Top Social

Short Coacing#5 Bersama Indscript Creative: Mengembangkan Passion Menjadi Profesi

Foto: Pexels.com

Hai...Hai! Iya, kamu yang suka menulis dan sedang rajin-rajinnya belajar konsisten mengisi blog, atau kamu yang ngakunya senang menulis, tetapi nggak tahu mau mulai dari mana, atau kamu juga yang sudah memilih menulis sebagai passion. Kali ini saya mau berbagi tentang passion yang dapat dikembangkan menjadi sebuah profesi.

Tapi, kali ini berbagi atau sharingnya bukan di blog, melainkan di grup wa. Kamu bisa join di sini. Short coacing#5 bersama Indscript Creative ini memang rutin diadakan. Dan kabar baiknya, kamu bisa bergabung gratis, lho.

Masalahnya, sharing kali ini bakalan diisi oleh saya sendiri…kwkwk. Duh, malu dan deg-degan sebenarnya. Mau menolak takut kwalat. Apalagi janji bikin kelas berbagi bersama Sekolah Perempuan juga belum ketemu waktunya…hiks.


Dalam sharing kali ini, nggak akan jauh-jauh dari topik menulis, pengalaman saya selama menulis dan menghasilkan. Kayaknya nggak bakalan juga dong menyinggung soal resep…kwkwk.
Sebenarnya apa sih passion itu? Passion itu berbeda dengan hobi. Meskipun kayaknya sering disebut kembaran, tetapi keduanya sangat berbeda. Hobi itu lebih identik dengan kesenangan yang tidak kamu anggap serius. Sekadar suka menyanyi di kamar mandi, tapi nggak pernah ingin mendalami sampai ikut les. Sekadarnya saja. Sedangkan passion adalah kebalikannya.


Setelah kamu menemukan apa passion-mu, kamu bisa menekuninya lebih jauh. Misalnya saya yang suka menulis dan baru menyadari beberapa tahun terakhir kalau itulah passion saya. Ketika saya mulai menikmati, menyukai, berkorban banyak hal demi mendalaminya, maka saya nggak mau passion itu hanya sekadarnya saja, tapi saya mau passion ini juga bisa menghasilkan baik berupa karya nyata seperti buku ataupun mendapatkan penghasilan tambahan berupa materi.

Masalahnya, meski zaman sekarang sudah sangat canggih, semua informasi mudah didapatkan, tetapi rupanya masih banyak yang bingung memulainya. Gimana mengubah passion menjadi profesi dan menghasilkan? Gimana caranya? Apakah dengan menulis buku? Hmm, tapi nggak semua orang mampu menulis buku, itu terlalu sulit terutama buat pemula. Lalu apa dong?

Buat saya, jalan untuk mendapatkan penghasilan dari menulis bisa dengan banyak cara. Tapi, yang paling penting dan perlu kamu persiapkan adalah mental kamu dulu. Jangan sampai tumbang di tengah jalan seperti kebanyakan penulis pemula yang saya temui. Bikin blog gampang, tapi mengisinya dengan konsisten itu susah! Bahkan buat yang biasa menulis sekalipun, ternyata itu nggak mudah.

Kebanyakan orang yang saya temui begitu mudah memberikan alasan untuk gagal ketimbang berusaha untuk menang. Masa sih kamu selemah itu? Jujur saja, suka sedih melihat ada orang yang ingin belajar menulis, tetapi pada akhirnya justru diam-diam menyerah. Apakah sesulit itu membangun niat kuat untuk mengembangkan hobi atau passion kamu? Jangan terlalu diambil pusing soal teori menulis. Saya berani katakan bahwa semua itu bisa banget kamu pelajari sambil berjalan, kok. Dan masalahnya lagi-lagi semangatmu itu, lho.

Karena alasan itu juga, dalam buku ‘Berani Nulis Artikel, Ubah Hobi jadi Profesi’ yang baru terbit kemarin, saya tidak panjang lebar menulis tentang teori, melainkan lebih banyak memberikan motivasi. Sampai-sampai salah satu teman saya mengatakan bahwa buku ini lebih cocok disebut buku motivasi…haha.



Ada yang penasaran dan pengen punya bukunya? Kamu bisa cek di Shopee. Klik link ini. Nggak lupa promosi, ya. Pokoknya nggak mau rugi…haha.

Bagi kamu yang ingin mengikuti sharing saya bersama Indscript Creative, bisa join pada link yang sudah disebutkan di atas. Insya Allah, kita akan ngobrol lebih jauh, tidak hanya tentang semangatmu yang suka kendor, tetapi juga tentang banyak hal seputar dunia kepenulisan.

Kuy, semangat dan jangan lupa bersyukur.

Salam,

Kurangnya Edukasi Tentang Pemberian ASI Sejak Dini Membuat Banyak Ibu Baru Melahirkan Menyerah pada Susu Formula

Foto: kumparan.com

“Kok nggak ngasih ASI?”
“Kok nggak ditambah sufor? Nanti anakmu kurang, lho minumnya.”

Netizen maha benar, ya. Begini salah, begitu pun salah. Ngasih ASI aja salah, ngasi sufor juga salah. Pernah mendengar komentar semacam itu juga, kan? Kesel, kan dengernya. Tanpa bertanya kenapa, komentar semacam itu semakin panjang lebar, tak jarang menyinggung perasaan seorang ibu yang masih perih luka jahitannya.

Menjadi seorang ibu paska melahirkan itu nggak mudah, lho. Anak nangis kita juga pusing dan berusaha sebaik mungkin memberikan ASI. Bayi baru lahir masih belajar menyusu, wajar jika belum benar menyusu secara langsung, masih menangis karena pelekatan kurang tepat. Zaman melahirkan si sulung, sempat stres juga karena dia agak kesulitan minum ASI secara langsung. Karena di kanan kiri banyak komentar negatif, akhirnya menyerah dengan memberikan ASIP pakai botol. Alhasil, bukannya semakin pintar menyusu, dia malah bingung puting dan membuat emaknya semakin stres.

Saat kamu melihat seorang ibu yang melahirkan secara normal atau caesar, tak perlu menanggapi berlebihan. Sebab keduanya sama-sama bertaruh nyawa dan menginginkan yang terbaik. Kita nggak pantas jadi hakim di tengah kebahagiaan seseorang. Bahkan belakangan saya jarang bertanya tentang proses kelahiran, khawatir malah membuat seorang ibu menjadi nelangsa kalau saja dia gagal melahirkan normal. Nggak semua ibu melahirkan caesar sanggup dikomentari berlebihan. Iya, cukup kita bicara yang ringan dan jauhi obrolan sensitif.

Begitu juga soal pemberian ASI. Saat ini, memang sudah banyak perempuan yang belajar tentang pemberian ASI yang benar bahkan jauh sebelum melahirkan. Tapi, tak sedikit juga yang kurang tahu soal itu. Jangan pukul rata semua orang. Nggak semuanya paham gimana dan kapan dia harus memberikan ASI serta kapan harus menambah sufor atau susu formula bagi bayinya.

Kurangnya edukasi bagi mereka yang baru melahirkan membuat sebagian besar ibu gagal memberikan ASI, belum lagi kurangnya dukungan dari keluarga, pastinya membuat seorang ibu menyerah begitu saja.

Memberikan sufor atau ASI bukan tentang siapa yang terbaik, kok. Semuanya sama-sama sedang mengusahakan yang paling baik bagi buah hati. Tapi, ada baiknya kamu mengetahui poin-poin penting berikut sebelum memutuskan memberikan sufor bagi bayimu.

Buat Persiapan Matang Baik Saat Melahirkan atau Saat Pemberian ASI

Foto: bundanet.com
Apa saja yang bisa kamu lakukan sebelum bayimu benar-benar lahir ke dunia?

1. Cari informasi sebanyak mungkin tentang pemberian ASI dan proses menyusui yang kelihatannya mudah, tetapi sebenarnya nggak segampang itu juga. Kamu bisa membaca banyak informasi di website milis sehat atau website terpercaya lainnya, bertanyalah juga pada temanmu yang sudah berpengalaman.

2. Ajak suami saling bantu dan mendukung keputusanmu memberikan ASI esklusif sampai 6 bulan. Komitmen itu perlu, lho. Jangan lupa juga beri edukasi pada keluarga besarmu. Terutama kepada orang tua dan mertuamu. Supaya nanti tidak ada pendapat yang saling berbenturan dan malah merugikan bayi dan dirimu.

3. Carilah rumah sakit dan dokter yang pro ASI, mendukung sepenuhnya program early latch-on di mana bayimu harus segera disusui dalam waktu kurang dari satu jam paska melahirkan. Pastikan juga rumah sakit yang kamu pilih memiliki program rawat gabung.

4. Belajar pijat PD di klinik laktasi yang biasa disediakan oleh rumah sakit terkait. Kamu juga harus belajar menyusui dengan benar (pelekatan yang tepat) sebelum melahirkan. Semua itu biasanya dapat kamu pelajari di klinik laktasi, lho.

Sejak bayi lahir, jangan buru-buru memberikan sufor dengan alasan ASI belum keluar. Bayi bisa bertahan 48 jam sejak lahir tanpa apa pun. Jadi, terus susui saja karena isapan bayi baru lahir itulah yang membantu ASI cepat keluar. Banyak sekali poin-poin penting yang mesti dipelajari. Iya, memberikan ASI itu memang tidak gampang. Jadi, siapkan baik-baik sejak dini. Jangan sampai kamu salah memilih rumah sakit dan dokter, jangan sampai pasangan tidak mendukung atau malah tidak tahu menahu soal ASI ekslusif. Yuk pelajari dulu sebelum terlambat. Masih ada waktu sampai kamu melahirkan nanti.

Salam,

Kumpulan Template Blog Cantik dan Kece dari Vefio Themes Seharga 5-6$, Kamu Pilih yang Mana, nih?



Zaman sekarang, template blog cantik nggak melulu dari Jasa Website terkenal dan populer, Sodarah. Iya, kamu juga bisa mencari dan membelinya sendiri, kok. Salah satunya di Etsy. Yup! Di Etsy dijual banyak banget template keren dan pastinya bikin blog kamu semakin cantik. Kalau bisa cari yang jarang dipake orang lain, apalagi yang udah dijual sama Jasa Website karena biasanya yang begitu udah pasaran, sebab dia beli satu kemudian dipakai oleh sejuta umat.

Template-template yang saya sebutkan nanti memang harganya murah meriah, tapi jangan salah, yang nge-fans banyak, lho…haha. Template yang saya suka kira-kira memang nggak jauh berbeda dengan yang saya pakai sekarang. Rapi, bersih, nggak banyak hiasan di sana sini. Nah, kalau kamu tertarik selain yang akan saya sebutkan, kamu bisa cari sendiri di Etsy, kok. Gampang banget caranya, sama seperti ketika kamu belanja online saja. Cuma, kalau di Etsy, kamu harus bayar menggunakan PayPal, ya.

Sebenarnya apa gunanya punya blog dengan template rapi dan cantik? 'Kan yang penting isinya? Menurut saya, tampilan blog juga berpengaruh banget buat blogger karena itu menjadi salah satu kelebihan yang nantinya disukai oleh pembaca. Coba kamu tanya pada diri kamu sendiri, ketika kamu membuka blog seseorang, pastinya kamu juga akan memerhatikan template blognya, 'kan? Kalau bagus, maka kamu pun akan nyaman membaca artikel di dalamnya. Bagus itu nggak selalu dihujani salju atau ada bintang-bintang…hihi. Zaman sekarang, kayaknya orang lebih suka yang minimalis, bersih, dan rapi


Nah, jika kamu nggak bisa memasang template blog sendiri, kamu bisa pakai Jasa Website. Iya, kamu bisa membayar jasanya saja, sedangkan template blog dari kamu sendiri. Seperti yang saya lakukan pada template sekarang. Saya memakai jasa seorang blogger wanita dari IIDN, sedangkan template-nya saya beli sendiri di Etsy.

Nggak usah panjang lebar menjelaskan lagi, berikut beberapa jenis template yang bisa kamu beli dan gunakan untuk blog kesayangan kamu!

1. Rainbow Cake


Bagi kamu yang suka warna pink soft gitu, kayaknya cocok banget pakai template blog satu ini. Tampilannya nggak jauh berbeda dengan template blog saya sekarang, tetapi yang bikin manis itu bagian header-nya. Nggak terlalu polos dan pakai header minimalis pun tetap keren karena sudah ada warna-warna lain di sana.

Template ini bisa kamu dapatkan hanya seharga 5$ saja, lho. Kalau nggak punya atau nggak bisa bayar pakai paypal sendiri? Tenang, sekarang sudah banyak jasa paypal yang bisa bantu kamu, kok. Coba googling sendiri dan dapatkan template blog impian kamu!

Untuk demonya, kamu bisa lihat di sini. Jika suka, kamu bisa membelinya di sini. Mudah, 'kan?

2. Beauty Sea


Template responsive satu ini juga oke banget untuk blog kamu, lho. Tampilannya manis, dan yang pasti nggak ngebosenin karena template-template dari Vefio selalu terlihat rapi. Untuk template satu ini, kamu bisa mendapatkannya dengan harga 5$ saja! Murah banget, kan?

Kamu bisa cek demonya di sini. Jika tertarik, kamu bisa beli di sini.

3. Adelyn


Nah, kalau mau yang sedikit berbeda, kamu bisa pakai template Adelyn. Lihat tampilannya di sini. Minimalis banget dan selalu rapi seperti template sebelumnya. Template ini bisa kamu dapatkan dengan hanya membayar 6$ saja. Waduh, bisa kalap memang kalau melihat template yang dijual di Etsy…haha. Cek di sini jika mau membelinya, ya!

4. Beleza


Mau yang dominan putih dan minimalis? Coba kamu cek tampilan template Beleza satu ini.  Biasanya masih bisa diubah warnanya juga pada beberapa bagian, kok. Demonya cek di sini. Harganya juga nggak mahal, hanya 5$ saja, kok. Tampilannya juga rapi dan cantik banget, bikin postigan kamu jauh lebih menarik untuk dibaca. Jika tertarik, klik di sini.

5. Candy Fountain


Masih suka yang pinky? Cobain template Candy Fountain satu ini. Tampilannya bisa kamu lihat di sini. Hasilnya seperti keinginan kamu, ‘kan? Minimalis dan rapi! Harganya juga hanya 5$ saja. Coba cek di sini jika tertarik membelinya. 

Masih kurang? Kamu bisa cek template lainnya di sini. Meskipun banyak yang bilang template sejenis yang saya pakai ini murah atau malah murahan, tetapi hampir semua mengakui kalau template dari Vefio itu rapi, Sodarah. Sampai-sampai ada juga yang menjualnya juga, lho…haha.

Untuk template wordpress, kamu bisa cari juga di Etsy. Surga banget buat yang suka ngeblog seperti kita. Gimana, tertarik buat mencoba salah satu dari template di atas? Cuss, beli, deh! Kamu bisa cek dulu sebelum membelinya, biasanya warna-warna dalam template bisa kamu ubah, dan cek juga fasilitas lain yang diberikan jika kamu membeli template tersebut.

Salam,

Allah, Terima Kasih Sudah Mengajariku Lebih Kuat daripada Sebelumnya


Setiap manusia pasti diuji sesuai dengan kemampuannya. Tak mungkin Allah memberikan ujian melebihi kemampuan seseorang meskipun tak jarang kita dengar mereka mengeluh tak sangguh, tak kuat menahan rasa sakit yang menyentuh ulu hati. Saking sakitnya tekanan batin seseorang, bisa jadi dia lupa bahwa Allah sejatinya memberikan ujian untuk menguatkan, bukan sebaliknya.

Seperti kata teman saya, saya ini termasuk orang yang bisa melakukan banyak hal, memasak, menulis, menggambar, tapi sangat sulit menahan kesal pada seseorang. Entah harus bangga atau malah miris…kwkwk. Dia tulis itu di blognya, habis dipuji terus diempas! Sakit ‘kan? Untung masih teman, coba kalau orang lain, sudah saya blok dia…haha.

“Setiap orang punya ujian masing-masing.”

Betul, jangan merasa bahwa kita adalah orang paling sengsara di dunia ini. Jangan merasa bahwa kita paling diuji, sedangkan yang lain tampak enak hidupnya. Sebenarnya nggak begitu juga. Setiap orang punya kemampuan berbeda untuk menyelesaikan masalah, tidak semua orang yang punya masalah mau mengumbar rasa sakitnya ke media sosial, dan memang kita juga harus belajar untuk menyimpan baik-baik masalah kita, sebab tidak semua yang kita tahu boleh juga diketahui oleh orang lain. Karena kita nggak pernah masuk dalam kehidupan orang lain, jadi kita nggak pernah paham ternyata mereka yang diam dan tampak baik-baik saja juga sedang mengalami masalah tak berbeda jauh dengan kita, bahkan bisa jadi lebih berat.

Allah, terima kasih sudah memberikanku ujian, meski kadang kita masih mengeluh, menganggap itu terlalu berat dan tak sepantasnya kita pikul. Dengan begitu, kita jadi lebih giat berdoa dan beribadah. Allah tuh sayang sama kita dan nggak pengen kita jauh-jauh dari-Nya. Kadang, dengan adanya masalah, kita jadi lebih dekat, ‘kan?

Saya atau kamu mungkin punya banyak teori atau rumus dalam menghadapi ujian hidup, tetapi tak semua dari kita bisa lulus dengan mulus ketika ujian itu datang. Ya, meskipun kita paham, kalau sedang ada masalah sebaiknya bersabar, banyak berdoa, nggak perlu membalas. Tapi, kenyataannya ketika dapat masalah, semua berantakan…haha. Nangis dan nyesek itu sifat saya…kwkwk. Nggak mau menutupi, saya bukan orang yang kuat, kok. Kena senggol dikit kesel dan nangis. Tapi, waktu akan mengajari kita jauh lebih kuat. Karena itu, kita juga perlu bersyukur, dalam setiap ujian yang dihadapi, terdapat hikmah yang bisa jadi pelajaran berharga, yang bisa jadi nggak semua orang bisa merasakannya.

Lalu, apa yang harus kita lakukan saat sedang menghadapi ujian hidup yang seringkali membuat kita sulit bernapas, bahkan tak tahu bagaimana mencari jalan keluarnya?

1. Ujian menjadi jalan mendekatkan diri kepada-Nya
Karena itulah, harus kita syukuri, ternyata Allah masih sayang pada kita sehingga Dia tak mau kita terlampau jauh berjalan. Allah ingin kita mendekat lagi, Allah mau kita banyak berdoa lagi. Bisa jadi, sebelumnya kita terlalu sibuk mengurusi dunia, sampai-sampai tak pernah khusyu saat berdoa. Dengan adanya masalah, kita jadi lebih serius memohon ampun, kita lebih sering berdzikir. Banyak sekali hikmah yang bisa dipetik andai kita lebih banyak besyukur.

2. Ujian ada sebelum kenaikan kelas
Allah mau menaikkan derajat kamu, tetapi sebelumnya kamu harus melewati ujian. Kalau kata ibu saya, ini ujian bagi kamu karena hidupmu akan jauh lebih baik daripada sekarang. Setiap ada masalah, ibu selalu mengatakan itu sehingga saya pun bisa melihat masalah atau ujian itu dengan lebih positif. Nggak melulu kesel. Belajar pelan-pelan buat bersabar dan menerima apa yang sudah digariskan. Kita nggak bisa mengubah takdir, tapi kita bisa memilih mau menerima dengan lapang atau terus mengingkarinya.

3. Hindari curhat di sosial media
Sebab masalahmu tak melulu harus didengar oleh dunia. Iya, sosial media itu agak mengerikan jika dijadikan tempat curhat. Kita nggak pernah tahu siapa yang benar-benar peduli dan ingin memberikan solusi, kita juga tak pernah tahu siapa saja yang mau memanfaatkan situasi.

Kadang kita bisa jadi menemukan teman-teman baik di sosial media. Tapi, belum tentu dia sebaik yang kamu bayangkan. Karena banyak sekali yang pada akhirnya hanya jadi ‘pemanis’ dalam dunia maya saja. Pikirkan seribu kali jika mau curhat pada seseorang, terutama di sosial media. Dan satu lagi, kadang curhat itu nggak ngasih solusi, malah justru mengumbar aib seseorang. So, mending nggak usah curhat selama kamu merasa masih sanggup menanggungnya sendiri.

4. Orang iri tak harus dari mereka yang lebih buruk keadaannya
Bahkan yang sudah sukses, sekelas mentor, orang kaya raya pun bisa juga iri sama kamu. Ngerasa atau nggak, yang begini memang benar-benar ada. Entah karena kurang bersyukur atau gimana, kadang nggak habis pikir juga kenapa orang seperti mereka yang sudah melesat dan hebat masih iri sama junior atau orang di bawahnya. Jika sudah begitu, sebaiknya kamu jauhi dan nggak usah diambil pusing. Selama kamu tidak melakukan kesalahan, selama itu pula kamu nggak perlu merasa bersalah apalagi menyesali sesuatu. Ya sudah, itu urusan mereka. Semua pasti ada batasnya, kok.

5. Jangan khawatir, menangis tidak selalu menandakan kamu cengeng
Iya, kamu menangis? Nggak masalah dong. Sebab air mata juga mampu mengurangi stres, kok. Nggak masalah disebut cengeng selama kamu tahu batasannya tentu itu akan baik juga bagi kondisi batinmu.

Kadang, setelah menangis kita merasa jauh lebih lega. Kemudian lupakan dan jangan masukkan lagi ke hati jika ada masalah. Serahkan semua pada Allah. Kita nggak perlu pusing nyari jalan keluar, sebab kadang nggak berguna juga. Allah hanya mau kita belajar bersabar, lebih kuat, nanti Allah yang akan bantu menyelesaikannya.

6. Jangan menyesali keadaan, semua orang juga akan diuji
Yang mendapatkan masalah dan ujian bukan hanya kamu saja, kok. Semua orang juga diuji. Karena itu, jangan sampai kamu marah pada Allah yang menciptakanmu. Coba berkaca dan cari tahu, apakah masalah itu muncul karena kesalahan kamu atau bukan. Jika iya, segera perbaiki dirimu. Jika masalah muncul bukan karena kelalaianmu, maka bersabarlah. Jangan bersedih, Allah bersama kita.

Ada banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk memperbaiki keadaan saat mengalami masalah atau ujian. Ingat, Allah itu baik, kok. Mereka yang lalai saja masih diberikan rezeki, apalagi kamu yang rajin beribadah dan berdoa. Jangan putus asa, jangan menyerah, Allah selalu bersama hamba-Nya yang bertakwa. Terus tingkatkan ibadah kita, jangan sombong, ikhlaskan jalan hidup yang sudah Allah gariskan. Suatu saat Insya Allah akan berbuah manis.

Salam,

Capek-capek Menahan Lapar, Sebenarnya Kamu Diet untuk Sehat atau Demi Langsing?

Foto: Pexels.com

Jarang-jarang banget saya sharing tentang topik diet. Kenapa? Karena saya termasuk penganut ilmu aliran sesat, yang pengen diet, tetapi selalu gagal…haha. Oke, jangan ditiru, ya, Sodaraah.

Sejak kecil, saya selalu tumbuh apa adanya*orangnya tulus soalnya...kwkwk. Nggak pernah berlebihan baik tinggi maupun berat badan. Malah cenderung kurus dan pendek. Nggak pernah ngeluh dan bertanya-tanya juga kenapa saya nggak setinggi bapak? Pastinya karena saya lebih mirip ibu, sehingga badan saya pendek. Itu bukan masalah berarti. Hingga masuk SMP dan lulus pun, saya masih kurus dan mungil. Tapi…seperti petir yang muncul di siang bolong, saya justru gemuk setelah setahun berada di pesantren tepatnya saat SMA. Kutukan atau apa ini? Hihi.

Padahal, kalau dipikir, saya makan di sana nggak seberapa banyak. Asli makannya dikit banget. Nasi hanya ada sehari dua kali. Itu pun ditakar sebesar gelas air mineral yang dibuang separuhnya. Iya, hanya makan segitu doing. Tapi, banyak ngemil kali, ya…kwkwk. Jadinya bulat seperti tahu bulat, digoreng dadakan *ups!

Setelah itu, apakah saya pernah kurus lagi? Pernah. Ketika baru menikah. Tanpa diet, tanpa rekayasa, tanpa sulap, apalagi sihir…haha. Dua bulan setelah menikah dan pulang mudik, ibu kaget melihat anaknya tinggal kulit dan tulang. Apakah gerangan yang terjadi? Mungkin suaminya lupa ngasih makan, ngasihnya emas dan berlian mulu…kwkwk.

Setelah hamil anak pertama pun sempat kurus. Berat badan yang biasanya di atas 45, tiba-tiba berubah jadi 42. Idealnya justru di angka 40an. Tapi, berat badan 42 kg saja sudah kelihatan sangat buruk saking kurusnya…hiks. Kayak nggak bahagia gitulah hidup saya. Ibu saya nelangsa kalau lihat anak bungsunya sekurus ini…kwkwk. Mungkin tulang pipi saya juga nggak cocok untuk pipi chubby gitu. Alhasil, malah dikira kurang sejahtera hidupnya.

Tapi, kutukan itu muncul lagi. Setelah sulung besar, saya sudah gemuk lagi. Dan meskipun sudah punya anak kedua, nggak pernah melewati fase kurus-kurus lagi seperti dulu. Sedih, miris? Ya, sebenarnya nggak ada yang salah, nggak ada juga yang marah. Tapi, berat badan sudah 48 kg ternyata bikin kita serba nggak nyaman. Rasanya berat parah mau ngapa-ngapain. Sedangkan suami saya selalu konsisten di angka 43-45 kg. Kebayang nggak kompaknya kita. Sepertinya sang istri sering nge-bully suaminya…kwkwk. Suami saya tinggi pula, udah mirip angka 10 saja, kan kalau bergandengan?

Yang paling sulit ditahan sebenarnya bukan rasa lapar, melainkan godaan pengen ngemil. Apalagi dulu saya sering banget bikin kue atau roti. Mau nggak mau nyomot roti mulu sampai kenyang…haha. Tapi, saya sadar kok, tubuh kita nggak selamanya bakal seperti ini. Memasuki usia 29, saya ingin bisa hidup lebih sehat. Karena saya mulai paham, jika kerja tubuh nggak akan sebaik saat kita masih muda. Pasti akan mengalami penurunan.

Saya juga bukan orang yang mengerti jenis dan macam-macam diet. Karena selama ini yang ada hanya diet nggak niat…kwkwk. Sempat mencoba beberapa metode diet, seperti hanya makan protein yang akhirnya bikin kaki seperti nggak kuat berpijak meskipun sudah makan beberapa butir telur rebus sekaligus, diet tanpa karbo yang akhirnya nggak betah juga, dan terakhir OCD.

Buat saya, OCD atau Obsessive Corbuzier's Diet ini adalah diet terbaik yang bikin badan nyaman banget dan enteng. Setelah beberapa kali nonton videonya, saya pun sadar, bahwa yang harus kita kejar bukan langsingnya, melainkan sehatnya. Kalau badan sehat, sudah pasti semua aktivitas kita akan terasa nyaman dan ringan.

Seperti apa metode diet OCD ini? Mungkin teman-teman suda familiar dengan diet yang diperkenalkan oleh Deddy Corbuzier ini. Akrab dengan istilah jendela makan dan bertahap, ternyata diet ini benar-benar bikin nafsu ngemil saya berkurang. Punya anak kecil pastinya susah banget ngerem supaya nggak comot makanan mereka sambil nyuapin, meskipun nggak lapar, tapi keinginan ngunyah terus itu sangat mengerikan…hiks.

Hampir sebulan menjalankan diet ini, kadang gagal sehari dua hari, tapi besoknya tetap lanjut lagi karena merasa badan enak banget. Belum sebulan, berat badan turun sekitar 2 kg lebih. Itu pun kadang masih makan di luar jendela makan…haha. Bandel, ya? Tapi, saya tetap melanjutkan karena merasa nyaman banget. Pada akhirnya, saya mengejar kenyamanan alias sehat ketimbang ngejar langsingnya.

Jujur saja, saya belum membaca seluruhnya tentang metode diet ini yang katanya ada e-book-nya. Karena agak susah juga nyarinya. Akhirnya hanya baca-baca dan melihat video di Youtube saja. Intinya, kamu bisa makan pada jendela makan yang kamu pilih. Jika kamu pilih tahap pertama (8 jam), berarti kamu bisa makan hanya dalam waktu tersebut. Misalnya, dari pukul 10 pagi, kamu bisa mulai makan apa pun hingga pukul 6 sore. Selebihnya hanya boleh minum air putih atau yang tidak berkalori.

Enaknya di mana? Mungkin nggak membatasi menunya. Karena jujur saja, saya masih suka beli nasi padang dan makan berdua dengan suami saat akhir pekan, lho…kwkwk. Kalau sampai nggak bisa makan nasi padang, bisa merana hidup saya *lebay…haha.

Tapi, perlu kamu ingat, jendela makan 8 jam, 6 jam, 4 jam, dan puasa 24 jam itu akan berhasil jadi cara menyehatkan badan atau menurunkan berat badan jika kamu makannya nggak berlebihan. Iya, sewajarnya saja. Dan lagi, puasa 24 jam (makan hanya sekali) ini hanya diterapkan sesekali saja. Misalnya seminggu atau dua minggu sekali. Selebihnya kamu bisa pilih jendela makan 4 jam atau yang lainnya.

Awalnya pasti susah nahan godaan ngemil. Iya, karena masih boleh minum air putih di luar jendela makan yang dipilih, jadinya nggak terlalu lapar. Lama-lama malah nggak pengen makan…kwkwk. Jadi beneran bikin ngurangin nafsu ngemil? Pada saya, memang bekerja dengan baik.

Sehari-hari, kita sudah sangat berlebihan mengonsumsi kalori. Sadar atau nggak, kebiasaan buruk seperti ini kalau dipertahankan terus kayaknya kita sendiri yang bakalan rugi. Kesehatan itu mahal harganya, apalagi jika dalam keluarga terdapat riwayat penyakit tertentu, harus benar-benar hati-hati supaya kamu tidak bernasib sama.

Saat melahirkan si bungsu, dokter kandungan sempat menemukan semacam benjolan atau apa, saya lupa tepatnya, dan akhirnya beliau mengguntingnya. Alhamdulillah banget bisa ketahuan pas melahirkan. Dokter sempat komentar, katanya kasus seperti itu disebabkan terlalu banyak konsumsi lemak. Jleb! Oke, saya memang suka banget makan gorengan dan sejenisnya. Tapi, lihat efeknya, mengerikan banget…hiks.

Semakin ke sini, saya pun semakin menyadari jika kesehatan kita harus dijaga mulai sekarang, bukan memperbaikinya nanti setelah terlambat. Makanan sisa anak jangan disayang terus, ujung-ujungnya jadi tempat pembuangan…haha. Sebaiknya ambil sedikit, baru ditambah jika kurang sehingga meminimalisir makanan yang berlebihan kemudian berakhir di tempat sampah. Sayang banget.

Jadi, kamu diet untuk menurunkan berat badan atau pengen sehat? Apa pun alasannya, kamu harus tahu bahwa kesehatan itu penting. Makan berlebihan seperti menjadi sumber dari segala penyakit. Bahkan dalam agama Islam, kita memang tidak dianjurkan untuk berlebihan, termasuk saat makan.

Tapi, kalau soal olahraga, saya masih jauh di ujung planet Mars…kwkwk. Jarang banget olahraga apalagi sering menulis. Kerjaannya duduk berlama-lama di depan laptop dan begadang. Ini nggak banget memang. Jangan ditiru, ya. Yuk, jaga kesehatanmu dan jangan lupa tetap sewajarnya.

Salam,

5 Aktivitas di Bulan Ramadhan yang Bikin Kita Kangen dan Pengen Puasa Terus!

Foto: Pexels.com

Masya Allah, Ramadhan sebentar lagi menyapa. Nggak terasa, ya? Kayaknya baru kemarin kita merayakan Hari Raya Idulfitri. Sekarang sudah menjelang Ramadhan kembali. Ya, memang bulan puasa selalu bikin kangen, bukan hanya karena ritual ibadah yang berbeda dengan hari-hari biasa, melainkan juga banyak momen yang selalu bikin kita kangen, baik suasananya maupun aktivitasnya.

Tahun kemarin, qadarallah saya nggak mudik. Sebelum lebaran saya dan keluarga sempat pulang dua minggu kemudian umroh. Ya, mau diakui atau nggak, capek fisik itu masih terasa banget karena jaraknya berdekatan. Apalagi sepulang umroh, suami meriang parah dan lama banget pulihnya. Kita semua mengira itu disebabkan karena kepalanya yang dibotakin usai umroh…hehe. Bisa juga karena memang capek minta ampun karena kita nggak rehat selama di Turki, dihajar habis buat traveling kemudian lanjut umroh.

Insya Allah tahun ini saya akan mudik, Sodarah. Senang dan nggak bisa ngebayangin harus naik kereta ke Bandung dulu baru Malang…kwkwk. Bawa anak dua dan dalam kondisi berpuasa *lebay…haha. Ini kali pertama kami harus pulang naik kereta sambil bawa anak-anak, sebab sejak punya anak, saya nggak pernah berani pulang naik kereta. Sebab apa? Karena takut anaknya rewel selama sehari semalam perjalanan. Kali ini, kita harus bisa *sambil mewek…huhu.

Suasana Ramadhan di sini dengan di kampung halaman tentu saja sangat berbeda jauh. Iya, mulai dari menunggu adzannya, nyari takjilnya, suasana jalanannya, menu berbuka dan sahurnya, pokoknya semua beda banget!

Daan, saya kangen banget pengen buka puasa dan sahur di rumah bareng orang tua. Apalagi mereka sudah sepuh, pastinya ngumpul bareng anak-anaknya adalah momen yang sangat diharapkan. Saat tua nanti, saya akan tahu banget rasanya. Sadar saya pun akan seperti mereka, saya nggak pengen ngecewain, jangan sampai nyakitin juga. Jika kita nggak bisa membantu, setidaknya jangan merepotkan apalagi nyakitin hati mereka *kenapa jadi mellow…hehe.

Tahun ini saya pulang kurang lebih 10-12 harian. Buat ibu saya, itu singkat banget…hehe. Pengennya nemenin terus, tapi kondisi memaksa kita seperti ini. Ibu diajak tinggal di Jakarta sudah jelas menolak, saya di sana terlalu lama juga mustahil karena di Jakarta sudah punya tanggung jawab juga. Semoga suatu saat bisa berkumpul lebih lama, ya, Bu. Sedih banget sebenarnya harus berpisah dari orang tua. Tapi, keadaan memang memaksa kita seperti ini. Yang penting semua sehat, rukun juga, insya Allah jarak bukan masalah berarti.

Kalau di Jakarta, bulan Ramadhan identik sama penjual takjil yang memenuhi sisi jalan. Rame banget penjual dadakan menuju pasar tradisional di sini. Tapi, kadang saya kurang suka juga sering beli makanan matang karena lebih sering nggak cocoknya di lidah ketimbang cocoknya. Kecuali beli di kedai langganan. Kalau beli di penjual dadakan, kayaknya harus milih banget.

Jadi, tahun kemarin lebih sering masak sendiri ketimbang beli kecuali terpaksa atau pengen banget. Selain itu, apa saja rutinitas di bulan Ramadhan yang selalu ngangenin?

1. Momen buka puasa selalu jadi waktu yang dinanti
Sejak sulung mampu puasa penuh, momen adzan Maghrib selalu jadi waktu yang menarik dan dinanti…haha. Kalau buat orang dewasa, mungkin sekadar haus banget, ya. Tapi, bagi anak-anak, rasanya berlipat antara haus dan juga lapar.

Biasanya anak-anak suka nggak sabaran nungguin adzan dan pengen banget lekas buka puasa. Pas udah berbuka sebelum waktunya, rasanya nggak seseru yang dia pengen. Ya, begitulah godaannya, Nak..hehe. Saya tidak ingin memaksa si sulung puasa penuh. Kalau bisa dan mampu, bisa lanjut, tapi kalau tidak kuat, bisa berhenti. Karena kenyataannya mereka belum wajib. Belajar harus menyenangkan supaya nggak bosan dan ‘kapok’. Jika berhasil beri pujian, jika gagal ya sudah, dia udah  berusaha, kan? Nggak perlu dianggap pusing.

2. Shalat tarawih dan menghatamkan Alquran
Selama di Jakarta, saya nggak pernah ikut shalat tarawih di masjid. Selalu di rumah. Tapi, suasana shalat tarawih di masjid yang terdengar dari pengeras suara sampai juga hangatnya ke hati.

Zaman kecil, saya selalu ikut shalat tarawih di mushola. Dan itu seru banget memang, ya. Zaman dulu kita asyik-asyik banget mainnya, beda sama sekarang yang sudah didominasi sama gadget…haha. Main-main di luar jadi hambar. Anak-anak udah pegang gadget semua…hadeh.

Selain shalat tarawih, kita juga terbiasa kejar-kejaran dan berusaha menghatamkan Alquran. Bulan Ramadhan adalah bulan istimewa, sayang banget kalau nggak diisi dengan kegiatan yang bermanfaat.

3. Nungguin kelanjutan iklan menjelang atau saat Ramadhan
Sekarang iklan-iklan sirup sudah muncul di televisi. Yang paling seru dan bikin penasaran itu adalah iklan Marjan…kwkwk. Asli iklannya selalu bikin penasaran karena dibuat bersambung gitu. Udah tahu belum iklan terbarunya? Haha.

Iklan seperti itu memang sangat identik dengan bulan Ramadhan, lho. Karena rutin dibuat setiap tahun, jadinya selalu dinanti dan jadi kode bahwa Ramadhan sudah dekat.

4. Persiapan mudik
Sejak merantau dan menetap di Jakarta, saya mulai melakukan aktivitas tahunan seperti yang lainnya, mudik! Menyenangkan dan pastinya butuh biaya yang tidak sedikit. Setelah punya anak dua, persiapan mudik pun semakin tidak gampang…haha. Saya orangnya suka panikan, jadi nggak pengen ada sesuatu yang kurang. Misalnya, baju-baju ya harus bawa banyak, takut anak muntahlah, inilah…haha. Jadi, bawaan bejibun.

Setelah mereka agak besar, saya belajar untuk mengurangi barang bawaan biar tidak terlalu merepotkan. Terlebih jika kalau seperti sekarang harus naik kereta. Sebisa mungkin harus simpel dan ringkas.

5. Puasa di kampung halaman
Saya selalu mudik di akhir Ramadhan. Jadi, punya kesempatan untuk puasa di kampung halaman bersama orang tua dan mertua. Di sinilah saya bisa makan makanan kesukaan saya ketika masih kecil.

Makanan apa yang selalu ada saat bulan Ramadhan? Ibu tuh pandai banget memasak. Meskipun masaknya asal-asalan, tapi rasanya enaak banget. Ibu suka bikin cendol sendiri, saat buka puasa, kita biasa makan sayur bening, nasi jagung, sambal dan lalapan. Sederhana tapi entah kenapa lebih enak ketimbang makan daging atau ayam…haha.

Nah, pas sahur, bapak tuh suka banget makan pakai terancam. Tahu, ‘kan? Yang terbuat dari parutan kelapa, tempe kukus, dan mentimun? Terus makannya pakai sayur bening. Atau menu khas seperti bothok daging cincang. Jadi, ngiler…duh.

Itulah beberapa aktivitas seru dan selalu bikin kangen setiap Ramadhan tiba. Gimana, apakah kamu sudah siap melaksanakan ibadah puasa tahun ini? Semoga tahun ini ibadah kita bisa lebih maksimal ketimbang bulan sebelumnya, ya!

Salam,

Tentang Agensi Naskah, Penerbit Mayor, dan Penerbit Indie, Mana yang jadi Pilihanmu?

Foto: Pexels.com

Bagi yang terbiasa menulis dan mengirimkan naskah ke penerbit, pasti sudah tahu  bedanya penerbit mayor dan penerbit indie. Tapi, kemarin sempat ada yang menanyakan hal ini pada saya, bahkan ternyata dia sama sekali nggak tahu, jika menerbitkan naskah ke penerbit mayor itu nggak butuh biaya plus buku dijual juga di toko buku.

Karena alasan itulah, saya mau berbagi tentang kedua jenis penerbit ini. Semoga postingan ini bermanfaat dan bisa dijadikan pilihan terbaik bagi yang sedang galau ingin mengirimkan naskah. Buat saya pribadi, prioritas utama pastilah ke penerbit mayor dulu. Siapa yang tidak mau lolos di penerbit mayor? Pastinya semua sangat ingin meskipun prosesnya bisa jadi sangat panjang. Tapi, ada kepuasan tersendiri ketika buku terbit dan majang di toko buku.

Selama ini, saya juga pernah menggunakan agensi naskah untuk mengirimkan naskah. Buat saya, memang fee kita jadi berkurang, tapi jawabannya atau kepastian diterima memang memakan waktu jauh lebih singkat ketimbang kita mengirimkan secara mandiri. Tapi, ke depannya sudah pasti tidak mau juga bergantung pada agensi. Meskipun Insya Allah tetap akan menggunakannya.


Lalu apa saja perbedaan di antara agensi naskah, penerbit mayor, dan penerbit indie sejauh pengetahuan saya?

1. Agensi Naskah

Foto: Pexels.com
Buat penulis pemula, memakai agensi naskah bisa jadi pilihan yang sangat tepat. Alasan dulu kenapa saya menggunakan agensi, karena sejak awal saya kurang percaya diri untuk mengirimkan naskah secara langsung atau mandiri. Padahal, biasanya sok pede saja, kan? Haha. Ada kalanya ingin juga mencoba. Dan qadarallah, naskah kedua diterima oleh salah satu penerbit mayor.

Selanjutnya saya mencoba lagi sekitar awal 2019. Alhamdulillah, 3 naskah sekaligus di-ACC oleh penerbit mayor dan sedang proses pengerjaan ilustrasi untuk saat ini.

Sebelum kamu mengajukan naskah lewat agensi, ada baiknya kamu tahu apa saja yang akan dilakukan oleh sebuah agensi naskah ini? Istilah mudahnya, agensi ini membantu menjembatani penulis dengan penerbit. Naskah kamu yang masuk agensi biasanya akan diedit dan dirapihkan dulu sebelum dikirimkan ke penerbit. Setelah ada kabar diterima, naskah akan diproses dan diserahkan pada penerbit untuk proses layout dll. Enaknya, kalau lewat agensi, kita bisa kirim outline dulu, lho. Setelah jelas diterima, barulah kita selesaikan naskah tersebut sampai lengkap.

Tapi, ketika menggunakan agensi, kita juga harus mau berbagi royalty kepada mereka. Biasanya sebanyak 3% akan diserahkan pada pihak agensi, selebihnya untuk penulis. Kalau kurang tertarik, kamu bisa kirim naskah pada penerbit langsung.

2. Penerbit Mayor

Foto: Pexels.com
Kalau belum dicoba, pasti tidak akan pernah tahu, apakah kita berhasil atau sebaliknya. Karena itu, saya selalu mencoba mengirimkan naskah ke penerbit mayor dulu, meskipun kadang nggak pede dan kemungkinan ditolak lebih besar.

Apa keuntungan mengirimkan naskah ke penerbit mayor? Sama seperti ketika mengirimkan ke agensi, kita nggak dipungut bayaran sepeser pun alias free. Justru kita diberi bayaran tergantung kesepakatan bersama penerbit. Ada yang memberikan 10% atau 8%. Bisa juga lebih atau kurang. 10% itu dihitung dari harga jual buku dikalikan jumlah cetak kemudian dikurangi pajak sebanyak 15%. Yup! Pajaknya guede, Sodaraah…haha.

Sistem pembayaran pada penerbit mayor juga bisa dilakukan dengan dua cara. Bisa dengan sistem jual putus atau royalty. Jual putus di sini maksudnya penerbit hanya akan membayar naskahmu sekali saja. Sedangkan sistem royalty akan dibayar bertahap sesuai jumlah penjualan di toko buku. Selain itu, kita juga diberikan sejumlah bukti terbit berupa 5 buku (bisa kurang, bisa juga lebih).

Jadi, sebagai penulis, kita nggak punya keleluasaan memiliki banyak buku kecuali kita membelinya. Karena itu, suka bingung juga ketika banyak teman-teman minta dikasih gratisan. Mati gaya seketika…kwkwk. Karena seperti kamu tahu, jika masih penulis pemula, royalty yang kita dapat tak seberapa besar.

3. Penerbit Indie

Foto: Pexels.com

Secara umum, penerbit indie ini bisa diartikan media menerbitkan buku secara mandiri. Meskipun jenisnya bisa berbeda, bisa pakai jalur seleksi atau tidak, tetapi buat saya keduanya nggak terlalu banyak perbedaan. Hampir samalah intinya.

“Kak, memang kita bisa ya menerbitkan buku di penerbit indie kemudian didistribusikan ke toko buku?”

Beberapa penerbit indie sudah melakukan ini. Nggak mustahil karena beberapa penerbit indie punya pintu juga ke toko-toko buku. Jadi, kamu nggak perlu khawatir soal itu mengingat semua kemungkinan juga bisa saja terjadi pada penerbit indie. Kemungkinan apa? Kemungkinan buku dijual di toko buku dong…hehe. Tapi, sebelumnya kamu bisa pastikan dengan menanyakannya langsung sebelum memutuskan menerbitkan buku di sana.

Biasanya, ketika ingin menerbitkan buku pada penerbit indie, kita harus membayar sejumlah harga sesuai paket yang diinginkan. Misalnya kita mau cetak berapa dengan harga berapa. Bisa juga kita hanya membayar saat memesan buku dan daftar ISBN seperti yang ada di Bitread. Nggak tahu kenapa, sampai sekarang, saya masih lebih suka merekomendasikan teman-teman menerbitkan buku di Bitread ketimbang penerbit indie yang lain. Teman-teman bisa cari referensi lain karena penerbit Indie jumlahnya sangat banyak untuk saat ini. Jenis dan cara transaksinya pun akan berbeda.

Nah, itu dia sedikit bayangan tentang agensi naskah, penerbit mayor, dan penerbit indie. Kira-kira apakah masih ada yang bingung soal ini? Semoga bisa dipahami dengan mudah, ya. Untuk email-email penerbit, kamu bisa cari di Google atau kunjungi website dan sosial media mereka. Yuk, tetap semangat menulis dan jangan lupa bersyukur.

Salam,

7 Tips Memilih Travel Umroh yang Tepat Untuk Menemani Perjalanan Ibadahmu ke Tanah Suci


Foto: Pixabay

Melaksanakan ibadah umroh merupakan impian semua muslim di dunia. Termasuk juga saya. Membayangkan dapat melihat Ka'bah secara langsung kerap membuat mata basah. Gimana
sih rasanya bisa menginjakkan kaki di kota suci Makkah? Bagaimana rasanya bisa bersujud di depan Ka'bah? Bagaimana rasanya meneguk segelas air Zam-zam langsung dari tempatnya? Masya Allah, tidak ada kebahagiaan yang lebih besar bagi kita sesama muslim selain dapat pergi ke rumah Allah dan beribadah langsung di sana.

Setelah mendaftar haji, tidak ada keinginan lain yang lebih besar bagi saya selain lekas berangkat umroh. Menunggu antrean haji butuh waktu sangat lama. Belasan tahun. Jika ada rezeki, pastilah pergi umroh menjadi salah satu keinginan yang harus segera diwujudkan. Kenapa saya sangat ingin pergi umroh?

a. Sebab umroh merupakan jihad
Wahai Rasulullah, apakah wanita juga wajib berjihad?” Beliau Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Iya. Dia wajib berjihad tanpa ada peperangan di dalamnya, yakni dengan haji dan ‘umroh.”
(HR. Ibnu Majah)
b. Pergi umroh dapat membuka pintu rezeki dan menghapus dosa-dosa
Ikutkanlah umroh kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga.”
(HR. An-Nasai)
c. Mengikuti sunnah Rasulullah saw
Ibadah umroh merupakan ibadah yang juga dilakukan oleh Rasulullah saw semasa beliau masih hidup. Hal ini juga diikuti oleh para sahabat. Pastinya terdapat banyak kebaikan di dalam ibadah umroh ini sehingga ditunjukkan langsung oleh beliau.
Tapi, pergi umroh tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh biaya yang tidak sedikit. Kadang suka nggak tega juga, ketika ada orang yang sudah berusia lanjut, sampai menjual sawah dan hewan ternaknya demi berangkat umroh atau haji, tetapi malah tertipu travel yang tidak amanah.
Kita yang tidak ikut tertimpa musibah seperti itu saja kadang nggak habis pikir, kenapa masih ada orang yang mengambil kesempatan di balik perjuangan orang lain? Karena itulah, buat saya pribadi, memilih travel umroh yang amanah dan bertanggung jawab sangat diperlukan. Kita harus tahu betul travel umroh yang dipilih, jangan sampai hanya menipu dan mengambil untung demi kepentingan pribadi mereka.
Mencari travel umroh terdengar mudah, tapi kenyataannya tidak demikian. Sebab kebanyakan travel umroh yang akhirnya terbongkar ketidakjujurannya juga awalnya memiliki nama besar, sehingga mudah sekali mencari calon jamaah. Nah, kalau sudah begini, pastinya kita sendiri yang lumayan mengerti pun bisa juga tertipu.
Lalu, apa saja yang harus kita lakukan supaya bisa memilih travel umroh yang tepat, amanah, bertanggung jawab, serta bisa memberikan kenyamanan selama berangkat umroh ke tanah suci Makkah?
1. Pilihlah hanya travel umroh resmi yang sudah terdaftar di Kementrian Agama
Foto: Pixabay
Pastikan travel umroh yang kamu pilih memang sudah terdaftar di Kementrian Agama. Jangan mudah tergiur oleh harga murah, sebab bagaimanapun, berangkat umroh pasti butuh dana yang lumayan. Jadi, pilih harga yang wajar saja dan masuk akal dan pastikan benar-benar resmi.


Bagaimana kamu bisa tahu jika travel umroh yang dipilih sudah benar-benar terdaftar di Kementrian Agama?
1. Lihat tanda daftar perusahaan travel umroh
2. Travel umroh yang kamu pilih harus punya surat izin tetap usaha pariwisata
3. Lebih mudahnya, cek langsung nama travel umroh pilihanmu di website resmi Kemenag atau bisa datang langsung ke Kemenag.
2. Ketahui rekam jejak travel umroh yang kamu pilih
Foto: Pixabay
Selain bisa bertanya terlebih dulu kepada orang-orang terdekat yang pernah menggunakan travel umroh tersebut, kamu juga bisa memperhatikan perkembangan travel umroh itu dari tahun ke tahun.
Jika memang baik, pastinya penyelenggaraan Ibadan umroh dari travel tersebut akan dilakukan scara rutin dari tahun ke tahun. Semakin banyak keberangkatan, semakin baik juga kerjanya.
3. Abaikan harga murah dan tidak masuk akal
Foto: Pixabay

Seperti saya katakan sebelumnya, jangan mudah percaya dengan travel umroh yang menawarkan harga murah dan tidak wajar. Sebesar apa pun impianmu, jangan mudah tergiur dengan yang demikian. Karena tidak sedikit yang hanya sekadar menipu saja.
Kamu bisa periksa dan bandingkan harga travel umroh tersebut dengan harga-harga di perusahaan travel umroh lainnya. Jika ada selisih, pastinya tidak akan terlalu jauh, kok. So, tetap berhati-hati, ya dalam memilih travel umroh demi keamanan.
4. Cari tahu fasilitas yang diberikan
Foto: Pixabay

Bagi orang yang belum pernah pergi umroh, mungkin fasilitas bukan sesuatu yang perlu dipertimbankan. Dianggap sama rata. Tapi, sebenarnya, hal semacam ini sangat penting untuk dipastikan, lho. Kamu bisa bayangkan, jika harganya sama, kenapa kamu memilih travel A yang memberikan penginapan dengan jarak jauh dari masjid Nabawai atau masjid Al-Haram? Ya, mending ambil travel satu B yang memberikan fasilitas lebih baik, lebih dekat dengan masjid sehingga ibadah bisa lebih mudah dan tenaga kita pun tidak terkuras habis untuk perjalanan jauh setiap harinya.
Nyatanya, ada juga, lho travel umroh yang memberikan penginapan berupan rumah (kontrak) kepada jamaahnya. Padahal harganya sama saja dengan travel umroh lainnya. Meskipun kita tidak mengejar fasilitas dan mengutamakn ibadah, tetapi sadar atau tidak, hal seperti ini juga mempengaruhi kenyamanan ibadah kita nantinya.
5. Pastikan ada pembimbing umroh untuk menyempurnakan perjalanan ibadahmu
Foto: Pixabay

Poin satu ini juga tidak bisa dinomorduakan, lho. Berada di tempat asing pastinya membuat kita serba bingung. Meskipun sudah belajar sebelum berangkat, tetapi keberadaan pembimbing umroh sangat diperlukan.
Pembimbing umroh bisa mengarahkan kita saat beribadah, menjadi tempat bertanya, mengatur barisan ketika sedang melaksanakan ibadah umroh sehingga tidak terpisah dan membuat panik beberapa jamaah. Hal seperti ini perlu kamu pastikan sebelum memutuskan memilih travel umroh yang tepat.
6. Pastikan kamu bisa segera berangkat tanpa menunda selama bertahun-tahun
Foto: Pixabay

Umroh itu bukan haji. Jadi, nggak butuh antrean panjang untuk berangkat. Jika ada travel umroh yang menjanjikanmu berangkat 1 hingga 2 tahun lagi, kayaknya jangan gampang dipercaya, ya? Sebab itu bukan alasan tepat mengingat umroh memang tidak perlu mengantre.
Di sinilah pentingnya kamu mengetahui rekam jejak travel umroh tersebut sebelum memutuskan memilihnya.
7. Pilih travel umroh terbaik lewat Blibli.com yang menawarkan berbagai macam kemudahan

Mencari travel umroh yang tepat memang bukan hal mudah. Sebab itu, kamu harus benar-benar berhati-hati mencarinya. Sudah mencari ke mana-mana, tapi kayaknya belum dapat yang tepat dan pas di hati. Tenang, sekarang kamu bisa bernapas lega. Sebab, Blibli.com memberikanmu banyak pilihan travel umroh yang amanah, lho. Insya Allah, ibadah umroh akan lebih nyaman dan berkesan nantinya. 
Kenapa harus pilih travel umroh dari Blibli.com?
1. Sebab, travel umroh yang terdaftar di Blibli.com bisa dipercaya karena seluruhnya sudah terdaftar di Kementrian Agama dan bekerja sama dengan PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh)
2. Blibli.com memberikanmu banyak pilihan. Kamu bisa memilih salah satu paket umroh dan haji dari banyak Penyelenggara Perjalanan Ibadah umroh.
3. Terdapat banyak penawaran khusus atau promosi yang bisa kamu gunakan saat membeli paket umroh.
Jika ada yang lebih mudah, kenapa harus memilih yang sulit? Blibli.com benar-benar memberikan kemudahan bagi kita yang punya impian umroh ke tanah suci Makkah. Nggak harus cek ini dan itu, cukup pilih travel umroh yang sesuai keinginanmu dan jangan lupa, gunakan juga promonya supaya kamu dapat penawaran istimewa.
Gimana, masih bingung nyari travel umroh yang tepat untuk menemani perjalanan ibadahmu? Saya sih tidak lagi!
Salam,

Custom Post Signature

Custom Post  Signature