Top Social

Impian Traveling Mengelilingi Kota Malang Bersama Keluarga dengan Harga Gledek Tiket dari Tiket.com



Walaupun tinggal dan menetap di Jakarta, nyatanya saya adalah orang kelahiran Malang, Jawa Timur. Yup! Meski dibesarkan di Malang, rupanya saya belum pernah travaling di kota kelahiran saya sendiri. Miris dan bikin nangis bombay memang. Sejak kecil orang tua selalu membatasi gerak gerik putri bungsunya ini…hiks.

Saya terbiasa bermain hanya di rumah, paling jauh ke teras atau halaman bersama anak tetangga. Kadang saya harus melompat dari jendela karena semua pintu dikunci…haha. Saya tidak marah pada orang tua. Itu adalah cara mereka menjaga saya, anak gadis memang nggak boleh main keluar sembarangan. Mereka punya cara sendiri untuk mendidik putrinya. Dan sampai sekarang saya tidak pernah menyesali itu.

Saat masuk SMA, saya memutuskan masuk pesantren. Hanya pulang ketika libur lebaran dan ketika sakit saja. Semakin kurang piknik saja hidup ini. Hanya tahu halaman rumah dan pesantren. Itu saja selama bertahun-tahun, hingga akhirnya pangeran berkuda putih datang untuk melamar dan membawa serta saya pindah dan menetap di Jakarta.

Sudah hampir 10 tahun saya menetap di Jakarta. Ke Malang hanya menyambangi keluarga, ikut mudik seperti orang-orang merantau pada umumnya. Pengennya bisa main-main ke Malang, karena di sana banyak banget wisata menarik dan unik. Sayangnya, karena selalu pulang saat lebaran, ide buat traveling kayaknya hampir selalu mustahil kami wujudkan. Menguap begitu saja bersama angin.

Kami hanya sibuk berkeliling mengunjungi keluarga besar. Selebihnya melepas kangen bersama orang tua dan mertua. Impian buat traveling kandas sudah sejak bertahun-tahun silam. Nggak berani berharap terlalu besar. Kesibukan suami dan anak-anak yang sudah mulai sekolah membuat impian itu hanya sekadar impian. Sedih nggak, sih?

Kenapa harus memilih kota Malang sebagai destinasi liburan impian keluarga?

Foto: Pexels.com/Kun Fotografi
Kenapa bukan Jabodetabek saja? Kan lumayan lebih dekat dan hemat. Kalau sekadar keliling Jakarta dan sekitarnya, mungkin sudah lumayan lebih sering. Alasannya bukan karena suami suka ngajakin traveling, tetapi lebih karena sering diajakin jalan sama keluarga atau acara kantor…kwkwk. Memang nggak modal banget, ya?

Jadi, sempat terbesit keinginan buat traveling ke luar kota bersama keluarga kecil kami saja. Iya, hanya berempat bersama anak-anak saja, nggak ada campur tangan orang lain…kwkwk. Sudah pasti rasanya beda dong kalau harus jalan bersama rombongan atau hanya kami saja.

Lantas kenapa harus kota Malang?

1. Malang punya sejuta wisata menarik dan seru
Lebay banget sampai menulis angka sejuta? Apa pernah menghitung sebelumnya? Hihi. Nggak juga, sih. Tapi, kenyataannya wisata Malang semakin menjamur saja. Jumlahnya tak terhitung. Banyak banget terutama di kota Batu.

Destinasi wisata di Malang pastinya banyak pilihan, terutama yang paling nyaman buat anak-anak. Kita bisa memilih banyak lokasi yang cocok untuk mereka. Seru banget pastinya jika bisa mengunjungi Museum Angkut, melihat sunset di Bromo, dan seru-seruan di Jatim Park. Sedih banget sebagai orang yang lahir dan besar di Malang, melihat pintu gerbang Jatim Park saja tidak pernah…kwkwk.

2. Liburan sekaligus menyambangi orang tua
Kalau punya uang, ada waktu, memang lebih utama pulang ke Malang karena di sana kami bisa sekaligus menyambangi orang tua. Saya pribadi jarang pulang ke Malang kecuali saat lebaran. Alasannya seperti yang saya sebutkan sebelumnya, suami sibuk bekerja dan anak-anak mulai sekolah. Ketika anak-anak liburan kenaikan kelas, ayahnya ternyata belum libur…haha. Selalu terbentur jadwal yang kurang pas.

Kalau ada kesempatan, saya yakin suami bisa mengusahakan cuti beberapa hari. Jadi, nggak salah saya memilih Malang sebagai destinasi wisata dikarenakan saya bisa menyelam sambil minum air…kwkwk. Bisa traveling dan memberikan kejutan juga pada orang tua. Ini adalah keinginan sederhana seorang perantau yang nggak kenal jalanan ibu kota sebab baru tinggal dan menetap selama 10 tahun. Iya, baru 10 tahun, kok…haha.

3. Malang punya hawa sejuk
Jakarta dan Malang punya perbedaan cuaca yang cukup jauh. Saat baru pindah ke Jakarta, dermatitis saya kambuh parah. Butuh waktu hingga berbulan-bulan supaya bisa menyesuaikan kondisi cuaca ibu kota yang panasnya minta ampun.

Berbeda dengan Jakarta, di Malang cuacanya sejuk dan cenderung dingin. Bahkan kalau pagi dinginnya melebihi ketika menginap di puncak. Siap-siap saja bawa jaket tebal dan pakai baju berlapis *lebay!

4. Pengen traveling berempat
Sudah sejak lama saya dan suami berencana traveling hanya berempat. Seperti yang saya katakan sebelumnya, biasanya kami traveling bareng sama rombongan. Ini sudah bisa dipastikan alasannya. Kenapa selalu traveling bersama rombongan? Bisa jadi karena suami memang nggak mau keluar modal…kwkwk. Jadi, kita hanya liburan saat ada yang ngajakin saja. Manusiawi nggak, sih buat seorang istri?

5. Traveling sekaligus kopdaran
Ini mau traveling atau mau reunian? Haha. Karena didikan orang tua yang selalu membatasi saya sejak kecil, maka hingga sedewasa ini pun, saya tidak pernah berani pergi sendirian ke mana pun. Ya, kecuali ke tukang sayur atau swalayan dekat rumah…kwkwk.

Karena itu, kalau ada kesempatan pulang ke Malang selain lebaran, saya ingin kopdaran bersama teman-teman dan mengunjungi pesantren. Banyak sekali agenda yang tertunda disebabkan ketidakberanian saya untuk pulang sendirian ke Malang. Masa iya, kalau mau kopdaran harus bawa dua anak sama suami? Hiks. Kenyataannya memang begitu.

Jika ada agenda lain seperti traveling ke Malang, bisa saja saya mencari celah untuk bertemu teman-teman lama meski hanya sebentar.

6. Kuliner kota Malang selalu ngangenin
Sebagai penikmat kuliner kota Malang, rasanya nggak ada alasan yang lebih tepat untuk datang lagi ke sana selain mencicipi masakan khas Malang yang beragam. Rawon, cwi mi malang, dan nasi buk selalu bikin kangen. Nggak ada makanan seenak itu di Jakarta meski sudah keliling ke beberapa titik *sudah kayak kampanye saja…kwkwk.

Dengan #tiketcomotw semua menjadi lebih mudah

Foto: tiket.com
Gimana perasaan kamu saat tahu ada diskon hingga 50% untuk tiket pesawat atau hotel yang akan kamu gunakan saat traveling? Jangan tanya saya, sudah pasti akan senang banget. Harga gledek tiket pesawat atau hotel diskon hingga 50% bisa kamu dapatkan di aplikasi tiket.com saja, lho. Kapan lagi kita bisa traveling dengan hotel dan tiket pesawat harga promo seperti ini?

Online Tiket Week (OTW) bersama #tiketcomotw dengan harga gledek bisa berupa hotel domestik atau internasional, serta tiket pesawat. Mau nunggu apalagi, lekas pasang aplikasi tiket.com di smartphone kamu dan dapatkan harga gledek untuk wujudkan impianmu!

Sepertinya tidak ada alasan lagi untuk menunda traveling mengelilingi kota Malang bersama keluarga. Kalau kamu kapan traveling ke kota impianmu?

Salam,

EF Adults dan Beragam Keunggulan yang Ditawarkannya


Foto: englishfirst.com
Menguasai bahasa inggris merupakan suatu keharusan bagi setiap orang saat ini. Karena, bahasa inggris merupakan bahasa internasional yang mulai banyak digunakan dalam berbagai aspek kehidupan. Tak hanya untuk berinteraksi dengan orang asing, bahasa inggris juga digunakan untuk memudahkan kamu mendapatkan pekerjaan mengingat beberapa perusahaan mengharuskan calon karyawannya untuk menguasai bahasa inggris dengan baik. Sebelum lanjut, cek link berikut https://www.ef.co.id/englishfirst/adults/courses/ terlebih dahulu, ya.

Untuk menguasai bahasa inggris, ada berbagai cara yang dapat dilakukan, salah satunya yakni dengan mengikuti les bahasa inggris di EF. EF atau English First merupakan salah satu tempat belajar bahasa inggris terbaik yang ada di Indonesia. Lalu, apa sajakah keunggulan dari tempat les English First? Artikel berikut akan mengulas berbagai keunggulan les bahasa inggris di English First yang membuat banyak orang memilihnya.

Kelas Bisnis

Foto: englishfirst.com
Tidak semua orang memerlukan bahasa inggris bisnis. Namun, jika kamu merupakan seorang pebisnis atau karyawan yang bekerja di perusahaan multinasional, program bahasa inggris bisnis merupakan program yang wajib untuk kamu ikuti. Karena, di kelas ini, kamu akan diajarkan beragam hal seputar bahasa inggris dalam aktivitas bisnis. Hal ini sangat penting karena bahasa inggris untuk bisnis tidaklah sama dengan bahasa inggris di kehidupan sehari-hari. Itu disebabkan karena bahasa inggris untuk bisnis biasanya dibuat lebih formal atau lebih sopan dari bahasa inggris sehari-hari.

Kualitas Pengajar

Foto: ef.co.id
Keunggulan lain English First Adults yang tak bisa kamu dapatkan ditempat lain adalah pengajar yang berkualitas. English First sebagai lembaga les bahasa inggris terbaik di Indonesia memperhatikan betul kualitas pengajar yang digunakan di tiap kelasnya. Tak tanggung-tanggung, English First Adults bahkan menghadirkan native speaker untuk mengajar bahasa inggris dengan baik dan benar kepada para peserta les bahasa inggris tersebut.

Itulah beragam keunggulan dari English First Adults. Masih ada beragam keunggulan lainnya yang  akan membuatmu tertarik untuk bergabung dengan English First Adults. Oleh karena itu, cobalah untuk bergabung bersama English First Adults dan rasakan kualitas terbaiknya seperti yang diulas pada laman berikut https://www.ef.co.id/englishfirst/adults/courses/business-english/

Salam,

Tentang Blogger, Template Blog, dan Jasa Percantik Blog

Foto: Pexels.com

Sejujurnya, meski lumayan aktif ngeblog, tetapi saya pribadi belum merasakan banyak pencapaian sebagai seorang blogger. Iya, dibandingkan blogger lainnya, kemampuan saya sungguh sangat jauh. Buncit banget peringkatnya…haha. Tapi, it’s oke. Saya akan tetap menikmatinya dan belajar sambil berjalan. Nggak ada alasan untuk berhenti meski kemampuan belum seberapa.

Sama seperti kamu, blog ibaratnya rumah kita. Yang bikin kita nyaman mencurahkan banyak cerita, pastinya akan dipilah yang bermanfaat saja supaya berguna bagi pembacanya. Karena blog ini adalah rumah saya, maka nggak heran kalau saya pribadi ingin blog ini indah dan cantik. Selain tidak dipenuhi sarang laba-laba dalam artian saya tetap aktif mengisi semaksimal mungkin, saya juga ingin punya template yang cocok sesuai dengan keinginan. Dan satu lagi, jujur saja saya nggak suka pakai template yang pasaran meski itu harganya ribuan dolar sekalipun…kwkwk. Nggak beda sama kacang goreng, kan?

Bicara tentang template, saya dulu sering banget gonta ganti template. Mencoba pasang secara otodidak saja. Memang sangat tidak mudah dan membutuhkan waktu seharian secara saya ini gaptek setengah mati. Karena nggak pernah puas dengan hasilnya, maka saya pun memutuskan menggunakan jasa percantik blog. Iya, hanya mengganti template blog ini saja.


Tahun 2018 lalu, saya sempat pakai jasa pembuatan website untuk percantik blog ini. Itu kali pertama saya menggunakan jasa pembuatan website. Header blog waktu itu hanya diubah warnanya saja dari aslinya. Kalau kamu penasaran, dulu blog saya dipasang template seperti ini. Template itu juga bisa kamu dapatkan free, lho. Cukup manis, tapi ternyata muncul banyak kembarannya…haha.

Semua blogger berhak menentukan pilihannya, kan? Dan ini menurut saya soal selera saja. Bisa jadi banyak orang nyaman-nyaman saja memakai template yang sama dengan orang satu RT, bisa jadi ada yang nggak suka. Dan saya pribadi termasuk orang yang kurang nyaman dengan itu. Bahkan untuk template gratisan sekalipun, saya tetap akan memilih yang jarang dipakai orang. Kamu gimana?

Karena alasan itulah, akhirnya saya mengganti template blog ini dengan template sekarang. Saya pribadi sering share soal template sekarang di grup Estrilook. Yang termasuk member estrilook paham banget ceritanya…kwkwk. Jadi, ketika tiba-tiba jasa website lama masih mempromosikan blog ini sebagai karyanya, teman-teman saya bingung, apalagi saya yang punya dan ikutan capek-capek bikin. Seolah tidak menghargai jerih payah orang lain, sedangkan jasa pembuatan website lama tahu betul kalau blog saya sudah berubah.

Mungkin anak TK juga paham, ketika seseorang memasang link blog saya, bisa dipastikan akan masuk ke tampilan sekarang, mustahil menunjukkan tampilan lama dengan template sejuta umat itu…haha. Jadi, please, move on!

Blogger juga bisa mempercantik blognya sendiri

Foto: Pexels.com
Siapa bilang blogger nggak bisa mempercantik blognya sendiri? Meski saya termasuk orang yang gaptek, tetapi pada akhirnya saya bisa menemukan cara saya sendiri untuk mempercantik blog sesuai keinginan saya.

Kalau saya nggak bisa bikin header dengan photoshop, saya masih bisa membuatnya dengan aplikasi menggambar seperti yang pernah saya jelaskan di sini. Banyak jalan menuju Roma. Terbatasnya kemampuan saya bukan jadi alasan. Justru ketika saya membuat header blog menggunakan aplikasi Ibis Paint X, hasilnya bisa lebih menarik karena bisa menambahkan gambar-gambar juga. Saya juga pernah bekerjasama dengan salah satu blogger pemiliki steffifauziah.com untuk membuat blog dengan header hasil kolaborasi kami berdua. Masya Allah, kalau mba Steffi memang jago percantik blog karena dia dulunya memang anak IT. Nah, lho kalau saya? Kwkwk. Tapi, sekali lagi itu bukan alasan. Orang sukses akan cari jalan, kan? Jadi, ngapain juga bingung dengan photoshop, yang lain juga masih banyak..hihi.

Blogger mempercantik blognya sendiri bukan sebuah kemustahilan. Nggak melulu kita harus pakai jasa pembuatan website, kok. Justru ketika kita bisa membuatnya sendiri, hasilnya jadi unik dan bikin semua orang iri. Awas jangan julid…haha.

Jadi, apakah ketika ganti template sekarang saya sama sekali tidak memakai jasa orang? Cerita ini sudah lama saya share di sini. Mungkin nggak banyak yang ngeh karena judulnya yang nggak fokus pada topik tersebut.

Di mana kamu bisa mendapatkan template keren, tetapi dengan harga oke?


Foto: Pinterest.com
Selama ini saya hanya tahu template gratisan. Dunia saya sempit kalau bicara tentang template karena memang ini di luar kemampuan saya sebagai blogger. Tapi, jalan-jalan ke blog para blogger bikin kita jadi banyak referensi. Dari blog mbak Annisast, saya jadi tahu tentang template murah seharga 5$ ini. Orang iri bilang template blog ini murahan, tetapi sambil promosi kalau blog ini rapi…kwkwk. Saya tidak peduli orang mau bilang apa. Saya membelinya dengan uang saya sendiri, insya Allah halal, dan dengan cara yang baik.

Bagaimana kamu bisa membelinya? Masuk saja ke Etsy dan carilah template yang kamu inginkan. Iya, banyak banget template menarik di sana dan pastinya nggak pasaran. Bayarnya pakai apa? Pakai Paypal. Kalau nggak punya? Pakai saja jasa Paypal seperti yang saya dan teman-teman lakukan. Sesimpel itu memang.

Ternyata, template yang saya dapatkan nggak sesimpel template gratisan, sodarah. Cara memasangnya sudah bisa dipastikan lebih rumit dan saya nggak paham. Maka sejak awal saya memutuskan menggunakan jasa seorang blogger, sebut saja dia Mawar...kwkwk. Bukan, ya. Namanya mbak Widi. Nggak banyak kenal, dia juga tidak pernah promosi, tetapi sangat profesional Insya Allah.

Jadi, saya hanya memakai jasa beliau saja untuk merapikan blog sehingga bisa serapi sekarang, Masya Allah. Saya pribadi bukan tipe orang yang memusingkan soal harga sebuah template. Iya, kalau bisa murah, tapi bagus, ngapain cari yang mahal, kan?

Saya seorang blogger dan saya sangat menyayangkan jika ada pihak yang mengambil kesempatan dalam kesempitan untuk mempromosikan blog ini mengatasnamakan jasa website tertentu sedangkan jasa tersebut sudah tidak ada kaitannya dengan tampilan sekarang. Rasanya seperti sedang mencuri hasil karya orang lain, subhanallah.

Menjadi seorang blogger itu tidak harus selalu serba bisa ini dan itu. Setiap orang punya kemampuan berbeda. Maka, tetap jadilah diri sendiri dan banggalah atas apa yang Allah berikan kepadamu. Dan satu hal lagi, hargai karya orang lain. Bukannya tidak mungkin ada orang yang akan menindaklanjuti lebih jauh jika sudah di luar batas. Beberapa kejadian janggal yang terjadi di website Estrilook juga sudah saya ketahui pasti. Masya Allah, orang sabar memang tidak ada batasnya, tetapi saya pribadi mungkin punya batasan soal itu.

Jadilah dirimu sendiri, banggalah atas kerja kerasmu, dan ingat, gusti Allah mboten sare.

Salam,

Foot Plaster, Pilihan Nyaman Pengganti Kaos Kaki

Foto: Pexels.com
Kamu yang sering gonta ganti sepatu, tentunya sudah tidak asing lagi dengan produk plaster khusus kaki. Plaster kaki dihadirkan sebagai pelindung kulit kaki dari risiko lecet akibat gesekan antara kulit dengan sepatu. Plaster kaki semakin diminati karena bisa ditempelkan tepat di bagian kulit yang biasa mengalami lecet akibat tergesek dengan sepatu.


Berbeda halnya dengan kaos kaki yang akan terlihat jelas saat digunakan, foot plaster didesain dengan ukuran yang mungil yang bisa terselip sempurna di dalam sepatu dan tidak terlihat dari luar. Dengan begitu, penampilanmu akan tetap menawan meski memakai beberapa lembar foot plaster sekaligus.
Foot plaster yang banyak beredar di pasaran berwarna polos cokelat dengan tekstur permukaan agak licin agar kaki bisa lebih fleksibel selama menggunakan sepatu. Dengan begitu, penggunaan foot plaster akan sama nyamannya dengan ketika kamu menggunakan kaos kaki dalam hal perlindungan kaki dari resiko lecet.
Foot plaster juga masih disediakan dalam satu jenis ukuran. Kamu yang memiliki ukuran kaki cukup besar tak perlu khawatir jika foot plaster yang kamu pakai tidak dapat melindungi bagian kaki yang kamu inginkan. Meski ukuran foot plaster belum begitu banyak variasinya, namun bentuknya telah dirancang sedemikian rupa supaya dapat dengan baik melindungi bagian kaki yang sering mengalami lecet saat memakai sepatu.

Sedangkan bagi kamu yang memiliki ukuran kaki kecil, juga tidak perlu khawatir jika foot plaster yang dipakai dirasa terlalu lebar di kakimu. Sebelum menempelkan foot plaster ke kaki, kamu bisa menentukan seberapa besar foot plaster yang dibutuhkan. Dari situ, kamu bisa memberikan sedikit perubahan pada foot plaster dengan memotong sedikit pinggiran foot plaster atau mungkin mengguntingnya menjadi dua bagian, dan menyimpan bagian yang tidak terpakai untuk dikenakan di kesempatan lain.


Foto: id.hansaplast.co.id
Foot plaster yang diproduksi oleh setiap merek dagang bisa jadi berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Demi keamanan dan kenyamananmu, akan lebih baik memilih merek dagang yang telah terpercaya seperti Hansaplast. Klik https://www.id.hansaplast.co.id/products/Foot-Care/Plasters-Pads/foot-plaster untuk mengetahui lebih lanjut mengenai produk foot plaster dari Hansaplast ini, ya!


Salam,

Panduan Menulis Artikel Terlengkap Khusus Buat Pemula


Tahun ini aktivitas menulis artikel sudah jauh berkurang ketimbang tahun kemarin. Biasanya hampir setiap hari saya menulis artikel untuk dikirimkan ke beberapa media. Yag paling parah ketika aktif banget di UC News. Sehari bisa mengerjakan lebih dari 10 artikel pendek. Kok bisa banyak banget? Yup! Karena saat itu saya dan teman-teman sering mengerjakan proyek menulis artikel. Kadang 50 artikel untuk tiga hari dengan fee 100$. Kadang 100 artikel selama seminggu dengan fee berbeda. Dan pastinya semua juga ada target viewers hingga ratusan ribu.

Sebenarnya sejak awal saya tidak pernah membayangkan bisa menjadi penulis artikel. Saat masih di pesantren, saya hanya suka menulis puisi dan cerpen. Setelah berjalan, saya mulai penasaran dengan jenis tulisan nonfiksi. Salah satunya artikel ini. Belajarlah saya secara otodidak. Belum pernah masuk kelas menulis artikel kecuali setelah saya menekuni lebih jauh. Semua saya pelajari sendiri dengan membaca banyak artikel yang terbit di media.

Kenyataannya? Memang tidak mudah. Tapi, saya termasuk orang yang percaya bahwa kemampuan menulis tidak diturunkan sejak lahir. Iya, jika kamu ingin menjadi penulis, kamu bisa mempelajarinya. Ilmu menulis bisa dipelajari dan tidak tergantung pada bakat seseorang. Selama mau berusaha, mau mencari tahu, Insya Allah kamu juga bisa sebaik penulis lainnya.

Sebenarnya apa untungnya bisa menulis artikel terutama yang bisa terbit di media? Selain bisa dikenal oleh banyak orang, penulis artikel juga bisa mendapatkan banyak penghasilan. Jika dulu artikel saya hanya dihargai sebutir debu, sekarang satu artikel saja bisa dihargai hampir Rp. 500 ribu. Masya Allah. Nggak pernah membayangkan sebelumnya bakalan dapat penghasilan yang lumayan dalam waktu yang cukup singkat.

Tapi, jika kita menulis hanya karena uang dan uang, seperti yang sering saya katakan, itu bakalan bikin kita capek, hambar, dan nggak terlalu menikmati passion kita sendiri. Apalagi kalau sampai bertemu dengan platform yang nggak amanah alias nggak mau membayar hak kita sebagai kontributor. Emangnya ada? Banyak!

Jadi, mulai sekarang, sebelum kamu benar-benar berniat serius menekuni profesi ini, cobalah luruskan niatmu dulu. Sebenarnya saya menulis untuk apa? Apa hanya sekadar untuk mencari materi, biar tenar, atau apa?

Apa pun alasannya, tetap jadilah bermanfaat bagi orang-orang di sekitar kamu. Pastikan setelah berhasil, jangan pelit-pelit berbagi ilmu pada juniormu. Ketika telah sukses, ujian kamu adalah mudah meremehkan orang yang belum paham, merendahkan, dan mengabaikan. Ingat, sukses kita bukan hanya karena usaha kita, tetapi sebab ada campur tangan Allah di sana. Tetap santun dan senang berbagi ilmu, Insya Allah apa yang kamu kerjakan tidak hanya akan memberikanmu kepuasan materi, tetapi juga bisa jadi amal jariyah untuk akhiratmu kelak.

Tapi, saya belum bisa menulis artikel. Bagaimana saya bisa memulainya?
Pada postingan kali ini, saya mau berbagi panduan lengkap bahkan mungkin paling lengkap yang pernah saya tulis, yang biasanya hanya saya berikan di kelas menulis artikel online saja. Silakan simak baik-baik dan perhatikan apa saja yang perlu kamu kerjakan supaya artikel kamu layak terbit dan bisa dibaca banyak orang.

1. Buat artikel bentuk listicle


Foto: Pexels.com
Apa sih artikel jenis listicle itu? Listicle merupakan artikel bentuk daftar atau mencantumkan poin-poin di dalamnya. Contohnya ‘7 Hal yang BikinKesendirianmu Lebih Bermakna, Bukan Hanya Sekadar Jomblo Aja!' atau 'Hindari 5Kesalahan yang Bisa Membuat Kamu Gagal jadi Penulis' yang diterbitkan oleh dua platform berbeda.

Kedua jenis artikel itu memuat daftar atau poin-poin tertentu. Kenapa harus pakai listicle? Karena pembaca di dunia maya itu biasanya hanya meluangkan waktu sebentar untuk membaca artikel di smartphone-nya. Mereka juga akan jenuh dan bosan jika artikel yang disuguhkan tidak berupa daftar. Coba kamu bayangkan jika tulisanmu padat merayap seperti jalanan ibu kota, pastinya bikin puyeng dan nggak bisa fokus pada poin tertentu yang ingin disampaikan.

Dan lagi, artikel jenis listicle ini lebih mudah ditulis terutama bagi pemula karena kamu nggak perlu  menulis poin tertentu sepanjang rel kereta api. Cukup tulis penjelasan singkat pada tiap poin. Karena itu, buat pemula dan ingin menulis untuk media seperti Estrilook, IDN Times atau Hipwee, sangat disarankan menulis dalam bentuk listicle.

2. Bagian-bagian artikel bentuk listicle


Foto: Pexels.com
Apa saja yang perlu kamu tulis dalam artikel bentuk daftar selain poin-poin? Pertama kamu harus membuat minimal dua paragraf pembuka. Menjelaskan secara singkat dan menarik apa yang akan kamu bahas selanjutnya. Kedua, kamu harus membuat daftar berupa poin-poin yang akan kamu angkat pada artikel tersebut. Urutannya apakah ada aturannya? Itu semua tergantung pada tema yang kamu angkat. Ketiga, kamu harus membuat minimal satu paragraf penutup. Jangan main pergi saja tanpa salam penutup, ya.

Pengalaman selama menerima artikel dari para kontributor di website Estrilook, ada beberapa artikel yang tidak menggunakan paragraf penutup. Iya, jadinya editor juga malas dong mau menerima karena di platform kami sudah ada panduan menulisnya juga. Jadi, perhatikan baik-baik apa yang akan kamu tulis nanti.

3. Tulis artikel minimal 300 kata


Foto: Pexels.com
Ya Allah, buat pemula, menulis 300 kata itu susah banget! Baru menulis satu kalimat saja sudah dihapus tulis beberapa kali. Eits! Kalau mau jadi penulis, tolong jangan mengeluh. Kalau kebanyakan mengeluh, mending kamu ambil bantal dan selimut, kemudian tidur yang nyenyak…haha.

Awalnya pasti nggak mudah menulis dalam jumlah yang banyak. 300 kata itu standar yang diberikan di beberapa media. Minimal 300 kata. Bahkan kalau sekarang, blogger cenderung menulis minimal 500 kata supaya lebih mudah dikenali oleh mesin pencari. Yang pemula pastinya sering mentok menulis di angka 100 atau bahkan kurang.

Kenapa bisa begitu? Karena kamu tidak terbiasa menulis setiap hari. Jika kamu membiasakan diri menulis lebih sering, membaca lebih banyak buku, pastinya kemampuanmu menulis akan semakin bertambah juga, kok.

Nah, mulai sekarang, banyaklah berlatih supaya tulisanmu bisa panjang mengular, tetapi poin-poin pentingnya bisa tetap didapatkan.

4. Tulis judulmu semenarik mungkin dan dengan ejaan yang tepat


Foto: Pexels.com
Bagaimana cara menulis judul yang tepat? Kamu bisa baca pada postingan saya sebelumnya di sini. Judul harus ditulis dengan huruf besar kecuali kata penghubung. Kata penghubung itu apa saja? Seperti ‘yang’, ‘di’, atau ‘dan’ serta masih banyak yang lain.

Penulisan judul yang kurang tepat akan membuat artikelmu kurang  menarik. Pemilihan kata yang kurang tepat juga bisa membuat orang malas membaca artikelmu. Judul itu ibaratnya pandangan pertama. Kalau judulmu menarik, orang akan melanjutkan membaca isinya. Jika tidak, kamu harus rela ditinggalkan oleh mereka.

5. Bagaimana cara menulis sub judul pada daftar artikelmu?


Foto: Pexels.com
Sebenarnya, ada dua cara menulis sub judul pada poin-poin dalam artikel. Pertama sama seperti membuat judul utama, kedua seperti yang saya tulis dalam postingan ini. Lalu yang benar yang mana? Saya sebenarnya lebih cenderung yang pertama. Beberapa editor yang saya tanya juga menjawab hal yang sama. Tapi, setiap kali saya kirimkan artikel ke beberapa media, selalu mereka ubah jadi seperti yang saya pakai sekarang ini. Jadi, kamu bisa pertimbangkan keduanya. Selalu pakai bold supaya bisa lebih fokus.

6. Cantumkan sumber referensi


Foto: Pexels.com
Sumber referensi ini biasanya bisa kamu tulis ketika mengutip sebuah kalimat dari artikel lain. Jangan gengsi menulis sumber artikel, sebab itu adalah sebuah keharusan, kecuali kamu menulis artikel berupa pengalaman pribadi dan tidak memakai referensi artikel lain sama sekali.

Di beberapa media terutama di UC News, menyebutkan sumber referensi itu perlu dan wajib. Kalau tidak, artikel kamu tidak akan lolos dan ditolak seketika.

Nah, untuk penulisan sumber referensi ini, kamu bisa melakukannya dengan dua cara. Pertama, sumber yang ditulis di dalam artikel secara langsung. Contohnya, “Common cold merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus seperti dilansir muyass.com."

Dan yang kedua ditulis di akhir paragraf penutup atau di akhir. Misalnya setelah paragraf penutup, kamu sebutkan semua sumber referensi yang sudah dipakai dengan cara seperti ini,
Sumber:
www.muyass.com
www.estrilook.com
dll

7. Gunakan gambar menarik dan cantumkan sumbernya


Foto: Pexels.com
Artikel tanpa gambar itu akan sangat hambar. Iya, seperti sayur tanpa garam. Pengalaman visual seseorang itu amatlah penting. Saya pribadi entah karena merupakan tipe belajar visual atau gimana, ketika membaca artikel tertentu, gambar itu akan sangat menentukan juga apakah artikel menarik atau tidak.

Jadi, setiap kamu menulis artikel, baik di platform tertentu ataupun di blog, cobalah perhatikan gambar yang kamu pilih. Jika kamu masih bingung bagaimana cara mendapatkan gambar yang bagus, kamu bisa cek di sini. Situs gambar gratisan itu bisa banget kamu pakai untuk keperluan menulis artikel. Jika tidak ada yang cocok, kamu bisa mencarinya di Google.

Tapi, jangan lupa, kamu juga harus menuliskan sumbernya di bawah foto tersebut. Misalnya seperti sumber gambar yang saya pakai dalam postingan ini. Kamu bisa cek langsung, ya!

8. Pakai aplikasi serba bisa ‘Canva’


Foto: Pexels.com
Untuk mengubah ukuran gambar, mencari gambar-gambar lucu dan menarik, serta menambahkan text pada gambar, kamu bisa banget pakai aplikasi Canva yang bisa digunakan di smartphone hingga di laptop. Bagi seorang blogger, aplikasi satu ini berharga banget karena saya rasa memang serba bisa dan dapat diandalkan *seperti teman hidup kwkwk. Selain itu, buat saya pribadi yang suka menggambar, ada satu lagi aplikasi menarik lainnya, yakni Ibis Paint X. Saya menggambar dan membuat header blog ini dengan Ibis juga. Kedua aplikasi ini perlu kamu tahu. Jika memang nantinya tidak diperlukan saat menulis artikel, keduanya bisa berguna ketika kamu mulai ngeblog.

9. Apa itu rewrite?


Foto: Pexels.com
Apa itu rewrite? Jika kamu merupakan penulis pemula dan ingin sekali menulis artikel, kamu bisa membuat artikel rewrite. Iya, kamu bisa menulis artikel dengan tema yang sama seperti yang ditulis oleh orang lain, tapi dengan gayamu sendiri, dengan bahasamu sendiri. Rewrite juga punya aturan, nggak sembaranga artikel bisa kamu pakai seenaknya.

Ada baiknya kamu tetap membuat artikel yang unik dan berbeda. Bagaimana caranya? Coba kamu cari minimal 5 artikel dengan tema yang sama, tetapi dengan gaya berbeda. Baca semua artikel tersebut dengan sungguh-sungguh hingga kamu paham maksudnya.

Setelah itu, tutup semua artikel itu dan mulailah menulis. Meski hal semacam ini dibolehkan, tetapi seorang penulis yang baik tetap harus menjaga etika jangan asal nyontek artikel orang lain. Bagi kami yang berjuang keras untuk menulis, disontek itu sakit banget, lho…haha. Saya juga pernah blogwalking ke blog seseorang, dan karena dia pernah nyeletuk suka copas, akhirnya saya benar-benar cek artikelnya. Dan jeng jeng…haha. Beneran dia hanya copas dari artikel lain.

Meski itu bukan artikel saya yang dicopas, saya merasa itu nggak beretika. Iya, untuk apa disebut blogger kalau kerjanya hanya sontek sana sini. Mending jadi diri kamu sendiri dan tulis apa yang kamu mampu dan kamu kuasai. Itu jauh lebih baik.

10. Pastikan artikelmu lolos cek plagiat


Foto: Pexels.com
Zaman sudah secanggih ini. Nggak akan sulit melihat artikel seseorang, apakah itu hasil copy paste dari artikel orang lain atau benar-benar hasil jerih payah sendiri. Iya, saya bahkan bisa tahu artikel itu awalnya ambil dari situs mana. Bisa dari Facebook, artikel di beberapa media, atau situs lain.

Sebelumnya, apakah kamu paham apa itu plagiat? Plagiat adalah pencurian karya orang lain. Yang namanya mencuri sudah pasti nggak ada izin, ya. Dan pencurian karya berupa tulisan itu banyak banget terjadi terutama artikel di media online. Jadi, sebelum kamu mengirimkan artikel, cobalah langsung cek sendiri apakah artikel kamu masih termasuk artikel plagiat atau tidak.

Cara ceknya bagaimana? Copas saja artikel kamu ke sini dan klik ‘chek plagiarism’. Pastikan artikelmu lolos 100%, jika pun terdeteksi plagiat, itu hanya untuk kutipan sedikit atau berupa hadist serta ayat Alquran. Selebihnya usahakan tidak ada.

11. Bagaimana supaya artikelmu tidak termasuk plagiat?


Foto: Pexels.com

Seperti yang saya katakan sebelumnya pada poin ke-9, kamu harus membaca baik-baik semua sumber referensi dan tutuplah. Tulis dengan gaya bahasamu sendiri. Ada baiknya kamu hanya menulis apa yang kamu kuasai, jadi nggak ribet-ribet mencari sumber referensi, kan? Dengan begitu, artikelmu bisa lebih mudah diselesaikan tanpa harus sontek ke sana kemari. Kamu juga bisa baca lebih jauh tentang plagiat di sini.

12. Bagaimana saya mendapatkan ide?


Foto: Pexels.com
Bagaimana saya bisa mencari ide? Buntu! Mentok! Haha. Ide itu ada di mana-mana. Iya, semua bisa jadi ide tulisan yang menarik asalkan kamu mampu mengolahnya dengan benar. Sebaiknya, jangan ribet-ribet mencari ide yang berat, karena justru nanti hasilnya garing banget. Coba kamu ambil tema yang kamu kuasai.

Misalnya, untuk seorang guru, kamu bisa menulis tentang pendidikan, seorang dokter bisa menulis artikel kesehatan, seorang IRT tanpa ART bisa menulis managemen waktu atau parenting, dan masih banyak lagi ide menarik lainnya yang bisa kamu tulis.

13. Modal menulis artikel yang harus kamu punya


Foto: Pexels.com
Saya nggak punya bakat menulis, bisanya baca tulisan orang saja. Yup! Itu selalu dikatakan oleh mereka yang ingin memulai, tapi kadang belum percaya diri. Menulis itu bukan bakat, tetapi kemampuan yang bisa dipelajari, kok. Kamu hanya perlu berani memulai saja. Modalnya apa? Banyak menulis dan banyak membaca! Iya, kerjakan saja keduanya tanpa banyak alasan.

14. Dapatkah saya menulis artikel lewat smartphone?


Foto: Pexels.com
Sejak mengenal UC News, saya dipertemukan dengan teman-teman yang aktif menulis dengan hanya bermodalkan smartphone saja. Jujur saja, mereka keren banget. Saya pribadi mencoba beberapa kali sudah pusing karena harus lebih telaten.

Jadi, jika kamu nggak memakai laptop, nggak ada masalah. Itu bukan alasan untuk berhenti berkarya. Zaman dulu masih di pesantren, saya bahkan hanya menggunakan buku tulis dan pulpen saja. Itu bisa jadi beberapa novela dan kumpulan cerpen.

Lalu bagaimana cara mengirimkannya? Kalau mau kirim ke platform tertentu, kamu bisa langsung menulis di website mereka. Misalnya seperti di Estrilook.com, UC News, IDN Times, atau Hipwee. Nah, jika kamu harus mengirimkan artikel lewat email, tentu kamu harus menyimpannya dulu di ms word menggunakan aplikasi WPS Office. WPS ini bisa kamu gunakan dengan mudah. Kamu bisa menulis dan menyimpannya di smartphone kemudian mengirimkan file-nya lewat email atau Whatsapp.

15. Lupakan dulu SEO dan fokuslah menulis


Foto: Pexels.com
Ya, ya. Kalau jadi blogger memang penting tahu SEO karena itu jalan terbaik untuk meraih posisi page one Google. Tapi, buat kamu yang berniat mengirimkan artikel ke media online, ada baiknya kamu abaikan dulu SEO ini sebelum buyar semangat menulismu. Biasanya di beberapa media sudah ada sendiri yang mengatur SEO ini, jadi kamu hanya perlu menulis dan menulis saja, ya!

Eh, memangnya SEO itu apa? SEO adalah search engine optimization yang merupakan pengoptimalan mesin penelusur dan berguna meningkatkan peringkat website atau blog kita.

16. Jangan malas mengedit artikelmu sendiri


Foto: Pexels.com

Setelah berhasil menulis artikel, kamu perlu mengeditnya dulu sebelum dikirimkan ke media. Iya, editor tugasnya hanya membenahi sedikit saja kesalahan pada tulisan kamu, bukan mengubah. Dan perlu kamu ingat, editor itu sangat eneg kalau sampai melihat artikel orang yang berantakan..haha. Saya tidak sedang membual, sebab saya juga pernah mengedit artikel-artikel di website Estrilook.com, beberapa teman editor juga sering curhat soal ini.

Bayangkan saja, mereka harus menerima banyak banget artikel, kalau di platform populer seperti Hipwee dan IDN Times, sehari bisa berapa artikel masuk, dan tiba-tiba bertemu artikel yang berantakan, nggak diedit, pastinya mereka langsung auto nolak..hehe.

Bisa mengedit tulisan sendiri itu perlu banget. Saya termasuk orang yang tidak menomorduakan ilmu ini. Sempat ikutan kelas editor juga karena merasa ngedit naskah minimal punya kita sendiri adalah hal penting. Ini juga menentukan apakah naskah kita akan diterima atau ditolak.

Sampai sekarang, ketika menulis, saya masih membuka KBBI online juga untuk membenahi dan memeriksa kata-kata yang nggak sesuai ejaan. Capek, ya? Kalau kamu memang suka menulis, hal semacam ini menyenangkan, kok.

17. Tunjukkan artikelmu pada orang lain, tanyakan pendapat mereka

Foto: Pexels.com
Ada baiknya kamu tunjukkan dulu pada teman dekatmu dan minta dia membacanya. Biasanya, ketika baru menulis, kita nggak peka sama kesalahan sendiri. Sedangkan orang lain tentu sangat pandai menilai apakah artikel kita layak, nyaman dibaca, atau bikin mual? Hihi.

18. Beberapa jenis artikel yang bisa kamu tulis


Foto: Pexels.com
Untuk pembahasan satu ini, saya hanya akan membahas beberapa kategori artikel yang biasa terbit di media. Kamu bisa menulis artikel traveling, kuliner, parenting, kesehatan, dunia hiburan, atau inspirasi. Banyak banget ide yang bisa kamu ulik dari beberapa kategori tersebut.

Karena alasan kecintaan saya pada profesi satu ini, akhirnya saya memutuskan menulis banyak hal dalam buku yang Insya Allah akan terbit dalam waktu dekat. Yup! Buku 'Jago Nulis Artikel, Ubah Hobi jadi Profesi' merupakan buku keempat saya setelah 'Agar Suami Tak Mendua'.



Nah, kira-kira itulah beberapa poin yang harus kamu pahami sebelum memutuskan menulis artikel. Satu postingan ini sudah lebih dari 2500 kata…kwkwkwk. Mohon maaf jika terlalu panjang karena keadaan yang memaksa *drama deh. Semoga postingan ini bisa bermanfaat dan dapat memotivasi kamu. Yuk, terus berkarya dan jangan lupa bahagia.

Salam,

Indahnya Berbagi, Datangkan Keberkahan dan Lapangkan Rezeki



Foto: Pexels.com
Harta itu hanyalah titipan. Manusia hanya menjadi wakil. Jika Allah menitipkan rezeki untukmu, maka jangan sia-siakan kesempatan. Manfaatkan harta itu supaya bisa berguna bagi orang-orang yang membutuhkan.

Kebanyakan orang enggan dan takut berbagi. Sebab logikanya, ketika kita mengambil uang di dompet kemudian membagikannya kepada orang lain, tentu saja uang di dompet kita akan berkurang. Bagaimana jika dikerjakan setiap hari? Pastinya akan habis dalam waktu singkat. Orang-orang pun menjadi khawatir, bagaimana dia bisa makan besok? Bagaimana dia harus membayar kontrakan bulan depan sedangkan tanggal gajian saja masih jauh. Karena terlalu banyak mengkhawatirkan ini dan itu, akhirnya dia pun enggan berbagi.

Padahal, jika kita tawakal, menyerahkan semuanya pada Allah, pada Rabb yang menciptakan kita dan menjamin rezeki kita, pikiran seperti itu tidak akan datang. Urusan bersedekah, membagikan sebagian harta yang kita miliki pada mereka yang berhak tidak bisa disandarkan pada logika manusia. Pikiran kita tidak akan sampai ke sana.

Sedangkan Allah sesungguhnya telah menjamin akan melapangkan rezeki bagi orang-orang yang mau berbagi. Masya Allah, tapi kadang kita sendiri yang tidak percaya dengan janji Allah. Padahal, Allah tidak akan mengingkari janji-Nya, berbeda dengan manusia yang bisa jadi akan ingkar.

Infaqkanlah hartamu. Janganlah kamu menghitung-hitungnya (menyimpan tanpa mau mensedekahkan). Jika tidak, maka Allah akan menghilangkan barokah rezeki tersebut. Janganlah menghalangi anugerah Allah untukmu. Jika tidak, maka Allah akan menahan anugerah dan kemurahan untukmu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Tahukah kamu? Sesungguhnya rezeki itu bergerak. Jika kamu punya uang, jangan biarkan dia diam di dalam rekening, sedekahkan sebagian uang itu, tunaikan zakatnya, maka rezeki lain Insya Allah akan datang.
Apakah besok uang kita akan bertambah berkali lipat? Rezeki itu tidak selalu berupa harta melimpah. Kadang, ada orang kaya, punya mobil banyak, uang banyak, tetapi tidak bisa menikmati karena penyakitnya yang sulit sekali diobati. Dia justru sibuk bolak balik ke rumah sakit. Dia tidak sempat makan di restoran mewah karena dokter melarangnya makan di luar. Dia tidak bisa menikmati mewahnya mobil termahal di garasinya karena dia tidak mungkin pergi traveling keliling Indonesia disebabkan penyakitnya.
Iya, rezeki itu memang tidak selalu berupa harta. Kesehatanmu juga merupakan rezeki. Sholeh dan sholehahnya putra putrimu juga adalah rezeki. Kita tidak perlu punya harta banyak, asalkan berkah, kita akan merasa tenang dan selalu merasa cukup dengannya.
Utamakan keluarga dan orang terdekatmu

Cobalah tengok orang-orang di sekitarmu, utamakan keluarga dekatmu sendiri. Bisa jadi ada saudaramu yang sedang kesulitan membayar SPP anaknya, atau malah orang tuamu masih punya keinginan yang belum terwujud hingga memasuki usia senja?
Sejak menikah dan menetap di Jakarta, saya dan suami berjuang untuk memiliki rumah sendiri tanpa harus merepotkan orang tua. Nyatanya tinggal di Ibu Kota dan jauh dari orang tua bukanlah perkara mudah. Kami memutuskan tidak akan membeli rumah dengan bantuan Bank meski sebenarnya terasa mustahil untuk membelinya dengan hanya bermodal uang tabungan yang ada.
Tapi, Masya Allah, Allah bantu niat baik kami supaya terhindar dari riba. Hingga berselang beberapa bulan setelah menikah, kami pun bisa segera membeli rumah tanpa pinjaman dari Bank sepeser pun. Allah kirimkan orang-orang baik di sekitar kami. Allah bantu kami dengan cara yang rasanya mustahil terjadi saat itu.
Selang beberapa tahun, Allah memberikan kami rezeki yang insya Allah sangat cukup bahkan berlebih. Jika mengikuti gengsi sebagai orang yang merantau di Ibu Kota, mungkin saat itu kami sudah memilih membeli sebuah mobil. Tapi, kami sadar, setelah memiliki rumah, bukan mobil tujuan utamanya, melainkan kewajiban menunaikan ibadah haji.
Haji memang diperuntukkan bagi orang yang mampu. Tapi, mampu di sini tentu saja harus diusahakan, tidak datang begitu saja. Sebelumnya, saya dan suami menyisihkan tabungan kami untuk membuka tabungan haji. Tidak banyak nominalnya, tetapi kami memberanikan diri memulainya. Saya pribadi percaya, Allah akan membantu niat baik dan kesungguhan kami.
Dan benar saja, 2014 kami diberikan kesempatan untuk mendaftar. Kami sempat memikirkan dua pilihan, apakah akan mendaftarkan haji bagi kami pribadi atau bagi mertua yang sangat ingin melihat Kakbah?
Usia mertua sudah sangat sepuh. Antrian haji bisa mencapai belasan tahun saat itu. Rasanya itu terlalu lama bagi mereka. Mustahil mereka harus mengubur lagi keinginan yang sudah lama disimpan. Mereka memang tidak pernah meminta pada kami. Mereka juga tidak pernah mengeluhkan apa pun. Tapi, kami paham mereka sangat ingin berangkat ke Mekkah dan melihat Kakbah.
Haji tentu saja tidak wajib bagi mereka berdua mengingat kondisi ekonomi memang sangat tidak memungkinkan. Saya berusaha memberikan saran terbaik pada suami, memberangkatkan umroh bagi mertua secepatnya.
Qadarallah, kedua mertua saat itu akhirnya bisa berangkat umroh dan bisa melihat Kakbah secara langsung. Dan kami, Alhamdulillah juga bisa langsung mendaftar haji. Betapa Allah sangat memudahkan urusan kami saat itu. Kalau mau pakai logika manusia, rasanya itu tidak bisa kami lakukan bersama sekaligus.
Orang tua atau mertua bukan termasuk orang yang berhak mendapatkan sedekah dari kita. Sebab mereka adalah kewajiban dan tanggung jawab kita. Saya sangat percaya, pintu rezeki kita datang lebih lebar dari mereka. Sebelum kita memuaskan keinginan pribadi, coba lihatlah orang tua sendiri, apakah mereka sedang kesulitan dan membutuhkan? Apakah ada keinginan yang belum tercapai? Jika ada, maka mengalahlah demi mereka.
Awal tahun 2018 lalu, bapak mertua akhirnya meninggal setelah sakit beberapa bulan. Jika ingat, pastinya kami sangat bersyukur karena beliau sudah berangkat umroh dan melihat Kakbah. Jika saja harus menunggu antrean haji, tentu saja beliau belum juga berangkat.
Orang tua pastinya pantang sekali mengeluh pada anaknya. Bahkan meski tak punya sebutir beras untuk makan sekalipun, mereka tidak akan meminta pada anak-anaknya. Maka tugas kita sebagai anak yang harus memahami keinginan dan kebutuhan mereka.
Melihat mertua sudah berangkat umroh, saya pun terbesit keinginan untuk berangkat. Tapi, tentu saja itu bukan keinginan yang mudah diwujudkan. Apalagi saya berkeinginan bisa berangkat bersama suami sekaligus anak-anak. Hampir sebulan penuh impian itu selalu saya lantunkan dalam doa usai shalat fardhu. Meski terdengar sangat mustahil, tapi saya tidak pernah ragu memintanya pada Allah. Sebab Allah yang punya langit dan bumi. Tidak sulit bagi Allah mewujudkan keinginan seorang hamba, sangat tidak sulit.
Qadarallah sebelum mertua sakit, ada kerabat mengajak kami umroh bersama. Awalnya suami menolak karena merasa itu terlalu berat apalagi jika harus membawa serta anak-anak. Tapi, pada akhirnya suami mengiyakan. Masya Allah, rasanya hampir tak percaya jika saya benar-benar akan berangkat umroh bersama keluarga kecil kami. Yang awalnya sulit kemudian dimudahkan. Yang awalnya seperti mustahil tiba-tiba Allah wujudkan. Yang awalnya tidak ada, kemudian Allah berikan.
Ketika kita membantu orang lain, maka jangan khawatirkan apa pun, sebab Allahlah yang akan membantu kita nanti. Dan itu sungguh sangat nyata terjadi. Selang hanya beberapa minggu setelah bapak mertua meninggal, kami pun berangkat umroh sekaligus ke Turki. Rasanya masih tidak percaya meski sebenarnya sejak lama saya memimpikan dan selalu berdoa. Bukan hanya umroh, kami bahkan menginap di Turki selama 3 hari dua malam.
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”
(QS. Al Baqarah: 261)
Betapa nyata janji Allah bagi orang-orang yang memercainya. Dan akan terdengar sangat mustahil bagi orang-orang yang mengingkari kebenarannya.
Bantulah orang lain sebisamu
Foto: Pexels.com
Membantu tidak  harus ketika kita punya banyak uang. Justru ketika kita sedang kesulitan, sebisa mungkin banyaklah bersedekah dan membagikan harta. Tidak harus berupa uang berjuta-juta. Lakukan sebisamu. Jangan khawatir, Allah sudah menjamin rezekimu.
Zaman sekarang, kamu tidak perlu mengunjungi daerah tertentu untuk menyampaikan donasi kepada mereka yang membutuhkan. Iya, saat ini sungguh banyak orang-orang yang sedang kesulitan, baik di negeri sendiri ataupun di negara lain seperti Timur Tengah.
Nah, tugas kita yang mampu dan lapang adalah saling membantu baik moril ataupun materiil. Tapi, bagaimana kita bisa menyalurkan bantuan atau donasi pada lembaga yang tepat?
Alhamdulillah, saat ini kamu bisa berdonasi dengan mudah lewat Dompet Dhuafa. Dompet Dhuafa merupakan Lembaga Filantropi Islam yang bersumber dari dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf atau dana-dana halal lainnya. Dana yang kamu kirimkan, baik berupa zakat, infak, sedekah atau dana lainnya akan dipergunakan dalam pemberdayaan kaum dhuafa melalui kegiatan humanitarian serta wirausaha sosial profetik.
Tidak hanya membangun lembaga-lembaga kesehatan yang diperuntukkan bagi mereka yang membutuhkan, Dompet Dhuafa juga membuka program-program pemberdayaan masyarakat sehingga dapat melahirkan entrepreneur dan membuka lapangan kerja baru, memutus rantai kemiskinan yang saat ini jumlahnya cukup tinggi di negara kita.
Meski zaman sudah semakin canggih, namun nyatanya, masih banyak anak yang putus sekolah akibat kurang mampu. Melalui Dompet Dhuafa, anak-anak yang putus sekolah bisa dibantu melanjutkan pendidikannya melalui beasiswa serta program pendidikan.
Tidak hanya itu, Dompet Dhuafa juga merangkul para relawan untuk terjun langsung membantu saudara-saudara kita yang sedang mengalami bencana atau musibah. Sebab kita adalah saudara. Sudah sepatutnya kita saling membantu meringankan beban orang lain yang sangat membutuhkan.
Jangan takut berbagi. Sebab dengan berbagi, kita bisa membantu meringankan beban saudara-sadara kita yang sedang ditimpa kesulitan. Dan dengan membantu meringankan kesulitan orang lain, kita bisa merasa jauh lebih bahagia dan berarti.
“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Jangan Takut Berbagi yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa”
Salam,

Custom Post Signature

Custom Post  Signature