Top Social

Trik Menghindari Makan Nasi, Dibikin Enjoy dan Menyenangkan Aja!

cara menghindari makan nasi
Sumber karbohidrat tidak harus berupa nasi, lho. Masih banyak jenis sayuran yang tak kalah mengenyangkan (Foto: pexels)


Sudah nggak fokus mau ngapain di rumah, perasaan sama pikiran sudah mudik duluan ke kampung halaman. Apakah kamu merasakan hal yang sama? Akhirnya kegiatan beberapa minggu ini hanyalah ngeblog. Sementara naskah buku dan yang lain disimpan dulu. Kembali serius Insya Allah nanti setelah lebaran.

Kali ini saya mau bahas tentang trik bagaimana cara bisa menghindari nasi. Sebenarnya nggak ada cara khusus selain kemauan yang kuat, tetapi dalam prosesnya saya melakukan banyak tahapan yang mungkin tidak orang ketahui. Meski saya pemula banget dalam hal ini, baik soal OCD, diet kenyang, dan JSR (Jurus Sehat Rasulullah), tetapi saya pengen banget berbagi pada teman-teman. Saya ingin manfaat yang saya dapatkan bisa teman-teman rasakan juga.

Kenapa Harus Menghindari Makan Nasi?

Jika kamu mengikuti OCD, makan apa pun itu diperbolehkan. Nggak ada larangan bahkan yang berlemak sekalipun. Bebas! Tapi, makan hanya pada jendela makan yang sudah kamu tentukan sendiri waktunya.

Sedangkan untuk diet kenyangnya Dewi Hughes, kamu benar-benar harus menghindari nasi. Nah, dari sini saya mempelajarinya. Dewi Hughes sama sekali tidak konsumsi nasi, baik nasi merah, hitam, atau apa pun jenisnya. Karena ketika kamu makan nasi merah misalnya, nantinya kamu bakalan tergoda untuk makan nasi-nasi yang lain. Nah, dikhawatirkan malah kamu sendiri yang melanggar pantangan dalam diet ini. Lagian, karbo itu nggak harus dari nasi, kok. Masih banyak jenis karbo lain yang tentunya lebih menyehatkan.

Kenapa harus meninggalkan nasi terutama nasi putih? Seperti kamu ketahui, nasi putih yang sekarang kita konsumsi sudah tidak lagi memiliki serat dan zat gizi lainnya. Ya, bahkan kandungan glukosanya tinggi banget. Itulah kenapa dokter menyarankan penderita diabetes menghindari nasi. Alasannya karena nasi putih yang cantik, wangi, dan putih di atas meja makan kita tidak baik bagi kesehatan.

Berbeda dengan nasi yang biasa dikonsumsi orang-orang zaman dulu, masih ada kulit arinya, seperti beras pecah kulit kalau nggak salah istilahnya. Karena alasan kesehatan, saya pun mencoba menghindari nasi terutama nasi putih. Jika saya ingin konsumsi nasi di suatu hari (yang entah kapan…hehe), saya lebih memilih makan nasi jagung murni, deh. Tapi, selama menghindari nasi beberapa hari terakhir, masih belum ingin makan nasi.

Jika kamu mempelajari JSR atau Jurus Sehat Rasulullah dari dr. Zaidul Akbar, kamu akan menemukan alasan yang sama seperti yang saya jelaskan sebelumnya, bahwa beliau menganjurkan kita menghindari konsumsi nasi karena alasan kesehatan. Terutama menghindari nasi putih. Sedangkan untuk beras merah dan beras yang masih kaya akan gizi, masih dibolehkan, kok.

Karena dalam JSR kita tidak disarankan kenyang (seperti kebiasaan Rasulullah yang seumur hidupnya tidak pernah kenyang), maka tanpa nasi pun rasanya tetap oke bagi saya. Iyap! Saya mencoba untuk makan makanan sederhana, nggak usah banyak jenisnya, dan penting untuk tidak berlebihan. Sekadar bisa membuat kita kuat berkativitas seharian.

Karena menahan lapar itu sebenarnya bukan hal yang buruk. Itulah kenapa OCD tetap efektif dilakukan meskipun kamu masih dapat makan nasi padang, sebab menahan lapar atau puasa mampu meningkatkan hormon HGH yang diketahui dapat membakar cadangan lemak dalam tubuh.

Tahapan Menghindari Makan Nasi

Mustahil dong saya yang suka makan nasi tiba-tiba berhenti sama sekali tanpa tahapan tertentu sebelumnya. Sejak awal ikut OCD, saya nggak pernah kaku sama diri sendiri. Saya nggak mau grasak grusuk ambil keputusan sehingga di kemudian hari dikhawatirkan malah balas dendam dan ujung-ujungnya malah berdampak lebih buruk. Nggak banget, ‘kan?

Karena itu, saya longgar aja dalam menjalankan OCD. Kadang masih kecolongan makan di luar jendela makan, kadang makan berlebihan. Tapi, kayaknya untuk kali ini komitmen buat lebih sehat dan nurunin BB jauh lebih besar ketimbang sebelumnya, sehingga saat saya menjalankannya dan sesekali melanggar, saya balik lagi ke awal. Alasan lainnya bukan hanya karena komitmen untuk hidup lebih sehat, tetapi juga karena sudah merasakan manfaatnya. Badan enteng dan lebih fit.

Baik OCD, diet kenyang, dan JSR, semua saya ketahui memang membuat kita lebih sehat. Setelah BB turun, masa iya, mau diet terus? Ya, nggak. Tapi, kalau mau sehat terus? Itu sudah pasti. Karena itulah, meski di awal rasanya agak berat, suka lapar tiba-tiba, tapi tetap dijalankan.

Lalu bagaimana tahapan menghindari makan nasi seperti yang saya lakukan sampai benar-benar berhenti? Pertama saya ikut OCD, artinya saya sudah belajar mengurangi makan dan ngemil. Saya hanya makan sekitar pukul 11 siang sampai jam 1 siang. Kadang pilih jam 12 sampai jam 3 siang. Nggak konsisten banget pokoknya…kwkw. Tapi, saya tetap pakai jendela makan.

Setelah beberapa hari menjalankan OCD, kondisi tubuh sudah menyesuaikan diri, sudah jarang merasa lapar. Dari situ saya coba kurangi nasi jadi 3 sdm aja sehari. Meskipun dalam OCD dibolehkan makan berat atau ngemil lebih dari sekali, tetapi saya, kok lebih suka makan berat dan ngemil sedikit dalam satu waktu saja, selebihnya hanya minum air putih. Kalau teman-teman ikut jendela makan 8 jam, teman-teman bisa aja makan berat dua kali. Dan itu nggak masalah. Justru memang harusnya bertahap dulu, dari 8 jam, 6 jam, 4 jam, dan puasa 24 jam atau hanya makan sekali saja.

Nah, setelah melalui proses itu, saya akhirnya memberanikan diri menghindari nasi. Ya, sama sekali nggak makan nasi. Dan itu nggak berat sebenarnya mengingat sebelumnya sudah makan nasi dalam porsi kecil. Dari tahap inilah akhirnya benar-benar nggak makan nasi selama dua mingguan terakhir.

Sebenarnya, yang menggoda banget itu bukan makan nasi buat saya, lho. Justru gorengan atau menu yang digorenglah yang sangat menggoda iman, Sodaraah…kwkwk. Beneran. Saya hobi banget masak. Bikin bakso, terus digoreng kering, bikin sambal. Setelah itu saya hanya bisa menyaksikan gitu? Mana tahan, ‘kan? Akhirnya ambil satu, kemudian dua, kemudian menyesal…haha. Saya yakin, teman-teman pun mampu menghindari makan nasi jika memang ingin. Selain melakukan tahapan tersebut, teman-teman juga harus senang mendengarkan video-video dr. Zaid atau Dewi Hughes. Sugesti itu penting biar kita tetap semangat, apalagi jika hanya saya yang menerapkan ini di rumah. Kebayang dong tiap hari saya makannya beda sama yang lain? Kwkwk. Dan isengnya si Mas, nyodorin Indomie goreng ijolah, es pisang ijolah. Dih, mana tergoda, Mas...kwkwk *sambil nelen ludah.

Sumber Karbohidrat Pengganti Nasi

Nah, setelah menghindari nasi, lalu makan apa coba yang bisa mengenyangkan? Kamu bisa mencari sayuran penuh serat dan tak kalah mengenyangkan. Bisa kentang, ubi, bahkan pisang rebus pun oke.

JSR atau Jurus Sehat Rasulullah sebenarnya berbeda dari OCD dan diet kenyang. Sebab JSR bukan diet, melainkan mengubah pola makan kita menjadi seperti apa yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. Selama menjalani JSR, kita boleh makan apa aja asalkan real food, alami, yang tumbuh di tanah dan disinari matahari langsung. Dari JSR, justru saya nggak mau ribet soal makan. Nggak harus begini dan begitu. Yang penting hindari 5 jenis makanan yang sebelumnya pernah saya sebutkan, yakni nasi, gula, gluten pada tepung-tepungan, makanan yang diolah pakai minyak, dan produk dari susu. Jadi, masih bisa makan garam juga. Karena itu saya sempat beli garam Himalaya untuk dikonsumsi sehari-hari.

Saat berbuka makan apa aja, nih? Kadang saya rebus kentang, ubi, edamame, pisang, sayur itu wajib banget. Kalau tidak minum jus sayur dan buah, saya pilih makan buah potong. Menu lain yang bisa teman-teman coba adalah trancam. Dibuat dari parutan kelapa, mentimun, tempe kukus, cabai, bawang merah dan kencur bakar. Simpel, tapi ini favorit saya banget, lho.

Kalau saya pribadi, prinsipnya konsumsi apa yang ada di rumah. Nggak usah ribet-ribet nyari ini dan itu. Jika ada rempah-rempah seperti kunyit dan jahe, gunakan saja untuk infused water. Enak, kok dan pastinya bermanfaat juga bagi tubuh. Jika ada sayur dan buah, kamu bisa gunakan juga untuk direndam dan diminum airnya atau dibuat jus. Apa pun itu, nikmati dan seperti kata Dewi Hughes, ajak ngobrol makananmu, lebih tepatnya berdoa dulu, semoga makanan itu menyehatkan badanmu dan selalu bersyukur. Sebab itu adalah nikmat.

Jika pola makan kita sudah bagus, berat badan bakalan turun dengan sendirinya meskipun kita nggak sering olahraga. Bahkan menurut dr. Zaid, olahraga itu hanya berpengaruh sebanyak 20% saja, lho. Sisanya makanan yang kita konsumsi.

Rasulullah saw sudah mencontohkan seperti apa seharusnya kita menyikapi makanan. Tidak mengeluh, tidak mencela atau memuji berlebihan, makan secukupnya, menu sederhana, berpuasa, tidak pernah kenyang apalagi kekenyangan. Dengan cara seperti itu, Insya Allah kita akan jadi muslim yang sehat, bukan sekadar gemuk, tetapi gampang ngantuk *duh, gueh banget…kwkwk.

Setiap kita melanggar sunah Rasulullah saw, akan timbul masalah baru. Begitu juga ketika kita taat pada apa yang diperintahkan dan dicontohkan, sehat adalah efek, bukan tujuan. Jadikan ketaatan itu sebagai tujuan kita. Insya Allah kita akan tumbuh menjadi muslim yang sehat, kuat, dan maksimal dalam beribadah. Aamiin.

Salam,

Kebiasaan-kebiasaan yang Bisa Membantu Menurunkan Kolestrol

cara menurunkan kolesterol
Ketahui beberapa kebiasaan yang dapat menurunkan kolesterol

Kita semua tentu sepakat bahwa tubuh yang sehat menjadi hal yang sangat berharga. Sebab, saat tubuh kita sehat, kita bisa menjalani berbagai aktivitas secara lebih mudah. Tapi, sayangnya tidak selamanya kita bisa berada dalam kondisi kesehatan terbaik. Karena, seringkali penyakit hadir begitu saja dan menyerang sistem kerja dalam tubuh manusia.

Salah satu penyakit yang perlu diwaspadai adalah kolestrol. Kolestrol biasanya hadir karena kebiasaan yang kita lakukan sehari-hari. Kolestrol dalam tubuh perlu diwaspadai agar tidak mengganggu sistem kerja tubuh lainnya. Lalu, bagaimana cara mencegah kolestrol? Berikut ini beberapa cara menurunkan kolestrol yang bisa Anda lakukan setiap harinya.

Bebas stres


cara menurunkan kolesterol
Hindari stress (Foto: pexels)
Tingkat stress yang Anda rasakan tidak hanya mengganggu psikis atau mental saja, tapi juga dapat mengganggu kesehatan tubuh Anda. Sebab, ketika Anda mengalami stress yang berkepanjangan, maka secara tidak langsung kadar kolestrol dalam tubuh juga akan meningkat. Sehingga, bisa dikatakan kondisi mental memiliki pengaruh yang besar terhadap kesehatan tubuh Anda terutama dalam hal menjaga kandungan kolestrol dalam tubuh.

Agar kolestrol dalam tubuh Anda tetap terjaga, maka sebaiknya mulailah kurangi tingkat stress dalam rutinitas harian Anda. Alihkan hal-hal yang bisa membuat stress dengan melakukan aktivitas yang menyenangkan seperti berolahraga, mendengarkan musik atau bermain. Dengan menghindari stress, tubuh akan menjadi lebih sehat dan kadar kolestrol dalam tubuh pun bisa terjaga. Sebelum lanjut, kunjungi laman berikut https://www.frisianflag.com/ terlebih dahulu, ya.

Memperhatikan pola makan


cara menurunkan kolesterol
Jaga pola makan (Foto: pexels)
Jika ingin mencegah kolestrol dalam tubuh, maka makanan jadi hal terpenting yang perlu Anda waspadai. Sebab, saat Anda mengonsumsi makanan yang berbahaya maka kadar kolestrol dalam tubuh dapat meningkat secara tajam. Sehingga, Anda sangat dianjurkan untuk memperhatikan betul pola makan sehari-hari agar kadar kolestrol dalam tubuh tetap terjaga.

Untuk menjaga kadar kolestrol dalam tubuh, maka sebaiknya hindari makanan yang memiliki lemak tinggi atau yang digoreng. Sebab, saat Anda menggoreng makanan maka secara tidak langsung minyak yang digunakan untuk menggoreng dapat memicu kolestrol dalam tubuh. Konsumsi makanan yang lebih sehat seperti sayuran atau makanan-makanan yang dikukus. Sehingga, kadar kolestrol dalam tubuh terjaga dan Anda pun dapat menjalani hidup secara lebih sehat.

Salam,

Bukan Sekadar Menyambangi Kampung Halaman, Ini Arti Mudik Bagi Seorang Perantau

mudik
Mudik bukan hanya sekadar rutinias tahunan bagi seorang perantau, ada alasan lebih yang membuat semua perantau begitu bersemangat untuk segera pulang ke kampung halaman (Foto: pexels)


Saya tinggal dan menetap di Jakarta sudah sejak 2009 silam. Baru menikah beberapa bulan, rutinitas baru sebagai perantau yakni mudik telah dilakukan. Mungkin kebanyakan orang-orang di sekitar saya bertanya-tanya (pastinya orang yang hanya mengenal sepintas lalu), Muyass ngapain di Jakarta? Anak kampung ngapain di Ibu Kota?

Lucu, sih, ada orang yang sampai bertanya langsung pada saya bahkan termasuk urusan pribadi yang mestinya hanya ditanyakan oleh orang terdekat. Saya di Jakarta karena ikut suami. Suami saya sudah sejak lulus kuliah diterima bekerja di sebuah perusahaan asing di Jakarta. Dia sudah lebih dulu merantau.

Meski ada yang menyebut kami pacaran sebelum menikah (karena kami lulus dari SMA yang sama), nyatanya jarak usia kami terpaut sangat jauh. Dan sebelum menikah, kami hanya bertemu sekali kemudian resmi di-khitbah dan akhirnya menikah. Masya Allah, memang sesimpel itu pertemuan kami berdua. Netizen bolehlah membuat cerita berbeda sesuai keinginan mereka…haha.

Walaupun tinggal di Ibu Kota, bukan berarti kami merasa jadi orang hebat. Apa bedanya hidup di kampung halaman dengan di Ibu Kota? Kok, bagi saya yang awam sama aja, ya. Makan masih nasi, sayuran masih jenis bayam dan kangkung juga yang dikonsumsi, lalu apa yang membedakan? Pandangan orang-orang saja yang berbeda terhadap seorang perantau.

Kok, bahas sesuatu yang serius seperti ini, sih? Haha. Kadang seorang blogger butuh curhat terselubung, Sodarah…kwkwk. Kembali lagi ke topik tentang mudik. Apa, sih, arti mudik bagi kamu yang merupakan perantau, baik di luar kota ataupun luar negeri?

Kamu yang merantau pasti tahu, mudik bukan hal mudah. Tidak hanya sekadar memesan tiket pesawat, kemudian terbang ke kampung halaman. Tidak sesimpel itu. Buat mudik, kita harus jauh-jauh hari memesan tiket, perjuangan banget membeli tiket mendekati lebaran, selain harganya yang Subhanallah, kadang kita nggak dapat juga waktu yang tepat.

Bahkan tahun ini rasanya menjadi sejarah tersendiri. Yess! Tiket pesawat murah bingits, Sodarah…haha. Sampai-sampai tagar #tiketpesawattidakmahal trending di twitter beberapa minggu lalu. Saking nggak wajarnya itu harga tiket. Dan tahun ini, saya pun memilih naik kereta untuk mudik.

It’s oke! Semua harus dinikmati. Bawaan harus dibikin simpel dan sedikit ketimbang saat naik pesawat. Sekarang anggap saja lagi backpakeran gitu, ya…haha. Sebenarnya agak deg-degan juga mudik tahun ini. Baru kali ini bawa dua anak naik kereta. Semoga mereka betah selama dalam perjalanan.

Soal mudik naik apa, mungkin bukan sesuatu yang terlalu penting untuk dipikirkan. Masalahnya, mudik tahun ini tidak selama seperti tahun sebelumnya. Bukan saya kecewa karena nggak bisa makan Cwi Mie Malang lebih lama, tetapi karena orang tua, terutama Ibu yang sedikit kecewa, Wah, tahun ini bentar banget pulangnya, ya? Kira-kira seperti itu komentarnya. Belum lagi dalam 10 harian itu saya harus keliling ke sana kemari.

Sepuluh hari disebut sebentar? Haha. Iya, biasanya saya mudik sampai 17 harian…kwkwk. Lama banget. Kamu pasti tahu sendiri, yang bikin kita pengen cepat mudik pastinya karena ingin bertemu orang tua, yang lain mungkin bisa dinomorduakan.

Lalu, apa arti mudik buat saya?

Mudik Demi Melepas Rindu pada Orang Tua

Gimana rasanya berpisah dengan orang tua? Apalagi jika sejak awal, kitalah yang paling diharapkan untuk tinggal bersama mereka? Rasanya hancur hati ini. Bukan lebay, tetapi sejak awal saya dan orang tua nggak membayangkan jika pada akhirnya saya harus menikah dengan orang Malang, tetapi malah harus pindah ke Jakarta.

Awalnya orang tua nggak rela, tetapi pastinya demi kebahagiaan kami, beliau merelakan juga. Saya sangat yakin, apa yang saya dapatkan sekarang, kebahagiaan, pencapaian target, berhasil meraih impian, merupakan doa yang sering dilangitkan oleh orang tua, bukan semata-mata hanya karena usaha saya.

Saat mau lebaran, orang tua paling hapal, kapan kita akan pulang. Sampai segitunya. Semua dipersiapkan, padahal kita aja yang mau mudik malah santai-santai, ‘kan? Rasanya tak ada alasan lain selain ingin bertemu orang tua saat mudik.

Waktu Paling Tepat untuk Menyambangi Kampung Halaman

Sebab saat lebaran, anak-anak dan suami liburnya samaan. Berbeda ketika libur kenaikan kelas atau selepas ujian semester, liburnya sering nggak bareng. Sedangkan saya sendiri tidak mungkin pulang ke kampung halaman tanpa suami. Alhasil, mudik hanya dilakukan saat lebaran, ketika mereka yang sekolah dan bekerja sama-sama libur.

Liburan!

Haha. Semangat banget ketika mengetik subjudul satu ini. Iya, benar, mudik juga jadi liburan yang hanya terjadi saat lebaran saja. Pulang kampung biasanya nggak hanya sekadar di rumah, kalau bisa ngajak orang-orang terdekat jalan-jalan dan makan-makan. Jangan sampai momen kebersamaan itu disia-siakan.

Saya pribadi lebih senang tinggal di rumah, karena dengan begitu, saya bisa berlama-lama menemani Ibu. Jika pun ingin pergi, yang dekat-dekat saja sekalian mengajak orang tua jalan. Karena termasuk pribadi yang introvert banget, saya memang nggak suka banyak jalan dan bertemu orang-orang baru. Mau di rumah saja atau jalan ke luar, yang namanya mudik tetaplah menjadi liburan tersendiri.

Mudik menjadi budaya bagi kita yang merantau. Selalu spesial pakai dua telur setiap kali mendekati lebaran. Jika tidak mudik, lebaran rasanya sepi. Di Jakarta, paling hanya ramai saat hari lebaran pertama saja. Selebihnya karena tidak memiliki kerabat dekat, lebaran rasanya hambar parah…haha.

Lalu, bagaimana dengan kamu? Adakah alasan istimewa yang menyebabkan kamu ingin segera mudik tahun ini?

Salam,

Ternyata Seperti Ini Penampakan Garam Himalaya, Si Pinky yang Punya Banyak Manfaat Bagi Tubuh Kita

garam himalaya
Garam Himalaya berbeda dari garam biasa yang sering kamu konsumsi (Foto: rebeccasnaturalfood)


Pernah dengar nggak, sih? Ternyata ada garam selain garam dapur dan warnanya pink cantik gitu? Bahkan seseorang menyebutnya mirip sekali dengan garam yang biasa kita dapatkan saat membeli rujak. Yess! Karena warnanya pink agak jingga mirip dengan garam yang biasa dicampur dengan cabai rawit…hehe.

Tapi, soal rasa, garam ini nggak pedas, kok. Ini memang garam dan asli garam. Bagi saya yang awam, garam ini termasuk baru. Saya pun tahu saat belajar tentang JSR (Jurus Sehat Rasulullah) dari dr. Zaidul Akbar. Menyisir postingan beliau di Instagram dan mendengar beberapa kajian beliau di Youtube. Tergelitik juga karena dr. Zaid tidak menganjurkan kita menghindari garam juga. Masih bolehlah, tetapi disarankan garamnya yang benar-benar alami, asli, bukan yang sudah kebanyakan diproses sehingga justru bukan menyehatkan, malah membahayakan tubuh. Salah satunya yang dianjurkan adalah mengonsumsi garam Himalaya ini.

Sebelum mendengar dari dr. Zaid, sebenarnya saya pernah juga mendapatkan video seorang remaja sedang jalan-jalan di pasar tradisional dan menceritakan manfaat buah dan sayuran segar bagi kesehatan. Dia sempat menyebutkan garam pink atau garam Himalaya ini. Katanya bagus dicampur dengan jus sehingga jusnya bisa lebih awet meskipun tidak langsung dikonsumsi. Dan yang pasti garam ini memang sehat.

garam himalaya
Seperti ini garam Himalaya yang saya punya (Foto: Dokumen pribadi)

Lalu, sebenarnya seperti apa garam Himalaya ini? Baik bentuk dan manfaatnya bagi kesehatan kita? Meskipun kemarin sudah membelinya, tetapi saya memutuskan tidak mengonsumsinya juga kecuali terpaksa banget…hehe. Terus garamnya buat apa? Buat koleksi…kwkwk. Nggak juga dong. Bisa dikonsumsi dalam jumlah kecil, bisa juga dikonsumsi oleh keluarga.

Dari Mana Asal Garam Himalaya?

Garam Himalaya memang tidak mudah didapatkan seperti garam meja atau jenis garam lain yang biasa kita gunakan untuk memasak. Garam Himalaya didapat bukan dari laut, tetapi berasal dari tambang garam terbesar kedua di dunia bernama Khewra Salt Mine yang lokasinya berada di kaki pegunungan Himalaya, Pakistan. Nah, itulah sebabnya kenapa garam ini nggak sembarang bisa kamu dapatkan, tidak semudah saat kamu membeli garam biasa.

Garam Himalaya sendiri merupakan garam paling murni, selain itu, garam Himalaya sudah terkubur selama ribuan tahun tepat di bawah lapisan es, lava, dan salju seperti dilansir hellosehat.com. Jadi, jangan heran jika garam Himalaya warnanya pink. Warna pink ini merupakan kandungan zat besi yang ada di dalamnya. Masya Allah.

Setelah kamu tahu asal usul garam Himalaya, mari kita bahas apa saja manfaatnya bagi kesehatan? Kenapa banyak orang yang sedang diet atau menjalankan pola hidup sehat memilih garam jenis ini untuk dikonsumsi? Bahkan sebagian mencampurnya dengan jus?

Manfaat Garam Himalaya Bagi Kesehatan Tubuh Kita

1. Garam Himalaya Memiliki Kandungan Mineral yang Tinggi

Selain mengandung zat besi, garam ini juga mengandung mineral yang cukup tinggi bahkan sampai 80 mineral yang berbeda. Misalnya mineral magnesium, kalium, kalsium, fosfor, klorida, yodium, hingga seng.

2. Menjaga Keseimbangan Cairan dan Hidrasi

Garam elektrolit yang ada di dalam tubuh kita berguna menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Selain itu, garam elektrolit juga mampu menjaga keseimbangan hidrasi. Jika hidrasi dan cairan dalam tubuh terjaga, sinyal saraf kita pun mampu berkomunikasi dengan baik.

3. Garam Himalaya Mengandung Antimikroba

Inilah salah satu alasan kenapa seorang remaja di dalam video yang saya lihat zaman dulu, entah setahun atau dua tahun lalu mengatakan bahwa mencampurkan sedikit garam pink ini ke dalam jus bisa membuat jus lebih awet sehingga tidak harus langsung dihabiskan saat itu juga. Alasannya karena garam Himalaya ini mengandung antimikroba yang mampu mengawetkan makanan.

Sama seperti garam lain yang juga kamu tahu bisa mengawetkan ikan sehingga bisa kita konsumsi menjadi ikan asin yang rasanya Masya Allah bikin nagih. Garam Himalaya pun berfungsi sama yakni mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melawan infeksi.

4. Garam Himalaya Mampu Menyeimbangkan pH Tubuh Kita

Kandungan natrium yang ada di dalam garam Himalaya ini mampu menyeimbangkan pH di dalam tubuh kita. Natrium sendiri diketahui mampu menetralkan asam dalam tubuh manusia. Jika pH tubuh tidak seimbang, imunitas kita bisa menurun dan menyebabkan tubuh rentan terkena penyakit.

5. Membantu Tubuh Menyerap Nutrisi dengan Lebih Maksimal

Mengonsumsi garam Himalaya mampu membantu tubuh menyerap nutrisi makanan dengan lebih maksimal. Manfaat lain yang bisa didapatkan adalah proses detoksifikasi yang bisa membantu tubuh mengeluarkan racun, garam ini juga mampu menjaga kesehatan anggota tubuhmu seperti pembuluh darah, tulang, ginjal, bahkan empedu.

Ternyata banyak sekali manfaat garam himalaya ini. Bahkan kamu yang memiliki riwayat hipertensi bisa juga mengonsumsi garam ini mengingat kandungan natrium di dalamnya jauh lebih rendah ketimbang garam biasa.

Garam Himalaya ini bisa kamu dapatkan di toko online kesayangan kamu. Banyak yang menjualnya di sana. Kemarin saya dapat kemasan 500 gram dengan harga sekitar Rp. 45 ribuan. Ada yang lebih murah dan ada juga yang lebih mahal. Pastinya ukuran 500 gram ini awet banget, ya?

Semoga ulasan kali ini bermanfaat bagi teman-teman yang ingin belajar hidup lebih sehat. Jangan mendzalimi tubuh kita dengan mengonsumsi makanan tidak sehat atau ‘sampah’ seperti istilah yang diberikan oleh dr. Zaid. Saya masih belajar, tetapi sungguh manfaatnya sudah sangat terasa. Semoga teman-teman juga bisa mengikuti.

Salam,

Tentang OCD, Diet Kenyang, Hingga JSR dr. Zaidul Akbar

JSR dr.zaidul Akbar
Hidup sehat dimulai dari diri kita, bukan orang lain (Foto: pexels)

Alhamdulillah, akhirnya sempat update di blog lagi. Sudah beberapa hari belum bikin postingan baru karena sibuk mendengarkan video dr. Zaidul Akbar. Tiap mau nulis, malah keterusan mendengarkan ceramah, sedangkan saya pribadi orangnya memang bukan tipe audio yang bisa mendengarkan sambil menulis. Kalau sudah menulis, yang didengar pasti nggak bisa fokus, jika sudah mendengar, pasti yang ditulis buyar semua…haha. Alhasil dari kemarin belum sempat menceritakan soal perubahan pola hidup sehat yang baru saya jalani.

Saya mau cerita dari awal, bagaimana saya bisa sampai sekarang, nggak makan nasi sudah hampir dua mingguan, mengonsumsi makanan yang lebih sehat, bukan sekadar ‘sampah’ dalam artian enak di lidah, tetapi tidak menyehatkan. Ya, ya, saya tahu, saya memang masih pemula dalam hal ini. Tapi, sepertinya tidak ada salahnya berbagi sesuatu yang bermanfaat, barangkali setelah membaca postingan ini, kamu jadi bersemangat untuk hidup lebih sehat.

Memulai dengan OCD


JSR dr. Zaidul Akbar
OCD membolehkan kita makan apa pun asalkan patuhi jendela makan yang telah dibuat (Foto: pexels)

Awalnya saya menjalani OCD Deddy Corbuzier pada April lalu. Kenapa memilih OCD? Karena berat badan terus naik meski makannya tetap. Maksudnya tetap banyak…haha. Jadi merasa bersalah sama diri sendiri. Pengen banget berat badan turun, tapi jujur nggak mau berat badan ideal karena pernah berat badan sampai 42 kg, dan tampak sangat tirus alias kurang bahagia…kwkwk. Jangan sampai segitu beratnya. Minimal 43 kg saja sudah cukup.

Selama menjalani OCD, nggak ada rasa berat, kok. Karena kita nggak perlu menahan makan apa pun yang kita suka. Kita cukup menunggu waktunya saja. Saya agak sembarangan memilih jendela makan. Harusnya runut dari jendela makan 8 jam, 6 jam, 4 jam, dan makan hanya sekali dalam sehari (tidak setiap hari). Tapi, kebanyakan saya malah makan berat sekali, abis itu udahan nggak makan lagi. Hanya minum air putih.

Pelan-pelan keinginan ngemil itu mudah sekali dikontrol. Setelah konsisten menjalani OCD, rasa lapar pun mudah sekali dikendalikan. Nggak gampang lapar. Kembali lagi, sinyal lapar belum tentu menunjukkan bahwa kita butuh makan, tetapi bisa karena dehidrasi. Saat OCD, saya berusaha tidak sarapan. Jadi, makannya setelah siang. Minimal jam 10an pagi hingga jam 1 siang.

Percayalah, diet terenak itu ya, OCD ini, Sodaraah. Nggak lemes, bugar, badan enteng, sehat, pokoknya bikin ketagihan. Meski sempat ‘nakal’ dan makan di luar jendela makan beberapa kali, tapi saya memutuskan kembali lagi ke awal. Nggak betah kembali pada pola makan seperti dulu-dulu. Di situ saya merasa bahagia karena dapat mengontrol keinginan makan, tubuh pun mulai menyesuaikan. Ketika kita makan lebih dari sebelumnya, perut sudah sakit dan nggak nyaman duluan.

Dari OCD selama sebulan, berat badan saya turun sekitar 4 kg. Masya Allah. Bukan perubahan drastis, sih, tapi sampai detik ini berat badan masih segitu, bahkan sudah turun 1 kg lagi.

Setelah nyaman menjalani OCD, saya pun ketagihan mencari pengetahuan baru tentang pola makan yang lebih sehat. Hingga akhirnya ketemu juga dengan diet kenyangnya Dewi Hughes. Sempat kaget, wah, Dewi Hughes bisa sekurus itu kira-kira makan apa, ya? Haha. Perubahannya sangat jauh, Masya Allah.

Menghindari Nasi Putih Sejak Tahu Diet Kenyang 


JSR dr. zaidul akbar
Menghindari nasi dan memilih kembali ke real food (Foto: pexels)

Saat mengenal diet kenyang, target menurunkan berat badan tinggal 2 kg lagi. Nggak jauh-jauh banget dari berat badan ideal. Jadi, sebenarnya alasan utama mengikuti diet kenyang sampai nggak makan nasi bukan semata-mata karena ingin kurus, sebab ikutan OCD dan makan nasi saja kayaknya masih bisa dikejar. Tapi, alasan ingin lebih sehat tiba-tiba menjadi impian yang tak terbantahkan lagi beberapa minggu ini.

Akhirnya, hampir setiap hari saya mendengarkan dan melihat video Dewi Hughes. Saya pun memahami, kenapa dia sama sekali tidak makan nasi, bahkan meski itu nasi merah dan teman-temannya. Jadi, sejak saat itu, saya nggak pernah punya keinginan mengganti nasi putih jadi nasi merah, tapi benar-benar menghindari nasi, apa pun jenisnya.

Dan qadarallah, saya berhasil melakukannya hingga detik ini. Nggak menghitung pasti sudah berjalan berapa lama, yang jelas hampir dua mingguan saya tidak menyentuh nasi dan sama sekali tidak ingin mencoba. Alternatif lain kalau benar-benar ingin? Mending makan nasi jagung saja. Itu pun kalau ingin. Tapi, sampai sekarang sepertinya belum pengen…hehe.

Dari Diet Kenyang, Akhirnya Mengenal JSR dr. Zaidul Akbar


JSR dr zaidul akbar
Berat badan akan normal jika kita mengonsumsi real food (Foto: pexels)

Masya Allah, saya sangat percaya bahwa di dunia ini tidak ada yang kebetulan. Apa pun itu. Akibat sering mencari video Dewi Huhges, saya jadi tertarik melihat salah satu video lain yang ternyata merupakan kajian dari dr. Zaidul Akbar. Sekali melihat, seterusnya saya semakin tertarik mencari video lain dan mulai praktik.

Kenapa harus JSR dr. Zaidul Akbar? Karena sejak awal mengikuti video Dewi Hughes, saya mulai peduli dengan kesehatan. Setelah mendengar pemaparan dr. Zaid, saya jadi lebih penasaran dan tertarik. Tidak hanya saya, suami dan anak-anak pun ikutan heboh dan ingin hidup sehat.

Prinsip dari JSR menurut saya adalah kembali ke real food dan makanlah secukupnya alias tidak kenyang seperti yang selalu Rasulullah saw lakukan. Nabi sering puasa, makan pun nggak macam-macam. Jadi, ikutin sunah Nabi tersebut, kesehatan hanyalah efek dari sebuah ketaatan, Masya Allah.

Sungguh saya jatuh hati sekali dengan JSR ini. Sebab sebelum tahu JSR pun saya sudah menghindari nasi. Setelah mengikuti JSR dr. Zaid, saya jadi lebih yakin untuk meninggalkan nasi. Dalam JSR, dr. Zaid menganjurkan kita meninggalkan 5 jenis makanan yang umum dikonsumsi saat ini. Apa saja?

  1. Nasi putih
  2. Tepung (mengandung gluten)
  3. Gula
  4. Makanan yang diolah dengan minyak
  5. Susu dan produk turunannya


Dari kelima jenis makanan tersebut, nasi putih dan gula sudah saya hindari. Biasanya bulan puasa identik dengan sirup dan es buah, tahun ini di rumah sedikit berbeda karena lebih akrab dengan infuse water berisi rempah dan buah-buahan. Sirup beberapa botol yang saya beli sebelum bulan puasa, nyaris tidak disentuh. Herannya, anak-anak saya juga senang dengan pola hidup seperti ini. Mereka senang minum jus sayuran tanpa gula (diganti madu), mereka juga gemar makan sayur. Sempat nggak nyangka semua jadi mendukung perubahan ini. Alhamdulillah, saya senang sekali semua bisa mengikuti sehingga pelan-pelan kita bisa mengubah ‘sampah’ dalam tubuh menjadi ‘makanan’ yang sebenarnya.

Tubuh Manusia Mampu Menyembuhkan Dirinya Sendiri


Konsumsi makanan sehat dapat membuat tubuh berfungsi sebagaimana mestinya (Foto: pexels)

Masya Allah, Allah sudah menciptakan tubuh manusia dengan sangat sempurna. Jika ada kesalahan, sebenarnya tubuh kita bisa menyembuhkan dirinya sendiri dengan catatan semua dalam keadaan normal. Sedangkan yang terjadi sekarang, akibat makanan tidak alami atau lebih tepat disebut ‘sampah’ sudah merusak semuanya. Dari kebiasaan makan yang kurang baik, kita seperti menabung penyakit di hari tua. Memang, makan mie instan tentu tidak akan menyebabkan kematian, tapi, dari kebiasaan buruk itulah, akan muncul penyakit di kemudian hari yang pastinya tidak diinginkan oleh semua orang.

Saya termasuk orang yang sejak remaja selalu mengeluh sakit sebelum dan saat menstruasi. Zaman masih remaja bahkan sampai nggak bisa bergerak. Saking sakitnya. Beberapa hari yang lalu saya sempat kaget karena nggak sadar ternyata saya datang bulan. Biasanya malam sebelum menstruasi, kondisi saya lemas, kaki keram, badan sakit semua. Nggak jauh beda seperti orang mau melahirkan…haha. Ya Allah, itu menyiksa banget.

Tapi, kemarin, malamnya saya merasa baik-baik saja. Hingga paginya bahkan setelah datang bulan, saya merasa tidak seburuk biasanya. Badan memang masih agak pegal saat datang bulan, tapi nggak separah sebelumnya. Rasanya ini perubahan yang sangat besar mengingat jika kondisi mentsruasi kita menyiksa (sakit) menunjukkan tanda bahwa tubuh kita dalam kondisi kurang baik.

Apa Saja yang Bisa Dikonsumsi Selama Berpuasa?


JSR dr zaidul akbar
Minum air hangat plus perasan jeruk lemon saat berbuka (Foto: pexels)

Saat puasa dan tidak, sebenarnya tidak berbeda jauh. Mungkin bedanya, ketika ikut JSR, kita mau sahur apa, nih?

Saya pribadi sahur dengan rendaman kurma. Pilih saja hitungan ganjil, antara 1 atau 3 butir kurma yang direndam. Saya lebih suka setelahnya diberi air hangat. Cukup itu saja ketika sahur. Dan Alhamdulillah, sampai siang dan kegiatan seberat apa pun, saya merasa bertenaga dan fit.

Ketika berbuka, yang pasti saya tidak minum teh manis dan makan nasi, ya. Saya minum air hangat dan perasan jeruk nipis atau lemon. Biasanya habis dua gelas. Pelan-pelan saja minumnya, ya. Setelah itu bisa makan kurma. Atau bisa juga minum rendaman rempah dan buah seperti yang diajarkan dr. Zaid. Banyak yang bisa dicoba untuk berbuka.

Untuk orang-orang di rumah, takjil masih pakai teh manis, terutama suami. Setelah itu, mereka makan kurma atau buah potong. Sesimpel itu sekarang. Sampai-sampai sirup di dapur yang jumlahnya tidak hanya satu nggak lagi disentuh…hihi.

Untuk menu, saya coba hindari lauk yang digoreng. Misalnya digoreng pun, ya jangan sering-sering. Kalau saya pribadi makannya mudah banget karena memang dasarnya pemakan segala…haha. Wajib ada sayuran rebus atau lalapan, sambal, karbo bisa pakai ubi, kentang, atau pisang kukus. Protein bisa dari kacang-kacangan, seperti tempe atau ikan dipepes (biar nggak digoreng). Banyak dan mudah saja buat saya. Catatan pentingnya, jangan sampai kekenyangan makannya dan kunyah dengan pelan.

Dalam JSR intinya ikuti apa yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya. Jika shalatnya benar, Insya Allah tanpa olahraga pun kondisi tubuh kita akan baik, jika makannya benar, nggak berlebihan seperti diajarkan Rasul, Insya Allah kondisi tubuh juga bakalan fit, kok. Jadi, benar dan setuju sekali, jika sehat itu adalah efek dari ketaatan kita, Jika satu saja dilanggar, maka akan ada satu hal lain yang eror atau rusak.

Tidak Hanya Sehat Badan, Hati pun Harus Dibersihkan


jsr dr zaidul akbar
Bersihkan hati juga jika ingin hidup sehat (Foto: pexels)

Nah, lho. Berat, Jenderal! Haha. Kalau hati masih kotor, masih suka iri dengki sama orang, meski sudah makan makanan sehat sekalipun, tubuh akan tetap sakit. Percuma gitu, Sodarah.

Jadi, kita memang harus benar-benar menjadi orang yang bersih lahir dan batin. Jangan menyimpan dendam dan sakit hati seperti saya yang susah sembuhnya ini…kwkwk. Toh kita pun sadar diri, di dunia tidak selamanya. Ngurusin orang iseng kayaknya nggak ada kelarnya, ‘kan? Ngurusin orang iri dengki sama kita nggak akan ada habisnya. Jadi, yuk coba lepas satu-satu apa yang menyebabkan hati kita seburuk ini.

Dan memang benar, kalau kita benar-benar taat pada Allah, hati tentu tak dibiarkan lama-lama kotor, ‘kan? Jika kita benar-benar beriman, tentu kita akan mengikuti sunah Rasululllah saw. Sesimpel itu, tetapi kadang kitanya yang bikin ribet.

Masya Allah, sungguh saya bersyukur karena sudah diperkenalkan dengan JSR dr. Zaid ini. Seperti sangat mencerahkan. Jika teman-teman penasaran, video kajian beliau banyak di Youtube, kok. Tinggal cari saja. Dan kabar baiknya, banyak teman-teman blogger yang tertarik juga mencoba...hehe.

Semoga kita tetap bersemangat untuk hidup lebih sehat dan jangan sampai salah niat. Ingat, kita wajib taat dan efeknya sehat, bukan taat hanya karena ingin sehat.

Salam,

Brokoli Krispi Favorit Anak-anak, Mudah dan Enak!


Resep brokoli krispi

Sebenarnya, brokoli krispi ini bukan hanya favorit anak-anak, tetapi juga kegemaran orang dewasa terutama jika tidak suka makan sayur. Memangnya orang dewasa susah makan sayur? Ah, nggak mungkin! Hmm, kata siapa nggak mungkin, contohnya suami saya, Sodarah…haha. Ya Allah, ujian banget nyuruh mas makan sayur. Memang ada beberapa jenis sayur yang mas suka, tetapi tidak sebanyak yang saya makan…kwkwk.

Nah, dengan mengolah sayuran seperti brokoli ini menjadi olahan yang enak, mengalihkan rasa kurang suka semua orang, maka jadilah sayuran seperti ini diminati orang serumah. Tapi, sebenarnya saya mulai kurang suka dengan brokoli krispi yang enak seperti ini, karena justru menjadi bernilai negatif akibat proses digoreng dan penambahan tepung, bahkan ada MSG pastinya dari tepung bumbu serbaguna yang saya pakai.




Sekali-kali boleh disantap, tetapi ada baiknya memang sejak kecil dibiasakan makan sayuran sehingga saat besar, mereka tidak pilih-pilih makanan dan menyantap semua yang kita siapkan di meja makan.

Resep brokoli krispi
Foto: pexels

Anak-anak saya sebenarnya suka sekali dengan brokoli rebus. Mereka ngemil itu tanpa beban. Tapi, jika mau dimakan bersama nasi, mereka lebih senang jika brokolinya dibuat krispi nggak berbeda jauh dengan ayam goreng tepung. Cara membuatnya sangat mudah, tetapi faktanya banyak yang gagal mencoba. Kok, bisa? Saya pun kurang paham karena tidak ikut menyaksikan prosesnya. Saya hanya dikirimi fotonya…haha.

Sebenarnya, tidak ada yang sulit untuk proses pembuatan brokoli krispi ini. Setelah brokoli dicelupkan ke adonan basah, kamu tinggal gulingkan di bahan kering dan dicubit-cubit pelan supaya nantinya brokolinya keriting dan cantik. Menggorenganya pun jangan terlalu sering dibalik supaya tidak hancur karena brokoli ini krispi banget hasilnya. Jadi, sekali balik saja dan gunakan api kecil.

Selebihnya, kamu bisa coba resepnya secara langsung di rumah, ya!

Bahan:

1 brokoli ukuran sedang, cuci bersih dan potong sesuai selera
Secukupnya tepung bumbu serbaguna campur dengan air (hasilnya kental)
5 sdm tepung terigu
1 sdm tepung maizena

Cara Membuat:

1. Celupkan brokoli yang sudah dipotong sesuai selera ke dalam adonan basah.

2. Gulingkan pada adonan kering (campuran terigu dan maizena), kemudian cubit-cubit hingga semua permukaan brokoli tertutup tepung.

3. Goreng dalam minyak banyak hingga keemasan.

4. Angkat dan tiriskan.

Sesimpel itu memang bikinnya. Jika adonan basah atau kering dirasa kurang, bisa ditambahkan sesuai kebutuhan. Untuk adonan kering, kadang tepung yang sudah sisa sedikit bakalan bergerindil dan susah buat nempel. Tambahkan saja tepung baru supaya brokoli krispimu tetap cantik.

Gimana, gampang banget, ‘kan bikinnya? Tapi, sekarang saya mulai mengurangi gorengan juga, nih. Sudah beberapa minggu ini belajar untuk hidup lebih sehat dan menghindari makanan yang sebenarnya lebih banyak buruknya bagi tubuh daripada enaknya. Pada postingan selanjutnya insya Allah saya akan bahas tentang apa yang saya pelajari beberapa minggu terakhir. Terima kasih sudah membaca postingan di muyass.com dan selamat mencoba!

Salam,

Belanja Mudah di Blibli.com dan Dapatkan Penawaran Menarik yang Bikin Kantongmu Nggak Jebol!



Apakah kamu termasuk orang yang jarang keluar rumah seperti saya, tetapi ingin belanja berbagai macam kebutuhan tanpa repot dan ribet? Ya, salah satu hal yang bisa kita lakukan adalah dengan berbelanja online!

Yuhuu! Jarang main ke mall memang, tetapi hampir setiap hari kurir jasa pengiriman memanggil…haha. Itulah susahnya zaman sekarang, meski jarang terlihat belanja di mall, bukan berarti kita nggak pernah belanja. Saya pribadi sangat sering berbelanja online, kenapa? Karena ingin dibuat simpel aja hidup yang sudah ribet ini. Sudah jarang keluar rumah, naik kendaraan pribadi pun tak mampu, coba, mau ngapain saya sering jalan ke mall? Mending saya ngadem di rumah, ‘kan, tetapi paketnya tetap datang…haha.

Selain mudah, yang jadi pertimbangan berikutnya kenapa saya senang berbelanja online disebabkan harganya yang sangat bersaing. Kamu bisa mendapatkan baju dengan harga yang lebih mahal di pasar atau mall, tetapi kamu bisa memilih yang lebih murah di toko online, kira-kira kamu pilih yang mana? Sebagai emak-emak normal dan mengerti lelahnya memeras keringat mencari uang sendiri *lebay…haha, saya pasti akan memilih belanja online bahkan meski harus menunggu dua sampai tiga hari sekalipun. Apalagi sekarang kita sudah bisa pakai ojol, hidup jadi dimudahkan banget, lho.

Buat orang seperti saya, adanya toko online itu benar-benar anugerah. Saya merantau dan menetap di Jakarta sudah sepuluh tahunan, tetapi sampai detik ini saya belum punya hobi jalan-jalan ke mall sendirian apalagi belanja ke mall sendiri. Bukan karena suami melarang, melainkan saya kurang suka dengan keramaian *introvert banget anaknya…kwkwk, dan lagi, saya itu sering bingung mencari jalan pulang alias mudah banget nyasarnya…haha. Parah banget, kayaknya sampai dikira lebay, kok, bisa sudah tinggal di Jakarta sekian tahun masih nggak bisa pergi sendiri? Kalau memang kenyataannya seperti itu, kamu mau apa? Bahkan suami saya pun tak bisa mengubah saya. Jadi, pengen ngakak nulis kelebihan ini...hihi.

Dengan adanya toko online yang mudah ditemukan seperti sekarang, saya bisa dengan mudah mencari barang yang diinginkan tanpa harus keluar rumah. Itu penting banget untuk introvert seperti saya yang bahkan mau nanya harga saja sudah berkeringat duluan…haha.

Apa pun Kebutuhanmu, Cari di Blibli.com Aja!


belanja di blibli.com
Foto: arenalte.com

Sudah tahu Blibli.com, ‘kan? Yup! Situs belanja online satu ini memang terlengkap. Saya pernah menulis tentang salah satu keunggulan yang dimiliki oleh Blibli.com, yakni menyediakan travel umroh yang bisa kamu pilih sesuai dengan keinginan dan kebutuhanmu.


Nah, selain travel umroh, kamu juga bisa mendapatkan berbagai macam kebutuhamu di sini, lho. Mulai dari ransel, busana lebaran, gadget, sepatu, hingga perkakas dapur yang jumlahnya ‘wow’ banget!

Kemarin saya sempat belanja beberapa item di Blibli.com. Sebelum memutuskan membelinya, saya membandingkan dulu beberapa harga yang ada di sana. Sebagi emak-emak, saya pasti akan cari barang dengan harga paling murah dan diskon terbaik pastinya dong…haha. Akhirnya ketemu juga barang yang saya inginkan seperti kamu bisa lihat pada list di bawah ini.

belanja di blibli.com

Hampir semua barang yang saya beli mendapatkan harga terbaik alias diskon, Sodarah! Kebayang pertahanan emak-emak menutup rapat dompetnya bisa gagal gara-gara ini? Kadang itu bisa jadi nilai kurang ya, sifat kita sebagai perempuan akan mudah sekali tergoda oleh harga diskon dengan situs jual beli seperti ini, bisa-bisa uang bulanan kita habis untuk belanja…haha.

Biar kamu nggak kalap belanja segala kebutuhan di sini, ada baiknya kamu bikin list dulu, dan jangan membeli barang di luar list yang sudah kamu buat. Susah? Memang, apalagi di Blibli.com banyak banget diskon yang ditawarkan pada tiap produknya. Saya pun sempat bingung mau beli apa karena harganya semua miring, tapi sepertinya saya harus memutuskan *drama banget mau belanja.

Manfaatkan Promo yang Ada


Belanja di blibli.com
Foto: blibli.com

Jangan sampai kamu mengabaikan promo yang ada di Blibli.com, ya. Karena promo itu akan sangat membantu. Kamu bisa mendapatkan barang yang diinginkan dengan harga lebih terjangkau.

Promo yang disediakan oleh blibli itu banyak banget. Kamu bisa memilih sesuai kebutuhan dan ada baiknya jangan berlebihan, ya. Untuk bulan puasa seperti sekarang, kamu pasti bingung mencari parsel yang menarik dengan harga terjangkau, nah, di sinilah kamu bisa memanfaatkan promo yang diberikan oleh Blibli.com. Menarik sekali, ya? Selain itu, masih ada banyak promo lain yang bisa dinikmati juga, lho.

Nikmati Gratis Ongkir

Saya nggak bisa membayangkan berapa harga ongkir dengan jumlah belanjaan yang lumayan banyak seperti yang saya beli kemarin. Nggak nyangka, ternyata saya mendapatkan gratis ongkir dari Blibli.com, lho. Wow banget, ya? Malah bikin kalap dan mengerikan…haha.

Bagaimana kamu bisa mendapatkan penawaran gratis ongkir?

1. Gratis ongkir tanpa minimum tanpa limit pembelanjaan bisa kamu peroleh jika lokasi penjual berada di kota yang sama dengan alamat pengirimanmu. Dan gratis ongkir ini juga hanya berlaku untuk metode pengiriman  standard dari tanggal 5 Maret 2019 hingga 31 Januari 2020.

2. Di luar kondisi seperti yang saya sebutkan di atas, gratis ongkir hanya diberikan hingga Rp. 200 ribu dengan beberapa ketentuan. Misalnya, pembelanjaan Rp. 50 ribu hingga Rp. 99.999 akan ditanggung ongkirnya oleh Blibli.com hingga maksimal Rp. 20 ribu dan seterusnya.

Nah, supaya kamu dapat menikmati gratis ongkir tanpa limit tanpa minimum pembelanjaan, coba ikuti beberapa langkah berikut ini, ya!

  • Tentukan produk yang akan kamu beli di Blibli.com, pilih yang sesuai dengan kebutuhanmu.

 
Belanja di blibli.com
Foto: blibli.com
  • Pilih lokasi yang sesuai dengan alamat pengiriman pada laman daftar produk, pilih filter ‘Lokasi Penjual’. Misalnya saya ingin mengirimkan barang ke Jakarta, pastinya saya harus memilih lokasi penjual di Jakarta juga. Seperti ini yang saya lakukan kemarin sehingga semua ongkir ditanggung gratis oleh Blibli.com.


Belanja di blibli.com
Foto: blibli.com

  • Cara lain yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan gratis ongkir adalah dengan memilih filter pengiriman ‘Dikirimkan oleh Blibli.com’ khusus pengiriman ke Jabodetabek, Surabaya, dan Medan.


Belanja di blibli.com
Foto: blibli.com

Pastikan kamu mendapatkan gratis ongkirnya, ya. Jadi, cek dulu di laman pengiriman, jangan sampai kamu salah. Kamu pun sudah bisa mendapatkan gratis ongkir dari Blibli.com dengan cara semudah dan sesimpel itu. Keren banget, ‘kan?

Customer Care Blibli.com Super Ramah dan Menyenangkan


Belanja di blibli.com
Foto: inet.detik

Ini adalah kali pertama saya berbelanja di Blibli.com. Sempat bingung gimana caranya transfer, pilih yang mana, dan akan seperti apa? Daripada saya salah, akhirnya saya menghubungi customer care Blibli.com. Meski saya agak merepotkan karena kadang lola…kwkwk, tapi mereka sabar banget dan sempat bercanda juga *mau ngerumpi atau mau apa ini? Haha.

Setelah paham, ternyata mudah saja membayar belanjaan saya di Blibli.com. Kita bisa bayar lewat supermarket seperti Alfamart, bisa juga lewat debit online, atau transfer. Nggak ribet memang, yang ribet memilih barang belanjaannya, karena banyak maunya setelah melihat situs jual beli satu ini.

Alhamdulillah, di hari kelima, semua barang pesanan saya pun sudah sampai dengan selamat. Barang-barangnya original, paking rapi, dan pastinya memuaskan banget berbelanja di Blibli.com.

Thanks, Blibli.com untuk pengalaman berbelanja yang tak terlupakan J

Salam,

Custom Post Signature

Custom Post  Signature