Sunday, November 5, 2023

Resep Roti Sosis Ekonomis Super Lembut, Yummy!

Resep Roti Sosis Ekonomis Super Lembut, Yummy!


Hai, hai! Biasanya, teman-teman blogger yang jarang ngisi blognya selalu mengawali paragraf pertama dengan kalimat seperti ini, “Alhamdulillah, bersyukur banget akhirnya bisa kembali mengisi blog setelah sekian lama menghilang dari planet bumi.” Kwkwk. Dan kalimat ini pula yang saya gunakan untuk mengawali postingan pertama di bulan November ini! :D


Nggak banyak aktivitas baru di beberapa bulan terakhir selain menulis naskah, bikin konten, dan baking. Yes! Kayaknya jadi lumayan sering baking sejak kakak masuk pesantren. Setiap mau ke sana, selalu mikir mau buat apa, ya buat dia? Haha.


Kemarin, setelah membuat donat dua kloter, saya memaksakan diri membuat roti sosis ini. Alasannya, karena saya pikir Kakak nggak akan mau makan donat. Dia nggak terlalu suka, selalu bilang gampang eneg kalau makan donat. Jadi, saya membuat alternatif camilan lain supaya dia bisa makan hasil bikinan emaknya. Sedangkan donatnya bisa buat teman-teman sekamarnya.


Tapi, ternyata, si Kakak kali ini malah makan donat beberapa biji. Katanya enak! Ini beda dengan yang biasanya… haha. Ya tentu, soalnya saya sampai ikutan kelas supaya bisa bikin donat yang enak.


Karena nggak memungkinkan berbagi resep donat dari kelas yang saya ikuti, mari kita coba membuat roti sosis ekonomis ini saja. Resepnya saya pakai dari resepnya ci Tintin Rayner, ya. Hasilnya lembut banget, masya Allah.


Alasan Kenapa Rotimu Selalu Gagal Mengembang

Hayo, ngaku siapa yang rotinya selalu bantet? Beribu kali nyoba beberapa resep *ceilah…kwkwk, saya mulai paham ada beberapa faktor yang bikin roti kita nggak mengembang dengan baik alias bantet.


Hal pertama yang perlu diperiksa adalah ragi. Apakah ragi yang kita gunakan masih aktif atau baru dibuka beberapa hari lalu, tapi disimpan di tempat yang salah. Saya selalu menyimpan ragi yang sudah terbuka di freezer atau bisa juga di kulkas, tentunya dalam kondisi tertutup rapat. Dengan begitu, mau berbulan-bulan sekalipun, ragi yang saya pakai tetap bagus.


Kedua, memang nggak mudah mengadon adonan roti apalagi kalau kita pakai tangan atau hand mixer. Namun, kalau mau telaten, adonan kita bisa banget jadi kalis elastis. Hanya saja butuh waktu yang lebih lama dan yang pasti jangan sampai adonan kita jadi hangat saking lamanya diulen, ya.


Saya pribadi sudah beberapa tahun menggunakan mesin roti Re Bread. Diulen dua kali sudah pas. Adonan biasanya pakai air es supaya tetap dingin saat diulen. Hasilnya, insya Allah selalu bagus. Kalau Re Bread terlalu mahal, ada merek lain yang nggak kalah oke. Contohnya mereka Bread Master yang harganya jauh di bawah Re Bread. Hanya 1 jutaan saja dan insya Allah worth it. Apakah saya sudah coba? Saya sendiri memang tidak pakai, tapi kakak saya kebetulan pakai. Usianya sudah setengah tahunan. Alhamdulillah masih aman. Ini bukan endorse, ya. Hanya mencarikan solusi…kwkwk.


Ketiga, jangan over proofing, ikuti semua aturan dalam resep. Kebiasaan kita, nih yang super sibuk, Sukanya tiba-tiba pergi ke mana dan ninggalin adonan sampai berjam-jam. Kebayang nggak, sih itu adonan sakit hati gara-gara dikacangin? Kwkwk. Jangan bikin aturan sendiri, kalau nggak nurut, ya bisa aja gagal.


Satu lagi, entah kenapa, setiap saya membuat adonan roti yang menggunakan putih telur, hasilnya selalu kurang memuaskan setelah dingin. Berbeda dengan adonan yang hanya menggunakan kuning telur. Saya jadi kapok membuat roti pakai resep yang di dalamnya ada putih telurnya. Mending ganti saja dengan resep lain.


Bahan lainnya gimana? Perbedaan merek tepung yang kita pakai itu nggak hanya sekadar merek, ya. Ada terigu yang khusus dipakai untuk roti, ada juga yang dipakai untuk kue kering. Sedangkan untuk roti dan donat, tepungnya pun bermacam-macam. Ada yang murah, ada yang premium. Makin mahal, insya Allah makin bagus hasil rotinya.


Nah, kira-kira itulah yang saya pahami setelah beberapa tahun bergelut dengan adonan roti. Terlihat susah, tapi sebenarnya jika sudah terbiasa sangat mudah, kok. Yuk, dicoba saja.


Resep Roti Sosis Ekonomis

Resep Roti Sosis Ekonomis Super Lembut, Yummy!


Bahan:

200 gram terigu protein tinggi

100 gram terigu protein sedang

40 gram gula pasir

1 butir kuning telur

6 gram ragi instan

½ sdt garam

60 gram butter atau margarin

150 ml air dingin

1 sachet susu bubuk (optional, tambahan dari saya)


Cara membuat:

  1. Campurkan semua bahan kecuali butter dan garam. Uleni hanya sampai tercampur rata.
  2. Masukkan butter dan garam, uleni kembali sampai benar-benar kalis.
  3. Tutup adonan dengan plastik atau kain basah dan diamkan sampai 30 menit.
  4. Ambil adonan dan timbang masing-masing 40-50 gram. Sesuaikan selera. Saya sesuaikan dengan besar cup.
  5. Bulatkan adonan dan pipihkan atau gilas. Di sini saya beri isian keju spread mengingat adonannya cukup besar. Supaya ketika dimakan tidak kosong dan tetap enak…hehe. Bentuk sesuai selera dan beri topping di atasnya. 
  6. Diamkan kembali sampai mengembang 2x lipat. Bisa 30 menit atau sampai 1 jam tergantung suhu.
  7. Toppingnya bisa pakai saus tomat, saus sambal, potongan sosis, oregano, mayonaise, sampai bawang bombay.
  8. Setelah adonan mengembang, panggang di oven suhu 190-200’C sampai keemasan.


Voila! Roti sosis ekonomis siap disantap. Waktu hangat, asli ini lembut parah. Parah banget kalau nggak nyoba…haha. Setelah dingin, simpan dalam plastik. Rotinya bisa tahan sampai beberapa hari. Punya saya, di atas 3 hari masih aman, tapi kalau bisa segera dihabiskan, ya.


Teman-teman juga bisa jadikan ini sebagai ide jualan atau bekal untuk si kecil di rumah. Sedikit rempong, sih, ya, tapi asli ini worth it banget, kok. Semoga bermanfaat.


Salam hangat,