Monday, December 30, 2019

Daftar Pertanyaan yang Sering Diajukan Oleh Penulis Pemula

Postingan ini berisi daftar pertanyaan yang sering kali diajukan oleh penulis pemula. Beberapa pertanyaanmu mungkin masih belum terjawab sampai sekarang. Tentu saja ini bukan postingan tentang jodoh yang tak kunjung datang atau sebuah kutukan jomlo tanpa akhir. Please, jangan curhat di postingan ini *lol.

Kalau boleh cerita sedikit, Gaes, beberapa hari ini mungkin agak sedikit galau dengan banyaknya kasus plagiarisme pada beberapa postingan blog teman-teman sesama blogger. Sebab tahu betul menulis bukan proses yang mudah, jadi ikut was-was juga akhirnya.

Saya pikir, hanya postingan bagus-bagus aja yang diplagiat, ternyata yang remeh pun banyak dicopas tanpa izin. Terbanyak kalau dari blog saya adalah resep-resep masakan. Lebih buruknya lagi, link resep-resep ini dipakai oleh beberapa blog yang nggak bener. Pas cek kemarin, rasanya pengen nangis. Banyak banget backlink mengarah pada postingan nggak jelas, semacam kuislah, blog yang isinya hasil copas semua, kadang juga nggak bisa dibuka.

Selain yang semacam itu, ada juga orang terniat banget sampai bikin postingan saya tentang JSR versi PDF. Postingannya nggak hanya satu dua, tapi banyak juga. Orang yang datang tinggal download. Niatnya baik, berbagi. Ya sudah. Semoga jadi amal shaleh :)

Namun, apakah sebagai penulis saya rela diperlakukan seperti ini? Tentu saja tidak, Gaes. Kesel, sedih, tapi kalau dipikir lagi, kita bisa apa, sih? Ujung-ujungnya jadi nggak nyaman ngisi blog karena mikir ini dan itu. Akhirnya jadi kurang leluasa menulis karena mikir abis ini postingan mana lagi yang bakal dicopas?

Dan hari ini saya memutuskan, ya udahlah kalau memang ada yang berniat kurang baik, semoga Allah beri hidayah *sekaligus balasan setimpal...kwkwk. Penulis best seller sekelas Ahmad Rifa’i Rif’an aja hanya bisa senyumin orang yang udah bikin bukunya versi bajakan, apalah saya yang masih berproses menuju penulis best seller? :D

Saya mau tetap menulis tanpa mengkhawatirkan banyak hal. Karena ngurus naskah aja udah puyeng, pengennya buka blog buat bersenang-senang, rehat dari rumitnya garap buku. Karena masalah seperti ini, akhirnya membuat proses ngisi blog jadi serba salah, serba horor juga. Nggak enak banget!

Kembali pada tema dalam postingan ini, ya. Selama seminggu ini saya sedang ikut kelasnya KMO bersama penulis buku nonfiksi best seller Ahmad Rifa’i Rif’an. Jujur saja, pertama kali baca buku beliau versi digital yang diterbitkan oleh Quanta, tentang proses menulis buku semacam buku beliau Super Writer. Setelah sekian lama saya mati rasa, mati gaya juga karena jarang dapat suntikan motivasi, menganggap proses menulis seolah datar aja, lempeng, pas baca buku beliau, meletup-letuplah semangat menulis, dan saya bawa hingga sekarang.

Makannya, pas tahu beliau bikin kelas menulis, saya antusias banget pengen ikutan meskipun sebagian materi sudah pernah saya pelajari, tapi pasti ada sesuatu yang ‘beda’ bisa saya dapatkan.

Dari ikutan kelas tersebut, akhirnya tercetus ide untuk menulis postingan ini. Siapa tahu jadi banyak pertanyaan terjawab dan kamu yang merasa kesulitan bisa segera tercerahkan.

1. Buat penulis pemula, berapa target waktu menulis yang manusiawi?


“Saya nggak pernah menulis buku, ini kali pertama saya menulis buku.”

Kemudian muncul pertanyaan, berapa lama saya bisa menyelesaikannya? Semua tergantung pada kemampuanmu dalam menyelesaikan naskah. Per hari bisa menulis berapa halaman? Andai kamu bisa menulis dua halaman per hari, maka jadikan itu sebagai target harianmu. Untuk naskah setebal 200 halaman, berarti bisa kamu selesaikan dalam waktu 3 bulan lebih.

Apakah tidak terlalu lambat? Nggak ada yang lambat, dan nggak ada pula yang cepat. Penting kelar tepat waktu. Meski awalnya cepat, tapi kalau nggak sesuai kemampuan, biasanya gagal di tengah jalan :)

2. Kapan waktu yang tepat untuk menulis?


Setiap orang punya kesibukan berbeda. Misalnya saya, pagi saya utamakan mengerjakan pekerjaan rumah. Setelah semua beres, saya baru bisa menulis saat anak tidur siang. Sisanya bisa saat malam hari setelah semua tidur, itu pun kalau anak-anak tidur lebih cepat.

Begadang sering, tapi sering nyesel juga karena nggak jarang bikin kepala pening...kwkwk. Mending tidur lebih cepat, dan bangun lebih awal.

“Tapi, aku sangat sibuk. Nggak ada waktu buat nulis!”

Satu jawaban buat kamu, mungkin kamu emang nggak niat jadi penulis, kamu belum jatuh cinta sama profesi ini.

3. Satu buku minimal terdiri dari berapa halaman, ya?


Semua tergantung jenis buku dan penerbit yang kamu tuju. Untuk naskah nonfiksi rata-rata harus terdiri minimal 100 atau 120 halaman. Maksimalnya nggak terlalu saya perhatikan juga. Saya menulis satu buku paling terdiri dari 200 halaman lebih. Nggak sampai 300 halaman :D

Untuk buku anak-anak, sesuai pengalaman aja, ya. Biasanya terdiri dari 20-25 cerita yang setiap ceritanya terdiri dari 2 halaman. So, ada sekitar 40-60 halaman.

Sebelum kirim naskah, coba pelajari dulu syarat-syarat yang diberikan oleh penerbit. Biasanya dari sana kita tahu target halaman yang harus dipenuhi.

4. Berapa jumlah buku yang wajib dicantumkan dalam daftar pustaka?


Nggak ada aturan bakunya. Kata mentor saya begitu. Hanya saja, mentor saya yang lain memang meminta saya mengisi minimal 10 buku dalam daftar pustaka.

Buku-buku referensi ini bisa didapatkan baik dari buku fisik ataupun digital. Sama aja, kok.

5. Wajibkah mencantumkan daftar pustaka untuk buku nonfiksi?


Nggak wajib, Gaes. Kalau memang murni dari pengalaman pribadi, nggak masalah dibuat tanpa daftar pustaka. Hanya saja kalau memang ada buku referensi yang kamu baca, sebaiknya dicantumkan sebagai rasa terima kasih kita serta sopan santunnya kita pada penulis tersebut.

6. Saya penulis pemula, masih nggak pede share tulisan ke publik. Bagaimana saya mengatasinya?


Saya beruntung, tidak pernah melewati masa ini kecuali beberapa kali. Selebihnya, saya selalu percaya diri menulis apa pun. Sebagai penulis, kita memang harus menunjukkan karya kita pada orang lain, kalau bisa, minta teman kita membacanya, kemudian minta kritik serta pendapatnya.

Kita tidak perlu pusing memikirkan apakah naskah kita layak dibaca banyak orang atau tidak. Tugas kita hanya menulis dan belajar supaya tulisan kita lebih baik. Apa yang buruk menurut kita belum tentu buruk menurut orang lain, lho. So, nggak usah minder. Toh semua orang pasti akan berproses menuju yang lebih baik.

7. Kak, jadi penulis penghasilannya gede, ya? Itu kenapa kakak mau jadi penulis?


Mendengar pertanyaan ini, saya pengen lemparin sendal...kwkwk. Memang ada yang benar-benar bertanya demikian. Saya mau cerita sedikit pengalaman saya.

Saat saya berdiskusi dengan editor salah satu agensi naskah, beliau sempat mempertanyakan fee yang akan saya dapatkan setelah buku terbit. Dari penerbit, penulis mendapatkan 10%. Kemudian dari 10% ini akan dipotong untuk agensi sebanyak 3%. Kemudian, karena merupakan buku cerita anak, ada potongan untuk ilustrator sebanyak 5%. Jadi, sisanya 2%. Jika buku solo, uang sebanyak 2% ini akan saya dapatkan sendiri. Sedangkan untuk buku duet, kami bagi lagi masing-masing 1%.

“Mbak, serius? Nanti mbak hanya dapat 2%, lho?” tanya editor.

Nggak masalah, asal buku saya terbit, saya sudah senang *Sok bijak banget saya jawabnya...kwkwk.

Tanpa harus panjang lebar menjelaskan, kalian tahu, kan jawabannya? Perjuangan seorang penulis itu berat, apalagi yang belum terkenal. Cerita di atas memang tidak berlaku untuk buku-buku saya yang lain, tapi setidaknya itulah gambarannya. Kalau sudah dicetak berkali-kali alias best seller, tinggal tidur dan makan aja nggak usah kerja udah lebih dari cukup :D

Namun, bagi yang masih berjuang, bayangan hidup enak itu jangan main telan mentah-mentah. Nggak semudah itu.

Waktu masih aktif menulis artikel, bayaran pertama yang saya dapatkan hanya nol nol sekian dolar, Gaes...kwkwk. Buat beli permen aja diketawain. Hingga akhirnya saya bisa mendapatkan hampir 2000$ selama aktif menulis artikel. Satu artikel ada yang dibayar hingga 500 ribuan. Dua sampai tiga halaman doang harganya segitu :D

Tenang, penulis lain ada yang bayarannya lebih gede lagi. Tapi, pernahkah kita fokus melihat proses yang mereka lakukan untuk mencapai titik sekarang?

Orang mah fokus sama hasilnya, mereka nggak tahu proses berat di belakangnya. Drama sama editor dan bosnya yang membekukan fee kami, ada fee artikel yang belum dilunasi sampai detik ini, dan masih banyak kisah kasih di sekolah lainnya...haha.

Kalau kata mas Rifa’i saat ngisi kelas, di mana harga kerja keras kita jika niatnya hanya pengen dapat uang? Saya pun akhirnya memahami, jangan cetek-cetek mikirnya, jauhan dikitlah mainnya. Karena uang bisa habis dalam sekejap. Itu benar, tapi alasan lain yang lebih kuat dan lebih lurus akan membuat kita bertahan untuk tetap menulis. Mungkin setelah ikut kelas beliau, saya mulai mendapat hidayah :D

8. Boleh nggak sih kita niat menulis asal buku terbit, asal jadi?


Boleh aja. Tapi seharusnya kita mulai meningkatkan niat kita, jangan yang itu-itu aja. Dulu, awal buku terbit mayor, senangnya bukan main. Kemudian setelah beberapa buku terbit, rasanya mulai hambar, deh. Kalau udah tahu, owh gitu rasanya? Hehe. Udah gitu doang. Nggak greget lagi seperti pengalaman pertama menerbitkan buku.

Karena itu, di awal bisa aja kita berniat menulis asal ada satu buku bisa terbit. Tapi, setelah tercapai, seharusnya kita niatkan lagi harus terbit mayor, kemudian menulis supaya best seller. Jadi, kalau mau buku laris, bukan hanya niatnya yang ditingkatkan, tapi juga kemampuan menulisnya. Tujuan best seller bukan hanya soal uang, menurut beliau, kalau buku laris, otomatis kebaikan yang kita sampaikan akan lebih meluas jangkauannya. Sepakat, ya?

Saya ingat, saat ikut seminar bersama Asma Nadia, moto kami waktu itu “Satu buku sebelum mati, bisa!”. Kemudian setelah ada buku terbit, menulis lagi dan ikut kelasnya KMO, saya katakan harus ada buku yang best seller tahun ini. Meski sampai sekarang belum ada yang best seller, nggak masalah. Saya sabar menanti dan berproses, insya Allah.

Selama ikut kelasnya mas Rifa’i, ada beberapa tahapan yang telah saya lalui, dan saya harap bisa melanjutkan sesuai yang beliau sampaikan. Yups! Best seller, insya Allah.

9. Minta bukunya, dong! Penulis, kan dapat buku banyak dari penerbit!


Idih, kamu kira kami gudang buku...kwkwk. Penulis juga harus beli bukunya sendiri jika ingin punya lebih dari sekadar bukti terbit yang biasanya dibagi-bagikan...haha.

So, dengan rendah hati, hargai jerih payah kami dengan membeli bukunya, bukan memintanya :D *Jleb.

10. Bagaimana kita menanggapi penulis yang hobinya minta disuapi terus menerus?


Udah dikasih contoh masih minta diajarin, ternyata contoh yang dikasih nggak dibaca dong, malah dilepeh...kwkwk. Apakah kita perlu membantu mereka terus menerus sedangkan mereka saja usahanya masih setengah hati?


Niat ngajarin orang lain biar bisa nulis udah bagus. Tapi, jangan juga menjadikan orang lain manja karena selalu kita layani. Biarkan mereka usaha juga. Begitu nasihat mas Rifa’i kepada saya kemarin...kwkwk. Jadi, itu adalah pertanyaan saya sendiri, sih :D

11. Bagaimana cara menularkan semangat menulis kepada yang lain?


Dengan produktif menulis kita bisa memberikan contoh pada yang lain. Jadi, orang terpacu juga untuk bisa terus berkarya seperti kita.

Adakah pertanyaan lain yang terlewat? Hmm, semoga nggak ada, ya? Jika ada pertanyaan yang mirip dengan kenyataan, mohon maaf, mungkin itu hanya serba kebetulan belaka dan tidak ada maksud apa-apa :D

Salam hangat,

Featured image: Photo by Jessica Lewis on Pexels

 

Thursday, December 26, 2019

Memulai Kebiasaan Baik ‘Sebulan Dua Buku’, Tantang Dirimu Lebih Rajin Membaca Sambil Belajar Me-Review!

Hai, hai! Daripada pusing memikirkan rencana setahun ini yang belum terealisasi, ada baiknya kita mulai menata kembali rencana terbaik yang akan dilakukan tahun depan. Tahun 2020 sudah di depan mata, lho. Adakah impian atau target yang ingin kamu wujudkan dengan lebih gigih, misalnya menyelesaikan naskah solomu?

Kenapa tidak mungkin? Jika yang lain bisa menyelesaikannya, kamu pun pasti bisa menaklukkan itu. Kuncinya nggak ada yang lain selain lebih gigih dan disiplin. Jika kamu kurang bersemangat melakukannya sendiri, ikutan SMB atau Sebulan Menulis Buku bersama Estrilook Community, yuk! *Please ini bukan promo...kwkwk.

Di luar dugaan, ada lumayan banyak peserta yang akhirnya berhasil menyelesaikan bukunya pada SMB batch 1, lho. Sebulan Menulis Buku saya adakan demi mewujudkan impian teman-teman yang pengen bikin buku solo, tapi nggak tahu cara melakukannya atau butuh ditantang dulu baru memulai. Setelah SMB berlangsung, ada yang naskahnya sudah dipinang oleh penerbit. Betapa menyenangkan mendengar kabar gembira itu, Gaes.

Enaknya bisa gabung komunitas menulis, selain kita bisa banyak berdiskusi *meskipun faktanya lebih banyak bercandanya...kwkwk, tapi setidaknya kita bisa menjaga semangat menulis supaya nggak patah di tengah jalan. Sebulan Menulis Buku bukan kelas menulis online berbayar, saya buka free buat teman-teman yang memang membutuhkan. Kita bisa berdiskusi dengan editor salah satu penerbit secara langsung, dan setiap bulan ada tema-tema buku yang dibuat untuk kemudian dipilih oleh para penulis jika hendak mengajukan naskah lewat agensi.

Dan nggak ada yang melarang kamu mengirimkan naskah secara mandiri, bahkan saya katakan bahwa kita memang harus bisa melakukannya sendiri. Jangan melulu bergantung pada orang lain. Sesekali grup ini diisi sharing dari beberapa penulis yang secara suka rela mau berbagi ilmu dan kisahnya pada anggota grup.

Lantas apa Hubungannya dengan Kebiasaa Baik ‘Sebulan Dua Buku’?


Yups! Sebulan Dua Buku lahir dari komunitas Jago Nulis Buku yang sebelumnya merupakan grup SMB juga. Ide ini terlintas atas dasar kebutuhan membaca yang semakin menurun, sedangkan sebagai penulis kita benar-benar membutuhkannya.

Biar nggak malas membaca, saya pikir kita harus adakan semacam tantangan supaya teman-teman bersemangat melakukannya. Hampir semua orang suka banget kalau ditantang, beda dengan ketika melakukannya sendirian.

Akhirnya, lahirlah Sebulan Dua Buku yang berarti dalam sebulan kita mesti menuntaskan membaca minimal dua buku kemudian me-review-nya di blog masing-masing. Ide sederhana ini kemudian saya harapkan bisa menjadi kebiasaan baik yang dapat terus dijalankan.

Setiap peserta nantinya harus setor review buku yang dibaca di grup FB Estrilook Community, Gaes. Peserta lain diharapkan bisa saling berkomentar di blog yang lain supaya bisa saling menyemangati. Sesederhana itu, kok.

Menulis Tidak Lepas dari Aktivitas Membaca


Menulis nggak akan pernah lepas dari aktivitas membaca. Kalau mau jadi penulis dan terhindar dari writer’s block, ya banyak-banyakin membaca dan teruslah menulis. Diam-diam kebiasaan baik ini akan meningkatkan keterampilan menulis kita secara tidak langsung. Tahu-tahu kamu udah jago aja menulis dan enak banget dibaca.

Jadi, saya pikir, kegiatan membaca akan terus saling berhubungan dengan aktivitas menulis. Nggak bisa dipisahkan satu sama lain. Orang-orang yang gila baca biasanya nggak akan kesulitan mencari referensi saat akan menulis. Karena semua yang dibutuhkan sudah ada di kepalanya, Gaes.

Kalau sudah begini, apakah kita mau jadi pemalas lagi?

Membudayakan Membaca Buku di Mana pun dan Kapan pun


Jangan kira mereka yang selalu melihat ponsel dianggap nggak suka membaca, bisa jadi yang kelihatan serius melihat ponsel justru sedang membaca buku di perpustakaan digital. Membaca buku di perpustakaan digital memang menjadi salah satu kebiasaan yang mungkin mulai digemari karena kita nggak perlu mahal-mahal beli buku secara langsung.

Meski begitu, ketertarikan pada buku-buku fisik akan terus terjaga, karena kalau saya pribadi, nggak akan buka perpustakaan digital kecuali terpaksa. Kalau masih ada buku fisik, mending baca buku fisik. Terutama karena baca buku digital cukup melelahkan mata minus ini, Gaes. Dan lagi, buku fisik tetap paling  menarik sampai kapan pun. Entah cover-nya, aromanya terutama kalau masih baru. Duh, asal bukan tungau debunya aja, ya...haha.

Nah, yang perlu dipikirkan, mau buku digital atau fisik, penting kita tetap membaca di mana pun dan kapan pun. Sebab, di zaman modern seperti sekarang, kebiasaan membaca sudah digeser oleh keberadaan sosial media di smartphone canggih. Iya, kan?

Baru baca buku beberapa halaman sudah ngantuk, giliran buka sosial media, asyiknya nggak ketulungan *ini sih saya...kwkwk. Dan akhirnya kebiasaan membaca semakin memudar dari waktu ke waktu.

Kebiasaan baik yang berusaha saya bangun sebenarnya berawal dari kebutuhan pribadi. Saya ingin lebih banyak buku dihabiskan, dan ternyata teman-teman menyambutnya dengan baik. Saya harap, kebiasaan baik ini bisa teman-teman lanjutkan sampai kapan pun.

Jika menulis adalah aktivitas yang tidak mungkin kita tinggalkan saking cintanya, maka membaca pun seharusnya punya porsi yang sama menempati ruang yang sama dalam hidup kita. Karena sejatinya kita akan mendapatkan ide baru setelah kita membaca. Semakin banyak membaca semakin mudah pula kita mengekskusi naskah buku yang sedang ditulis. Benar, kan?

So, Gaes, mari kita mulai kebiasaan baik ini pada awal tahun 2020. Jangan terlalu memusingkan target yang kemarin belum tercapai. Yuk, ah kita mulai lagi hal-hal baik di awal tahun dengan harapan akan ada hal-hal baik lain yang ikut berdatangan dalam hidup kita, insya Allah.

Salam hangat,

Featured image: Photo by Element5 Digital on Pexels

 

Simple Diet for Muslimah, Cara Sederhana Menurunkan Berat Badan Khusus Buat Muslimah

Sebenarnya, diet diperbolehkan nggak, ya, di dalam agama Islam? Diet untuk memperbaiki penampilan, semisal atas permintaan suami atau supaya tubuh kita lebih sehat? Pernah ragu menjalankan diet karena khawatir dilarang di dalam agama Islam?

Selama diet itu tidak melanggar aturan yang ditetapkan oleh agama, nggak perlu ragu menjalankannya. Asalkan tidak melakukan hal-hal yang diharamkan seperti sampai sedot lemak, masih okelah kamu jalankan :D

Saya pikir, kita juga nggak boleh membiarkan diri menjadi lemah, punya tubuh sakit-sakitan hanya karena kita nggak pernah peduli dengan kesehatan. Makan sembarangan membahayakan tubuh, perut menjadi tempat munculnya segala penyakit. Sedangkan Nabi saw sendiri telah mengajarkan kita supaya tetap seimbang dalam mengonsumsi sesuatu. Baik untuk minum dan makan. Nggak boleh berlebihan.

Waktu diet beberapa bulan kemarin, saya berjuang menurunkan berat badan lebih dari 5 kilogram. Sebelum menjalankan diet, tubuh saya termasuk ringkih. Setiap datang bulan selalu terasa nyeri hebat, sepertinya hal semacam ini nggak boleh dianggap sepele. Ketika melahirkan anak kedua, dokter menemukan kista yang akhirnya beliau buang. Subhanallah, ya.

Ketika menjalankan diet, setiap datang bulan nggak terasa apa-apa. Malah kadang nggak sadar bakalan datang bulan. Sakit-sakitan mulai dari sering pusing dan sering kena common cold pun hilang sejak diet. Selama beberapa bulan saya merasa begitu sehat, bahkan nggak pernah sentuh obat sama sekali. Jika saya merasa agak pusing dan kurang enak badan seperti mau flu, cukup minum rebusan rempah, dan semua akan hilang.

Sejak saat itu saya tahu bahwa diet bukan hanya tentang meniruskan pipi dan menurunkan berat badan, tapi juga menjaga kesehatan. Di dalam Islam, diet tidak dilarang dan jangan gengsi mengatakan bahwa kamu sedang diet. Aisyah ra dulu pernah mengonsumsi makanan tertentu supaya berat badannya naik atas anjuran ibunya sebelum menikah dengan Rasulullah saw. Hukum yang sama pun berlaku untuk menurunkan berat badan apalagi jika tujuannya demi menjaga kesehatan.

Islam justru tidak membolehkan kita menjerumuskan diri sendiri dalam keburukan, makan seenaknya padahal sudah tahu kena diabetes. Makan sembarangan, padahal tahu sudah obesitas. Karena kondisi ini melemahkan dan mustahil kita bisa beribadah maksimal dengan kondisi tubuh sakit-sakit.

Diet adalah Ikhtiar


“Halah, yang diet makan sayuran terus juga akhirnya kena kanker.”

Pernah mendengar kalimat senada yang begitu melemahkan iman para muslimah yang sedang ingin diet? Takdir kita sudah Allah gariskan jauh-jauh sebelum kita dilahirkan. Tentu saja kita tidak bisa melawannya apalagi mengubahnya. Namun, setidaknya kita melakukan ikhtiar dan tidak berdiam diri.

Hampir semua diet yang saya coba begitu identik dengan satu prinsip, yakni konsumsi makanan alami adalah cara terbaik untuk menjaga kesehatan dan menurunkan berat badan. Pegang prinsip ini dengan benar, dengan disiplin, insya Allah bukan hanya berat badan yang turun, tapi juga kesehatanmu jauh lebih baik.

Tidak Semua Diet Cocok Dipraktikkan


Saya berpikir, semua diet yang gembar gembor diviralkan selalu cocok untuk kita coba. Jadi, mau coba yang A atau B, pastilah berhasil asalkan disiplin dan minim tersiksa. Kenyataannya nggak begitu. Pernah coba banyak sekali metode diet, hasilnya ada yang bikin kaki gemetar...kwkwk, ada yang menguruskan, namun kebablasan.

Pada akhirnya kita akan tahu cara terbaik yang lebih cocok untuk dicoba terutama untuk jangka panjang. Terakhir, kemarin saya kehilangan hampir 10 kilogram berat badan karena terlalu percaya diri menjalankan beberapa metode diet bahkan setelah berat badan ideal tercapai. Padahal, awal mau diet badan nggak gendut-gendut banget, kenapa turunnya justru terjun bebas? Itu termasuk kesalahan fatal yang saya lakukan. Dan saya menyesal :D

Nggak Usah Lebay Musuhan Sama Nasi Putih


Apa hikmah yang saya petik dari kegagalan kemarin? Nggak usah lebay musuhan sama nasi putih, karena bagaimanapun kita juga butuh makan nasi. Hanya saja selama ini kita terlalu berlebihan, belum lagi lauk pauknya yang nggak manusiawi *eh.

Saya kira, diet-diet yang melarang makan nasi putih dan jenis nasi lain (nasi merah, nasi hitam, nasi jagung) bisa diterapkan dalam jangka panjang, nyatanya tidak bisa begitu. Padahal, bulan-bulan sebelumnya saya ogah banget sentuh nasi putih karena menganggap dia musuh bebuyutan...kwkwk. Okelah buat yang memang gemuk parah hindari makan nasi, tapi kalau sudah ideal, kenapa harus mati-matian juga nggak makan nasi? Asalkan nggak berlebihan, tentu saja masih bisa dikonsumsi.

Selain nasi putih, apa ada alternatif lainnya? Nasi jagung murni, nasi merah, dan sejenisnya. Tetap saja makannya jangan berlebihan karena kalau berlebihan sama aja bohong...kwkwk.

Simple Diet Khusus Buat Muslimah yang Mau Hidup Sehat


Pengalaman saya selama menjalankan diet saya tuangkan dalam buku terbaru yang insya Allah akan terbit tahun depan. Jangan sampai salah perhitungan saat menjalankan diet. Dan sebenarnya nggak perlu ribet terikat dengan banyak aturan, sebab jika kita tahu kuncinya, jalankan saja sesuai keseharian kita sebelumnya. Itu jauh lebih mudah dan nyaman.

Semakin ke sini semakin yakinlah bahwa kita memang benar-benar harus berjuang menjaga kesehatan. Kemarin, ustadz saya terkena serangan jantung. Kaget bukan main mendengarnya. Hal pertama yang ada di kepala saya adalah, salahnya, kenapa beliau masih sembarangan makan padahal udah obesitas. Kalimat semacam itu sempat terngiang di kepala dan seperti menyalahkan beliau...hiks.

Karena sebelumnya saya tahu, beliau sempat hidup sehat dan berat badannya turun. Namun, entah karena sebab apa, beliau kembali mengonsumsi makanan yang tidak seharusnya. Lebih kaget lagi saat mendengar beliau masuk ICU dan harus operasi.

Ya, Rabb, betapa mengerikannya. Saya dan teman-teman kajian lainnya bersyukur karena masa kritis dan menakutkan itu telah beliau lewati dengan baik. Sepekan setelah operasi bahkan beliau sempat isi kajian dan berkisah tentang kejadian yang dialami, antara hidup dan mati.

Tahu nggak, ternyata beliau masih suka minum minuman kemasan, katanya itu hobi. Siangnya bahkan masih makan nasi padang lauk tunjang, Gaes. OMG! Gemas. Itu pilihan beliau, tapi sejak kejadian ini beliau trauma. Daripada makan gorengan, mending dikasih uang satu M. Yaelah, pilihan macam apa ini? Kwkwk.

Beliau sempat cerita, betapa mengerikannya serangan jantung itu. Telat dikit, selesai. Dan sakitnya itu benar-benar tak tertahan. Tapi, Allah masih memberikan kesempatan hingga beliau bisa seperti sekarang, pulih dengan baik. Sumbatan yang terjadi menyebabkan pembuluhnya hampir putus. Sudah berserabut, tinggal satu dua lembar penahannya.

Awalnya beliau menyangka itu disebabkan kolesterol tinggi, tapi saat kejadian, kolesterol cukup baik. Jadi, satu-satunya kambing hitam adalah OBESITAS. Dan, sepertinya beliau akan diet lagi setelah ini.

Lagi-lagi, kita memang harus ikhtiar menjaga kesehatan. Nggak perlu mengharamkan makanan yang dihalalkan, tapi juga nggak usah berlebihan mentang-mentang itu halal dan boleh dimakan.

Belajar untuk tidak berlebihan ini ternyata cukup susah atau mencoba menghindari makanan tidak alami yang telah menjadi kebiasaan. Mungkin nanti kita bisa belajar lagi dari buku terbaru saya *tetap promosi..kwkwk. Doakan semoga proses terbitnya lancar dan bermanfaat terutama bagi muslimah yang berniat menurunkan berat badan dan menjaga kesehatan :)

Salam hangat,

Featured image: Photo by Lisa Fotios on Pexels

Tuesday, December 24, 2019

Cara Sederhana Mengambil Gambar Plus Edit Foto Untuk Keperluan Ngeblog

Gimana sih tip dan trik ambil gambar supaya tetap kece meski dengan perlengkapan fotografi yang sederhana? Nggak harus, kok pakai kamera mahal. Kamu bisa banget mendapatkan hasil yang memuaskan asal tahu bagaimana triknya.

Saya juga nggak punya kamera mahal apalagi sejenis DSLR itu. Please, kalian yang sering salah sangka, bolehlah besok belikan saya kamera semacam itu *lol.

Hasil foto yang bagus dan jernih, semua itu tergantung bagaimana kita mengambil gambar. Memang ada triknya dan saya berharap teman-teman mempelajari apa yang akan saya share dalam postingan ini. Karena kalau nggak dicoba sendiri, mana tahu kita bisa berhasil atau nggak.

Ambil gambar ini memang butuh praktik sering-sering. Saya pribadi nggak cukup ambil gambar satu dua kali jepret. Butuh berkali-kali, belum lagi menyiapkan alas, perintilan lain di sebelah kanan dan kirinya, belum lagi tangan-tangan jahil yang ikutan majang. Hadeh, semua itu memang butuh perjuangan. Namun, pada akhirnya hasil yang cantik mengalahkan semua itu *lebay nggak, sih? Haha.

Karena saya gaptek, mustahil edit foto pakai Photoshop. Hasilnya bisa amburadul. Jadi, saya pakai cara sendiri dengan aplikasi yang telah saya kuasai. Minimal saya bisa pakainya. Sebelum saya perkenalkan beberapa aplikasi yang biasa saya gunakan, sebaiknya kita pelajari trik yang biasa saya pakai untuk ambil gambar supaya hasilnya jernih meski dengan kamera ponsel yang nggak mahal-mahal banget harganya!

Pakai Cahaya Alami


Sering saya katakan bahwa kamera ponsel saya itu nggak sebagus apa, kok. Saya beli smartphone Vivo yang sekarang dari hasil menulis artikel sekitar setahunan yang lalu*perlu banget ya, dijelaskan? hihi. Belinya juga nggak mahal. Karena saya selalu mikir, apa memang perlu beli ponsel mahal-mahal hanya untuk keperluan yang tidak mendesak? Penting bisa dibuat pepotoan, telpon, dan buka sosial media. Sebelumnya, saya pakai Advan, dan hasilnya juga nggak jauh berbeda.

Saya pikir, teman-teman zaman sekarang ponselnya sudah canggih-canggih, minimal buat ambil foto udah keren dan bening asalkan tahu triknya aja. Trik yang selalu saya lakukan adalah ambil gambar di tempat yang terang. Pakai cahaya alami bisa di pagi hari hingga siang hari. Semakin cerah, maka semakin bagus hasilnya.

Jadi, saya jarang banget ambil gambar di dalam ruangan. Saya keluar ke teras, Gaes buat ambil gambar. Gelar aja alas di depan rumahmu...hihi. Malu dikit dilihatin tetangga nggak masalah asalkan hasil jepretan kita bagus. Iya, kan?

Andai saya terpaksa ambil foto di dalam ruangan, usahakan dekat jendela dan bukalah lebar-lebar biar ada cahaya masuk. Atau jika ambil foto di malam hari, gunakan lampu atau penerangan yang pas. Nggak semua lampu bagus dipakai untuk ambil gambar. Coba-coba aja, sih, dan itulah yang saya lakukan selama ini.

Pakai Perkakas yang Ada di Rumahmu


Jika kamu ingin ambil foto buku misalnya, selain mempelajari gambar-gambar milik bookstagrammer, kita juga harus mencari perkakas yang cocok. Nggak usah mahal-mahal beli apalagi jika ini kali pertama kamu mencoba, cukup pakai perkakas sederhana yang ada di rumahmu.

Misalnya untuk gambar ini, saya belum memiliki alas berwarna putih. Selama ini saya pakai alas foto dominan berwarna gelap. Tapi, belakangan saya belajar bahwa warna putih lebih menarik. Akhirnya saya pakai mukena buat alas...kwkwk.

Untuk foto-foto semacam ini, kita juga butuh cangkir, lilin buat cahaya supaya lebih menarik dan kesannya hangat. Bunga-bunga memang sengaja saya beli khusus untuk pepotoan. Buat pemanis. Nggak perlu beli banyak-banyak, cukup satu sampai dua jenis. Atau kalau kamu punya tanaman yang cakep, bisa pakai langsung yang ada.

Lilin nggak bisa kita taruh sembarangan, biar lebih oke, pakai gelas bekas selai. Masukkan lilin kecil ke dalamnya. Hasilnya, bisa kamu lihat, sangat lumayan, kan?

Nggak Ada Cara Paling Baik Selain Sering Mencoba


Saya mau tunjukkan beberapa foto hasil jepretan saya dari masa ke masa...hihi. Hasilnya nggak pernah sama dan bisa dilihat memang berubah dari waktu ke waktu *tapi, buat pencitraan pilihnya yang jernih semua..kwkwk. Yang blur dibuang soalnya, kan.

Semua ini tidak saya dapatkan dengan cara instan sekali jadi. Tapi, nyoba terus sampai dapat hasil seperti sekarang. Saya tidak katakan ini mudah, tapi juga nggak susah. Asal kalian mau coba, nanti bakalan tahu triknya seperti apa, enaknya diletakkan di mana, menyusun dan menatanya seperti apa, dan pastinya tahu tempat paling oke untuk ambil gambar.

Btw, foto bakpao landak di pojok atas itu diambil di malam hari dan di dalam rumah. Saya pakai lampu belajar sebagai tambahan penerangan. Lampunya diletakkan cukup dekat, tetapi nggak bikin silau.

Pakai Alas Foto Tidak Bermotif


Sebaiknya, pakai alas foto polos baik menggunakan alas foto khusus atau kain. Karena kalau alas fotonya terlalu rame, bisa dibayangkan hasilnya juga nggak akan bagus. Contohnya pada foto di atas untuk cake pisang yang menggunakan alas polkadot. Carilah di rumah kamu alas foto yang oke. Atau kamu bisa edit juga seperti yang akan saya jelaskan setelah ini.

Harga Alat Perang Untuk Pepotoan


Biar sekalian jelas dan teman-teman nggak bertanya-tanya lagi, berikut saya akan jelaskan harga-harga barang yang sengaja saya beli untuk perlengkapan mengambil gambar.

  • Alas Foto


Kamu bisa pakai alas foto berupa karpet berbulu atau juga alas foto motif kayu seperti yang biasa saya pakai. Keduanya saya beli di Tokopedia. Untuk harga karpet bisa kamu dapatkan dengan harga sekitar 105 ribu rupiah. Tapi, jenisnya bisa bermacam-macam. Kamu bisa mencari ukuran lebih kecil, bisa cari yang lebih murah, bisa juga cari warna lain yang cocok dengan keinginanmu.


Sedangkan untuk alas foto motif kayu (PVC) saya beli dengan harga 80 ribu rupiah. Alas foto ini awet banget, Gaes karena anti air dan tebal. Kalau dilihat hasilnya juga lumayan banget, kan? Contohnya pada gambar pizza mini di atas.

Kalau nggak beli khusus? Pakai aja yang ada. Seperti mukena yang saya pakai...kwkwk. Jangan ngeluh nggak punya ini itu, ya. Karena ngeluh terus nggak akan berguna, cukup cari solusinya aja :D

  • Bunga


Bunga-bunga seperti yang saya gunakan bisa kamu beli di pasar, toko buku, atau di marketplace gitu semacam Tokopedia dan sejenisnya *ampun bukan promo...kwkwk. Harganya bisa bervariasi, mulai dari 24 ribu ke atas.

Lumayan bangetlah buat pemanis dan ini bisa dipakai selamanya, kan? Bisa juga sekalian kamu pakai untuk pajangan di rumah. Pokoknya nggak ada ruginya. Kamu juga bisa pakai bunga kering. Tergantung selera.

Jika ada bunga di halaman, pakai aja. Hasilnya juga bakalan menarik, kok. Hanya saja saya nggak punya bunga yang layak diajak pepotoan...kwkwk. Jadi, pakai yang plastik aja.

  • Sweter


Saya lihat, beberapa foto pada tagar Bookstagram rata-rata pakai sweter. Dan hasilnya manis banget. Akhirnya hal pertama yang saya lakukan adalah mencari sweter yang ada di rumah. Ternyata, saya nggak punya sweter...kwkwk. Akhirnya pakai sweter suami untuk foto buku 99 Great Ways to be Wonderful Muslimah seperti bisa kamu lihat di atas.

Kemudian saya membeli beberapa sweter khusus yang hanya sekadar dipakai untuk ambil gambar. Harganya sangat murah, mulai dari 35 ribuan...hihi. Dan hasilnya? Nggak kelihatan antara sweter mahal sama murahan :D

  • Lampu Kawat atau Lilin


Lilin, kamu tahulah harganya berapa, ya? Sedangkan untuk lampu hias kawat, harganya juga nggak mahal-mahal banget. Sekitar 15 ribu sampai 25 ribu udah cukup dapat beberapa meter. Tapi, saya belum beli untuk lampu ini. Next, Insya Allah saya share hasil fotonya jika sudah beli, ya!

Sementara saya masih pakai benda-benda di atas. Selain itu, paling ambil benda yang ada di rumah aja. Misalnya cincin, kacamata, tempat kacamata, hijab, selimut, kaos kaki, cangkir, dan sejenisnya.

Supaya hasilnya bagus nggak seenaknya, saya memang belajar melihat banyak foto-foto dengan tagar bookstagram atau foto-foto resep makanan yang banyak muncul di sosial media terutama Instagram. Dari situ kita belajar bagaimana memadukan benda A dengan B, menata benda A dan B. Kalau sering melihat yang semacam itu, lama-lama kita tahu cara menata yang apik seperti apa. Saya juga mencari video para boostagrammer di Youtube. Niat banget, ya? haha. Begitulah kira-kira :D

Beres, ya untuk urusan ambil gambar. Sekarang kita bahas cara edit foto kekinian sekece selebgram. Memangnya hanya selebram aja yang boleh punya foto-foto kece, kita yang nggak suka selfie pun jangan mau kalah, Gaes. Minimal gambar-gambar semacam ini bisa kita gunakan untuk keperluan ngeblog, percantik feed Instagram, atau buat promosi buku sendiri.

1. Aplikasi Aviary


Saya cek, aplikasi ini udah nggak tersedia di Google Play. Ini aplikasi yang jarang banget dipakai, orang-orang nggak familiar. Aplikasi ini biasa saya pakai untuk edit foto makanan supaya warnanya lebih tajam. Tapi, memang foto dasarnya harus jernih. Karena itu, ikuti trik di atas yang telah saya jelaskan.

Cara pakainya juga simpel banget. Cukup masukkan foto yang ingin diedit kemudian pilih salah satu filter warna yang diinginkan. Nggak ada pengaturan khusus karena memang sudah disediakan beberapa langsung seperti kita edit foto di Instagram sebelum akhirnya di-upload.

2. Aplikasi Adobe Lightroom


Kok, bisa fotonya kelihatan agak orange bersemu gitu? Kok, bisa agak kecokelatan dan terlihat hangat? Kok, bisa langitnya jadi toska? Yups! Mereka pakai aplikasi satu ini, Gaes. Para selebragm itu pakai aplikasi ini buat menyamakan warna feed Instagramnya. Meski berwarna warni, tapi sekilas semua seragam baik agak orange atau kecokelatan, dll.

Aplikasi ini memang sedang hits banget, dipakai oleh hampir semua orang. Tapi, apakah saya tahu cara menggunakannya? Ternyata saya pernah nyoba dan gagal. Akhirnya aplikasi ini pernah saya hapus...kwkwk.

Kemarin tanpa sengaja saya belajar dari salah satu youtuber yang juga menjadi seorang bookstagrammer gitu. Dari situ saya tahu betapa pentingnya aplikasi satu ini. Hanya saja, ternyata memang tidak mudah untuk mengatur warna sesuai dengan yang kita inginkan.

Tapi, nggak menyerah sampai situ dong. Zaman sekarang apa yang nggak bisa dicari? Akhirnya saya nyari di Youtube mengenai tutorial filter warna foto dengan aplikasi ini. Pengaturan warnanya itu yang harus kita pelajari, kalau mau agak orange harus seperti apa, kalau mau kecokelatan harus gimana. Dan itu bisa kamu temukan semua di Youtube!

Di sini saya tidak akan panjang lebar menjelaskan, silakan kamu cari sendiri pengaturan warna yang cocok dengan keinginan kamu! Karena jenisnya banyak banget serta jelas step by step-nya.

So, setelah kamu ambil gambar dan udah oke, tinggal masukkan saja ke aplikasi ini dan paste pengaturan warna yang sudah kamu buat. Foto-foto lainnya pun tinggal dipaste gitu pengaturan warnanya. Gampang!

3. Aplikasi Ibis Paint X


Cinta mati sama aplikasi menggambar satu ini. Dan saya berhasil menggunakannya untuk edit foto...kwkwk. Beberapa foto yang sempat saya edit dengan aplikasi ini di antaranya seperti kamu lihat di bawah!

Dengan aplikasi menggambar ini, kita bisa edit cangkir kopi yang biasa aja jadi semenarik ini (sayangnya ini kurang rapi, ya? Kwkwk). Dengan aplikasi ini, kamu bisa hapus latar foto yang kurang menarik kemudian menggantinya dengan gambar yang oke. Contohnya seperti kamu lihat pada profil saya di blog ini. Latarnya bisa kamu buat polos juga. Kuncinya, pinter-pinter hapus bagian pinggir dari gambar yang mau kita edit sehingga ketika ditempel dia tampak halus dan nggak kelihatan sama sekali.

Caranya? Mungkin kamu bisa pelajar dulu di sini supaya tahu cara menggunakan aplikasi Ibis Paint X. Setelah kamu mulai menguasai, mari kita lakukan beberapa tahapan berikut.

Caranya?

  1. Ambil ukuran yang kamu inginkan.

  2. Masukkan foto yang akan kamu edit.

  3. Tambahkan foto lain yang akan kamu gabungkan. Contoh mudah di sini misalnya gambar kopi yang saya edit. Gambar kopi saya dapatkan dari situs gambar free seperti Pexels, Unsplash, atau Pixabay.

  4. Foto kopi aslinya kamu hapus seluruhnya kecuali yang akan kamu tempel. Di sini saya hanya ambil bagian lingkaran kopinya aja karena mau saya gabungkan dengan gelas yang ada di foto aslinya. Hapus aja manual dengan jari jika kamu pakai ponsel. Pelan-pelan biar hasilnya halus.

  5. Kemudian kamu cocokkan dengan mulut cangkir. Caranya? Klik tanda ‘mengubah’ kemudian kamu bisa geser sesuka hati atau mengubah ukurannya dengan mudah supaya cocok dengan mulut gelas atau cangkirnya.


Sedangkan untuk foto saya yang sedang memegang buku, kamu harus hapus seluruh bagian dari foto asli kecuali yang akan kamu tempelkan. Kemudian masukkan gambar latar di slide lainnya. Atur lagi seperti yang dijelaskan sebelumnya. Selesai!

Edit Foto Untuk Keperluan Ngeblog


Tak bisa dipungkiri, kalau foto menjadi salah satu bagian penting yang tidak terpisahkan dari kegiatan ngeblog kita sehari-hari. Misalnya, untuk review, pastilah kita butuh ambil gambar yang bagus supaya hasilnya menarik dan meyakinkan.

Kamu bisa pakai cara-cara di atas untuk kegiatan ngeblog. Misalnya untuk review salep luka bakar ini, saya pakai latar yang sama seperti saat saya ambil gambar buku. Saya juga pakai aplikasi yang sama.

Edit Foto Review Buku Digital


Untuk review buku digital, saya sangat menyarankan teman-teman jangan asal pasang gambar sampul foto karena hasilnya bakalan kurang menarik. Coba cara saya, mungkin bisa dipertimbangkan.

  • Ambil foto sampul buku digital yang kita baca atau screenshot.

  • Cari gambar menarik yang cocok dan bisa kita tempelkan. Misalnya ambil gambar di Pexels.

  • Tempelkan gambar sampul tersebut pada gambar dari Pexels dengan aplikasi Ibis Paint X atau dengan Canva. Hasilnya bisa seperti ini.


Mungkin teman-teman agak sebal dengan postingan ini, kenapa nggak dijelaskan lebih detail terutama untuk pengaturan aplikasi Lightroom. Saya mau teman-teman belajar sendiri karena mau nggak mau kalian harus usaha sedikit biar lebih paham dan tahu hasilnya itu bisa bermacam-macam. Nggak hanya seperti yang saya pakai selama ini.

Saya kira semua penjelasan di atas sudah cukup detail. Khawatir postingan ini panjangnya ngalah-ngalahin novel Tere Liye, Gaes...kwkwk. Pelan-pelan dipelajari. Kalau saya yang gaptek aja bisa, apalagi kamu yang pinternya nggak ketulungan :D

Tangan saya nggak ajaib seperti yang salah satu teman saya katakan, saya hanya sedikit lebih gigih aja berusaha ketika menginginkan sesuatu. Dan saya harap teman-teman juga mencobanya :)

Salam hangat,

Featured image: Photo by J├ęshoots on Pexels

 

Monday, December 23, 2019

Ketahui Penyebab Anak Muntah dan Cara Mengatasinya

Dulu, waktu melahirkan anak pertama, saya sempat dibuat kaget karena dia sering banget muntah baik karena perut kembung atau setelah menyusu. Karena, kondisi yang dia alami nggak wajar disebut 'gumoh' biasa. ASI yang sudah diminum keluar memancar dari mulut dan hidung. Benar-benar berbeda dengan bayi lainnya yang gumoh hanya sedikit.

Kondisi muntah seperti yang dialami oleh sulung ternyata juga dialami oleh si bungsu. Untuk kasus semacam ini, saya masih bisa bernapas lega dan tidak terlalu khawatir karena kondisinya memang dalam keadaan sehat, bukan sedang sakit. Namun, saat mereka sedang sakit, misalnya batuk disertai demam dan perut kembung, saya sering merasa khawatir jika mereka terus menerus muntah. Entah karena memang merupakan cara alami mereka mengeluarkan dahak atau ada hal lain yang menyebabkan itu terjadi.

Pastinya, saat mereka mengalami muntah-muntah hebat terutama saat demam, saya sangat khawatir mereka terkena dehidrasi. Kurang cairan bukan hal sederhana bahkan dokter sudah mewanti-wanti, hal paling penting yang perlu dijaga saat anak sakit seperti demam adalah kecukupan cairan dalam tubuh mereka.

Beruntungnya, anak-anak saya termasuk suka minum air putih, jus dan sejenisnya meskipun kondisi sedang sakit sekalipun.

Lain lagi dengan kondisi mual berkepanjangan, yang diikuti oleh sakit kepala, akan mudah menyebabkan bayi atau anak mengalami muntaber. Terkadang, kondisi tersebut tidak kenal tempat dan waktu. Oleh karenanya dalam hal ini obat muntah aksi cepat akan sangat dibutuhkan oleh anak-anak yang terkena gejala tersebut.

Apotek 24 Jam online selalu menyediakan obat yang bisa dengan segera meredakan gejalanya. Muntah dalam muntaber merupakan cairan atau padatan yang dimuntahkan dari perut seseorang. Ketika seseorang telah makan dan minum, kadang-kadang terdapat gangguan pada tubuh menyebabkan makanan terlontar kembali dari  jalur pencernaan ke arah mulut.

Muntah Karena Bakteri


Penyebab yang membuat sang bayi atau anak-anak mengalami muntaber cukuplah banyak. Misalkan keterlibatan bakteri pada makanan yang menyebabkan proses dekomposisi makanan tersebut. Sebagai contoh, bayi mengkonsumsi kue yang telah terkontaminasi oleh bakteri, tidak lama kemudian makanan itu dimuntahkan olehnya.

Makanan yang telah terkontaminasi oleh bakteri cenderung mengeluarkan bau tidak sedap. Rasa dari makanan itu pun berubah lebih masam, juga lebih lembek. Hal ini membuat indera perasa manusia di lidah serta hidungnya, merasakan ada yang salah. Ketika makanan itu tanpa sengaja ditelan, maka  ada reaksi balik yang membuat bayi mengeluarkan kembali makanan tersebut.

Reaksi pada saat sang bayi muntah saat salah mengonsumsi makanan yang mengandung bakteri terkadang sangat tidak menyenangkan, karena dibarengi dengan rasa mual pada perut, mata serta hidung berair, kepala merasa pusing, sehingga bayi menangis.

Muntah Karena Paparan Virus


Ada lagi penyebab lainnya, yakni paparan virus yang menyebabkan seseorang menjadi muntah. Ambil contoh Norovirus atau virus yang menyebabkan flu perut atau yang umum disebut sebagai muntaber.

Norovirus adalah infeksi virus yang menyebabkan bayi mengalami mual, muntah, diare, dan kram perut (semua gejala gastroenteritis). Selain itu, bayi akan mengalami kelelahan, sakit otot, sakit kepala, juga demam ringan selama satu hingga dua hari. Penyakit ini sembuh dengan sendirinya setelah masa hidup virus selesai. Tapi penanganan terhadap bayi selama inkubasi virus mesti tepat.

Jangan sampai sang buah hati dehidrasi karena terlalu banyak mengeluarkan cairan dari dalam tubuhnya,  jika tidak gejalanya akan semakin memburuk. Jika situasi muntaber memburuk karena telat dalam penanganan, kita harus membawanya ke dokter atau ke unit perawatan insentif lainnya. Semoga kita selalu bijak menangani anak yang sedang sakit.

Salam hangat,

Featured image: Photo by parenting.dream.co.id

 

Friday, December 20, 2019

Contoh Outline Buku dan Trik Supaya Lolos Penerbit Mayor

Outline buku, gimana, sih cara bikinnya? Susah nggak, nih? Memenuhi permintaan teman-teman untuk membuat contoh outline buku di Komunitas Jago Nulis Buku atau KJNB *yang jelas bukan KJN apalagi KJP...kwkwk, maka di postingan kali ini saya mau berbagi salah satu outline buku yang lolos masuk penerbit mayor dan sudah bisa kamu dapatkan di Gramedia dan toko buku lainnya.

Yups! Outline adalah bagian penting yang mesti dibuat oleh seorang penulis sebelum mengajukan naskahnya pada penerbit. Outline yang baik tentu berisi bagian-bagian penting yang dapat memikat hati para editor. Dalam Outline, kita harus menulis bukan hanya sinopsis, tapi juga kelebihan naskah dan beberapa alternatif judul. Tidak hanya itu, ada banyak hal yang perlu kamu lengkapi selain yang saya sebutkan di atas.

Namun, sebelum saya share salah satu outline buku yang pernah saya tulis dan ajukan pada penerbit mayor, kita pelajari dulu bagaimana trik supaya naskah kita bisa lolos dan diterbitkan. Pastinya ini menjadi impian hampir semua penulis.

1. Naskah Lengkap Lebih Diutamakan


Seperti sering saya singgung sebelumnya (dalam artikel lain di blog ini), jika memang berniat mengajukan naskah pada penerbit, sebaiknya kita kirimkan bukan hanya outline dan contoh naskah saja, tapi juga naskah lengkapnya. Meskipun kita nggak tahu apakah naskah itu nantinya benar-benar dilirik atau diabaikan, tetap kita harus mencoba karena ini membuktikan bahwa kita memang benar-benar serius menulis.

Apalagi jika kita masih termasuk penulis pemula yang belum pernah menerbitkan buku. Jangan buat editor patah hati, sudah berharap ada naskah lengkap, eh ternyata hanya berupa contoh. Setelah di-ACC, hasilnya nggak sesuai harapan pula. Alasan semacam inilah yang kadang dilontarkan oleh editor, kenapa mereka jarang sekali menerima outline kecuali dari penulis yang memang telah dikenal. Ya, mereka khawatir naskah yang nantinya akan kamu tulis hasilnya tidak sesuai harapan.

So, daripada kamu berhayal dan terus berhayal, mending selesaikan naskahmu dan segera kirimkan pada penerbit yang diincar!

2. Outline Harus Menarik


Kenapa ada naskah buku yang diterima hanya lewat ajuan outline? Tentu saja karena outline yang dikirimkan sangat menarik dan membuat editor yakin bahwa buku itu nantinya bakalan keren hasilnya. Mau nggak mau kita memang harus belajar dan rajin bikin outline plus menyelesaikan naskahnya.

Dulu, pertama kali mengirimkan ajuan outline pada salah satu agensi, saya belajar otodidak dari mbah Google, Gaes. Mau bertanya pada orang lain kadang sungkan karena tidak semua penulis mau berbagi ilmu dengan kita secara cuma-cuma. Zaman itu, kelas-kelas semacam ini juga susah nyarinya.

Nggak sekali dua kali diabaikan penulis lain, akhirnya saya agak sungkan dan tahu diri juga...kwkwk. Nyoba-nyoba sendiri, dan qadarallah lolos masuk penerbit mayor. Kemudian saya pelajari kembali dari blog mentor saya, Teh Indari. Beliau memberikan contoh yang memang benar-benar dari buku telah terbit. Dari situ saya banyak belajar dan mencoba.

Hingga sekarang, saya sudah lebih percaya diri mengajukan outline meski nggak sebaik apa, tapi semoga contoh yang saya berikan bisa teman-teman pelajari dan terapkan :)

3. Sinopsis adalah Kunci Utama Outline Buku Kamu Bisa Lolos Masuk Penerbit Mayor


Kunci dari apa? Kunci dari seluruh bagian outline yang kamu buat. Editor biasanya nggak akan membaca keseluruhan naskah, cukup dengan melihat sinopsis, mereka sudah bisa memutuskan apakah naskah layak terbit atau tidak. Jadi, sebaiknya kita benar-benar berhati-hati saat membuat sinopsis, jangan terlalu kaku, nggak perlu pakai rahasiaan segala. Pokoknya jabarkan dengan baik dan singkat seluruh isi naskah kamu dalam sinopsis tersebut.

4. Jangan Abaikan Judul


Gaes, perlu saya tekankan di sini bahwa membuat judul nggak boleh sembarangan dan asal. Karena ketika jalan-jalan ke toko buku, sudah pasti yang dilihat pertama kali oleh calon pembaca adalah judul. Dari sekian banyak buku yang dipajang, kita hanya memilih satu dua buku saja untuk dibuka dan dibaca sedikit sebelum akhirnya memutuskan membelinya.

Kalau sejak awal judul kita nggak menarik, bagaimana editor mau menerima naskah kamu? Kalau sejak awal judul kamu ngasal, bagaimana bisa layak dibeli oleh para pembaca? Dengan saingan buku lain yang jumlahnya nggak bisa disebut sedikit, kita pun harus pandai-pandai mencari judul yang menarik.

Kadang, ada judul panjang yang memang layak dijual, tapi, tidak sedikit juga judul pendek menarik pembaca. Pintar-pintar kita saja dalam merangkai kata. Bayangkan, andai kamu mendapati buku dengan judul semacam yang hendak kamu buat, kira-kira tertarik membeli atau tidak? Kalau nggak, sebaiknya ganti lagi judulnya. Lha, kamu aja nggak mau beli, bagaimana dengan orang lain?

Ini memang sesuatu yang tidak mudah. Tapi, kamu harus belajar membuatnya mulai sekarang jika memang berniat menjadi penulis. Lucu aja kalau ada penulis buku yang mengatakan tidak bisa menulis judul. Bilanglah, belum bisa...*halah apa bedanya :D

Contoh Outline Buku


Contoh outline buku yang saya share ini bisa teman-teman pelajari. Waktu saya ajukan, memang belum disertai naskah lengkap saat itu. Tapi, karena editor sudah klik, qadarallah diterima dengan deadline kurang dari sebulan.

Buku ini ditulis dalam bab-bab singkat dan jumlahnya banyak banget. Karena alasan itulah, saya memang tidak menjabarkan lebih detail pada per babnya. Andai naskah kamu babnya terdiri dari bagian yang lumayan panjang, sebaiknya berikan detailnya langsung. Tidak perlu terlalu panjang, bisa terdiri dari satu atau dua paragraf yang menggambarkan bab tersebut.

Outline Buku Nonfiksi


Penulis: Muyassaroh

Judul : 99 Great Ways to be Wonderful Muslimah

Alternatif Judul:

  • 99 Rahasia Menjadi Muslimah Berprestasi Dunia dan Akhirat

  • The Wonderful Muslimah

  • Be Wonderful Muslimah


Target Pembaca : Perempuan usia 15-25 tahun

Genre : Motivasi Islami

Jumlah Halaman : kurang lebih 200 halaman

Tema : Motivasi islami bagi para muslimah yang ingin berprestasi dunia dan akhirat.

Kelebihan Naskah :

  • Buku ini dikhususkan bagi muslimah yang ingin mengejar impian dan berprestasi tanpa meninggalkan fitrah sebagai seorang perempuan.

  • Dikemas dengan bahasa sederhana dan ditulis dengan ringkas sehingga pembaca tidak mudah bosan, tetapi tetap mendapatkan ‘inti’ dari tema yang dibahas.

  • Mengupas masalah kecantikan, kesehatan, dan kebersihan khusus perempuan.

  • Dilengkapi dengan quotes.

  • Disertai kisah inspiratif sehingga pembaca percaya bahwa apa yang dibahas dalam buku ini memang benar-benar bisa diterapkan dalam kehidupan nyata.


SINOPSIS

Bersyukurlah, sebab kita dilahirkan sebagai seorang muslimah yang amat dihormati di dalam agama Islam. Jika zaman dulu seorang perempuan selalu dihinakan, bahkan kelahirannya menjadi aib, berbeda ketika Islam datang, derajat seorang perempuan diangkat dengan amat mulia.

Islam memberikan aturan sebagai batasan, supaya kita tetap ada pada ‘garis’ aman. Islam menganjurkan kita berhijab dan menutup aurat dengan sempurna sebagai salah satu cara untuk melindungi dan menghormati kita.

Kita tidak dilarang sekolah setinggi-tingginya, kita tetap diizinkan berprestasi, tetapi tentu saja dengan tanpa meninggalkan fitrah sebagai seorang perempuan.

Tapi, rupanya tidak semua muslimah paham akan perannya. Tidak sedikit yang masih mengabaikan aturan agama, padahal mengingkarinya sama saja menjatuhkan diri ke dalam lubang yang suram. Sungguh merugi.

Tidak hanya itu, di zaman sekarang, banyak muslimah yang mati-matian mengejar dunia, tetapi justru melupakan akhirat. Mereka tidak sadar, bahwa sejatinya keduanya bisa didapatkan secara bersamaan asalkan mengerti caranya.

Buku ini lahir sebagai panduan untuk mewujudkan keinginan menjadi muslimah berprestasi, salehah, serta istiqomah di jalan Allah. Tidak hanya mengupas tentang motivasi mengejar impian tanpa meninggalkan kodrat sebagai perempuan, buku ini pun hadir dengan beberapa panduan merawat diri dan menjaga kesehatan.

Beberapa kisah inspiratif di dalamnya bisa menjadi cermin diri, supaya kita tidak mudah rapuh, menyerah, dan salah mengikuti arus perkembangan zaman yang semakin melenakan.

Menjadi muslimah hebat bukan lagi soal sekolah tinggi, melainkan lahir dari pemikiran diri, menjaga hati, menghilangkan jarak dengan Illahi, serta berikhtiar untuk terus memperbaiki diri. Sejatinya kita tidak hanya ingin tampak baik di dunia, melainkan di sisi Allah juga.

Kata Pengantar

Menjadi muslimah hebat bukan hanya milik mereka yang mampu menikmati pendidikan setinggi-tingginya. Bukan juga soal gaya hijab yang dikenakan, melainkan tentang cara berpikir positif serta istiqomah di jalan-Nya. Buku ini lahir bukan karena kesempurnaan penulisnya, tetapi sebagai salah satu cara untuk saling mengingatkan dalam kebaikan.

Seorang muslimah juga berhak meraih apa yang diimpikan. Tapi, kadang kita sendiri yang tidak mau memperjuangkan. Perkembangan teknologi di zaman sekarang bahkan tidak bisa mengubah masa depan kita jika kita sendiri tidak mengubahnya. Raihlah keberkahan hidup dengan menghilangkan jarak dengan Illahi serta terus berikhtiar untuk memperbaiki diri.

Ada banyak cara bisa dilakukan demi mewujudkan impian menjadi muslimah hebat dan shalehah, serta berakhlak mulia tanpa harus meninggalkan fitrah sebagai seorang wanita yang digariskan di dalam agama Islam. Beberapa di antaranya bisa dilihat di dalam buku ini.

Berbahagialah bagi kita yang terlahir sebagai seorang muslimah. Sebab Islam sangat menghormati dan menghargai kita dengan cara-cara yang amat mulia. Maka manfaatkanlah hidup kita untuk memaksimalkan ibadah dan berbuat kebaikan di jalan-Nya.

Selamat berbenah diri, wahai Muslimah!

Blurb

Seorang muslimah juga berhak memiliki impian. Bahkan sebagian dari kita bisa melampaui apa yang diinginkan tanpa harus meninggalkan fitrah sebagai seorang perempuan.

Agama Islam amat mencintai kaum perempuan. Kita dihormati dan dihargai dengan cara mulia. Sudah seharusnya kita menghilangkan jarak antara diri dengan Illahi, supaya setiap langkah senantiasa diberkahi.

Bagaimana kita memulainya? Buku ini mengupas 99 cara mewujudkan keinginanmu menjadi muslimah hebat dan berprestasi, bukan hanya di dunia, melainkan di akhirat juga!

Daftar Isi

Prolog: 99 Great Ways – Berprestasi Dunia dan Akhirat

Menceritakan kedudukan seorang muslimah pada masa sebelum dan sesudah Islam datang. Ternyata peran seorang perempuan begitu luar biasa, dibuktikan dengan peran-peran muslimah pada zaman Rasulullah saw. Mereka tidak hanya cemerlang pemikirannya, tetapi juga berakhlak mulia dan menjadi muslimah yang dirindukan surga.

  1. Cintai Dirimu

  2. Mari Berbenah!

  3. Kamu Spesial!

  4. Ketika Aku Terlahir Berbeda

  5. Membangun Energi Positif

  6. Berprasangka Baiklah pada Allah

  7. Ratu Drama

  8. Pantang Mengeluh

  9. Menerima Takdir

  10. Berdamai dengan Masalah

  11. Dst sampai poin ke-99


Epilog: Be Wonderful Muslimah

Daftar Pustaka

Arafat. 2018. Hijrah Rezeki. Cirebon. KMO Indonesia

At-Thahir, Hamid Ahmad. 2018. Kisah-kisah dalam Al-qur’an. Jakarta. Ummul Qura

Bayyumi, Ummu Isra’ Binti ‘Arafah. 2018. 66 Muslimah Pengukir Sejarah. Solo. PT. Aqwam Media Profetika

inspiring_muslimah dan Ririn Astutiningrum. 2018. Istiqomah until Husnul Khatimah. Jakarta. Wahyu Qolbu

Jazuli, Ahzami Sami’un. 2006. Hijrah dalam Pandangan Alqur’an. Jakarta. Gema Insani

Khotib, Ahmad. 2011. Dosa-dosa Khas Wanita Paling Dibenci Allah. Yogyakarta. DIVA Press

Muyassaroh. dkk. 2018. Perempuan Pemetik Cahaya. Bandung. Bitread Publishing

Rif’an, Ahmad Rifa’i. 2011. The Perfect Muslimah. Jakarta. Quanta

Salim, Abu Malik Kamal Bin As-Sayyid. 2018. Fiqih Sunnah Wanita. Jakarta. Griya Ilmu

Siauw, Felix Y. 2017. Udah Putusin Aja!. Jakarta. Alfatih Press.

Suwiknyo, Dwi. 2016. Ubah Lelah Jadi Lillah. Yogyakarta. Genta Hidayah.

www. muslim.or.id

www.rumaysho.com

Contoh Bab 1

Cintai Dirimu

Setiap orang pasti diciptakan dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Mustahil ada makhluk yang sempurna di dunia ini. Hanya saja, penerimaan pada diri kitalah yang membuat kita berbeda.

Jika ingin menjadi muslimah yang hebat, kamu harus bersedia menerima kekuranganmu dengan tulus dan ikhlas, apa pun itu. Dengan begitu, perjalanan ke depan akan lebih mudah kamu lampaui.

Percayalah, Allah sudah menata kehidupan kita dengan sangat sempurna, tidak akan pernah luput sekecil biji sawi pun kecuali atas izin-Nya. Termasuk tentang impian serta harapanmu ke depan. Kita hanya menjalankan peran yang telah Allah pilihkan, tidak ada yang bisa menukar apalagi memilih.

Terimalah dirimu apa adanya. Cintai, syukuri. Bisa jadi, orang-orang di sekelilingmu justru sedang menanti nasib sebaik yang kamu miliki, hanya saja kamu tidak pernah menyadari itu. Kamu terlalu sibuk memikirkan kekuranganmu, kamu terlalu lelah menghitung kelemahanmu, sampai-sampai kamu lupa jika di dalam dirimu yang kini sudah beranjak dewasa, dipenuhi oleh limpahan karunia tak tekira.

Fokuslah pada apa yang menjadi kelebihanmu. Bangun kekuatan dari kelebihan, bukan dari kekurangan. Jangan terus menerus merutuki kekurangan, sebab, yang lain pun tak kalah malangnya denganmu.

Penerimaan pada diri sendiri akan membuatmu jauh lebih kuat. Kamu bisa melihat ternyata masa depan yang cerah dimiliki oleh setiap orang yang mau berharap dan berusaha, bukan milik mereka yang berputus asa apalagi membenci dirinya sendiri.

Dan seterusnya...

Profil Penulis

Seorang muslimah dengan nama Muyassaroh, merupakan alumni Sekolah Tinggi Ilmu Kitab Kuning Pesantren An-Nur III. Founder Estrilook.com ini lahir dan besar di Malang. Menikmati perannya sebagai seorang ibu dan telah dikaruniai dua orang putra. Seribu lebih artikelnya bisa dilihat di beberapa media online. Penulis telah menerbitkan puluhan buku antologi, di antaranya, Seporsi Rasa (Elex Media, 2014), Ceria Ramadhan di 5 Benua – 25 Negara (Ziyad, 2018), Istiqomah until Husnul Khatimah (Wahyu Qalbu, 2018), 35 Dongeng Super Amazing Kekayaan Fauna Indonesia (Scritto, 2018), Me and My Pet (DIVA Press, 2018), 34 Legenda Asal Usul di Nusantara (Elex Kids, 2019), Ada Dia di Hatiku (Quanta, 2019), buku duet Adab dan Kebiasaan Hebat Anak Muslim (Quanta Kids, 2019), dll. Buku solo yang telah terbit di antaranya, Rahasia dalam Semangkuk Sup (Bitread, 2018), Agar Suami Tak Mendua (Quanta, 2019), Berani Nulis Artikel, Ubah Hobi jadi Profesi (Lokamedia, 2019).

Blog: www.muyass.com

Instagram: @muyassarohzuhri

Email: muyass04@gmail.com


Voila! Alhamdulillah, bukunya sudah terbit dan bisa kamu dapatkan di Gramedia dan toko buku kesayanganmu! Semoga postingan ini bermanfaat. Jangan sungkan untuk sharing dan berdiskusi mengenai outline yang akan kamu ajukan. Saya sangat senang dengan orang-orang yang mau belajar dan berusaha. Semoga kamu sukses :)

Salam hangat,

Featured image: Photo by David Bortnik on Pexels

 

Thursday, December 19, 2019

Rahasia Masuk Page One Google dan Meningkatkan Trafik Blog

Belajar tentang SEO supaya bisa masuk page one Google itu memang bukan hal mudah, namun ketika berhasil, nggak bisa dipungkiri, pasti bakalan meningatkan traffic atau pengunjung ke blog kita.

Selama ini saya berpikir bahwa untuk masuk halaman pertama Google sangat tidak mudah, jadi nggak pernah serius nyoba juga, Gaes. Mustahil saya yang gaptek bisa masuk page one, bahkan mentor saya aja ngetawain dan mengatakan, “Semua orang bahkan yang pemula bisa masuk page one Google, Bu. Bahkan blog yang baru jadi juga bisa masuk page one. Masalahnya, apakah ketika artikel kita yang masuk page one itu bisa mendatangkan pengunjung yang banyak atau tidak?”

Saya setuju dengan itu. Karena selama ngeblog, banyak banget teman-teman blogger yang pamer artikelnya, bilang masuk page one, nongki di page one *termasuk saya...kwkwk, tapi pengunjungnya biasa aja. Paling yang baca teman-teman di Facebook juga. Nggak lebih dari itu.

Dari sini saya mulai memahami bahwa masuk page one bukan berarti artikel kita nongkrong di halaman pertama Google aja, tapi yang nyari kita doang. Atau artikel ada di halaman pertama Google, tapi dengan kata kunci yang super panjang atau pakai judul kita nyarinya. Kalau seperti ini, sudah pasti hampir selalu muncul di page one Google.

Lalu masuk page one sebenarnya yang seperti apa? Saya akan bahas dengan sangat sederhana, dengan bahasa saya, karena jujur saya memang nggak pandai banget soal beginian...kwkwk. Tapi, saya mau sharing tentang beberapa artikel saya yang mendatangkan traffic luar biasa ke blog. Sebelum kita bahas tentang artikel yang masuk page one, ada baiknya kita perhatikan dulu beberapa hal yang menyebabkan trafik blog kita begitu-begitu aja.

  • Artikelmu Seadanya Banget


Bagaimana bisa,  artikel yang ditulis tanpa kerja keras, tanpa usaha, seadanya kemudian diharapkan bisa mendatangkan trafik yang baik? Kayaknya kita sedang bermimpi bulan jatuh ke pangkuan. Mustahil banget!

Jadi, kalau artikel yang kamu buat nggak ada perkembangan, masih lempeng aja, hambar, dan nggak informatif sama sekali, pembaca juga bakalan males balik lagi ke blog kamu. Ujungnya, trafik blog ikutan lempeng aja dan nggak ada kenaikan.

Karena itu, dalam dunia ini, baik dalam dunia blogging, menurut saya, kita perlu belajar dan mengembangkan kemampuan diri. Semakin hari semakin rajinlah berlatih menyusun kalimat dengan baik supaya hasilnya minimal enak dibaca dan nggak banyak typo di mana-mana.

  • Menulis Tema Hambar


Apaan, tuh, tema hambar? Tema-tema yang nggak dicari oleh banyak orang. Tema yang nggak penting atau nggak informatif serta nggak inspiratif. Jadi, mana bisa blog kita dibaca banyak orang kalau isinya postingan sejenis itu semua?

Ketika kita berkunjung ke blog seseorang, ada beberapa alasan kenapa kita bakalan balik lagi dan membaca lagi artikel mereka. Misalnya, pertama karena artikelnya memang jadi panutan banget, keren dan emang sangat berguna. Kedua, bisa juga artikelnya disajikan dengan sangat menarik meskipun temanya sederhana, tapi karena enak dibaca, orang jadi suka balik lagi.

Nah, blog kamu punya daya tarik apa supaya pembaca balik lagi tanpa diminta?

  • Nunggu Kepastian 'Setiap Tulisan Punya Pembacanya Sendiri'


Saya bisa membandingkan antara saya dan beberapa teman blogger yang usia ngeblognya nggak beda jauh. Mereka yang memang fokus dan serius ngeblog, hari ini bisa dibilang sangat keren pencapaiannya. Sedangkan saya masih seadanya begini, Gaes. Bahkan baru kemarin memutuskan migrasi.

Katanya, sih, mau sampai kapan kita nunggu pembaca nyamperin? Padahal blogger lain justru menjemput peluang supaya mereka bisa dilirik dan dianggap. Kalau kita nunggu dan hanya sekadar nunggu terus, mungkin sampai kapan pun kita bakalan begini-begini aja, nggak ada kemajuan. So, marilah belajar lagi supaya ngeblognya lebih 'bermartabat' dan layak dianggap *eaaaa.

  • Belajar SEO Itu Susah! Mending Nulis Aja!


Bolehlah bicara hal yang sama pada blogger pemula. Lha, kamu? Udah ngeblog berapa tahun, Gaes? Masa masih nulis aja ngalir kayak air? Memang benar, belajar SEO itu susah, tapi kalau menguasai, minimal ada beberapa artikel yang nyangkut dan SEO-nya benar, blog bakalan kebanjiran trafik.

Tapi, karena kita malas belajar SEO *contohnya saya sendiri...kwkwk, akhirnya trafik blog nggak ada perubahan berarti. Begini-begini aja, lempeng aja kayak hidup kita ini *tepuk kening.

Mau nggak mau kita harus mengubah pola pikir kita bahwa ngeblog memang nggak bisa hanya sekadar menulis aja. Ada banyak hal yang perlu dipelajari, bahkan oleh si gaptek seperti saya sekalipun.

Nah, setelah membahas beberapa alasan kenapa trafik blog lempeng aja, mari kita bahas lebih jauh tentang page one Google yang banyak diharapkan oleh para blogger dan cara mendatangkan trafik!

Masuk Page One Google Tidak Berarti Meningkatkan Trafik ke Blog


Jika kamu mengaku ada artikelmu yang masuk halaman pertama Google, coba sekarang cek berapa jumlah pembacanya? Apakah ratusan? Ribuan? Puluhan ribu dalam beberapa bulan? Atau lebih dari itu?

Atau hitungannya masih sebiji dua biji? Sudah bisa dipastikan artikel itu nggak layak disebut masuk page one dalam artian yang sebenarnya. Karena bahasa sederhananya, artikel yang masuk halaman pertama Google sudah pasti bakalan dicari banyak orang meskipun bukan dalam waktu singkat juga.

Saya pernah membaca artikel yang membahas tentang trafik blog tak kunjung berubah padahal sudah menerapkan SEO. Artikel ini ditulis oleh Febriyan Lukito di Medium.com. Beliau menjelaskan, bahwa untuk mendatangkan trafik yang baik, sebaiknya kita memang belajar SEO. Tapi, yang telah menerapkan SEO bukan berarti langsung bisa mendapatkan trafik yang tinggi di blognya. Semua itu butuh proses dan nggak bisa didapatkan dengan instan.

Apalagi kalau SEO kita masih seadanya atau mungkin masih menerka-nerka seperti saya...haha. Kayaknya, mentor saya mau menjelaskan yang semacam ini, boleh aja artikel kita ketika dicari masuk halaman pertama Google, tapi selama ia nggak mendatangkan trafik yang bagus, beliau bilang nggak layak disebut masuk page one. Dan saya sungguh sangat sakit hati dengan beliau, Gaes...kwkwk *eh maksudnya sehati :D

Artikel Masuk Page One Google, Selain Kamu, Adakah Orang Lain yang Mau Membaca Artikelmu?


Nah, ini dia pertanyaan besar yang masih jadi tanda tanya. Kalau sudah menerapkan SEO dan artikel masuk halaman pertama Google, kira-kira, selain kita sendiri, adakah yang mau klik artikel tersebut? Kalau nggak, lantas apalah artinya masuk halaman pertama?

Karena itu, meski masuk page one, bukan berarti artikel kita bisa mendatangkan trafik bagus ke blog. Bisa jadi ya nggak beda jauh dengan artikel lain. Hambar-hambar aja walaupun udah dipoles sedemikian rupa. Lantas, masalahnya di mana?

Bisa jadi kamu salah nyari kata kuci atau keywords. Begitu rumitnya emang belajar SEO ini, kadang mending disuruh nulis buku ratusan halaman aja daripada harus mikir SEO...huhu. Benar-benar sangat susah ditebak terutama bagi orang awam seperti saya.

Mencari kata kunci nggak bisa sembarangan. Kita juga harus melihat saingan dan jumlah orang yang mencari kata kunci yang sama. Semisal kata kunci tersebut memang jarang dicari orang, maka wajarlah jika trafiknya nggak terlalu bagus.

Sekadar Menulis Artikel Panjang



Di sini saya mau share artikel yang ditertawakan oleh mentor saya. Ya masa iya blogger pemula menulis artikel masuk page one? Pasti page one abal-abal, kan? Kwkwk.

Sejak awal ngeblog, saya itu nggak jago menulis artikel yang bagus, apalagi yang ber-SEO dengan baik dan benar. Jadi, selama ini saya hanya menulis artikel dengan tema yang saya suka dan kuasai atau saya inginkan. Semakin hari memang semakin senang menulis artikel panjang. Mulai dari 1500 kata sampai 2000 lebih pernah saya tulis di blog ini.

Padahal, kalau dilihat, awal-awal ngeblog artikel saya pendek parah, Gaes. Kadang nggak sampai 300 kata. Namun, setelah berjalannya waktu, saya memang akhirnya bisa menulis lebih dari itu dan sangat menikmati.

Dan hal yang sama saya terapkan untuk beberapa artikel yang akhirnya bisa saya sebut masuk page one Google. Kok, bisa saya katakan artikel tersebut masuk halaman pertama Google? Apakah artikel itu mendatangkan trafik yang bagus untuk blog saya? Jawabannya, iya.

Seperti disebut oleh Febriyan Lukito, artikel dia yang masuk page one nggak langsung mendatangkan trafik yang bagus ke blognya. Jadi, nggak tiba-tiba dibaca ribuan orang. Butuh waktu. Dan itu yang saya alami pada beberapa artikel bertema JSR.

Sekitar sebulan kemudian, artikel itu tiba-tiba dibaca banyak orang. Bahkan sebelum akhirnya migrasi ke wordpress, salah satu artikel saya yang bertema JSR sudah dibaca 35 ribu kali lebih. Artikel bertema JSR lainnya sudah dibaca 20 ribu kali lebih. Dan artikel ini tetap dibaca sampai ratusan kali per harinya bahkan setelah saya migrasi. Masya Allah.

Saya nggak tahu, apakah artikel ini termasuk layak disebut masuk page one? Karena kalau melihat artikel dari Febriyan, artikel dia pun trafiknya yang masuk halaman pertama Google juga jumlahnya puluhan ribu dan terus meningkat sampai beberapa bulan kemudian.

Dan selama menulis beberapa artikel itu, saya hanya menerapkan menulis artikel lebih panjang aja. Kata kuncinya mungkin memang tepat, sedang dicari banyak orang, namun sedikit yang menuliskannya. Akhirnya artikel saya menjadi salah satu referensi, bahkan kalau lihat sekarang, ada yang membuat versi PDF-nya, lho *tanpa izin yang pasti :D

Kalau dilihat, tidak semua artikel panjang yang saya tulis dibaca banyak orang atau mendatangkan trafik yang bagus. Hanya yang memiliki kata kunci yang tepat saja yang trafiknya bagus. PR banget, kan kalau harus nyari kata kunci yang oke? Saya pun kadang nyerah...haha.

Saya sempat mempertanyakan apakah artikel saya memang layak disebut masuk page one? Mentor saya bilang, "Mungkin artikel ini masuk page one, tapi coba cari kata kunci seperti diet sehat dll ketimbang JSR. kata kunci diet sehat sepertinya lebih banyak dicari ketimbang yang ibu tulis."

Nah, dari sini saya bisa memilih, andai saya mengambil kata kunci diet sehat, sudah pasti saya kalah saing dengan website kesehatan yang sudah terkenal itu. Artikel saya sudah pasti akan tenggelam. Sedangkan ketika saya mengambil kata kunci JSR, justru bisa masuk halaman pertama karena saat itu JSR sedang dicari banyak orang dan masih sedikit sekali yang menuliskannya.

Teman-teman bisa cek kata kunci 'Meju JSR' di Google, bisa dilihat masih sedikit sekali yang membahas artikel semacam ini.

Menulis Artikel SEO


Mari saya jelaskan sedikit tentang artikel yang katanya baik dan benar dalam menerapkan SEO di dalamnya. Saya pribadi belum sepenuhnya menerapkan, karena seringnya malah menulis ngalir aja, kemudian udah nggak ngeh sudah banyak halaman dihasilkan. Barangkali kamu berminat mencobanya.

  • Mencari keywords yang tepat.

  • Tulis artikel minimal 750 kata.

  • Paragraf pertama, sebanyak 50 kata dan sebaiknya mencerminkan isi artikel dan mengandung keywords yang telah kamu tentukan sebelumnya.

  • Masukkan kata kunci pada judul, maksimal 60 karakter.

  • Buatlah judul yang menarik, unik, dan berpotensi besar dibaca banyak orang.

  • Setiap paragraf terdiri dari 100-200 kata.

  • Pisahkan paragraf dengan subheading yang mengandung keywords setiap 300 kata.

  • Dalam satu artikel dengan jumlah 750 kata, keywords maksimal disebutkan sebanyak 4 kali. Keywords terakhir disebutkan pada kalimat terakhir.


Selain yang saya sebutkan di atas memang masih banyak trik supaya artikel kita bisa masuk page one Google, Gaes. Jika mau, kamu bisa googling sendiri karena banyak banget artikel menarik yang bisa kamu jadikan referensi.

Share Artikelmu di Media Sosial


Supaya banyak yang membaca artikel yang kamu tulis, silakan rutin share artikelmu ke media sosial seperti Facebook, Instagram, atau Twitter. Jika topik yang dipilih memang menarik, tanpa kamu minta, orang-orang akan membaca artikelmu. Atau kamu bisa lihat, dari beberapa tema yang ditulis, para pembaca lebih tertarik melirik tema apa? Dari sana kita bisa menentukan tema terbaik yang bisa dihadirkan.

Tapi, untuk artikel saya, yang paling banyak dibaca memang yang muncul di halaman pertama Google. Ada juga nggak muncul di halaman pertama, entah halaman berapa, tapi trafiknya lumayan bagus. Padahal artikelnya nggak panjang juga. Kan, jadi bingung...kwkwk.

Selain itu, kamu bisa gabung bersama komunitas blogger dan ikutan blogwalking seperti yang saya adakan di grup FB Estrilook Community setiap hari Senin.

Terus Menulis Sambil Upgrade Diri


Daripada pusing mikir apakah artikel masuk page one atau nggak, dibaca orang atau nggak, mending kamu nulis aja deh yang banyak. Nanti juga bakalan dibaca sama orang lain, kok. Tapi, nggak ada salahnya kita sambil jalan juga sambil belajar. Kalau bisa konsisten menulis sekaligus bisa menerapkan SEO dan pintar mencari kata kunci, sudah bisa dipastikan trafik blog bakalan bagus.

Saya pribadi lebih nyaman nulis aja dulu, kalau bisa panjang dan berguna kenapa nggak? Tapi, jangan juga menulis artikel yang sengaja diulur-ulur demi mencari target halaman atau jumlah kata. Karena nanti bikin pembaca jenuh. Kalau kita memang serius ngeblog, sudah pasti nggak akan tutup mata dengan semua perkembangan yang ada, kita jangan mau kalah dengan mereka yang sudah mastah. Masa mau jadi pemula terus? :(

Artikel ini saya tulis bukan karena saya merasa jago menerapkan SEO, sebab kamu tahu sendiri saya bukan orang sehebat itu. Artikel ini saya tulis atas permintaan salah satu teman di Instagram kemarin. Saya berusaha menjelaskan sesuai pengalaman. Berharap bisa bermanfaat dan menjadi renungan buat kita semua, bahwa menulis sesuai kata hati adalah hal paling menyenangkan, paling bisa membuat kita bertahan sampai kapan pun. Namun, mereka yang memang serius ingin maju sudah pasti tidak akan berhenti di situ.

Tetap semangat, ya!

Salam hangat,

Featured image: Photo by Caio Resende on Pexels

 

Perhatikan Pemulihan Luka Setelah Operasi Agar Tidak Terhambat

Pernah menjalani operasi? Jujur saja saya belum pernah mengalami operasi dan saya bersyukur akan hal itu. Namun, mendengar saudara dan kerabat menjalani operasi seperti operasi usus buntu, rasanya ngilu banget mendengarnya. Selain karena saya sangat takut dengan luka dan darah, saya juga kurang tahan dengan rasa sakit.

Kena pisau saja bisa nangis bombay (kalau nggak ingat malu sama anak-anak...haha), apalagi jika sampai menjalani operasi yang butuh waktu lumayan lama untuk proses penyembuhan lukanya.

Bagi orang awam, biasanya ada makanan yang menjadi pantangan, katanya biar lukanya cepat kering. Misalnya nggak boleh makan telur dan seafood. Tapi, dalam dunia medis, apakah pendapat itu dibenarkan?

Ternyata pendapat semacam itu tidak dibenarkan. Kandungan protein di dalam telur justru disebut dapat mempercepat proses penyembuhan luka. Kandungan zinc di dalam seafood juga bisa mempercepat sembuhnya luka. Kecuali kamu punya alergi, ya. Maka hindari supaya alergimu tidak kambuh.

Selain makanan, kita juga harus tahu cara merawat luka pasca operasi. Beberapa hal yang perlu dilakukan untuk merawat luka pasca operasi dengan benar di antaranya,

Belajarlah Mengganti Perban Luka Pasca Operasi


Kita tidak bisa sembarangan mengganti perban luka pasca operasi. Dengan memperhatikan perawat saat di rumah sakit, kita jadi tahu mana cara yang paling tepat yang bisa dilakukan untuk merawat luka jahitan, salah satunya saat mengganti perban.

Hal ini bisa dipelajari saat masih di rumah sakit, jika tidak terlalu memahami, kita tidak boleh sungkan bertanya kepada perawat.

Memastikan Luka Pasca Operasi Selalu Bersih


Kita bisa menjaga kebersihan luka jahitan dengan rajin mencuci tangan. Jangan lupa cuci tangan selalu pakai sabun dan air mengalir. Jangan sampai luka jahitan basah terkena air atau basah saat kita mandi.

Jagalah supaya luka jahitan tetap bersih dan kering. Jangan sampai terjadi infeksi sehingga memperparah luka dan membuat proses penyembuhan berjalan lama.

Jangan Memaksakan Diri Mengangkat Benda Berat


Selama minimal dua minggu setelah operasi, usahakan untuk tidak melakukan kegiatan berat dan mengangkat beban yang berlebihan lebih dari dua kilogram. Karena luka jahitan bisa terbuka kembali dan pastinya itu sangat menyakitkan.

Selama minimal dua minggu, sebaiknya kita banyak istirahat sampai luka jahitan bekas operasi benar-benar sembuh. Dengan begitu, proses pemulihan luka diharapkan bisa lebih cepat.

Memang, pemulihan pasca operasi perlu mendapatkan perhatian khusus. Diperlukan waktu yang cukup lama hingga berminggu-minggu agar pasien bisa benar-benar sembuh dan beraktivitas secara normal. Proses pemulihan luka operasi bukanlah hal yang sepele karena tidak bisa disembuhkan dengan obat hidung mampet dan hidung meler. Dibutuhkan obat khusus yang bisa mempercepat proses penyembuhan luka.

Selain menggunakan obat yang bisa mempercepat penyembuhan luka pasca operasi yang bisa didapat dengan beli saja di goapotik, terdapat pula beragam hal yang perlu dihindari agar proses pemulihan bisa berjalan lebih cepat. Apa sajakah hal tersebut? Sebelum mengetahuinya, ada baiknya jika mengunjungi tautan berikut ini https://www.goapotik.com/promo/obat-pilek-untuk-anak terlebih dahulu.

Di bawah ini adalah beberapa jenis minuman yang sebaiknya dihindari supaya luka pasca operasi bisa segera sembuh dan pulih seperti semula, di antaranya,

1. Kafein


Minuman berkafein seperti teh atau kopi menjadi minuman yang rutin diminum oleh beberapa orang. Manfaat kafein yang bisa membantu menjaga konsentrasi jadi alasan mengapa banyak orang membutuhkannya setiap hari. Tapi, ketika kamu baru saja selesai melakukan operasi, maka minuman berkafein jadi salah satu daftar minuman yang perlu dihindari.

Konsumsi minuman berkafein perlu dihindari karena bisa menghambat proses penyerapan nutrisi dalam tubuh. Setelah operasi, tubuh membutuhkan nutrisi yang lengkap agar proses pemulihan bisa berjalan lebih cepat. Konsumsi obat juga perlu dilakukan secara rutin agar luka bekas operasi bisa mereda lebih cepat. Namun, konsumsi kopi dapat menghambat keduanya serta akan membuat pencernaanmu terganggu nantinya. Oleh karena itu, hindari sementara konsumsi minuman berkafein setelah operasi sampai luka bekas operasi bisa benar-benar sembuh.

2. Minuman Berkarbonasi


Saat pesta atau berkumpul bersama, minuman berkarbonasi mungkin bisa menjadi minuman yang tepat. Rasanya yang menyegarkan dan manis menjadi alasan mengapa minuman yang satu ini disukai banyak orang. Meskipun demikian, minuman berkarbonasi bukanlah minuman yang bagus untuk dikonsumsi dalam jumlah banyak. Terlebih bagi kamu yang baru melakukan operasi, minuman berkarbonasi bahkan jadi salah satu minuman yang perlu dihindari.

Salah satu alasan mengapa minuman berkarbonasi dilarang yakni karena kadar gula yang cukup tinggi. Minuman berkarbonasi dapat memicu meningkatnya kadar gula dalam darah yang berujung pada semakin lamanya proses pengeringan luka. Selain itu, minuman berkarbonasi juga mengandung kafein yang bisa menghambat proses penyerapan nutrisi setelah operasi. Jadi, hindari minuman berkarbonasi setelah operasi agar luka bekas operasi bisa lebih cepat sembuh.

Salam hangat,

Featured Image: Photo by Shutterstock

Referensi artikel :https://www.guesehat.com/hal-hal-yang-perlu-diperhatikan-setelah-operasi-2

 

Wednesday, December 18, 2019

Manajemen Waktu Bagi Seorang Penulis

Kemarin, sempat ada seseorang yang meminta saya untuk posting tema satu ini. Sebenarnya, saya juga nggak terlalu jago juga mengatur waktu, kadang bagus dan bener, kadang juga belepotan. Kadang rajin, kadang juga malas, sama seperti kalian. Jadi, hidup saya ini manusiawi bangetlah, nggak ada yang istimewa meski kadang sebagian orang bingung, kok, bisa menulis buku terus, update postingan blog juga lumayan rajin? Belum lagi masak, ambil foto, dll.

Kalian berlebihan...kwkwk. Saya juga manusia yang punya rasa capek, apalagi mengingat harus mengurus rumah dan segalanya sendiri. Seperti saat pulang dari Bandung kemarin, saya nggak memaksakan diri menulis atau update postingan di blog, padahal pengen banget, tapi saya sadar bahwa tubuh butuh istirahat. Maunya bangun dan lompat duduk depan laptop, namun saya urungkan.

Sudah kena minyak panas, badan lelah akibat macet di jalan, baru sampai rumah jam 10 malam. Apa yang saya mau tulis kecuali curhatan? Haha. Akhirnya benar-benar istirahat, apalagi besoknya saya masih ada kajian Bahasa Arab. Belum libur, Gaes.

Mungkin, kesalahan yang belum bisa saya benahi hingga sekarang adalah kurang mampu menulis di mana pun dan kapan pun. Saya itu belum bisa menulis di sembarang tempat, pakai ponsel, pakai buku tulis dan pulpen. Saya belum bisa seperti itu.

Saat menulis, saya harus duduk manis di kamar, di depan laptop, ini pun kalau bisa jangan pindah laptop atau notebook, karena pernah kejadian laptop lama rusak, saya nggak lancar menulis pakai notebook. Memalukan bangetlah pokoknya...kwkwk.

Andai saya bisa menulis di mana pun dan kapan pun, pasti waktu bisa lebih dimaksimalkan buat menulis. So, ketika saya pergi naik kereta atau main ke mana, saya lebih nyaman bawa buku bacaan karena bisa baca di mana pun ketimbang menulis di mana pun.

Sampai di sini, kalian masih mau membaca time management saya? Haha. Marilah kita bahas sesuai keseharian saya yang kadang lompat-lompat nggak karuan :D

Menentukan Skala Prioritas


Seperti biasa, terutama seorang pemula, rasanya ada banyak hal ingin dituliskan, namun kenyataannya nggak satu pun mampu diselesaikan secara tuntas. Why? Karena kamu nggak pernah fokus. Belum selesai satu target, kamu sudah pindah dan membuat target baru. Belum selesai satu naskah, kamu ingin mengubah jalan ceritanya. Pada akhirnya, tidak satu pun naskah atau target kamu selesaikan dengan baik.

Gaes, ada baiknya kamu memperhitungkan mana yang menjadi prioritasmu. Misal saya pribadi, saat santai, saya lebih memilih mengisi blog. Menulis di blog buat saya adalah hiburan yang sangat berarti. Sangat menyenangkan. Tapi, saat saya sedang menyelesaikan naskah buku, saya kesampingkan mengisi blog, nggak akan memaksakan menulis rutin karena prioritas pertama saya adalah naskah buku.

Menulis buku juga nggak bisa ambil serakah dan semaunya. Walaupun kelihatannya kita bisa menyelesaikan banyak sekaligus, namun lebih baik perhitungkan secara profesional. Karena nggak mungkin kita berkutat dengan naskah terus sepanjang hari. Ada saatnya kita bosan dan eneg, kemudian ingin istirahat. Kalau target kita terlalu banyak, bagaimana kita bisa mengambil jeda?

So, manusiawi sajalah kalau mengambil target menulis. Penting kita selesaikan secara profesional, jangan suka mengulur waktu apalagi jika sudah berjanji pada penerbit. Jangan juga menunda pekerjaan dan meremehkan. Karena kita nggak akan tahu, sehari atau dua hari ke depan bisa tetap sehat atau sakit? Masih selonggar sekarang atau sibuk?

Manfaatkan waktu dan peluang yang ada semaksimal mungkin.

Punya Waktu Khusus Untuk Menulis


Kamu sibuk, saya pun sibuk. Kita punya pekerjaan lain selain menulis. Saya, seorang Ibu Rumah Tangga tanpa ART. Segala pekerjaan rumah saya selesaikan sendiri. Bangun pagi, menyiapkan sarapan untuk suami dan anak-anak yang berangkat mulai jam 6 pagi. Menyiapkan bekal serta jus. Betapa riwehnya kegiatan saya di pagi hari...kwkwk.

Selain itu, saya harus memasak untuk makan malam, mencuci, membersihkan rumah, membereskan yang berserakan, setrika, dan tiba-tiba waktu sudah beranjak siang. Nggak terasa banget. Jadi, ketika kita berniat ingin menulis atau menjadi penulis, kita harus punya waktu khusus. Entah siang, sore, malam, tengah malam, atau di pagi buta. Kamu bisa pilih kapan waktu paling nyaman dan fleksibel.

Kalau kamu nggak bisa begadang, mending tidur lebih cepat dan bangunlah lebih awal. Saya pribadi juga memiliki waktu khusus untuk menulis, misalnya di siang hari saat si bungsu tidur siang, atau di malam hari jika anak-anak tidur tidak terlalu malam, bisa juga di pagi hari sebelum semua bangun.

Kita nggak bisa menunggu waktu luang karena memang kita selalu sibuk sepanjang hari. Bahkan waktu 24 jam rasanya terasa kurang dan kurang. Ingin punya waktu panjang untuk menulis, hanya saja waktu kita selalu sama, pintar-pintar kita saja memanfaatkannya.

Konsisten Menulis dan Disiplin Mematuhi Jadwal yang Telah Dibuat


Sebelumnya, saya pernah menulis tentang target naskah yang mesti dibuat supaya selesai tepat waktu. Kamu bisa baca di sini. Buat saya pribadi, wajib banget membuat jadwal serta target supaya naskah kita selesai dan nggak terbengkalai.

Kalau kamu sanggup selesaikan naskah dalam sebulan, maka selesaikan tepat waktu. Andai kamu nggak mampu, kamu bisa selesaikan dalam dua bulan, misalnya. Semua bisa terjadi asal kamu disiplin dan konsisten.

Saya melihat, kebanyakan dari kita susah menyelesaikan target karena sejak awal sudah salah menentukan ketebalan naskah dan kemampuan sendiri. Kita juga sering nggak disiplin dengan jadwal yang dibuat. Suka malas di tengah-tengah gitulah.

Gaes, percayalah, ketika kita menyelesaikan naskah dalam waktu yang lumayan cepat, kita bakalan terhindar dari rasa malas. Hal serupa saya baca juga di dalam buku Super Writer karya Ahmad Rifa’i Rif”an. Jadi, kalau kebanyakan istirahat, ditunda, ujung-ujungnya nggak pernah selesai dan yang ada malasnya bertambah-tambah.

Supaya kita bisa menyelesaikan naskah dengan cepat, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan memperbanyakan referensi dan jangan ambil job terlalu banyak. Itu penting banget!

Alasan Kuat Untuk Tetap Menulis


Kalau kamu nggak punya motivasi kuat untuk menulis, ujung-ujungnya malah angot-angotan. Sekarang semangat, besok malas. Sekarang menulis, besok rehat. Kemudian lebih banyak rehatnya.

Memang benar, menulis itu perjuangan berat. Bahkan bagi penulis yang telah menulis puluhan buku, tetap saja menulis adalah perjuangan. Perjuangan menaklukkan rasa malas, bosan, dan banyak hal yang terjadi saat kita memutuskan menyelesaikan naskah atau memilih rutin ngisi blog. Ada saja rintangannya.

Karenanya, seperti sekarang bisa dilihat, memang lebih banyak pembaca ketimbang penulisnya. Karena tidak semua orang mampu menjadi penulis. Motivasi kuat harus lahir dari dalam diri sendiri, karena menjadi percuma kalau kita mengandalkan orang lain terus menerus, sedangkan semangat kita melempem mulu, Gaes, mirip rengginang kehujanan semalaman...kwkwk.

So, apa motivasi terbesar kamu saat menulis?

Ikut Kelas Menulis


Kalau kamu lihat di sini, sampai detik ini, saya masih aktif ikut kelas menulis terutama online. Dan nggak pernah merasa rugi mengeluarkan uang ratusan hingga jutaan atau memilih kelas free. Sebab ilmu itu nantinya bakalan kita pakai seumur hidup.

Bulan Desember ini, saya memutuskan ikut kelas menulis bersama KMO dan Ahmad Rifa’i Rif’an. Tujuannya apa? Selain ingin menyerap ilmunya, saya juga ingin memotivasi diri lagi supaya lebih semangat menulis. Ada saatnya saya merasa udahan, capek, bosan, pengen berhenti, dan semacamnya. Maka saya merasa perlu masuk kelas menulis lagi biar semangat kembali diisi.

Kalau kita nggak pintar-pintar mengurus hati supaya tetap semangat, maka mustahil kita bisa bertahan sampai nanti dan nanti meski kita punya satu alasan, yakni begitu cinta dan suka menulis. Saya rasa, semua itu bakalan layu jika tidak pernah diurus, tidak pernah dirawat.

Nggak masalah kamu istirahat saat merasa bosan dan lelah, tapi jujur saja, ketika saya terlalu lama istirahat, saya justru jadi pemalas. Kemudian sulit sekali memulai lagi. Karenanya, saya harus pandai-pandai mengatur waktu, kapan saya harus istirahat, kapan saya harus tetap menulis buku dan ngisi blog.

Pada akhirnya, kitalah yang paling tahu bagaimana mengatur waktu sehari-hari. Nggak bisa juga selalu melihat orang lain, sebab kesibukan kita berbeda. Hanya saja, seharusnya kita merasa malu dengan mereka yang lebih sibuk, namun tetap produktif. Apakah kita tidak punya waktu yang sama atau hanya karena kita terlalu teledor saja mengatur waktu sehingga tidak ada waktu untuk menulis?

Waktu kita selalu sama. Cara mengatur dan menggunakannya saja yang berbeda. Jika mereka bisa produktif, maka insya Allah kita pun mampu melakukan hal yang sama.

Salam hangat,

Featured image: Photo by Tran on Pexels

 

Tuesday, December 17, 2019

Cara Mengobati Luka Bakar Akibat Minyak Panas

Sudah berapa hari tidak sempat update postingan di blog ini. Rasanya seperti hampir setahun...kwkwk. Kemarin sempat drop, nggak lama kemudian kena cipratan minyak panas waktu memasak, yang mengakibatkan luka bakar cukup parah di area lengan dan wajah. Untuk pertama kalinya saya merasa ini amat berat. Nangis bombay karena nggak tahan dengan rasa panas dan perihnya...huhu.

Jadi, ceritanya begini, Gaes. Sepulang dari kantor, Mas bawa pempek banyak banget. Anak-anak nggak sabar mau makan, akhirnya digorenglah beberapa. Si sulung ternyata sangat tidak sabaran, waktu menggoreng untuk terakhir kalinya, akhirnya saya sedikit besarkan apinya supaya lekas matang dan krispi. Nggak nyangka ternyata inilah awal dari petaka itu.

Waktu mau angkat pempek terakhir, ternyata dia meletus. Boooom! Atau Duaaaar! Atau lebih tepatnya Duuoooos! Kwkwk. Begitulah. Si pempek itu meledak dan memuntahkan minyak panas ke wajah dan sebagian besar lengan saya.

Pertolongan pertama saat terkena luka bakar bukan diberi pasta gigi atau odol, ya. Apalagi kecap, minyak, dan lain-lain. Langsung guyur aja dengan air mengalir. Biarkan agak lama. Kalau masih panas, bisa rendam atau kompres dengan handuk yang sudah dibasahi sebelumnya.

Cara itulah yang pertama kali saya lakukan. Nggak nyangka ternyata luka bakar yang saya alami lumayan parah juga sampai-sampai ketika ditiup saja panasnya luar biasa nggak nahan, perih minta ampun. Seluruh lengan bagian kanan memerah. Tanpa basa basi, Mas langsung ke apotek dan membeli salep untuk luka saya.

Bioplacenton Jadi Obat Luka Bakar Sejak Zaman Dulu


Sejak dulu, saya sering terkena panci panas, dan sebagainya, tapi nggak pernah separah sekarang ini. Bayangin aja, wajah terkena minyak panas sampai kelopak mata dan beberapa bagian di pipi, bahkan sampai di alis. Untungnya nggak sulam alis, kebayang kalau sampai sulam alis, sulamannya bisa brodol kali...kwkwk *lol.

Saya jarang berjerawat, kalaupun punya jerawat nggak berbekas juga. Jadi, pas kena minyak, wajah benar-benar kelihatan blontang blonteng-nya gitu, lho...kwkwk. Setiap cerita ini, saya sebenarnya merasa lucu, namun juga miris. Akhirnya tak jarang saya bercerita sambil bercanda begini, Gaes...haha. Padahal aslinya drama banget.

Karena nggak ada pengalaman memakai salep untuk luka bakar, akhirnya Mas berangkat tanpa resep. Langsung nanya aja sama apotekernya. Ternyata, dia bawa pulang Bioplacenton ini. Menurut informasi,  salep ini bisa membuat kulit yang kena luka bakar menjadi adem, dingin, nyaman, dan nggak perih (asal nggak ada luka terbuka).

Baru saya ketahui, ternyata salep ini sudah ada sejak zaman dulu banget. Teman-teman saya yang lain yang berpengalaman terkena luka bakar sudah memakainya, bahkan sejak zaman bokap mereka. Sedangkan saya pribadi baru banget mencoba obat ini sekarang.

Ketika dicoba, benar memang akhirnya jadi ademan. Sedikit lebih tenang, kemudian nggak lama mulai panas lagi, kasih lagi. Begitu aja seterusnya.

Untuk bagian lengan, yang menurut saya merupakan luka bakar terparah, pas dioles ngilu bukan main karena bagian kulitnya melepuh. Untuk hari pertama memang nggak berair. Tapi, dua hari kemudian, luka bakar bagian lengan semua berair dan menggelikan...huhu.

Nggak ada cara lain, akhirnya saya keluarkan cairannya dengan paksa supaya lekas kering dengan cara ditekan menggunakan tisu kering. Segera saya obati kembali. Jika masih muncul cairan, keluarkan lagi. Kira-kira seharian saya sibuk mencetin cairan ini, Gaes...kwkwk. Kondisinya pun nggak nyaman banget karena gatal parah, setelah diobati mulai mendingan.

Jadi, saya lakukan hal yang sama sampai ketika esoknya semua luka di bagian lengan benar-benar kering dan nggak basah lagi.

Untuk bagian wajah, di hari ketiga bahkan sudah mulai mengelupas. Tapi, kalau nggak mengelupas sendiri, sebaiknya jangan dipaksa. Karena meski awalnya nggak sakit, ternyata wajah saya belum benar-benar siap, ketika dikelupas, ada bagian yang masih perih dan saya nyesel setelahnya...haha.

Kandungan Bioplacenton


Tiap gram jelly dalam Bioplacenton ini mengandung:

  • Ekstrak plasenta

  • Neomycin sulfate

  • Jelly base


Ekstrak plasenta diketahui mengandung stimulator biogenik yang memiliki aksi stimulasi pada proses metabolik di dalam sel. Sedangkan Neomycin sulfate merupakan antibiotik topikal dengan potensi tinggi terhadap banyak strain bakteri gram positif dan negatif.

Betul banget, salep ini memang mengandung antibiotik yang sebenarnya mungkin nggak terlalu dibutuhkan banget untuk jenis luka seperti yang saya alami. Hanya saja, saya juga nggak ada banyak pilihan, sudah males mikir. Maunya cepet sembuh...huhu.

Cara Pakai Bioplacenton


Salep ini cukup dioleskan 3-5 kali sehari. Oleskan tipis-tipis saja. Jangan sampai mengenai mata, jadi mending nggak usah dioleskan jika terdapat luka bakar di sekitar area mata seperti yang saya alami. Luka bakar cukup parah memang terdapat di kelopak mata bagian atas dan bawah. Ini agak sulit diobati, karenanya saya hanya mengolesi bagian pinggirnya saja dan membiarkan bagian dekat mata karena khawatir kena mata.

Tekstur dan Aroma


Meskipun obat, tapi Bioplacenton ini punya aroma yang enak dan wangi gitu, Gaes. Seger aja ketika dihirup baunya. Teksturnya seperti jelly dan dingin ketika dioleskan. Warnanya bening dan mudah dipakai.

Setelah Memakai Bioplacenton Selama 5 Hari


Menurut teman-teman yang pernah mencoba, Bioplacenton  ini memang ampuh banget menyembuhkan luka bakar. Bahkan beberapa dari mereka mengatakan bahwa luka bakar yang mereka alami tidak meninggalkan bekas sama sekali.

Saya sendiri baru memakainya selama kurang lebih 5 harian. Dan merasa sangat nyaman dengan aroma dan hasilnya. Luka di bagian wajah sudah mulai mengering dan mengelupas. Sedangkan di bagian tangan sudah kering setelah beberapa kali dikeluarkan cairannya. Nggak merasa perih sama sekali karena memang luka bakar tetap menutup. Misal terbuka atau saya paksa dikelupas, pasti perih banget.

Sepertinya untuk hari kelima, saya hanya perlu menunggu sampai luka-luka bakar di lengan dan wajah benar-benar kering sempurna. Obat masih tetap saya gunakan hingga sekarang.

Selama beberapa hari nggak pede juga apalagi harus pergi ke luar kota, akhirnya di mana-mana selalu pakai masker. Selain memang karena flu dan batuk, saya juga malu dengan wajah yang penuh dengan luka bakar...huhu.

Semoga nggak kejadian lagi yang seperti ini. Bakalan berhati-hati banget saat menggoreng, kalau perlu dikukus ajalah semuanya...kwkwk. Semoga pengalaman ini menjadi pelajaran berharga, ya. Berhati-hati dan jangan ceroboh karena semua hal buruk bisa terjadi pada siapa pun.

Salam hangat,