kebiasaan.


Biarkan Anak Belajar Bertanggung Jawab


Caranya dengan memberikan mereka tugas-tugas kecil yang sudah diukur sesuai kemampuan. Misalnya untuk si sulung 8 tahun, dia bertugas mencuci piringnya sendiri, barakallah, sekarang apa pun yang ada di bak cuci piring dia selesaikan dengan senang hati tanpa diminta, dia juga bertugas menyiapkan seragam dan buku-buku sebelum tidur, tujuannya supaya saat pagi, dia sudah tidak kerepotan apalagi sampai teriak-teriak manggil Bundanya, kan bisa heboh dunia…hihi.


Selanjutnya, dia punya tugas menyimpan pakaian yang sudah disetrika ke lemarinya sendiri, dia juga berhasil menyampul bukunya meski awalnya tidak percaya diri. Banyak hal bisa mereka lakukan asal kita mau memberikan kepercayaan. Yang sering terjadi, biasanya orang tua sudah tidak percaya duluan dengan kemampuan anak sehingga menolak ketika mereka mau membantu.


Terus Ingatkan jika Mereka Lupa


Saat awal-awal memulai, saya terus mengingatkan supaya dia mau melakukan tugasnya dengan baik. Misalnya urusan menyimpan sepatu, dia paling nggak suka. Sampai rumah lepas sepatu di depan pintu kemudian ngeluyur masuk rumah. Padahal, seharusnya dia menyimpannya dengan baik di tempatnya. Saya pun harus berulang kali mengingatkan hingga akhirnya dia mulai terbiasa.


Berikan Apresiasi dan Lihat, Anakmu Luar Biasa!


Selain meringankan beban kita, saat anak terbiasa mandiri, rasanya bikin terharu dan asli pengen mewek. Proses ini baru berjalan kurang dari sebulan, tetapi si sulung sudah sangat baik membantu meringankan pekerjaan Bundanya.


Dia yang sebenarnya suka cuek sama adiknya bahkan sekarang mau membantu adiknya yang sudah selesai BAB (ketika tahu bundanya sedang shalat). Padahal saya tidak pernah meminta dia melakukannya, dia sendiri yang menginginkan. Belum lagi ketika dia membantu mencuci piring bukan hanya miliknya, tetapi milik Ayahnya atau piring sisa lain. Bunyi air kran dan gerakannya bikin saya pengen nangis :(


Nggak pernah membayangkan dia sudah beranjak sebesar ini dan sudah mau membantu saja. Masya Allah, sungguh rasanya luar biasa. Jika mereka sudah melakukan tugas dengan baik, jangan gengsi dan sungkan memberikan apresiasi untuknya. Nggak perlu berlebihan. Sederhana saja dan katakan apresiasi atas apa? Dari hal-hal sederhana seperti ini, kita bisa memotivasi mereka, lho.


Itulah beberapa hal yang selama dua mingguan ini sedang saya lakukan di rumah. Lucunya, bahkan si bungsu saja sangat antusias membantu. Kalau dulu saya melihatnya sangat merepotkan, kali ini bangga dan terharu, Masya Allah. Terus sehat dan berhati baik, ya, Nak pada semua orang. Bunda menyayangi kalian.


Salam,

Sunday, July 21, 2019

Resep Pizza Mini Ekonomis

Hai, hai! Sudah lama sekali tidak baking sejak bulan Ramadhan. Selain karena nggak repot bawain bekal sekolah (karena sulung sudah puasa), saya juga mulai mengurangi makanan yang kurang sehat. Tapi, ‘kan saya yang diet, sedangkan yang lain tidak. Akhirnya setelah mulai masuk sekolah, kepikiran lagi mau bawain bekal apa besok?


Anak saya sudah masuk sekolah hingga sore hari. Sejak dulu tidak membiasakan membawakan uang jajan meskipun sebenarnya makanan di kantinnya cukup terjaga. Tidak ada penjual lain masuk. Hanya beberapa saja yang berjualan di kantin dan biasanya selalu dicek oleh komite sekolah supaya makanannya tetap terjaga, nggak aneh-aneh.


Si sulung sebenarnya sangat happy kalau emaknya mulai masak memasak lagi. Dia yang paling suka dimasakin kue-kue. Dia yang paling banyak ngabisin. Diam-diam, dia ngabisin 5 potong roti dalam sekejap. Masya Allah, kaget dan bingung juga kenapa dia selahap ini kalau ketemu kue buatan emaknya…hihi.


Seperti malam ini, sudah sikat gigi dan siap-siap tidur, dia malah mengekor ke dapur. Ternyata mau makan roti pizza lagi, Guys. Ambil nggak cukup sepotong, melainkan dua potong sekaligus. Yang diambil pun ukurannya lumayan karena bukan termasuk pizza mini melainkan pizza rolls.


Ketemu adiknya, diambillah roti miliknya. Pantesan, dari dapur kedengeran teriak-teriak…hihi. Ngambek rotinya diambil (padahal di dapur masih banyak). Karena alasan seperti inilah, kadang saya merasa tetap perlu membuat kue-kue termasuk roti. Mengawalinya lumayan berat, ya. Males, udah banyak lupa pula *hadeh.


Tadi sesuai kesepakatan bersama anak-anak, saya pun membuat pizza mini seperti di bukunya Ci Tintin Rayner. Dulu-dulu, saya juga memakai resep beliau. Tapi, biasanya takaran airnya sudah pasti berapa. Kali ini, di buku, jumlah takaran airnya sebanyak 150 ml untuk 300 gr tepung. Setelah dibaca ulang, ternyata dimasukkan seperlunya. Sempat kelembekan tadi, hiks. Akhirnya ditambah tepung, tetapi nggak berani tambah banyak takut bantet. Memang, hasil akhirnya jadi susah dibentuk karena terlalu lembek.


Jadi, saran saya, kasih airnya sedikit demi sedikit saja, ya. Biasanya, batasannya cukup ketika adonan bisa tercampur rata. Karena nanti di akhir akan ditambah dengan margarin.


Resep ini terbilang simpel dan ekonomis. Insya Allah hasilnya juga empuk. Pengalaman sejak dulu selalu begitu setiap membuat roti dengan resep-resep serupa.


Untuk topping, bebas saja mau pakai apa. Bisa pakai sosis, bawang bombai, saus tomat, mayonaise, daging asap, bayam (seperti mini pizza yang saya buat), dan oregano. Apa saja asal kamu bahagia *eaaa


Supaya cepat, sebaiknya siapkan bahan-bahannya dulu. Untuk saat ini, saya membuat adonan roti menggunakan hand mixer, tapi, kayaknya pakai tangan lebih oke hasilnya. Saya melihat seperti Youtuber Mbak Nikmatul Rasidah, meskipun punya bread maker, tetap aja beliau memilih mengulen roti pakai tangan. Saya dulu juga meniru beliau, resep-resepnya sederhana, tetapi serat rotinya bagus banget, Masya Allah.


Jadi kangen pengen ngulen pakai tangan lagi. Soalnya, untuk mini pizza ini, seratnya belum sesuai dengan yang saya harapkan. Bisa juga karena kelembekan dan saya tambah tepung, bisa juga karena hand mixer saya yang bermasalah *nyari kambing guling…hihi.


Kalau ada waktu longgar, mending bikin pakai tangan. Tapi, hari gini, kadang saya mencuci dan setrika saja sampai tengah malam, apalagi urusan baking…hihi. Berat, Jenderal. Jadi, masih milih yang praktis saja, bahkan sudah memilih salah satu mesin bread maker untuk diadopsi *istikharah dulu, Guys…hihi.


O, ya, memanggang pizza sebenarnya tidak selalu harus pakai oven. Kamu juga bisa pakai teflon dan gunakan api kecil saja. Tutupnya jangan lupa dibungkus kain bersih supaya uap airnya tidak jatuh ke adonan pizzanya.


Rasanya memang tidak seenak pizza terkenal itu, tapi, kalau cuma buat obat kangen, ini sudah oke banget, kok. Harganya juga ekonomis. Jika mau lebih enak, banyakin keju mozzarella atau keju lelehnya. Tanpa banyak tambahan topping, Insya Allah sudah sangat sempurna.


Berikut resep mini pizza yang bisa kamu coba di rumah, ya!

Bahan:


200 gram tepung terigu protein tinggi (contoh: Cakra)

100 gram tepung terigu protein sedang (contoh: Segitiga)

40 gram gula pasir

1 butir kuning telur

6 gram ragi instan

½ sdt garam

60 gram salted butter

150 ml air dingin (secukupnya saja)


Topping:


Keju Kraft Quick Melt

Mayonaise

Saus tomat

Sosis

Bayam


Cara membuat:


1. Campur bahan kering, tambahkan kuning telur dan masukkan air sedikit demi sedikit. Aduk rata. Jika sudah tercampur, tidak perlu tambahkan air khawatir kelembekan.

2. Masukkan garam dan margarinnya (salted butter). Uleni sampai kalis elastis. Diamkan selama 30 menit sambil ditutup.

3. Bentuk adonan sesuai selera. Saya ambil 30 gram adonan dibulatkan, kemudian digilas.

Olesi dengan saus tomat, taburi sosis, beri bayam dan mayonaise. Terakhir, beri tambahan keju parut.

4. Diamkan adonan selama 30 menit.

5. Panggang selama 10-12 menit dengan suhu 190 celcius. Setelah dikeluarkan dari oven, olesi atasnya dengan margarin.

6. Simpan atau sajikan selagi hangat.

 

Voila! Pizza mininya sudah jadi dan siap dibawa ke sekolah besok. Gimana? Simpel banget, kan? Saya sempat tambahkan susu bubuk satu sachet ke dalam adonan. Bisa kamu skip juga kalau mau. Supaya lebih gurih saja rasanya.


Selamat mencoba dan semoga bermanfaat. Happy baking, Guys!


Salam,

Friday, July 19, 2019

Kumpulan Resep JSR dr. Zaidul Akbar

Assalamualaikum, Guys! Gimana kabarnya, nih? Sukses menghindari gorengan dan nasi? Apaa? Masih suka comot gorengan? Hihi. It’s oke! Nggak ada yang salah dengan kamu. Wajar banget jika selama mengikuti JSR (Jurus Sehat Rasulullah), kamu masih sering melanggar. Bukan hanya kamu, saya yang sudah lepas dari nasi beberapa bulan ini pun masih sering pengen makan gorengan, kok. Proses ini tentu manusiawi banget. Kita sudah tahu enaknya gorengan, kita sudah sering mengonsumsinya juga. Jika sekarang masih pengen makan meski tahu itu nggak sehat, ya wajar saja. Makan ajalah selagi makan gorengan tidak dilarang. Tapi, kamu harus tahu diri juga, ya. Jangan juga gorengan sepiring dihabiskan. Makanlah secubit…hehe.

Saya mau mengingatkan sedikit, sebutan JSR di sini bukan berarti apa yang ada dalam JSR semua dilakukan oleh Rasulullah saw. Jujur saja, saya agak khawatir karena sudah ada ustadz yang mengatakan sebaiknya kita harus berhati-hati dengan istilah tersebut. Saya jadi takut menggunakan istilah JSR :(


Eits, tapi, kamu sudah paham, kan apa itu JSR? Saya sering membahasnya di blog ini. Bahkan beberapa resep sehat JSR atau real food sudah sering saya share juga.


Memangnya makan yang alami-alami dan sehat bisa menguruskan badan? Kalau tidak percaya, kamu bisa coba sendiri, deh. Terutama nasi, benar-benar berpengaruh dalam proses penurunan berat badan. Apalagi jika kamu sudah terbiasa makan yang sehat-sehat, tanpa gorengan, tanpa gula, MSG, dan garam. Insya Allah semua akan jauh lebih baik.


Sekali lagi, JSR ini bukan diet. Tapi, lebih pada perubahan pola makan. Ya, seperti inilah yang seharusnya kita konsumsi. Kita harus tahu mana yang akhirnya bermanfaat buat tubuh dan mana yang justru jadi ‘sampah’. Makan makanan yang tidak sehat akan merusak tubuh kita. Iya, memang kita nggak langsung sakit sehabis makan nasi sepiring dan gorengan sebungkus, tetapi sama saja kita menabung ‘sampah’ dong.


Sakit itu memang Allah yang beri. Tapi, setidaknya kita sudah mencoba yang terbaik untuk menjaga titipan Allah. Tubuh kita sangat sempurna. Canggih. Kalau ada yang salah, ia akan memperbaiki dirinya sendiri. Tapi, kalau sistemnya sudah rusak, jangan harap bisa terjadi.


Meski berat badan saya sudah mencapai angka 41 kg dari 49 kg lebih, tapi saya tidak ada sedikit pun pikiran untuk makan bebas seperti dulu dan meninggalkan JSR. Sama sekali nggak ada. Karena, saya paham betul, diet itu bukan sekadar untuk ngurusin badan saja. Hal paling penting adalah ingin sehat.


Selama ikut JSR, tidak ada menu khusus yang saya buat. Paling menyesuaikan saja dengan kondisi sekarang yang lebih sehat seperti tidak konsumsi gorengan atau makanan digoreng, tidak makan gula, maka bisa diganti sama kurma, mengurangi penggunaan garam, berhenti makan nasi sama sekali, konsumsi sayuran, kacang-kacangan, dan protein yang ada di sekitar kita.


Dalam JSR, dr. Zaid menganjurkan kita supaya mengurangi menu berbahan protein hewani, seperti telur, daging ayam, daging sapi, dan sejenisnya. Tapi, mohon maaf, saya belum bisa demikian…hihi. Jadi, selama beberapa bulan ini, saya masih suka makan telur rebus, ikan, daging ayam, daging sapi, dan jenis protein hewani lainnya asalkan diolah dengan tepat. Selama itu alami dan diolah dengan benar, saya tetap akan makan terutama jika saya sedang sangat ingin.


Kumpulan resep JSR yang akan saya share berikut sebagian saya ambil dari resep dr. Zaid, sebagian lagi saya yang membuatnya. Intinya, buat saya, hidup sehat itu bukan alasan untuk membuat kita hidup boros, Guys. Kita juga harus belajar mengonsumsi makanan yang ada di sekitar kita, yang sudah Allah ciptakan sesuai dengan kondisi tubuh kita. Dengan begitu, kita nggak akan merasa kerepotan, apalagi keberatan mencari menu sehari-hari. Saya, sih, menerapkan ini sejak beberapa bulan yang lalu.


Kumpulan Resep JSR


  • Infused Water Rempah


Infused water bisa kita buat dari bahan apa saja. Bahkan dari pare sekalipun, lho. Tapi, saya sering sekali membuat infused water rempah satu ini. Karena bahannya mudah, rasanya enak. Kamu juga mesti coba, nih.


Bahan:

2 ruas jari jahe

2 ruas jari kunyit

1 buah jeruk nipis

Sedikit madu

500 ml air


Cara membuat:

1. Iris jahe dan kunyit. Masukkan ke dalam botol dan tuang air matang. Bisa juga memakai air panas kemudian diamkan selama minimal 6 jam.

2. Saya simpan di dalam kulkas. Setelah 6 jam, saya keluarkan. Tambahkan perasan jeruk nipis dan madu. Aduk.

3. Minum selagi dingin. Masya Allah, nikmat banget, Guys.



  • Wonderwood


Resep ini saya dapatkan di salah satu buku Dewi Hughes yang terkenal dengan metode Diet Kenyang. JSR dan Diet Kenyang ini nggak berbeda jauh sebenarnya, Guys. Bedanya, Diet Kenyang sama sekali dilarang konsumsi gula dan garam, sedangkan dalam JSR kita masih boleh pakai garam Himalaya dan gula aren. Nggak heran, sampai detik ini saya nggak pernah berani sentuh gula aren karena saya juga belajar Diet Kenyang bahkan sebelum tahu tentang JSR. Tapi, saya masih pakai garam Himalaya meskipun jumlahnya sangat sedikit. Kadang saya biarkan makanan tanpa garam, dan enak-enak saja dimakan. Selain itu, Diet Kenyang juga melarang kita makan nasi, meski itu nasi merah sekalipun. Sedangkan dalam JSR, masih boleh makan nasi merah. Dan saya juga ikut jalurnya Diet Kenyang soal konsumsi nasi. Jadi, kamu termasuk tim JSR atau Diet Kenyang, nih? Hihi.


Minuman ini sangat hangat. Boleh tambah beberapa butir kurma supaya lebih manis dan bergizi. Minuman ini bisa dikonsumsi saat cuaca dingin seperti sekarang. Dalam buku Dewi Hughes, minuman ini dikonsumsi untuk meredakan flu.


Bahan:

2 batang jahe merah/biasa geprek

2 batang kayu manis

10 butir cengkeh

½ biji pala

5 butir kapulaga

2 bunga lawang

3 gelas air


Cara membuat:

1. Didihkan 3 gelas air. Masukkan semua bahan.

2. Tunggu sampai 5 menit, sajikan bersama beberapa butir kurma jika suka.



  • Infused Water Buah


Bagi yang ikut JSR, pasti ke mana-mana suka bawa infused water. Termasuk sekarang saya pribadi. Nggak susah-susah isi dan bahannya. Nggak mau ribet juga. Seadanya di kulkas. Kalau adanya rempah, ya pakai saja rempah. Kalau ada buah, bisa pakai buah. Salah satunya pakai apel, semangka, kurma, kayu mani, hmm, apalagi ya? Belimbing, lemon, mentimun, dan masih banyak lagi. Kali ini saya share infused water apel dan kurma, ya.


Bahan:

1 buah apel, iris

2 batang kayu manis

3 butir kurma

500 ml air


Cara membuat:

1. Campur semua bahan. Diamkan di kulkas selama minimal 6 jam dan maksimal 12 jam.

2. Sajikan selagi dingin.



  • Pepes Oncom Ikan Pindang


Ayo, manfaatkan apa yang ada di sekitar kamu. Nggak akan susah nyari menu dan bahan kalau kamu membiasakan diri hidup sehat dengan bahan-bahan yang ada. Termasuk pakai oncom.


Di Jakarta, oncom mudah dijumpai. Kalau di kampung saya, nggak ada yang namanya oncom. Adanya tempe menjes yang lembut. Saya pribadi lebih suka menjes daripada oncom. Tapi, di sini, menjes nggak gampang dicari.


Oke, kali ini saya manfaatkan oncom untuk dibuat pepes ditambah ikan pindang suwir yang super lezat. Saya tidak memakai garam dalam resep ini. Jika teman-teman mau, bisa ditaburi garam Himalaya, ya saat mau dikonsumsi. Tanpa garam pun tetap enak karena dibuat dengan banyak bumbu.


Bahan:

2 ekor ikan pindang ukuran sedang

2 papan oncom

2 batang daun bawang, iris

5 lembar daun jeruk


Haluskan bumbu:

6 siung bawang merah

4 siung bawang putih

Secukupnya cabai merah keriting

1 ruas jari kunyit

Sedikit jahe

½ tomat

Sedikit minyak kelapa (boleh skip)


Cara membuat:

1. Haluskan semua bahan bumbu. Campur bersama bahan lain. Jangan lupa, lumatkan oncomnya, ya sampai hancur.

2. Bungkus dengan daun pisang, sematkan tusuk gigi.

3. Kukus sampai matang.



  • Bumbu Pecel Kurma


Pas menjalankan JSR, jujur saja saya sempat pesimis nggak bakalan bisa makan pecel lagi. Sedih banget karena saya suka banget makan pecel. Tapi, setelah berjalan, saya menemukan cara sendiri untuk membuat bumbu pecel yang sehat dan tentu saja tetap enak. Bagi yang masih membolehkan dirinya pakai gula aren, pastilah gampang bikin bumbu pecel sendiri. Tapi, buat saya yang nggak mau pakai gula aren?


Akhirnya saya mencoba mengganti gula aren dengan kurma, Guys. Hasilnya so yummy! Kamu harus dan kudu banget nyobain resep satu ini. Bisa dicocok bersama tahu telur tanpa minyak, bisa dimakan bersama sayuran, bahkan buah.


Bahan:

4 sdm kacang tanah sangrai

6 buah cabai rawit merah

5-7 butir kurma (sesuai selera)

1 siung bawang putih

5 lembar daun jeruk

Serus jari kencur

1 buah jeruk limau, ambil airnya

Sedikit garam Himalaya (bisa skip)

Sedikit air


Cara membuat:

1. Haluskan semua bahan kecuali jeruk limau.

2. Tambahkan sedikit demi sedikit air sampai kekentalan yang diinginkan.

3. Beri perasan jeruk limau.

4. Sajikan bersama sayuran pelengkap.



  • Sambal Kurma


Pernah kebayang nggak, sih, bikin sambal tanpa terasi, tetapi malah dikasih kurma? Hihi. Saya belum pernah mencoba sebelumnya sampai suatu hari melihat postingan dr. Zaid di Instagram beliau. Saya pun mencobanya tanpa garam dan ditambah perasan jeruk limau serta potongan kulitnya. Hasilnya? Sangat segar. Manis, pedas, asam, pokoknya enak banget.


Bahan:

1 buah tomat

6 cabai rawit merah

1 butir kurma

1 buah jeruk limau

Sedikit garam Himalaya (boleh skip)


Cara membuat:

1. Haluskan semua bahan. Sajikan bersama sayuran rebus dan menu favoritmu yang lain.



  • Sari Jeruk


Dulu, kalau ada jeruk manis harga murah, saya nggak terlalu antusias membeli. Biasa saja. Sekarang, melihat buah dijual dengan harga murah, kalap banget. Seperti waktu pulang kampung kemarin. Jeruk baru dipetik dari kebunnya. Ukurannya besar-besar banget dan masih berdaun. Harganya murah hanya 12 ribu saja. Saya borong sampai 10 kg lebih waktu itu…hihi.


Dibuat apa, nih? Selain dimakan langsung (karena waktu itu lebaran dan jarang ada makanan yang bisa saya makan), selebihnya saya buat jus dengan diambil sarinya (diperas). Rasanya Masya Allah, enak banget.


Bahan:

Secukupnya perasan air jeruk manis

1 buah jeruk nipis


Cara membuat:

1. Peras air jeruk manis sampai jumlah yang diinginkan.

2. Beri tambahan perasan jeruk nipis.

3. Sajikan segera.



  • Mie Instan KW


Bingung mau ngasih nama menu ini apaan…hihi. Sejak ikut JSR, saya tidak pernah sentuh yang namanya mie instan. Nggak kepengen juga. Meskipun kadang suami minta dimasakin mie, saya tetap nggak tergiur untuk mencoba meskipun sedikit.


Sempat baca postingan anggota DKAH (Diet Kenyang ala Hughes) di Facebook, ketemulah menu ini. Layak banget disebut mie instan KW…hihi. Kamu boleh tambahkan telur di atasnya.


Bahan:

5 siung bawang merah, iris dan sangrai sampai layu

Segenggam tauge

Sawi hijau, potong-potong

1 buah tomat segar, potong dadu

Secukupnya daun seledri

Secukupnya irisan cabai rawit

Secukupnya merica bubuk

Secukupnya air


Cara membuat:

1. Rebus air sampai mendidih.

2. Masukkan sawi dan telur.

3. Tata tauge, tomat, cabai, seledir, bawang merah sangrai di dalam mangkuk. Siram dengan rebusan sawi dan telur. Tambahkan seledri.

4. Jika suka, kamu bisa tambahkan perasan jeruk nipis dan garam Himalaya.



  • Salad Buah dan Sayur


Salad ala saya yang nggak suka salad sebenarnya..hihi. Memanfaatkan buah nanas dan selada waktu masih di kampung. Bisa tambahkan minyak zaitu juga ya ke dalamnya.


Bahan:

1 buah  nanas madu, potong-potong

1 buah tomat segar, potong-potong

Secukupnya selada, potong sesuai selera

Secukupnya kacang tanah sangrai

Secukupnya perasan jeruk nipis

Secukupnya irisan cabai rawit merah


Cara membuat:

1. Campur semua bahan. Sajikan segera.

2. Bisa tambahkan garam Himalaya dan irisan telur rebus.



  • Takjil Sehat Semangka


Eits, namanya aneh, nggak? Hehe. Saya pertama kali ikut JSR ketika memasuki bulan Ramadhan kemarin. Jujur saja, menu saat itu masih nggak beragam karena baru banget nyoba makan makanan real food bahkan baru banget menghindari nasi.


Saya sering membuat takjil dari buah semangka dan potongan kurma. Disajikan dingin nikmat banget Masya Allah. Anak-anak dan suami pun suka mengonsumsinya. Jadi, pas Ramadhan kemarin, saya jarang bikin takjil dari sirup-sirup dan kolak. Lebih banyak dari potongan buah seperti ini. Dicoba, ya. Bisa dimakan pas berbuka saat puasa sunah.


Bahan:

Semangka, potong-potong dadu

Secukupnya kurma, cincang kasar

Perasan jeruk nipis

Secukupnya madu


Cara membuat:

1. Campur semua bahan.

2. Sajikan selagi dingin.



  • Jus Buah dan Sayur


Sejak belajar Diet Kenyang, saya mengonsumsi jus setiap hari. Tanpa gula dan biasanya juga tanpa madu. Begitu saja rasanya sudah enak banget.


Saran saya, bagi yang kurang suka mengonsumsi jus sayuran, pilih sayur yang enak dibuat jus. Misalnya tomat, wortel, sawi putih, sawi hijau, selada, bayam, pokcoy, mentimun, dan sejenisnya. Jangan sampai seperti saya, pernah buat jus dari sawi pahit…hihi. Setelah dicoba, rasanya seperti sesak, agak pedas, pokoknya rasanya super nggak enak parah. Sampai beberapa saat masih belum hilang rasa enegnya…hiks.


Supaya jus sayuran rasanya enak, tambahkan buah ke dalamnya. Biasanya saya pakai apel, belimbing, jeruk nipis, nanas. Alhamdulillah, selama ini orang-orang serumah terbiasa konsumsi jus setiap hari.


Bahan:

2 buah wortel

5 buah tomat

2 buah apel


Cara membuat:

1. Haluskan semua bahan dengan juicer.

2. Segera minum dan bisa juga ditambah garam Himalaya dan madu jika suka.



  • Tahu Telur


Sudah pernah makan tahu telur setelah ikut JSR? Hehe. Saya buat versi lebih sehatnya, ya. Hanya pakai sedikit minyak kelapa (bikin sendiri). Seorang teman pernah bilang, sebaiknya kita tidak menggoreng telur tanpa apa pun (sangrai). Bisa tambahkan sedikit minyak kelapa, bisa juga kasih air.


Bahan:

Secukupnya selada segar

1 buah tahu ukuran kecil, potong dadu.

1-2 butir telur

Sedikit merica bubuk

Sedikit minyak kelapa homemade

Bumbu pecel kurma (resep di atas)


Cara membuat:

1. Kocok telur bersama merica bubuk. Masukkan potongan tahu.

2. Goreng sampai matang.

3. Tata selada di atas piring.

4. Letakkan tahu telur di atasnya. Siram dengan bumbu pecel kurma. Sajikan!


Itulah beberapa resep yang saya coba sendiri di rumah. Sebagian saya melihatnya di postingan dr. Zaid, teman-teman DKAH, sebagian lagi saya membuatnya sendiri untuk variasi menu harian. Teman-teman bisa berkreasi dengan menu lainnya. Intinya, menunya tetap. Hindari saja apa yang dilarang. Misalnya tempe goreng, ganti saja dibakar atau diungkep bersama bumbu, bisa juga sekadar dikukus. Kalau tumis sayuran? Mending dibikin pecel saja. Jadi, kita nggak akan mati gaya karena menu-menu yang dipakai tetap menu harian seperti biasanya.


Semoga tetap semangat menjalankan dietnya, ya. Sehat itu yang utama, langsing itu bonus *eh pakai slogan DKAH…hihi. Bye…

 

Salam,

 

Wednesday, July 17, 2019

Susah Closing Setiap Hari? Jual Online Barang Daganganmu di Blibli.com Aja! Untungnya Nggak Tanggung-tanggung

Di zaman secanggih sekarang, kebanyakan orang memilih belanja online ketimbang offline. Iya, nggak, sih? Saya pribadi pun menjawab ‘setuju’. Bahkan untuk hal-hal kecil sekalipun, saya dengan santai memesan secara online. Mulai dari pakaian, tas, sepatu, hingga makanan seperti kurma yang kudu saya konsumsi setiap hari, semua saya beli online.

Alasannya, sih, simpel saja. Selain bisa menghemat waktu dan nggak perlu capek-capek keliling pasar hanya demi mencari satu jenis barang, belanja online juga memberikan banyak keuntungan, mulai dari promo, diskon, hingga gratis ongkir. Emak-emak mana tahan lihat diskon dan apa-apa berbau gratisan, ‘kan? Hehe.


Fenomena belanja online memang sedang menghampiri masyarakat di negeri kita, Guys. Munculnya banyak marketplace di Indonesia menjadi salah satu alasan kenapa banyak orang begitu senang belanja online. Sebagai pembeli, kita pun merasa diuntungkan. Nggak ada ruginya sama sekali. Bahkan, berlipat banget untungnya. Kira-kira apa saja keuntungan belanja online dari sisi kita sebagai pembeli?

  • Menghemat Waktu dan Tenaga
 
Yup! Seperti saya katakan sebelumnya, belanja online bisa menghemat waktu dan tenaga. Kita nggak perlu muterin mall hanya demi mencari sepasang sepatu. Kita nggak perlu keliling pasar hanya demi mencari jacket dengan harga paling murah. Semua bisa didapatkan dengan mudah di toko online bahkan sambil selonjoran di kamar.


Dengan belanja online, kita juga bisa menghemat waktu, Guys. Nggak perlu macet-macetan di jalan, terutama bagi yang tinggal di Jakarta seperti saya. Mending di rumah saja daripada terjebak macet. Belum lagi antre di kasir, butuh waktu berapa lama coba?

  • Tersedia Varian Barang yang Lebih Lengkap
 
Ini salah satu alasan kenapa kita nggak bakalan bosan belanja online. Yup! Varian barangnya lebih lengkap. Mau cari jenis dan warna apa pun, insya Allah tersedia. Kita nggak perlu pusing muter-muter satu toko demi toko lainnya, cukup nyalakan smartphone kamu, dan mulailah belanja. Simpel, ‘kan?

  • Banyak Promo
 
OMG! Inilah kenapa emak-emak sebaiknya jangan sering-sering belanja online. Bisa bahaya karena penuh dengan racun dan godaan…hehe. Banyak sekali promo yang ditawarkan ketika kita belanja online. Mulai dari diskon hingga 50% bahkan lebih, gratis ongkir, dan masih banyak jenis promo lainnya yang dijamin bikin kalap.

  • Terdapat Berbagai Macam Jenis Pembayaran
 
Tidak hanya bisa transfer lewat m-banking, kita juga bisa belanja online dengan melakukan pembayaran melalui supermarket terdekat. Jadi, nggak ada alasan susah mau transfer. Itulah kehebatan teknologi zaman sekarang, sangat memudahkan semua pihak.

  • Dapat Membandingkan Harga dengan Mudah
 
Yess! Dengan belanja online, kita bisa membandingkan harga barang dari satu toko ke toko lainnya dengan sangat mudah. Nggak perlu capek-capek tanya ke penjual apalagi sampai nawar…hihi. Tinggal lihat satu jenis barang dengan harga berbeda, pilih salah satu yang terbaik dan segera bawa pulang.

  • Adanya Marketplace dapat Meningkatkan Kepercayaan Pembeli

Adanya marketplace yang menjadi pihak ketiga rupanya mampu meningkatkan kepercayaan pembeli, lho. Saya pun setuju akan hal ini. Sebab, di luar sana, tidak sedikit orang yang mengaku punya toko online dan mempromosikan barang dagangannya di sosial media, ternyata hanya menipu. Kasus-kasus serupa sering saya lihat dari postingan teman-teman saya di Instagram dan Facebook.


Tidak bisa dipungkiri, hal semacam ini dapat menurunkan kepercayaan pembeli. Tapi, dengan adanya marketplace yang menjadi pihak ketiga antara penjual dan pembeli rupanya dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat, sehingga tidak sedikit yang akhirnya memilih berbelanja di marketplace ketimbang di toko online. Kita pun bisa berbelanja dengan rasa nyaman karena adanya perantara pihak ketiga yang menjamin keamanan bertransaksi. Nggak perlu khawatir lagi, deh.


Beberapa keuntungan semacam itu bisa dimanfaatkan oleh kamu yang berniat memulai usaha dengan berjualan online. Pasar terbuka luas. Banyak kelebihan yang bisa didapatkan dengan berjualan online, apa saja itu?

  • Menghemat Biaya
 
Dengan berjualan online, kamu tidak perlu mengeluarkan uang banyak untuk mendirikan toko atau menyewa toko. Biaya modal bisa dipangkas sehingga dapat digunakan untuk hal lainnya.

  • Dapat Memasarkan Produk Lebih Luas
 
Ketika memulai usaha dengan mendirikan toko offline, kamu hanya bisa menjangkau pembeli dengan lokasi terdekat. Mustahil orang dari luar pulau berbelanja ke tokomu setiap akhir pekan.


Berbeda ketika kamu menjual online daganganmu, pasarnya bisa lebih luas. Dari luar kota, hingga luar negeri pun bisa dijangkau dengan mudah.

  • Tokomu Buka Selama 24 Jam Nonstop
 
Itulah untungnya berjualan online, kamu tidak perlu repot membuka tokomu sehari semalam, tetapi pembeli akan tetap berdatangan bahkan meski kamu sudah istirahat. Bisa tengah malam, pagi buta, hingga siang bolong. Para pembeli toko online memang lebih leluasa memilih waktu sehingga kapan pun bisa terjadi traksaksi.


  • Bisa jadi Usaha Sampingan

Di luar sana, banyak pekerja kantoran yang memiliki usaha sampingan dengan berjualan online, lho. Waktu mereka memang lebih fleksibel, nggak harus fokus pada toko online saja, tetapi bisa dikerjakan sambil ngantor. Tak heran, saat ini banyak orang yang memulai bisnis online tanpa ragu. Apalagi dengan adanya beberapa marketplace di Indonesia terasa semakin memudahkan saja.


Hmm, bicara tentang marketplace, kira-kira kamu tahu nggak, sih, apa bedanya toko online, e-commerce, dan marketplace? Kita menganggap ketiganya sama saja. Padahal, faktanya, ketiganya berbeda, lho.


1. Toko Online 


Toko online bisa didirikan oleh siapa pun tanpa tergantung pada website. Ya, kamu bisa membuka toko online dan menggelar barang daganganmu di Instagram dan Facebook. Tranksaksi bisa dilakukan melalui chat di Whatsapp atau Line, setelah itu, pembeli akan mentransfer sejumlah uang sesuai harga barang yang telah disepakati, mengirimkan bukti pembayaran, dan penjual akan mengirimkan barang pesanan tersebut kepada pembeli. Jadi, kamu sebagai penjual akan berhubungan langsung dengan pembeli tanpa perantara pihak ketiga.


2. E-Commerce


Kita sering menyamakan antara e-commerce dengan marketplace. Padahal, keduanya adalah dua hal yang sangat berbeda. E-commerce biasanya menjual produknya sendiri, mengembangkan brand yang mereka miliki dengan membuat sebuah website yang khusus memasarkan produk-produk mereka. Jadi, kamu nggak bisa menemukan barang-barang dari brand lain di sini, Guys.


3. Marketplace


E-commerce yang sering kita bicarakan sebenarnya lebih tepat disebut marketplace, lho. Marketplace ini menyediakan tempat untuk berjualan bagi para penjual online. Ia juga menjadi perantara antara kamu dengan pembeli.


Dengan berjualan di marketplace, kamu tidak perlu membayar uang sewa tempat. Produk kamu pun bisa dengan mudah ditemukan oleh calon pembeli ketika mereka melakukan pencarian.


Lantas, dari ketiganya, manakah yang terbaik dan layak kamu coba supaya jualanmu bisa closing setiap hari?


Jika membuka toko online, otomatis kamu harus pintar-pintar promosi. Kamu harus mendatangkan calon pembeli sebanyak-banyaknya. Kamu butuh kerja keras untuk closing, jika tidak fokus, toko online yang sudah kamu bangun akan sepi. Sangat berbeda dengan marketplace yang selalu ramai dikunjungi pembeli setiap harinya.


Orang-orang yang baru pertama kali belanja di toko online kebanyakan merasa ragu, apakah toko tersebut bisa dipecaya atau tidak. Jika kekhawatiran itu berlebihan, bisa dipastikan, calon pembeli akan membatalkan keinginannya untuk bertransaksi. Saya pribadi pun merasakan hal serupa. Tidak mudah memercayai toko online terutama yang baru pertama kita jumpai.


Lalu, bagaimana dengan e-commerce? Bukankah sangat menarik jika bisa membangun website dengan brand kita sendiri? Hmm, mungkin awalnya terlihat sangat keren. Tapi, rupanya, untuk membangun sebuah e-commerce dibutuhkan biaya yang tidak sedikit, terutama untuk mendesain website dan menjalankannya. Kita juga butuh promosi untuk mengenalkan brand kita pada masyarakat luas.


Berbeda ketika kita memilih berjualan di marketplace, selain bisa menghemat biaya untuk membuat website, promosi juga bisa dibantu oleh pihak marketplace sendiri. Berbagai macam strategi pemasaran akan dilakukan demi mendatangkan pengunjung sebanyak-banyaknya. Produk yang kamu jual akan mudah dilirik oleh para pembeli. Closing pun bisa didapat dengan lebih mudah, Guys.


Adanya marketplace ini juga sangat membantu membangun kepercayaan pembeli karena ada perantara pihak ketiga. Saya pribadi lebih senang berbelanja di marketplace karena kemungkinan adanya penipuan sangat kecil. Pembayaran tidak akan sampai ke penjual selama produk yang diinginkan belum sampai ke pembeli. Itulah enaknya bisa belanja di marketplace.


Saat ini, Indonesia memiliki beberapa marketplace yang ramai dikunjungi para pelanggan. Salah satunya adalah Blibli.com. Blibli.com merupakan pusat belanja online yang menyediakan beragam kebutuhan, mulai dari gadget, pakaian, make up, hingga perlengkapan olahraga.


Menariknya, Blibli.com memberikan banyak promosi, gratis ongkir, hingga voucher yang pastinya membuat Blibli.com selalu ramai dikunjungi para pelanggannya. Kebayang dong kalau kita bergabung bersama Blibli.com? Banyak sekali keuntungan yang bisa kita dapatkan sebagai penjual.


Apa Saja Keuntungan Berjualan di Blibli.com?


Jika kamu bisa mendapatkan banyak keuntungan dengan bergabung bersama salah satu marketplace terbaik di Indonesia, lalu kenapa masih bingung dan mencari banyak alasan untuk pindah ke lain hati, Guys? Hehe. Nggak bosan nyetatus untuk jual online barang dagangan setiap lima belas menit sekali, tetapi tidak satu pun closing? Mending kamu bergabung bersama Blibli.com, dan dapatkan beragam keuntungan ini,


  • Keluasan Pilihan Kategori
 
Blibli.com memfasilitasi hampir semua jenis produk untuk dijual, lho. Ada 16 kategori belanja yang bisa dipilih oleh para pembeli. Mulai dari travel, otomotif, fashion wanita, kebutuhan ibu dan anak, kamera, handphone dan tablet, mainan, hingga tiket sekalipun. Dengan begitu, kamu nggak perlu ragu untuk bergabung, kan?

  • Gratis Foto Produk
 
Uniknya, sebagai penjual, kamu bisa menikmati fasilitas foto produk secara gratis. Kurang keren apa coba, Guys? Sekarang, kamu nggak perlu repot-repot mengambil foto produk karena semua telah disediakan oleh Blibli.com, free!

  • Kemasan Gratis
 
Siapa, sih, yang tidak suka dapat gratisan? Termasuk untuk kemasan demi menjamin keamanan produk yang kamu jual, Blibli.com menyediakan kemasannya gratis, lho.

  • Gratis Biaya Kirim
 
Nggak perlu ragu lagi untuk bergabung, karena Blibli.com memberikan gratis biaya pengiriman ke seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Sabang sampai Merauke khusus untuk setiap produk reguler.

  • Kemudahan Proses Pengiriman

Blibli.com memiliki kerjasama dengan lebih dari 30 logistik yang dapat memudahkan proses pengiriman barang ke seluruh Indonesia.

  • Asuransi Pengiriman Produk
 
Guys, kamu nggak perlu khawatir dengan keamanan barang saat pengiriman, sebab Blibli.com menjamin keamanan produk yang kamu kirim kepada para pelangganmu.

  • Layanan Merchant Care
 
Call-center disediakan khusus untuk penjual sehingga dapat mengatasi kesulitanmu dalam bertransaksi dengan calon pembeli. Berjualan pun menjadi lebih mudah.

  • Terdepan dalam Inovasi In Store
 
Blibli.com memberikan layanan khusus bagi merchant supaya dapat menjual produk offline dengan fasilitas pembayaran online. Kece banget, kan?


Bagaimana Cara Bergabung Bersama Blibli.com?


  • Buka Toko
 
Ikuti 3 langkah untuk membuka toko online secara gratis. Setelah menerima email verifikasi, kamu pun siap berjualan, Guys!

  • Upload Produk
 
Kamu bisa menambahkan produk secara masal atau satu per satu. Gunakanlah data produk yang telah terdaftar, dengan begitu, produk akan lebih mudah tampil.

  • Respon Pesanan
 
Pesanan akan kamu terima melalui SMS dan email. Kamu bisa segera mengirimkan barang sesuai pesanan pembeli.

  • Terima Pembayaran
 
Nah, ini dia saat yang ditunggu-tunggu. Yeay, kamu bisa memperoleh bayaran setelah barang diterima oleh pembeli. Kamu akan menerima pembayaran setiap seminggu sekali di rekening yang telah terdaftar.


Ternyata ada cara-cara mudah untuk memasarkan produk kamu secara online tanpa harus keluar banyak modal, tanpa harus capek-capek promosi. Yup! Semua kemudahan itu bisa kamu temukan di Blibli.com, Guys!


Nggak ada alasan lagi untuk tidak closing setiap hari. Kepercayaan pelanggan pun akan meningkat ketika kamu bergabung bersama salah satu marketplace terpercaya di Indonesia. Kapan lagi bisa seuntung ini? Kuy, gabung bersama Blibli.com dan dapatkan keuntungan besar nggak tanggung-tanggung!


Salam,

 

5 Surga Tersembunyi di Wakatobi yang Belum Dieksplor Wisatawan

Wakatobi merupakan salah satu kepulauan di Timur Indonesia yang menyimpan kekayaan bawah laut yang memukau. Kamu pasti sudah tidak asing lagi dong dengan nama Wakatobi, Guys? Terumbu karang dan beragam spesies ikan warna-warni hidup di lau Wakatobi yang biru jernih. Tak heran kalau ia disebut sebagai Karibia-nya Indonesia.


Namun, tahukah kamu? Masih banyak surga tersembunyi di Wakatobi yang belum dieksplorasi wisatawan. Berikut beberapa di antaranya yang bikin kamu mupeng parah!


1. Pulau Binongko 


Pesona bawah laut Wakatobi tentu tak perlu diragukan lagi. Bagi kamu yang lebih menyukai tempat-tempat sepi yang belum banyak dijamah turis, Pulau Binongko adalah tujuan yang tepat, lho.


Tak hanya menyajikan pemandangan ribuan ikan dan terumbu karang, air laut Pulau Binongko merupakan yang terjernih dibandingkan wisata lain di Wakatobi. Begitu jernihnya, kamu bahkan tak perlu menyelam untuk bisa melihat indahnya kehidupan bawah laut Wakatobi.


2. Pulau Anano


Destinasi wisata bahari lain yang masih jarang dieksplorasi adalah Anano, yang merupakan salah satu pulau tak berpenghuni di kawasan Wakatobi. Daya tarik utama tempat ini adalah penyu hijau dan penyu sisik.


Jika kamu penasaran ingin melihat bagaimana hewan tersebut bertelur, Pula Anano adalah tujuan yang tepat Tempat ini juga menyajikan pemandangan laut biru berpasir putih yang memukau. Jika bertandang kemari, sempatkan diri untuk melihat keindahan matahari terbenam jelang senja.


3. Danau Sombano


Wakatobi tak hanya menawarkan keindahan wisata bahari, tapi juga danau. Salah satunya adalah Danau Sombano yang lokasinya berada di kawasan hutan bakau Pulau Kaledupa. Danau air tawar ini merupakan rumah bagi banyak spesies flora dan fauna khas Sulawesi Tenggara, mulai dari anggrek, pandan, sampai udang merah.


Air Danau Sombano sendiri terbilang jernih dan tenang, namun pengunjung dilarang berenang untuk alasan keamanan. Tenang saja, duduk santai menikmati keindahan danau ditemani hijaunya pepohonan sekitar juga tak kalah menyenangkan, kok. Ayo, cek harga tiket pesawat ke Wakatobi dan jangan lupa mampir kemari, ya, Guys!

4. Air Terjun Moramo


Bosan dengan wisata bertema laut? Air Terjun Moramo mungkin bisa menjadi alternatif tepat saat berlibur di Wakatobi. Air terjun berundak ini terdiri dari 7 tingkatan besar dan 60 tingkatan kecil, dengan ketinggian mencapai 100 meter, lho.


Di sini, kamu bisa menghabiskan waktu dengan berendam di kolam alami yang dibentuk dari batuan granit. Bebatuan kapur di sekitar lokasi akan makin meningkatkan keamanan kamu karena tidak mudah tergelincir akibat lumut.


Tentu pesona Air Terjun Moramo tak berhenti sampai di situ, Guys. Di sini, kamu akan dibuat terpukau oleh warna-warni pelangi yang muncul dari buih-buih air terjun. Tak heran kalau dia didapuk sebagai salah satu objek wisata air terjun tercantik di Indonesia.


5. Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai


Puas mengeksplorasi wisata tirta dan bahari  di Wakatobi, kini saatnya bertualang menjelajah daratan. Ada Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai yang wajib dimasukkan dalam agenda wisata kamu di sana.


Area seluas 1.050 km ini terdiri dari beragam vegetasi, mulai dari sabana hingga hutan mangrove, serta beragam jenis burung langka, seperti elang, maleo, dan kakaktua jambul kuning.


TN Rawa Aopa Watumohai adalah lokasi yang cocok untuk camping dan melihat keindahan langit malam. Datanglah kemari saat musim hujan jika kamu ingin menyaksikan hijaunya padang sabana berlatar Gunung Watumohai.


Bagaimana, sudah siap menjelajah surga tersembunyi di Wakatobi? Untuk menuju lokasi, kamu bisa memesan tiket pesawat Sriwijaya Air dengan rute Makassar, lalu lanjutkan perjalanan ke arah Sulawesi Tenggara.


Pastikan hanya melakukan reservasi tiket dan akomodasi di Airy. Selain bebas penipuan, Airy juga dilengkapi dengan opsi refund dan reschedule agar perjalanan wisata kamu semakin nyaman!


Salam,

 

Sunday, July 14, 2019

Tentang Diet Kenyang dan Menu Simpel yang Bikin Kurus

Judulnya sungguh sangat memprofokasi, ya? Membuat semua orang pengen nyobain menunya. Menu apa, sih, yang bikin kurus? Apakah mengandung senyawa tertentu yang bisa membakar lemak? Hihi.


Di dalam postingan kali ini, saya mau bercerita lebih banyak tentang Diet Kenyang ala Dewi Hughes. Menu-menu yang akan saya posting juga sejalan dengan Diet Kenyang sehingga bisa dicoba bagi teman-teman yang berniat hidup lebih sehat dan bonusnya langsing.

Selama ini, saya aktif mengikuti youtube Dewi Hughes. Awalnya suka dengan energi positif yang beliau salurkan setiap kali bicara, tersenyum, dan menyapa. Semuanya berasa banget bikin kita ikut senyum dan happy. Ternyata, yang seperti ini juga diperlukan ketika kita mengikuti Diet kenyang. Yup! Butuh pikiran positif dan bahagia ketika mengikuti diet ini.


Untuk menjalankan Diet Kenyang, tidak ada hal unik sebenarnya yang perlu dilakukan. Nggak ada yang aneh-aneh. Hanya saja, kalau belum terbiasa, mungkin membuat kita sedikit kaget dan perlu waktu untuk beradaptasi. Tapi, sebelum kita lanjut membahas Diet Kenyang lebih jauh, kita ulas dulu, apa, sih, Diet Kenyang itu?


Apa, sih, Diet Kenyang Itu?


Diet Kenyang pertama kali diperkenalkan oleh Dewi Hughes. Tahu, ‘kan, Dewi Hughes itu siapa? Beliau dulunya adalah seorang presenter televisi yang cukup terkenal. Beliau identik dengan badan gemuk. Berat badannya dulu mencapai 150 kg, lho. Kalau kamu, berapa berat badanmu? Pasti masih di bawah Dewi Hughes, ‘kan?


Dewi Hughes bertubuh gemuk sejak kecil. Beliau makan apa pun yang disukai dan diinginkan tanpa ada yang melarang, tanpa ada yang nge-bully. Hidupnya enak banget, deh. Bahkan hingga dewasa, tidak ada yang mempermasalahkan berat badannya itu. Beliau bahkan bangga bisa gemuk. Gemuk itu cantik, kok.


Tapi, sejak kena saraf kejepit yang membuat pinggangnya sakit, disuntik pereda nyeri hingga ditambah dosis belum hilang, akhirnya beliau sadar akan banyak hal. Terkapar di kamar bikin beliau mikir, Guys.  Masa hidupnya akan berakhir sekarang? Masa, sih, nggak ada yang bisa diperbaiki?


Banyak perenungan saat itu. Selengkapnya kamu bisa baca langsung dalam buku beliau. Saya sudah membaca dua bukunya. Dan semuanya inspiratif banget. Singkat cerita, sejak saat itu, Dewi Hughes hanya makan makanan alami atau real food. Beliau membuat jus dengan juicer harga murah dan super berisik. Saya yakin, juicer ini mirip dengan milik saya…hihi.


Kalau pengen ngemil, beliau menyangrai kacang tanah. Ada alasan kenapa beliau tiba-tiba melakukan ini semua, ya (bisa kamu baca di buku beliau). Setelah seminggu hanya konsumsi real food, sakit pingganyang membaik, lho. Bahkan beliau bisa berjalan seperti biasa. Dari situ, Dewi Hughes semakin sadar, ada sesuatu yang patut diperjuangkan. Nggak boleh terus-terusan menyalahkan nasib, “Saya sudah gemuk dari kecil, mustahil bisa kurus.”


Dewi Hughes berhasil mematahkan kalimat itu. Dan saya rasa, kamu juga bisa melakukannya. Apalagi berat badanmu tidak seberapa dibandingkan Dewi Hughes, ‘kan?


Lalu, apa sebenarnya Diet Kenyang itu? Diet Kenyang bisa diartikan kembali pada real food, makanan alami yang tumbuh di bumi dan disinari matahari. Begitu beliau menjelaskan. Kita boleh makan apa aja asalkan termasuk real food. Dan kita boleh makan dalam porsi besar sekalipun asalkan tetap alami. Bahkan kalau lapar tengah malam juga bisa makan. Itulah sebabnya, diet ini disebut Diet Kenyang, Guys. Nama Diet Kenyang sendiri diberikan oleh para followers Dewi Hughes karena merasa nama ini cocok banget dengan pola makan yang diterapkan oleh beliau.


Dan benar, meskipun banyak ngemil dan banyak makan, berat badan saya tetap turun, lho. Ini bahkan terjadi saat saya mudik kemarin. Sering traveling pasti membuat saya susah berhenti ngunyah. Apalagi saat itu baru masuk bulan kedua saya mulai diet. Awal banget. Tapi, karena yang saya makan masih real food, clean food, meski porsinya besar, tetap saja berat badan menyusut, Masya Allah.


Apa Saja Pantangan dalam Diet Kenyang?


Nggak susah-susah, kok. Dalam diet kenyang, kamu sebaiknya menghindari minyak dan makanan yang diolah pakai minyak, contohnya gorengan (biar jelas…kwkwk), gula, nasi (sama sekali nggak boleh makan nasi meskipun itu nasi merah), garam, tepung, dan minuman kemasan termasuk juga yogurt dan susu.


Dalam bukunya, Dewi Hughes bercerita kalau beliau membuat minyak kelapa sendiri untuk dicampur dalam sambal misal. Seingat saya, bukan buat digoreng, ya, Guys. Misal, kamu bikin sambal mentah, setelah itu bisa tuang minyak kelapa sedikit. Dan saya pun sempat membuat minyak kelapa juga dengan penuh perjuangan *kibas gamis.


Saat melihat youtube beliau, saya juga mendapatkan fakta bahwa, kalau nggak terpaksa banget, beliau nggak akan makan makanan yang diolah pakai minyak. Nyari yang dipanggang, maksimal ditumis. Ketika keadaan darurat, misal saat kita traveling ke suatu daerah dan susah nyari makanan tanpa gula garam dan digoreng, minimal kita harus cari yang tetap berbahan real food. Jadi, jangan merepotkan diri sendiri, jangan memaksakan diri sendiri supaya tetap makan clean food, ngerinya malah nanti kelaparan dan akhirnya sakit.


Saya pun demikian saat menjalankan Diet Kenyang. Saat saya traveling atau mudik seperti kemarin, jika memang persiapan seperti buah yang saya bawa sudah habis, saya akan makan menu apa pun, tetapi tetap mencari makanan yang masih jelas alami seperti gado-gado (bisa tanpa bumbu), opor ayam (ambil ayamnya saja), rawon (tetap tanpa nasi), tumis kangkung, atau bisa juga ayam goreng. Carilah yang masih punya bentuk aslinya. Simpelnya begitu.


Sebab, ada saat di mana saya berkunjung ke rumah kerabat dan disuguhkan makanan seperti itu. Mustahil saya jelaskan sedang menghindari ini dan itu. Khawatir juga malah bikin repot yang punya rumah karena takut mereka bingung mau menyuguhkan apa. Setelah itu, saya akan kembali pada pola makan seperti biasanya. Balik ke real food lagi.


Ternyata, dalam perjalanannya, tidak mudah untuk menghadapi pertanyaan bahkan komentar miring yang tertuju pada saya. Meskipun saya berusaha santai, tetap saja kurang nyaman didengar, kesannya orang diet itu hanya buat langsing, bergaya, dan sejenisnya. Padahal, tidak selalu seperti itu.


Sudah kebanyakan uang ya sampai nggak makan nasi? Istrinya si Q nggak makan nasi, makannya buah doang. Badan udah kecil, kok masih diet?


Ya sudah, netizen bebas berkomentar apa pun. Yang jelas, berat badan turun saja sudah impian banyak orang, ditambah qadarallah sekarang jadi lebih fit juga. Apa yang perlu dikeluhkan? Rugi sekali kalau tidak dinikmati, ‘kan?


Diet Sambil Mengelola Pikiran Supaya Tetap Positif 


Saya belajar banyak dari Dewi Hughes soal mengelola pikiran. Yang awalnya suka panikan, susah berpikir positif ke depan, yang nggak bisa tenang dan mudah gelisah, Alhamdulillah bisa diatasi dengan lebih mudah.

“Apa yang kita pikirkan terjadi sekarang!”

Dan ada baiknya kita selalu berpikir baik, positif, positif, dan positif. Ini penting sekali dalam Diet Kenyang yang dibarengi dengan hypnoterapi. Lalu, bagaimana supaya kita bisa berpikir positif?


Seperti saat menghindari nasi, ada baiknya pikiran kita diatur dulu supaya tidak panik ketika belum makan nasi. Khawatir magh kambuh atau apa pun itu. Kepanikan berlebihan membuat semuanya berantakan. Dan ketakutanmu benar-benar terjadi saat itu juga. Jadi, sejak awal kamu harus belajar, bahwa orang yang nggak makan nasi pun nggak akan pingsan, kok. Saya baik-baik saja tanpa nasi. Alhamdulillah, qadarallah magh saya juga nggak kambuh meski pagi jarang sarapan. Saya merasa jauh lebih kuat dan bertenaga terutama saat puasa meskipun sahurnya hanya pakai air rendaman kurma saja.


Kita juga harus belajar menyukai rempah-rempah, sayuran, dan buah. Yang bikin kita eneg dan pengen muntah adalah pikiran kita sendiri. Dalam Diet Kenyang, kita harus sering konsumsi buah dan sayuran. Tubuh butuh nutrisi yang cukup. Jika konsumsi buah dan sayur dalam jumlah banyak terasa tidak memungkinkan, kamu bisa mengubahnya menjadi jus. Yess! Dan inilah yang saya konsumsi setiap pagi. Nggak susah, kok, bikinnya. Jangan lupa, tetap gunakan sayur dan buah yang ada di sekitar kita, ya!


Bolehkah Makan Saat Tengah Malam?


Selama ini kita tahu, jika seseorang sedang diet, dianjurkan untuk tidak makan di malam hari. Berbeda dengan Diet Kenyang, namanya juga Diet Kenyang, kalau masih lapar namanya bukan Diet Kenyang, dong. Ketika merasa lapar saat malam hari, dianjurkan untuk makan tanpa perlu menahannya. Tapi, diutamakan makan sayur. Sebaskom, semangkuk, atau berapa pun boleh. Saya pun bebas makan dan ngemil saat malam hari ketika mengikuti Diet Kenyang.


Kalau pagi gimana? Selama mengikuti Diet Kenyang, saya tidak terlalu memusingkan sarapan. Mau makan apa, nih, pagi ini? Nasi uduk? Bubur ayam? Lontong sayur? Eits! Jangan dong, ya…hihi. Menu sarapan saya nggak berat-berat, kok. Kadang rendaman kurma (pakai air panas), biasanya saya konsumsi untuk sahur, sedangkan jika tidak berpuasa, saya lebih sering minum jus buah dan sayuran saja.


Kalau masih lapar dan pengen makan, silakan makan menu apa pun asalkan tetap real food dan clean food, ya. Bisa sayuran rebus, salad sayur, atau potongan buah. Sebenarnya, begini aja udah cukup banget. Balik lagi, pikiran kita juga harus selaras. Kadang, bukan perutnya yang masih lapar, tapi mulut kita yang susah berhenti ngunyah. Benar, ‘kan?


Saya pribadi tidak pernah menahan diri untuk ngemil. Nggak takut ngemil meskipun sedang diet. Jadi, kalau masih pengen makan, saya makan kacang tanah sangrai, saya makan kurma beberapa butir, saya makan buah potong, saya makan granola yang saya buat sendiri. Simpel aja.


Nah, saat siang hari, kamu boleh makan karbohidrat dalam jumlah cukup. Awal menghindari nasi, saya selalu mengonsumsi kentang, ubi, atau singkong sebagai penggantinya. Lama-lama, saya terbiasa makan tanpa karbohidrat. Cukup makan sayuran, tetapi dalam jumlah banyak sesuai kebutuhan.


Memang benar, kalau kita tidak makan nasi, kita jadi bisa mengonsumsi sayuran lebih banyak. Akhirnya tubuh jadi lebih sehat dan terpenuhi kebutuhan nutrisinya. Kenyangnya makan sayur pun nggak bikin begah, lho. Nyaman banget, Masya Allah. Saya bisa makan sepiring penuh sayuran, kadang masih ditambah telur rebus dan tempe kukus.


Karena sebelum Diet Kenyang saya terbiasa dengan pola makan OCD, terlebih bawaan saat bulan Ramadhan kemarin yang hanya makan berat saat buka puasa, akhirnya sehari-hari pun saya jarang makan sampai 3 kali sehari.


Jadi, pagi saat bangun tidur, saya usahakan minum air minimal 300 ml atau satu gelas. Lanjut beraktivitas dan minum jus satu gelas. Sekitar pukul 11 siang, saya mulai konsumsi buah potong dan lanjut makan siang berupa sayuran rebus seperti urap, ditambah protein seperti telur rebus. Saya juga konsumsi infused water setiap hari. Isinya bisa dari buah atau rempah sebanyak 500 ml per hari. Sore dan malam nggak sentuh makanan? Tetap ngemil, tapi sudah tidak makan seperti saat siang hari. Kadang hanya makan beberapa potong buah, kacang tanah sangrai, atau kurma. Selebihnya banyak minum air putih.


Apa nggak lapar hanya makan segitu? Saya merasa cukup dengan apa yang saya konsumsi. Saya juga tidak menahan lapar. Rasa kenyang itu emang bertahan lama. Jika lapar, saya akan makan. Tapi, memang seperti itulah pola makan saya sekarang. Setiap orang pasti akan berbeda, sesuaikan saja dengan kebutuhan masing-masing. Kuncinya cuma satu, makanan yang dikonsumsi harus real food.


Bikin Jus Sebaiknya Pakai Blender atau Juicer?



Bagi yang suka lihat video Dewi Hughes di youtube pasti paham banget kalau beliau suka bikin jus. Yup! Saya pun akhirnya membeli juicer karena sering melihat video beliau. Dan ternyata, memang berguna banget pada akhirnya, Guys.


Bikin jus pakai blender sama juicer itu berbeda hasilnya. Untuk bahan yang tidak terlalu berserat, pakai blender pastilah aman. Tapi, buat bahan berserat dan lebih keras seperti wortel, pasti butuh air banyak ketika menggunakan blender.


Nah, kalau kebanyakan campuran air, otomatis kita kekenyangan air. Apalagi jika kamu nggak suka minum pakai ampasnya, harus saring dulu. Hmm, buat saya, agak merepotkan. Jadi, ada baiknya jika serius ingin mengubah pola makan seperti Diet Kenyang, mending beli juicer. Insya Allah sangat berguna, kok.


Juicer itu bisa menghaluskan berbagai macam jenis buah dan sayur. Pastinya tinggal tekan, kelar. Ampas dan sarinya terpisah. Tidak perlu menambahkan air. Dan harganya kalau yang murah, hampir setara dengan blender, lho. Beda dikit.


Jangan bayangkan jenis juicer yang super mahal hingga jutaan. Kalau ada budget, bolehlah. Tapi, jika belum ada, pakai saja yang murah meriah. Jika belum ada juicer, pakai saja blender kamu di rumah. Itu tetap akan membantu. Jangan merepotkan diri, supaya diet ini tetap berjalan menyenangkan. Kalau nggak punya blender? Kunyah saja buahnya, Guys. Sayurannya bisa direbus atau dibuat salad. Simpel, ‘kan?


Manfaat Ikut Diet Kenyang


Mungkin, awalnya hampir semua orang ikut Diet Kenyang karena alasan ingin menurunkan berat badan. Itu bukan hal mustahil memang, bahkan dalam grup FB yang dikelola oleh Dewi Hughes, banyak anggota DKAH yang berhasil menurunkan berat badan hingga puluhan kilo tanpa usaha berarti. Tidak sedikit juga yang sembuh dari penyakit diabetes yang sudah lumayan parah, bisa hamil, dan banyak kabar baik lainnya.
 

Ya, cukup benahi saja pola makan, kembali ke yang alami dan sehat. Tapi, selain menurunkan berat badan, ada hal-hal istimewa yang membuat saya tetap ada di garis ini hingga sekarang. Ya, bikin sehat itulah jawabannya.


Masya Allah, ketika kita makan menu yang benar, bukan ‘sampah’, tubuh mampur membenahi dirinya sendiri ketika ada masalah. Sebelum menjalankan Diet Kenyang, hobi saya minum obat pereda nyeri. Serem banget, ya? Soalnya saya nggak tahan sakit. Sering pusing tanpa sebab, jadi larinya selalu ke obat paracetamol.


Sebelum menstruasi, saya juga selalu merasakan nyeri hebat, sampai badan lemas karena rasanya sakit semua, seperti mau melahirkan meski tak separah itu. Sekarang, masuk bulan ketiga saya ikut Diet Kenyang, kembali ke real food, clean food, mau menstruasi sampai nggak ngeh. Tiba-tiba saja sudah datang bulan. Pensiun juga minum jamu kemasan khusus datang bulan untuk meredakan sakit.


Selain itu, saya langganan batuk dan pilek. Kalau anak-anak sakit, saya pasti ketularan. Qadarallah, sekarang, meski nggak pakai masker dan tidur bareng si bungsu yang batuk pilek, saya tetap fit. Allah izinkan saya sehat dengan perantara ikut Diet Kenyang. Dan itu luar biasa membahagiakan.


Kalau ditanya berat badan, sudah turun berapa kilo? Pasti orang banyak penasaran pada poin ini memang…hehe. Sebelum Dulu, berat badan saya 49 kg. Sebelum Diet Kenyang, sebulan saya menjalankan OCD, lanjut Diet Kenyang dua bulan, sekarang masuk bulan ketiga dan berat badan saya sudah 41 kg. Oke, untuk tinggi 148 cm, ini terbilang udah kecil. Idealnya 40, 8 kg. Jadi, sudah sangat cukup. Meskipun kadang ada saja yang nyindir terlalu kurus, saya tetap happy bisa menyentuh angka ini, lho. Ini angka terkecil yang pernah saya dapatkan, Masya Allah.


Ikut Diet Kenyang juga bisa membuat kulit jadi kencang, wajah bersih, jarang jerawatan, insya Allah. Sebab apa? Sebab yang kita makan sehari-hari kebanyakan buah dan sayuran.


Jalani Bertahap dan Tetap Happy!


Diet Kenyang ini super duper menyenangkan. Nggak perlu kamu bikin ribet apalagi sampai suntuk, Guys. Kalau memang sejak awal sudah niat, Insya Allah ke depannya akan sangat mudah, kok.


Hanya saja, ternyata banyak yang nggak betah. Terbukti dari pengalaman teman-teman saya sendiri yang awalnya bersemangat, jalan hari kedua sudah nyerah…hihi. Ya, semua kembali pada pribadi masing-masing. Harus ada keinginan dari diri kita sendiri. Nggak bisa mengandalkan motivasi orang terus. Kalau kitanya nggak niat, mana bisa Diet Kenyang ini jalan?


Karena itu, temukan alasan terbesar kamu, kenapa kamu harus ikut Diet Kenyang? Apa pun itu, Insya Allah ujungnya sehat dan bonusnya langsing!


Menu-menu Diet Kenyang yang Bikin Kurus 


Horey! Akhirnya sampai juga pada poin ini…hihi. Nggak sabar mau share menu sehari-hari dalam Diet Kenyang yang bikin kurus. Iya, catat dan simpan baik-baik, ya? Insya Allah ini simpel banget dan nggak ribet bikinnya.

  • Urap Sayur
 
Bahan:

Kelapa muda parut

Cabai rawit merah

1 siung bawang putih

1 ruas jari kencur

3 lembar daun jeruk, iris kecil

Secukupnya sayuran favorit (rebus atau mentah)


Cara membuat:

1. Haluskan bumbu, kemudian tambahkan irisan daun jeruk. Masukkan parutan kelapa.

2. Aduk sampai rata.

3. Masukkan sayuran rebus atau mentah. Sajikan segera.

  • Sup Gurame

1 ekor ikan gurame, kira-kira berat 500 gr

3 siung bawang merah, iris

2 siung bawang putih, iris

2 ruas jahe, geprek

1 batang serai, geprek

3 lembar daun jeruk

Secukupnya cabai rawit merah

7 buah belimbing wuluh

1 buah tomat

2 ikat kemangi

Perasan jeruk nipis


Cara membuat:

1. Rebus air, masukkan bawang, daun jeruk, jahe, dan serai. Setelah mendidih, masukkan ikan.

2. Tambahkan cabai rawit, belimbing, dan tomat.

3. Sesaat sebelum dimatikan, masukkan daun kemangi.

4. Sajikan bersama perasan jeruk nipis.

  • Kacang Tanah Sangrai
 
Bahan:

500 gr kacang tanah tanpa kulit

5 lembar daun jeruk

5 siuang bawang putih, iris


Cara membuat:

1. Sangrai semua bahan dengan api kecil.

2. Aduk terus supaya tidak gosong.

3. Saat daun jeruk dan bawang kering, bisa cek kacangnya apakah sudah matang. Jika sudah, angkat dan simpan dalam toples.

  • Infused Water Favorit
 
1 buah apel, potong

3 butir kurma

1-2 batang kayu manis

500 ml air


Cara membuat:

1. Campur semua bahan dan rendam minimal 6 jam.

2. Saya masukkan dalam kulkas.

3. Segera konsumsi setelah 6-12 jam.

  • Wonderwood
 
Bahan:

3 gelas air

2 batang jahe, geprek

2 batang kayu manis

10 butir cengkeh

½ biji pala

2 bunga lawang


Cara membuat:

1. Didihkan 3 gelas air. Masukkan semua bahan.

2. Tunggu 5 menit. Sajikan selagi hangat.

*Resep ini digunakan untuk menghangatkan tubuh terutama saat flu. Diambil dari buku Dewi Hughes.


Itulah beberapa menu sehat dalam Diet Kenyang dan Insya Allah bikin kamu kurus. Pembahasannya cukup panjang semoga tetap mudah dipahami serta menyenangkan untuk diikuti. Selamat mencoba dan tetap sehat, langsing itu bonus!


Salam,