Top Social

- Bermimpi, Menulis, Berbagi -

5 Tips Mempercantik Blog dan Bikin Pengunjung Betah


Apa, sih rahasia mempercantik sebuah blog? Apalagi bagi pemula seperti saya, rasanya punya blog cantik dan dikunjungi banyak pembaca merupakan salah satu impian yang nggak ada duanya. Blog itu ibaratnya rumah, kan. Yap! Rumah yang mencerminkan ‘kita’ banget. Blog yang cantik bukan hanya bikin kita rajin ngeblog, tetapi juga bikin pengunjung jadi betah.

Ternyata untuk membuat blog cantik itu tidak terlalu sulit. Buat saya, pastinya kita harus rajin  dulu menulis dan update, ya *sambil nyindir diri sendiri yang jarang update…hihi. Kalau blog dipenuhi sarang laba-laba, orang jadi enggan dong mau balik, kenapa? Karena bisa jadi pembaca akan kembali dengan tangan kosong, belum ada tulisan baru yang bisa dibaca, kan? Jadi males balik lagi. Selain itu, saya mau bagi 5 tips mempercantik blog dan bikin pengunjung betah ala saya, blogger remah rengginang…hihi. Simak, ya.

Tulisan Bukan Sekadar Curhatan


Memang, ketika menulis di blog, kita nggak akan terbebani oleh apa pun, suka-suka kita, kan? Tapi, ada baiknya tulisan yang kita posting bukan hanya sekadar curhatan tanpa makna. Kita bisa cerita pengalaman saat anak sedang sakit, tetapi bukan hanya sekadar anak demam, dibawa ke rumah sakit, panik, atau setelah itu udahan aja.

Ada baiknya kita selipkan hal edukatif semisal bagaimana menangani anak ketika demam sesuai guideline WHO, atau sesuai anjuran dokter sehingga orang yang membaca jadi ikut belajar, jadi ikut paham bagaimana menangani anak yang sedang sakit.

Intinya tuliskan hal-hal bermanfaat supaya ketika orang selesai membaca postingan kita, ada hal positif yang bisa dipetik, bukan hanya sekadar asyik cerita aja. Simpel dan pastinya semua blogger juga sepakat mengenai hal ini, ya.

Gunakan Gambar yang Menarik

Foto: Pexels.com



Gambar itu nyawa dari tulisan yang kita posting. Saya, entah kenapa begitu mengutamakan ini ketika hendak memposting sebuah tulisan, baik di blog ataupun artikel di media. Bagi saya, gambar itu penting dan bisa bikin sebuah tulisan bicara.

Jadi, sebaiknya pilih dengan hati-hati gambar-gambar yang akan dipakai supaya semua orang ikut senang melihat. Postingan kita pun jadi kece dan cantik, bikin yang baca betah.

Untuk gambar milik pribadi, biasanya saya harus jungkir balik ambil gambar. Misalnya saja untuk sebuah gambar masakan, saya perlu mengambil beberapa kali jepretan supaya dapat yang paling diinginkan. Sabar, ya. Orang sabar disayang Allah, lho. Setelah itu bisa dipermanis dengan menggunakan aplikasi. Sederhana aja, kan?

Gunakan Bahasa Ringan dan Tidak Menggurui
 
Foto: Pexels.com
Biar yang baca senang, sebaiknya pakai gaya bahasa ringan aja, yang santai, supaya pembaca juga senang membaca tulisan-tulisan kita. Sertakan solusi tanpa harus menggurui apalagi menghakimi.

Kadang postingan yang disukai lebih pada pengalaman yang dialami oleh hampir semua orang, yang diceritakan dengan gaya bahasa ringan. Dan buat saya itu memang bikin senang bacanya, ya.

Tampilan Blog Simpel

Foto: Pexels.com

Yap! Blog yang simpel itu justru jauh lebih disukai karena lebih enak dilihat. Jadi, ada baiknya gunakan template yang sederhana, tetapi sesuai dengan keinginan kita. Saat ini banyak banget template yang bisa kita pilih, baik yang free ataupun berbayar. Keduanya nggak kalah cantiknya. Tinggal kita mau pilih yang mana sesuai kebutuhan dan kemampuan.

Pakai Jasa Pembuatan Website

Foto: Instagram.com

Pernah perhatikan blog saya yang kemarin dan sekarang? Yang dulunya seadanya dan sekarang yang sekece ini? Duh, ketika pertama kali melihat, saya sampai lupa mau posting saking senengnya lihat blog saya dengan template yang baru ini.

Saya gaptek, tapi pengen banget punya blog yang cantik, satu-satunya cara saya harus pakai jasa pembuatan website. Ya, nggak harus selalu bikin website baru, saya cukup meminta blog dipercantik saja. Dan itu berhasil bikin blog saya secakep ini. Sampai terharu lihatnya..hihi. Suka lebay!

Itulah beberapa tips yang bisa teman-teman coba supaya blog kita lebih kece, cantik, dan bikin pengunjung betah serta mau balik lagi ke blog kita. Semoga bermanfaat, dan selamat mencoba, ya!

Dua Menu yang Harus Ada Saat Lebaran Iduladha


Selamat Hari Raya Iduladha buat teman-teman yang merayakan...

Alhamdulillah, tahun ini masih diberi kesempatan menikmati lebaran Iduladha bersama keluarga tercinta. Seperti biasa masih di Jakarta, Iduladha tidak pernah pulang mudik karena memang hari liburnya cukup singkat. Dan tahun ini, lebaran tidak bersamaan. Ada yang mulai salat id hari Selasa, ada juga yang memilih hari Rabu.

Tahun ini enggak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Lebaran Iduladha tetap hangat dan meriah meskipun enggak bisa berkumpul dengan orang tua di kampung halaman. Di tempat saya tinggal, menyembelih hewan kurban tidak pernah sedikit jumlahnya. Tahun ini ada setidaknya empat belas ekor sapi disembelih di masjid dekat rumah, dan belasan kambing yang merupakan kurban dari warga sekitar.

Kenapa bisa sampai sebanyak itu jumlahnya dan selalu begitu setiap tahun? Saya cukup senang dengan apa yang dilakukan oleh panitia kurban. Mereka niat banget ngajakin warga untuk berkurban hampir setiap tahun. Caranya? Setiap warna yang ingin dan merasa mampu, bisa ikut menabung. Setiap bulan panitia kurban akan menarik tabungan yang ketika dijumlahkan setelah sepuluh bulan setara dengan satu hewan kurban. Di sini biasanya kami ambil sapi. Seekor sapi untuk tujuh orang. Dalam sepuluh bulan akan terkumpul sekitar 3 juta untuk setiap orang yang mau berkurban. Dan cara seperti ini ternyata cukup efektif mengingat rasanya enggak berat berkurban sambil menabung, ‘kan? Enggak terasa. Karena itulah, setiap tahun jumlah sapi di masjid yang dijadikan kurban selalu banyak dan dagingnya merata dibagikan kepada semua warga sekitar hingga ke kampung-kampung dekat rumah.

Dan tahun ini, seperti biasa, saya harus mengolah daging sapi dan kambing yang jumlahnya enggak sedikit menjadi menu yang disukai orang rumah. Tahun ini kami enggak bakar sate. Suami yang jadi panitia baru pulang hampir Magrib, udah capek banget ngelihatnya. Jadi, saya putuskan daing kambingnya diolah menjadi nasi goreng kambing ala Kebon Sirih. Memang sudah lumayan larut masaknya, plus saya terlalu semangat masukin cabai rawit jadinya kepedesan…kwkwk.




Dan ini resep nasi goreng kambing ala Kebon Sirih yang saya adopsi dari resepnya Ci Xander Kitchen. 

Bahan:
3 piring nasi
350 gram daging kambing atau sapi
1 batang kecil kayu manis
1-2sdm bubuk kari

Bumbu, haluskan:
8 siung bawang merah
4 siung bawang putih
1/2 sdt jintan (sy skip karena kosong)
1 sdm ketumbar
2 buah kapulaga (sy skip sedang kosong)
5 buah cengkeh
1 sdt merica
Sedikit kecap manis (Sesuai selera)
Secukupnya gula dan garam
Sedikit air
3 cabe rawit merah (jika suka)
1 buah pekak (tambahan dari sy jika ada)

Cara membuat:
1. Tumis bumbu halus sampai wangi. Masukkan bubuk kari. Masukkan daging kambing dan aduk-aduk hingga rata. Tambahkan sedikit air supaya daging matang. Dikira-kira saja.
2. Bumbui dengan gula, garam, dan penyedap jika mau. Masak sampai daging empuk. Kalau daging kambing enggak butuh waktu lama.
3. Setelah bumbu meresap dan air mulai sat, masukkan nasi. Aduk rata dan tambahkan kecap manis. 
4. Sajikan dengan taburan bawang goreng di atasnya.

Dan ini selalu saya buat setiap lebaran. Sebenarnya, kalau mau pakai daging sapi pun enggak masalah. Tetap enak juga. Tapi, kalau pakai daging kambing tentunya lebih spesial. Ini Favorit suami. Meskipun bikin sendiri, teman-teman tetap bisa membuat yang enggak kalah lezatnya dengan yang dijual di luar, lho.



Nah, menu kedua yang enggak boleh dilupa adalah bakso. Yap! Enggak perlu nunggu lebaran Iduladha, saya sering banget bikin bakso sendiri di rumah. Kalau bikin sendiri, rasa dan komposisi dagingnya bisa sesuai selera. Yang lebih spesial kalau lebaran Iduladha, kuah bakso bisa pakai tulang sapi bersum-sum yang enaknya kebangetan. Wangi bakso yang dijual-jual di luar… hmmm…enak banget … hihihi.

Resep bakso bisa dilihat di sini. Sudah sering saya posting. Dan dua menu ini selalu saya buat saat lebaran Iduladha untuk memanfaatkan daging yang stoknya banyak. Nah, kira-kira kalau teman-teman mengolah daging kurban jadi apa?

5 Tradisi Unik Saat Hari Raya Iduladha, Cuma Indonesia yang Punya!

Enggak terasa, Hari Raya Iduladha sebentar lagi sudah tiba. Hari Raya Iduladha yang begitu identik dengan penyembelihan hewan kurban ini akan disambut meriah oleh semua umat Islam di seluruh belahan dunia, tak terkecuali Indonesia.

Di negeri kita tercinta, rupanya ada banyak tradisi unik untuk menyambut serta merayakan Hari Raya Iduladha. Tradisi ini hanya kita yang punya. Kira-kira apa saja tradisi yang menarik untuk kita bahas ini? Simak ulasannya, ya!

Indonesia punya Grebeg Gunungan yang bisa kamu temukan di Keraton Yogyakarta


Foto: ramadan.tempo.co

Bagi kamu yang tinggal di Yogyakarta, pastilah tidak asing dengan tradisi Grebeg Gunungan, ya? Tradisi ini biasanya dilakukan di daerah Keraton Yogyakarta. Masyarakat akan mengarak tiga buah gunungan berisi makanan yang dikawal oleh para prajurit serta dua ekor kuda di belakangnya. Arak-arakan tiga buah gunungan ini nantinya akan melewati Keraton, alun-alun utara, kemudian diakhiri di masjid. Masyarakat percaya bahwa menyantap makanan di dalam gunungan yang telah didoakan ini akan membawa berkah tersendiri bagi mereka semua. Unik banget, kan?

Manten Sapi merupakan tradisi unik khas Pasuruan yang tidak akan kamu jumpai selain di Indonesia


Foto: ulinulin.com

Nah, tradisi unik berikutnya untuk merayakan Hari Raya Iduladha adalah Manten Sapi. Kamu pasti tahu dong makna manten dalam bahasa Jawa ini? Yap! Manten bermakna pengantin. Sapi-sapi yang akan disembelih untuk kurban itu nantinya akan dihias secantik mungkin layaknya pengantin sebagai wujud penghormatan sebelum akhirnya disembelih di masjid-masjid di daerah Pasuruan.

Sapi-sapi itu akan dipakaiakan kalung bunga tujuh rupa, dibalut dengan sajadah serta kain kafan yang juga punya makna kesucian. Sapi-sapi yang telah dihias ini kemudian diarak menuju masjid dan diserahkan pada panitia kurban. Yang tak kalah menarik, ibu-ibu ikut serta memeriahkan tradisi ini dengan membawa bumbu masak untuk kemudian diolah sebagai menu makan bersama. Wah, pasti yummy banget, kan masakan mereka?

Sambut Iduladha dengan tradisi Apitan khas Semarang


Foto: denmasdeni.blogspot.com

Tradisi satu ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan tradisi Grebeg Gununga khas Yogyakarta. Masyarakat melakukan tradisi Apitan demi menyambut Hari Raya Iduladha yang sudah lama mereka nantikan.

Masyarakat akan mengarak tumpeng serta hasil bumi mulai dari kantor kelurahan. Setelah itu akan digelar doa bersama untuk memohon keselamatan. Dan momen yang paling dinanti pun tiba. Yap! Saling berebut hasil bumi merupakan salah satu tradisi unik yang bisa kamu temukan dalam perayaan ini, lho. Tradisi ini dilakukan sebagai wujud syukur atas nikmat yang diberikan Tuhan.

Kapan lagi lihat kambing digendong layaknya anak kecil selain dalam perayaan Kaul Negeri di Maluku Tengah


Foto: saliha.id

Wah, tradisi unik kali ini benar-benar menarik untuk dibahas. Tradisi Kaul Negeri ini merupakan acara adat menggendong 3 ekor kambing layaknya saat kamu menggendong anak kecil yang biasanya dilakukan oleh tokoh adat dan tokoh agama setempat. Nantinya kambing ini akan disembelih sebagai hewan kurban dan dagingnya dibagikan pada fakir miskin.

Selain itu, ada lagi tradisi Abda’u yang merupakan tradisi khas Maluku Tengah yang dilakukan dengan cara saling berebut bendera bertuliskan kalimat tauhid yang akan dilakukan oleh ribuan pemuda dari Desa Tuleho, Ambon. Tradisi ini terus dilestarikan sebagai wujud tulus menerima agama Islam.

Bukan sembarang menjemur kasur, Mepe Kasur merupakan tradisi unik khas Banyuwangi untuk menyambut Hari Raya Iduladha


Foto: antarafoto.com

Di daerah Banyuwangi, ada tradisi unik setiap menjelang Hari Raya Iduladha. Tradisi Mepe Kasur ini harus dilakukan serentak, lho. Biasanya masyarakat akan menjemur kasur di halaman rumah mereka dan sesekali menepuk serta membaliknya supaya bersih. Trasdisi ini dipercaya bisa menolak bala, menjauhkan segala hal buruk dari rumah, serta sebagai cara menghormati datangnya bulan Zulhijah yang penuh berkah.


Itulah beberapa tradisi unik saat Hari Raya Iduladha yang hanya bisa kamu temukan di Indonesia. Benar-benar patut dilestarikan sebagai kekayaan budaya di negeri kita. Kira-kira daerahmu punya tradisi unik apa saat Hari Raya Iduladha tiba? Apakah termasuk salah satu dari 5 tradisi unik di atas?

Ini Hanya Soal Waktu


Ini hanya soal waktu. Sebab yang paling tahu bukanlah kita yang kerap mengeluh karena lelah memperjuangkan sesuatu. Ini hanya soal waktu. Sebab Tuhan sedang mempersiapkan yang lebih baik, lebih keren, dan kece buat mewujudkan mimpimu di waktu yang tepat.

Ibaratnya kupu-kupu, jika dipaksa keluar dari kepompong sebelum waktunya, tentu saja sayapnya masih lemah dan sulit mengepak. Dia butuh waktu sampai benar-benar siap. Begitu juga dengan mimpi-mimpi yang selama ini kita inginkan.



Bulan ini, 3 buah antologi siap terbit. Satu di antaranya adalah antologi dari penerbit mayor hasil menang kompetisi tahun lalu. Penerbit Wahyu Qalbu termasuk salah satu penerbit yang menghadirkan buku-buku dengan penampilan super kece. Covernya keren banget, begitu juga bagian isinya. Jadi, mimpi banget bisa tembus penerbit satu ini.

Dan, entah ini kompetisi yang ke berapa yang saya ikuti di Wahyu Qalbu. Gagal berkali-kali itu biasa, sampai saya lupa saking banyaknya. Dan inilah pertama kalinya naskah saya lolos seleksi dan akhirnya akan segera diterbitkan dalam sebuah antologi bersama salah satu mentor menulis saya, Mba Ririn Astuti Ningrum.

Buku ini berkisah tentang hijrah dan istiqomah. Insya Allah akan jadi teman yang bermanfaat bagi yang mau mengadopsinya. Ini kisah nyata, pengalaman pertama hidup dan berbaur dengan orang-orang baru di sekitar saya. Ternyata enggak selalu manis dicecap, pahit pun ditelan dan menjadi pelajaran berharga bagi saya hingga saat ini.



Yang kedua adalah antologi bersama teman-teman menulis di grup GSM (Geng Sholihah Menulis). Grup ini hanya ada kami bersembilan. Baru kenal sejak mengikuti One Day One Article dari IIDN. Kami bikin grup sendiri buat sharing aja, biar enggak ganggu grup ODOA. Siapa sangka kita jad akrab dan klik saja satu sama lain.

Dan ini karya bersama kami yang pertama. Setiap selesai mengerjakan antologi, kita mengadakan lagi yang berikutnya. Sekarang kami sedang dalam proses menyelesaikan buku ketiga dan sudah masuk DL hari ini. Rencananya kami akan membuat buku solo untuk proyek selanjutnya. Berat, karena di antara kami hanya beberapa saja yang sudah pernah menulis buku solo. Tapi, ada yang bilang, nggak masalah, kita akan saling bantu dan dukung. Sebisa mungkin harus masuk penerbit mayor, biar terasa hasilnya.

Sejak menyelesaikan buku antologi PPC atau Perempuan Pemetik Cahaya, kami memutuskan akan terus menulis buku, lagi, dan lagi. Alhamdulillah sudah terwujud hingga yang ketiga kemarin, rencana kami ajukan ke penerbit mayor.

Beruntung banget bisa bertemu mereka, qadarallah bisa kenal dengan orang yang dulunya asing kini jadi akrab seperti saudara walau belum pernah bertemu. Btw, PPC ini berisi kisah inspiratif muslimah di seluruh belahan dunia. Di mana mereka bisa unggul, berprestasi tanpa menanggalkan identitas sebagai muslimah dan fitrahnya sebagai seorang wanita. Buku ini layak banget kamu punya.


Dan kabar berikutnya, antologi yang awalnya diterbitkan indie, ternyata di-acc oleh penerbit Bhuana Sastra lini BIP yang masih dalam naungan Grasindo. Insya Allah buku ini akan hadir dalam bentuk ebook. Penasaran, ‘kan? Jangan sampai terlewat, ya! 

Ada kabar tak kalah menariknya. Saat ini naskah solo yang di-acc Elex Kids sudah masuk tahap ilustrasi. Dan hasilnya ini. Kece banget, 'kan? hihi.



Itu adalah sedikit kisah membahagiakan yang hadir di bulan Agustus. Ketika saya gagal, saya hanya berpikir satu, mungkin Allah sedang menyiapkan yang lebih keren buat saya. Dan benar saja, meski berselang waktu cukup lama, tetapi akhirnya naskah-naskah saya satu persatu di-acc oleh penerbit.

Yuk, jangan pantang menyerah. Jika ingin mencapai sesuatu, jangan lupa cintai prosesnya. Enggak ada kemenangan instan. Lagian enggak greget juga, ‘kan kalau langsung menang? Hihi … Kurang tantangannya…

Timnas Indonesia U-16 Juara AFF 2018, Bikin Bangga dan Haru!

Euforia Piala AFF U-16 2018 semalam rasanya masih berdengung di telinga. Bagaimana tidak, Indonesia akhirnya keluar sebagai juara mengalahkan tim Thailand di babak adu pinalti dengan skor 4-3, setelah 80 menit bermain imbang dengan skor 1-1.

Ucapan selamat serta rasa haru pun meluap dari semua orang, tak terkecuali para pendukung yang memenuhi Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. Tak sedikit pula warganet yang ikut memberikan ucapan selamat, mereka mengaku amat bangga serta terharu atas pencapaian yang diraih tim Indonesia merebut gelar juara Piala AFF U-16 2018.

Kegigihan pun terlihat sejak babak pertama

Foto: bola.kompas.com

Sejak menit awal pertandingan, permainan menyerang langsung diterapkan oleh timnas Indonesia U-16 melawan tim Thailand. Mereka sama sekali tidak memberikan peluang bagi tim Thailand untuk memegang bola.

Serangan demi serangan pun dilakukan oleh tim Indonesia, membuat barisan belakang tim Thailand cukup kerepotan menghadapinya. Pada menit ke-13, Amiruddin Bagus Kahfi hampir saja meraih keunggulan, sayangnya tendangan pemuda bernomor punggung 20 itu masih meleset dan mengenai tiang gawang.

Perubahan strategi pun dilakukan oleh Fakhri Husaini sebagai pelatih. Ia menarik Amanar Abdillah kemudian memasukkan Fajar Fatchur Rachman sebagai pengganti. Dan terbukti jitu, pada menit ke-33, Fajar berhasil mencetak gol setelah mendapatkan umpan jarak jauh dari Andre Octaviansyah dari tengah lapangan.

Tak mau berpuas diri, timnas Indonesia U-16 tetap gigih menjebol pertahanan lawan. Sayangnya, skor 1-0 masih tidak berubah.

Babak adu pinalti membawa tim Indonesia raih gelar juara AFF U-16 2018

Foto: bolabanget.id

Pada babak kedua, tim Indonesia masih memegang kendali permainan. Pola permainan bola cepat yang dikombinasikan aksi individu para pemain menambah keunggulan timnas Indonesia U-16. Sedangkan tim Thailand tak banyak melakukan perubahan, mereka hanya menunggu datangnya bola untuk melakukan serangan balik.

Pada menit ke-9 sebelum pertandingan usai, Apidet Janngam berhasil membobol gawang timnas Indonesia U-16 dan menyamakan skor. Keadaan imbang pun membuat tempo permainan semakin meningkat. Sayangnya, hingga permainan benar-benar usai, belum ada gol tambahan yang tercipta. Hal inilah yang akhirnya mengantarkan pertandingan Piala AFF U-16 menuju adu pinalti dan membawa timnas Indonesia meraih gelar juara.

Kemenangan timnas U-16 menjadi kado spesial HUT RI ke-73

Foto: sumut.pojoksatu.id

Timnas Indonesia pun akhirnya unggul dan keluar sebagai juara melalui babak adu pinalti. Kiper timnas Indonesia U-16, Ernando Ari sukses menjadi pahlawan setelah menepis dua tendangan lawan dan mengantarkan timnas Indonesia menuju kemenangan dengan skor 4-3 dalam babak adu pinalti.

Kemenangan yang berhasil diraih oleh timnas Indonesia U-16 menjadi kado spesial HUT RI yang ke-73. Tangis haru dan bahagia pun menjadi amat lekat usai pertandingan semalam. Pelukan hangat pelatih kepada para anak didiknya menjadikan suasana riuh semalam begitu syahdu. Bangga banget atas pencapaian yang mereka raih. Hasil tidak pernah membohongi proses. Dan kemenangan itu pun akhirnya nyata di depan mata.

Selamat dan bangga!

Proses Melahirkan, Antara Hidup dan Mati


Hmm … Tidak tahu kenapa tiba-tiba ingin posting tema ini setelah melihat beberapa video proses melahirkan, perjuangan seorang ibu untuk menghadirkan buah hatinya ke dunia. Perasaan, karena saya yang mengalami langsung, tidak bisa menatap wajah saya sendiri ketika melahirkan, kayaknya enggak sedrama itu. Tapi, kenyataannya, melahirkan itu memang begitu berat prosesnya, mau yang paling mudah sekalipun tetap saja sakitnya minta ampun. Dan wanita, rupanya jadi lebih kuat saat melahirkan daripada apa yang ia pikirkan selama ini.

Foto: pexels.com

Saya seorang ibu 28 tahun. Saya menikah muda saat usia 19 tahun. Penakut, pengecut, sama jarum suntik pun takut. Tapi, ketika sudah melahirkan, banyak hal di luar dugaan. Tiba-tiba aja jadi pemberani, sok banget gitu saking gembiranya pengen segera bertemu buah hati yang sudah sembilan bulan meringkuh hangat di dalam rahim. Jalan-jalan di sepanjang koridor rumah sakit sampai buka 8. Kayaknya bukan saya banget.

Yang pertama kali bikin trauma adalah keguguran dan harus melakukan proses kuretase. Duh, udah sedih tiba-tiba pendarahan, terus harus kuret itu rasanya enggak bisa dibayangkan. Saat itu usia saya pun masih terbilang muda banget. Masuk ruang tindakan tanpa suami. Dikelilingi dokter dan suster. Rasanya enggak bisa dibayangkan betapa menakutnya saat itu.

Detik-detik saat akan melahirkan putra pertama saya, saya sempat mengatakan enggak kuat. Padahal udah tinggal mengejan. Dalam kepala malah terbesit, udah operasi aja. Udah enggak kuat. Sakit dan capek banget minta ampun. Beruntungnya, bidan dan dokter sabar dan telaten banget, minum dulu, mengejan lagi, dan lahirlah si sulung. Enggak kebayang kalau sampai operasi, karena sakitnya pasti kebangetan. Tapi, itulah yang tiba-tiba terlintas di bangsal rumah sakit ketika tenaga udah mulai habis dan semangat sudah menipis, setelah perjuangan panjang menunggu bukaan lengkap.

Foto: pexels.com

Saya melahirkan dua putra, selalu hanya bersama suami. Berdua saja kita di rumah sakit. Jadi, suami tahu banget prosesnya. Gimana sakitnya saya, gimana berjuangnya saya untuk melahirkan secara normal, gimana antusiasnya ketika bayi baru lahir, dia tahu semuanya dengan mata kepalanya sendiri.

Beruntung banget, dia orangnya super berani, tegarnya minta ampun, sampai ari-ari bayi aja dia yang nyuci … bikin geli dan merinding membayangkannya. Dan saat yang paling berkesan, pastilah ketika bayi meluncur hangat keluar dari rongga rahim. Hilang lelah, hilang ngilu dan nyeri yang beberapa jam merengkuh tubuh saya tiada henti. Sebuah kecupan hangat mendarat di kening. Masya Allah, indahnya menjadi seorang ibu.

Kalau kamu, apa sih yang paling berkesan dari proses melahirkan?

Tips Traveling Bersama Si Kecil, Dibikin Asyik Aja!


Gimana ceritanya traveling ke destinasi yang cukup jauh, enggak pernah disinggahi pula, dan yang pasti bawa dua anak cowok yang kadang mood-nya aja berganti-ganti tiap menit, berebut hal sepele setiap detik, dan owh itu bikin kepala migrain…hihi.

Saya termasuk ibu yang suka panik. Ya, kadang suka dibikin ribet sendiri. Padahal sebenarnya masalah itu tergantung seperti apa kita menanggapinya. Kalau dibawa santai, insya Allah semua akan berjalan dengan mudah kok. Tapi, buat menjadi sesantai itu enggak mudah buat saya.

Ketika hari itu benar-benar tiba, mau enggak mau saya harus santai sesantai-santainya. Nah, kali ini saya mau berbagi tips untuk itu. Siapa tahu berguna bagi teman-teman yang ingin melakukan perjalanan jauh dan membawa balita. Btw, saya seorang ibu dengan dua putra. Sulung saya berusia 7 tahun, dan bungsu berusia 3 tahun. Dan inilah beberapa tips yang bisa teman-teman coba terapkan ketika ingin traveling bersama balita.

Ketahui kondisi anak-anak

Foto: orami.co.id

Kita yang paling tahu seperti apa kondisi anak-anak terutama jika diajak melakukan perjalanan. Misalnya saja, anak saya keduanya suka mabuk kendaraan. Ini riwayat dari saya banget yang sampai usia 28 tahun ini masih juga mabuk kalau naik mobil … hihi. Memang tidak setiap naik kendaraan roda empat saya mabuk, tetapi lebih sering terjadi ketika pagi hari.

Karena itulah saya selalu sedia banyak kantong kresek di ransel yang selalu saya bawa. Selain itu, kita juga perlu memerhatikan kondisi kesehatannya, dan mood mereka. Kalau anak-anak mudah bosan, ada baiknya siapkan mainan di ransel yang mudah dijangkau supaya ketika berada di perjalanan, kita bisa dengan mudah mengalihkan perhatiannya.

Siapkan pakaian ganti yang cukup

Foto: pexels.com

Namanya perjalanan jauh, pastilah kita akan membawa banyak baju di koper. Tapi, jangan lupa juga bawa baju di ransel yang selalu kita pakai, ya. Supaya tidak panik dan gelagapan saat membutuhkannya sewaktu-waktu.

Buat anak-anak, saya selalu bawa ganti lebih banyak karena kondisi mereka yang tidak bisa dipastikan. Berbeda dengan kita yang dewasa. Daripada nanti harus bingung mencari baju baru, mending bawa stok lebih, ya.

Siapkan obat-obatan

Foto: pexels.com

Minimal bawa penurun panas seperti paracetamol. Bawa juga obat-obatan yang paling dibutuhkan lainnya, misalnya minyak telon, krim anti ruam, pelembab, dan sebagainya.

Jika teman-teman punya anak dengan riwayat penyakit tertentu, misalnya saja sulung saya yang punya riwayat kejang demam, sebaiknya bawa obatnya, ya.  Apalagi obat kejang itu enggak mudah dibeli bebas di apotek. Jadi, saya selalu bawa itu sampai kakak berusia enam tahun.

Jangan lupa bawa makan berat dan camilan

Foto: pexels.com

Kita aja suka bosan kalau menunggu terlalu lama, apalagi mereka, ya? Perjalanan menuju Turki dan  umrah kemarin menjadi perjalanan paling panjang buat kami sekeluarga. Ini pertama kalinya saya harus pede melakukan perjalanan jauh dan membawa anak-anak. Meskipun sejak awal memang saya sendiri yang selalu menginginkannya, tetapi ketika itu terjadi, saya jadi bingung harus ngapain … hihi.

Dan salah satu hal yang perlu diingat adalah selalu bawa bekal makanan berat seperti nasi dan lauk kering serta camilan yang kita letakkan di dalam ransel. Itu wajib banget. Kalau mereka lapar sewaktu-waktu, tinggal ambil dari ransel karena biasanya ketika baru sampai, tentu saja kita enggak mudah membeli makanan di tempat yang jarang dikunjungi.

Plis, bawa gendongan

Foto: bidanku.com

Ya Allah, ini adalah hal sepele, namun sungguh sangat berarti … hihi. Saya sedikit cerita, ketika umrah, suami pede sekali bahwa si bungsu akan dia gendong sendirian tanpa bantuan saya. But, kamu tahu realnya kayak apa? Ternyata si bungsu sejak masuk di pelataran masjidil Haram enggak mau pindah gendongan dari saya. Dia menangis kalau digendong ayahnya apalagi orang lain. Sedangkan saya yang awalnya mau membawa gendongan akhirnya urung karena suami nolak.

Masya Allah, saya thawaf sambil menggendong si bungsu tanpa gendongan. Beruntung itu terjadi tengah malam. Jadi, masih adem gitu. Selesai thawaf, lanjut sa’i. Saya sempat bilang bahwa saya enggak bakalan sanggup. Tapi, suami mengingatkan jangan bicara seperti itu. Dan waktu rasanya berjalan lambat banget. Antara menikmati prosesi ibadah umrah dan menahan pegal pinggang dan punggung yang kadang rasanya mau patah..hihi.

Ajaibnya, ada satu lagi rekan saya mengalami hal serupa. Entah kenapa anaknya juga enggak mau digendong bapaknya. Sampai banyak ibu-ibu bilang nggak tega sama kami berdua, mau menggantikan, tapi anak enggak mau. So, jangan tinggalkan gendonganmu di hotel … hihi.

Dibawa asyik aja!

Foto: travelsafe-aca.com

Tidak ada cara lain, teman-teman harus santai sesantai-santainya ketika harus traveling membawa anak-anak. Jangan dibawa ribet, jangan dibawa pusing, jangan dibawa berat. Nikmati perjalanan dan kebersamaan dengan keluarga, kapan lagi bisa pergi bareng?

Saya yang awalnya suka ribet mau enggak mau harus santai juga. Bawa anak-anak di musim dingin ke Turki pastilah jadi cobaan berat buat saya yang jarang banget traveling. Kami jarang banget pergi jauh. Saat di Turki, bisa jadi karena capek juga karena enggak berhenti mengunjungi tempat-tempat wisata selama 3 hari di sana, akhirnya si bungsu flu. Kasihan banget, meskipun udah pakai jacket super tebal khusus musim dingin, tetap saja ketika pergi dia seperti beku. Ingat banget deh waktu di Topkapi Palace, dia jalan kaku banget, tangannya dingin pula. Tapi, harus santai, sudah tiba, masa mau dikeluhkan?

Saat tiba di Madinah, adik udah lumayan enak kondisinya, tetapi sampai di Mekah, kami bergiliran sakit. Saya demam, adik demam bahkan sampai perjalanan pulang. Suami juga sempat meriang, bahkan hampir semua rombongan ikutan sakit waktu itu.

Kalau sudah enakan setelah minum obat penurun demam, saya paksa ikutan thawaf sambil gendong adik bareng suami. Alhamdulillah setiap dibawa thawaf adik tidur nyenyak banget. Selesai thawaf barulah ia bangun dan saya bisa salat duha bergantian sama suami. Kalau si sulung karena sudah lebih besar jadi lebih santai. Dan mau enggak mau semua memang harus dibawa santai, kan?

Apalagi bungsu saat itu susah banget minum penurun demam dan itu berlanjut sampai sekarang. Waktu perjalanan pulang dari Turki ke Indonesia, adik saya paksa minum obat penurun demam susahnya bukan main. Akhirnya saya minumkan waktu dia agak tertidur. Barakallah selama di pesawat dia enggak ada masalah, suhu tubuhnya normal selama perjalanan sekitar 13 jaman.

Sampai bandara dia diare. Kami pulang ke rumah dan drama itu dimulai. Adik muntah-muntah enggak berhenti dan lanjut diare. Kalau dipikir, misalnya saja Allah takdirkan dia sakit pas dalam perjalanan pulang, minimal pas di taksi aja menuju rumah, paniknya saya pasti lebih dan lebih banget. Tapi, Allah tentukan beda. Alhamdulillah, enggak lama dia pun pulih.

Saya pikir, memang enggak ada jalan lain selain berusaha santai ketika harus membawa balita bepergian jauh. Pastikan saja semua kebutuhannya siap di ransel yang selalu kita bawa ke mana-mana.

Ketahui kondisi cuaca di lokasi tujuan

Foto: laxmiwinterwear.com

Mungkin yang paling berat ketika saya melakukan perjalanan ke Turki adalah musim dingin yang menusuk tulang dan hidung. Hidung enggak berhenti berdarah setiap hari. Mana pernah merasakan musim salju. Baru pertama kali dan harus membawa anak-anak juga.

Sejak di rumah udah siap-siap membawa jacket musim dingin. Tapi, kenyataannya masih belum bisa mengatasi sepenuhnya. Tapi, setidaknya kita udah lebih siap jika sudah tahu kondisi cuaca dan acara apa aja di lokasi tujuan.

Waktu di Turki kami seperti tidak terlalu menikmati karena terlalu dingin. Terlebih ketika menaiki kapal melewati selat Bosphorus, saljunya dikit turunnya tapi ademnya kebangetan. Malah justru lebih enak main salju di Uludag, rasanya enggak sedingin ketika di selat Bosphorus. Dan semua berjalan baik meskipun sedikit menyiksa, ya ... hihi.

Dan tidak ada resep paling mujarab untuk traveling bersama anak-anak kecuali dibawa santai aja. Semoga ulasan sederhana berdasarkan pengalaman ini bisa bermanfaat, ya. Sesuaikan dengan kebutuhan dan semoga perjalanannya menyenangkan!

Asyiknya Menghabiskan Liburan di Museum Angkut, Museum Transportasi Pertama di Asia, Asli Keren Banget!

Kota Malang di Jawa Timur bukan hanya asyik dijadikan tujuan wisata karena udaranya yang sejuk serta kulinernya yang beragam. Di sana, kamu juga bisa menemukan banyak destinasi yang unik dan tak bisa ditemukan di tempat lain. Salah satunya adalah Museum Angkut.

Yap! Museum Angkut merupakan museum transportasi yang ada di Batu, Malang. Museum ini berdiri di atas lahan seluas 3,8 hektar dan disebut sebagai museum transportasi pertama di Asia, lho.

Dibuka sejak 2014, museum ini punya banyak spot unik dan kece banget. Tempat ini enggak pernah sepi pengunjung, bahkan semakin banyak wisatawan yang datang. Selain bisa dijadikan wisata edukasi, Museum Angkut juga kerap dijadikan lokasi syuting video klip dan tempat pameran mobil.

Penasaran ‘kan seperti apa Museum transportasi yang entertain ini? Simak ulasannya, ya!

Museum Angkut merupakan tempat yang tepat buat kamu yang hobi fotografi


Sumber: wisatakaka.com

Museum Angkut bukan hanya bisa dijadikan lokasi edukasi, museum yang berada di bawah naungan Jawa Timur Park ini benar-benar digarap dengan matang. Bagi kamu yang hobi fotografi, lokasi ini sudah sangat tepat untuk menyalurkan hobi, lho.

Di Museum Angkut, kamu bisa menemukan banyak latar menarik, termasuk zona Gangster dan Broadway yang sempat hits di tahun 1970an. Asyiknya, bukan hanya suasananya saja yang dibuat sangat mirip dengan kota Chicago, di sini juga disediakan properti seperti jacket kulit dan topi yang pas banget dipakai untuk berpose di depan mobil-mobil antik. Asli keren!

Hollywood mini juga bisa kamu jumpai di Museum Angkut


Sumber

Tidak perlu jauh-jauh pergi ke Amerika, di sini kamu juga bisa menjumpai Hollywood mini yang super keren. Di zona Hollywood ini, kamu juga bisa melihat patung Hulk yang sedang mengamuk dan menginjak sebuah mobil. Uniknya, patung Hulk dibuat dari onderdil mobil serta motor bekas, lho. Bukan hanya itu, di lokasi ini juga terdapat banyak replika kendaraan yang digunakan dalam film-film box office. Yakin, enggak mau ke sini?

Kamu bisa menikmati miniatur Buckingham Palace disertai taman mungilnya yang indah


Sumber


Bukan hanya bisa bekeliling dunia, Museum Angkut juga membuat sebuah miniatur istana Buckingham lengkap dengan taman yang bikin suasananya mirip banget dengan aslinya. Istana yang sangat terkenal di Inggris ini juga disertai patung Ratu Elizabeth, lho. Lengkap banget ‘kan?

Pelabuhan Sunda Kelapa tempo dulu juga bisa kamu jumpai lengkap dengan miniatur kapal-kapalnya, lho!


Sumber


Nah, ini dia yang tak kalah menarik dari beberapa zona yang disediakan di Museum Angkut. Selain menampilkan zona Uni Eropa, museum transportasi ini juga menyuguhkan suasana pelabuhan Sunda Kelapa tempo dulu yang khas banget disertai toko-toko bertuliskan nama-nama ejaan Belanda. Kamu juga bisa melihat-lihat kendaraan khas zaman dulu seperti andong dan mobil antik lainnya.

Pasar Apung menawarkan beragam kuliner khas nusantara, lengkap banget!


Sumber


Terakhir, kamu bisa mengisi perut dengan mencoba beragam kuliner khas nusantara yang disediakan di Pasar Apung ini. Tempat ini menjadi sangat unik karena kamu bisa menaiki perahu sambil mencari makanan yang kamu inginkan. Bukan hanya itu saja, di sini kamu bisa membeli souvenir yang dibuat langsung oleh para pengrajin.

Itulah beberapa hal yang bisa kamu temukan di Museum Angkut. Museum yang terletak di Jl. Terusan Sultan Agung Atas, Batu ini bisa dijadikan lokasi wisata keluarga yang asyik banget saat liburan nanti. Sayangnya, kamu juga harus bersiap untuk berdesak-desakan, ya, mengingat tempat ini selalu ramai apalagi di waktu libur.

Gimana, apakah kamu tertarik untuk melihat museum transportasi ini secara langsung? Yuk, ajak orang-orang terkasih biar liburanmu semakin seru dan menyenangkan!

Custom Post Signature

Custom Post  Signature