Top Social

Muyass.com

- Bermimpi, Menulis, Berbagi -

10 Rekomendasi Buku Paling Menarik Untuk Dibaca di Akhir Pekan


Tema ke-10 membicarakan film, buku, atau musik. Dari ketiganya, saya akan memilih membahas buku. Kenapa? Karena hanya itu yang paling banyak saya tahu. Bicara buku pasti tidak terlepas dari aktivitas membaca. Dan sebagai penulis, kalau tidak membaca, berarti dia sudah menghilangkan nyawanya sendiri. Minimal harus membaca beberapa sumber referensi sebelum menulis cerita baru.

Nah, kalau bicara buku, kira-kira buku apa saja yang bisa saya rekomendasikan buat kamu yang suka membaca?

1. Novel ‘Pulang’

Saya pribadi termasuk pengagum cerita fiksi. Dan penulis yang bukunya belakangan banyak mengisi rak buku saya adalah Tere Liye. Kalau dulu, ada lebih banyak penulis fiksi yang saya suka, termasuk Asma Nadia, Bernard Batu Bara, dan Pipit Senja. Tapi, jujur saja sekarang tidak terlalu banyak mencari buku fiksi. Hanya ketika melihat buku Tere Liye, saya tertarik mengambil dan membayarnya di kasir.

Nah, novel Pulang ini benar-benar yang paling saya suka. Karena ceritanya keren banget, bikin merinding dan berurai air mata pake banget. Kamu harus punya, deh!

2. Novel ‘Sunset Bersama Rosie’

Nggak jauh-jauh dari Tere Liye lagi, novel ini juga termasuk yang saya sukai karena kisahnya yang cukup rumit, tetapi sungguh manis. Kalau sebelumnya banyak adegan perkelahian dan saling bunuh, kalau yang ini jatuh cinta diam-diam yang bikin ngilu. Kamu pasti penasaran kalau belum punya.

3. Novel ‘Tentang Kamu’
What? Tere Liye lagi? Saya benar-benar suka buku-bukunya Tere Liye, jadi beberapa list ini akan diisi oleh buku-buku beliau. Jadi, kamu jangan eneg, ya! Buku Tentang Kamu berkisah tentang Sri Ningsih. Kisahnya sangat menarik karena penuh dengan teka teki. Belum lagi sosok Zaman yang digambarkan begitu keren membuat saya sangat tertarik membacanya. Apakah saya menangis ketika membacanya? Hampir semua buku Tere Liye memang membuat saya menangis. Entah saya yang terlalu mellow dan cengeng atau memang Tere Liye yang pandai banget bikin buku fiksi mellow begini. Hiks.

4. Novel ‘Hujan’
Belum move on dari Tere Liye, novel ini pun sukses membuat saya menangis. Kisahnya manis dan cukup mengerikan juga karena berkisah tentang gempa dahsyat. Bisa membayangkan kalau jadi korban dan mengungsi. Kisah-kisah mellow begini nggak bakal sanggup bikin saya nggak menangis. Asli ini membekas banget di hati.

5. Buku Memasak ‘Home Cooking ala Xander’s Kitchen’
Pernah bergabung dan sampai sekarang masih aktif di Cookpad membuat saya mengenal banyak wanita yang jago memasak secara otodidak. Nah, salah satu orang yang paling banyak muncul di beranda dan masakannya di-recook banyak orang adalah Ci Xander atau Junita. Nah, ternyata beliau yang memiliki followers 500k di Instagram ini juga menerbitkan buku dari resep-resep andalannya selama ini. Nggak ragu dong mau beli, secara sebelum bukunya terbit, saya sudah banyak me-recook resep-resepnya. Dan percayalah, bukunya bagus banget, pantas saja menjadi buku memasak mega best seller pertama di Indonesia.

6. Buku Baking ‘Simple & Moist Cake’
Nggak kalah kece dengan buku memasak sebelumnya, buku ci Tintin Rayner ini mengupas tuntas segala jenis cake dkk. Sudah sering banget recook resep-resepnya di cookpad sebelum buku ini terbit. Bahkan resep roti saya pun banyak menggunakan resep beliau. Isinya lengkap banget, mulai dari cake, roti, cookies, hingga pudding.

7. Buku ’50 Rules to be Wonderful Teenager’
Buku Sienta Sasika Novel ini benar-benar kece banget. Ringan, renyah, penuh semangat, dan dipenuhi quote. Saya pribadi termauk penggemarnya sejak 2014 silam. Ketika tanpa sengaja menemukan buku ini di toko buku, nggak ragu saya bawa pulang.

8. Buku ‘Jago Nulis Artikel, Ubah Hobi jadi Profesi’
Boleh nggak, sih, merekomendasikan buku sendiri? Kwkwk. Bukan kepedean, tetapi buku yang lolos seleksi dan akan segera diterbitkan insya Allah tahun depan ini benar-benar mewakili saya sebagai penulis artikel. Buku ini dipenuhi kecintaan saya akan dunia literasi. Tidak hanya berisi contoh artikel, tetapi juga ada panduan, bahkan quote menulis yang bikin kamu semua jadi semangat. Bahkan editornya sempat bilang, saya jadi pengen nulis lagi...hihi. Doakan bukunya segera terbit, ya! *modus.

9. Buku ‘Q&A Smart Parents for Healthy Children’
Entah kenapa buku ini sudah tidak cetak ulang, padahal peminatnya banyak banget. Buku ini ditulis oleh dokter Wati. Dokter Wati mengajari kita sebagai orang tua supaya tetap rasional dan tidak mudah panik ketika anak sakit. Buku ini jadi pegangan saya banget sejak saya hamil. Bahkan pernah menang debat dengan dokter-dokter di sebuah rumah sakit…kwkwk. Iya, saya kekeh banget nolak permintaan dokter karena lebih percaya sama buku ini. Qadarallah, semua keputusan saya tidak salah.

10. Buku-buku Arleen A
Kenapa tidak disebutkan judulnya? Karena semua buku-buku Bu Arleen begitu spesial buat saya. Saya menyukai buku anak dan mencoba menulis beberapa. Buku-buku Bu Arleen menjadi inspirasi. Imajinasinya tidak terbatas. Sungguh luar biasa.

Itulah 10 rekomendasi buku yang bisa kamu baca dan miliki. Buku-buku Tere Liye cukup mendominasi karena memang itu favorit saya banget. Dengan membaca, ide-ide baru akan berlesatan dengan sendirinya. Sebagai penulis, membaca tidak akan pernah bisa lepas dari keseharian. Seperti saya bilang, minimal kamu membaca referensi untuk tulisanmu berikutnya! 

#Day10 #Bloggerperempuan #BPN30daychallenge2018

Bingung Nyari Gambar Free yang Oke Buat Artikel Kamu? Coba 39 Situs Ini



Membuat artikel yang menarik dan disukai pembaca rupanya tidak melulu hanya soal isi artikel yang menarik dan bahasanya yang renyah mengalir, tetapi juga butuh gambar yang oke untuk mempercantik artikel kamu. Dalam sebuah training menulis artikel bersama salah satu editor IDN Times, mereka menyebutkan juga syarat diterimanya artikel di media tersebut tidah hanya soal artikelnya yang bagus, tetapi juga gambar yang menarik.

Kamu juga pasti males dong membaca artikel dengan gambar yang buram? Begitu juga para pembaca kamu. Nah, biasanya para penulis artikel atau blogger mengambil gambar-gambar free dari beberapa situs seperti Pexels, Pixabay, atau Unspalsh.

Selain itu, kamu juga harus mengompress gambar kamu dengan beberapa cara termasuk menggunakan TinyPNG yang bisa kamu pakai gratis pula. Supaya apa? Supaya blog kamu nggak berat ketika dibuka, tetapi gambar kamu juga tetap bagus dilihat.

Sebagai catatan, buat kamu blogger yang pengen blognya kece, ada baiknya kamu samakan ukuran gambar di dalam blog, coba gunakan canva untk mengubah ukuran, baru kemudian bisa kamu kompress dengan TinyPNG. Cukup simpel, tetapi memang butuh kesabaran karena kamu bakal melakukan tahapan lebih banyak daripada biasanya. Tapi, hasilnya pun bakalan oke.

Bicara soal gambar gratisan, rupanya tidak hanya ada tiga situs yang disebutkan di atas itu saja, lho. Ada lebih banyak situs lagi yang bisa kamu coba dan pilih sesuka hati. Kira-kira apa saja? Ini dia ke-39 situs tersebut seperti dilansir dari medium.com.








































Nah, itulah ke-39 situs gambar free yang bisa kamu pakai untuk mempercantik artikel atau postingan di blog kamu. Selama ini, yang cukup familiar buat saya adalah Pixabay dan Pexels. Belakangan malah hanya nyari-nyari di Pexels saja. Karena di Pexels aja sudah cukup memuaskan gambarnya. Tapi, ternyata ada lebih banyak lagi situs yang menyediakan gambar free. Kayaknya bisa banget dicoba, ‘kan? Yuk, semangat menulis artikel atau update postingan di blog kamu. Apalagi sekarang sudah memasuki akhir tahun. Target postingan di blog saya pun minimal harus sama dari tahun kemarin. So, PR masih menumpuk.

Selama setahun ini saya benar-benar disibukkan dengan kerjaan menulis artikel di media online sampai akhirnya bisa bikin website dan menerima tulisan dari para penulis di Estrilook.com. Rasanya waktu jadi semakin sempit. Belum lagi nggak mau ketinggalan ikutan kelas menulis, sampai buku antologinya lumayan banyak dalam setahun terakhir.

Tapi, apa pun itu, saya amat bersyukur. Pahit dan manis selama setahun mengajari saya banyak hal. Semoga teman-teman juga tetap bersemangat menulis dan mengisi blognya. Kuy, semangat!

Mini Waffle Topping Es Krim Durian, Yummy!




Itu serius waffle? Tapi, kenapa cetakannya lebih mirip seperti takoyaki? Hihi. Saya pun yang makan jadi nggak bisa bedain antara waffle sama kue cubit atau bolu panggang tanpa oven yang biasanya memakai cetakan yang sama.

Niatnya memang membuat waffle. Ketika adonan sudah jadi dan siap memanggang, tiba-tiba saya kehilangan cetakan waffle yang dulu pernah dibelikan suami. Hiks. Sudah dicari di lantai atas, sampai kolong meja, tetapi cetakannya tidak juga ditemukan. Akhirnya baru ingat, kayaknya suami simpan di lemari dapur paling atas, soalnya cetakan takoyaki pun ditemukan di sana. Sayangnya, cetakan itu harus diambil oleh suami karena lemari dapur saya tingginya menyentuh atap…kwkwk. Dan suami saat itu sedang ngantor. Sudah berusaha naik meja, tetapi kayaknya harus naik tangga. Pas cerita ke suami, dia hanya tertawa lebar. 
Makasih udah beliin lemari paling maksimal di bumi ini, Mas…haha.

Kembali lagi ke waffle, saya itu suka banget makan waffle. Karena dulu, zaman kecil saya sering makan dan beli di ibu-ibu yang menjajakan kue basah dan sayur ke rumah. Di kampung namanya bukan waffle, tetapi bapel..hehe. Bentuknya seperti hati, empuk, dan manis.

Sayangnya, sudah berkali-kali mencoba beberapa resep waffle, tetap saja hasilnya aneh. Nggak empuk dan cenderung kering. Akhirnya cetakan waffle itu pun terabaikan sejak lama. Kemarin kebetulan lagi bosan dan bingung mau ngapain (padahal setrikaan baju setumpuk..hihi). Akhirnya nyari resep waffle, dan kayaknya resep ini paling klik. Kok tahu? Saya baca resepnya pakai ragi instan. Biasanya waffle yang saya buat hanya pakai baking powder saja.

Selain itu, saya lihat gambarnya pun tampak empuk. Nggak kayak gambar waffle lainnya yang cenderung kaku (sok tahu banget). Akhirnya memberanikan diri mencoba resep ini. Hasilnya? Alhamdulillah, enak dan empuk bahkan sampai esoknya. Tapi, sayangnya ya itu, karena cetakan waffle yang nyelip akhirnya pakai cetakan yang ada dan hasilnya malah mirip takoyaki…kwkwk.

Resep waffle ini saya adopsi dari akun Cookpad.com/Fdhanyn dan telah saya modifikasi sesuai bahan-bahan yang ada di rumah.

Bahan biang:

½ sdt baking powder
1 sdt ragi instan
2 sdm gula pasir
8 sdm air dingin
4 sdm terigu

 Bahan adonan:

3 butir telur
150 gr gula halus (saya ganti 80 gr gula pasir)
125 gr tepung terigu protein sedang
½ sdt garam
½ sdt baking powder
125 ml santan kental (saya ganti 70 ml susu cair)
50 gr butter, cairkan
Secukupnya vanilla cair
50 ml air kelapa (saya skip)

Cara membuat:

1. Campurkan seluruh bahan biang, aduk rata dan diamkan selama 15 menit.

2. Mixer telur dan gula sampai mengembang. Masukkan gula secara bertahap dan mixer dengan kecepatan tinggi.

3. Masukkan semua bahan termasuk bahan biang. Mixer dengan kecepatan rendah sampai rata. Terakhir masukkan butter cair dan aduk rata kembali.

4. Tutup adonan dengan lap bersih dan diamkan selama 30 menit.

5. Siapkan cetakan dan panggang sampai matang.

Asli enak banget!

Satu gigitan pasti nggak cukup!

Voila! Mini waffle dengan topping es krim durian pun siap disantap! Rasanya yummy banget, terlebih dengan topping es krim rasa durian, klop banget di lidah. Waffle ini memang agak ribet bikinnya karena memakai ragi instan sehingga harus dua kali menunggu. Tapi, asli rasanya enak dan empuk. Semoga teman-teman suka!

Catatan: 

Saya memakai sendok makan khusus untuk menakar bahan-bahan yang bentuknya setengah lingaran dan terdapat beberapa ukuran. Ukurannya memang cenderung lebih besar daripada sendok yang biasa kita gunakan untuk makan sehari-hari.

5 Blogger Favorit yang Selalu Jadi Idola dan Panutan, Benar-benar Bikin Iri!



Bingung ketika mau menulis tema ini, ketahuan jarang bergaul sama blogger. Yup! Ternyata saya bingung ketika ditanya siapa blogger favorit saya, lho. Nggak banyak yang saya perhatikan kecuali beberapa orang saja. Bagi saya, semua blogger itu kece dan keren, apalagi mereka yang memutuskan benar-benar hanya ngeblog, tanpa ingin menulis artikel di media atau lainnya. Mereka itu hebat banget karena murni passion hanya ngeblog.

Beda banget dengan saya yang campur-campur. Ngeblog iya, tetapi jago belum, menulis buku suka, menulis artikel serasa makan, dan masih banyak hal lain. Bisa jadi orang berpikir bahwa saya termasuk penulis yang tidak konsisten karena segala hal dicoba. Buat saya, mencoba hal baru yang masih ada hubungannya dengan dunia literasi itu memang perlu. Sebagai pengalaman yang bisa jadi tidak selalu bertandang dalam hidup saya.

Siapa yang tahu nasib seminggu ke depan? Nah, ketika kesempatan itu datang saat ini, tidak ada salahnya dicoba. Karena itu, saya selalu tertarik mencoba hal baru. Dan jika sudah mencoba, biasanya saya total banget usahanya, termasuk ketika mulai belajar menulis artikel. Usaha itu pun berbuah manis.

Bicara soal blogger favorit, kira-kira siapa saja mereka, dan kenapa mereka begitu spesial di mata saya?

1. Dian Restu Agustina

Ketika memutuskan fokus dan kembali menulis, saya pun dipertemukan dengan Mbak Dian Restu Agustina pemilik blog dianrestuagustina.com. Kenapa dia begitu istimewa? Karena beliau orangnya baik, ramah, sering saya tanya pun selalu dengan senang hati menjawab. Mbak Dian juga termasuk orang yang nggak aneh-aneh gitu, bergaya sewajarnya, bahkan terlihat sederhana banget meskipun beliau orang hebat dan pernah tinggal di luar negeri. Sosok seperti ini benar-benar susah banget dicari di zaman now, ya!

Untuk urusan ngeblog, Mbak Dian ratunya. Menang berbagai macam kompetisi, aktif banget ngeblognya, tulisannya menginspirasi, dan aktif juga mengikuti berbagai macam event. Pokoknya komplit banget.

2. Annisa Steviani

Pemilik blog Annisast.com ini saya kenal di Instagram. Beliau seorang ilustrator dan blogger juga. Kalau berkunjung ke blognya, rasanya senang banget melihat tampilan blognya yang kece banget, dan saya banget…kwkwk. Soalnya saya juga senang menggambar, jadi suka tergoda ketika melihat blog seperti milik mbak Annisa ini. Dan yang lebih mengesankan, tulisannya pun kece-kece dan patut banget diidolakan.


3. Dewi Mae

Doi sahabat saya, tetapi bukan karena takut dipecat saya menuliskan namanya di barisan blogger favorit saya..kwkwk. Pemilik blog Dewimae.com ini sebenarnya baru banget di dunia blogging. Bahkan seingat saya, dia baru bikin blog ketika kami mengadakan kelas blogging gratis di Estrilook. Tapi, kalau kamu mampir ke blognya, tulisannya itu nggak sembarangan, berisi banget. Kalimatnya mengalir lancar, asli kece. Bahkan di kelas Review kemarin, tugas Mbak Dewi ini termasuk yang jempolan. Inilah yang perlu diidolakan, semangat dan usahanya patut dicontoh!

4. Steffi Budi Fauziah

Pemilik blog Steffifauziah.com ini juga termasuk salah satu teman di dunia maya yang menjadi akrab karena se-passion di bidang literasi. Mbak Steffi juga bukan blogger senior, usia blognya juga masih baru. Tapi, kerja kerasnya selama membangun blog tidak bisa diabaikan. Saya tahu dan kenal dia sejak baru belajar menulis artikel bareng di sebuah grup menulis. Dan sekarang, saya bisa lihat semua usahanya mulai membuahkan hasil.

Doi anaknya tegas, dan uniknya ada satu kesamaan di antara kami yang bikin kami jadi cocok, terutama ketika mendapat masalah. Apakah itu? Sepertinya itu rahasia!

5. Langit Amaravati

Tahu blognya Mbak Langit dari teman. Blognya kece, pemilik blog langitamaravati.com ini juga seorang desainer. Bisa dibayangin itu blog rapi, keren banget pokoknya. Dan lagi, mbak Langit juga seorang blogger senior yang tidak diragukan lagi kemampuannya.

Nah, kira-kira itulah 5 blogger favorit yang sering bikin iri. Semuanya punya kelebihan masing-masing yang kadang bikin saya malu, kenapa masih belum juga menjadi sebaik mereka. Kuy, ah! Semangat. Kita contoh perjuangan mereka yang pastinya nggak mudah untuk sampai pada titik sekarang.

#Day9 #Bloggerperempuan #BPN30DayBlogChallenge2018

Jangan Sampai Ketinggalan! Ini Dia 5 Barang yang Selalu Ada di Dalam Tas



Saya bukan termasuk perempuan yang suka membeli tas karena merek, cantiknya, atau motifnya. Bukan banget. Saya termasuk perempuan yang suka dan senang memiliki satu ransel, dengan banyak kantong, dan ringan pastinya.

Kenapa begitu? Sejak memiliki anak, saya pun menjadi seorang ibu yang memiliki bawaan wajib setiap mau pergi. Nah, mau nggak mau, jenis ransel itu paling cocok buat saya. Karena dengan memakai ransel, saya bisa sambil menggendong si kecil dengan leluasa. Coba kalau bawaan saya dimasukkan dalam tas jinjing, bisa susah mau ngapa-ngapain, 'kan?

Selain itu, butuh ransel yang punya banyak kantong untuk memisahkan barang supaya mudah ketika dicari. Syarat berikutnya pun haruslah ringan supaya pundak saya nggak sampai patah tulang bawa barang banyak dan anak pula. Repot? Banget. Apalagi kalau kami pergi kajian, saya pun harus membawa baju ganti, handuk, dan makan si sulung yang pulang ketika saya belum selesai kajian. Jadi, pulagnya dia bakal mampir ke tempat saya kajian, wajib bawa ganti karena dia nggak betah pakai seragam dan berkeringat. Jadi, ketika sampai, dia akan langsung mandi dan makan bekal yang saya bawakan meskipun jam 1 siang dia sudah makan berat di sekolahnya.

Jadi, pergi serasa mau pindahan rumah, nggak dibawa bakalan nggak tenang hidup..hihi. Dan apa saja yang selalu ada di dalam tas saya selama bepergian, baik dekat maupun jauh?

1. Baju Ganti Anak

Wajib banget bawa baju ganti buat anak-anak. Kadang takut mereka tiba-tiba bajunya kena tumpahan minuman, takut mereka berkeringat, atau muntah selama perjalanan. Jauh atau dekat, saya selalu membawanya. Terutama buat si kecil yang baru lulus toilet trainingnya.

2. Tisu

Tisu kering dan tisu basah wajib banget ada di dalam tas. Kebayang dong bawa anak kecil bisa berapa kali mereka ambil tisu, baik yang memang benar-benar untuk dibuat membersihkan kotoran pada tangan, ataupun yang memang sengaja mereka buat main-main. Saya juga termasuk orang yang suka risih sama kotor meski sedikit, jadinya sedikit-sedikit pasti nyomot tisu di tas.

3. Minyak Telon

Nggak pernah memakai kosmetik bayi kecuali minyak telon. Bisa dipakai ketika memang badan mereka tidak nyaman, bisa juga ketika digigit serangga ataupun setelah mandi. Minyak telon menjadi barang wajib yang selalu ada di dalam ransel saya. Kalau kamu?

4. Air Putih

Terutama si sulung, air putih wajib banget dibawa ketika bepergian terutama sama anak-anak. Anak-anak memang suka minum susu UHT selepas disapih, tetapi di antara mereka tidak ada yang kecanduan minum UHT yang sampai menangis kalau nggak ada. Masya Allah, mereka tidak sampai begitu. Jadi, kalau ada susu, mereka minum, nggak ada? mereka diam. So, ketika pergi yang wajib dibawa bukan susu UHT, melainkan cukup air putih. Mereka terbiasa minum banyak, lho.

5. Buku Bacaan Anak

Masya Allah, yang suka membaca dan suka buku di rumah bukan hanya saya, tetapi juga menular pada anak-anak, termasuk si bayi yang sekarang sudah tiga tahun usianya. Buku-buku mereka banyak pula. Daripada bawa mainan, si sulung lebih suka membawa buku ketika pergi keluar bersama saya. Jadi, di dalam tas selalu ada buku-buku mereka selain kadang membawa mainan juga.

Gimana, bawaan saya emak-emak banget, ‘kan? Maklum, saya termasuk orang yang ketika pergi, lebih mirip dengan orang pindahan ketimbang jalan-jalan…hoho. Jadi bawaannya selalu bejibun, karena itu selalu butuh ransel supaya mudah dipakai dan dibawa, terutama ketika saya pergi tanpa suami. 'Kan jadi berkurang asisten yang biasa membantu? Jadi semua harus serba ada dan simpel!

#Day8 #Bloggerperempuan #BPN30DayBlogChallenge2018

5 Tempat Makan Favorit Keluarga yang Selalu Ngangenin

Salah satu menu di Rocksmoke, Bintaro

Kalau disuruh nge-review tempat makan, saya beneran nggak jago. Kalau disuruh makan, saya pasti juaranya..hihi. Saya termasuk orang yang jarang banget makan di luar kecuali pengen banget. Biasanya dalam sebulan pasti makan di luar ketika weekend paling hanya beberapa kali. Kenapa begitu? Alasan utamanya karena suami memang kurang suka makan di luar. Kalau hari libur saya tidak memasak, bisa ditebak itu hari bakal nggak jelas mau makan apa. Secara dia juga nggak ada pengen makan menu apa buat dibeli, jadinya saya malah bingung kalau tidak memasak.

Ketika hari libur, walaupun ada niat mau makan di luar, saya usahakan tetap memasak, terutama buat anak-anak. Jika kami gagal makan di luar, masih santai makan di rumah. Kalau nggak ada makanan, kami pasti bingung mau makan apa karena nggak seperti orang kebanyakan yang langsung pengen ini dan itu. Serba repot, ‘kan?

Nah, saya berusaha mengingat rumah makan yang saya kunjungi, yang selalu jadi favorit. Tapi, saya jarang ambil foto. Jika pun ada foto, itu pasti ada saya, suami, dan anak-anak. Jadi, bisa dipastikan itu tidak bisa saya posting..hihi. Yang penting adalah ceritanya, ya!

1. Bakso Lapangan Tembak Buaran

Ketika ditanya mau pergi ke mana dan makan di mana? Jawaban saya simpel aja. Main ke Carrefour, Buaran. Kenapa ke sana? Karena lokasinya sangat dekat dari rumah, di sana juga ada toko buku yang selalu saya kunjungi, di sana juga ada Bakso Lapangan Tembak..hihi. Nah, makan di Bakso Lapangan Tembak ini benar-benar favorit saya dan anak-anak. Kalau suami, sih, biasa aja. Secara dia nggak terlalu suka makan, dan susah banget nyari makanan favorit dia.

Harga makanan di sini nggak mahal. Rasanya juga tidak buruk. Biasanya saya dan suami memesan bakso campur spesial, begitu juga si bungsu yang doyan banget makan bakso. Sedangkan di sulung, udah nggak bakal ganti menu, makannya cuma nasi dan fuyunghai. Sedangkan minumannya es teler atau es lapangan tembak. Makan sampai kenyang nggak bakal sampai Rp. 200 ribu. Istimewa banget, ‘kan? 

2. Bakso Cak Su Kumis

Bakso ini lokasinya juga nggak jauh dari rumah. Dan sudah cukup terkenal juga. Baksonya enak dan seger banget, lho. Selain bakso, di sini ada juga cwi mie malang, dan somay. Yang istimewa dari tempat makan ini adalah, ketika kita masuk, kita bisa langsung memilih menu secara langsung, ambil sesuka hati, kasih bawang goreng suka-suka, serasa di rumah sendiri..hehe. Soal harga, di sini memang lebih mahal daripada bakso lain. Tapi sepadan dengan rasanya yang enak.

3. Bebek Madura (Dekat Rumah Sakit Islam Pondok Kopi)

Kalau makan bebek, biasanya yang spesial dan berbeda itu sambalnya. Kalau sambalnya enak, bebeknya pun ikut spesial. Ini hanya pendapat saya saja. Ketika pertama kali makan di sini, yang bikin jatuh hati bukan karena bebek gorengnya, tetapi karena sambalnya yang unik, enak, dan bikin nagih banget. Sambalnya itu berwarna kehitaman, pedasnya sedang, dan ada remahan daging bebeknya gitu. Bisa dibayangin nggak enaknya? Hihi.

Tempat makan ini hanya berupa tenda kecil di pinggir jalan. Tapi soal rasa, nggak ada yang meragukan. Setiap ada teman diajak makan di sini, mereka selalu suka. Tapi, bebeknya kurang pas. Karena disanding dengan sambalnya yang super enak, bebeknya yang kadang sedikit alot pun terlupakan begitu saja.

4. Holycow! Steakhouse By Chef Afit

Pernah diajak makan steak bareng sama kerabat, rame-rame banget saat itu. Dan ternyata kita makan steak di sini. Setelah sekian lama, saya justru baru tahu kalau Holycow ini cukup terkenal, bahkan pernah baca liputannya di sebuah majalah juga. Soal rasa udah pasti enak banget. Lokasinya pun nyaman meskipun sambil membawa anak-anak.

5. Rocksmoke, Bintaro

Waktu saya ke Bintaro, kita sempat diajak makan-makan di Rocksmoke ini. Karena rame-rame banget, rasanya seluruh ruangan isinya kita-kita aja…kwkwk. Dapur sama tempat duduk pelanggan hanya dibatasi dinding yang nggak tinggi, jadi kita bisa lihat chef lagi masak gitu. Ajaibnya itu asap juga sampai ke kita-kita yang kelaparan. Jadi semakin lapar…haha. Menunya yummy banget! Tapi, memang tempatnya nggak terlalu besar sehingga nggak leluasa juga rasanya terutama karena kita ramai-ramai datangnya.

Nah, akhirnya bisa juga kelarin review 5 tempat makan dengan penjelasan sederhana dan minim foto. Makan di luar itu memang asyiknya ramai-ramai, apalagi sambil saling berbagi makanan yang kita pesan gitu…hihi. Jadi hemat, tetapi tetap bisa makan sepuasnya!

#Day7 #Bloggerperempuan #BPN30DayBlogChallenge2018


5 Fakta Tentang Diri Sendiri yang Jarang Orang Tahu, Nomor 2 Memalukan!


Bicara tentang diri sendiri, sebagai manusia, saya pun termasuk orang yang nggak suka mengumbar aib sendiri..kwkwk. Ketika menulis, saya jarang menceritakan diri saya, pasangan, dan anak-anak. Kenapa? Karena buat saya itu termasuk hal yang tidak terlalu penting untuk diumbar ke publik. Bukan berarti mereka yang suka menceritakan keluarganya termasuk nggak penting, ya. Itu hanya pendapat saya pribadi, tidak berhubungan dengan orang lain.

Ketika bicara tentang saya, teman-teman sekilas hanya tahu bahwa saya seorang penulis buku, artikel, blogger yang nggak jago ngeblog, suka menggambar, suka memasak, lalu apa lagi? Cengeng, dan seabrek keburukan lainnya yang biasanya hanya diketahui oleh teman dekat.

Nah, untuk memenuhi tantangan dari Blogger Perempuan, saya pun akhirnya rela membuka beberapa aib saya di depan publik..kwkwk. Pliss, jangan diketawain!

1. Sensitif

Sejak kecil saya termasuk orang yang sensitif banget dengan omongan orang lain. Ada yang negur sedikit, nangisnya seharian..hihi. Di sisi lain, saya juga nggak suka basa basi. Kalau saya nggak sreg, saya nggak suka, saya akan bilang secara langsung tanpa sungkan terutama sama orang dekat.

2. Nggak Bisa Naik Sepeda

Udah, berhenti ketawanya, ya. Saya memang nggak bisa naik sepeda kecuali roda tiga punya anak saya yang masih 3 tahun itu. Hiks. Sedih banget ketika diam-diam suami membelikan sepeda lipat warna putih yang cantik, tetapi saya tidak bisa menaikinya kecuali dibonceng…hihi. Suami pasti pengen banget saya bisa menemani hari Minggunya dengan naik sepeda bersama menyusuri BKT yang rindang *lebay. Tapi, meski sudah berusaha, saya tidak sanggup melanjutkan. Saya memang tidak bisa naik sepeda hingga usia 28 tahun ini.

3. Pekerja Keras

Ketika saya punya mimpi, ketika saya menginginkan sesuatu, saya tidak akan setengah-setengah memperjuangkannya. Jadi ingat zaman sekolah terutama saat SMP, mati-matian menginginkan peringkat pertama. Alasannya bukan hanya karena nggak pengen diremehin sama orang tua, tetapi juga berjuang mendapatkan potongan SPP. Kalau dapat peringkat pertama, SPP selama 6 bulan gratis. Itu artinya beban orang tua saya berkurang. Jadi, saya belajar siang dan malam setiap ujian. Sampai hapal kalimat apa di halaman mana. Sampai ketiduran melukin buku. Bangun sebelum subuh hapalan lagi. Tapi, sekarang saya paham peringkat itu tak selalu berguna kecuali ketika kita pengen nyaleg (ambil kalimat dari teman sekelas saat SMA..kwkwk).

4. Susah Menghapal

Kenapa bisa susah menghapal? Apa karena dulu saya terlalu ngoyo saat belajar di sekolah? Hiks. Saya susah sekali menghapal jalan, menghapal posisi ketika kita berada di suatu tempat, misalnya saja di mall. Dan saya susah menghapal detail sesuatu. Sampai pernah saya ditegur oleh sesama perempuan di dalam sebuah mushalla, di sana ditempel banyak sekali tulisan ‘Cat Masih Basah’ sebagai tanda temboknya baru saja dicat. Tapi, dengan santai saya senderan di situ tanpa rasa bersalah atau apa. Hiks. Saya benar-benar tidak menangkap itu ketika pertama kali masuk mushalla tersebut. Hal semacam ini sering banget terlewat dari pandangan saya. Menurut seorang teman, itu bisa terjadi karena saya punya golongan darah B atau memang saya aneh…kwkwk.

5. Nggak Suka Kotor

Duh, saya ini benar-benar keterlaluan kalau soal ‘kotor’. Akibat saya yang begini, anak-anak saya jadi susah banget kalau mau ke kamar mandi di rumah orang atau di tempat umum. Kalau nggak bersih, mereka batal bak atau bab…kwkwk. Saya sadar, semua itu diturunkan asli dari saya. Begitu juga urusan rumah, saya selalu suntuk lihat rumah yang kotor.  Minimal rumah saya lantainya bersih nggak ada bekas kotoran meski sedikit. Makannya, meskipun saya IRT tanpa ART, saya berusaha mengepel lantai setiap hari walaupun kerjaan banyak banget menggunung, rumah harus bersih walau nggak rapi banget. Kenapa? Karena itu bikin saya tenang, senang, dan nyaman…eaaa..haha.

Nah, kira-kira itulah sebagian dari aib saya yang jarang diketahui oleh orang lain…hihi. Gimana? Masih betah baca blog saya atau malah jadi eneg? Sekarang, apa fakta tentang kamu yang jarang kamu umbar di depan publik? Minimal satu aja yang penting ikhlas sebutinnya..hihi.


#Day6 #Bloggerperempuan #BPN30DayBlogChallenge2018

Dampak Baik dan Buruk Adanya Media Sosial di Dalam Kehidupa Manusia


Media sosial memang bisa menjerumuskan seseorang pada perkara buruk, tetapi tidak melulu begitu. Bagi yang menggunakannya dengan porsi tepat, media sosial justru sangat membantu terutama bagi kita yang senang ngeblog dan menulis.

Dengan adanya media sosial, kita bisa lebih mudah membangun branding. Mengenalkan keahlian dan prestasi kita sehingga lebih banyak orang tertarik membaca dan share tulisan kita. Jika sudah begitu, pastilah karya-karya yang telah kita buat dengan susah payah dan sepenuh hati akan lebih banyak dinikmati.

Ya, saya menggunakan media sosial karena kebutuhan sebagai penulis menuntut saya memilikinya. Sudah bukan rahasia, jika banyak penulis dipinang awalnya tidak hanya melulu soal bagusnya karya, tetapi juag banyaknya followers. Jika bukan karena sebab ingin menunjukkan tulisan-tulisan, lebih baik saya tidak memiliki media sosial. Nah, lho, kenapa begitu?

Karena saya pribadi bukan termasuk orang yang senang curhat di status Facebook atau IG. Sesekali iya, tetapi bukan rutinitas yang harus dilakukan. Sedangkan saya juga bukan tipe orang yang senang share foto-foto dan cerita keluarga kepada orang banyak, sehingga buat apalagi punya media sosial jika tidak digunakan untuk mempublikasikan tulisan, artikel-artikel yang terbit di media, atau buku? Rasanya mending nggak punya akun facebook atau IG kalau memang tidak dimanfaatkan untuk passion di dunia literasi.

Lalu Apa Saja Dampak Buruk dari Media Sosial Sejauh yang Saya Pahami?

1. Main sosial media benar-benar bisa membuat seseorang menjadi candu. Mulai bangun tidur hingga tidur kembali, tidak bisa lepas dari kerjaan ngecek sosial media. Hal ini benar-benar tidak bisa dipungkiri lagi.

2. Main sosial media kebanyakan juga membuat stres. Seperti dilansir bbc.com, orang-orang menggunakan media sosial untuk melampiaskan emosi, tetapi yang ada justru semakin membuat stres dan tidak menemukan solusi. Semua tergantung juga pada bagaimana kita memakainya.

3. Saat ini, kebanyakan dari kita menghabiskan malam dengan bermain media sosial. Bahkan tak cukup sekadar 10 menit saja melakukannya. Akibatnya waktu tidur pun cenderung berkurang drastis.

Kemudian Apa Manfaat Adanya Media Sosial di dalam Hidup Kita?

1. Buat yang pandai menggunakannya dalam porsi yang tepat, media sosial bisa dijadikan alat untuk branding. Seperti seorang penulis, terutama pemula, dengan adanya media sosial, kita bisa lebih banyak mendapatkan pembaca hanya dari sebuah akun Facebook dan IG pribadi.

2. Mendekatkan yang jauh. Jarak bukan lagi halangan. Dengan adanya media sosial, kita bisa berkumpul kembali dan menemukan teman lama yang terpisah jarak dan waktu. Nggak nyangka dan bahagia banget bisa ketemu teman-teman zaman SMP, 'kan? Dengan media sosial pula kita bisa mendapatkan teman baru hingga se-passion pula.

3. Bagi yang punya bisnis online, media sosial bisa jadi alat untuk memasarkan produk. Simpel dan free pula, ‘kan?

Ternyata banyak sekali dampak baik dan buruk adanya media sosial di dalam kehidupan kita. Seperti saya katakan, semua tergantung pada pemakainya. Jika memang digunakan dengan tepat, media sosial akan mendatangkan manfaat, nggak melulu selalu negatif, kok.


#Day5 #Bloggerperempuan #BPN30DayBlogChallenge2018

Custom Post Signature

Custom Post  Signature