Friday, June 24, 2022

Resep Nasi Uduk Bunga Telang

Resep Nasi Uduk Bunga Telang


Bosan nggak sih makan nasi putih melulu? Sesekali pengin juga makan nasi putih yang diolah lebih spesial seperti nasi uduk biru bunga telang ini. Kebetulan, sekitar seminggu yang lalu saya membeli pohon bunga telang. Nggak disangka, beberapa hari kemudian bunganya lebat dan nggak tahu juga mau diapain…hehe. Akhirnya dikumpulin dan diseduh dengan air panas. Besoknya, saya olah menjadi nasi uduk bunga telang. 


Bunga telang ini lumayan mudah ditemukan di mana-mana, bahkan di jalan pun banyak. Kalau sudah lebat, malah susah diatur karena merambat ke mana-mana. Selain dikonsumsi, kebanyakan orang justru tahunya bunga telang dipakai sebagai tanaman obat, terutama obat mata. Biasanya diberikan kepada bayi yang baru lahir.


Manfaat Bunga Telang

Resep Nasi Uduk Bunga Telang
Photo on halodoc


Dikutip dari beberapa sumber, berikut beberapa manfaat bunga telang:


1. Kandungan asam palmitat di dalam bunga telang berguna sebagai antidepresan karena mengandung antioksidan. Jadi, bisa bermanfaat untuk mengurangi depresi juga, lho.

2. Kandungan flavonoid glikosida yang terdapat di dalam biji bunga telang bermanfaat untuk mempercepat proses penyembuhan luka. Sedangkan bunganya bisa dikonsumsi dan memiliki manfaat yang kurang lebih sama.

3. Meskipun terlihat sepele dan sering dianggap sebagai bunga liar, tapi bunga telang punya manfaat yang luar biasa termasuk dapat menurunkan kolesterol. 

4. Jika kamu punya masalah pada siklus menstruasi yang tidak teratur, coba konsumsi bunga telang. Katanya, bunga telang bermanfaat melancarkan datang bulan, lho.

5. Bunga telang berkhasiat menyembuhkan beberapa jenis sakit mata seperti konjungtivitas.


Dan masih banyak lagi manfaat bunga telang yang lainnya. Namun, yang tak kalah menarik, bunga telang juga sering dikonsumsi seperti diminum, dibuat jelly, atau diolah menjadi makanan seperti nasi uduk.


Daripada berlama-lama, yuk intip resep nasi uduk bunga telang ini.


Bahan:

20 pcs bunga telang

2 cup beras putih

1 bungkus santan instan

1 batang serai

2 lembar daun salam

Secukupnya air

Sedikit garam

Sedikit kaldu bubuk (Optional)


Cara membuat:

  • Seduh bunga telang dengan air panas. Diamkan sampai airnya pekat.
  • Cuci bersih beras dan tambahkan santan serta air bunga telang. Takaran air dan santan sesuaikan dengan takaran masing-masing, ya. Sama halnya seperti saat kita memasak nasi.
  • Masukkan serai yang sudah dimemarkan, daun salam dan garam. Jika suka, bisa ditambahkan kaldu bubuk.
  • Masak nasi dalam rice cooker seperti biasa. Jika sudah matang, aduk-aduk nasi dan tutup kembali.
  • Sajikan dengan pelengkap.


Resep Nasi Uduk Bunga Telang


Voila! Nasi uduk bunga telang sudah siap disajikan. Kita dapat menambahkan pelengkap seperti emping, telur dadar, orek tempe, ayam, dan perkedel. Jangan lupa, sajikan dengan sambal juga, ya!


Sayangnya, nasi bunga telang yang saya buat masih kurang pekat warnanya. Saya hanya pakai beberapa bunga saja nggak sampai 20 pcs. Awalnya nggak niat bikin nasi uduk bunga telang, hanya karena sayang melihat bunga berjatuhan dan setelah diseduh nggak diminum, akhirnya dijadikan nasi uduk ini.


Kalau teman-teman pakai bunga telangnya dalam jumlah cukup, insya Allah hasilnya bagus. Percobaan pertama gagal, tapi rasanya sih nggak masalah. Bunga telang hanya memberi tambahan warna, tidak memengaruhi soal rasa.


Saya rasa, varian nasi uduk biru yang cantik dengan bunga telang ini dapat dijadikan alternatif sarapan yang menarik selain makan nasi goreng dan nasi putih. Selain menarik, manfaatnya juga banyak bagi kesehatan.


Selain dibuat nasi uduk, bunga telang juga bisa dimakan mentah alias dilalap. Siapa nih yang sudah pernah coba? Yuk, cobain di rumah sebagai varian baru menu sarapan di meja makan!


Salam hangat,


Monday, June 20, 2022

Rekomendasi Tablet untuk Menggambar dan Membuat Ilustrasi

Rekomendasi Tablet untuk Menggambar dan Membuat Ilustrasi
Photo by Henry Ascroft on Unsplash


Tablet apa yang cocok digunakan untuk membuat ilustrasi? Apalagi buat pemula, apakah se-urgent itu untuk memiliki tablet? Kalau nggak punya, apakah bisa tetap belajar menggambar digital hanya menggunakan handphone?


Tahukah teman-teman, ada banyak orang yang bisa tetap menggambar digital dan membuat ilustrasi dengan handphone. Bahkan ketika mencari tutorial di Youtube, kita bisa menemukan banyak tutorial menggambar menggunakan handphone saja. Jadi, jawabannya bisa atau nggak? Bisa dong asal tekun dan mau terus belajar.


Aplikasi yang biasa digunakan di android tidak hanya dapat digunakan di tablet saja, tapi bisa juga teman-teman pakai di handphone. Namun, kita juga harus menyadari bahwa belajar menggambar di handphone butuh lebih sabar karena kurang leluasa. Tahu sendiri, kan ukuran layar tablet dengan layar handphone itu berbeda. Jadi, jangan disamakan juga prosesnya. Satu sama lain punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, kok.


Saya pikir, asal niat dan memang benar-benar mau belajar, pakai apa pun pasti bisa digunakan untuk belajar. Bahkan meski hanya pakai buku dan pensil :)


Dulu, saya tetap menggambar dan menulis meskipun nggak punya fasilitas. Pakai buku sama pensil saja sudah merasa cukup. Pengin punya komputer, tapi nggak ada uang untuk membeli. Jadi, pakai saja yang ada. Ternyata, proses belajar saya tidak berhenti hanya karena nggak ada fasilitas. Itu bukan alasan untuk saya malas-malasan. Saya hanya fokus dengan apa yang saya suka, maka saya terus mengerjakannya dengan tekun. 


Jika teman-teman punya rezeki dan benar-benar serius ingin menggeluti dunia ilustrasi dan menggambar digital, mari saya bisikkan tablet terbaik yang pernah saya gunakan selama menjadi ilustrator.


Tablet Android atau iPad?

Rekomendasi Tablet untuk Menggambar dan Membuat Ilustrasi
Photo on Unsplash


Sebelum pakai iPad, saya sudah pernah pakai dua jenis tablet android dari dua brand berbeda. Mulai dari harga 2 jutaan sampai tablet android 5 jutaan, saya tetap nggak bisa bertahan menggunakan keduanya terutama setelah mulai mengerjakan proyek-proyek buku.


Menariknya, saat ini memang banyak tablet android dengan harga lumayan terjangkau, tapi pertanyaan besarnya adalah, apakah itu worth it dipakai untuk membuat ilustrasi dalam jumlah banyak dan dalam waktu yang lama? Awet nggak, sih? Tetap aman nggak buat gambar ukuran besar dan dalam jumlah banyak?


Inilah alasan kenapa saya ganti iPad, salah satunya karena tablet android yang saya gunakan nggak bisa memberikan kenyamanan itu. Saya baru pakai untuk membuat ilustrasi dalam ukuran besar, itu tablet sudah lemot parah. Satu gambar bisa berhari-hari ngerjainnya karena super lemot…kwkwk. Memang, tidak semua tablet android akan seperti ini, tapi di saya memang terjadi yang akhirnya membuat diri ini yakin mau upgrade ke iPad.


Worth It Nggak Pakai iPad?

Rekomendasi Tablet untuk Menggambar dan Membuat Ilustrasi
Photo on Unsplash


Ini hanya berlaku buat teman-teman yang memang sudah serius menggeluti dunia ilustrasi. Kalau hanya main-main dan coba-coba, mending nggak usah beli iPad.


Sejauh ini, selama sekitar dua tahun saya pakai iPad, semua tetap berjalan baik dan nyaman. Pekerjaan saya Alhamdulillah selesai sesuai harapan. Nggak ada kendala berarti seperti lemot dan lain-lain. Sejauh ini, masya Allah aman!


Namun, yang sering dipertimbangkan adalah soal harga. Memang betul, harganya jauh lebih mahal daripada tablet android yang punya berbagai jenis harga dari yang murah sampai termahal. Sedangkan kalau iPad, bayangan di kepala kita mahal semua. Kalau mau disiasati, tunggu sampai harga normal, jangan beli saat baru-baru muncul nanti kamu bernasib seperti saya...kemahalan..kwkwk.


Tapi, kalau worth it, bukankah itu bisa digunakan dalam waktu lama? Jadi, nggak rugi juga dong belinya. Insya Allah juga akan balik modal bahkan bisa berkali lipat asal kita tekun bekerja dan lembur bagai kuda…kwkwk.


Bisa Dibawa ke Mana-Mana

Rekomendasi Tablet untuk Menggambar dan Membuat Ilustrasi
Photo on Unsplash


Menggambar pakai tablet ataupun iPad punya kelebihan lain, salah satunya dapat dibawa ke mana pun. Ini yang paling saya suka karena kita dapat bekerja di mana pun dan kapan pun. Berbeda dengan menulis, saya butuh laptop dan suasana tenang, sedangkan saat menggambar, saya nggak butuh konsentrasi lebih untuk menggambar beberapa halaman buku.


Waktu lebaran kemarin, saya sempatkan diri mengerjakan ilustrasi untuk proyek buku mulai dari tiba di stasiun, di dalam kereta, sampai di kampung halaman saat lebaran. Saya kerjakan sampai selesai dan nyaman-nyaman saja karena bisa sambil ngobrol juga, kok.


Jadi, rekomenasi tablet untuk menggambar apa, nih? Saya sih tetap pilih iPad karena seperti teman saya bilang, iPad ini tangguh…kwkwk. Walau kita harus membayar lebih mahal, tapi tetap worth it, kok. Insya Allah nggak akan rugi asal memang benar-benar kita gunakan dengan baik untuk bekerja dan berkarya.


Aplikasi menggambar dalam iPad juga simpel untuk dipelajari. Kita bisa pakai Procreate dengan sekali bayar saja. Aplikasinya bagus dan nggak ribet dipakainya. Dengan iPad dan aplikasi Procreate, saya sudah membuat beberapa buku serta gambar-gambar yang entah sudah berapa jumlahnya.


Jenis iPad Seperti Apa yang Direkomendasikan?

Rekomendasi Tablet untuk Menggambar dan Membuat Ilustrasi
Photo on Unsplash


Saya kurang tahu banyak jenis iPad terbaik untuk menggambar, kalau punya uang lebih, teman-teman bisa langsung pakai iPad Pro. Kalau di bawahnya itu, bisa pakai jenis lain seperti yang saya gunakan misalnya, iPad 8 128 GB. Ini sudah cukup, kok. Saya memang sempat tergoda untuk upgrade ke pro, tapi masih mikir-mikir lagi, apakah saya memang betah fokus mengerjakan gambar terus menerus karena selama dua bulan terakhir saya banyak menolak tawaran menggambar disebabkan saya kangen menulis buku…kwkwk.


Proyek-proyek kecil kalau dikerjakan dan diterima semua, benar-benar menyita waktu. Belum lagi proyek buku. Saya pun jadi nggak punya banyak waktu untuk menulis buku dan ternyata bikin nyesek juga :(


Saya sudah lama menulis. Menghabiskan banyak waktu dan juga uang untuk mengikuti kelas-kelas menulis. Sampai sekarang, saya tetap ingin menulis. Namun, saya juga senang menggambar. Selama beberapa tahun terakhir, saya tekuni dunia menggambar dan saya merasa nyaman, hanya saja saya juga tak ingin meninggalkan dunia kepenulisan karena ia cinta pertama saya.


Agak kepontang panting untuk membagi waktu, tapi saya tetap berusaha mengerjakan keduanya. Ketika kemarin sempat memutuskan meninggalkan dunia ilustrasi, tiba-tiba dapat tawaran yang susah ditolak. Mungkin kode dari Allah supaya tetap menekuni dunia menggambar ini…hiks.


Risiko kalau menekuni banyak hal sekaligus, ya? kwkwk. Sedangkan kemampuan saya terbatas dan saya sadar untuk mengerjakan dua-duanya benar-benar butuh waktu lebih dari 24 jam…haha. Atau ya seperti biasa, saya mengalah untuk salah satunya.


Gimana, adakah di antara teman-teman yang merasa galau juga pengin menekuni passion yang mana? Apakah sebuah profesi harus disukai dan dicintai dulu baru ditekuni? Hmm, mulai dari tablet serta iPad, kita jadi nyasar bahas soal passion, ya? kwkwk.


Apa pun itu, saya berharap tetap istikamah berkarya. Sebab dengan melakukan semua ini, saya merasa lebih berharga :)


Salam hangat,


Monday, June 13, 2022

Pengalaman Mengikuti IMTAS Qiraati 2022

Pengalaman Mengikuti IMTAS Qiraati 2022
Salat jamaah saat baru offline di sekolah si sulung. Bikin haru


IMTAS atau Imtihan Akhir Santri merupakan ujian akhir bagi para santri yang sudah menyelesaikan pembelajaran Qiraati. Qiraati sendiri mulai disusun pada tahun 1963 oleh KH. Dachlan Salim Zarkasyi di Kota Semarang. Penyusunan metode Qiraati membutuhkan waktu yang cukup panjang sampai akhirnya bisa kita gunakan untuk membaca Alquran dengan baik.


Kebetulan, di sekolah si sulung, mulai kelas satu Sekolah Dasar, siswa-siswi belajar Alquran dengan metode Qiraati. Berbeda dengan di rumah dan di sekolah TK, dia awalnya mulai belajar membaca Alquran dengan Iqra’. Namun, hal ini tidak menjadi kendala asalkan sejak awal anak-anak sudah diajarkan membaca Alquran dengan baik dan benar. Ketika menggunakan metode berbeda seperti Qiraati misalnya, mereka tinggal menyempurnakan apa yang telah dipelajari.


Qadarallah, tahun ini si sulung punya kesempatan mengikuti IMTAS. Ini kesempatan terakhir karena setelah kelas enam, ia tidak mungkin bisa ikut IMTAS lagi. Hanya ada 20an peserta yang ikut IMTAS tahun ini. Dari 20 anak tersebut sebagian berasal dari kelas 3, kelas 4, dan kelas 5. Siswa-siswi dari kelas terkecil seperti kelas 3 SD terbilang hebat banget, sih karena mengikuti IMTAS memang tidak mudah. Banyak hal mesti dikuasai dan dihafalkan. Sampai-sampai para peserta IMTAS harus rela nggak menikmati liburan sekolah selama beberapa minggu dan mesti bersedia lebih capek karena harus latihan selama beberapa bulan.


Tidak semua anak dapat mengikuti IMTAS. Itulah kenapa jumlah siswa-siswi terpilih sangat sedikit dibanding jumlah seluruh siswa di sekolah ini. Hanya guru-guru merekalah yang dapat menentukan. Karena logikanya, kalau memang tidak siap, tapi masih dipaksakan, akhirnya akan membebani anak-anak karena belajarnya luar biasa sulit.


Waktu si sulung terpilih, saya bersyukur sekaligus deg-degan. Artinya selama beberapa bulan harus rajin ngomel dan mengingatkan supaya dia tetap mau belajar di rumah. Anak-anak seusia dia, terkadang sudah mengerti apa yang mesti dilakukan, terkadang juga lupa karena masih senang main. Kami pun harus menyiapkan diri di antara dua hal. Berhasil atau gagal. Namun, hal yang selalu saya ucapkan, ayo usaha dulu semaksimal mungkin. Hasilnya biarkan Allah yang menentukan. Kalau akhirnya gagal, kita tidak akan menyesal karena sudah berusaha maksimal.


IMTAS Bukan Hanya Melatih Ingatan, Tapi Juga Kesabaran

Pengalaman Mengikuti IMTAS Qiraati 2022
Para peserta IMTAS beserta guru


Metode belajar Qiraati akan menempuh beberapa kelas, mulai dari Jilid 1 sampai 6, kelas Juz 27, kelas Alquran, serta Gharib dan Tajwid. Para guru akan menyeleksi beberapa anak yang layak ikut IMTAS. Aspek penilaian saat IMTAS terdiri dari 8 obyek, Fashahah, Tartil, Tajwid, Gharib, Surat Pendek, Doa Harian, praktik wudu serta salat. Diharapkan, anak-anak sudah dapat melaksanakan ibadah harian dengan benar setelah menyelesaikan tahap ujian akhir dari metode pembelajaran Qiraati ini.


Sudah banyak wali murid yang mengatakan bahwa IMTAS ini berat. Nggak main-main belajarnya. Dan benar saja, setelah mengalami langsung, kadang saya sendiri pun merasa mau menyerah kalau melihat materi-materi yang mesti dihafalkan terus menerus selama sekian bulan. Sampai-sampai nggak ngerasain liburan semester pertama.


Ini bukan hanya latihan menghafal dan praktik ibadah, tapi juga latihan kesabaran. Kalau kita nggak sabar, sudah pasti maunya menyerah saja daripada harus capek-capek begini. Mana belum tentu lulus juga, kan?


Namun, sebagai orang tua kita harus tetap menyemangati anak-anak dan juga diri sendiri. Yakin, usaha yang baik akan memberikan hasil yang baik. Usaha yang maksimal tentu tidak akan mengkhianati hasil akhirnya nanti.


Belajar Apa Saja Untuk Persiapan IMTAS?

Pengalaman Mengikuti IMTAS Qiraati 2022
Photo by Lexi T on Unsplash


Sebagai orang dewasa, tapi bukan tenaga pengajar Alquran dan hanya sekilas mengenal Qiraati, tentu rasanya agak kaget juga dengan materi-materi yang mesti disiapkan sebelum IMTAS. Terutama materi Gharib yang mesti menghafal ayat sekian dan juz sekian.


Serius semua harus dihafal, nih? Yups! Jawabannya tentu saja kalau memang mau lulus. Hal yang mesti dilakukan adalah belajarnya dicicil, diulang-ulang sampai benar-benar lancar. Dan itu nggak mudah karena anak-anak kadang jenuh serta bosan. Kita saja belum tentu sekuat itu, lho. Namun, salut buat para guru dan peserta IMTAS yang telah berusaha sangat maksimal. Tak akan ada keberhasilan tanpa bantuan tenaga pengajar yang sangat sabar melatih anak-anak. Saya sangat berterima kasih kepada para guru di sekolah si sulung, sebab merekalah yang membantu si sulung belajar Alquran dengan lebih sempurna. Masya Allah.


Usaha Tidak Akan Mengkhianati Hasil

Pengalaman Mengikuti IMTAS Qiraati 2022
Photo by Syed Aoun Abbas on Unsplash


Setelah melalui proses yang lumayan panjang dan berat. Sampai berdarah-darah ini mah…hehe. Alhamdulillah diumumkan juga hasil akhirnya. Ada sebanyak 11 siswa-siswi yang lulus IMTAS tahun ini. Termasuk si sulung. Rasanya legaa. Alhamdulillah.


Anak-anak yang belum lulus IMTAS bukan berarti tidak bisa, mereka sudah terpilih dan artinya sudah dianggap mampu. Hanya saja saat ini memang belum waktunya bagi mereka menerima kelulusan. Bahkan meski kurang satu poin saja, mereka bisa tidak lulus. Berat bangetlah pokoknya.


Mereka semua hebat dan luas biasa. Mengingat perjuangan si sulung yang terlihat oleh mata sendiri, rasanya wah banget mereka ini. Sampai saya ingat betul, sepulang ujian, si sulung bisa benar-benar tertidur pulas di siang bolong padahal biasanya dia nggak suka bobok siang. Kayaknya ngerasa lega banget karena ujian sudah berakhir meskipun hasilnya belum ketahuan.


Jika tidak lulus tahun ini, para siswa masih punya kesempatan di tahun berikutnya tentu dengan persiapan yang jauh lebih matang. Setelah tahu medannya, harusnya ini membantu mereka lebih siap lagi daripada sebelumnya. Semangat :)


Khotmul Quran dan Sertifikasi Juz

Pengalaman Mengikuti IMTAS Qiraati 2022
Persembahan dari perwakilan peserta IMTAS dan Sertifikasi Juz


Inilah kali pertama saya hadir dalam khotmul Quran di sekolah sebagai salah satu wali murid dari peserta IMTAS dan sertifkkasi juz Alquran. Persiapan khotmul Quran ini ternyata nggak kalah berat dengan persiapan IMTAS. Ternyata capeknya belum kelar…hehe.


Si sulung sampai ngeluh, lebih susah menyiapkan Khotmul Quran katanya. Karena akan lebih deg-degan sebab nanti akan tampil di depan banyak orang sekaligus penguji dari luar sekolah.


Waktu melihat para peserta sertifikasi Juz, hawanya bikin mewek gitu. Terharu sih melihat anak-anak bisa menghafal Alquran padahal mereka sekolahnya bukan sekolah tahfidz. Artinya, ada perjuangan lebih yang mereka lakukan. Dan menurut saya, itu luar biasa.


Di akhir acara, anak-anak ngasih bunga ke emaknya. Mewek dan nangis bombay deh akhirnya. Ternyata begini rasanya. Si sulung pun ikutan nangis…hehe.


Inilah sedikit cerita serta pengalaman si sulung saat ikut IMTAS 2022. Nggak pernah kebayang si sulung bisa sampai di sekolah yang sekarang karena sejujurnya saya kurang tahu menahu soal sekolah bagus di sini. Karena dapat rekomendasi dari teman kajian, akhirnya kami daftarkan dia di sini. Alhamdulillah, banyak hal positif dia pelajari di sekolah. Dia juga mendapatkan guru-guru yang hebat dan baik. Masya Allah.


Salam hangat,


Friday, June 3, 2022

Pengalaman Menginap di Sevilla Resort Magelang

Pengalaman Menginap di Sevilla Resort Magelang
Pas masuk ke dalam ternyata cakep :)


Waktu lebaran kemarin, saya sempat menginap semalam di Sevilla Resort Magelang setelah sebelumnya menginap di Yogyakarta selama dua malam. Memang tidak berniat liburan lama-lama di Magelang. Kami hanya singgah sebentar supaya bisa istirahat.


Saya dan keluarga sampai di Sevilla Resort sore hari. Kemudian membersihkan diri sebentar dan berencana pergi makan malam di luar sekalian main ke Candi Borobudur. Yups! Siapa yang baru tahu kalau Candi Borobudur ada di Kabupaten Magelang? Tentu saja saya…kwkwk. 


Ini bukan pertama kalinya saya main ke Jawa Tengah. Waktu masih SMP, saya pernah ikut liburan bersama teman-teman sekolah ke Yogyakarta dan main ke Candi Borobudur. Sampai kemarin saya belum sadar kalau Candi Borobudur ada di Kabupaten Magelang, lho. Letaknya juga nggak terlalu jauh dari Sevilla Resort. Hanya saja, karena waktu itu masih gerimis dan mulai gelap, ditambah ternyata ramai dan susah mencari tempat parkir, akhirnya kami nggak jadi mampir ke Candi Borobudur, tapi lanjut ke tempat makan.


Kesan Pertama Menginap di Sevilla Resort Magelang

Pengalaman Menginap di Sevilla Resort Magelang
Photo: Dok pribadi


Sevilla Resort merupakan salah satu hotel bintang 3 dengan view yang super cakep yang mesti teman-teman coba juga saat berkunjung ke Magelang. Bangunan-bangunannya super cozy dan estetis jadi bikin betah. Akhirnya nggak pengin pulang!


Sevilla Resort juga punya fasilitas yang lengkap, termasuk kolam renang yang luas dan nyaman, ada taman, dan restorannya juga. Namun, hal yang paling saya suka dari Sevilla Resort adalah view-nya yang super adem. Kebetulan saya dapat kamar dengan view persawahan yang hijau. Jarang-jarang orang Jakarta lihat sawah, kan? Pulang kampung aja nggak sempat nengok sawah saking padatnya jadwal keliling silaturahmi. Menginap di Sevilla Resort rasanya jadi liburan singkat yang menyenangkan banget.


Coba lihat deh pemandangannya seindah ini. Mupeng banget kan pengin lebih lama lagi nginepnya? Nggak cukup hanya semalam, deh!


Pengalaman Menginap di Sevilla Resort Magelang
Pemandangan dari balkon kamar saya. Adem banget, kan? :)


Kamarnya bisa dilihat, cukup luas dan nyaman. Fasilitas yang disediakan di kamar juga cukup lengkap mulai dari:

  • Electric kettle
  • Teh dan kopi
  • Free WIFI
  • Air mineral
  • Sandal
  • Televisi
  • AC yang berfungsi dengan baik
  • Air panas dan perlengkapan mandi lengkap


Pengalaman Menginap di Sevilla Resort Magelang
Pose dulu :D


Pengalaman Menginap di Sevilla Resort Magelang
Kamar mandinya bersiih :)


Meski telah melewati masa pandemi yang cukup berat, tapi Sevilla tetap mempertahankan pelayanan yang baik. Karena, dari beberapa hotel yang sempat saya kunjungi selama pandemi, ada juga yang sampai kesulitan menyiapkan sandal sampai electric kettle, lho. Saya paham betul, kondisi kemarin pasti sangat berpengaruh bagi pariwisata tak terkecuali tempat penginapan juga.


Kolam renangnya juga super nyaman dan bersih. Kebetulan, anak-anak nggak mau berenang walaupun kondisi kolamnya sepi. Hanya rombongan kami saja yang berenang. Alhasil, kami memilih berkeliling saja sambil menikmati view persawahan yang sangat indah.


Pengalaman Menginap di Sevilla Resort Magelang
Pemandangan dari atas. Di tempat ini juga kita dapat melihat persawahan. Asyik banget :)


Pemandangan persawahan juga bisa dinikmati dari dekat kolam renang ini. Kita bisa naik ke tempat yang lebih tinggi. Tinggal naik anak tangga dan ketemulah view persawahan lagi di sini.


Tempat Wedding yang Estetis

Pengalaman Menginap di Sevilla Resort Magelang
Sayang gelap karena kondisi mendung dan mulai gerimis :(


Kebetulan, waktu saya menginap di Sevilla Resort, sedang ada resepsi juga di dekat kolam renang. Namun, karena kondisi hujan, akhirnya mereka pindah ke tempat yang teduh. Setelah saya cek Instagram Sevilla Resort, ternyata memang benar di sini sering dipakai untuk acara pertunangan dan resepsi pernikahan. Tempatnya memang estetis banget, sih. Bisa lihat sendiri hasil foto-fotonya cakep banget!


Ada rencana mau ngadain resepsi di Magelang? Calonnya dulu aja kali disiapin *uhuk


Harga Menginap di Sevilla Resort Magelang

Pengalaman Menginap di Sevilla Resort Magelang
Kebanyakan ambil fotonya pas mendung..hiks :(


Harga menginap di Sevilla Resort mulai 400an ribu per malam. Kebetulan, saya pakai kamar Deluxe Twin Room dengan harga Rp. 975.000 dan tidak termasuk sarapan. Dengan view secantik itu memang masuk akal dan worth it, sih. Dan lagi, kemarin pesannya sudah mepet waktu dan pas lebaran juga. Teman-teman bisa cek harga sekarang misalnya di Traveloka, bisa, kok dapat harga di bawah itu. Mulai disiapin, nih buat liburan mendatang. Siapa tahu ada yang mau main ke Magelang. Cepetan pesan, ya!


Keesokan harinya, sekitar pukul 12 siang saya melanjutkan perjalanan ke Malang. Alhamdulillah, sampai di Kota Malang sekitar pukul 9 malam. 


Libur lebaran tahun ini memang cukup random, ya. Karena baru berakhir pandemi, jadilah banyak orang mengagendakan kumpul-kumpul keluarga lagi. Jalanan cukup padat bahkan terbilang padat apalagi perjalanan saya dari Malang ke Kota Solo. Sampai mabok di jalan rasanya :(


Bagi teman-teman yang berniat mau liburan ke Magelang dan bingung mencari hotel yang nyaman, teman-teman bisa menginap di Sevilla Resort yang lokasinya terletak di Jalan Blabak, Sawangan KM 2 Pagersari, Mungkid, Magelang, Jawa Tengah.


Lebih enak kalau main ke Magelang di luar musim penghujan supaya bisa main-main ke Candi Borobudur dengan nyaman juga. Jujur, saya pengin banget main ke Candi Borobudur, tapi sayangnya nggak kesampean…hiks


Semoga di lain kesempatan bisa main lagi ke Magelang dan jalan-jalan ke Candi Borobudur juga. Sampai jumpa di liburan berikutnya, ya!


Salam hangat,


Tuesday, May 17, 2022

Yuk, Kelola Uang Angpau Lebaran Anak-Anak dengan Lebih Bijak!

Yuk, Kelola Uang Angpau Lebaran Anak-Anak dengan Lebih Bijak!
Photo by micheile dot com on Unsplash


Sejak anak-anak masih baru lahir, hampir sebagian besar mereka sudah memiliki uang. Entah diberi oleh kakek dan neneknya atau diberi teman-teman orang tuanya. Begitu juga dengan anak-anak saya.


Meskipun mereka belum paham apa itu uang, saya dan suami tak pernah seenaknya menghabiskan uang mereka apalagi hanya demi kepentingan kami sendiri. Saya lebih senang meminjam untuk kemudian mengembalikannya. Jika saya butuh dan harus memakai uang anak-anak, tanpa mereka minta sekalipun, saya tetap akan mengembalikannya. Kenapa? Karena itu hak mereka. Walaupun mereka bilang pakai saja, ambil saja, saya nggak akan setega itu melakukannya. Sama seperti saya, mereka juga butuh waktu untuk mengumpulkan uang sampai jumlahnya jutaan. 


Terlebih, anak-anak saya nggak suka menghabiskan uang. Lebih senang menabung dan disimpan. Kalaupun mau dipakai untuk membeli buku dan mainan, jumlahnya sangat kecil dibanding uang yang ditabung.


Sejak kecil, saya juga sudah membiasakan anak-anak menabung. Dari uang recehan bisa jadi jutaan rupiah. Sampai kapok nabung uang recehan karena sampai anak saya usia 11 tahun belum juga beres kami tukar…kwkwk. 


Di sekolah, si kakak juga sudah terbiasa menabung sejak TK. Sekali pun saya nggak pernah pakai untuk membayar SPP atau keperluan sekolahnya. Ketika uangnya sudah terkumpul, saya ambil dan dimasukkan tabungannya sendiri. Padahal, nggak sedikit orang tua yang menabung di sekolah buat bayar SPP dan yang lainnya. Menurut saya juga nggak masalah.


Lebaran tahun ini, saya meminta anak-anak memecahkan celengannya masing-masing karena kondisinya sudah penuh banget. Celengannya memang kecil dan sudah lama tidak dibuka. Sudah nggak mungkin diisi lagi, khawatir uangnya malah sobek.


Inilah momen paling seru yang dinanti ketika kita menabung. Apalagi kalau celengannya dipecahkan setelah penuh. Kira-kira berapa, ya isinya?


Uang tabungan ditambah angpau lebaran jumlahnya sangat lumayan. Masing-masing dari mereka mendapatkan 3 juta lebih. Selisihnya hanya sedikit. Dari uang itu, nantinya akan dimasukkan rekening tabungan yang saya pegang. Jumlah uang masing-masing anak saya catat baik-baik. Begitu juga dengan pengeluarannya, misalnya saat mereka mau membeli buku bacaan dan yang lainnya. Mereka yang sudah besar juga tahu berapa jumlah uang mereka.


Dari uang tabungan tersebut, anak-anak saya tawarkan untuk jajan atau membeli mainan. Mereka memilih membeli lego yang harganya hanya 50an ribu saja. Kenapa harus ditawarkan membeli sesuatu yang mereka inginkan? Karena mereka benar-benar 'datar' soal beginian. Nggak seperti anak-anak kebanyakan yang heboh kalau pegang uang banyak. Nggak ada rasa pengin beli apa gitu? Kan, jadi aneh dan nggak menikmati nanti…kwkwk.


Bukan hanya karena uangnya sendiri, mereka memang terbiasa apa-apa ‘biasa aja’. Bahkan ketika ditawari belanja oleh kakeknya atau bersama saya. Mereka sering menolak. Kalaupun mau, mereka sangat tahu batas. Satu pun sudah cukup.


Belanja Secukupnya dan Sebutuhnya

Yuk, Kelola Uang Angpau Lebaran Anak-Anak dengan Lebih Bijak!
Photo by Sasun Bughdaryan on Unsplash


Waktu si Kakak masih kecil, pernah ada drama dia suka minta mainan sampai mau nangis. Namun, saya sebisa mungkin memang nggak pernah mengikuti kemauannya. Kalau sejak awal bilang mau beli pakai uang tabungannya sendiri, sedangkan uangnya belum cukup, dia nggak boleh memaksa. Nangis-nangis di pasar pun tak akan menggoyahkan keputusan saya…kwkwk.


Inilah yang saya pelajari dulu. Anak-anak itu pintarnya bukan main. Nangisnya dijadikan senjata sehingga ketika kemauannya tak dipenuhi, ia akan merengek sampai mempermalukan kita di depan semua orang. Kalau kitanya kuat, mereka akan berhenti. Namun, kalau kita kalah dan menuruti maunya mereka, besoknya mereka akan mengulangi hal yang sama.


Itulah kenapa, untuk saat ini, baik si kakak ataupun adik sama-sama nggak suka drama kalau belanja. Karena dari kecil sudah terbiasa seperti itu. Kalau dari rumah niatnya mau beli makanan, jangan minta mainan ketika tiba di tempat tujuan. Nggak akan saya kasih…hihi. Kenapa saya bisa sekonsisten itu juga sama anak-anak? Karena mereka juga nggak punya tempat pelarian yang bakalan belain seperti nenek atau kakeknya. Saya hidup jauh dari orang tua, sehingga pengasuhan benar-benar dipegang oleh saya dan suami saja.


Sampai mereka besar, ternyata jadi terbiasa main ke mall nggak harus beli pun nggak masalah, melihat mainan nggak harus dibawa pulang, melihat-lihat saja sudah cukup, dan lagi harus tahu mana yang dibutuhkan atau tidak. Saya benar-benar terbantu dengan sikap mereka yang seperti ini. Masya Allah.


Kelola Uang Angpau Anak-Anak dengan Lebih Bijak

Yuk, Kelola Uang Angpau Lebaran Anak-Anak dengan Lebih Bijak!
Photo by Towfiqu Bharbuiya on Unsplash


Ketika anak sudah berusia lebih besar, mereka sudah tahu mau apa dan pengin apa dengan uangnya sendiri. Sebagai orang tua, nggak masalah mengarahkan mereka supaya uangnya bisa dibelanjakan untuk benda-benda yang berguna. Jika mereka mulai berlebihan saat belanja mainan dan yang lainnya, cobalah diingatkan.


Anak-anak di rumah sudah tahu bagaimana cara saya mendapatkan uang. Tidak semudah saat mereka mendapatkan uang angpau lebaran setiap tahun. Hal ini memudahkan mereka memahami nilai uang. Ternyata, mengumpulkan uang itu tak semudah saat mendapatkan angpau lebaran. Dengan begitu, mereka akan jauh lebih berhati-hati dan tak seenaknya menghabiskan uang angpau.


Ajari Anak Menabung Sejak Dini

Yuk, Kelola Uang Angpau Lebaran Anak-Anak dengan Lebih Bijak!
Photo by Andre Taissin on Unsplash


Uang angpau lebaran bisa ditabung di celengan atau dimasukkan dalam rekening bank. Jika celengan sudah penuh, saya lebih suka menyimpannya di bank karena memang jumlahnya tak sedikit. Lebih aman dan tak repot saat menyimpan.


Selain anak-anak, saya juga ikut menabung. Celengan kami sama, lho. Warnanya saja yang berbeda…hehe. Selain dapat uang dari angpau lebaran, anak-anak juga dapat dari kami. Jumlahnya nggak besar. Misal 5 ribu karena habis memijat punggung ayahnya. Kadang juga nggak dibayar. Seikhlasnya…kwkwk. Atau juga dapat dari lomba. Seperti si kakak dan adek, sejak kecil sering ikut lomba. Mereka bisa dapat uang dengan jumlah yang lumayan. Bisa ratusan ribu yang akhirnya langsung masuk celengan nggak pakai nego :D


Namun, kadang ada anak yang kurang paham konsep menabung. Seperti keponakan saya yang pengin nabung, tapi masih boros suka jajan dan maunya dikasih uang terus biar celengannya penuh. Lucunya, kadang ambil-ambil sendiri dari dompet ibunya. Ini agak bahaya, ya konsepnya…hihi. Jadi, nabungnya bukan dari ngumpulin pelan-pelan, melainkan mau langsung banyak.


Berbagi Kepada Orang Lain

Yuk, Kelola Uang Angpau Lebaran Anak-Anak dengan Lebih Bijak!
Photo by Annie Spratt on Unsplash


Pernah kepikiran nggak sih minta anak-anak sedekah dengan uangnya sendiri? Sedekah juga mesti diajarkan kepada anak-anak sejak dini. Ajarkan mereka bagaimana cara berbagi kepada orang yang membutuhkan. Contoh kecil aja, mau nggak si kakak ngasih ke adeknya? Nggak usah semua, sedikit saja.


Lebih enak kalau kita punya celengan sedekah. Jadi, uang-uang yang dikumpulkan di celengan tersebut nantinya akan disumbangkan setelah nilainya terpenuhi.


Gimana, masih ragu mengelola uang angpau anak-anak saat lebaran? Jangan lupa, ajak anak-anak terlibat saat menghitung dan mencatat uang. Biarkan mereka tahu jumlah uang mereka dan jangan lupa, mereka juga berhak membelanjakan uangnya dan menyimpannya.


Salam hangat,


Wednesday, May 11, 2022

Pengalaman Naik KA Brawijaya Saat Mudik Lebaran

Photo: Dok. pribadi


Lebaran tahun ini merupakan lebaran pertama dibolehkannya kita mudik oleh pemerintah setelah beberapa tahun harus lebaran di rumah karena pandemi. Bersyukur, kita telah melewati masa pandemi yang cukup mengerikan serta memakan banyak korban jiwa, termasuk orang terdekat kita. Semoga setelah ini, Corona benar-benar pergi, ya.


Sejak awal, kami memang berencana mudik naik kereta api. Anak-anak sangat antusias mau naik kereta api setelah mereka mencobanya pada lebaran terakhir beberapa tahun lalu sebelum pandemi. Bagi mereka, perjalanan naik kereta itu menyenangkan, meskipun butuh waktu lebih lama daripada naik pesawat. Entah kenapa, mereka benar-benar nggak suka lagi naik pesawat setelah mencoba naik kereta api, lho. Padahal, mudik berkali-kali selama ini selalu naik pesawat. Alasan mereka nggak mau naik pesawat lagi karena takut jatuh…kwkwk. Mungkin benar, tapi alasan lainnya pasti karena pengalaman naik kereta api ternyata seru dan menyenangkan :)


Waktu mendekati lebaran, saya rajin cek aplikasi Traveloka. Beberapa kali saya lihat belum juga tersedia. Tepatnya kapan saya lupa, akhirnya ada juga tiket kereta api dari Jakarta menuju Malang. Yeay! Senangnya karena merasa nggak terlambat dan nggak kehabisan tiket!


Untuk pertama kalinya, saya mencoba memesan tiket KA Brawijaya. KA Brawijaya merupakan layanan kereta api kelas eksekutif yang dioperasikan oleh KAI yang menghubungkan Stasiun Gambir yang ada di Jakarta dan Stasiun Malang. KA Brawijaya yang beroperasi di segmen lintas Jakarta-Malang baru diluncurkan pada 10 Maret 2021 lalu.


Naik KA Brawijaya dari Stasiun Gambir Menuju Stasiun Kota Baru di Malang memakan waktu sekitar 13 jam 13 menit. Dan menakjubkannya, mereka benar-benar tepat waktu. Saya tiba di Stasiun Malang sekitar pukul 5 pagi. Begitu juga saat tiba di Stasiun Jatinegara-Jakarta tepat pukul setengah 5 pagi di mana saya nggak pernah sampai sepagi itu saat mudik naik kereta :D


Harga Tiket KA Brawijaya Mudik 2022

Harga tiket KA Brawijaya dari Stasiun Gambir menuju Stasiun Malang adalah Rp. 700.000 saat mudik tahun ini, ya. Harganya tidak berbeda jauh dengan KA Gajayana yang biasa saya naiki pada mudik sebelumnya. Selisihnya hanya 50k saja.


Karena pengin mencoba KA Brawijaya yang baru dioperasikan tahun lalu, akhirnya saya dan keluarga memilih KA Brawijaya untuk transportasi mudik tahun ini.


Harga tersebut tidak termasuk makan, ya. Teman-teman dapat memesan makanan di kereta untuk berbuka puasa serta santap sahur. Harganya berkisar di atas Rp. 30.000 per porsinya. Ada juga teh panas serta cokelat panas. Kalau nggak sempat bawa bekal dari rumah, beli makanan di kereta sudah lumayan cukup meskipun rasanya menurut saya masih kurang sesuai, sih.


Persyaratan Naik KA pada Mudik 2022

Karena pandemi baru berakhir, di mana saat mudik lebaran tahun ini kita masih diimbau supaya tetap taat prokes dan berhati-hati, maka persyaratan naik KA pun cukup ketat. Salah satunya mesti booster bagi usia 18 tahun ke atas dan vaksin lengkap bagi usia di bawah 18 tahun. Sedangkan bagi orang yang belum memenuhi syarat tersebut, maka harus menyertakan hasil negatif antigen atau PCR.


Awalnya, syarat bagi anak usia di bawah 18 tahun yang belum bisa booster mesti tes antigen. Syarat ini menurut saya agak kurang masuk akal karena usia 6 tahun ke bawah yang belum bisa vaksin malah nggak diharuskan menyertakan hasil tes apa pun. Aneh saja, yang sudah vaksin mestinya sudah lebih aman, kan? Bersyukurnya, syarat ini akhirnya diganti dengan peraturan yang baru di mana untuk usia 18 tahun ke bawah yang sudah vaksin lengkap tidak diharuskan melakukan tes apa pun. Alhamdulillah!


Pengalaman Naik KA Brawijaya dari Jakarta Sampai Malang

Pengalaman Naik KA Brawijaya Saat Mudik Lebaran
Photo on Unsplash


Beberapa hal yang saya rasakan saat naik KA Brawijaya dari Jakarta sampai Malang, juga sebaliknya,


1. Disiplin waktu. KA Brawijaya benar-benar tepat waktu seperti yang saya sampaikan di awal. Sampainya benar-benar sesuai jadwal. Kalaupun telat, paling hanya hitungan menit saja. Datangnya pun lebih cepat. Untuk keberangkatan dari Jakarta, kereta sudah datang jam 3 dengan jadwal keberangkatan sekitar pukul 3 lewat 40 menit. Sebaiknya tidak datang mepet waktu karena kita juga mesti print tiket di stasiun. Nggak enak kalau buru-buru, kan?


2. Tempat duduknya nyaman dan lega! Benar-benar bisa selonjoran dan bersandar dengan nyaman, sih. Tidur pun nggak terlalu pegal. Dengan perjalanan malam, rasanya singkat aja karena tiba-tiba sudah sampai tujuan. 


3. Diberi masker dan tisu basah gratis bagi setiap penumpang. 


4. Disediakan plastik di depan tempat duduk untuk tempat sampah atau kebutuhan lainnya.


5. Anak-anak diberi hadiah. Menurut informasi, hal ini dilakukan supaya anak-anak senang naik kereta. Saya ikut happy juga meskipun bukan hal spesial, tapi siapa sih yang nggak suka dikasih hadiah? Untuk perjalanan pertama, anak-anak dapat kantong berisi buku mewarnai bergambar kereta, gantungan kunci kereta, dan pensil warna. Sedangkan untuk perjalanan pulang dari Malang menuju Jakarta, anak-anak dapat puzzle bergambar kereta. Seru! Berasa naik Turkish Airlines yang suka ngasih hadiah banyak banget buat anak-anak…kwkwk.


6. Bagasinya luas. Cukup banget untuk menaruh koper ukuran sedang seperti yang kami bawa. Untuk perjalanan seminggu lebih kemarin, saya hanya membawa 1 koper saja dengan ukuran sedang untuk pakaian berempat.


7. Dapat selimut yang sudah disterilisasi dan wangi tentunya. Karena KA Brawijaya terbilang baru, AC-nya memang adeeem. Adanya selimut dapat mengurangi rasa dingin selama di kereta. 


8. Nggak diberikan free makan untuk buka puasa seperti halnya kereta Gajayana sebelum pandemi beberapa tahun lalu, tapi kita bisa membeli makanan di kereta dengan menu yang cukup bervariasi seperti nasi goreng, nasi sapi lada hitam, dan juga ada minuman seperti air mineral serta minuman panas.


9. Kamar mandi bersih dan airnya lancar. Meskipun seperti pada umumnya, toilet di kereta memang nggak bisa lega, tapi sudah sangat cukup nyaman buat perjalanan. Disediakan juga tisu dan sabun cair di dalam toilet.


10. Petugas kebersihan berkeliling mengumpulkan sampah dan memeriksa toilet. Kondisi keretanya memang bersih dan nyaman.


11. Petugas menegur penumpang yang nggak disiplin prokes. Sempat ada yang lepas masker dan akhirnya ditegur. Meskipun kondisi sekarang sudah cukup bebas, di kereta tetap ketat prokesnya. Dan bagi saya, ini jauh lebih nyaman, sih.


Perjalanan mudik tahun ini memang cukup melelahkan karena saya mesti ke Jogja beberapa hari kemudian disambung kembali ke Jakarta. Namun, rasanya tetap nyaman meskipun pulangnya harus naik kereta lagi dan menikmati perjalanan selama 13 jam lebih. Capek pasti, tapi memang nggak terlalu dirasakan terutama karena waktu perjalanannya dari sore sampai pagi. Saking capeknya, saya memang lebih banyak tidur dari selepas Magrib sampai tengah malam.terbangun sebentar, tidur lagi. Begitu terus hingga sampai di stasiun Jakarta :D


Semoga tahun depan kita bisa mudik lagi, ya? 


Salam hangat,


Tuesday, April 5, 2022

Tip Mengajarkan Anak Puasa Penuh di Bulan Ramadan

Tip Mengajarkan Anak Puasa Penuh di Bulan Ramadan
Photo by Rauf Alvi on Unsplash


Kamu tim puasa di hari apa? Sabtu atau Minggu? Apa pun pilihanmu, yang penting jangan hanya sekadar asal ikut-ikutan, cari tahu juga alasan dan dalil-dalinya. Tak perlu meributkan perbedaan. Berbeda pendapat di antara para ulama itu adalah hal yang lumrah dan terjadi sejak zaman dulu. 


Tahun ini, bersyukur kita bisa menjalankan ibadah puasa dalam keadaan yang jauh lebih tenang. Kita bisa ke masjid tanpa khawatir Covid-19. Kita bisa bepergian dan juga mudik tanpa perlu khawatir berlebihan. Semoga pandemi benar-benar sudah berakhir, ya!


Tahun ini, si bungsu yang sudah enam tahun mulai belajar puasa penuh. Ternyata dia jauh lebih santai saat puasa tak seperti yang saya takutkan. Nggak banyak mengeluh apalagi uring-uringan, masya Allah. 


Di sini, anak-anak memang terbiasa puasa di usia TK. Nggak menunggu besar dulu untuk belajar berpuasa. Sedangkan di keluarga besar saya, anak-anak belajar puasa di usia SD. Itu pun kadang harus diberi uang sebagai reward dan masih banyak maunya pula...kwkwk.


Maka tidak heran ketika kami pulang kampung, orang tua saya nggak terima cucunya disuruh puasa di usia segini. Sampai rumah dikasih teh dan dipaksa berbuka…kwkwk. Akibatnya terjadi perpecahan pendapat yang tak terelakkan…huhu. 


Tahun ini mungkin ibu saya belum sepenuhnya ingat karena demensia. Mudik mungkin tak akan seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun, mudik tetap jadi sesuatu yang menyenangkan bagi kami yang merantau. Ada capeknya, serunya, kangennya, dan takutnya ditanya macam-macam kalau sudah sampai di sana…kwkwk. 


Di postingan kali ini saya akan membagikan sedikit tip yang mungkin berguna bagi teman-teman yang ingin mengajarkan anak-anaknya berpuasa penuh untuk pertama kalinya.


1. Perkenalkan Puasa 

Jangan terburu-buru ingin anak puasa penuh. Mereka butuh waktu dan belajar terlebih dulu. Jangan terlalu antusias dan memaksa, bisa-bisa mereka nggak mau mencoba. 


Di awal, kita bisa mengajari mereka puasa sebisanya. Ajak mereka bangun untuk sahur, mereka akan belajar berpuasa misalnya setengah hari. Berbuka di waktu Dhuhur dan kembali berpuasa sampai Magrib.


2. Sahur dengan Gizi Seimbang

Saya nggak terbiasa makan sahur dengan menu lengkap. Di bulan Ramadan, saya lebih banyak sahur hanya dengan air rendaman kurma. Saya merasa kelaparan justru ketika sahurnya makan nasi…kwkwk.


Tapi, buat anak-anak, usahakan sahur dengan menu lengkap. Banyakin protein dan jangan lupa berikan susu. Meskipun malas karena masih ngantuk, tapi usahakan mereka makan sampai porsi yang cukup.


3. Usahakan Tidur Siang

Anak-anak di sini jarang tidur setelah salat Shubuh. Jadi, setelah Dhuhur, saya paksa mereka tidur siang supaya nggak teler dan nggak terasa laparnya. Tidur siang sangat baik buat mereka. Lumayan bisa nyelimur biar nggak ngerasa lapar dan haus banget.


Usahakan jangan main terlalu heboh juga biar nggak kehausan. Meskipun ini susah juga ya…kwkwk.


4. Puji Usahanya

Hadiah bukan satu-satunya yang anak-anak inginkan dari orang tua. Kadang, mereka nggak butuh itu. Mereka mau dihargai dan diakui usahanya. Jangan lupa, puji mereka jika sudah berhasil puasa penuh. Batal pun tak masalah, jika tak kuat, tak perlu dipaksa. Tetap puji usahanya untuk tetap berpuasa di saat anak-anak lain mungkin nggak berpuasa. Mereka hebat, lho!


Saya tidak menjanjikan hadiah pada anak-anak, tapi setelah mereka mulai berpuasa dan saya lihat mereka menjalankannya dengan baik tanpa banyak mengeluh, saya mau ngasih mereka hadiah buku kesukaan mereka.


Kadang, nggak perlu menunggu momen khusus untuk ngasih mereka sesuatu. Dan saya juga nggak pernah ngasih hal-hal yang luar biasa. Yang wajar-wajar saja. Akhir-akhir ini memang lebih banyak ngasih buku karena anak-anak sudah nggak suka beli mainan. Itu sudah happy banget mereka.


Ada banyak cara yang bisa kita lakukan supaya mereka mau belajar berpuasa. Setiap orang tua pasti punya cara masing-masing. Namun, jangan berharap terlalu besar kepada mereka supaya bisa puasa penuh di usia yang masih terbilang kecil. Fokus kita mengenalkan dan mengajarkannya dengan lebih menyenangkan, tanpa dipaksa dan tentu saja tanpa mereka merasa terpaksa karena takut pada kita. 


Jika mereka banyak mengeluh, terimalah dengan sabar. Namanya juga anak-anak. Kita pun merasa kelaparan dan haus saat puasa, kan? Jadi, maklumi. Jangan berharap mereka bisa menjalankan puasa pertama dengan sempurna.


Anak-Anak Belajar Puasa, Orang Tua Belajar Sabar

Tip Mengajarkan Anak Puasa Penuh di Bulan Ramadan


Waktu zaman si Kakak baru TK A dan mulai belajar puasa, agak lebih riweh rasanya. Dia banyak merengek, tapi tetap mau puasa. Dia mengeluh, tapi tak mau berbuka. Ini benar-benar bikin kepala pusing..kwkwk.


Anak-anak-anak belajar puasa, sedangkan kita mesti belajar sabar. Makin besar usianya, makin pandai ia berpuasa. Di usianya yang sekarang sudah 11 tahun, rasanya tak banyak mendengar ia mengeluh meskipun di awal puasa anak-anak semuanya sedang common cold dan kurang sehat. Alhamdulillah!


Jadi orang tua memang harus banyak sabarnya, ya. Semoga anak-anak kita makin semangat puasanya meskipun sahurnya sambil merem..kwkwk.


Salam hangat,