Wednesday, August 17, 2022

Cara Menaikkan Berat Badan Anak Plus Resep Makanan Sehat & Lezat

Cara Menaikkan Berat Badan Anak Plus Resep Makanan Sehat & Lezat
Photo by Tanaphong Toochinda on Unsplash


Sejak punya anak pertama hingga kedua, masalah 'berat badan kurang' selalu menghantui hari-hari kami. Terutama waktu si bungsu berusia mulai enam bulan ke atas, dia dan kakaknya sering sekali kena batuk pilek dan diperparah alergi. Hal semacam ini sudah tentu memengaruhi berat badannya, kan? Gimana nggak kurus, sakit-sakitan dan mereka reflek muntahnya mudah sekali. Nggak harus dalam kondisi sakit, makan menu yang nggak disukai, kekenyangan sedikit, makan sebutir nasi keras, bisa muntah, lho.


Jadi ingat zaman menyusui dulu, mereka ini kalau gumoh nggak main-main. Bukan yang sekadar keluar ASI sedikit dari mulutnya, melainkan bisa muntah hebat sampai dari hidung. Padahal, ini hanya gumoh, lho. Apakah kondisi ini normal? Sejauh ini kalau ke dokter sih katanya nggak ada masalah dan baik-baik saja. Jadi, ya dijalani saja dengan legowo.


Waktu usia sekitar 6 bulan, si bungsu pernah demam sampai berhari-berhari tanpa gejala. Jadi, nggak ada batuk pilek, nggak ada diare, dan yang lainnya. Hanya demam terutama ketika jam 2 malam. Saya bawa ke rumah sakit ke mana-mana. Bolak balik cek darah dan cek urin sesuai saran dokter, semua hasilnya normal. 


Terakhir waktu itu saya bawa ke dr. Apin di Rumah Sakit Pasar Rebo. Saya percaya nih sama dr. Apin karena beliau salah satu dokter yang aktif di Milis Sehat. Dari sekian banyak dokter spesialis anak, rata-rata mereka nggak ngasih diagnosa pasti, tapi memberikan antibiotik tanpa tahu penyebab sakit anak saya ini apa. Katanya, bisa aja virusnya udah berubah jadi bakteri. Emang bisa, ya? :)


Namun, saat sampai di ruang dr. Apin, beliau lihat hasil cek darah dan urin, kemudian membolak balik si bungsu dan berkata, nggak masalah, kok ini. Dia baik-baik aja. Hanya memang usia sekolah dan ada adik di rumah memang rentan buat kena batuk pilek yang ping pong. Kesannya nggak sembuh-sembuh. Memangnya mau pisah rumah biar nggak ketularan? katanya. Beliau juga bilang ke saya, “Ibu ke sini hanya mau buktiin ke Bapak kan kalau anaknya baik-baik aja?”


Mungkin rata-rata anggota Milis Sehat awalnya seperti saya. Mau RUM dan nerapin di keluarga itu berat banget. Penuh ujian terutama dari pasangan. Dan benar, dr. Apin bisa menebak tujuan saya ke sana. Pulangnya kami hanya dibawakan oleh-oleh zat besi karena si bungsu memang anak ASI.


Keesokan harinya, barulah ketahuan kalau anak saya kena radang telinga atau OMA. Dan radang telinganya si bungsu ini termasuk yang berat. Setiap seminggu sekali saya selalu ke dokter THT untuk membersihkan telinganya dan mengobati batuk pileknya yang seperti nggak ada jeda.


Karena kemungkinan besar ada alergi, saya sampai cari banyak dokter alergi untuk memeriksa anak saya. Kami sempat ke RS. Bunda Menteng dan kemudian berakhir cek alergi lengkap di RS. Hermina Jatingera.


Di RS. Hermina, saya konsultasi dengan dr. Herbowo dan mulai program menaikkan berat badan anak. Mereka sempat dikasih resep susu berkalori tinggi, Nutrini Drink. Namun, setelah minum dalam waktu cukup lama, berat badan mereka nggak naik banyak juga. Capek, kan hayati :(


Berat Badan Juga Dipengaruhi Genetik

Cara Menaikkan Berat Badan Anak Plus Resep Makanan Sehat & Lezat
Photo by Tong Nguyen Van on Unsplash


Saya sebenarnya bukan orang yang selalu kurus. Jadi, nggak mungkin kurusnya anak-anak ini diturunkan dari saya…kwkwk. Namun, suami saya mulai bujang sampai sekarang tubuhnya nggak pernah gemuk. Justru berat badannya nyaris sama dengan saya yang tingginya nggak seberapa ini…hiks.


Dokter bilang, anak-anak kami berat badannya termasuk kecil, tapi masih normal. Namun, mereka masuk kategori yang kecil banget gitu, lho…kwkwk. Kalau pergi ke Posyandu bisa bahaya…kwkwk. Bukannya sehat malah dibully seperti teman saya yang saking takutnya sampai-sampai setiap ke Posyandu anaknya dikasih minum yang banyaak dulu biar berat badannya naik. Padahal, kalau dia konsultasi ke dokter spesialis anak, katanya anaknya masih normal, kok walaupun memang kecil. Persis seperti saya, kan? 


Kerabat kami yang anaknya seusia si bungsu juga punya tubuh yang nggak gemuk bahkan nyaris sama seperti anak saya. Padahal, kedua orang tuanya tipe gemuk. Mereka keluarga dokter yang artinya nggak mungkin mereka nggak tahu dan nggak usaha buat gemukin anaknya. Tapi, nyatanya anak-anak kami memang segini-segini aja. Waktu lebaran kemarin beliau bilang, leganya ada yang samaan…kwkwk.


Momen Masuk SD

Waktu si kakak masuk SD, fokus orang-orang bukan ke berat badannya, melainkan ke tahi lalatnya yang ada di pipi. Dari teman sekelas, kakak kelas, sampai wali murid pernah menertawakan dia. It’s okay, ya, Mas. Saya bilang, ketika kamu jadi orang hebat, orang-orang udah nggak akan lihat fisik kamu lagi. Mereka akan fokus pada hal-hal baikmu saja. Jadi, lakukan yang terbaik buat diri kamu. Bunda dan Ayah menerima kamu apa adanya, Nak *sad.


Namun, saat si bungsu masuk SD, fokus orang-orang pasti tertuju sama badan dia yang mungil dan mukanya yang masih baby face…kwkwk. Nggak mungkin anak saya nggak merasa. Namun, insya Allah semua orang tidak mengejek fisiknya, hanya kaget kenapa ada anak SD sekecil dia…kwkwk.


Pernah suatu hari temannya bertanya dengan polosnya, kok kamu kecil? Kamu beneran udah tujuh tahun?


Si bungsu bercerita dan berkata, tapi dia beneran nanya, kok, Bun. Jadi, adek nggak marah.


Setelah banyak kejadian serta komentar serupa, saya akhirnya mulai bersemangat lagi buat naikin berat badan anak-anak. Jadi ingat lagi momen dulu di mana saya sampai mati-matian ke sana kemari buat naikin berat badan mereka yang hasilnya nggak seberapa. Sampai akhirnya saya capek dan ya udahlah emang udah takdir kali :(


Naik 1 kg Dalam Sebulan

Anak saya ini tipe anak-anak yang makannya nggak bisa banyak sekaligus. Mereka nggak seperti anak-anak kebanyakan yang bisa makan burger masih ditambah nasi dan ayam juga. Anak saya makan porsi kecil saja perutnya sudah keras. Jika dipaksa bisa muntah.


Jadi, saya siasati dengan makan porsi kecil, tapi lebih sering. Menunya juga dibanyakin pakai protein hewani terutama daging merah. Menurut dokter spesiali anak yang menangani anak saya, mereka nggak butuh banyak sayur dan buah. Makan dalam jumlah wajar aja, tapi untuk daging merah sebaiknya dibanyakin. Ikan, telur, ayam juga boleh.


Saya sempat searching di Youtube juga tentang hal ini. Ada pengalaman ibu muda dengan balitanya yang berhasil menaikkan berat badan dengan memberikan menu daging setiap hari selama minimal 6 bulan. Hasilnya memang jadi chubby gitu pipinya…kwkwk.


Dia susah makan, makannya nggak bisa banyak. Jadi, daging sapinya dihaluskan kemudian diberikan sedikit tepung beras dan beberapa jenis saus supaya ada rasa. 


Kebayang makan daging mulu, apa nggak eneg, ya? Awalnya memang terpaksa katanya. Tapi ternyata jadi kebiasaan. Begitu juga dengan anak saya. Awalnya dia makan malas-malasan, setelah rajin diberikan makan lebih sering, dia jadi anak yang mudah lapar dan senang ngemil.


Begini jam makannya, pagi hari dia makan nasi dan lauk, istirahat pertama di sekolah dia makan camilan plus susu UHT, siang makan berat di sekolah. Jumlah makan di sekolah nggak pernah saya bawakan banyak karena dia kadang nggak bisa kalau terlalu kenyang, khawatir muntah. Jadi, saya berikan makan berat di sore hari atau diganti camilan, tapi yang mengandung karbohidrat gitu seperti kentang, sereal, roti, atau bahkan olahan daging. Pulang sekolah dia minum susu kurma yang saya buat sendiri. Malamnya dia makan berat seperti biasa. Untuk susu kurma saya buat dari 7 butir kurma ditambah 4 sdm susu formula. Kemudian haluskan dan saring. Jadikan dua gelas. 


Selama sebulan terakhir, baik si bungsu yang sudah 7 tahun dan kakaknya yang 11 tahun sama-sama sudah naik berat badannya sampai 1 kg lebih. Rasanya kayak mimpi. Terharu…huhu. Mari kita update sebulan ke depan, ya. Insya Allah akan saya ceritakan kembali hasilnya.


Namun, ternyata capek banget mesti bolak balik nyiapin makan, tuh…kwkwk.


Resep Makanan Sehat Untuk Menaikkan Berat Badan Anak

Cara Menaikkan Berat Badan Anak Plus Resep Makanan Sehat & Lezat
Photo: Dok pribadi


Anak-anak harus makan apa saja supaya berat badannya cepat naik? Seperti saya ceritakan sebelumnya, dari dokter spesialis anak yang menangani anak saya dan juga cerita dari teman-teman saya yang lain, berat badan anak bisa naik lebih cepat kalau kita kasih mereka banyak protein hewani, terutama daging merah.


Nah, PR banget kan ngasih anak kecil makan daging karena rata-rata mereka nggak bisa ngunyah daging dan menelannya? Solusinya memang mesti diolah, dihaluskan, dan dibuat berbagai macam menu yang enak buat mereka.


Beberapa resep yang akan saya share ini tidak memiliki takaran…kwkwk. Karena saya lebih sering pakai perasaan kalau masak, sih. Gimana dong? Tapi, siapa tahu idenya bisa dipakai, ya :D


1. Rolade Daging Sapi

Saya sering bikin nugget ayam udang sendiri di rumah. Jadi, rolade ini sebenarnya resepnya nggak beda jauh-jauh dari nugget atau chicken egg rolls gitu. Bahan utamanya saja diganti dengan daging sapi segar dan pilih bagian yang nggak banyak lemak, ya. 


Bahan-bahannya simpel, ada daging, telur, terigu, saus tiram sedikit, bawang putih, garam, merica bubuk, dan pakai es batu ketika menghaluskan dagingnya, ya.


Bahan-bahan yang tercampur rata itu kemudian dikukus dan dipotong-potong setelah dingin. Goreng langsung ketika akan menyantap. Bisa juga dicelup ke kocokan telur atau tepung bumbu. Hasilnya enak. Anak-anak doyan. Mereka makan dengan nasi hangat atau dicamil bersama kentang goreng. Dengan begini, anak-anak bisa makan daging, kan?


Catatan: Jumlah tepung terigu hanya sedikit. Hanya supaya daging merekat. Untuk 1kg daging bisa pakai maksimal 5 sdm.


2. Bakso Sapi

Resep bakso sudah banyak, ya? Di sini saya juga pernah share. Bakso sapi bisa disantap begitu saja atau bisa pakai nasi hangat. Bakso bisa dikreasikan dengan tahu yang lembut dan ditambahkan sayuran seperti sawi hijau. Yummy!


3. Spageti Daging Giling

Ini menu simpel banget sih karena saya pakai saus spageti yang sudah siap pakai. Supaya anak-anak bisa makan daging, kita bisa campurkan daging giling ke dalam saus spagetinya. Cara bikinnya juga gampang banget, kok. 


Haluskan daging dan juga bawang bombay kemudian tumis sampai matang dan harum. Bumbui dengan garam dan merica bubuk. Olahan daging ini bisa langsung dicampurkan ke dalam tumisan saus spageti, ya. Tinggal aduk ke spageti.


4. Risoles Rogut Isi Daging Sapi

Eneg nggak tuh makan daging mulu? Kwkwk. Salah satu menu enak lainnya yaitu risoles isi daging sapi cincang atau daging sapi giling. Resep risoles rogut bisa pakai resep yang teman-teman punya, tapi ganti isian rogut berupa sayuran atau daging ayam dengan daging sapi giling. Dagingnya yang banyak, ya dan tambahkan juga potongan wortel yang diriis dadu kecil. Asli ini enak dan kita bisa simpan buat stok di kulkas.


5. Perkedel Daging

Suka bikin perkedel kentang? Kali ini kita campur juga perkedel kentangnya dengan daging giling, ya? Jangan pakai daging yang banyak lemak atau urat supaya tidak alot. Jangan lupa tumis dulu dagingnya seperti saat kita membuat tumisan daging untuk campuran spageti, ya.


Daging yang sudah ditumis dengan bawang bombay ini wangi dan enak banget. Bisa disimpan di kulkas dan digunakan untuk campuran berbagai macam menu.


Gimana? Sudah cukup banyak, kan resepnya? Hehe. Semoga bisa membantu teman-teman yang punya masalah sama seperti saya. Jangan menyerah, ya. Memang rasanya capek dan melelahkan sekali, tapi kalau ada hasilnya, kita pun jadi ikut lega.


Saya nggak tahu anak saya ini bisa naik berat badannya karena susu kurma yang rutin diberikan setiap hari atau karena memperbanyak jumlah makan? Intinya semua dicoba dan dicoba. Asal sehat dan aman, insya Allah nggak masalah dikonsumsi.


Salam hangat,


Friday, August 5, 2022

Kenapa Harga Ilustrasi Itu Mahal?

Kenapa Harga Ilustrasi Itu Mahal?
Photo by Sorin Gheorgita on Unsplash


Sedikit cerita, kemarin sempat bahas tentang harga ilustrasi dengan teman sesama ilustrator. Rata-rata calon klien yang baru tahu dan pengin pakai jasa kami kaget dengan harga satu halaman ilustrasi untuk buku sejenis picture book. Mereka kira harga ilustrasi itu murah meriah dan tidak butuh biaya banyak untuk membuat buku picture book. Namun, faktanya harga yang kami tawarakan nggak sesuai dengan harapan. Terus piye?


“Sudah capek-capek upgrade ilmu, tapi malah dibayar murah? Emmoh!


Begitu kata salah satu ilustrator ketika gambarnya dihargai sangat murah. Kebanyakan orang masih kurang menghargai jasa ilustrator dan mungkin belum sepenuhnya menganggap bahwa membuat gambar itu juga pekerjaan yang tidak mudah. Walaupun ngerjainnya di rumah, bukan berarti bisa disambi leyeh-leyeh sesuka hati apalagi sambil malas-malasan. Saya pribadi merasa membuat gambar ini lebih menguras waktu dan tenaga ketimbang menulis buku. Kayak capeknya berasa banget.


Untuk membuat satu halaman bergambar, kita nggak bisa kerjain sambil sat set sat set. Apalagi jika belum ada deskripsi gambar dari penulis, kita mesti mikir sendirian. Biasanya, penulis sudah menyertakan naskahnya dalam bentuk tabel dan deskripsi ilustrasi sehingga hasilnya nggak terlalu jauh dari keinginan dan bisa meringankan pekerjaan ilustrator juga.


Kenapa Harga Ilustrasi Itu Mahal?

Kenapa, ya kira-kira? Saya hanya ilustrator kemarin sore, benar-benar baru masuk di dunia ilustrasi digital. Baru dua tahun terakhir saya mengerjakan gambar-gambar untuk klien baik dalam maupun luar negeri. Namun, saya juga berjuang untuk sampai di titik ini. Mulai dari upgrade skill, keluar modal untuk alat tempur yang nggak murah, ide, waktu, dan juga tenaga. Apalagi bagi mereka yang menjalani pendidikan formal, semua tidak mudah. Gimana masih bisa bilang kok mahal banget, sih?


Coba deh bayangkan membuat ilustrasi itu nggak pakai alat yang bisa menyulap keinginan sekali jadi. Seperti bim salabim gitu. Kita benar-benar menggambarnya dari awal. Mulai dari halaman kosong sampai jadi sketsa dan diwarnai dengan detail. Wow banget lho ngerjain gambar itu. Walaupun kita senang mengerjakannya, tetap saja memang ini kerjaan yang lumayan capek…hihi.


Bagaimana Menentukan Harga Ilustrasi?

Banyak orang bertanya tentang cara menentukan harga ilustrasi. Saya pribadi kurang jago dan masih selalu takut-takut saat menentukan harga. Biasanya saya bertanya kepada teman supaya harga yang saya tawarkan tidak terlalu mahal. Karena sangat mungkin ada calon klien yang benar-benar baru mengerti dunia ilustrasi dan nggak tahu harga pasaran di luar berapa. Jadi, jangan sampai harga yang kita kasih kemahalan.


Menentukan harga ilustrasi bisa dilihat dari kualitas gambar kita. Kita sangat tahu dan bisa menerka harga yang pantas berapa. Seberapa detail gambar yang diinginkan? Makin detail makin mahal karena butuh waktu lebih lama untuk mengerjakannya. Sampai lupa masak dan nyuci kalau ngerjain beginian tuh…kwkwk.


Di luar sana, ada ilustrator pemula yang ngasih harga sangat tinggi, tapi ada yang sudah bagus gambarnya masih ngasih harga sangat murah meriah. Jadi, semua dikembalikan lagi ke masing-masing orang.


Jika ada calon klien yang baru tanya-tanya soal harga, kemudian dia hilang entah ke mana, ya nggak masalah, berarti dia bukan target pasar kita. Mungkin dia merasa harga yang kita tawarkan terlalu mahal. Nggak masalah, kan? Rezeki kita bukan ada di dia. Iya, dia…eaaa.


Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Saat Menerima Pesanan Ilustrasi

Sebelum menerima pesanan gambar, ada baiknya kita menentukan juga jumlah maksimal revisi. Jangan sampai kita mabok karena revisi yang tak terhingga. Ini penting banget karena jujur capek kalau mesti revisi bolak balik, tuh :(


Apalagi terkadang ada klien yang kurang baik attitude-nya, ada yang super rewel dan sering ganti-ganti idenya. Sudah dibuatkan sesuai keinginan pertama, kemudian dia pengin ganti lagi yang berbeda 180 derajat dari gambar pertama. Kalau kita nggak ngasih batasan, bisa nggak kelar-kelar kerjaan, lho. 


Ada juga yang bisa dipertimbangkan, misalnya saja ada klien yang pesan gambar, tapi dia mau sesuai sama budget-nya. Bisa banget kita terima sesuai kemampuan dan kesediaan kita. Dengan harga segitu, kita bisa buat gambar yang lebih simpel, lebih sederhana dari gambar-gamabr dengan harga di atasnya.


Jadi ilustrator itu kelihatannya memang gampang. Apalagi kalau hanya lihat reels di Instagram saat menggambar. Sat set sat set. Coba pergi ke belakang layar dan lihat secara langsung prosesnya…hehe. 


Ngerjain ilustrasi dan ambil pesanan gambar terkadang nggak melulu tentang uang yang didapatkan, tapi juga kita lihat dari pengalaman belajarnya. Dengan mengerjakan proyek A, kita jadi banyak pengalaman dan melatih skill juga. Nggak ada ruginya. Namun, kita juga harus belajar yang lainnya, termasuk soal menentukan harga. Nggak mungkin juga, kan kita terus-terusan ngerjain pesanan ilustrasi pakai harga saudara yang free-nya sampai tujuh turunan? Ngeri…hihi.


Salam hangat,


Monday, August 1, 2022

Iritasi Kulit Bayi: Jenis, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Iritasi Kulit Bayi: Jenis, Penyebab dan Cara Mengatasinya
Photo by Jonathan Borba on Unsplash


Kulit bayi yang masih sangat lembut dan sensitif rentan mengalami berbagai masalah kesehatan, salah satunya adalah iritasi. Meskipun iritasi kulit bayi sering diidentikkan dengan ruam popok, nyatanya ini bukanlah satu-satunya masalah yang mengancam kesehatan kulit si Kecil. Iritasi kulit memiliki cakupan yang luas dengan sebab yang beragam sehingga orang tua perlu tahu hal apa saja yang dapat menjadi pemicu jadi dapat menghindarinya. Kabar baiknya adalah sebagian besar iritasi kulit bayi tidak berbahaya, kecuali terdapat infeksi lanjutan seperti jamur atau bakteri.


Mengenal Iritasi Kulit Bayi

Iritasi kulit bayi terjadi sebagai reaksi alergi ketika kulit buah hati yang masih sensitif bersentuhan dengan iritan, misalnya cuaca, bahan kimia tertentu, permukaan popok atau kain, air liur dan juga kotoran. Mengingat bayi memiliki sistem kekebalan tubuh yang masih berkembang, iritasi wajar terjadi kendati tidak boleh didiamkan atau dibiarkan begitu saja. Sebagian jenis iritasi memang dapat mereda dengan sendirinya dalam beberapa hari. Namun, biasanya iritasi seperti ruam menimbulkan rasa tidak nyaman seperti panas, gatal hingga perih yang membuat buah hati merasa tidak nyaman. Itulah sebabnya, orang tua perlu mempersiapkan perawatan kulit bayi untuk situasi seperti ini salah satunya salep ruam. 


Jenis dan Penyebab Iritasi Kulit Bayi

https://www.bepanthen.co.id/memahami-kulit-bayi-anda/kulit-bayi/masalah-kulit-bayi
Photo by Picsea on Unsplash


Iritasi kulit bayi ada banyak macamnya, dengan faktor pemicu yang berbeda-beda. Berikut ini adalah beberapa jenis iritasi kulit yang sering dialami oleh buah hati terutama yang berusia di bawah 2 tahun.


1. Ruam popok

Ruam popok bisa dibilang merupakan iritasi kulit yang paling sering terjadi pada bayi karena berkaitan dengan penggunaan popok sehari-hari. Ruam popok biasanya ditandai dengan kulit kemerahan yang mengilap, kulit kering dan mengelupas hingga lecet yang akan terasa perih saat disentuh atau terkena air. Tidak heran bila bayi akan mudah rewel dan menangis terutama ketika berganti popok atau mandi. 


Ruam popok dipicu oleh banyak hal, terutama masalah kebersihan diri. Jarang mengganti popok, popok yang terlalu ketat, permukaan kulit bayi yang terlalu lembab hingga reaksi alergi terhadap antibiotik ditengarai menjadi pemicu yang paling umum. Selama tidak terjadi infeksi lanjutan seperti jamur dan bakteri, ruam popok biasanya dapat sembuh sendirinya atau diobati dengan salep ruam.


2. Heat rash

Iritasi kulit kedua yang sering dialami terutama bagi bayi yang tinggal di daerah panas adalah heat rash. Cuaca yang panas membuat buah hati gerah, lebih mudah berkeringat dan dalam jumlah banyak. Jika keringat ini tidak dapat menguap sempurna, kelembapan akibat keringat akan “meracuni” kulitnya sehingga heat rash terjadi. Ruam karena cuaca panas ini ditandai dengan kulit kemerahan terutama di bagian ketiak, dada, leher, tangan dan kaki. 


3. Eczema

Iritasi kulit selanjutnya adalah eczema. Dibandingkan dengan jenis iritasi lain, eczema tidak semata-mata disebabkan oleh lingkungan sekitar atau cara perawatan bayi yang kurang tepat, namun juga faktor keturunan. Eczema ditandai dengan kulit kemerahan, kering hingga mengelupas yang akan semakin parah jika ternyata buah hati alergi dengan bahan kimia tertentu yang ada pada kain atau detergen yang biasa digunakan. Pada beberapa kasus, eczema akan mereda seiring pertambahan usia si Kecil dan menguatnya sistem kekebalan tubuhnya.


4. Infeksi jamur

Iritasi kulit yang terakhir adalah yang disebabkan oleh jamur. Biasanya, infeksi jamur muncul di area yang mudah berkeringat, lembap dan juga tertutup sehingga menciptakan kondisi hangat yang disukai jamur untuk berkembang biak. Salah satu infeksi jamur yang sering terjadi adalah saat ruam popok muncul. Kulit bayi yang terlalu lama tertutup oleh popok basah akan terasa lembap dan basah karena tidak ada sirkulasi udara. Alhasil, jamur memperparah ruam yang terjadi dan ditandai dengan kemerahan yang disertai bintik menyebar atau bintik berair yang gatal dan juga perih. Umumnya, infeksi jamur ini membandel dan butuh waktu lebih lama untuk pulih.


Cara Mengatasi Iritasi Kulit Bayi

Iritasi Kulit Bayi: Jenis, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
Photo by Ignacio Campo on Unsplash


Penanganan iritasi kulit bayi tergantung dari kondisi kulit buah hati dan jenis iritasinya sendiri. Namun, jika dilihat secara umum sebenarnya ada perawatan yang bisa dilakukan supaya bayi terhindar dari iritasi atau jika terlanjur terjadi, iritasi dapat mereda dalam waktu singkat.


- Pastikan tubuh bayi selalu kering dan bersih, terutama di area yang tertutup popok maupun pakaian. Ketika permukaan kulit tidak mendapatkan sirkulasi udara yang baik, permukaannya kulitnya akan terlalu lembab dan gesekan dengan permukaan popok atau kain membuatnya meradang. Untuk itu, rutinlah mengganti popok misalnya 2 jam sekali tanpa menunggu penuh. Dan juga, jika cuaca panas dan si Kecil berkeringat, segera ganti bajunya dan taburkan bedak yang aman untuk bayi agar kelembabannya terserap.


- Hindari produk berbahan kimia, seperti parfum atau paraben yang berpotensi memicu alergi karena menyebabkan kulit kering. Sekarang ada banyak produk dengan kandungan alami dan aman. Jika buah hati sering mengalami ruam apalagi eczema, pertimbangkan untuk memilih produk berbahan alami agar kemungkinan alergi serta iritasi dapat ditekan.


- Mengoleskan salep ruam. Salep ruam dikenal juga sebagai barrier ointment di mana fungsinya bukan hanya meredakan iritasi dan peradangan ringan pada kulit namun juga menguatkan skin barrier sehingga kulit bayi tidak mudah iritasi ketika bersentuhan dengan permukaan popok.


Bepanthen adalah salep ruam dengan kandungan alami dan aman untuk kulit buah hati. Diperkaya dengan dekspanthenol dan juga lanolin, penggunaan rutin sesuai aturan dapat membantu meredakan iritasi kulit bayi seperti ruam sekaligus memberikan perlindungan dengan meningkatkan skin barrier. Pastikan kulit si Kecil dalam kondisi kering dan bersih sebelum mengaplikasikannya ya.


Salam hangat,