Top Social

Atasi Sembelit dengan 4 Bahan Alami Ini!

atasi sembelit dengan bahan alami
Sering sembelit membuat aktivitas sehari-hari jadi tidak nyaman (Foto: idntimes)

Sembelit atau konstipasi adalah kondisi di mana pergerakan usus yang menurun menyebabkan sulitnya buang air besar (BAB). Seseorang dapat dikatakan mengalami sembelit jika buang air besar kurang dari 3 kali dalam satu minggu.

Banyak orang yang meredakan sembelit dengan mengonsumsi obat laksatif atau yang biasa disebut obat pencahar. Namun, sebenarnya ada banyak bahan alami yang dapat ditemukan di mana saja yang ternyata dapat digunakan atau dikonsumsi sebagai obat sembelit dan susah buang air besar alami.

Mau tahu apa saja, Guys? Simak beberapa bahan alami yang dapat digunakan sebagai obat sembelit alami berikut, ya!

1. Ekstrak Gel Lidah Buaya


bahan alami atasi semblit
Ekstrak gel lidah buaya ternyata bermanfaat mengatasi sembelit (Foto: Pexels)

Lidah buaya sudah sejak lama dianggap memiliki banyak khasiat yang dapat dimanfaatkan bagi kesehatan maupun bagi kecantikan. Ekstrak gel lidah buaya juga ternyata dapat menjadi obat sembelit alami, lho.

Konsumsi ekstrak gel lidah buaya yang telah ditambahkan air putih sehari sekali selama terjadinya sembelit untuk melancarkan sistem pencernaan pada usus kamu.

2. Buah Apel


bahan alami atasi semblit
Buah apel memiliki kandungan bahan yang dapat mengatasi sembelit (Foto: Pexels)

Buah apel banyak mengandung pektin, kalium, asam asetat, kalsium, dan juga asam malat yang dapat membantu meredakan sembelit. Tidak hanya buah apel, namun olahan buah apel juga memiliki khasiat yang sama dengan buah apel mentah.

3. Air Putih 


bahan alami atasi semblit
Minumlah air putih minimal 8 gelas per hari (Foto: Pexels)

Air putih merupakan bahan alami yang sangat esensial untuk membantu meredakan sembelit. Air yang kamu konsumsi dapat melembabkan usus lalu memudahkan terjadinya kontraksi yang akan meredakan sembelit. Konsumsi minimal 8 gelas air putih setiap hari agar sembelit mereda.

4. Makanan Tinggi Serat


bahan alami atasi semblit
Perbanyaklah konsumsi buah dan sayur (Foto: Pexels)

Penanganan sembelit selanjutnya dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan tinggi serat, khususnya adalah serat prebiotik. Serat prebiotik merupakan serat yang tidak mudah dicerna secara alami yang bertugas untuk melancarkan pencernaan pada usus.

Adanya serat prebiotik juga dapat menghilangkan racun dari saluran pencernaan. Makanan yang banyak mengandung serat prebiotik biasanya adalah sayur-sayuran atau buah-buahan seperti pisang, labu, pepaya, dan masih banyak yang lain.

Itulah 4 bahan alami yang dapat membantu kamu meredakan sembelit yang tentu saja sangat mengganggu. Jangan lupa kunjungi laman Gue Sehat lainnya untuk mendapatkan berbagai macam tips lainnya baik tentang cara penanganan sembelit maupun tips-tips lainnya. 

Salam,



Resep Martabak Lipat Pandan

resep martabak lipat
Lucu dan menggemaskan banget bikin martabak lipat karakter begini 

Hai, hai! Gimana kabarnya, nich? Masya Allah, kangen banget beberapa hari ini tidak update postingan di blog. Kangen banget nggak duduk di depan laptop sambil ngantuk karena sekarang kebanyakan hanya punya waktu senggang di malam hari…hihi. Adakah yang seperti saya?

Beberapa hari ini agak rempong sama si bungsu yang sedang kurang sehat hingga pendengarannya berkurang. Sepertinya seminggu ke depan juga bakalan kurang fokus karena karena harus bolak balik rumah sakit untuk fisioterapi. Waktu banyak tersita di siang hari, tapi malamnya malah ikut meriang jadi memilih untuk istirahat ketimbang buka laptop yang berujung tambah meriang. Malam ini kondisi saya sudah jauh lebih baik, tapi keliyengan dari siang sampai sekarang. Kalau begini, mau ngapain juga nggak bisa bener…hihi. Seperti serba salah.

Biasanya langsung minum paracetamol, tapi sejak ikut JSR, saya lebih suka minum seduhan kurma, minum wonderwood, dan makan buah lebih banyak. Alhamdulillah, biasanya membaik lebih cepat. Nggak seperti dulu yang bisa ambruk banget pas kena flu begini.

Sebelum sakit, kemarin sempat membuat martabak lipat untuk si sulung yang sekolah sampai sore. Wajib dan kudu banget bawa bekal dari rumah. Meski simpel, tetap bawa bekal. Kadang, di rumah juga beli, kok. Dan bagi saya ini bukan hal yang haram…kwkwk. Maksudnya, jika memang anaknya mau atau saya sedang tidak sempat membuat, kenapa harus gengsi untuk membeli?

Dan martabak lipat pandan ini adalah cara termudah untuk membuat martabak dengan sisa bahan di akhir bulan. Belum belanja bahan-bahan karena belum weekend, kan? Bahannya gampang, kok. Prosesnya pun cepat tinggal diaduk-aduk saja, Guys.

Jika kamu punya daun pandan, bisa banget pakai jus pandan supaya hasilnya lebih wangi, klop sama santannya. Untuk isiannya bisa disesuaikan dengan selera. Bisa pakai mesis atau selai favorit. Mari mulai memasak!

Bahan:

250 gram terigu protein sedang
1 butir telur
60 gram gula pasir
500 ml santan (boleh pakai santan instan + air)
½ sdt ragi instan
Sedikit garam
Sedikit pasta pandan

Cara membuat:

1. Campur semua bahan hingga rata. Kemudian diamkan adonan selama satu jam. Jangan lupa ditutup atasnya dengan kain bersih.
2. Panaskan teflon dan tuang adonan. Gunakan api kecil supaya tidak gosong.
3. Angkat saat bagian atasnya kering dan matang.
4. Isi dengan selai favorit dan lipat. Tekan-tekan bagian pinggirnya dengan garpu supaya menempel kuat.
5. Sajikan!
 
resep martabak lipat
Bersarang banget hasilnya
Voila! Martabak lipat pandan buatan kamu siap dibawa si kecil ke sekolah. Kamu bisa menghiasnya supaya lebih lucu dan menggemaskan. Sampai-sampai si kecil malah sayang menyantapnya *yaaah…hehe.

Gimana, simpel banget, kan? Yang belum pernah turun ke dapur pun bisa mencobanya dan insya Allah antigagal, kok. Martabak ini juga lembut banget, bersarang cantik pula bikin gemas. Bikin pengen nyomot, tetapi gagal inget diet…hihi.

Yuk, ah dicobain di rumah. Pasta pandan bisa diganti dengan pasta lain atau pewarna lain supaya lucu dan disukai anak-anak. Selamat mencoba dan jangan lupa selalu bersyukur dan happy!

Salam,

Tips Melatih Anak Supaya Mandiri di Usia Dini

cara melatih anak mandiri
Melatih anak mandiri tidak bisa instan, butuh kerjasama antara orang tua dan anak (Foto: Pexels)


Sebagai orang tua, tentu saja kita nggak akan pernah tega menyuruh anak melakukan pekerjaan di luar bermain dan hal-hal sederhana yang mereka sukai. Tapi, lama-lama saya mulai berpikir, apakah yang dimaksud 'sayang' juga seperti ini? Atau jangan-jangan saya salah mengartikannya?

Melatih anak supaya mandiri bukan berarti menyiksa mereka. Justru sebaliknya, anak-anak jadi belajar bertanggung jawab, disiplin, dan paling penting, ketika tiba-tiba tidak ada kita di sisi mereka, anak-anak tidak akan kelimpungan sampai nggak tahu mau ngapain dan harus bagaimana menghadapi situasi di depan mata mereka.

Saya merasa salah besar ketika membiarkan anak-anak tidak belajar mengerjakan pekerjaan rumah yang sebenarnya sangat sederhana dan tidak memberatkan. Contohnya, saya mengajari mereka meletakkan piring kotor di bak cuci piring, tapi saya tidak membantu mengajari mereka mencucinya sampai bersih. Bukankah ini hanya pekerjaan sederhana dan anak seusia si bungsu 4 tahun pun bisa mengerjakannya dengan senang hati. Lalu, kenapa tidak?

Sejak membaca status seorang teman, saya pun menyadari, mungkin saja saya terlambat memulainya sekarang. Harusnya dari dulu-dulu, harusnya sebelum si sulung sebesar ini. Sempat nyesel dan menyalahkan diri sendiri, tapi, tidak ada kata terlambat untuk mengubahnya.

Sebelum memulai, saya menjelaskan bahwa menjadi mandiri adalah pekerjaan yang baik. Jika dia sedang tidak bersama dengan saya, tentu saja semua pekerjaan bisa dengan mudah diselesaikannya. Dia tidak perlu menunggu Bunda dan Bunda hanya demi mencari seragam untuk sekolah hari ini. Dia tidak perlu teriak ketika lapar, cukup ke dapur dan ambil saja makanan.

Awalnya, dia sempat menolak dengan “eugh” ...hihi. Nggak setuju karena merasa punya pekerjaan baru selain bermain, tapi selebihnya dia cukup bertanggung jawab dengan pekerjaan baru yang saya berikan.

Untuk urusan mandi dan ke kamar mandi, anak-anak sudah terbiasa sendiri. Si bungsu yang baru 4 tahun pun Masya Allah bisa melakukannya, mulai dari BAK, sikat gigi, keramas, mandi, hingga mengambil baju dan memakainya.

Sebenarnya, anak-anak adalah peniru ulung dan jika diberi kesempatan, mereka bisa diandalkan. Misalnya saat saya mengepel lantai, mereka berdua berebutan mau membantu, entah alasannya benar-benar ingin membantu, mencoba, atau bermain-main. Apa pun itu, jika kita mau memberikan mereka kesempatan, dengan senang hati mereka akan belajar tanpa disadari, lho.

Nah, kesalahan banyak orang tua termasuk saya adalah tidak memberikan mereka kesempatan karena merasa akan sangat merepotkan mengerjakan pekerjaan bersama anak-anak yang tingkahnya ajaib. Rasa lelah ingin segera selesai membuat saya sering menolak permintaan mereka mentah-mentah dan menyuruhnya hanya duduk dan menunggu. Ini, kan, salah parah…hiks.

Saat mencuci piring pun demikian, karena tak ingin ada air luber dan cipratan di lantai, saya meminta mereka hanya menaruh piring kotor saja di bak cuci piring. Pekerjaan bisa saya atasi sendiri, pikir saya saat itu. Tapi, setelah mengerti betapa perlunya mengajari mereka mandiri dan bertanggung jawab pada diri sendiri, saya dengan senang hati meminta mereka melakukan apa yang mereka inginkan yang dulunya sering banget saya tolak.

Lalu, bagaimana memulai dan mengajari mereka supaya bisa mandiri di usia dini?

Dimulai dari Hal-hal Kecil

Mulailah dari pekerjaan sederhana, dari hal-hal kecil yang sesuai dengan usia mereka. Misalnya, sejak kecil kita biasakan anak BAK dan BAB di kamar mandi. Mulai latihan ke toilet meski mereka sama sekali belum mengerti dan belum bisa bicara. Misalnya saat usianya sudah 2 tahun, bahkan ada anak seorang teman di usia 18 bulan sudah pandai sekali mengisyaratkan keinginan ke kamar mandi untuk BAK dan BAB.

Meskipun tidak mudah, tetapi jika kita konsisten, insya Allah, lelahmu akan berbuah manis. Setelah mereka pandai mengutarakannya sendiri, kita mulai ajari mereka melakukannya sendiri. Kita ajari, kita ingatkan terus bagaimana caranya dan selalu berikan apresiasi setiap kali mereka berhasil.

Mereka akan sangat bangga ketika bisa melakukan banyak hal sendiri seperti orang dewasa. Besoknya, mereka akan melakukannya lagi, dan lagi hingga menjadi kebiasaan.

Biarkan Anak Belajar Bertanggung Jawab

Caranya dengan memberikan mereka tugas-tugas kecil yang sudah diukur sesuai kemampuan. Misalnya untuk si sulung 8 tahun, dia bertugas mencuci piringnya sendiri, barakallah, sekarang apa pun yang ada di bak cuci piring dia selesaikan dengan senang hati tanpa diminta, dia juga bertugas menyiapkan seragam dan buku-buku sebelum tidur, tujuannya supaya saat pagi, dia sudah tidak kerepotan apalagi sampai teriak-teriak manggil Bundanya, kan bisa heboh dunia…hihi.

Selanjutnya, dia punya tugas menyimpan pakaian yang sudah disetrika ke lemarinya sendiri, dia juga berhasil menyampul bukunya meski awalnya tidak percaya diri. Banyak hal bisa mereka lakukan asal kita mau memberikan kepercayaan. Yang sering terjadi, biasanya orang tua sudah tidak percaya duluan dengan kemampuan anak sehingga menolak ketika mereka mau membantu.

Terus Ingatkan jika Mereka Lupa

Saat awal-awal memulai, saya terus mengingatkan supaya dia mau melakukan tugasnya dengan baik. Misalnya urusan menyimpan sepatu, dia paling nggak suka. Sampai rumah lepas sepatu di depan pintu kemudian ngeluyur masuk rumah. Padahal, seharusnya dia menyimpannya dengan baik di tempatnya. Saya pun harus berulang kali mengingatkan hingga akhirnya dia mulai terbiasa.

Berikan Apresiasi dan Lihat, Anakmu Luar Biasa!

Selain meringankan beban kita, saat anak terbiasa mandiri, rasanya bikin terharu dan asli pengen mewek. Proses ini baru berjalan kurang dari sebulan, tetapi si sulung sudah sangat baik membantu meringankan pekerjaan Bundanya.

Dia yang sebenarnya suka cuek sama adiknya bahkan sekarang mau membantu adiknya yang sudah selesai BAB (ketika tahu bundanya sedang shalat). Padahal saya tidak pernah meminta dia melakukannya, dia sendiri yang menginginkan. Belum lagi ketika dia membantu mencuci piring bukan hanya miliknya, tetapi milik Ayahnya atau piring sisa lain. Bunyi air kran dan gerakannya bikin saya pengen nangis :(

Nggak pernah membayangkan dia sudah beranjak sebesar ini dan sudah mau membantu saja. Masya Allah, sungguh rasanya luar biasa. Jika mereka sudah melakukan tugas dengan baik, jangan gengsi dan sungkan memberikan apresiasi untuknya. Nggak perlu berlebihan. Sederhana saja dan katakan apresiasi atas apa? Dari hal-hal sederhana seperti ini, kita bisa memotivasi mereka, lho.

Itulah beberapa hal yang selama dua mingguan ini sedang saya lakukan di rumah. Lucunya, bahkan si bungsu saja sangat antusias membantu. Kalau dulu saya melihatnya sangat merepotkan, kali ini bangga dan terharu, Masya Allah. Terus sehat dan berhati baik, ya, Nak pada semua orang. Bunda menyayangi kalian.

Salam,

Resep Pizza Mini Ekonomis

Resep pizza mini
Senangnya bisa membuat pizza mini sendiri di rumah!


Hai, hai! Sudah lama sekali tidak baking sejak bulan Ramadhan. Selain karena nggak repot bawain bekal sekolah (karena sulung sudah puasa), saya juga mulai mengurangi makanan yang kurang sehat. Tapi, ‘kan saya yang diet, sedangkan yang lain tidak. Akhirnya setelah mulai masuk sekolah, kepikiran lagi mau bawain bekal apa besok?

Anak saya sudah masuk sekolah hingga sore hari. Sejak dulu tidak membiasakan membawakan uang jajan meskipun sebenarnya makanan di kantinnya cukup terjaga. Tidak ada penjual lain masuk. Hanya beberapa saja yang berjualan di kantin dan biasanya selalu dicek oleh komite sekolah supaya makanannya tetap terjaga, nggak aneh-aneh.

Si sulung sebenarnya sangat happy kalau emaknya mulai masak memasak lagi. Dia yang paling suka dimasakin kue-kue. Dia yang paling banyak ngabisin. Diam-diam, dia ngabisin 5 potong roti dalam sekejap. Masya Allah, kaget dan bingung juga kenapa dia selahap ini kalau ketemu kue buatan emaknya…hihi.

Seperti malam ini, sudah sikat gigi dan siap-siap tidur, dia malah mengekor ke dapur. Ternyata mau makan roti pizza lagi, Guys. Ambil nggak cukup sepotong, melainkan dua potong sekaligus. Yang diambil pun ukurannya lumayan karena bukan termasuk pizza mini melainkan pizza rolls.

Ketemu adiknya, diambillah roti miliknya. Pantesan, dari dapur kedengeran teriak-teriak…hihi. Ngambek rotinya diambil (padahal di dapur masih banyak). Karena alasan seperti inilah, kadang saya merasa tetap perlu membuat kue-kue termasuk roti. Mengawalinya lumayan berat, ya. Males, udah banyak lupa pula *hadeh.

Tadi sesuai kesepakatan bersama anak-anak, saya pun membuat pizza mini seperti di bukunya Ci Tintin Rayner. Dulu-dulu, saya juga memakai resep beliau. Tapi, biasanya takaran airnya sudah pasti berapa. Kali ini, di buku, jumlah takaran airnya sebanyak 150 ml untuk 300 gr tepung. Setelah dibaca ulang, ternyata dimasukkan seperlunya. Sempat kelembekan tadi, hiks. Akhirnya ditambah tepung, tetapi nggak berani tambah banyak takut bantet. Memang, hasil akhirnya jadi susah dibentuk karena terlalu lembek. 


Jadi, saran saya, kasih airnya sedikit demi sedikit saja, ya. Biasanya, batasannya cukup ketika adonan bisa tercampur rata. Karena nanti di akhir akan ditambah dengan margarin.

Resep ini terbilang simpel dan ekonomis. Insya Allah hasilnya juga empuk. Pengalaman sejak dulu selalu begitu setiap membuat roti dengan resep-resep serupa.

Untuk topping, bebas saja mau pakai apa. Bisa pakai sosis, bawang bombai, saus tomat, mayonaise, daging asap, bayam (seperti mini pizza yang saya buat), dan oregano. Apa saja asal kamu bahagia *eaaa

Supaya cepat, sebaiknya siapkan bahan-bahannya dulu. Untuk saat ini, saya membuat adonan roti menggunakan hand mixer, tapi, kayaknya pakai tangan lebih oke hasilnya. Saya melihat seperti Youtuber Mbak Nikmatul Rasidah, meskipun punya bread maker, tetap aja beliau memilih mengulen roti pakai tangan. Saya dulu juga meniru beliau, resep-resepnya sederhana, tetapi serat rotinya bagus banget, Masya Allah.

Jadi kangen pengen ngulen pakai tangan lagi. Soalnya, untuk mini pizza ini, seratnya belum sesuai dengan yang saya harapkan. Bisa juga karena kelembekan dan saya tambah tepung, bisa juga karena hand mixer saya yang bermasalah *nyari kambing guling…hihi.

Kalau ada waktu longgar, mending bikin pakai tangan. Tapi, hari gini, kadang saya mencuci dan setrika saja sampai tengah malam, apalagi urusan baking…hihi. Berat, Jenderal. Jadi, masih milih yang praktis saja, bahkan sudah memilih salah satu mesin bread maker untuk diadopsi *istikharah dulu, Guys…hihi.

O, ya, memanggang pizza sebenarnya tidak selalu harus pakai oven. Kamu juga bisa pakai teflon dan gunakan api kecil saja. Tutupnya jangan lupa dibungkus kain bersih supaya uap airnya tidak jatuh ke adonan pizzanya.

Rasanya memang tidak seenak pizza terkenal itu, tapi, kalau cuma buat obat kangen, ini sudah oke banget, kok. Harganya juga ekonomis. Jika mau lebih enak, banyakin keju mozzarella atau keju lelehnya. Tanpa banyak tambahan topping, Insya Allah sudah sangat sempurna.


Resep pizza mini
Empuk pizza mininya, Guys!

Berikut resep mini pizza yang bisa kamu coba di rumah, ya!

Bahan:

200 gram tepung terigu protein tinggi (contoh: Cakra)
100 gram tepung terigu protein sedang (contoh: Segitiga)
40 gram gula pasir
1 butir kuning telur
6 gram ragi instan
½ sdt garam
60 gram salted butter
150 ml air dingin (secukupnya saja)

Topping:

Keju Kraft Quick Melt
Mayonaise
Saus tomat
Sosis
Bayam

Cara membuat:

1. Campur bahan kering, tambahkan kuning telur dan masukkan air sedikit demi sedikit. Aduk rata. Jika sudah tercampur, tidak perlu tambahkan air khawatir kelembekan.
2. Masukkan garam dan margarinnya (salted butter). Uleni sampai kalis elastis. Diamkan selama 30 menit sambil ditutup.
3. Bentuk adonan sesuai selera. Saya ambil 30 gram adonan dibulatkan, kemudian digilas.
Olesi dengan saus tomat, taburi sosis, beri bayam dan mayonaise. Terakhir, beri tambahan keju parut.
4. Diamkan adonan selama 30 menit.
5. Panggang selama 10-12 menit dengan suhu 190 celcius. Setelah dikeluarkan dari oven, olesi atasnya dengan margarin.
6. Simpan atau sajikan selagi hangat.

Resep pizza mini
Ujian bagi yang diet ini, mah

Resep pizza mini
Versi pizza rolls, masih berantakan :D

Voila! Pizza mininya sudah jadi dan siap dibawa ke sekolah besok. Gimana? Simpel banget, kan? Saya sempat tambahkan susu bubuk satu sachet ke dalam adonan. Bisa kamu skip juga kalau mau. Supaya lebih gurih saja rasanya.

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat. Happy baking, Guys!

Salam,

Kumpulan Resep JSR dr. Zaidul Akbar

Kumpulan Resep JSR dr. Zaidul Akbar
Bikin menu real food itu gampang, kok (Foto: Pexels)


Assalamualaikum, Guys! Gimana kabarnya, nih? Sukses menghindari gorengan dan nasi? Apaa? Masih suka comot gorengan? Hihi. It’s oke! Nggak ada yang salah dengan kamu. Wajar banget jika selama mengikuti JSR (Jurus Sehat Rasulullah), kamu masih sering melanggar. Bukan hanya kamu, saya yang sudah lepas dari nasi beberapa bulan ini pun masih sering pengen makan gorengan, kok. Proses ini tentu manusiawi banget. Kita sudah tahu enaknya gorengan, kita sudah sering mengonsumsinya juga. Jika sekarang masih pengen makan meski tahu itu nggak sehat, ya wajar saja. Makan ajalah selagi makan gorengan tidak dilarang. Tapi, kamu harus tahu diri juga, ya. Jangan juga gorengan sepiring dihabiskan. Makanlah secubit…hehe. 

Saya mau mengingatkan sedikit, sebutan JSR di sini bukan berarti apa yang ada dalam JSR semua dilakukan oleh Rasulullah saw. Jujur saja, saya agak khawatir karena sudah ada ustadz yang mengatakan sebaiknya kita harus berhati-hati dengan istilah tersebut. Saya jadi takut menggunakan istilah JSR :(

Eits, tapi, kamu sudah paham, kan apa itu JSR? Saya sering membahasnya di blog ini. Bahkan beberapa resep sehat JSR atau real food sudah sering saya share juga. 




Memangnya makan yang alami-alami dan sehat bisa menguruskan badan? Kalau tidak percaya, kamu bisa coba sendiri, deh. Terutama nasi, benar-benar berpengaruh dalam proses penurunan berat badan. Apalagi jika kamu sudah terbiasa makan yang sehat-sehat, tanpa gorengan, tanpa gula, MSG, dan garam. Insya Allah semua akan jauh lebih baik.

Sekali lagi, JSR ini bukan diet. Tapi, lebih pada perubahan pola makan. Ya, seperti inilah yang seharusnya kita konsumsi. Kita harus tahu mana yang akhirnya bermanfaat buat tubuh dan mana yang justru jadi ‘sampah’. Makan makanan yang tidak sehat akan merusak tubuh kita. Iya, memang kita nggak langsung sakit sehabis makan nasi sepiring dan gorengan sebungkus, tetapi sama saja kita menabung ‘sampah’ dong.

Sakit itu memang Allah yang beri. Tapi, setidaknya kita sudah mencoba yang terbaik untuk menjaga titipan Allah. Tubuh kita sangat sempurna. Canggih. Kalau ada yang salah, ia akan memperbaiki dirinya sendiri. Tapi, kalau sistemnya sudah rusak, jangan harap bisa terjadi.

Meski berat badan saya sudah mencapai angka 41 kg dari 49 kg lebih, tapi saya tidak ada sedikit pun pikiran untuk makan bebas seperti dulu dan meninggalkan JSR. Sama sekali nggak ada. Karena, saya paham betul, diet itu bukan sekadar untuk ngurusin badan saja. Hal paling penting adalah ingin sehat.

Selama ikut JSR, tidak ada menu khusus yang saya buat. Paling menyesuaikan saja dengan kondisi sekarang yang lebih sehat seperti tidak konsumsi gorengan atau makanan digoreng, tidak makan gula, maka bisa diganti sama kurma, mengurangi penggunaan garam, berhenti makan nasi sama sekali, konsumsi sayuran, kacang-kacangan, dan protein yang ada di sekitar kita.

Dalam JSR, dr. Zaid menganjurkan kita supaya mengurangi menu berbahan protein hewani, seperti telur, daging ayam, daging sapi, dan sejenisnya. Tapi, mohon maaf, saya belum bisa demikian…hihi. Jadi, selama beberapa bulan ini, saya masih suka makan telur rebus, ikan, daging ayam, daging sapi, dan jenis protein hewani lainnya asalkan diolah dengan tepat. Selama itu alami dan diolah dengan benar, saya tetap akan makan terutama jika saya sedang sangat ingin.

Kumpulan resep JSR yang akan saya share berikut sebagian saya ambil dari resep dr. Zaid, sebagian lagi saya yang membuatnya. Intinya, buat saya, hidup sehat itu bukan alasan untuk membuat kita hidup boros, Guys. Kita juga harus belajar mengonsumsi makanan yang ada di sekitar kita, yang sudah Allah ciptakan sesuai dengan kondisi tubuh kita. Dengan begitu, kita nggak akan merasa kerepotan, apalagi keberatan mencari menu sehari-hari. Saya, sih, menerapkan ini sejak beberapa bulan yang lalu.

Kumpulan Resep JSR


Kumpulan Resep JSR dr. Zaidul Akbar
Menu JSR bisa divariasikan sesuai dengan kebutuhan (Foto: Pexels)

  • Infused Water Rempah

Infused water bisa kita buat dari bahan apa saja. Bahkan dari pare sekalipun, lho. Tapi, saya sering sekali membuat infused water rempah satu ini. Karena bahannya mudah, rasanya enak. Kamu juga mesti coba, nih.

Bahan:
2 ruas jari jahe
2 ruas jari kunyit
1 buah jeruk nipis
Sedikit madu
500 ml air

Cara membuat:
1. Iris jahe dan kunyit. Masukkan ke dalam botol dan tuang air matang. Bisa juga memakai air panas kemudian diamkan selama minimal 6 jam.
2. Saya simpan di dalam kulkas. Setelah 6 jam, saya keluarkan. Tambahkan perasan jeruk nipis dan madu. Aduk.
3. Minum selagi dingin. Masya Allah, nikmat banget, Guys.

  • Wonderwood

Resep ini saya dapatkan di salah satu buku Dewi Hughes yang terkenal dengan metode Diet Kenyang. JSR dan Diet Kenyang ini nggak berbeda jauh sebenarnya, Guys. Bedanya, Diet Kenyang sama sekali dilarang konsumsi gula dan garam, sedangkan dalam JSR kita masih boleh pakai garam Himalaya dan gula aren. Nggak heran, sampai detik ini saya nggak pernah berani sentuh gula aren karena saya juga belajar Diet Kenyang bahkan sebelum tahu tentang JSR. Tapi, saya masih pakai garam Himalaya meskipun jumlahnya sangat sedikit. Kadang saya biarkan makanan tanpa garam, dan enak-enak saja dimakan. Selain itu, Diet Kenyang juga melarang kita makan nasi, meski itu nasi merah sekalipun. Sedangkan dalam JSR, masih boleh makan nasi merah. Dan saya juga ikut jalurnya Diet Kenyang soal konsumsi nasi. Jadi, kamu termasuk tim JSR atau Diet Kenyang, nih? Hihi.

Minuman ini sangat hangat. Boleh tambah beberapa butir kurma supaya lebih manis dan bergizi. Minuman ini bisa dikonsumsi saat cuaca dingin seperti sekarang. Dalam buku Dewi Hughes, minuman ini dikonsumsi untuk meredakan flu.

Bahan:
2 batang jahe merah/biasa geprek
2 batang kayu manis
10 butir cengkeh
½ biji pala
5 butir kapulaga
2 bunga lawang
3 gelas air

Cara membuat:
1. Didihkan 3 gelas air. Masukkan semua bahan.
2. Tunggu sampai 5 menit, sajikan bersama beberapa butir kurma jika suka.

  • Infused Water Buah

Bagi yang ikut JSR, pasti ke mana-mana suka bawa infused water. Termasuk sekarang saya pribadi. Nggak susah-susah isi dan bahannya. Nggak mau ribet juga. Seadanya di kulkas. Kalau adanya rempah, ya pakai saja rempah. Kalau ada buah, bisa pakai buah. Salah satunya pakai apel, semangka, kurma, kayu mani, hmm, apalagi ya? Belimbing, lemon, mentimun, dan masih banyak lagi. Kali ini saya share infused water apel dan kurma, ya.

Bahan:
1 buah apel, iris
2 batang kayu manis
3 butir kurma
500 ml air

Cara membuat:
1. Campur semua bahan. Diamkan di kulkas selama minimal 6 jam dan maksimal 12 jam.
2. Sajikan selagi dingin.

  • Pepes Oncom Ikan Pindang

Ayo, manfaatkan apa yang ada di sekitar kamu. Nggak akan susah nyari menu dan bahan kalau kamu membiasakan diri hidup sehat dengan bahan-bahan yang ada. Termasuk pakai oncom.

Di Jakarta, oncom mudah dijumpai. Kalau di kampung saya, nggak ada yang namanya oncom. Adanya tempe menjes yang lembut. Saya pribadi lebih suka menjes daripada oncom. Tapi, di sini, menjes nggak gampang dicari.

Oke, kali ini saya manfaatkan oncom untuk dibuat pepes ditambah ikan pindang suwir yang super lezat. Saya tidak memakai garam dalam resep ini. Jika teman-teman mau, bisa ditaburi garam Himalaya, ya saat mau dikonsumsi. Tanpa garam pun tetap enak karena dibuat dengan banyak bumbu.

Bahan:
2 ekor ikan pindang ukuran sedang
2 papan oncom
2 batang daun bawang, iris
5 lembar daun jeruk

Haluskan bumbu:
6 siung bawang merah
4 siung bawang putih
Secukupnya cabai merah keriting
1 ruas jari kunyit
Sedikit jahe
½ tomat
Sedikit minyak kelapa (boleh skip)

Cara membuat:
1. Haluskan semua bahan bumbu. Campur bersama bahan lain. Jangan lupa, lumatkan oncomnya, ya sampai hancur.
2. Bungkus dengan daun pisang, sematkan tusuk gigi.
3. Kukus sampai matang.

  • Bumbu Pecel Kurma

Pas menjalankan JSR, jujur saja saya sempat pesimis nggak bakalan bisa makan pecel lagi. Sedih banget karena saya suka banget makan pecel. Tapi, setelah berjalan, saya menemukan cara sendiri untuk membuat bumbu pecel yang sehat dan tentu saja tetap enak. Bagi yang masih membolehkan dirinya pakai gula aren, pastilah gampang bikin bumbu pecel sendiri. Tapi, buat saya yang nggak mau pakai gula aren?

Akhirnya saya mencoba mengganti gula aren dengan kurma, Guys. Hasilnya so yummy! Kamu harus dan kudu banget nyobain resep satu ini. Bisa dicocok bersama tahu telur tanpa minyak, bisa dimakan bersama sayuran, bahkan buah.

Bahan:
4 sdm kacang tanah sangrai
6 buah cabai rawit merah
5-7 butir kurma (sesuai selera)
1 siung bawang putih
5 lembar daun jeruk
Serus jari kencur
1 buah jeruk limau, ambil airnya
Sedikit garam Himalaya (bisa skip)
Sedikit air

Cara membuat:
1. Haluskan semua bahan kecuali jeruk limau.
2. Tambahkan sedikit demi sedikit air sampai kekentalan yang diinginkan.
3. Beri perasan jeruk limau.
4. Sajikan bersama sayuran pelengkap.

  • Sambal Kurma

Pernah kebayang nggak, sih, bikin sambal tanpa terasi, tetapi malah dikasih kurma? Hihi. Saya belum pernah mencoba sebelumnya sampai suatu hari melihat postingan dr. Zaid di Instagram beliau. Saya pun mencobanya tanpa garam dan ditambah perasan jeruk limau serta potongan kulitnya. Hasilnya? Sangat segar. Manis, pedas, asam, pokoknya enak banget.

Bahan:
1 buah tomat
6 cabai rawit merah
1 butir kurma
1 buah jeruk limau
Sedikit garam Himalaya (boleh skip)

Cara membuat:
1. Haluskan semua bahan. Sajikan bersama sayuran rebus dan menu favoritmu yang lain.

  • Sari Jeruk

Dulu, kalau ada jeruk manis harga murah, saya nggak terlalu antusias membeli. Biasa saja. Sekarang, melihat buah dijual dengan harga murah, kalap banget. Seperti waktu pulang kampung kemarin. Jeruk baru dipetik dari kebunnya. Ukurannya besar-besar banget dan masih berdaun. Harganya murah hanya 12 ribu saja. Saya borong sampai 10 kg lebih waktu itu…hihi.

Dibuat apa, nih? Selain dimakan langsung (karena waktu itu lebaran dan jarang ada makanan yang bisa saya makan), selebihnya saya buat jus dengan diambil sarinya (diperas). Rasanya Masya Allah, enak banget.

Bahan:
Secukupnya perasan air jeruk manis
1 buah jeruk nipis

Cara membuat:
1. Peras air jeruk manis sampai jumlah yang diinginkan.
2. Beri tambahan perasan jeruk nipis.
3. Sajikan segera.

  • Mie Instan KW

Bingung mau ngasih nama menu ini apaan…hihi. Sejak ikut JSR, saya tidak pernah sentuh yang namanya mie instan. Nggak kepengen juga. Meskipun kadang suami minta dimasakin mie, saya tetap nggak tergiur untuk mencoba meskipun sedikit.

Sempat baca postingan anggota DKAH (Diet Kenyang ala Hughes) di Facebook, ketemulah menu ini. Layak banget disebut mie instan KW…hihi. Kamu boleh tambahkan telur di atasnya.

Bahan:
5 siung bawang merah, iris dan sangrai sampai layu
Segenggam tauge
Sawi hijau, potong-potong
1 buah tomat segar, potong dadu
Secukupnya daun seledri
Secukupnya irisan cabai rawit
Secukupnya merica bubuk
Secukupnya air

Cara membuat:
1. Rebus air sampai mendidih.
2. Masukkan sawi dan telur.
3. Tata tauge, tomat, cabai, seledir, bawang merah sangrai di dalam mangkuk. Siram dengan rebusan sawi dan telur. Tambahkan seledri.
4. Jika suka, kamu bisa tambahkan perasan jeruk nipis dan garam Himalaya.

  • Salad Buah dan Sayur

Salad ala saya yang nggak suka salad sebenarnya..hihi. Memanfaatkan buah nanas dan selada waktu masih di kampung. Bisa tambahkan minyak zaitu juga ya ke dalamnya.

Bahan:
1 buah  nanas madu, potong-potong
1 buah tomat segar, potong-potong
Secukupnya selada, potong sesuai selera
Secukupnya kacang tanah sangrai
Secukupnya perasan jeruk nipis
Secukupnya irisan cabai rawit merah

Cara membuat:
1. Campur semua bahan. Sajikan segera.
2. Bisa tambahkan garam Himalaya dan irisan telur rebus.

  • Takjil Sehat Semangka

Eits, namanya aneh, nggak? Hehe. Saya pertama kali ikut JSR ketika memasuki bulan Ramadhan kemarin. Jujur saja, menu saat itu masih nggak beragam karena baru banget nyoba makan makanan real food bahkan baru banget menghindari nasi.

Saya sering membuat takjil dari buah semangka dan potongan kurma. Disajikan dingin nikmat banget Masya Allah. Anak-anak dan suami pun suka mengonsumsinya. Jadi, pas Ramadhan kemarin, saya jarang bikin takjil dari sirup-sirup dan kolak. Lebih banyak dari potongan buah seperti ini. Dicoba, ya. Bisa dimakan pas berbuka saat puasa sunah.

Bahan:
Semangka, potong-potong dadu
Secukupnya kurma, cincang kasar
Perasan jeruk nipis
Secukupnya madu

Cara membuat:
1. Campur semua bahan.
2. Sajikan selagi dingin.

  • Jus Buah dan Sayur

Sejak belajar Diet Kenyang, saya mengonsumsi jus setiap hari. Tanpa gula dan biasanya juga tanpa madu. Begitu saja rasanya sudah enak banget.

Saran saya, bagi yang kurang suka mengonsumsi jus sayuran, pilih sayur yang enak dibuat jus. Misalnya tomat, wortel, sawi putih, sawi hijau, selada, bayam, pokcoy, mentimun, dan sejenisnya. Jangan sampai seperti saya, pernah buat jus dari sawi pahit…hihi. Setelah dicoba, rasanya seperti sesak, agak pedas, pokoknya rasanya super nggak enak parah. Sampai beberapa saat masih belum hilang rasa enegnya…hiks.

Supaya jus sayuran rasanya enak, tambahkan buah ke dalamnya. Biasanya saya pakai apel, belimbing, jeruk nipis, nanas. Alhamdulillah, selama ini orang-orang serumah terbiasa konsumsi jus setiap hari.

Bahan:
2 buah wortel
5 buah tomat
2 buah apel

Cara membuat:
1. Haluskan semua bahan dengan juicer.
2. Segera minum dan bisa juga ditambah garam Himalaya dan madu jika suka.

  • Tahu Telur

Sudah pernah makan tahu telur setelah ikut JSR? Hehe. Saya buat versi lebih sehatnya, ya. Hanya pakai sedikit minyak kelapa (bikin sendiri). Seorang teman pernah bilang, sebaiknya kita tidak menggoreng telur tanpa apa pun (sangrai). Bisa tambahkan sedikit minyak kelapa, bisa juga kasih air.

Bahan:
Secukupnya selada segar
1 buah tahu ukuran kecil, potong dadu.
1-2 butir telur
Sedikit merica bubuk
Sedikit minyak kelapa homemade
Bumbu pecel kurma (resep di atas)

Cara membuat:
1. Kocok telur bersama merica bubuk. Masukkan potongan tahu.
2. Goreng sampai matang.
3. Tata selada di atas piring.
4. Letakkan tahu telur di atasnya. Siram dengan bumbu pecel kurma. Sajikan!

Itulah beberapa resep yang saya coba sendiri di rumah. Sebagian saya melihatnya di postingan dr. Zaid, teman-teman DKAH, sebagian lagi saya membuatnya sendiri untuk variasi menu harian. Teman-teman bisa berkreasi dengan menu lainnya. Intinya, menunya tetap. Hindari saja apa yang dilarang. Misalnya tempe goreng, ganti saja dibakar atau diungkep bersama bumbu, bisa juga sekadar dikukus. Kalau tumis sayuran? Mending dibikin pecel saja. Jadi, kita nggak akan mati gaya karena menu-menu yang dipakai tetap menu harian seperti biasanya.

Teman-teman bisa melihat foto-foto menu yang saya buat di akun Instagram milik saya di sini. Semoga tetap semangat menjalankan dietnya, ya. Sehat itu yang utama, langsing itu bonus *eh pakai slogan DKAH…hihi. Bye…

Salam,

Custom Post Signature

Custom Post  Signature