Top Social

Waffle Pancake Durian, Empuk Berhari-hari


Jenis makanan apakah ini? Kenapa ada waffle tapi berbentuk pancake? Hihi. Ini sungguh pancake yang super empuk dan enak banget dari segi rasa juga. Sebenarnya, awalnya saya memang membuat adonan waffle, sudah dicetak dan dipanggang dua kali, kemudian sisa adonan saya masukkan ke dalam kulkas dengan catatan tetap ditutup. Kenapa dimasukkan kulkas? Karena mau dipanggang semua sayang kalau nggak langsung dimakan. Jadi, niatnya mau dipanggang malamnya pas suami datang. Ternyata setelah memanggang lagi untuk suami, adonannya masih nyisa juga. Akhirnya masuk kulkas lagi sampai hari ketiga belum juga saya sentuh.

Nah, karena sudah tiga hari, takut keburu basi dan nggak enak, saya pun akhirnya memanggangnya sampai habis tapi dengan teflon mini saja, malas keluarin cetakan waffle lagi..hihi. Akhirnya jadilah waffle pancake super empuk ini!

Waffle-nya terlalu gelap warnanya...hihi.

 

Kebetulan ada durian di rumah. Malam sepulang dari kantor, paksu bawa durian 3 buah. Banyak juga. Dimakan begitu saja sudah bosan duluan. Akhirnya dibuat isian pancake yang ternyata enak banget dan pas di lidah.

Nah, buat teman-teman yang mau mencoba, silakan cek resep lengkapnya, ya!

Bahan biang:
1 sdt ragi instan
2 sdm gula pasir
8 sdm air dingin
4 sdm tepung terigu
½ sdt baking powder

Bahan adonan:
3 butir telur
125 gr tepung terigu
½ sdt garam
1 bungkus santan kara ukuran kecil
30 ml air
50 gr mentega atau margarin, lelehkan
150 gr gula halus atau 140 gr gula pasir
Sedikit vanilla essence
½ sdt baking powder

Bahan isian:
Secukupnya susu kental manis
Secukupnya daging durian

Cara membuat:
1. Campurkan seluruh bahan biang hingga rata. Diamkan selama 15 menit.

2. Mixer telur dan gula halus sampai mengembang dan kental.

3. Masukkan terigu, vanilla cair, garam, baking powder, dan bahan biang. Mixer kecepatan rendah sampai rata.

4. Masukkan santan, air, dan mentega cair. Aduk rata dan jangan over mix. Diamkan selama 30 menit.

5. Panaskan teflon, olesi dengan margarin. Tuang satu sendok sayur adonan ke dalamnya. Setelah  bagian permukaan berlubang dan mulai kering, balik dan angkat setelah matang.

6. Ingat, gunakan api kecil saja supaya adonan tidak gosong, ya.

7. Untuk bahan isian, aduk rata susu kental manis dan duriannya.

8. Oleskan bahan isian pada lembaran pancake yang sudah matang. Sajikan!

Kasih isian yang banyak biar mantul rasanya!

Isiannya lembut banget!
Voila! Waffle Pancake Durian buatanmu pun siap dihidangkan untuk keluarga tercinta. Kuy, isi duriannya yang banyak biar lebih nendang. Asli pancake ini empyuuk banget dan bisa dinikmati terutama di musim hujan seperti sekarang.

Jika adonan kamu masih tersisa, silakan disimpan di kulkas dalam keadaan ditutup. Tapi, jangan lebih dari 3 hari, ya. Khawatir sudah tidak enak lagi nantinya. Selamat mencoba dan semoga berhasil!

Postingan ini diikutsertakan dalam One Day One Post bersama Estrilook Community Day31

Salam,

3 Tempat Paling Memikat yang Harus Kamu Kunjungi Meski Hanya Sekali Seumur Hidup


Jangan tanya sudah berapa tempat yang saya kunjungi, sudah berapa pulau yang saya datangi, jangan tanya, sebab saya bukan seorang traveler sejati. Saya hanya gadis kecil yang bermain sekadar keluar teras saja was-was minta ampun, khawatir, dan takut berlebihan. Sebab itulah, ketika dewasa dan menetap di Jakarta, saya tak banyak keinginan melancong ke mana-mana, lebih nyaman di rumah meski kadang suka iri juga lihat teman-teman yang lain berpose penuh tawa saat traveling.

Pembukaan yang cukup dramatis ya, untuk judul yang sebenarnya penuh kebahagiaan…hihi. Itulah kenyataan kenapa saya jarang traveling. Bisa jadi kebiasaan masa kecil yang jarang keluar rumah menjadi salah satu penyebabnya. Kalau pergi tanpa orang yang kita percaya seperti orang tua, rasanya nggak akan pernah aman hidupmu…hihi. Lebay! Iya, saya lebay karena memang tidak terbiasa, jadi sampai saat ini masih butuh orang lain untuk menemani traveling, salah satunya suami. Seolah suami bisa jadi kompas penunjuk arah biar istrinya yang super menyebalkan ini nggak sampai nyasar hingga ke dunia lain *eh.

Ketika pertama kali menginjakkan kaki di Ibu Kota, rasanya ini mimpi. Kenapa anak kampung bisa sampai Jakarta? Stres bukan main dan butuh waktu lama banget untuk adaptasi. Sampai akhirnya jatuh sakit berkali-kali. Penyebabnya salah satunya adalah stres karena harus bertemu dengan orang-orang baru, termasuk suami yang baru saja kenal…kwkwk.

Tapi, tahukan kamu, gadis kecil yang hanya kenal orang tua dan teman dekatnya ini tidak pernah malu bermimpi meski pada kenyataannya semua orang dengan lantang mengatakan ITU MUSTAHIL! Jadi, meski dunia saya terbatas hanya begitu saja, akan tetapi impian saya melaju secepat angin, menemui banyak hal yang bisa jadi tidak pernah dibayangkan oleh orang lain.


Lahir dan besar di Malang tidak berarti saya sering jalan-jalan ke kota Malang. Saya ingat, hanya sekali main ke Malang saat SMA, itu pun bersama guru saya di pesantren. Kali kedua saya pergi bersama teman kalau nggak salah waktu masih STIKK demi bertemu almarhumah Ratna Indraswari Ibrahim yang saat itu menjadi satu-satunya penulis yang bisa saya tanya-tanya, Masya Allah.

Siapa sangka, gadis penakut ini justru sampai pada tempat-tempat melampaui impiannya. Lalu, apa saja tempat-tempat paling memikat yang harus kamu kunjungi juga?

1. Kota Suci Makkah



Sebagai seorang muslim, saya yakin, semua dari kita sangat ingin berkunjung ke kota suci Makkah. Tak terkecuali saya. Tapi, ibadah umroh bukan satu hal yang utama waktu itu sebab ada yang lebih baik diperjuangkan terlebih dahulu, yakni kewajiban menunaikan ibadah haji.

Setelah Allah mudahkan mendaftar haji dengan masa tunggu yang lumayan banget yakni sampai 15 tahun, Allah kembali memberikan kejutan dengan keberangkatan saya, suami, dan anak-anak untuk melaksanakan ibadah umroh bersama. Nggak pernah kebayang bisa semudah dan secepat ini prosesnya. Sebelumnya, saya tak henti berdoa semoga Allah berangkatkan kami berempat umroh dalam waktu dekat. Qadarallah, Allah kabulkan dalam waktu secepat itu tanpa diduga.

Kami berangkat akhir Februari 2018 silam. Berangkat dari Jakarta bersama rombongan dari Malang. Yup! Saya memakai travel dari Malang karena keberangkatan kami bersama keluarga besar dari Malang juga. Rasanya gimana? Deg-degan banget karena belum pernah melakukan perjalanan sejauh ini, apalagi harus bawa dua anak, yang satu bahkan terbilang masih bayi pula…hehe.

Dengan pesawat Turkish Airlines, kami berangkat malam hari dari Jakarta menuju Turki selama kurang lebih 12-13 jam perjalanan. Sebelum melaksanakan ibadah umroh, kami traveling dulu di Turki dan menginap selama 3 hari 2 malam. Selepas dari Turki kami ke Madinah barulah kami melaksanakan ibadah umroh serta berkunjung ke Makkah.

Masya Allah, buat kami yang muslim, tidak ada kota impian seindah kota suci Makkah. Tiba tengah malam di kota Makkah langsung menuju hotel tempat kami menginap. Kebetulan kami menginap di Swissotel Makkah yang terletak di gedung Zam Zam Tower. Setelah makan, kami langsung bersiap untuk melaksanakan ibadah umroh.

Tidak butuh waktu lama untuk sampai di Masjidil Haram, sebab letak hotel kami yang sangat dekat. Melihat Ka’bah di depan mata, hal pertama yang terjadi adalah menangis. Allah, begitu baiknya Engkau membawa kami ke sini dengan begitu mudah. Masih suka nggak percaya aja bisa sampai ke sana bareng anak-anak dan suami.



Kota suci Makkah itu indahnya bukan main. hati deg-degan nggak ada habisnya setiap satu jengkal demi sejengkal langkah menyentuh lantai masjid. Mata terus panas berair penuh haru.

Selama di sana, kami nggak banyak jalan-jalan jauh. Kayaknya waktu cepat banget bergulir, tiba-tiba saja sudah masuk waktu Dhuhur, tiba-tiba saja sudah Ashar. Dan kami harus datang lebih awal ke Masjidil Haram jika ingin kebagian tempat di depan.



Lucunya di Swissotel Makkah, ada menu khusus buat anak-anak. Nggak hanya ada aneka cake dan roti yang mungil, bahkan telur rebusnya pun berwarna warni. Tempatnya dipenuhi sama balon dan beberapa koki memakai pakaian lengkapnya. Buat yang bawa anak kecil seperti kami, pasti sangat membantu menghibur mereka banget.

Kota Suci Makkah menjadi salah satu tempat paling memikat yang harus kamu kunjungi. Pliss, jangan segan meminta pada Allah, sebab Allah pemilik segala yang di langit dan bumi. Sulit bagi kita, tetapi tidak bagi Allah. Jadi, memohonlah tanpa keraguan sedikit pun.

2. Kota Madinah


Selepas dari Turki, kami mengunjungi kota Madinah. Kota paling tentram dan tenang menurut saya. Suasananya itu kalem dan adem banget. Tempat di mana Rasulullah saw dimakamkan. Tempat di mana kamu akan sangat merindukannya tiada henti.

Hotel kami pun tak sejauh apa, cukup dekat dengan masjid Nabawi. Di sini, saya berani pergi ke masjid Nabawi sendiri. Berbeda ketika di Makkah yang benar-benar takut nyasar kalau sampai nggak bareng yang lain.

Biasanya saya berangkat bersama suami dan anak-anak. Anak-anak dibawa suami, dan saya sendiri. Nanti kita janjian di pintu yang sama. Karena saya orangnya kurang 'peka' sama lokasi, jadi rasa takut itu ada ketika harus sendirian di tempat asing.


Dan tahukah kamu, betapa luas dan megahnya masjid Nabawi itu? Rasa kagum tak habis-habisnya. Banyak Askar masih remaja, tetapi suaranya lantang banget dan super galak terutama ketika kita mau ke Raudhah. Ya, saya bisa kebayang kalau jadi mereka pasti gemas banget sama jamaah dari negara lain selain Indonesia yang susah banget diatur. Disuruh antri, askar meleng dikit mereka udah nyerobot lari. Subhanallah, lucu dan bikin gemas..haha. Bahkan sempat ada kejadian di mana ada jamaah dari negara lain yang marah pada pemilik travel yang kami ikuti hanya karena ingin maju sedangkan kami berjuang berdesakan dan memberikan tempat lebih dulu pada lansia. Kejadian ini sempat bikin nangis orang-orang juga. Kenapa ibadah harus dilakukan dengan cara seperti itu? Bukannya sok baik, tapi ngapain gitu ibadah dengan cara menyakiti orang?

Nah, kalau masjid-masjid di Indonesia kadang ada yang melarang membawa anak-anak, lain lagi dengan di Madinah. Anak-anak justru begitu disayang, setiap pemeriksaan, para askar menyapa ramah pada anak-anak. Mereka yang membawa anak pasti akan diutamakan, jadi, jangan khawatir, justru semua jadi sangat dimudahkan.


Ketika shalat, nggak sedikit anak-anak yang teriak nyaring banget, nangis kenceng banget sampai lari-larian. Nggak ada yang marah, orang tua mereka menjaga sebisanya sambil shalat. Bahkan pulang dari shalat berjamaah nggak sedikit yang membagikan uang atau cokelat kepada anak-anak. Nggak kebayang betapa indahnya kalau bisa menikmati Ramadhan di sana. Semoga suatu hari bisa merasakannya, Insya Allah.

3. Turki


Mimpi apa kamu gadis penakut kenapa bisa sampai ke Turki? Mimpi yang tak pernah takut didengungkan kayaknya, ya…hehe.

Kami sampai di Turki saat Shubuh. Tiba di bandara dan langsung shalat. Sombong ya di bandara bilang nggak dingin, mana buktinya katanya dingin? Biasa aja padahal katanya sedang musim salju. Hampir semua orang berkomentar begitu. Tapi, pihak travel hanya tertawa, “Tunggu setelah keluar.” sambil tertawa.

Sebelum menuju bus, kami berkenalan dulu dengan guide bernama Ilker yang asli orang Turki. Setelah itu, kami pun keluar dari bandara menuju bus bersama.

Dan, OMG itu dinginnya minta ampun padahal nggak ada salju juga yang kelihatan di luar. Anginnya nusuk dan mulut langsung berasap…haha. Anak-anak langsung mirip boneka beku. Keluar dari bandara bersama guide kita langsung naik bus tanpa istirahat dan langsung traveling mengunjungi beberapa tempat. Sebelumnya sempat sarapan buat mengganjal perut.

Waktu itu kami sarapan dengan menu yang nggak banget. Ya, berupa telur rebus, buah zaitun, mentimun, keju, beberapa potong tomat, dan roti. Pengennya nasi padang...kwkwk.
Mungkin saya termasuk yang beruntung bisa di Turki dalam waktu cukup lama yakni sekitar 3 hari 2 malam. Berpindah-pindah hotel beberapa kali karena travel bisa jadi mempertimbangkan juga dengan lokasi paling dekat dengan beberapa wisata yang akan kami kunjungi. Selebihnya kami makan dengan dengan menu yang lebih layak buat orang Indonesia...kwkwk. Yang selalu bilang kangen nasi dan sejenisnya. Di hotel sudah pasti menunya lebih beragam, sedangkan sisanya kami makan di rumah makan yang menjual menu Indonesia. Lumayan meski tak semewah rasa khas Indonesia banget.

Banyak banget bangunan bersejarah yang berdiri di sisi kanan dan kiri jalan. Setiap melintasi tempat-tempat tertentu selalu dibuat takjub bukan main. Sayangnya, karena musim dingin, jujur saja jadi kurang menikmati apalagi si bungsu udah mulai pilek waktu itu. Rasanya semua dari kami pengen banget cepat masuk bus supaya bisa menghangatkan badan…haha.


Ke mana saja di Turki? Nggak berbeda dengan travel lainnya, kami mengunjungi Masjid Biru, museum Topkapi, Grand Bazaar, Hagia Sophia, gunung bersalju Uludag, naik kapal melihat selat Bosphorus, museum Panorama, dan beberapa tempat lainnya.

Yang datang ke Turki pas musim semi pasti bahagia banget karena bakalan banyak bunga tulip di sana. Yup! di Turki biasa mengadakan festival tulip. Kamu bisa melihat bermacam-macam tulip di sini. Di mana-mana pasti banyak banget tulipnya. Semoga suatu saat bisa ke sana lagi saat musim semi, Insya Allah.

Tahukah kamu jika Tulip sebenarnya bukan berasal dari Belanda melainkan dari Turki? Nah, itu dia kenapa di Turki ada festival tulip yang begitu megah karena memang asal tulip itu dari Turki. Guide kami juga berkisah tentang hal serupa. Kalau kamu googling, bakalan muncul tuh sejarah yang sebenarnya. Selain pemimpinnya yang dikenal shaleh, Turki juga menyimpan banyak sejarah termasuk sejarah penaklukan Konstantinopel oleh sultan Al Fatih. 

Nah, ini dia beberapa tempat yang sempat kami kunjungi saat berada di Turki

Masjid Sultan Ahmed (Masjid Biru)


Masjid Biru terletak di Istanbul, Turki. Kenapa disebut Masjid Biru? Karena interiornya dominan warna biru. Baik dari luar ataupun dari dalam, sama-sama menakjubkan, Masya Allah. Entah kenapa, suka sekali dengan traveling kami ke Turki karena ke sana tidak hanya jalan-jalan biasa, tetapi juga mengenal sejarah Islam juga pada zaman dulu.

Karena musim dingin, ragu banget mau beli es krim Turki yang terkenal lengket itu. Namanya Dondurma. Akhirnya kami hanya membeli Simit si roti keras khas Turki yang berbentuk bulat dengan olesan Nutella serta Kastanye bakar yang masih panas.

Hagia Sophia


Waktu mau ke Hagia Sophia, kondisi hujan. Kalau hujan biasa di Indonesia, dinginnya masih bisa ditoleran sama kulit kita, berbeda ketika di Turki. Dinginnya menusuk tulang sehingga banyak dari kami para ibu yang urung pergi karena kasihan sama anak-anak. Jadi, beberapa dari kami menunggu di rumah makan setelah kami selesai makan siang dalam perjalanan.

Gunung Salju Uludag


Salah satu yang paling membuat kami semua antusias adalah tujuan bermain salju di Uludag ini. Sayangnya, pas sudah masuk kereta gantung, saya mulai mual dan panik….kwkwk. Apalagi pas keretanya berhenti ketika ada angin sampai semua normal baru berjalan lagi.

Masya Allah, anak-anak semua senang banget, tak terkecuali emak bapaknya. Sayangnya, lupa nggak bawa Marjan waktu itu, ya sekalian aja jual es serut…kwkwk. Ada satu minuman yang entah apa namanya. Susu kental dengan bubuk kayu manis yang bisa menghangatkan. Rasanya enak!

Kereta gantung berayun dan berhenti ketika angin lewat. Bikin deg-deg ser..hihi
Karena kondisi saat antri di dalam ramai bukan main, saya sarankan jika main ke sini berhati-hati dengan barang bawaan. Guide kami juga berkali-kali mengingatkan itu, sebab bukan hal mustahil ada yang berbuat kurang baik.

Museum Panorama 1453 Turki


Kesan pertama saat masuk ke museum Panorama adalah apa, ya, banyak banget anak sekolah…hehe. Di sini kamu bisa melihat sejarah penaklukan Konstantinopel oleh Sultan Muhammad Al Fatih. Yang paling ‘Wow’ itu ketika naik ke lantai paling atas di mana terdapat suara riuh khas peperangan dan bunyi meriam. Karena belum ketebak di atas itu apa, kagetlah ketika muncul seorang bertubuh besar berpakaian khas gitu. Bayangan saya itu raksasa atau apa…kwkwk. Katrok banget, ya…hihi.

Di sini rasanya bisa melihat pengepungan secara langsung. Karena berupa diorama pengepungan Konstantinopel dengan menampilkan pasukan Byzantium dengan Kekaisaran Ottoman. Lebih unik lagi, diorama lukisannya berbentuk 3D, terasa nyata banget. Bahkan karung, meriam, pedang yang tergolek hingga tongnya dibuat asli.

Sebenarnya ada beberapa videonya, tetapi kepotong dan kurang asyik dilihat karena nggak lama setelah kami di atas, anak-anak sekolah ramai menyerbu. Sehingga kebanyakan dari kami memutuskan segera turun karena terlalu sesak. Teman-teman mungkin bisa punya bayangan dengan foto replikanya, ya seperti yang sempat kami ambil.


Kondisinya sama persis seperti pada foto. Langit-langitnya dibuat berbentuk setengah lingkaran dan ketika kamu masuk, maka kamu akan ada di posisi tepat di tengahnya. Jadi, bisa kebayang meriam dan beberapa benda khas pengepungan zaman itu, ya.

Grand Bazaar


Pengen membeli oleh-oleh khas Turki? Datang saja ke Grand Bazaar. Di sini kamu bisa menemukan banyak sekali souvenir khas Turki baik berupa gantungan kunci, kaos, hijab, kalung, hingga keramik. Harganya terbilang murah asal kamu bisa menawar, ya.

Museum Topkapi


Kamu bisa mengenang Rasulullah saw. melalui beberapa peninggalannya yang ada di Museum Topkapi ini. Insya Allah nanti saya ulas lebih jauh soal museum ini.


Di sini, kita bisa mengambil gambar menarik di halaman luar museum. Di sana, banyak bangku dengan latar pohon dan burung-burung. Karena musim dingin, anak-anak susah banget diajak foto. Yang ada si bungsu nggak jauh beda seperti orang-orangan sawah kata orang-orang karena jalannya yang kaku dengan jaket tebal. Belum lagi hidungnya mulai meler saking dinginnya.

Selat Bosphorus


Sebenarnya, selat Bosphorus bukan merupakan tujuan yang dijanjikan pada waktu itu. Pihak travel tidak bisa berjanji karena khawatir cuaca tidak bersahabat. Sebab khawatir hujan atau salju turun. Pada hari di mana kami hendak ke sana, hujan lebat turun, jadi urung. Keesokannya, qadarallah cuaca membaik sehingga kami pun bisa berangkat.


Kami naik satu kapal di mana hanya ada rombongan kami saja di dalamnya. Dinginnya minta ampun karena waktu itu salju turun meski tipis-tipis alias sedikit. Selat Bosphorus merupakan selat yang memisahkan Turki bagian Eropa dan Turki bagian Asia.

Masya Allah, kira-kira itulah beberapa tempat yang telah membuat saya jatuh cinta. Semoga teman-teman yang ingin ke sana disegerakan juga oleh Allah. Aamiin.

Tulisan ini diikutsertakan dalam One Day One Post bersama Estrilook Communit Day30

Salam,

Yuk, Ikut Gerakan Menabung Air Hujan, Sebab Hujan adalah Rahmat yang Tak Boleh Disia-siakan



Suka gemas jika anak-anak di rumah terlalu berlebihan alias boros menggunakan air. Sambil gosok gigi, kran air ikut menyala padahal tidak digunakan. Kadang si bungsu menyalakan kran air bersamaan dengan shower di kamar mandi hanya sekadar untuk main-main. Pliss, hemat air, ya, Nak! Dan dia akan mematikan salah satunya.

Saat ini saya merasa beruntung sebab ketika membeli rumah di wilayah Jakarta Timur, air sumur yang kami punya Masya Allah melimpah meski awalnya sempat bermasalah karena mesin dari pemilik rumah sebelumnya yang harus diganti dan kedalamannya harus ditambah. Tapi, bersyukur setelah itu air bersih bisa kami nikmati hingga sekarang.

Beberapa tetangga sering mengeluh kekurangan air bersih ketika musim kemarau. Ya, itu terjadi setahun atau dua tahun yang lalu. Kadang mereka mengangkut air dari rumah karena air bersih di rumahnya benar-benar tidak bisa diharapkan. Nah, saat seperti ini baru terasa betapa pentingnya air bagi kehidupan kita.

Bencana kekeringan ini memang perlu diwaspadai dari sekarang. Bukan hanya bagi mereka yang sering dilanda krisis air bersih saat musim kemarau, tetapi juga bagi kita yang masih merasa cukup dengan pasokan air bersih.


Dilema juga, ya, saat musim kemarau banyak yang mengalami krisis air bersih, sedangkan saat musim hujan banyak yang dirugikan karena bencana banjir yang hampir tidak pernah bisa dihindari. Apalagi saat ini, bencana demi bencana seperti datang bertubi di negeri kita, tak ketinggalan juga banjir di beberapa wilayah di Ibu Kota yang sudah jadi 'langganan'.

Sejatinya hujan bukan sesuatu yang menakutkan, jangan sampai membuat orang jadi benci dengan hujan dan tidak mensyukuri nikmat Allah. Sebab hujan sangat dibutuhkan oleh semua orang. Air hujan bisa digunakan untuk keperluan pertanian, industri, hingga domestik. Sayangnya, akibat kurangnya resapan di Ibu Kota, air hujan pun jadi terbuang sia-sia dan tak jarang malah merugikan manusia.

Untuk menanggulangi kekeringan saat musim kemarau serta banjir ketika musim hujan, kita sebagai warga Jakarta bisa ikut andil dalam melakukan sebuah perubahan dengan Gerakan Menabung Air Hujan. Yup! Gerakan membuat drainase vertikal ini bisa dibuat di lahan pekaranganmu sendiri, lho.

Gerakan Menabung Air Hujan membutuhkan kerjasama kita sebagai warga DKI Jakarta untuk ikut aktif mengusir banjir yang setiap tahun menggenangi Ibu Kota. Pada prinsipnya, air hujan akan dikembalikan ke tanah, bukan menggenang di pemukiman penduduk. Dengan cara ini, kita yang sering mengalami krisis air bersih saat musim kemarau dapat tertolong dengan adanya cadangan air yang berasal dari air hujan itu sendiri.

Nah, bagi kamu yang masih bingung seperti apa proses menabung air hujan dan bagaimana caranya, coba simak langkah-langkahnya seperti yang dijelaskan oleh Pemprov DKI Jakarta melalui akun Instagramnya.

Apa saja yang kamu butuhkan untuk Gerakan Menabung Air Hujan?

Foto: Instagram.com/dkijakarta

1. Siapkan krat botol bekas. Yup! Krat botol bekas merupakan tempat botol-botol minuman yang biasa digunakan untuk menampung botol-botol minuman ringan. Nah, kamu butuh beberapa buah krat botol ini untuk membuat drainase vertikal.

2. Jangan lupa siapkan juga batu bata. Pasti nggak susah dong mencari batu bata. Kamu bisa membeli di toko bahan bangunan yang ada di dekat rumahmu.

3. Kamu juga butuh pipa paralon untuk saluran masuk dan keluarnya air hujan.

4. Selain itu, dibutuhkan juga batu koral untuk mengisi lubang drainasae.

5. Siapkan juga tutup plat beton yang nantinya juga bisa dipakai untuk meletakkan tanaman.

Lalu seperti apa langkah-langkahnya?

Pastikan kamu sudah punya apa yang dibutuhkan untuk membuat drainase vertikal

Seperti inilah drainase vertikal yang nantinya akan kamu buat

Spesifikasi ini sangat kamu butuhkan sebagai panduan

Pelajari dengan baik supaya drainase vertikal buatanmu bisa bekerja dengan maksimal

Langkah-langkah membuat drainase vertikel di lahan carport
Dari gambar-gambar tersebut kamu pasti sudah bisa membayangkan seperti apa cara membuat drainase vertikal ini untuk Gerakan Menabung Air Hujan yang saat ini diharapkan bisa diterapkan oleh warga DKI Jakarta.

Hingga akhir Desember lalu, Pemprov DKI telah membuat sebanyak 6500 titik drainase vertikal yang tersebar di seluruh wilayah DKI Jakarta seperti dikutip dari laman muslimobsession. Jumlah yang disebutkan tersebut ternyata belum cukup sebab Jakarta butuh hingga 1,8 juta drainase vertikal.

Nah, sebagai warga DKI Jakarta tidak ada salahnya kita pun turut bergerak melakukan perubahan bagi Ibu Kota sebab nantinya kita juga yang akan tertolong oleh gerakan ini. Kamu bisa membuat drainase vertikal sendiri di rumah sesuai dengan petunjuk dari Pemprov DKI Jakarta tentunya.

Gerakan Menabung Air Hujan ini juga bisa menjadi bentuk syukur kita kepada Allah, sebab hujan adalah rahmat dan tidak sepatutnya kita menyia-nyiakannya begitu saja. Air hujan bisa dimanfaatkan lebih maksimal untuk cadangan air supaya tidak terjadi lagi krisis air bersih ketika musim kemarau tiba dan pastinya akan menghindarkan Ibu Kota dari banjir yang terus melanda setiap tahunnya.

Dengan adanya drainase vertikal ini, air hujan tidak hanya bisa ditampung, tetapi gerakan ini juga bisa mengurangi volume air sungai sekaligus bisa jadi cadangan air tanah di DKI Jakarta yang nantinya akan sangat dibutuhkan oleh warga sendiri.

Kuy, ah ikut aktif melakukan perubahan untuk Ibu Kota, sebab kita sadar betul semua ini tidak bisa hanya dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta sendiri, tetapi juga butuh kerjasama warganya!

Tulisan ini diikutsertakan dalam One Day One Post bersama Estrilook Community #Day29

Salam,

[Review] My Trip My Tafakur, Teladan dalam Petualangan Seru



Apa sih tafakur itu? Tafakur bisa diartikan merenung. Ya, merenungi kekuasaan Allah yang telah menciptakan bumi dan segala isinya. Begitu juga yang dilakukan oleh Odi dan saudara sepupunya yang berencana naik gunung. Tujuan mereka tidak hanya ingin melihat keindahan alam secara langsung, tetapi juga ingin tafakur alam.

Wah, pasti mengasyikkan banget bisa naik gunung bersama teman-teman dan saudara. Itulah yang dirasakan oleh Odi saat hendak naik Gunung Gede. Tentu saja Odi sudah izin pada orang tuanya. Dia pun naik gunung bersama orang dewasa yang pastinya sudah berpengalaman.

Nah, kira-kira apa saja yang terjadi saat mereka naik gunung? My Trip My Tafakur tidak hanya akan bercerita tentang keindahan alam di Indonesia, tetapi juga mengajari para pembaca cilik tentang sunah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad saw. Di awal cerita, kamu akan disuguhi dalil-dalil shahih dari Alquran dan hadits. Selain itu, 10 kisah di dalamnya begitu menghibur.

Salah satu pelajaran menarik misalnya saja ketika Odi tidak menemukan tempat sampah di hutan, dengan tanpa rasa bersalah dia membuangnya begitu saja. Untung saja ada Bang Roni yang menegurnya.

“Tidak ada tempat sampah, bukan berarti kita boleh buang sampah sembarangan,” kata Bang Roni.

Jika saja Odi berpikir boleh buang sampah sembarangan, kemudian ada minimal 100 orang yang berpikir sama, bisa dibayangkan akan seperti apa hutan kita? Indonesia saat ini sudah sesak dengan sampah. Keadaan darurat yang benar-benar harus diedukasikan kepada semua orang, tak terkecuali anak-anak. Entah kenapa, masyarakat kita begitu mudah mencemari lingkungannya sendiri dengan sampah. Padahal, sudah banyak kejadian yang seharusnya jadi pelajaran, misalnya saja banjir di musim hujan akibat sungai yang dipenuhi sampah. Ya, manusia sendiri yang berulah, dan alam pun bereaksi.

Telah tampak kesalahan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)." (QS Ar-Rum: 41) 

Mengajarkan anak-anak tidaklah semudah menasihati orang dewasa, sebab seribu nasihat bagi mereka tak lebih berharga darpada satu teladan yang baik. Mereka butuh contoh nyata, bukan sekadar ucapan. Sangat lucu kalau orang tua malas menjaga kebersihan kemudian menuntut anak-anak disiplin menjaga kebersihan. Sangat lucu jika kita meminta mereka mencintai keindahan, tetapi kita sendiri sebagai orang tua justru tidak pernah melakukan hal serupa.

Lewat buku My Trip My Tafakur, bukan hanya anak-anak yang belajar bagaimana mencintai alam dan mengagumi kekuasaan Allah, tetapi juga jadi pelajaran tersendiri bagi orang tua yang seharusnya menjadi teladan bagi anak-anaknya.

Dikemas dengan cover berwarna cerah dan gambar lucu, buku My Trip My Tafakur benar-benar layak kamu miliki. Buku ini lebih cocok bagi mereka yang sudah lancar membaca. Buku jenis chapter book ini bisa jadi kado buat mereka yang sudah masuk Sekolah Dasar, sebab tidak hanya berisi cerita yang menarik, tetapi juga memuat pelajaran berharga di dalamnya. Selain itu, terdapat pula tip mendaki gunung yang harus diketahui sebelum memutuskan  mendaki.

Ada sepuluh cerita yang bisa kamu temukan di dalamnya. Selain ada Odi yang naik Gunung Gede, kira-kira ada apa lagi, ya? Hmm, sepertinya kamu mulai penasaran, kan? Jangan lupa adopsi buku ini ketika kamu menemukannya di toko buku. Sebab buku ini sangat menarik dan recommended banget deh buat kamu dan para pembaca lainnya.

Judul: My Trip My Tafakur
Penulis: Anisa Widiyarti
Penerbit: Tiga Ananda
ISBN: 978-602-366-416-0
Jumlah halaman: 88 hal

#Day28 #ODOP #Estrilookcommunity

Salam,

5 Cara yang Bisa Kamu Lakukan Supaya Traffic Pengunjung Blog Tetap Stabil



Setelah menulis tentang topik menurunnya jumlah pengunjung paska ganti template kemarin, kali ini saya ingin membahas sesuatu yang bisa dibilang masih berkaitan dengan postingan beberapa hari yang lalu. Yup! Gimana caranya supaya pengunjung blog kamu tetap stabil dan kalau bisa terus bertambah?

Pengunjung atau pembaca blog kita memang penting. Iya, kalau setelah kita posting kemudian nggak ada yang mau membaca, lalu ngapain kita capek-capek menyiapkan artikel ini dan itu, mencari gambar, dan mempromosikannya di sosial media?

Percaya nggak sih kalau kita hanya mengejar traffic pengunjung di blog, ujung-ujungnya kita pasti capek dan jika hasilnya nggak sesuai sama keinginan pasti bikin malas mau menulis dan update postingan baru. Setiap tulisan itu pasti akan menemukan pembacanya sendiri, kok. Entah kalimat ini muncul dari mana, tetapi saya pegang kalimat ini hingga sekarang.

Jangan pernah kecewa jika setelah posting sebuah artikel di blog, ternyata pembacanya hanya segelintir saja, bahkan nggak ada yang mau berkomentar meski kamu sudah sebar link artikelnya di mana-mana bahkan hingga ke beberapa grup whatsapp sekalipun. Jangan sedih hanya karena itu. Seharusnya kamu lebih sedih melihat blog kamu belum ada postingan baru setelah seminggu berlalu padahal kamu nggak sibuk-sibuk amat, kamu juga punya waktu buat berkomentar di akun sosial media teman, kamu punya waktu menonton drama Korea pula, lalu kenapa postingan di blog nggak ada yang baru? Oke, ini hanya guyonan saja, silakan dianggap serius *eh…hehe.


Saya yakin semua blogger senang kalau melihat postingan di blognya ramai dikunjungi oleh pembaca. Tapi, untuk mendapatkan itu semua pasti butuh usaha dong. Nggak mungkin tiba-tiba datang tanpa kamu usahakan, apalagi jika sehari-hari kamu hanya posting seadanya, mana bisa blog kamu disukai pembaca?

Lalu apa yang perlu kamu lakukan supaya pembaca di blog kamu tetap stabil bahkan bisa bertambah?

1. Rajin update postingan di blog
Ya, kali ada orang suka jalan-jalan ke blog yang penuh dengan sarang laba-laba. Niatnya ingin blogwalking pun akhirnya batal sudah karena nggak ada yang bisa dikomentari lagi. Kalau kamu nggak rajin menulis dan posting di blog, orang-orang bisa jadi akan melupakan blog kamu. Karena saat ini banyak banget blog yang kece badai dan rutin posting artikel setiap hari. Mending main ke blog mereka daripada main ke blog yang penuh sarang laba-laba, kan?

Mengejar traffic pengunjung di blog nggak perlu membabi buta sampai posting sehari 10 artikel. Nggak begitu juga. Yang penting usahakan blog kamu tetap update minimal seminggu sekali. Kalau bisa setiap hari. Biar lebih semangat, kamu bisa ikutan beberapa komunitas yang aktif mengajak kamu tetap semangat menulis dan posting artikel di blog sehari satu postingan seperti yang diadakan oleh Estrilook Community. Saat ini, kami sudah masuk hari ke-27. Kalau dilihat di blog saya, Alhamdulillah saya berhasil menulis lebih dari target meski di awal sempat ketinggalan.

Tahun ini saya banyak melepaskan pekerjaan…hehe. Nggak perlu ditutupi, ya. Yang biasanya saya suka mengirimkan artikel di beberapa media, sekarang sudah saya kurangi. Lebih fokus mengisi blog dan menulis buku. Insya Allah aktivitas baru ini lebih menyenangkan untuk saya kerjakan. Dan jujur saja, saya merasa menikmati sebab lebih santai dan nggak pusing mikirin ini dan itu. Apaan sih dari tadi ini dan itu? Kwkwk.

2. Buat artikel yang dibutuhkan oleh pembaca sepanjang masa
Nah, lho, artikel jenis apa yang abadi sepanjang masa itu? Sebenarnya saya belum sepenuhnya melakukan ini. Postingan di blog saya masih gado-gado dan saya mengangkat banyak tema sesuai dengan keinginan saya pastinya. Tapi, ada beberapa contoh artikel yang memang akan dibutuhkan oleh pembaca tanpa batas waktu, misalnya artikel berupa tutorial, panduan, kesehatan atau artikel berupa listicle seperti yang pernah saya tulis mengenai beberapa media yang mau menerima dan menerbitkan artikel penulis.

Nah, menurut blogger yang udah mastah, dengan artikel seperti itu, blog yang jarang update akan tetap stabil jumlah pembacanya. Tapi, jangan sampai setelah menulis itu kamu jadi malas posting artikel baru. Buat saya pribadi, tulis saja apa yang bermanfaat, lebih baik posting rutin daripada jarang update sebab tujuan kita ngeblog memang buat menyalurkan hobi dan membantu kita konsisten menulis. Kalau malah jadi malas, mending tulis apa yang bermanfaat dan lupakan, tulis lagi, posting, dan lupakan asal jangan sampai kamu jadi amnesia karena ini…hihi.

3. Rajin share di sosial media
Kalau kamu nggak rajin share postingan blog sendiri, lalu dari mana orang akan mengenal dan membaca blog kamu? Usahakan setiap posting, segera share di sosial media baik itu di Facebook, Twitter, atau Instagram. Kalau nggak ada yang like dan berkomentar di sosial media gimana? Saya nggak lagi memusingkan soal itu. Kenapa? Malah jadi nggak fokus menulis, mending share dan lupakan saja.

4. Tulis artikel yang bermanfaat
Apa pun itu, kalau isi artikel kamu bermanfaat, orang pasti bakalan suka. Tentu saja postingan kamu nggak boleh hanya sekadar curhatan tanpa makna apalagi yang isinya hanya ngomongin kejelekan orang lain. Ada baiknya ulas tema yang dibutuhkan oleh pembacamu. Bagaimana kita bisa tahu apa yang dibutuhkan oleh pembaca tanpa harus bertanya?

Kamu bisa cek beberapa postingan kamu yang mengangkat beberapa tema. Kira-kira tema apa yang paling banyak disukai dan banyak dikunjungi? Dengan cara ini kamu bisa mengerucutkan ide kamu, ekskusi tema-tema itu supaya pembaca kamu kembali lagi karena merasa kamu sangat tahu apa yang mereka inginkan *ceilah.

5. Buat artikel lebih menarik dengan gambar-gambar terbaikmu
Pengalaman visual seseorang itu nggak bisa disepelekan, lho. Misalnya saja saya, akan sangat suka berkunjung ke blog yang gambarnya bening, bagus, dan rapi. Meski itu blog pribadi dan nggak ada yang bisa melarang kamu posting apa pun, ada baiknya kamu pikirkan dulu, kira-kira foto seperti yang kamu miliki itu enak dilihat atau nggak? Kalau memang tidak layak, mending kamu cari gambar-gambar free, yang tentu saja tetap mampu mewakili artikel kamu. Sebab pengalaman visual itu nggak bisa dinomorduakan. Minimal kamu harus belajar mengambil foto yang jelas meski nggak sebagus foto-foto blogger lain.

Setelah kamu tahu beberapa cara menaikkan traffic pengunjung blog, kamu bisa mulai rajin mengunjungi blog blogger lain juga dan ucapkan salam perkenalan kepada mereka. Jika mereka nggak balas mengunjungi blog kamu gimana? Pliss, jangan baper deh jadi blogger. Bisa jadi mereka masih sibuk dan lain waktu sudah merencakan akan berkunjung, bisa jadi mereka nggak ngeh juga sama komentar kamu di blog mereka.

Saya yakin, setiap blogger akan dengan senang hati saling berkunjung ke blog teman-teman lainnya sebab dengan begitu, kita nggak hanya akan dapat teman baru, tetapi kita juga bakalan dapat pengalaman baru juga dari postingan yang kita baca dari blog mereka.

Terlepas dari mengerti soal SEO atau nggak, jujur saja saya nggak ingin dipusingkan dengan itu. Ngeblog adalah sesuatu yang saya sukai, saya nikmati untuk mengisi waktu me time ketika seisi rumah sudah terlelap. Sebab dengan ngeblog, passion saya tersalurkan dan bisa jadi pengalih dari penat mengerjakan naskah buku. Happy blogging, jangan terlalu mengkhawatirkan banyak hal. Lakukan apa yang kamu anggap baik dan bermanfaat, sebab meski hanya dari satu postingan, bisa jadi amal jariyah yang tak ada putus-putusnya.

#Day27 #ODOP #Estrilook Community

Salam,

Custom Post Signature

Custom Post  Signature