Top Social

Muyass.com

- Bermimpi, Menulis, Berbagi -

7 Hal yang Bikin Kamu Gagal jadi Penulis



Penulis merupakan profesi yang banyak disukai saat ini. Kenapa? Karena menjadi penulis tidak perlu terlalu repot untuk keluar rumah seperti pegawai kantoran, penulis juga punya waktu cukup fleksibel, sehingga mereka yang berprofesi sebagai penulis bisa mengatur waktu dengan lebih mudah.

Profesi sebagai penulis tidak harus dengan menulis buku. Kamu yang punya cita-cita menjadi penulis atau sekadar punya hobi menulis bisa menulis apa pun, termasuk menjadi blogger ataupun penulis artikel di berbagai media yang saat ini penghasilannya pun amat menjanjikan.

Sayangnya, untuk jadi penulis dibutuhkan kesabaran demi melalui proses yang cukup panjang. Kamu pasti tidak asing dengan penulis besar seperti Tere Liye. Sebelum sehebat sekarang, naskah beliau juga pernah ditolak penerbit, lho. Kamu apa kabar? Ditolak adalah bagian dari risiko karena sudah mengajukan naskah. Ditolak bukan hal memalukan. Itu hal yang biasa terjadi dalam dunia literasi. Jika tak mau ditolak, maka jangan menawarkan  naskah. Atau, pastikan naskah kamu sudah layak supaya tak seorang editor pun dapat menolaknya.

Saya dan teman-teman belakangan mulai menyadari ada banyak hal berbeda di antara penulis sekarang dan penulis pada zaman kami baru memulai karier. Dulu, nggak perlu dibayar, sekadar bisa menulis saja sudah merasa bahagia banget. Semangat untuk menulis itu nggak ada habisnya. Masya Allah.

Jika ada kesempatan menulis buku atau artikel di media, kami tidak akan bertanya apakah boleh mengirimkan tulisan yang sudah pernah diposting di Facebook? Atau bolehkan kami kirimkan tulisan yang sudah pernah diposting di Blog? Kenapa nggak akan bertanya begitu? Karena kami tahu, menulis itu bagian dari cara kami belajar. Jika kami hanya mengambil dan mengirim ulang tulisan yang sudah ada, itu artinya kami kehilangan kesempatan untuk belajar. Jika ada event seperti itu, kami pasti akan bersemangat menulis yang baru dan terbaik untuk dikirimkan. Dan semangat seperti itu ternyata sekarang banyak berkurang dari teman-teman. Mungkin bukan kamu, tetapi ada beberapa yang seperti ini.

Jika mau jadi penulis, baik menulis buku ataupun artikel, sebaiknya hindari beberapa hal yang bikin kamu gagal jadi penulis.

Malas Mencari Tahu

Jika mau menulis buku, kamu jangan malas mencari tahu seperti apa naskah-naskah yang lolos dan diterbitkan di penerbit yang kamu tuju. Jangan malas mencari tahu tema-tema apa yang mereka sukai. Jangan malas mencari tahu syarat untuk mengirimkan naskah, termasuk bagaimana cara mengajukan naskah dengan sopan sehingga editor tertarik melirik naskahmu.

Jika kamu mau jadi penulis artikel, silakan baca lebih banyak artikel yang terbit di media, supaya kamu tahu seperti apa artikel-artikel yang banyak dicari dan diminati oleh pembaca. Bahkan menulis itu nggak harus ikut kelas menulis, dengan otodidak saja kamu bisa kuasai dan pelajari semua. Asalkan kamu nggak malas mencari tahu.

Jika ada syarat atau ketentuan, silakan dicari tahu. Jangan sampai kamu bertanya sesuatu yang sebenarnya sudah dijelaskan sebelumnya. Bikin kesel dan males banget jika ada penulis seperti ini. Iya, nggak? Hehe.

Malas Membaca

Kamu tahu kenapa kamu sering berhenti menulis di tengah jalan? Padahal sebelumnya ide sudah ada, bahkan kamu sudah menulis hampir separuhnya? Yup! Kebanyakan dari penulis yang idenya mampet di tengah jalan biasanya dikarenakan kurang referensi. Mencari sumber atau referensi itu penting bagi penulis supaya apa yang kita tulis benar-benar berupa fakta bukan hanya sekadar fiksi tanpa logika.

Bahkan penulis fiksi pun harus punya sumber sebelum menulis ceritanya, jangan sampai ada Monas di Sumatera, ya. Hehe. Kalau sudah mengumpulkan banyak sumber, kamu pasti akan lebih mudah menuntaskan tulisanmu.

Selain itu, membaca juga sangat penting bukan hanya ketika kita butuh referensi saja, tetapi membaca bisa membuka wawasan dan memberikan ide-ide baru. Menulis dan membaca menjadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Jika kamu mau jadi penulis, kamu harus rajin membaca. Mustahil ada orang pandai menulis, tetapi sehari-hari nggak pernah membaca.

Beberapa penulis favorit saya seperti Bernard Batubara sering menunjukkan buku-buku yang dia baca. Dan itu nggak terbatas pada satu jenis buku saja, tetapi banyak banget. Nah, kalau kita apa kabar? Sudah membaca berapa buku dalam sebulan terakhir?

Mudah Menyerah

Nah, lho. Gimana mau sukses kalau ditolak sekali, nyeseknya berbulan-bulan? Gimana mau sukses kalau hanya mencoba satu atau dua kali? Ketika aktif menulis artikel dan mengirimkannya ke media, saya menulis artikel setiap hari. Tidak peduli apakah artikel saya diterima atau ditolak. Saya tetap mengharuskan diri untuk mengirimnya setiap hari. Jika ada waktu lebih, saya akan mengirimkan dua artikel dalam sehari pada satu media, bahkan bisa lebih.

Gampang? Ternyata tidak. Saya harus kehilangan waktu istirahat. Ketika semua tidur nyenyak, saya harus menulis bahkan sampai merasa mual karena menahan kantuk. Jika ditolak pun saya berusaha tidak mempermasalahkan itu, jangan dibuat baper aja. Kenapa? Karena kita sedang berproses. Ketika saya memimpikan sesuatu, saya tidak malu-malu menulisnya, saya tidak malu-malu menyebutnya, saya tidak malu-malu menunjukkannya kepada orang lain, saya tidak segan memperjuangkannya, dan saya tidak pernah tanggung-tanggung ketika meminta kepada Allah. Kenapa? Karena sejak awal saya yakin akan mendapatkannya!

Enggan Mencoba

Bagaimana kamu tahu hasilnya, jika selama ini kamu hanya diam dan malas mencoba? Jujur saja saya kadang kesal kepada orang yang katanya pengen jadi penulis, tetapi ternyata nggak pernah memulai. Atau sudah memulai, tetapi hanya sekadarnya saja.

Buat saya, tugas kita hanyalah menulis. Selebihnya biarkan orang lain menilai. Biarkan editor yang memutuskan apakah akan menerima naskah kita atau menolaknya. Jika ditolak? Perbaiki dan kirim lagi. Jika ditolak lagi? Bisa jadi penerbit memang tidak cocok dengan tema yang kamu kirimkan, tidak melulu tulisan kamu buruk, lho. Makannya penting banget pada poin pertama kamu pelajari. Yup! Mencari tahu naskah-naskah yang diterima penerbit itu apa saja.

Jika sudah tahu, kamu bisa menulis yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Jika memang naskah kamu menarik dan layak, tentu saja mereka tidak punya alasan lagi untuk menolaknya.

Gagal Mengatur Waktu

Mengatur waktu itu penting banget, apalagi banyak penulis yang ternyata tidak hanya berprofesi sebagai penulis, tetapi juga mengajar misalnya. Lalu kapan mereka menulis? Kapan mereka istirahat? Kapan mereka menemani anak-anak hingga memasak?

Jawabannya mereka punya waktu untuk semua itu karena mereka pandai mengaturnya. Jika ada waktu senggang meski sebentar, mereka akan menulis. Jika anak-anak tidur, mereka akan melanjutkan naskah yang harus segera dikirimkan. Jika kamu beralasan sibuk, ternyata mereka yang sukses juga lebih sibuk daripada kamu, lho. Malu banget ‘kan kalau sampai beralasan begitu, tetapi nyatanya kamu hanya sibuk main sosial media? Jleb banget nggak, sih?

Belajar Bisa dari Siapa Saja, Tetapi Kamu Tidak Mau Seperti Itu

Di atas langit masih ada langit. Jangan merasa karena sudah ada di atas, kamu tidak mau belajar dari junior kamu. Duh, kamu salah besar. Belajar itu bisa dari siapa saja. Jangan lihat siapa yang menyampaikan, tetapi lihat apa yang disampaikan.

Banyak senior yang gengsi banget dan kesel kalau juniornya lebih maju. Banyak senior yang nggak mau membantu juniornya maju supaya bisa seperti dirinya. Yang seperti ini banyak! Padahal seharusnya tidak melulu seperti itu. Yang namanya belajar itu bisa dari siapa saja, lho. Nggak harus dari senior kamu, bisa jadi ilmu dan pengalaman itu datang dari orang-orang yang ilmunya di bawah kamu. Jadi, jangan gengsi dan malas belajar dari siapa pun, ya!

Malas Menulis

What? Mau jadi penulis tapi malas menulis? Mending ditenggelamkan aja orang seperti ini. Hehe. Mana ada orang mau jadi atlet renang tapi malas berenang. Mustahil, ‘kan? Kalau kamu mau jadi penulis, usahakan menulislah setiap hari. Jika waktu kamu nggak banyak, tulislah setengah halaman, asalkan setiap hari, setengah halaman itu bisa jadi buku, lho.

Menulis malas, tapi nyetatus di sosial media rajin. Kamu penulis buku apa penulis status? Hehe. Yuk, ah rajin menulis. Biasakan menulis setiap hari. Jika kamu memang mencintai dan ingin menekuninya, kamu harus membiasakan diri untuk melakukannya setiap hari. Jangan ditunda, sebab menunda-nunda pekerjaa itu adalah sifat yang sangat buruk dan merugikan. Sebab kita tidak pernah tahu, ke depannya akan seperti apa. Entah kamu malah sakit, mati lampu, atau harus pergi kondangan…hehe.

Nah, itulah beberapa hal yang ternyata sangat buruk dan sebaiknya dihindari jika memang mau jadi penulis. Jika kamu merasa masih begitu-begitu saja, coba cari tahu dan perbaiki kesalahan kamu. Kenapa ‘dia’ sudah melambung tinggi, sedangkan kamu masih nyaman di posisi yang sama? Mungkin ada yang salah dengan kamu. Yuk, perbaiki diri!

Resep Kue Cubit Mudah dan Cepat Bikinnya, Bisa Jadi Teman Ngeteh!



Siapa yang sedang bingung mencari resep kue cubit yang mudah dan cepat bikinnya? Saya pribadi suka bikin kue cubit karena toppingnya bisa suka-suka, selain itu, bikin kue cubit nggak butuh banyak bahan dan prosesnya terbilang mudah ketimbang kita membuat cake yang ujung-ujungnya bantat.

Topping kue cubit umunya adalah mesis cokelat, tetapi nggak menutup kemungkinan bisa pilih berbagai macam jenis topping yang nggak kalah lezat seperti pisang, parutan keju, atau malah keju oles yang super yummy. Kue cubit bentuknya mungil, sehingga cocok banget dibuat menjadi bekal untuk anak-anak.

Kenapa Disebut Kue Cubit?

Tahu nggak sih asal mula nama kue cubit? Kenapa dinamakan kue cubit? Apakah karena makannya sambil nyubitin orang? Pastinya nggak, ya. Kue cubit merupakan adonan yang dituang ke dalam cetakan, yang setelah matang diangkat menggunakan penjepit sehingga namanya pun disebut kue cubit.

Ternyata begitulah sejarah kue cubit yang sekarang banyak banget dijual di pinggir jalan. Kue cubit yang dijual pun beragam, lho. Ada yang terasa santannya, ada yang dicampur parutan kelapa sehingga bikin semakin legit aja. Kue cubit ini favorit anak-anak banget. Kalau kebetulan kita jalan keluar, biasanya anak-anak minta dibelikan.

Tapi, sekali-kali kadang pengen bikin sendiri juga. Malah lebih asyik karena toppingnya bisa macam-macam. Yang paling favorit pakai keju oles dan kue cubitnya dibuat rasa pandan. Hmm, ngiler sendiri ngebayanginnya… haha.

Resep Kue Cubit Mudah dan Cepat Bikinnya

Seperti yang saya bilang di awal, kue cubit ini bikinnya benar-benar simpel banget. Bahkan bisa tanpa mixer, tapi kemarin karena malas ngocok dengan wisk dan takut kelamaan, alhasil saya pakai mixer aja.

Resep ini menggunakan susu cair, kadang kalau bikin rasa pandan, saya lebih suka mencampurnya dengan santan, lho. Rasanya jauh lebih enak dan gurih. Nah, kalau nggak punya santan atau susu cair? Boleh juga pakai air, tapi pasti rasanya kurang gurih, ya.

Resep kue cubit mudah ini saya ambil dari Kokiku TV kemudian saya tulis kembali di Cookpad. Seperti apa bahan-bahan dan cara membuatnya? Yuk, segera bikin!

Bahan yang Harus Disiapkan:

200 gr terigu protein sedang
3 butir telur
100 gr margarin atau butter lelehkan
100 gr gula pasir
Sedikit vanilla cair
100 ml susu cair
¼ sdt baking soda
½ sdt baking powder
Secukupnya pewarna makanan
Secukupnya mesis cokelat untuk topping

Lakukan Langkah-langkah Mudah Ini:

1. Mixer telur dan gula menggunakan kecepatan sedang-tinggi hingga gula benar-benar larut dan telur mengembang.

2. Masukkan terigu dan mixer kembali dengan kecepatan rendah asal rata.

3. Masukkan susu cair dan mixer lagi sampai rata.

4. Masukkan bahan sisa selain butter cair. Mixer rata kembali, tetapi jangan over mix.

5. Masukkan butter cair dan mixer dengan kecepatan rendah hingga tercampur.

6. Panaskan cetakan (saya pakai cetakan takoyaki). Kemudian olesi dengan butter.

7. Tuang adonan, jangan penuh-penuh karena akan mengembang.

8. Setelah keluar gelembung, taburi dengan topping.

9. Tutup dan biarkan sampai matang. Nggak butuh waktu lama untuk matang, ya.


Voila! Kue cubit buatan kamu pun siap disantap atau dijadikan bekal sekolah untuk anak-anak tercinta. Kalau hujan-hujan, cocok banget dong dijadikan teman ngeteh sore. Gampang banget ternyata, ya? Nggak harus punya keahlian khusus untuk membuatnya. Siapa pun kamu insya Allah berhasil.

Yang paling penting mungkin jangan sampai menakar bahan sembarangan. Kadang jarang juga yang punya timbangan bahan kue, padahal ini penting banget. Saya pribadi memakai timbangan digital yang saya beli di salah satu toko online. Harganya bahkan nggak sampai Rp. 50 ribu, lho. Murah banget dan Masya Allah tetap bisa dipakai sampai sekarang. Timbangan ini saya gunakan sejak awal saya belajar nge-baking.

Selain itu, cetakan sebaiknya yang anti lengket supaya kue cubit nggak rusak ketika diangkat. Cetakan kue cubit biasanya banyak sekali jenisnya, ada yang berbentuk lucu seperti bintang atau hati. Tapi, di rumah saya membeli cetakan takoyaki yang serba guna banget. Kadang saya pakai untuk membuat bolu tanpa oven, atau membuat bika ambon yang super yummy. Ukurannya mungil banget memang, sekali suap aja. Dan justru itu jadi disukai sama anak-anak.

Nah, gimana? Tertarik buat bikin kue cubit mudah dan nggak butuh waktu lama ini? Yuk, bikin sesuai selera, beri topping yang kamu suka. Dan sajikan untuk keluarga tercinta! Selamat mencoba.

[Review] Rahasia dalam Semangkuk Sup, Kumpulan Cerita untuk Anak Saleh



“Ketika bersin, Rasulullah saw menganjurkan agar memelankan suara, menutup mulut, dan membaca tahmid. Seperti itulah yang Umar tahu dari Ustaz Subhan di Sekolah.”(Hal 86)

Umar dan Fatimah memiliki banyak cerita menarik dan penuh pesan moral. Di dalam buku Rahasia dalam Semangkuk Sup mereka tidak hanya bermain dan bersenang-senang layaknya anak 7 tahun pada umumnya, tetapi juga mengajarkan banyak pesan kebaikan termasuk tentang keutamaan berakhlak mulia.

Umar yang merupakan kakak kandung dari Fatimah kadang juga teledor dan lalai. Seperti saat dia keasyikan bermain sehingga harus tidur terlalu larut dan imbasnya dia bangun kesiangan. Masalah sederhana ini juga sering dilakukan oleh anak-anak. Mereka yang sudah asyik bermain kadang susah sekali ketika diingatkan untuk berhenti sekadar shalat atau mengerjakan tugas sekolah.

Umar, seperti layaknya anak-anak pada umumnya, ternyata juga tidak terlalu suka menyantap sayuran, lho. Dia suka makan sup krim buatan Ummi, tetapi ketika sesuatu berwarna oranye menyembul dari sendok, Umar pun urung menyantapnya. Umar sempat menolak menghabiskan sup krim yang sudah dibuatkan Ummi, dia sungguh tidak menyukai sayuran termasuk wortel yang ternyata Ummi campurkan ke dalam supnya.

Tapi, setelah mencobanya, ternyata rasanya tidak terlalu buruk. Justru Umar jadi suka menyantap sayur terutama setelah tahu manfaat besar yang terkandung di dalamnya.

Buku Rahasia dalam Semangkuk Sup ini adalah buku solo pertama saya yang terbit pada awal 2018 kemarin. Ini juga kali pertama saya berani menulis cerita untuk anak-anak yang sebelumnya tidak pernah saya jamah. Dulu, saya paling suka menulis cerpen romance. Selain itu, saya juga pernah menyelesaikan buku nonfiksi Islami. Jadi, menulis cerita untuk anak-anak adalah hal baru pada saat itu.

Buku Rahasia dalam Semangkuk Sup ini tidak hanya berisi 30 kisah teladan untuk anak-anak, tetapi juga berisi hadits dan fakta-fakta di dalamnya. Buku yang saya rampungkan sekitar 2 minggu dengan tebal 248 halaman ini saya tulis dalam bimbingan menulis di Sekolah Perempuan pada saat itu.

Di antara 30 kisah menarik di dalam buku Rahasia dalam Semangkuk Sup adalah kisah tentang Umar yang tidak suka makan sayur, Umar yang bangun kesiangan, adab masuk dan keluar kamar mandi, adab bersin, adab makan dan minum, larangan marah, dan masih banyak lagi cerita menarik lainnya.

Menulis cerita-cerita anak itu kalau dibayangkan mudah banget, tetapi ketika dicoba ternyata nggak semudah yang dibayangkan. Kisah-kisah di dalam Rahasia dalam Semangkuk Sup ini mungkin masih belum wow banget dibanding buku-buku kumpulan cerita anak lainnya, tetapi saat membuatnya saya harus memastikan bahwa ada pesan moral di dalamnya.

Selain itu, saya juga berusaha mengambil dalil-dalil shahih, sampai-sampai ada satu doa yang saya ragu apakah itu dalilnya benar atau tidak, hingga harus bertanya kepada ustadzah saya, dan ustadzah saya pun kemudian bertanya kepada rekannya yang saat itu sedang belajar dan tinggal di Mesir.

Kelebihan Buku Rahasia dalam Semangkuk Sup

Apa saja kelebihan dari buku dengan cover berwarna cerah ini? Selain kisah-kisahnya yang bisa menginspirasi anak-anak untuk melakukan kebaikan, buku ini juga berisi adab-adab yang diajarkan oleh Rasulullah saw. Ceritanya dikisahkan senatural mungkin, sehingga tak berbeda dengan kejadian-kejadian sehari-hari yang sering dialami oleh anak-anak. Misalnya saja seperti tertib saat mengantre atau memberikan tempat duduk pada orang lain ketika naik angkutan umum.

Selain itu, dalil-dalil yang disebutkan insya Allah shahih. Buku ini bisa jadi teman baik buat anak-anak kita di rumah. Mereka bisa belajar dari kisah Umar dan Fatimah yang kadang serius, konyol, dan seru.

Kelemahan dari Buku Rahasia dalam Semangkuk Sup


Jika cerita anak-anak pada umumnya dipenuhi ilustrasi, lain lagi dengan buku satu ini. Karena terbit indie, buku ini pun tak memasukkan banyak ilustrasi kecuali beberapa gambar sederhana pada setiap ceritanya.

Di Mana Kamu Bisa Mendapatkan Buku Rahasia dalam Semangkuk Sup?

Buku ini diterbitkan di Bitread dan bisa dipesan langsung di sini, atau bisa juga membaca versi digitalnya di Gramedia Digital.  

Membacakan buku-buku yang dipenuhi pesan moral akan membantu membentuk karakter anak menjadi lebih positif. Jangan sampai kita lupa membacakan cerita penuh teladan kepada mereka. Suatu saat kita akan takjub ketika mengetahui bagaimana anak-anak belajar banyak dari itu semua.

QZ Premium Skincare, Solusi Kulit Cerah Terawat Tanpa Merkuri


Sebagai seorang perempuan, penting sekali menjaga kesehatan kulit meskipun sehari-hari hanya di rumah. Kulit yang sehat tidak melulu ditentukan oleh skincare yang dipakai. Kulit wajah kusam dan berjerawat juga bisa disebabkan karena stres dan tidur yang kurang. Nah, saya termasuk tipe perempuan yang malas merawat kulit dan hobi banget begadang. Kalau sudah begitu, biasanya wajah jadi beruntusan, beberapa jerawat muncul, dan akhirnya kesal sendiri karena sudah abai sama kesehatan kulit wajah.

Zaman sekarang, memilih skincare yang cocok itu susah-susah gampang. Apalagi banyak banget terjadi kasus di mana skincare yang dipakai orang-orang ternyata mengandung bahan berbahaya seperti merkuri. Tahu nggak merkuri itu apa?

Merkuri merupakan bahan kimia yang sering banget digunakan di dalam pembuatan produk-produk kecantikan karena kemampuannya menghambat pembentukan melanin. Karena sifatnya inilah, orang yang pakai skincare bermerkuri lebih cepat punya kulit putih dan cerah. Tapi, apakah kamu tahu jika merkuri ini juga berbahaya?

Merkuri memiki sifat korosif pada kulit kita. Kalau sering dipakai, kulit pun akan semakin menipis. Belum lagi merkuri begitu mudah diserap oleh kulit sehingga bisa masuk ke dalam aliran darah. Kebanyakan memakai merkuri juga tidak hanya merusak kulit, tetapi juga menyebabkan beberapa gangguan organ lain seperti ginjal, sistem saraf, bahkan pencernaan.

Tapi, merkuri ini sudah banyak banget dipakai untuk produk-produk kecantikan yang beredar di Indonesia. Kira-kira apa saja ciri-ciri produk kecantikan bermerkuri?

1. Pada umumnya, krim yang kamu gunakan cenderung lengket jika memang mengandung merkuri.

2. Krim yang mengandung merkuri umumnya tidak bercampur rata. Selain sedikit kasar, krim itu cenderung memisahkan diri antara minyak dan bagiannya yang padat.

3. Berbau logam merkuri atau sengaja dicampur bau parfum yang menyengat untuk mengelabui.

4. Jika terpapar matahari, kulit menjadi kemerahan.

5. Tidak muncul jerawat bukan karena kamu cocok memakai krimnya, tapi karena lapisan kulit epidermisnya telah rusak.

Ngeri banget, ‘kan? Bahkan yang lebih ngeri lagi bisa menyebabkan kanker dan cacat pada janin. Penting banget dong memilih skicare yang tepat supaya hal menakutkan itu nggak terjadi. Ketika ditawari produk kecantikan dari QZ Premium Skincare, saya langsung tertarik secara produk ini dibuat tanpa menggunakan merkuri. Tidak hanya itu, QZ Premium Skincare juga tidak mengandung bahan berbaya lain seperti hidroquinon, paraben, dan asam retinoat.

QZ Premium Skincare ini merupakan produk lokal dengan harga terjangkau. Selain telah lulus uji BPOM dan bersertifikat halal, skincare ini juga mengandung bahan-bahan yang sangat baik untuk kulit seperti Galactomyses Ferment Filtrate.

Nah, kemarin saya mencoba paket normal to dry skin. Dalam satu paket terdapat beberapa produk:

Whitening Facial Toner



Whitening Facial Wash



BB Day Cream



Whitening Night Cream



Whitening Serum


Klaim, Kandungan dan Kemasan

Produk yang saya gunakan ini bermanfaat untuk memperbaiki tekstur kulit, mencerahkan, memudarkan flek, dan memperbaiki tanda-tanda penuaan. Nah, buat saya yang memasuki usia 28 tahun, sepertinya memang cocok sekali. Secara tanda-tanda penuaan kayaknya mulai singgah dan enggan pergi..he.

Produk ini mengandung bahan-bahan yang insya Allah aman bagi kulit. Selain karena sudah lulus uji BPOM, QZ Premium Skincare ini juga udah punya label halal. Nah, buat saya, produk halal itu penting banget. Saya pun termasuk tipe perempuan yang selalu menomorsatukan soal ini. Jangan sampai kita pakai produk yang tidak halal, terutama bagi yang muslimah.

Produk ini dikemas dengan wadah berukuran sedang hingga mungil. Untuk facial toner dan facial wash dikemas dalam ukuran 100 ml saja. Jadi mudah banget dibawa ke mana-mana tanpa perlu repot. Begitu juga dengan serum dan krimnya. Ukuran segenggaman tangan membuat kita nggak perlu khawatir terutama buat yang suka traveling. Selain itu, satu paket dikemas dalam tas cantik yang benar-benar bikin semakin mudah aja dibawa pergi.

Buat saya yang punya anak kecil, kadang bawaan nggak bisa sedikit. Nah, biasanya saya korbanin untuk nggak membawa barang sendiri karena tas udah sesak banget. Tapi, kalau pakai produk QZ Premium Skincare ini, saya nggak perlu khawatir lagi karena kemasannya yang praktis mudah diselipin di salah satu sisi tas.

Tekstur dan Aroma

Produk-produk dari QZ Premium Skincare ini punya tekstur lembut banget. Untuk krimnya, terasa ringan dan mudah merata di kulit. BB day cream-nya juga nyaman dipakai, nggak terlalu padat sehingga mudah diratakan pada wajah.

Kalau aroma, QZ Premium Skincare ini punya aroma yang nggak terlalu kuat. Tercium tapi nggak menyengat. Baunya serupa antara satu jenis dengan lainnya. Cocok buat saya yang nggak suka skincare beraroma kuat.

Harga

Soal harga, QZ premium Skincare ini dijual per paket. Tinggal pilih aja apakah kamu termasuk punya kulit normal atau cenderung berminyak dan berjerawat. Setiap paket dijual seharga Rp. 320 ribu. Terjangkau banget karena bakalan dapat 5 produk sekaligus, ‘kan?

Pendapat Saya

Produk-produk QZ Premium Skincare ini memang masih terbilang baru. Tapi, bisa dibilang ia punya kualitas bagus meskipun dijual dengan harga cukup terjangkau. Untuk hasilnya apakah langsung cerah setelah beberapa hari pemakaian? Pastinya QZ tidak mengklaim akan seinstan itu, ya. Dan saya pun belum merasakan kulit yang tiba-tiba langsung cerah karena memang untuk bahan yang aman biasanya nggak bisa instan.

Tapi, ketika dipakai memang terasa nyaman banget di kulit. Nah, untuk perawatan dan hasil yang lebih maksimal, pastinya harus digunakan secara rutin dalam waktu lebih lama. Selain itu, aroma yang nggak menyengat membuat saya suka sama produk satu ini. Kalau terlalu wangi jadi nggak nyaman aja dipakai. 

Karena termasuk perempuan yang sering banget begadang, saya merasa perlu memakai produk perawatan seperti ini untuk membuat kulit saya tetap sehat. Setelah ini, saya nggak boleh malas-malasan pakai skincare karena hasilnya pun bakal saya nikmati dan rasakan sendiri. Kalau kamu gimana?

Ini yang Harus Kamu Lakukan Ketika Hak Sebagai Penulis Tidak Dipenuhi



Pernah nggak nulis artikel tapi fee nggak dibayar? Padahal menulis itu meski kelihatan gampang, kenyataannya lebih sering bikin orang mual. Ya, menulis itu butuh banyak persiapan. Harus cari sumber yang benar, harus cari beberapa referensi, harus banyak membaca, harus menulis yang rapi, butuh waktu yang kadang ngorbanin waktu istirahat. Dan cuma penulis yang tahu rasanya ini. Betapa ini tidak mudah.

Kemudian, ketika hak sebagai penulis nggak dikasih, gimana rasanya? Eneg, mual, sebal, kesal, marah. Tapi, biasanya sebagian besar penulis meskipun berada pada posisi seperti ini, tidak bisa banyak melakukan apa-apa kecuali hanya berusaha untuk sabar dan meyakinkan diri sendiri bahwa ini adalah sebagian dari ujian untuk naik kelas. Drama dan lebay banget, nggak, sih? Nggak juga kok. Ini manusiawi banget terjadi. Saya yakin, siapa juga yang nggak kecewa ketika ini terjadi setelah perjuangan yang nggak mudah itu?

Hal semacam ini pasti banget terjadi pada beberapa penulis. Baik itu penulis buku ataupun artikel. Apakah saya pernah mengalami? Apa saya perlu membeberkannya di sini? Hihi. Saya nggak selebay itu kok. Menulis itu memang sudah menjadi passion buat saya. Menulis itu sungguh menyenangkan hati. Belakangan mulai merasakan jika menulis tidak hanya menyenangkan, tetapi juga menghasilkan.

Tapi, sungguh sebal ketika fee kita nggak cair. Karena kadang saya menulis artikel hingga larut, kadang hanya tidur beberapa jam saja ketika harus mengerjakan artikel. Apakah semua demi materi? Ketika ada orang berharap untuk itu pun saya merasa itu bukan kesalahan. Semua orang memiliki kehidupan sendiri-sendiri. Ada yang menjadikan profesi menulis sebagai pemasukan untuk memenuhi biaya hidup. Ada yang menulis hanya untuk menyalurkan hobi. Dan saya? Menyalurkan kegemaran dan ingin menghasilkan dari profesi satu ini.

Lalu bagaimana ketika ada orang yang nggak amanah, yang nggak memenuhi kewajibannya kepada penulis? Kebetulan, kamu ada di posisi sebagai penulis yang nggak dipenuhi haknya. Tarik napas dulu sebelum melanjutkan! hihi. 

Kamu Nggak Sendiri

Ya, kamu tidak sendiri dalam hal ini. Saya yakin, hampir semua penulis pernah mengalami lika liku dalam dunia literasi yang cukup menguras air mata, bikin nyesek, bikin marah tapi nggak tahu harus apa, bahkan ada yang sampai difitnah teman sendiri. Yakinlah kamu nggak sendiri karena di sekitar kamu, tanpa kamu tahu juga banyak yang mengalami ini.

Hanya saja, kebanyakan dari penulis lebih suka mendiamkan setelah sebelumnya berusaha meminta haknya. Penulis tugasnya menulis, bukan berdebat. Bukan pula ngeyel soal siapa yang benar dan salah. Kadang percuma juga menagih berkali-kali tapi ujung-ujungnya nggak ada solusi. Apalagi jika sampai berbulan-bulan lewat.

Apakah saya pernah mengalami? Pernah. Bahkan beberapa kali. Fee satu juta lebih nggak cair setelah memenuhi kewajiban. Editor pun nggak bisa membantu. Menyerah karena itu keputusan atasannya. Lalu saya ngapain? Sebal? Banget. Kesal? Iya dong! Manusiawi banget, saya bukan malaikat. Tapi, setelah itu kita pun harus belajar untuk tidak melakukan kesalahan yang sama. Kadang orang yang terbiasa tidak jujur dan nggak amanah dengan omongannya sendiri pasti juga sulit berubah. Apalagi tiba-tiba berubah.

Selain itu, apakah pernah mengalami hal serupa? Pernah. Bahkan untuk platform yang sebelumnya membayar tepat waktu kemudian nggak menepati kewajibannya. Pernah jadi juara tapi nggak dapat hadiahnya? Pernah kok *kenapa jadi bangga banget seperti menyebut prestasi..kwkwk.

Tapi, percayalah, masih ada banyak job buat kamu di tempat lain. Yang lebih nyaman dan nggak bikin nyesek. Hei! Kamu nggak sendiri. Ada banyak orang yang senasib denganmu. Yuk, belajar mengikhlaskan itu. Mungkin itu bukan rezeki kamu. Sebab yang namanya rezeki tentu tidak akan tertukar apalagi nggak sampai.

Belajar Ikhlas dan Sabar

Ini ujian buat kamu. Silakan raut pensil 2B, ya! Hehe. Untuk naik kelas, kamu harus melewati ujian. Dan inilah salah satu bagian dari ujian yang kamu hadapi sekarang. Setelah nulis sampai larut dan mual-mual, tiba-tiba nggak dibayar. Wow! Tega sekali.

Mungkin kamu mulai berpikir bahwa orang itu nggak punya hati. Apalagi nggak satu dua penulis yang dibohongi. Tapi, percayalah, semua itu akan ada balasannya masing-masing. Yang sekarang kamu simpan dalam hati, yang bikin kamu nyesek dan sakit hati itu akan terbuka tanpa perlu kamu koar-koar ke sana kemari. Allah itu nggak tidur. Yang bohong akan ketahuan belangnya.

Ikhlasin, sabarin. Ini ujian buat kamu karena kamu bakal naik kelas! Saya yakin, ada rezeki lain yang lebih berkah, lebih besar daripada yang hilang dan akan menggantikan kecewa dan sedihmu itu. Kuy, sabar!

Pengalaman Seperti Itu Akan Menguatkan Kamu

Setelah jatuh bangun, jungkir balik, dikerjain orang lain, dikatain, diremehkan dan semua yang bikin nyesek, insya Allah kamu akan berubah jadi pribadi yang lebih kuat. Masalah itu ada buat menguatkan kamu, lho. Bukan sebaliknya.

Seperti tubuh bayi, ketika terkena infeksi virus, dia akan membentuk antibodi yang kemudian membuat dia lebih kuat sehingga bisa melawan infeksi ketika usianya lebih besar dan imunnya lebih kuat. Maka seperti itu pula pengalaman menyedihkan yang harus kamu lewati. Ya, karena di depan kamu akan ada jurang yang lebih dalam, tanjakan yang lebih tinggi. Jika sejak awal kamu belajar dari masalah, ke depannya kamu akan lebih kuat menghadapi yang lebih besar daripada sebelumnya.

Pelajaran Untuk Tidak Melakukan Hal Serupa

Kamu tahu apa ujian orang yang udah di atas dan jago? Pertama, sombong. Kedua dia bisa jadi meremehkan orang  yang kemampuannya di bawah dia. Ketiga, dia nggak menghargai orang lain. Keempat, bisa jadi dia bermain-main sama juniornya karena menganggap orang lain bukan apa-apa. Kelima? Nggak amanah karena merasa bisa melakukan apa pun kepada orang lain tanpa merasa orang benar-benar dirugikan karena ulahnya.

Semua itu jadi pelajaran berharga buat kamu. Jangan sampai ketika kamu ada di posisi itu kemudian melakukan hal serupa. Kamu boleh tinggi setinggi-tingginya, tapi jangan lupa berpijak. Nggak susah buat Allah mengubah posisi orang yang sekarang di atas kemudian jadi di bawah banget. Nggak susah. Jadi, cobalah profesional ketika bekerja. Dan itu juga perlu kamu lakukan ketika sudah ada di atas. Ingat, profesional!

Allah Nggak Tidur

Orang yang ‘merasa’ benar biasanya menganggap dirinya paling benar, sedangkan orang yang benar nggak pernah berpikir dirinya paling benar. Orang benar nggak perlu banyak membuktikan dan bicara pada banyak orang untuk membuktikan dirinya benar, sebab sejatinya dia paham, kebenaran punya cara sendiri untuk bicara.

Allah itu nggak tidur. Karena itu, jangan sedih karena hak kamu belum dipenuhi. Sebab Allah pasti akan membayarkannya tunai di dunia dan akhirat. Gusti Allah mboten sare. Yakinlah, Allah tahu dan mendengar doa hamba-Nya yang didzalimi.

Gimana, masih nyesek? Hehe. Sebenarnya ketika mengalami ini saya pun susah buat ikhlas dan sabar. Rasanya pengen bicara panjang lebar di media sosial. Tapi, ketika dipikir lagi, ngapain juga. Berarti itu bukan rezeki saya. Ketika kamu belajar untuk ikhlas, insya Allah, Allah ganti dengan yang lebih baik. Yuk, tetap semangat menulis dan menebarkan kebaikan. Jerih payahmu nggak akan sia-sia. Suatu saat akan berbuah manis, Yakinlah!

1000 Hari Pertama Ananda dan Nutrisi Terbaik untuk Mencegah Stunting



Hampir semua orang tua menganggap bahwa anak gemuk adalah tanda bahwa mereka sehat. Padahal, tidak cukup dengan melihat berat badannya saja. Pertumbuhan tinggi badan mereka pun cukup penting untuk dipantau. 

Anak-anak yang memiliki tubuh pendek, terutama jika berat badan sulit naik, bahkan cenderung turun bisa menjadi salah satu tanda bahwa mereka terkena gangguan pertumbuhan stunting. Indonesia termasuk negara dengan jumlah penderita stunting yang cukup tinggi. Menurut data dari WHO, penderita stunting di negeri ini mencapai 7,8 juta dari 23 juta balita. Angka yang tidak bisa diremehkan lagi.

Apa, sih Stunting Itu?

Stunting merupakan kondisi di mana seorang anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga dia memiliki tubuh lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya. Kondisi ini tidak banyak disadari oleh orang tua karena tidak dianggap sebagai masalah gangguan kesehatan. Padahal, tubuh pendek bisa jadi indikasi adanya masalah pertumbuhan yang disebut stunting.

Stunting biasanya disebabkan karena kurangnya asupan gizi sejak anak ada di dalam kandungan hingga dia berusia kurang dari dua tahun. Penderita stunting yang masih berusia di bawah dua tahun harus segera ditangani karena kondisi ini pasalnya tidak bisa dikembalikan jika telah terjadi atau sulit kembali normal. Anak yang sudah terkena stunting akan tetap mengalami pertumbuhan yang lambat hingga dia dewasa. Tidak hanya itu, anak yang terkena stunting juga memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit kronis dan penyakit infeksi lainnya.

Karena itu, sangat penting mengoptimalkan pemberian nutrisi terbaik pada 1000 hari pertama buah hati, yakni dimulai sejak fase kehamilan hingga anak berusia 2 tahun.

Penuhi Kebutuhan Gizi pada #1000HariTerbaik Buah Hati dengan ASI

Foto: Liputan6.com

Pemberian ASI eksklusif hingga bayi berusia enam bulan merupakan salah satu cara tepat untuk memenuhi kebutuhan gizi anak. ASI adalah anugerah Tuhan yang begitu menakjubkan. Selain mudah dicerna dan diserap oleh tubuh bayi yang sedang berkembang, ASI juga mampu memenuhi kebutuhan nutrisi tumbuh kembang bayi.

Proses pemberian ASI memang tidak selalu mudah. Tapi, dengan pengetahuan yang cukup, seorang ibu tentu akan lebih gigih berjuang untuk memberikan ASI kepada anaknya bahkan hingga usianya mencapai dua tahun.

Sejak sebelum melahirkan, calon orang tua harus mencari rumah sakit dan dokter yang pro ASI. Hal ini menjadi sangat penting karena akan berpengaruh pada proses inisiasi menyusui dini atau IMD yang biasanya dilakukan sesaat setelah bayi dilahirkan.

Selain itu, dukungan penuh dari keluarga tercinta menjadi salah satu faktor penting yang tidak bisa diabaikan. Kondisi mental ibu baru melahirkan harus sepenuhnya dibantu dan didukung supaya tidak stres sehingga berpengaruh pada proses menyusuinya nanti.

Kecukupan ASI Bagi Tumbuh Kembang Buah Hati

Kecukupan ASI bagi tumbuh kembang buah hati tidak bisa dilihat dari jumlah ASI perah yang dihasilkan setiap hari. ASI dikatakan cukup jika frekuensi buang air kecil lebih dari 6 kali per hari. Selain itu, ASI dikatakan cukup jika berat badan bayi mengalami kenaikan yang sesuai dengan usianya, bisa tidur dengan nyenyak, bayi pun aktif dan sehat.

Prinsip ASI adalah supply by demand. Semakin sering disusui, maka semakin banyak juga produksinya. Sejak bayi baru lahir, jangan lewatkan IMD dan teruslah belajar menyusui bayi meski ASI belum keluar pada hari pertama melahirkan.

Jumlah ASI akan bertambah seiring pertumbuhan bayi. Saat baru lahir, lambung bayi hanya sebesar kelereng, sehingga pemberian ASI sedikit saja sudah bisa memenuhi kebutuhan mereka. Seiring waktu, jumlah ASI pun akan semakin meningkat mengikuti kebutuhan bayi.

Pemberian MPASI yang Tepat pada #1000HariPertamaAnanda

Foto: Klubwanita.com

MPASI biasanya diberikan saat bayi berusia enam bulan. MPASI adalah makanan pendamping ASI, bukan makanan pengganti ASI. Kenapa harus menunggu hingga enam bulan? Sebab saat usia enam bulan, organ penting pada bayi seperti ginjal, syaraf, dan motorik bayi sudah siap.

MPASI harus diberikan pada usia yang tepat. Pemberian MPASI terlalu dini dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan, malnutrisi, obesitas, hingga alergi makanan. Begitu juga sebaliknya, pemberian MPASI terlalu lambat juga tidak baik bagi tumbuh kembang buah hati. MPASI yang diberikan terlalu lambat bisa menyebabkan kekurangan energi hingga gangguan tumbuh kembang.

MPASI Bayi 6 Bulan

1. MPASI sebaiknya diberikan menggunakan sendok, bukan dengan botol meskipun itu tampak lebih mudah.

2. Berikan MPASI secara bertahap. Dimulai dari memberikan satu sendok makan bubur beras yang dicampur dengan ASI hingga jumlahnya mencapai empat sendok makan pada usia enam bulan.

3. Tingkatkan tekstur bubur dari encer hingga lebih kental.

MPASI Bayi 7 Bulan

1. Tingkatkan jumlah MPASI dari empat sendok makan menjadi 6-8 sendok makan dibagi dua kali per hari.

2. Selain bubur beras, MPASI usia 7 bulan juga bisa lebih beragam seperti dengan memberikan kentang, jagung, ataupun ubi.

3. Mulailah mengenalkan sayuran dan buah saat usianya mencapai 7 bulan. Kenalkan sayur terlebih dulu. Berikan 1-4 sendok makan sayur atau buah yang dihaluskan per hari.

4. Kenalkan hanya satu jenis makanan dalam waktu 3-5 hari. Selain untuk memberikan kesempatan bagi anak mengenali rasa, cara semacam ini juga bisa dilakukan untuk mengetahui jika bayi memiliki alergi pada jenis makanan tertentu.

5. Hindari pemberian gula dan garam  hingga bayi mencapai usia satu tahun

MPASI Bayi 8-9 Bulan

1. Jangan lupa tingkatkan tekstur makanannya menjadi lebih kental atau lebih kasar daripada sebelumnya.

2. Berikan delapan sendok makan pokok dengan tiga kali pemberian per hari.

3. Tambahkan variasi sayuran dan buah sebanyak empat sendok makan per hari. Bayi akan menyukai dengan mudah meskipun tanpa gula garam karena sebelumnya dia hanya mengenal ASI.

4. Mulailah memberikan daging, ayam, atau ikan. Ikan air tawar lebih diutamakan terutama jika ada riwayat alergi dari orang tua. Tunda pemberian seafood hingga bayi burusia satu tahun.

MPASI Bayi 9-12 Bulan

1. Cobalah berikan makanan dengan tekstur lebih kasar daripada sebelumnya.

2. Berikan sayur dan buah sebanyak 3-6 sendok makan per hari. Jumlah ini bisa ditambah secara bertahap.

3. Jumlah makanan pokok sudah bisa diberikan dengan jumlah 8-12 sendok makan per hari.

4. Berikan daging ayam atau ikan dengan jumlah 3-4 sendok makan per hari.

5. Mulailah mengenalkan telur dan produk olahan susu.

6. Finger food sudah bisa dikenalkan saat bayi berusia 9 bulan.

7. Saat usia bayi mencapai 12 bulan ke atas, dia sudah bisa makan makanan keluarga.

Jadi, pemberian ASI dan MPASI yang tepat pada 1000 hari pertama ini terbukti dapat mencegah stunting yang ternyata risikonya sangat merugikan anak. Yuk, sama-sama belajar dan bantu mengedukasi orang lain untuk mencegah stunting pada buah hati tercinta.

Sumber referensi:
1. Hellosehat.com
2. Buku Q&A Smart Parents for Healthy Children

Custom Post Signature

Custom Post  Signature