JSR (Jurus Sehat Rasulullah) untuk Pemula

Monday, September 23, 2019







Bagaimana memulai JSR atau Jurus Sehat Rasulullah dr. Zaidul Akbar bagi pemula? Sebelum membahas lebih jauh, sebenarnya apa sih JSR itu? JSR adalah judul buku dr. Zaidul Akbar yang saat ini sedang dicari banyak orang terutama mereka yang ingin hidup sehat dan menurunkan berat badan. JSR itu sebutan aja, nggak mewakili bahwa semua resep dan sebagainya dalam pola makan JSR dicontohkan 100% oleh Rasulullah saw. Nggak begitu, ya.

Bagi yang belum memahami seluruhnya, bisa baca-baca beberapa postingan di blog saya mengenai JSR. Buat pemula, pasti masih bingung, gimana memulainya? Bisa nggak, ya? Berhasil nggak, ya? Dan banyak kekhawatiran lain yang sebenarnya nggak perlu dipikirkan berlebihan juga. Santai aja dan bacalah basmalah, semoga niat baik menyehatkan badan dimudahkan oleh Allah.


Bagi yang baru memulai, sebaiknya nggak perlu kaku-kaku banget sama diri sendiri. Khawatirnya kalau terlalu tiba-tiba, justru jadi gagal niat baiknya. Karena itu, dari sekian banyak postingan mengenai JSR, saya nggak bosan mengatakan, santai aja menjalaninya, tetapi serius juga.


Kalau belum bisa berhenti makan nasi putih, nggak masalah, kok. Kurangi aja pelan-pelan porsinya dan ganti dengan bahan makanan lain semisal kentang kukus, sayuran rebus, dan sebagainya. Nggak perlu langsung menghindari nasi 100% kecuali kamu merasa seorang bule yang sarapannya roti…hihi.


Kalau sudah memahami yang semacam ini, kamu tinggal pelajari apa saja yang perlu dihindari atau menjadi pantangan dalam pola makan JSR. Hindari bertahap saja, nggak perlu sekaligus semuanya. Bersabarlah supaya hasilnya sesuai yang diharapkan.


Hindari 5 Jenis Makanan Ini,


1. Nasi putih

2. Minyak sawit dan olahannya

3. Tepung-tepungan terutama yang mengandung gluten

4. Susu dan turunannya

5. Gula pasir


Setelah mengetahui pantangan dalam JSR, saatnya kamu memulai mengurangi semua yang dilarang. Pelan-pelan saja, ya? Nggak usah buru-buru. Kalau di awal masih belum berhenti total makan nasi, maka bisa dikurangi. Gorengan bisa diganti menu kukusan atau maksimal ditumis. Manis-manis coba diganti dengan manisnya buah-buahan. Banyaklah minum air putih setiap hari. Banyak konsumsi makanan alami dan hindari makanan kemasan.


Persiapan Memulai JSR Bagi Pemula 


Apa yang perlu disiapkan di rumah saat akan memulai JSR terutama bagi pemula? Awalnya dulu saya hanya mengubah olahan menu di rumah menjadi lebih sehat. Nggak ada persiapan khusus karena saya belum kebayang bakalan seperti sekarang ini. Jadi, apa yang ada, ya itulah yang saya konsumsi.


Setelah berjalan dan saya lebih banyak memahami seperti apa pola makan JSR, ada bahan-bahan tertentu yang sengaja saya siapkan di rumah sejak ikut JSR yang sebelumnya memang nggak pernah saya beli. Apa saja?


1. Kurma


Meskipun manis, jangan khawatir karena kurma nggak bakalan bikin kita genduts dengan tiba-tiba. Bahkan meski sekali ngemil saya habis banyak, tengah malam pula…hehe. Makan kurma adalah sunah yang diajarkan oleh Rasulullah saw. Bahkan jika sering konsumsi kurma (terutama seduhan kurma), tubuh jadi lebih fit.


Dalam dua bulan, saya bisa menghabiskan 3kg kurma. Baik dihabiskan dengan cara dimakan lansung, diseduh dengan air panas, dibuat menjadi nabeez, dibuat bumbu pecel dan taburan potongan buah, atau dibuat campuran cookies oat sehat.


Sejak ikut JSR, kurma menjadi bahan pangan pokok bagi saya selain sayuran dan buah segar. Belinya sekaligus 3kg saja kalau boleh kasih saran karena akan jauh lebih murah. Saya menggunakan kurma Sukari karena rasanya tidak terlalu manis.


Tahukah kamu, dulunya saya nggak terlalu suka mengonsumsi kurma. Sekadarnya aja meski tahu Rasulullah saw senantiasa mengonsumsi buah manis satu ini. Tapi, sejak ikut JSR, 3 kg bahkan kebanyakan saya sendirian yang mengonsumsinya…hihi.


Saya tipe orang yang masih suka makan manis-manis, sehingga kurma bisa digunakan sebagai pengganti gula merah dalam bumbu pecel misalnya. Dan itu sangat membantu buat mengganti rasa manis dari gula merah itu. Sebenarnya kita nyari apanya ketika mengonsumsi gula? Nyari manisnya, kan? Kalau hanya mencari manisnya, buah-buahan, kan, rasanya manis juga, lantas kenapa nggak konsumsi buah aja daripada konsumsi gula?


Kira-kira seperti itulah kalimat dr. Zaidul Akbar dalam beberapa videonya. Menurut saya, memag benar juga. Kalau memang bisa begitu, kenapa nggak?


2. Garam Himalaya


Garam biasa sebaiknya diganti dengan garam Himalaya. Ketika awal-awal saya memulai JSR, saya benar-benar menjauhi garam. Ini ada pengaruh juga dari Diet Kenyang yang sama-sama sedang saya praktikkan beberapa bulan silam.


Harus banget ya pakai garam Himalaya? Nggak juga sih. Kalau bisa malah nggak usah pakai garam dalam semua menu makanmu. Garam Himalaya malah kadang saya konsumsi bersama jus di pagi hari. Harganya memang lebih mahal, tetapi jujur aja awet banget nggak habis-habis nih sampai sekarang.


3. Nasi Jagung


Kalau orang Jawa familiar banget sama nasi jagung. Tapi, bagi orang di daerah lain, nasi jagung justru hanya digunakan sebagai pakan ternak…hihi. Buat apa menyiapkan nasi atau beras jagung di rumah? Sebagai pengganti nasi bagi yang ingin meninggalkan nasi tapi masih pengen makan nasi. Nggak usah mahal-mahal seperti nasi dari tetangga sebelah…hihi, cukup nasi jagung murni aja.


Di tempat saya, nasi jagung bentuknya berbutir lebih kasar. Sedangkan nasi empok lebih halus butirannya. Sama-sama berasal dari jagung, tetapi kalau dimasak murni, mending beli empok atau beras jagung instan namanya. Memasaknya lebih cepat dan mudah.


Cukup siram air panas, kemudian kukus sebentar. Kalau beras jagung murni, saya biasa mengukusnya dan menambahkan air sebelumnya mirip seperti masak nasi dalam ricecooker. Daripada nasi merah, jauh lebih sedap makan nasi jagung. Jelas saja ini sangat sehat bahkan dianjurkan dikonsumsi oleh para penderita diabetes.




Belinya di mana? Kalau di kota seperti Jakarta, emang susah. Tapi, setelah berusaha dengan susah payah, akhirnya saya dapat dong beras jagung kualitas bagus di sekitar Jatinegara…hihi. Beli online dan dikirim pakai Gojek. Harganya lumayan mahal ketimbang di kampung, untuk 500 gram harganya Rp. 12.500. Sedangkan untuk beras jagung berbutir halus atau instan, hanya saya temukan di Sidoarjo ( di marketplace). Harganya lebih murah daripada harga beras jagung.


4. Stok Buah dan Sayuran Segar di Rumah


Karena makanan kita nggak akan jauh-jauh dari yang namanya sayuran serta buah, ada baiknya kamu punya banyak stok buah dan sayuran segar di rumah. Supaya ketika lapar, kamu nggak sembarangan nyomot makanan nggak sehat yang biasa dimakan setiap hari.


Makan banyak silakan deh asalkan sehat. Nggak gemuk? Nggak bakalan…hihi. Makan sehat itu seperti apa? Makanan alami yang diolah dengan benar juga. Misal ngemil buah, sayuran rebus, kacang tanah sangrai, minum jus buah dan sayur. Meski tengah malam, saya nggak pernah khawatir. Hanya saja memang saat malam sebaiknya kita beri jeda bagi tubuh kita. Jangan ngunyah mulu, ya…hehe.


Dulu, saya nggak pernah stok tomat segar banyak di rumah karena ngapain juga, beli aja secukupnya setiap hari. Setelah sekian bulan menjalankan JSR, saya jadi nggak banyak variasi ketika membuat jus di pagi hari demi supaya suami sama anak-anak mau minum jus tanpa ngeluh rasanya aneh. Akhirnya jus di pagi hari hanya terdiri dari beberapa buah saja seperti tomat, belimbing, apel, jeruk nipis, wortel, dan mentimun. Sudah nggak berani nambah macam-macam karena terbukti mereka pemilih banget dibandingkan saya yang pemakan segala…hihi.


Sebelumnya, dalam seminggu saya membei 2 kg belimbing dan 3 kg tomat. Kemudian, tomat bertambah menjadi 4 kg per minggu. Eh kurang dong..hihi. Terakhir hari Minggu kemarin saya membeli 6 kg tomat segar dan bagus-bagus banget. Jangan lupa jika ingin konsumsi jus seperti ini, beli buah-buahan yang nanti bisa menambah rasa segar dan manis seperti apel, belimbing, atau nanas madu.


5. Nabung Beli Juicer


Saya mewajibkan diri membuat jus dan mengonsumsinya setiap hari. Jadi, di rumah, setiap pagi selalu ada jus untuk orang serumah. Kenapa harus beli juicer? Karena bikin jus pakai blender nggak seenak menggunakan juicer. Bisa aja kamu pakai blender, tetapi sekaligus dikonsumsi bersama ampasnya atau memisahkannya dan itu butuh waktu juga.


Harga juicer nggak beda jauh dengan blender. Tapi berguna banget terutama bagi yang ingin menurunkan berat badan. Makannya dalam list persiapan ini, saya sangat menganjurkan teman-teman membeli benda satu ini.


6. Rajin Puasa Sunah


Ini memang nggak bisa dibeli, tetapi bisa kamu usahakan. Kenapa sih ada kewajiban berpuasa di dalam agama kita? Pernahkah kamu berpikir demikian? Sebenarnya manfaatnya kembali kepada kita sendiri. Menahan lapar terbukti menyehatkan seperti yang kita praktikkan saat berpuasa.


Kalau mau sehat, taati sunah Rasulullah saw, salah satunya dengan banyak puasa sunah. Sahurnya pakai seduhan kurma saja, insya Allah kuat kok sampai Magrib…hehe. Kalau dibiasakan, puasa sunah nggak berat dijalankan. Rutin aja dan niatkan setiap Senin dan Kamis.


Ikut JSR itu mahal, ya? Banyak yang nyeletuk demikian. Tergantung. Kalau melihat postingan dr. Zaid di IG, memang beliau sering bikin resep dari bahan yang susah dijangkau kecuali bagi yang berduit tebel…hihi. Misalnya kacang almond atau sejenisnya. Tapi, kita nggak perlu menyiksa diri dengan apa-apa yang kita nggak mampu. Kalau merasa beruang (bukan beruang madu, ya), silakan diikuti. Kalau merasa kurang mampu, mending konsumsi apa yang ada di sekitar kita. Toh Rasulullah saw juga mengajarkan demikian. Beliau konsumsi makanan seperti buah-buahan yang ada di daerahnya. Karena Allah pasti telah menyiapkan jenis buah yang berbeda dengan Negara lain tidak lain sudah disesuaikan dengan kebutuhan orang-orang di daerah tersebut.


Semakin lokal, semakin baik…hihi. Semakin segar pula dan minim pengawet. Jadi, kalau ikut JSR dibilang mahal, tergantung seperti apa kita menjalaninya. Kalau saya pribadi, mending sesuaikan dengan isi kantong dan jangan menyiksa diri. Taati perintah Allah dan Rasul Allah, semoga kita senantiasa diberi sehat dan dijauhkan dari segala penyakit. Aamiin.


Semoga usaha kamu memulai hidup sehat dengan JSR berhasil, ya. Tetap sabar dan istiqomah, semoga Allah mudahkan urusanmu.


Salam,

Comments