Pengalaman Naik KA Brawijaya Saat Mudik Lebaran

Wednesday, May 11, 2022

Photo: Dok. pribadi


Lebaran tahun ini merupakan lebaran pertama dibolehkannya kita mudik oleh pemerintah setelah beberapa tahun harus lebaran di rumah karena pandemi. Bersyukur, kita telah melewati masa pandemi yang cukup mengerikan serta memakan banyak korban jiwa, termasuk orang terdekat kita. Semoga setelah ini, Corona benar-benar pergi, ya.


Sejak awal, kami memang berencana mudik naik kereta api. Anak-anak sangat antusias mau naik kereta api setelah mereka mencobanya pada lebaran terakhir beberapa tahun lalu sebelum pandemi. Bagi mereka, perjalanan naik kereta itu menyenangkan, meskipun butuh waktu lebih lama daripada naik pesawat. Entah kenapa, mereka benar-benar nggak suka lagi naik pesawat setelah mencoba naik kereta api, lho. Padahal, mudik berkali-kali selama ini selalu naik pesawat. Alasan mereka nggak mau naik pesawat lagi karena takut jatuh…kwkwk. Mungkin benar, tapi alasan lainnya pasti karena pengalaman naik kereta api ternyata seru dan menyenangkan :)


Waktu mendekati lebaran, saya rajin cek aplikasi Traveloka. Beberapa kali saya lihat belum juga tersedia. Tepatnya kapan saya lupa, akhirnya ada juga tiket kereta api dari Jakarta menuju Malang. Yeay! Senangnya karena merasa nggak terlambat dan nggak kehabisan tiket!


Untuk pertama kalinya, saya mencoba memesan tiket KA Brawijaya. KA Brawijaya merupakan layanan kereta api kelas eksekutif yang dioperasikan oleh KAI yang menghubungkan Stasiun Gambir yang ada di Jakarta dan Stasiun Malang. KA Brawijaya yang beroperasi di segmen lintas Jakarta-Malang baru diluncurkan pada 10 Maret 2021 lalu.


Naik KA Brawijaya dari Stasiun Gambir Menuju Stasiun Kota Baru di Malang memakan waktu sekitar 13 jam 13 menit. Dan menakjubkannya, mereka benar-benar tepat waktu. Saya tiba di Stasiun Malang sekitar pukul 5 pagi. Begitu juga saat tiba di Stasiun Jatinegara-Jakarta tepat pukul setengah 5 pagi di mana saya nggak pernah sampai sepagi itu saat mudik naik kereta :D


Harga Tiket KA Brawijaya Mudik 2022

Harga tiket KA Brawijaya dari Stasiun Gambir menuju Stasiun Malang adalah Rp. 700.000 saat mudik tahun ini, ya. Harganya tidak berbeda jauh dengan KA Gajayana yang biasa saya naiki pada mudik sebelumnya. Selisihnya hanya 50k saja.


Karena pengin mencoba KA Brawijaya yang baru dioperasikan tahun lalu, akhirnya saya dan keluarga memilih KA Brawijaya untuk transportasi mudik tahun ini.


Harga tersebut tidak termasuk makan, ya. Teman-teman dapat memesan makanan di kereta untuk berbuka puasa serta santap sahur. Harganya berkisar di atas Rp. 30.000 per porsinya. Ada juga teh panas serta cokelat panas. Kalau nggak sempat bawa bekal dari rumah, beli makanan di kereta sudah lumayan cukup meskipun rasanya menurut saya masih kurang sesuai, sih.


Persyaratan Naik KA pada Mudik 2022

Karena pandemi baru berakhir, di mana saat mudik lebaran tahun ini kita masih diimbau supaya tetap taat prokes dan berhati-hati, maka persyaratan naik KA pun cukup ketat. Salah satunya mesti booster bagi usia 18 tahun ke atas dan vaksin lengkap bagi usia di bawah 18 tahun. Sedangkan bagi orang yang belum memenuhi syarat tersebut, maka harus menyertakan hasil negatif antigen atau PCR.


Awalnya, syarat bagi anak usia di bawah 18 tahun yang belum bisa booster mesti tes antigen. Syarat ini menurut saya agak kurang masuk akal karena usia 6 tahun ke bawah yang belum bisa vaksin malah nggak diharuskan menyertakan hasil tes apa pun. Aneh saja, yang sudah vaksin mestinya sudah lebih aman, kan? Bersyukurnya, syarat ini akhirnya diganti dengan peraturan yang baru di mana untuk usia 18 tahun ke bawah yang sudah vaksin lengkap tidak diharuskan melakukan tes apa pun. Alhamdulillah!


Pengalaman Naik KA Brawijaya dari Jakarta Sampai Malang

Pengalaman Naik KA Brawijaya Saat Mudik Lebaran
Photo on Unsplash


Beberapa hal yang saya rasakan saat naik KA Brawijaya dari Jakarta sampai Malang, juga sebaliknya,


1. Disiplin waktu. KA Brawijaya benar-benar tepat waktu seperti yang saya sampaikan di awal. Sampainya benar-benar sesuai jadwal. Kalaupun telat, paling hanya hitungan menit saja. Datangnya pun lebih cepat. Untuk keberangkatan dari Jakarta, kereta sudah datang jam 3 dengan jadwal keberangkatan sekitar pukul 3 lewat 40 menit. Sebaiknya tidak datang mepet waktu karena kita juga mesti print tiket di stasiun. Nggak enak kalau buru-buru, kan?


2. Tempat duduknya nyaman dan lega! Benar-benar bisa selonjoran dan bersandar dengan nyaman, sih. Tidur pun nggak terlalu pegal. Dengan perjalanan malam, rasanya singkat aja karena tiba-tiba sudah sampai tujuan. 


3. Diberi masker dan tisu basah gratis bagi setiap penumpang. 


4. Disediakan plastik di depan tempat duduk untuk tempat sampah atau kebutuhan lainnya.


5. Anak-anak diberi hadiah. Menurut informasi, hal ini dilakukan supaya anak-anak senang naik kereta. Saya ikut happy juga meskipun bukan hal spesial, tapi siapa sih yang nggak suka dikasih hadiah? Untuk perjalanan pertama, anak-anak dapat kantong berisi buku mewarnai bergambar kereta, gantungan kunci kereta, dan pensil warna. Sedangkan untuk perjalanan pulang dari Malang menuju Jakarta, anak-anak dapat puzzle bergambar kereta. Seru! Berasa naik Turkish Airlines yang suka ngasih hadiah banyak banget buat anak-anak…kwkwk.


6. Bagasinya luas. Cukup banget untuk menaruh koper ukuran sedang seperti yang kami bawa. Untuk perjalanan seminggu lebih kemarin, saya hanya membawa 1 koper saja dengan ukuran sedang untuk pakaian berempat.


7. Dapat selimut yang sudah disterilisasi dan wangi tentunya. Karena KA Brawijaya terbilang baru, AC-nya memang adeeem. Adanya selimut dapat mengurangi rasa dingin selama di kereta. 


8. Nggak diberikan free makan untuk buka puasa seperti halnya kereta Gajayana sebelum pandemi beberapa tahun lalu, tapi kita bisa membeli makanan di kereta dengan menu yang cukup bervariasi seperti nasi goreng, nasi sapi lada hitam, dan juga ada minuman seperti air mineral serta minuman panas.


9. Kamar mandi bersih dan airnya lancar. Meskipun seperti pada umumnya, toilet di kereta memang nggak bisa lega, tapi sudah sangat cukup nyaman buat perjalanan. Disediakan juga tisu dan sabun cair di dalam toilet.


10. Petugas kebersihan berkeliling mengumpulkan sampah dan memeriksa toilet. Kondisi keretanya memang bersih dan nyaman.


11. Petugas menegur penumpang yang nggak disiplin prokes. Sempat ada yang lepas masker dan akhirnya ditegur. Meskipun kondisi sekarang sudah cukup bebas, di kereta tetap ketat prokesnya. Dan bagi saya, ini jauh lebih nyaman, sih.


Perjalanan mudik tahun ini memang cukup melelahkan karena saya mesti ke Jogja beberapa hari kemudian disambung kembali ke Jakarta. Namun, rasanya tetap nyaman meskipun pulangnya harus naik kereta lagi dan menikmati perjalanan selama 13 jam lebih. Capek pasti, tapi memang nggak terlalu dirasakan terutama karena waktu perjalanannya dari sore sampai pagi. Saking capeknya, saya memang lebih banyak tidur dari selepas Magrib sampai tengah malam.terbangun sebentar, tidur lagi. Begitu terus hingga sampai di stasiun Jakarta :D


Semoga tahun depan kita bisa mudik lagi, ya? 


Salam hangat,


Comments