Posts with the label Blog Competition
Showing posts with label Blog Competition. Show all posts
Showing posts with label Blog Competition. Show all posts

Monday, May 25, 2020

Baru Nikah dan Nggak Jago Masak? Pakai Yummy App Aja. Bantu Kamu Membuat Menu Favorit di Meja Makan

Yummy Aplikasi



Baru nikah dan nggak jago masak? Kayaknya masalah ini dialami oleh hampir semua wanita yang baru saja melangkah ke jenjang pernikahan. Happy dong bisa menikah dengan orang yang kita cintai, bisa pindah ikut suami merantau ke luar kota, dan pastinya belajar mandiri jauh dari orang tua. Tapi, ternyata kehidupan baru setelah menikah nggak selalu mudah. Begitu juga yang saya alami selama ini.

Menikah di usia 19 tahun membuat saya serba nggak jago dalam mengurus rumah, termasuk mengolah resep di dapur. Sejak SMA harus menyelesaikan pendidikan di pesantren hingga D1. Empat tahun nggak pernah belajar masak, karena kegiatan di pesantren yang cukup padat, semua santri nggak boleh masak sendiri, khawatir mengganggu waktu belajar. Paling-paling kami memasak mi instan dengan teko listrik atau menyetrika roti isi cokelat supaya menjadi roti bakar...hihi. Konyol banget, ya?

Namun, aktivitas yang sama selama bertahun-tahun membuat saya benar-benar nggak jago di dapur. Pas nikah dan pindah ke Jakarta, saya kagok banget mau masak apa untuk suami. Apalagi si Mas ini termasuk orang yang pemilih banget, rasanya stres dan putus asa tiap mau masak. Khawatir nggak dia sentuh, khawatir hanya di-endus doang...haha.

Saya sudah berusaha semaksimal mungkin, nyobain resep ini itu, supaya kemampuan memasak meningkat, mulai dari nanya resep andalan Ibu, membeli buku-buku resep, sampai nyoba-nyoba resep baru dari internet. Tapi, rata-rata nggak bener hasilnya. Resepnya udah sama persis, tapi kalau Ibu yang bikin, si Mas doyan banget tanpa protes. Pas istrinya yang masak, dilihatin doang, nggak semangat makan. Yasalam, benar-benar bikin patah hati :D

Saya pikir, memang ada banyak hal nggak bisa dilakukan dengan instan, salah satunya memasak. Harus sering-sering nyoba, harus sering gagal kalau mau tahu tip berhasilnya seperti apa, harus sering belajar sambil melihat video masakan dari ahlinya karena banyak resep-resep beredar di internet kebanyakan hanya hasil copy paste saja.

Jangan Takut Gagal



Yups! Nggak usah takut gagal ketika pertama kali mencoba resep-resep baru. Karena dari kegagalan itulah kita bisa belajar untuk membenahi apa yang salah. Misalnya saat pertama kali belajar membuat roti sendiri, nggak kehitung berapa kali adonan roti saya bantat, nggak matang di dalam walaupun bagian luarnya udah keemasan, pas diangkat mimpes ngenes...hiks. Nggak kehitung berapa kali rotinya keras dan nggak layak makan. Padahal udah bikin sesuai aturan resep, lho.

Pernah suatu hari saya memanggang roti hingga tengah malam, sekitar jam 12 malam. Karena harus nunggu bayi tidur dulu. Tapi, pas diangkat ternyata dia nggak matang sempurna. Waktu manggangnya udah pas, suhunya udah benar, entah apa yang salah akhirnya gagal lagi dan lagi. Kebayang capeknya, apalagi dulu masih ngulen pakai tangan dengan kondisi saya masih punya baby.


Tapi, gagal sekali bukan berarti kita akan gagal selamanya. Saya pun belajar lebih tekun untuk membuat roti supaya empuk dan layak dimakan oleh si Mas dan anak-anak. Dan voila! Setelah beberapa kali gagal dan nggak kehitung berapa kali pengen nangis...haha, akhirnya berhasil juga dong membuat roti yang beneran disukai banyak orang. Sampai-sampai ada yang mau order untuk kedai roti bakarnya *auto terharu.

Masaknya Harus Happy!



Hampir semua orang mengatakan bahwa memasak ketika mood baik sangat berpengaruh dengan hasilnya nanti. Masak sambil kesel dan bete bakalan ngerusak menu yang kita buat. Ya, hasilnya nggak akan maksimal. So, buatlah kegiatan memasak sebagai salah satu hiburan dan me time buat kita sebagai seorang istri terutama yang jarang beraktivitas di luar rumah atau bagi seorang Ibu Rumah Tangga seperti saya.

Kalau nggak pintar-pintar mengatur mood, semua aktivitas bakalan ambyar. Mulai dari ngurus kerjaan rumah, ngurus anak, memasak pun sama. Dan koentji dari kebahagiaan rumah tangga seseorang salah satunya ada di tangan kita.

Me time nggak harus ke salon dan belanja ke mall, memasak di dapur pun bisa jadi salah satu hal menyenangkan tergantung bagaimana kita menjalaninya.

Setelah capek ngulen adonan roti dan memangganggnya di oven, saya bahagia ketika anak-anak dan Mas menyukai roti buatan saya. Rasanya nyess banget di hati. Adem mirip ubin masjid...haha. Kebayang dulu saya yang selalu gagal masak, sekarang bisa membuat roti favorit keluarga di rumah :)

Cari Resep-resep Andalan dan Terbukti Antigagal



Nggak semua resep layak dicoba. Karena sebagian nggak diperuntukkan bagi pemula. Dulu, saya sering nyobain resep dari sumber nggak jelas. Kebanyakan gagal karena belum tentu yang nulis resep pernah nyobain juga. Bisa jadi dia memang hanya copy paste, kan? Akhirnya kita ikutan gagal juga :(

Setelah sekian lama bergelut dengan tepung dan rempah di dapur, saya baru sadar bahwa nggak semua resep yang beredar di internet layak kita coba. Hanya resep-resep tertentu saja yang bisa kita praktikkan di rumah.  Misalnya dari penulis yang sudah kita kenal di sosial media, sudah beberapa kali kita coba juga resepnya dan terbukti antigagal terutama buat pemula.

So, nggak ada alasan bermalas-malasan di dapur jika sudah menemukan resep yang terpercaya, cukup ikuti takaran bahan dan aturan membuatnya. Insya Allah, hasilnya memuaskan, tinggal diulang-ulang saja, kok :)

Pakai Yummy App, Aplikasi Memasak yang Resepnya Sudah Jelas Teruji



Pernah nonton video masak dari akun Instagram @yummy.idn? Selain bikin ngiler, ternyata resep-resep yang disajikan nggak asal, lho. Jelas teruji dan pastinya banyak ide menarik yang bisa kita dapatkan di sana. Biar nggak mati gaya waktu masak, supaya belajar memasak jadi lebih menyenangkan karena bisa melihat prosesnya langsung lewat video yang disediakan.

Bagi yang belum tahu, Yummy juga tersedia dalam bentuk aplikasi, lho. Yummy App bisa kamu temukan di Play Store. Apa saja kelebihan dan keunggulan Yummy App?

  • Kita bisa memakai fitur memasak, di mana akan ada rekomendasi resep sesuai dengan bahan-bahan yang tersedia di kulkas. Emejing banget, kan? Solusi saat mati gaya :D

  • Yummy App menyediakan rekomendasi menu khusus yang bisa kamu coba. Misalnya, menu-menu inspirasi selama bulan Ramadhan seperti kue kering untuk menyambut lebaran, menu takjil, menu sahur, resep andalan untuk meningkatkan imunitas di tengah pandemi, dll.

  • Ada juga resep-resep terpercaya dari komunitas Yummy yang telah di-review sebelum diterbitkan. Jadi, nggak ada alasan salah milih resep ketika menggunakan Yummy App, ya!

  • Melihat resep sambil nonton video masaknya? Yups! Buat saya ini merupakan salah satu kelebihan yang belum disediakan oleh aplikasi serupa. Apalagi buat orang-orang di zaman secanggih sekarang, yang lebih suka melihat proses memasaknya secara langsung lewat video ketimbang hanya membaca step by step-nya. Malah kadang nggak teliti baca resep dan akhirnya gagal...hiks. Berbeda ketika kita bisa nonton videonya langsung.

  • Menerbitkan resep dan dapat fee? OMG! Saya pikir ini hanya bercandaan seorang teman. Ternyata beneran, resep-resep yang berhasil diterbitkan di Yummy App dihargai dengan rupiah, lho. Bukankah pekerjaan yang menyenangkan adalah hobi yang dibayar? Hihi. Udah happy bisa masak dan berbagi dengan komunitas Yummy, masih dibayar pula. Siapa bisa nolak?

  • Banyak event memasak berhadiah jutaan rupiah. Auto lari ke dapur dan memasak hingga seharian ya kalau bisa dapat uang jajan dari Yummy App? Hihi.

  • Yummy App menyediakan fitur komunitas dan grup khusus sehingga kita bisa berinteraksi dengan lebih mudah dan mengetahui update event terkini. Belum ada aplikasi yang menyediakan fasilitas selengkap ini.

  • Fitur filter harga pun tersedia di Yummy App. So, kita bisa mencari resep sesuai dengan budget. Memudahkan banget, ya?

  • Kamu bisa mencoba resep-resep andalan dari chef profesional dengan mengikuti akun official mereka, lho. Misalnya ada chef Arnold, dll.


Banyak banget keunggulan dari Yummy App, ya? Mulai sekarang, nggak perlu pusing lagi mencari menu MPASI, menu khusus buat ibu hamil dan menyusui, hingga menu-manu favorit lainnya. Kamu bisa cari langsung di Yummy App dan cobain resepnya.

Saya sudah punya aplikasinya dan merasakan manfaatnya. Giliran kamu, nih yang katanya pengen jago di dapur tanpa harus gagal berkali-kali :)

Salam hangat,

Featured image: Photo by Marta Dzedyshko on Pexels

 

Monday, May 25, 2020

Baru Nikah dan Nggak Jago Masak? Pakai Yummy App Aja. Bantu Kamu Membuat Menu Favorit di Meja Makan

Monday, May 18, 2020

Berburu Berkah di Bulan Ramadan dengan Berbagi Kebaikan di Tengah Pandemi Covid-19

Berbagi kebaikan bersama dompet dhuafa



Tahun ini, kita menjalani Ramadan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Apa saja yang terasa hilang di Ramadan tahun ini dan mungkin sangat kita rindukan?

Mulai dari shalat tarawih berjamaah yang hanya bisa dikerjakan di rumah, tidak ada lagi suara derap langkah kaki kecil anak-anak sekomplek yang biasa lari-larian sambil ngumpetin sendal temannya usai berjamaah di masjid, sambil cekikikan, sambil ngelempar petasan dengan isengnya, suasana sahur yang terasa lebih hening, buka bersama keluarga besar yang nggak bisa dilakukan lagi, dan paling sedih akhirnya para perantau seperti saya harus gagal mudik dan nggak bisa bertemu orang tua. Jujur, kangeen banget dan khawatir sama kondisi mereka di sana :(

Benar, Ramadan tahun ini rasanya ada yang kurang. Harusnya tanggal 20 Mei 2020, saya dan  keluarga bisa mudik ke Malang seperti tahun-tahun sebelumnya. Tapi, setelah semua dipersiapkan lebih awal, mulai dari beli tiket kereta, sampai menyiapkan oleh-oleh untuk orang tua dan keluarga, akhirnya saya harus menerima kenyataan bahwa mudik tahun ini mesti dibatalkan dengan berbagai macam pertimbangan.

Tentunya bukan hanya saya pribadi yang merasa sedih, tapi juga orang tua terutama Ibu yang selalu lebih hapal tanggal kepulangan kami dari Jakarta menuju tanah kelahiran. Subhanallah, ada saat di mana saya harus menangis usai shalat mengingat keadaan saat ini yang sungguh jauh dari bayangan. Nggak pernah kepikiran bakalan terjadi pandemi covid-19 dan menimbulkan banyak dampak buruk di sana sini.

Tapi, cukup sudah sedih dan nangisnya, ya. Karena sedih aja nggak akan membantu dan membawa perubahan apa pun. Ada baiknya kita nggak hanya fokus dengan musibah ini, melainkan juga memikirkan solusinya.

Dampak dari Pandemi Covid-19 di Masyarakat


Baru beberapa bulan terjadi pandemi, kita bisa melihat dengan jelas dampak negatif yang ditimbulkan oleh pandemi covid-19 ini di dalam kehidupan masyarakat. Contoh paling mudah adalah banyaknya karyawan yang di-PHK masal. Kebayang dong berapa banyak orang yang harus kehilangan pekerjaan, sedangkan mencari pekerjaan lain rasanya begitu mustahil di saat seperti ini.

Belum lagi para pedagang kecil yang tiba-tiba kehilangan pembeli karena sulitnya mengakses rumah-rumah warga. Biasanya, banyak sekali pedagang makanan yang lewat di depan rumah, mulai dari penjual bakso Malang, pedagang kue tradisional, abang-abang penjual gorengan, penjual roti, penjual somay, hingga ketoprak dan lontong sayur. Tapi, sejak pandemi, mereka nggak bisa lewat di depan rumah karena akses jalan ditutup demi kebaikan bersama.

Biasanya, semua orang bisa leluasa lewat. Sekarang, hanya warga komplek saja yang punya akses masuk. Lalu, ke mana mereka mencari rezeki?

Belum lagi kebanyakan orang memilih memasak sendiri di rumah dengan banyak pertimbangan. Jadi, meski bisa berjualan, pembelinya pun pasti jauh berkurang. Pernah suatu hari, suami melihat seorang penjual tahu di depan gang, saat malam menjelang Maghrib, hujan lebat pula, menunggu pembeli dengan pasrah. Padahal, dagangannya masih banyak banget.

Suami pulang dari kantor sambil membawa beberapa bungkus tahu dan oleh-oleh cerita yang menyayat hati. Nggak tega. Berapa banyak orang yang harus hidup dalam keadaan seperti ini saat pandemi? Sangat banyak. Bahkan sampai ada yang harus pingsan di jalan karena belum makan selama berhari-hari.

Hidup ini memang berat. Ujian, cobaan, musibah, dan kebahagiaan saling tumpang tindih datang silih berganti. Hari ini kita senang, besok kita menangis. Hari ini kita tertawa, besok kita kecewa dan sedih. Tapi, di balik semua cobaan berat pasti ada hikmahnya. Bisa jadi itu merupakan tanda cinta Allah kepada kita. Bisa juga merupakan teguran karena selama ini kita telah banyak sekali lalainya.

Namun, andai kita ridha dengan ujian ini, insya Allah ridha Allah pun akan bersama kita. Masya Allah.

Dari Anas bin Malik, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاَءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ فَمَنْ رَضِىَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ


Sesungguhnya pahala besar karena balasan untuk ujian yang berat. Sungguh, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menimpakan ujian untuk mereka. Barangsiapa yang ridha, maka ia yang akan meraih ridha Allah. Barangsiapa siapa yang tidak suka, maka Allah pun akan murka.” (HR. Ibnu Majah)

Berbagi Kebaikan Saat Pandemi Covid-19 Meski Hanya #dirumahaja



Seperti saya katakan sebelumnya, sedih aja nggak akan mengubah keadaan. Kita butuh aksi nyata, terutama dari orang-orang baik yang merasa diberi kelebihan rezeki, supaya lebih ‘peka’ dengan saudara di luar sana yang sedang kesulitan dan kesusahan.

Kita nggak bisa mengenyangkan perut sendiri, kemudian pura-pura lupa dengan orang lain. Saat pandemi covid-19 seperti sekarang, banyak sekali orang yang membutuhkan uluran kebaikan kita. Nggak harus membantu hingga milyaran, karena kebaikan tidak diukur dari jumlah seberapa besar, melainkan dari kemauan untuk berbagi meski sejatinya kita pun sedang dalam kesulitan.

Bagi seorang crazy rich, wajarlah berdonasi hingga milyaran, tapi bagi kita yang belum sehebat apa, cukup donasikan harta sesuai kemampuan. Sekecil apa pun kebaikan yang kita berikan, sebenarnya akan kembali kepada kita juga. Dan tentu saja jika dilakukan bersama-sama seperti prinsip gotong royong, yang kecil pun akan terasa begitu besar manfaatnya.

Selama pandemi covid-19 ini, banyak cara bisa kita lakukan demi menebar kabaikan di bulan Ramadan meski hanya dari rumah.


  • Berbagi takjil gratis bagi orang-orang yang membutuhkan


Ramadan tahun lalu, kita masih bisa menjumpai penjual makanan dadakan di sepanjang jalan, ya. Tapi, tahun ini  rasanya sulit menemukan momen khas itu. Jalanan mungkin agak lengang. Tapi, para pekerja yag masih harus keluar rumah demi mencari nafkah tetap ada di luar sana.

Beberapa orang di komplek kami berinisiatif mengadakan bagi-bagi takjil gratis selama bulan Ramadan kepada supir angkot, pedangan keliling, supir ojek, dll. Sebotol air mineral dan beberapa jenis camilan mengenyangkan pun dibagikan hampir setiap harinya. Meski terlihat sederhana, tapi nggak ada kebaikan yang sia-sia, kan?

  • Berbagi makanan untuk sahur dan berbuka


Meski di rumah aja, sejatinya banyak hal positif bisa kita lakukan. Misalnya dengan berbagi makanan untuk sahur dan berbuka. Tahun ini, seperti tahun-tahun sebelumnya, saya dan teman-teman dari tempat kajian diberi kesempatan untuk berbagi menu sahur dan berbuka bagi anak-anak yatim dan dhuafa dari pondok pesantren tahfidz yang kami kelola yang berlokasi di Bekasi.

Sebagian santri memang dipulangkan, tetapi sebagian menolak karena kondisi yang tidak memungkinkan. Sedih? Pastinya. Nelangsa banget melihat mereka yang masih tersisa di pesantren dan nggak bisa pulang ke rumah masing-masing :(

  • Tengoklah orang terdekat


Lihatlah orang-orang terdekat kita, terutama tetangga. Karena nggak semua orang beruntung, seberuntung kita yang masih punya stok beras di rumah. Di kanan dan kiri saya pun nggak semuanya berpunya, kok. Jadi, kita sebagai tetangga harus ‘peka’ dengan kondisi mereka.

Berbagi sembako seperti beras, minyak, mi instan, dll bisa kita lakukan. Bahkan ada lho warga yang sengaja menaruh beberapa bungkus beras, sayur, hingga telur di pagar rumahnya yang diperuntukkan bagi warga yang kurang mampu. Free, ambil secukupnya.

  • Tunaikan zakat


Zakat merupakan kewajiban yang mesti kita tunaikan sebagai seorang muslim. Nggak harus di tempat kita tinggal, kita bisa menyalurkan kepada orang-orang yang lebih membutuhkan, yang sulit dijangkau, contohnya kalau saya pribadi menyalurkan sebagian zakat mal ke kampung halaman. Meski orangnya nggak mudik, setidaknya kita bisa memberi kebahagiaan bagi orang-orang di sana.

Kondisi orang di kampung tempat saya tinggal nggak semuanya beruntung. Bahkan menurut cerita Ibu kemarin, banyak sekali anak yatim...hiks. Jadi, nelangsa banget dengernya. Ditambah kondisi seburuk saat ini, jangankan untuk baju lebaran, untuk makan pun susah.


  • Berdonasi lewat Dompet Dhuafa meski #dirumahaja


Kalau merasa kesulitan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah secara langsung, kita bisa menyalurkannya lewat Dompet Dhuafa. Caranya pun sangat mudah, kok. Klik di sini. Kemudian pilih infak dan sedekah atau pilih sesuai kebutuhan. Kamu juga bisa mengkhususkan donasimu untuk keperluan apa saja, misal untuk dana pendidikan, kesehatan, sosial, dakwah, hingga ekonomi.

Untuk sosial, kita juga bisa memberikan kebahagian bagi para dhuafa supaya bisa merasakan keceriaan saat lebaran. Pilih Parcel Lebaran untuk Dhuafa. Masukkan jumlah nominal, dan isilah data dengan lengkap sebelum memilih metode pembayaran. Dan jangan lupa konfirmasi dengan menyertakan bukti transfer.

Nggak susah, kan? Meski hanya di rumah aja, kita bisa tetap berdonasi dan berbuat baik bagi orang-orang yang membutuhkan. Dalam sebuah buku yang pernah saya baca karya Ustadz Arafat disebutkan, rezeki itu selalu bergerak. Jadi, kalau mau berkah, sebaiknya selalu kita putar untuk kebaikan.

Kita bersedekah dan berdonasi logikanya memang mengurangi harta, tapi kenyataannya hidup nggak bisa pakai logika manusia. Orang-orang yang selalu mementingkan diri sendiri, yang bakhil, dan sibuk memuaskan perutnya sendiri justru selalu tidak puas dengan apa yang dia punya.

Berbeda dengan orang-orang yang senang bersedekah. Hati jadi lapang, selalu merasa cukup, dan paling penting membuat hidup berkah dan hati tenang.

Jangan takut bersedekah, tunaikan juga kewajiban berzakat, karena kebaikan yang kita lakukan akan kembali pada kita sendiri :)

Salam hangat,


“Tulisan ini diikutsertakan dalam Blog Competition ‘Ceritaku Dari rumah’ yang diselenggarakan oleh Ramadan Virtual Festival dari Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan.”


 

Monday, May 18, 2020

Berburu Berkah di Bulan Ramadan dengan Berbagi Kebaikan di Tengah Pandemi Covid-19

Monday, May 4, 2020

Membangun Mindset Positif Selama Masa Karantina

Membangun mindset positif bersama emeron



“Tuhan tidak menjanjikan langit selalu biru, bunga selalu mekar, mentari selalu bersinar. Tapi, kita selalu yakin, akan ada pelangi setelah badai.”


Memasuki bulan kedua masa karantina di rumah aja, gimana perasaan kamu? Saya yang terbiasa melakukan banyak aktivitas di rumah mulai merasakan perbedaan di masa karantina dibanding hari-hari biasa. Mulai jenuh, bosan, sampai nggak tahu mau ngapain. Mau keluar rumah parno, lihat suami bersin aja ngeri.

Padahal, di hari-hari sebelumnya, bersin berkali-kali bukan hal menakutkan. Pergi ke supermarket terdekat nggak perlu seheboh sekarang persiapannya. Tapi, saat ini, kondisinya sangat berbeda. Belum lagi banyak berita mengerikan di laman sosial media berseliweran. Berita kematian tidak diimbangi dengan berita positif lainnya seperti jumlah pasien yang sembuh. Alih-alih mau lebih waspada dengan mengetahui berita terkini soal covid-19, justru mental kita akhirnya diserang rasa panik dan stres berlebihan.

Manusiawi sekali kalau kita merasa khawatir, terutama jika harus beraktivitas di luar rumah karena tuntutan pekerjaan. Tapi, stres dan panik berlebihan justru membuat mental kita tidak sehat bahkan dapat menurunkan daya tahan tubuh.

Membangun Mindset Positif di Tengah Pandemi


Hampir tiga minggu pertama, suami bisa work from home. Saya pun bisa bernapas lega karena sudah tidak ada lagi anggota keluarga yang diharuskan beraktivitas di luar rumah. Namun, sejak ada PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar, suami harus kembali bekerja.

Sempat panik dan takut. Bahkan sempat nangis dua hari pertama saking parnonya. Hati nggak tenang. Gimana kalau begini dan begitu. Bagaimana kalau dia di sana begini dan apa yang mesti dilakukan kalau itu terjadi? Ah, berandai-andai dan mulai berpikiran negatif. Malah membuat hidup kacau dan nggak karuan.

Kalau dipikir, kenapa kita harus takut berlebihan? Padahal, saya dan suami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga kebersihan, tetap waspada dan berhati-hati. Dia pulang kerja langsung mandi dan berganti pakaian. Barang bawaan seperti ransel disemprot disinfectant. Kemeja dan pakaian lainnya pun segera dicuci.

Soal kesehatan, saya pun selalu berusaha memberikan yang terbaik terutama untuk meningkatkan imunitas, misalnya dengan membuatkan jus buah dan sayur secara rutin setiap pagi. Dari kantor, suami juga selalu diberikan vitamin.

Akhirnya, saya berusaha menerima keadaan ini dan berdamai dengan rasa takut yang berlebihan. Bukankah semua hal terjadi atas izin Allah? Ini adalah ujian dan cobaan bagi semua orang. Kita terima, kita ikhlas, kita jalani dengan sabar. Insya Allah, semua kesulitan ini akan berakhir.

Tarik napas dalam dan embuskan, katakan bahwa semua akan baik-baik saja, insya Allah.



5 Aktivitas yang Saya Kerjakan di Masa Karantina


Sebenarnya, tak banyak perbedaan aktivitas antara masa karantina seperti sekarang dengan hari-hari sebelumnya. Tapi, saat pandemi, banyak waktu luang bisa dimanfaatkan untuk melakukan kegiatan positif ketimbang memikirkan ketakutan berlebihan dan lari ke sosial media.

Yups! Nggak ada yang melarang kita main sosial media, tapi, bagi yang kurang pandai menyaring informasi, justru aktivitas sepele ini bisa membuat kita semakin ketakutan. Bayangkan saja, di sosial media kita bisa melihat banyak berita soal covid-19, mulai dari berita kematian, pasien positif covid-19 yang kabur, hingga orang-orang yang bandel nggak mau pakai masker. Kalau masih banyak orang seperti ini, bisa-bisa pandemi nggak kelar-kelar dong? Bayangan kita jadi ngelantur ke mana-mana, kan?

Daripada melihat berita seperti itu, mending kita melakukan kegiatan positif saja di rumah. Beberapa hal yang saya lakukan,

1. Serunya membuat roti bersama anak-anak



Hobi membuat roti sempat terjeda beberapa bulan karena kesibukan saya menulis buku. Waktu rasanya dipenuhi dengan deadline naskah. Akhirnya, bikin roti jadi jarang. Padahal, anak-anak suka banget dibuatkan roti, katanya lebih wangi terutama saat keluar dari oven, lebih lembut, dan lebih asyiknya lagi, mereka bisa membuat bentuk yang disukai.

Saat pandemi, hampir setiap hari saya membuat roti. Mulai dari roti sobek, roti kopi, hingga roti unyil isi sosis. Waktu bersama anak-anak juga terasa lebih berkualitas. Nggak sibuk sendiri-sendiri. Ternyata, manfaat membuat roti di rumah bukan hanya bisa membuat mereka semakin kreatif, tapi juga meningkatkan bonding antara orang tua dengan buah hati.

2. Update blog lebih sering


Horeey! Karena banyak waktu luang, akhirnya saya bisa maksimal mengisi blog lagi. Kenapa, sih harus update blog? Karena buat saya, menulis di blog bukan hanya gaya-gayaan, tapi juga sebagai salah satu cara untuk menyembuhkan luka hati atau self healing. Di mana mungkin orang introvert seperti saya bakalan susah mengeluarkan unek-unek pada orang lain. Tapi, saat menulis, semua ngalir aja dan bikin lega.

Saat karantina seperti sekarang, menulis menjadi salah satu terapi juga untuk melepas kejenuhan dan stres. Nggak usah takut bilang jenuh dan bosan, karena memang itulah kenyataannya. Tapi, bukan berarti kita akan mati dalam kebosanan apalagi sambil mengeluh nggak penting, kan?

Justru dengan menulis, kita bisa membagikan banyak hal positif kepada yang lain, saling support dan berbagi ide menarik seputar aktivitas menyenangkan selama karantina di rumah.

3. Memulai hobi lama yang sempat dilupakan


Kemarin, saya sempat mengeluarkan mesin jahit portable. Rencananya saya mau menjahit masker kain sendiri. Kangen, sudah lama saya tidak menjahit. Padahal, dulunya saya senang membuat barang-barang handmade bermodal mesin jahit ini.

Saat karantina seperti sekarang, saya jadi punya waktu luang untuk memulai hobi lama yang sempat terlupakan. Yups! Akhirnya saya menjahit beberapa masker, baik untuk saya dan juga untuk anak-anak. Hasilnya? Imut dan menggemaskan *meski itu menurut saya sendiri...hihi.

4. Membaca koleksi buku yang menumpuk di lemari


Ngaku suka baca buku, tapi ternyata banyak buku yang belum saya baca...hihi. Saat pandemi, saya berusaha membangun habits biar suka baca buku lagi. Masa karantina seperti sekarang membuat saya jadi punya banyak waktu untuk mengerjakan aktivitas yang mungkin di hari biasa agak susah dikerjakan.

Saya meluangkan waktu selama minimal satu jam untuk membaca buku per hari. Dan hasilnya? Dalam beberapa hari saya mulai ketagihan dengan jadwal membaca yang saya buat tersebut. Ternyata sangat menghibur dan menginspirasi.

5. Menulis buku


Saat pandemi seperti sekarang, toko-toko buku serta penerbit ikut kena dampaknya. Salah satu penerbit yang biasa menerbitkan buku-buku saya pun mulai menunda jadwal terbit dan fokus menjual buku-buku secara online. Kebayang, gimana nasib penulisnya?

Bersyukurnya, saya sebagai penulis masih bisa mengirimkan naskah meski kemungkinan besar akan diterbitkan online untuk sementara waktu. Tapi, buat saya ini menjadi salah satu kabar baik, setidaknya, kami masih bisa menulis lagi, kan?

Saya berharap, penerbit bisa survive di masa pandemi seperti sekarang. Karena itu, kamu yang ngakunya suka membaca buku, please, belilah buku-buku original, bukan bajakan apalagi versi pdf ilegal. Selain sangat merugikan pihak penerbit dan penulis, kamu juga sudah melanggar hukum, lho.

Ternyata Kesibukan Selama Karantina di Rumah Aja Jadi Lumayan Padat!


Meskipun terlihat pengangguran selama masa karantina di rumah aja, faktanya, banyak banget kegiatan yang kita kerjakan setiap harinya. Terutama yang sudah menikah dan punya anak. Sudah tahu, kan kalau anak sekolah diharuskan belajar di rumah? Yups! Jadi guru dadakan dengan aktivitas rumah tangga lainnya rupanya nggak mudah, lho. Dari pagi kita mesti mendampingi anak-anak, padahal urusan dapur aja belum beres...hihi. Ujung-ujungnya kita jadi stres dan capek. Belum lagi kalau anak-anak lagi nggak mood belajar. Masa kita paksakan?

Akhirnya, putar otak supaya mereka gembira selama mengerjakan tugas sekolah. Urusan anak sekolah selesai, tinggal urusan rumah lainnya. Memasak, mencuci, ngepel, eh belum lagi menulis buku dan ngisi blog. Owh, rupanya padat juga kegiatan selama karantina di rumah...haha.

Biar mood kita tetap baik dan jauh dari rasa tertekan selama pandemi, saya berusaha menyenangkan diri sendiri dengan me time. Me time ala saya nggak harus mahal, kok. Cukup mandi setelah beraktivitas dan keramas dengan shampoo terbaik.

Saya berhijab. Pasti nggak mudah merawat rambut yang hampir setiap hari tertutup hijab. Benar, pengap, gampang lepek, dan berkeringat terutama karena saya tinggal di Jakarta yang suhu udaranya lumayan panas. Belum lagi setelah melahirkan, rambut mudah rontok. Benar-benar masalah pelik yang menambah stres.

Perawatan Rambut Bagi Wanita Berhijab


Buat kamu yang berhijab, nggak perlu khawatir soal perawatan rambut. Memang, merawat rambut berhijab sedikit berbeda. Butuh perawatan khusus, misalnya dengan melakukan beberapa hal berikut,

  • Sisir dulu rambutmu sebelum keramas


Emangnya ngaruh, ya? Meskipun terdengar sepele dan remeh, tapi nyatanya menyisir rambut terutama dengan wide tooth comb bisa mengurangi kerontokan akibat kebiasaan kita menguncir rambut sebelum memakai hijab. Kita biasa mengikat rambut mirip seperti ekor kuda, kan? Nah, tanpa sadar kita telah meremas rambut dan membuatnya gampang rontok...hiks. Dengan menyisirnya terlebih dulu sebelum keramas, rupanya bisa mengurangi jumlah rambut rontok yang bikin parno, lho.

  • Keringkan rambut sebelum menggunakan hijab


Karena buru-buru, kadang kita memaksakan diri memakai hijab saat rambut belum kering sempurna setelah keramas. Selain nantinya akan menimbulkan bau, berhijab saat rambut masih basah juga dapat membuat rambut jadi sensitif dan gampang rusak. Ditambah lagi bikin ketombean. Nggak pengen bermasalah dengan ketombe, kan?

Karena itu, ada baiknya sebelum menggunakan hijab, keringkan rambut dengan pengering rambut suhu paling rendah hingga sedang. Dengan cara ini, kita bisa meminimalisir kerusakan yang terjadi akibat memakai hijab saat rambut masih basah.

  • Istirahatkan rambutmu


Saat berada di rumah, tak perlu selalu mengikat rambut setiap waktu. Gerai saja rambutmu dan biarkan ia bernapas lega. Karena rambut pun butuh istirahat, sama seperti kita.

Mengikat rambut juga tak perlu telalu kencang, cukup ikat supaya tidak lepas dan mencuat keluar dari hijab. Karena ikatan terlalu kencang juga bisa merusak rambut sehatmu, lho. Bisa-bisa rambutmu semakin rontok karena cara mengikat rambut yang salah.

  • Rutin Mencuci Rambut


Jangan malas-malas keramas, deh. Karena saat berhijab, rambut kita bakalan lebih mudah lepek disebabkan terlalu sering tertutup dan diikat. Supaya rambut tetap terawat, kita perlu keramas dengan rutin, terutama saat pandemi seperti sekarang.

Baru pulang dari supermarket, segera mandi dan keramas, meskipun kita berhijab. Saya pribadi melakukan hal serupa demi menjaga kebersihan, biar nggak parno, jadi usahanya yang maksimal sekalian buat merawat rambut juga.

  • Pakai shampoo yang tepat


Yups! Nyari sampo buat perawatan rambut wanita berhijab ibaratnya kayak nyari jodoh, ya? Susah-susah gampang. Dibilang gampang karena mudah saja kita temukan di pasaran. Tapi, susah banget cocoknya.

Saya pribadi menggunakan beberapa produk dari Emeron. Salah satunya Emeron Hijab shampoo untuk perawatan rambut, sebab saya berhijab, karenanya saya butuh shampoo khusus bagi wanita berhijab sekaligus yang bisa mencegah rambut rontok. Dapat dua solusi sekaligus. Mantap, kan?

Emeron Hijab Clean & Fresh


Sama seperti ketika kita mencari skin care, harus nyoba beberapa produk dulu supaya tahu mana yang cocok dan mana yang nggak. Urusan shampoo pun sama, awalnya masih gonta ganti merek, tapi setelah mencoba Emeron Hijab Clean & Fresh, saya pun merasa cocok.

Rambut kita yang ditutupi hijab cenderung mudah sekali lepek, gatal, hingga rontok disebabkan keringat serta suhu udara yang cukup panas. Emeron Hijab Clean & Fresh mengklaim produknya bisa memberikan kesegaran untuk rambut kita yang berhijab sehingga tidak mudah berbau apek.

Emeron Hijab Clean & Fresh ini juga dilengkapi dengan formula cepat kering yang telah disempurnakan dengan teknologi Jepang, dilengkapi juga dengan active profit amino serta diperkaya dengan tea tree oil & mint yang dapat menyegarkan rambut serta melembabkan kulit kepala.

Kenapa mesti Emeron?

Emeron ini sudah ada sejak zaman dulu banget, lho. Diproduksi oleh PT. Lion Wings, Emeron juga telah bersertifikat halal MUI. Setelah Emeron meluncurkan shampoo khusus untuk wanita berhijab, saya pun tertarik mencobanya dan ternyata cocok.

Lebih menarik lagi, harganya sangat terjangkau, mudah kita temukan di supermarket. Nggak salah deh kalau saya pilih Emeron :)

Nggak Cukup Dengan Shampoo? Cobain Perawatan Rambut dengan Emeron Complete Hair Care



Nggak cukup hanya menggunakan shampoo, bagi kita yang berhijab, nggak ada salahnya mencoba perawatan rambut dengan Emeron Complete Hair Care. Biar me time di rumah lebih sempurna seperti saat melakukan perawatan rambut di salon. Eaaa.

Selama di rumah aja, kita pasti bakalan jarang banget pakai hijab. Karena keluar rumah pun jarang, sesekali aja ke tukang sayur dan ke supermarket. Jadi, rambut kita yang biasa tertutup hijab bakalan benar-benar bisa istirahat layaknya bumi kita yang sedang proses memulihkan diri saat pandemi :(

Beberapa produk Emeron Complete Hair Care yang bisa membuatmu lebih happy meski hanya melakukan perawatan di rumah aja,

  • Black & Shine, formula active profit amino dan manfaat urang aring bisa memperbaiki dan menutrisi rambutmu yang kusam dengan maksimal.

  • Soft & Smooth, formula active profit amino dan khasiat bunga matahari bekerja maksimal menutrisi rambut mulai dari akar hingga ujung, serta dapat membuatnya lembut dan berkilau.

  • Damage Care, kandungan nutrisi avocado serta formula active profit amino di dalamnya mampu mengembalikan kesehatan rambut yang rapuh, kering, dan kasar. 


Gimana, komplit banget, kan perawatan rambut dari Emeron ini? Meskipun hanya di rumah aja, kita tetap bisa produktif dan melakukan banyak kegiatan positif, termasuk tetap menjaga ‘kewarasan’ mental saat pandemi. Me time nggak harus dengan yang mahal, kok. Perawatan dengan produk-produk dari Emeron juga menjadi salah satu me time ala saya. Kalau mood kita bagus, aktivitas sehari-hari pun akan menyenangkan. Mindset positif pun akan terbentuk dengan sendirinya.

Salam hangat,

Featured image: Photo on Pexels.com

 

Monday, May 4, 2020

Membangun Mindset Positif Selama Masa Karantina

Thursday, January 23, 2020

Liburan Romantis Naik Kapal Pesiar Mulai 4 Jutaan? Nyenengin Pasangan Nggak Harus Mahal!

Liburan romantis naik kapal pesiar mulai 4 jutaan Nyenengin Pasangan nggak harus mahal



Usia pernikahan saya dengan si Mas sudah masuk tahun ke-10. Selama sepuluh tahun itu, hampir tidak pernah ada perayaan khusus. Kami memang sama-sama santai orangnya, nggak harus ada hadiah atau kejutan, penting bagaimana kami menikmati setiap momen dengan gembira. Bagi kami, bahagia itu sederhana sekali. Kadang, ketawa cekakak cekikik berdua aja sudah menyenangkan bukan main. Berapa banyak pasangan di dunia ini yang kehidupan rumah tangganya hambar? Wah di luar, tapi anyep di dalam. Dan kami merasa beruntung tidak menjadi salah satunya.

Tahun-tahun pertama adalah tahun penuh drama. Di mana hal-hal sepele bisa bikin kami berdua saling mendiamkan. Kami kenal hanya selintas lalu, kemudian menikah. Nggak pernah membayangkan bisa hidup bersama orang yang baru bertemu sekali kemudian melamar. Kadang, si Mas menyebalkan bukan main atau justru saya yang kekanak-kanakan, ya? Hihi.

Tapi, tahun-tahun terakhir kami sadar bahwa sepuluh tahun pernikahan bukan hal main-main. Kami belajar banyak dari keunikan masing-masing. Kami belajar lebih dewasa, lebih kompak saat didera masalah serius, saling menguatkan, saling mengingatkan satu sama lain. Dan sekarang, saya tahu sepuluh tahun itu begitu berharga dan telah banyak saya sia-siakan.

“Mas, dulu kita nggak se-happy ini, ya? Keseringan ribut!”

“Siapa yang sering ngajakin ribut?”  Timpalnya.

Kami sama-sama tertawa dan malu mengakui kekurangan masing-masing. Betapa lucunya. Mengingat betapa berharganya usia sepuluh tahun pernikahan kami, sesekali saya ingin menikmati waktu berdua saja dalam suasana yang berbeda. Biar bisa diingat seumur hidup, biar jadi momen tak terlupakan sepanjang kami hidup bersama.

Traveling naik pesawat atau kereta sudah biasa. Bahkan itu menjadi rutinitas pasti yang terjadi sejak kami resmi menikah. Karena kami sama-sama merantau dari Kota Malang ke Jakarta. So, setiap tahun pasti mudik, entah naik pesawat atau naik kereta. Jadi, pengennya hal baru yang belum pernah kami coba. Kalau bisa, jangan mahal-mahal juga *dasar emak pelit...hihi.

Liburan Mewah Harga Hemat dengan Cruise Ship


Belakangan, wisata dengan kapal pesiar mulai banyak diminati. Kapal pesiar atau cruise ship merupakan kapal yang digunakan secara khusus untuk tujuan wisata. Kapal yang digunakan biasanya telah dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas nggak berbeda dengan hotel berbintang, lho.

Tapi, apa nggak bosan, tuh, naik kapal selama beberapa hari? Emang ngapain aja di kapal? Kalau hanya bengong dan melihat laut lepas, mending main aja ke Ancol, kan? Eh, kamu salah besar. Naik kapal pesiar punya banyak kelebihan. Di negeri kita, wisata menggunakan kapal pesiar memang belum seheboh di negara lain, masih banyak orang yang bahkan belum tahu kalau naik kapal pesiar itu menjadi salah satu alternatif liburan yang menyenangkan.

Yuk, ah berkeliling melihat beberapa fasilitas yang ada di dalam kapal pesiar!

Kamarnya sangat lapang serta nyaman!

Kafe tempat ngumpulnya asyik pula!


Bahkan disediakan mini golf, rock climbing wall, kolam renang, sampai tempat spa, lho. Kebayang sehari aja berada di dalam kapal pesiar?

Kira-kira apa saja kelebihan berwisata menggunakan kapal pesiar atau cruise ship ini?



  • Liburan naik kapal pesiar menjadi lebih mudah karena kita nggak perlu repot-repot lagi memesan hotel, nggak perlu khawatir kehabisan kamar karena biasanya kita sudah memesan sekaligus dengan harga paket. Dan lagi, di dalam kapal kita bisa melakukan banyak aktivitas menyenangkan, beda banget dengan moda transportasi lain seperti pesawat dan kereta. Terutama bagi pasangan yang memang berniat liburan, naik kapal pesiar pasti jadi momen romantis yang tak terlupakan. Asal pasangan kita nggak garing aja selama di perjalanan, ya...hihi.

  • Traveling naik kapal pesiar nggak bikin kita repot harus angkat-angkat koper dan barang-barang ketika sampai di tempat tujuan. Biasanya kita capek juga harus bawa koper berapa biji menuju penginapan. Dengan naik kapal pesiar, kita bisa bebas dari segala keribetan itu, lho.

  • Kapal pesiar umumnya sudah dilengkapi dengan banyak fasilitas seperti kolam renang, bioskop, bahkan sampai pusat kebugaran segala. Kebayang betapa menyenangkan berada di dalam kapal? Nggak bakalan bengong atau bosenlah. Belum lagi, kita juga bisa jalan-jalan saat kapal transit. Benar-benar liburan komplit pake banget pokoknya.

  • Liburan menyenangkan bersama keluarga besar pun bisa dengan kapal pesiar. Karena apa? Di sana kita bisa dengan mudah berkumpul, makan bareng, beraktivitas bareng tanpa banyak kesulitan. Waktu bersama bisa lebih maksimal dimanfaatkan untuk hal-hal menyenangkan. Bahkan buat pasangan yang ingin liburan romantis, naik kapal pesiar bisa jadi alternatif unik, lho. Jangan mau kalah dengan romantisnya film Titanic! Haha.

  • Menikmati fasilitas mewah dengan harga hemat pula. Jangan kira naik kapal pesiar hanya bisa dinikmati oleh orang tajir melintir, bagi kalangan ekonomi menengah pun tak masalah. Karena sekarang banyak sekali travel agent yang menawarkan paket murah meriah mulai harga 4 jutaan, lho.


Gimana, sih, Rasanya Naik Kapal Pesiar?



Jangan kira naik kapal pesiar itu bikin mabok, ya, Gaes...haha. Naik kapal pesiar itu enak, hampir-hampir kamu nggak akan pernah merasakan guncangan seperti peristiwa menyeramkan dalam video-video yang sering kamu tonton di sosial media. Iya, ini kapal pesiar, bukan perahu kecil gitu.

Naik kapal pesiar sama mulusnya seperti sedang berkendara di darat. Kamu akan merasa nyaman dan santai, nggak horor sama sekali, kok.

Bayangkan kamu berada di dalam kapal pesiar dengan fasilitas mewah, apa nggak betah, tuh? Belum lagi pemandangannya yang memanjakan mata. Liburan romantis pasti bakalan sukses, nggak bisa diragukan lagi :D

Makan Apa Selama Naik Kapal Pesiar? Ada Menu Halalnya Nggak, nih?

Liburan romantis naik kapal pesiar mulai 4 jutaan Nyenengin Pasangan nggak harus mahal



Saat liburan dengan kapal pesiar, jangan khawatirkan soal makanan. Karena, di kapal pesiar disediakan banyak jenis makanan mulai dari menu khas Eropa, Asia, hingga berbagai menu dari negara lainnya.

Buat wisatawan muslim seperti saya, menu halal menjadi salah satu hal penting saat traveling. Jangan sampai ketika berwisata ke suatu negara, kita justru ribet mencari menu halal. Kekhawatiran itu ternyata nggak menjadi masalah karena di kapal pesiar juga disediakan menu halal juga, kok. Misalnya di Genting Dream Cruise, ada restoran The Lido yang khusus menyediakan menu halal.

Kalau kita masih ragu apalagi ini merupakan pengalaman pertama naik kapal pesiar, sebaiknya kita memilih travel agent yang sudah jelas menjamin itu. Ada, kok, travel agent yang memastikan wisatawan muslim bisa makan dengan tenang saat naik kapal pesiar.

Jika kita bosan dengan menu prasmanan yang disediakan, boleh banget traktir pasangan kamu di restoran internasional yang ada di sana. Tapi, kamu perlu membayarnya lagi ya seperti saat kamu makan di restoran biasa. Karena fasilitas sarapan, makan siang, dan makan malam gratis umumnya hanya disediakan dalam bentuk prasmanan.

Monggo, sesuaikan dengan isi kantong saja. Penting kita menikmati waktu bersama dan berkualitas *Sambil membayangkan berdua sama si Mas naik kapal pesiar...hihi.

Wisata Naik Cruise Ship Bareng Cheria Holiday


Begitu banyak pertimbangan yang kita pikirkan saat akan berlibur, mulai dari budget, waktu, tujuan wisata, serta fasilitas yang nantinya akan kita dapatkan. Saya pun memikirkan hal serupa saat hendak berlibur. Saya tidak mau direpotkan dengan banyak hal, maunya terima jadi aja. Tapi, sebagai emak-emak, saya juga mau dapat harga murah dengan fasilitas yang layak *emak-emak banget, kan? kwkwk.

Supaya semua keinginan saya terpenuhi saat liburan romantis naik kapal pesiar nanti, saya butuh travel agent yang dapat memenuhi semua kebutuhan. Nggak cuma memberikan pelayanan yang nyaman, fasilitas yang oke, memastikan ada menu halal, tetapi harganya juga terjangkau.

Ternyata, Cheria Holiday bisa mewujudkan impian saya itu, Gaes. Auto terharu nggak, sih? Karena liburan naik kapal pesiar bersama pasangan bakal segera terwujud, nggak hanya jadi mimpi saja.

~Kenapa harus Cheria Holiday?


Cheria Holiday hadir sejak 2012 dalam rangka memenuhi semua kebutuhan muslim yang hendak melaksanakan ibadah umroh atau tour ke berbagai tujuan wisata mulai dari dalam negeri hingga luar negeri. Dengan Cheria, kita bisa memastikan tak akan melewatkan waktu shalat lima waktu saat berlibur, Cheria juga memastikan bahwa menu yang akan kita santap benar-benar halal, bebas alkohol bahkan ketika kita berkunjung ke negara nonmuslim sekalipun.

Salah satu produk istimewa dari Cheria Holiday adalah paket wisata Cruises Cheria Holiday ke berbagai negara. Paket tour wisata dengan kapal pesiar ini sudah dilengkapi dengan pelayaran mewah plus menu halal, lho. Kabar baiknya, Cheria Holiday juga punya penawaran menarik berupa wisata halal dengan kapal pesiar mulai harga Rp. 4 jutaan dengan tujuan wisata,

  • Singapore ~ Penang ~ Langkawi ~ Singapore

  • Singapore ~ Penang ~ Phuket ~ Singapore


Jika kamu berniat berwisata ke negara lain, kamu bisa memilih paket Tour Naik Kapal Cruise Bareng Cheria Holiday dengan tujuan wisata seperti negara Europe, Africa, Middle East, atau South America.

~Apa Saja Keunggulan Cheria Holiday


  • Cheria Holiday telah menjadi leader dalam industri tour halal di negeri kita. Cheria juga aktif memberikan training kepada banyak travel agent demi  memopulerkan wisata halal di Indonesia.

  • Cheria Holiday memiliki produk tour halal terlengkap baik domestik maupun internasional.

  • Pertama dan satu-satunya yang mempunyai aplikasi tour halal berbasis web dan aplikasi mobile phone.

  • Cheria Holiday telah dikenal oleh banyak orang. Nggak perlu khawatir, insya Allah Cheria amanah dan sangat bertanggung jawab. Web-nya saja telah dikunjungi 5 juta kali, lho. Kebayang berapa banyak netizen yang tahu tentang Cheria Holiday, kan?


Cheria Holiday yang merupakan biro perjalanan wisata dengan keunggulan produk berbasis muslim frindely dan kepuasan konsumen ini juga pernah mendapatkan Travel Award dalam ajang kompetisi pariwisata halal nasional pada tahun 2016 silam yang diselenggarakan oleh Kementrian Pariwisata.

Cheria Holiday memperoleh peringkat ke-3 terbaik dalam dua kategori,

  • Biro Perjalanan Wisata Halal Terbaik

  • Website Travel Ramah Wisatawan Muslim Terbaik

Nggak Mau Repot? Pesan Paket Wisata Cruise Cheria Holiday Lewat Aplikasi Aja!


Banyak sekali kemudahan yang ditawarkan oleh Cheria Holiday kepada kita. Salah satu kemudahan yang bisa kita nikmati adalah dengan memanfaatkan aplikasi Cheria Express yang bisa kita unduh di Playstore.

Saya memilih menu Cruise setelah melakukan registrasi. Kemudian saya pilih paket Genting Dream Cruise (3D2N) Singapore – Port Klang – Singapore. Kami akan berangkat dari Jakarta menuju Singapore pada tanggal 27 Mei 2020.

Genting Dream Cruise merupakan cruise line premium pertama di Asia. Kapal ini telah dilengkapi dengan 1.674 kabin pada 18 lantai. Mampu menampung sekitar 4000 penumpang bahkan lebih.

Genting Dream Cruise memiliki beragam tipe kamar yang bisa kamu nikmati, 35 restoran serta bar. Kapal ini layak disebut hotel bintang lima yang ada di atas laut. Wah banget, kan?

Restoran yang ada di kapal ini memiliki banyak menu mulai dari Barat, Jepang, China, hingga menu Melayu yang memanjakan lidah. Bagi kita wisatawan muslim, jangan khawatir, karena kapal ini juga khusus menyediakan menu dengan sertifikat halal, lho.

Termasuk di dalam paket tour ini adalah biaya kabin, port charge, dan gratuities. Tidak termasuk,

  • Tiket penerbangan menuju Singapore. Jadi, kita harus membeli tiket pesawat dari Jakarta menuju Singapore dulu. Pastikan kita juga punya cukup waktu menuju Marina Bay Cruise Centre Singapore.

  • Biaya transportasi dari Bandara Changi menuju Marina Bay Cruise Centre Singapore.

  • Biaya shore excursions/city tour di kota dalam rute cruise.

  • Pengeluaran pribadi.

  • Seluruh biaya yang tidak tertulis.

~Syarat Booking Genting Dream Cruise


  • Cek ketersediaan kabin dengan menghubungi atau chat admin terlebih dahulu.

  • Siapkan data lengkap sesuai paspor.

  • Informasikan siapa saja tamu dalam satu kabin.

  • Pastikan ada peserta berusia minimal 21 tahun dalam satu kabin.

  • Bagi kamu yang sedang hamil, hanya bisa ikut tour ini maksimal di usia kehamilan 22 minggu serta punya surat keterangan dari dokter yang membolehkan kamu traveling dengan kapal pesiar.

  • Hanya bayi usia 6 bulan ke atas yang diperbolehkan naik kapal pesiar.

  • Jumlah peserta dalam satu kabin maksimal berjumlah 4 orang.


Jika kamu mau berkunjung langsung ke kantor pusat Cheria Holiday, datangi saja alamat di bawah ini,

Alamat   : Gedung Twink Lt. 2, Jl. Kapten P. Tendean No. 82 Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12790.

Telepon  : 021-7900 201 / 021- 700 216 (Hunting)

Fax          : 021- 7918 2408

Email      : info@cheria-travel.com

Website  : www.cheria-travel.com

Itinerary Liburan Romantis dengan Genting Dream Cruise


Liburan romantis naik kapal pesiar mulai 4 jutaan Nyenengin Pasangan nggak harus mahal



Intinya dari liburan romantis ini sebenarnya adalah menghabiskan lebih banyak waktu bersama. Kalau akhirnya bisa sekalian berwisata, tentu saja jauh lebih menyenangkan. Apalagi sambil naik kapal pesiar? Kenapa nggak?

Lantas, apa saja rencana perjalanan kita selama 3 hari 2 malam bersama Genting Dream Cruise dan Cheria Holiday ini, Gaes?

~Rabu


Batas check in cruise kita pada hari pertama pukul 21.00. Kita akan berlayar dengan Genting Dream Cruise dari Marina Bay Cruise Centre Singapore menuju Port Klang pada pukul 23.59.

~Kamis


Cruise sampai di Port Klang pada pukul 12.00. Bagi para peserta yang mengikuti kegiatan shore excursions di Port Klang akan turun dari kapal dan melakukan city tour. Jika kita tidak ikut serta dalam city tour tersebut, cukup bersantai di kapal sambil menikmati fasilitas mewah yang ditawarkan oleh Genting Dream Cruise. Kapal akan kembali berlayar menuju Singapore pada pukul 23.00

~Jumat


Cruise akan tiba di Marina Bay Cruise Centre Singapore pada pukul 12.00. Kita akan melakukan check out dan perjalanan pun berakhir.

Perjalanan yang saya pilih termasuk lumayan singkat dengan tujuan negara tetangga. Harganya terjangkau dan penting bisa menikmati momen menyenangkan bersama si Mas *eaa. Nggak kebayang kita bisa berlibur berdua, naik kapal pesiar pula.

Bagi teman-teman yang ingin menyenangkan pasangan, bisa banget mengajak istri atau suami liburan naik kapal pesiar dengan memilih paket-paket tour cruise yang diberikan oleh Cheria Holiday. Kapan lagi bisa menikmati perjalanan romantis dan unik seperti ini?

Salam hangat,

Featured image: Photo by David Dibert on Pexels

Sumber referensi:

https://www.cheria-travel.com/2018/10/paket-tour-wisata-liburan-dengan-cruise.html

https://www.cheria-travel.com/2019/05/paket-tour-halal-dengan-kapal-pesiar.html

https://www.cheria-travel.com/p/company-profile-pt-cheria.html

https://www.dreamcruiseline.com/


 

Thursday, January 23, 2020

Liburan Romantis Naik Kapal Pesiar Mulai 4 Jutaan? Nyenengin Pasangan Nggak Harus Mahal!

Wednesday, November 20, 2019

Pelestarian Cagar Budaya Indonesia Sebagai Identitas Diri Bangsa Bisa Dimulai dari Lingkup Terkecil

Pelestarian cagar budaya Indonesia



Cagar Budaya adalah warisan budaya yang bersifat kebendaan atau tangible. Dalam artian benda-benda yang termasuk dalam Cagar Budaya haruslah berwujud konkrit, bisa kamu lihat dan raba, serta memiliki massa dan dimensi yang nyata. Salah satu contoh Cagar Budaya Indonesia yang sering kita kunjungi adalah bangunan candi.

Kamu tentu pernah berkunjung ke candi Borobudur yang amat terkenal kemegahannya bahkan tidak hanya di negeri sendiri, namun juga dikenal luas di negara lain. Sebagai orang asli Indonesia, tentu kita ikut merasa bangga. Sebab Cagar Budaya bukan hanya menjadi tempat wisata yang bisa mengundang para wisatawan lokal maupun asing, tetapi juga menjadi identitas diri bangsa, sejarah, dan juga pengetahuan.

Sayangnya, sampai sekarang saya masih merasakan minimnya pengetahuan masyarakat akan pentingnya Cagar Budaya. Kita berkunjung ke objek Cagar Budaya sekadar hanya berkunjung, berfoto selfie, dan tidak lebih daripada itu. Cagar Budaya hanya dijadikan sebuah wisata untuk menyegarkan pikiran dari penatnya rutinitas sehari-hari atau justru hanya dijadikan spot foto menarik untuk mengisi feed Instagram semata. Pernahkah kamu menyadarinya?

Padahal, pelestarian Cagar Budaya tidak boleh lepas dari aspek budaya. Jangan hanya menjadikan Cagar Budaya sebagai tempat yang lekat dengan wisata, karena Cagar Budaya sejatinya menyimpan nilai sejarah yang sangat penting bagi generasi masa depan di negeri kita.

Kurangnya Kesadaran Masyarakat untuk Melestarikan Cagar Budaya



Beberapa tahun lalu, saya hanya mengenal Cagar Budaya sebagai tempat rekreasi. Misalnya saat saya masih tinggal di Kota Malang, di sana ada salah satu Cagar Budaya berupa Candi Kidal yang terletak di desa Tumpang. Saat berkunjung ke sana, saya tidak mengetahui kisah di balik indahnya relief candi Kidal.

Saya dan suami berkunjung sekadar berkeliling melihat-lihat kemudian berfoto di sekitar candi. Tidak ada kesan lebih daripada itu. Saya pikir, orang-orang di sekitar lokasi objek Cagar Budaya candi Kidal pun merasakan hal yang sama. Apalagi bagi orang desa seperti kami, jika tidak bernilai ekonomi, pastilah hanya dianggap ‘pemanis’ saja sehingga tidak ada yang berniat menjaga apalagi melestarikannya.

Tempat itu tidak lebih menarik dari sekadar tempat rekreasi biasa yang seolah tidak mengandung nilai sejarah sama sekali. Penduduk sekitar pun tidak peduli, bahkan ada kejadian sebuah mobil menabrak bangunan candi. Bangunan bersejarah yang seharusnya dijaga dengan baik oleh seluruh masyarakat di sekitar justru diabaikan karena kurangnya pengetahuan mereka tentang pentingnya keberadaan Cagar Budaya tersebut.

Kurangnya edukasi kepada masyarakat membuat objek-objek Cagar Budaya di negeri kita seolah dikesampingkan keberadaannya. Ia kalah oleh megahnya wisata masa kini yang dipenuhi oleh kesenangan belaka. Padahal, jika kita mengenal sejarah dari objek-objek Cagar Budaya, maka terkagumlah kita akan keberadaannya yang masih bisa dilihat hingga saat ini.

Pelestarian Cagar budaya tidak hanya sebatas dilakukan oleh pemerintah semata, sebagai masyarakat kita juga harus ikut berperan aktif melestarikan Cagar Budaya terutama yang ada di sekitar kita sehingga keberadaannya bisa terus dinikmati oleh generasi mendatang. Jangan sampai Cagar Budaya musnah hanya karena ketidakpedulian kita. Betapa mirisnya jika sampai itu terjadi.

Sebagai masyarakat, kita punya kewajiban untuk melestarikan Cagar Budaya dengan cara melindungi dan merawat, mengembangkan, serta memanfaatkannya. Perlindungan terhadap objek Cagar Budaya dimaksudkan agar supaya objek Cagar Budaya terhindar dari kerusakan serta adanya jual beli yang sangat merugikan.

Pengembangan dapat diartikan sebagai upaya untuk menjaga objek Cagar Budaya agar tetap terjaga kualitasnya dan menjaga agar tidak terjadi perubahan dari bentuk aslinya. Sedangkan pemanfaatan Cagar Budaya oleh masyarakat bisa dilakukan dengan meningkatkan partisipasi masyarakat untuk melestarikan Cagar Budaya baik untuk kepentingan pendidikan, ekonomi, atau meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri.

Dalam hal ini, menjadi begitu berat jika masyarakat sendiri tidak memahami pentingnya Cagar Budaya sehingga tidak terbangun nilai kesadaran untuk menjaganya. Padahal, pemerintah tentu tidak bisa sendirian mengurus dan merawat objek-objek Cagar Budaya yang ada di negeri kita.

Peran aktif kita sekecil apa pun bisa membantu pemerintah untuk menjaga Cagar Budaya di Indonesia, sehingga nilai sejarah yang sejatinya menjadi identitas diri bangsa tidak akan hilang, bahkan seharusnya dapat dilihat dan dipelajari oleh generasi masa kini hingga masa depan tanpa terkecuali. Lantas apa saja yang bisa kita lakukan untuk ikut berperan aktif dalam melestarikan dan merawat Cagar Budaya agar tidak musnah?

1. Wisata Edukasi ke Objek Cagar Budaya Indonesia


Kita bisa mengedukasi orang-orang terdekat kita terutama keluarga sendiri. Anak-anak adalah masa depan bangsa yang tentunya harus mengetahui sejarah bangsanya sendiri. Setelah tinggal dan menetap di Jakarta, saya jadi sering mengajak anak-anak berwisata edukasi mengunjungi Kota Tua sambil naik KRL.

Wisata edukasi yang kami lakukan memang sangat sederhana, yakni memperkenalkan objek Cagar Budaya yang letaknya tidak terlalu jauh dari tempat kami tinggal. Kegiatan sederhana ini bisa kita lakukan sambil menceritakan sejarah di balik berdirinya Kota Tua yang begitu istimewa.

Ketika mudik ke Kota Malang, kami sempatkan berkunjung ke candi Kidal yang letaknya tidak terlalu jauh dari tempat tinggal kami. Mereka begitu antusias melakukan wisata edukasi karena mengetahui banyak kisah menarik di balik relief-relief candi Kidal. Andai mereka tidak mengerti dan memahami sejarahnya, sudah pasti perjalanan kami hanya sebatas melihat bangunan kuno yang tidak ada artinya.

Maka tugas kitalah sebagai orang tua untuk mengenalkannya kepada anak-anak. Jangan sampai mereka lebih paham sejarah bangsa lain ketimbang bangsanya sendiri. Jangan sampai mereka lebih senang melihat budaya negara lain ketimbang budaya Indonesia yang begitu kaya.

Jika kita punya waktu luang, jangan ragu untuk mengajak anak-anak berkeliling melihat objek Cagar Budaya di kota lain. Saya percaya, anak-anak akan bangga dengan apa yang dilihat andai mereka mengerti nilai sejarah di balik objek Cagar Budaya itu sendiri. Bagaimana menurut kamu?

2. Edukasi Lewat Buku Cerita tentang Cagar Budaya


Beberapa hari yang lalu, salah satu buku antologi saya bertema Cagar Budaya telah terbit dan sampai di rumah dengan selamat. Saya sangat bersyukur bisa menjadi salah satu di antara sekian banyak penulis yang ikut menyumbangkan cerita menariknya dalam buku bertema Cagar Budaya ini.

Lewat buku semacam ini, kita bisa mengenalkan lebih banyak objek Cagar Budaya kepada anak-anak. Diceritakan dengan bahasa sederhana dan menarik, pastinya akan membuat pengetahuan mereka semakin luas sehingga ke depannya kita harap mereka bisa lebih mencintai Cagar Budaya serta dapat menularkan pengetahuan yang dimilikinya kepada teman-temannya yang lain.

Saya berharap, anak-anak tidak hanya mengerti wisata masa kini yang penuh dengan hiburan semata, mereka juga harus mengetahui lebih detail tentang sejarah bangsanya sendiri. Tanpa mengenal budaya negerinya dengan lebih lekat, mustahil mereka bisa mencintai negerinya dengan mendalam. Sedangkan budaya dari luar terus menjejali pikiran mereka dengan hal-hal baru. Kita tidak bisa tinggal diam dan hanya berpasrah diri. Banyak cara sederhana bisa kita lakukan untuk meningkatkan kecintaan mereka terhadap warisan budaya Indonesia.

Jika kita tidak memiliki buku cerita tentang Cagar Budaya, dengan mudah kita bisa mencarinya di internet. Berseluncur ke dunia maya bisa memberikan banyak manfaat asal dilakukan dengan tepat. Bantu mereka mengenal lebih banyak sejarah dari objek-objek Cagar Budaya yang ada di negeri sendiri. Kisah-kisah ajaib di balik objek Cagar Budaya tidak kalah menarik dari dongeng yang sering mereka baca setiap menjelang tidur.

Saya sendiri merasa amat menyesali keterlambatan dalam memahami pentingnya melestarikan dan merawat Cagar Budaya sehingga kunjungan saya sebelum-sebelumnya hanya demi melihat dan berfoto selfie saja. Saya tidak ingin anak-anak seburuk saya dalam memahami pentingnya Cagar Budaya. Saya harap mereka bisa lebih baik dari saya dalam mencintai sejarah bangsanya sendiri. Dan saya bisa memulainya dengan tindakan kecil semacam ini.

3. Bantu Edukasi Anak-anak untuk Ikut Berperan Aktif Merawat dan Melindungi Cagar Budaya


Pernah melihat objek Cagar Budaya yang rusak oleh tangan jahil masyarakat sendiri? Rasanya gemas bukan main, ya karena untuk menemukannya saja butuh waktu yang tidak sebentar. Sedangkan mereka yang tidak memahami pentingnya Cagar Budaya dengan seenaknya merusak misalnya dengan mencoret, mengambil sebagian atau sengaja merusaknya tanpa rasa iba.

Kita bisa mengedukasi anak-anak supaya mereka ikut berperan aktif melindungi Cagar Budaya sehingga tidak ada keinginan untuk merusaknya. Mereka yang tanpa berat hati merusak Cagar Budaya sudah pasti belum memahami apalagi mencintai warisan budaya negerinya sendiri sehingga dengan seenaknya melakukan hal-hal yang amat merugikan.

Maka peran kita sebagai masyarakat bisa kita mulai dari lingkup terkecil yakni keluarga terutama kepada anak-anak. Saya percaya, apa yang kita ajarkan kepada mereka akan melekat dalam hati dan bisa menumbuhkan kepedulian mereka sehingga tidak ada keinginan untuk melakukan hal-hal yang merugikan bangsa kita.

Andai kita tidak mampu melakukan perubahan besar, maka lakukanlah hal kecil yang bisa bermanfaat bagi pelestarian Cagar Budaya Indonesia. Saya pikir tidak ada hal paling mudah selain saling mengedukasi orang-orang terdekat kita. Andai semua orang melakukannya, bukankah akan ada lebih banyak lagi generasi muda yang peduli dengan Cagar Budaya? Andai bisa diterapkan oleh semua orang, pastilah Cagar Budaya bisa terus dilestarikan sehingga tidak musnah tertelan zaman atau kalah dengan wisata masa kini yang begitu menggoda.

Sudahkah kita memahami pentingnya Cagar Budaya sebagai identitas diri bangsa? Saya sudah. Bagaimana dengan kamu?

Salam hangat, 

Wednesday, November 20, 2019

Pelestarian Cagar Budaya Indonesia Sebagai Identitas Diri Bangsa Bisa Dimulai dari Lingkup Terkecil

Thursday, October 10, 2019

7+ Tips Berwisata Halal ke Australia Bersama Si Kecil

wisata halal australia



Memangnya bisa traveling sambil membawa si kecil juga? Ke Australia? Apa nggak kejauhan, tuh? Traveling dengan membawa serta anak-anak usia balita pasti bukan hal mudah. Tapi, kalau kita titipkan mereka kepada kakek dan neneknya, liburan kita pun jadi nggak asyik lagi dong. Mau happy-happy-an malah kepikiran anak di rumah, sedang apa, ya, mereka? Apa mereka sudah makan? Apa mereka sudah tidur siang? Dan seabrek kekhawatiran lainnya yang bisa merusak momen menyenangkan selama liburan berlangsung.

Buat saya pribadi yang terbiasa mengurus anak-anak sendiri, meninggalkan mereka selama liburan ke luar negeri rasanya bukan hal mudah. Meski membayangkan harus membawa koper banyak dan amunisi penuh, tetap saja saya memilih membawa serta anak-anak ketika liburan.

Pengalaman selama traveling ke luar negeri bersama anak-anak memang kenyataannya penuh dengan drama. Kadang mereka yang biasanya anteng dan tidak suka digendong, tiba-tiba jadi manja dan nempel seperti perangko. Pernah juga Dhigda menangis di pesawat dalam perjalanan panjang kami selama hampir 13 jam. Kebayang nggak, sih, dia nangis kenceng sampai muntah-muntah hanya karena ingin bermain air di wastafel toilet pesawat? Sedangkan saat itu kita dalam posisi mau landing. Alhasil suami harus memaksanya tetap duduk meski akhirnya membuat seisi pesawat panik, dikira dia sakit telinga karena tekanan udara di dalam pesawat...hiks.

Tapi, tanpa mereka, liburan saya ke luar negeri tak akan sempurna. Wajarlah kalau anak-anak kadang cranky apalagi si Dhigda yang masih usia empat tahun. Jadi, meski harus kerepotan dua kali lipat karena membawa anak-anak, saya dan suami tetap sepakat bahwa liburan ke mana pun nggak boleh ninggalin mereka di rumah. Lagian, yang mau jagain mereka siapa secara kakek neneknya di kampung...hihi.

Setelah sebelumnya pernah traveling rame-rame ke Turki, kali ini kami ingin mengunjungi negara  yang lebih dekat dengan Indonesia. Yups! Australia. Meskipun penduduknya bukan mayoritas muslim, tetapi Australia punya banyak fasilitas ramah muslim, lho. Salah satunya yang ada di Australia Barat atau Western Australia.

Western Australia dengan ibukota Perth ini merupakan negara bagian yang ditinggali oleh bermacam-macam penganut agama, termasuk di dalamnya umat Islam. Kita nggak perlu khawatir ketika berkunjung ke sana, karena Australia sangat terbuka bagi semua orang. Nggak perlu takut menjadi minoritas di sana, insya Allah kita akan aman selama berlibur nanti.

Di Perth, ada lebih dari 40 ribu muslim tinggal di sana. Soal fasilitas, sudah pasti sangat memadai, termasuk fasilitas tempat ibadah bagi muslim seperti kita. Enaknya jalan-jalan ke negara yang ramah muslim ya seperti ini, kita nggak perlu khawatir ketika akan shalat atau mencari makanan halal. Karena di Perth, kita bakalan dengan mudah menemukan restoran dengan sertifikat halal. Masya Allah. Contohnya Chee Tayeb yang menyediakan makanan khas Timur Tengah bahkan hingga makanan sehat bebas gluten sekalipun tersedia di tempat ini.

Kalau mau shalat, kira-kira kita bisa menemukan masjid dengan mudah nggak, sih? Jika kebetulan kamu berada di Australia Barat, kamu bisa mengunjungi masjid Perth yang merupakan masjid tertua di kota ini. Dibangun pada tahun 1905, masjid ini bukan hanya layak dijadikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga bisa menjadi wisata halal menyenangkan bagi muslim yang ingin mengetahui sejarahnya secara lebih detail.

Selain masjid Perth, kamu juga bisa menjumpai masjid-masjid lainnya, lho. Jadi, soal ibadah terutama shalat lima waktu, sepertinya tidak perlu dirisaukan apalagi sampai bikin migren segala, ya? Hehe. Insya Allah negara ini sangat layak kita jelajahi tanpa khawatir dengan status kita sebagai seorang muslim.

Inilah alasan kenapa saya dan suami ingin sekali berlibur ke sana, menikmati keelokan alam Australia serta mengajak si kecil mengenal dan melihat langsung hewan-hewan khas Australia yang selama ini hanya bisa mereka lihat di layar televisi saja. Pasti seru banget, kan?

Lantas apa saja yang bisa kita siapkan sebelum keberangkatan hingga beberapa hari selama menginap di Australia?


1. Rencanakan Liburanmu dengan Matang


Jangankan untuk liburan ke luar negeri seperti Australia, untuk liburan yang dekat-dekat saja kita butuh merencanakannya dengan baik, mulai dari budget hingga tempat-tempat wisata yang akan kita kunjungi. Riset beberapa tempat wisata yang ada di Australia dapat dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya.

Kalau tidak mau dipusingkan dengan hal semacam itu, ada baiknya kita menggunakan travel agent. Meski harus menambah budget lagi, tetapi setidaknya perjalanan kita akan lebih terjamin kenyamanannya. Apalagi jika kita pergi bersama anak-anak, fokus kita mending untuk mereka saja, tidak perlu dipusingkan dengan aktivitas mencari hotel atau memilih wisata halal yang tepat selama di Australia nanti.


2. Membawa Pakaian Esktra untuk Anak-anak



Kalau liburannya hanya berdua bersama pasangan, membawa pakaian secukupnya sepertinya masih masuk akal, ya? Tapi, kalau sudah membawa anak-anak liburan juga, kira-kira bisa nggak, ya, kita membawa pakaian secukupnya alias paling banyak satu koper? Sepertinya sangat tergantung dari seberapa besar usia anak yang kita ajak liburan.

Anak-anak saya tipe orang yang mudah sekali muntah. Apalagi si sulung, bahkan ketika dia salah makan makanan yang tidak disukainya saja, dia bisa muntah. Begitu juga dengan adiknya. Intinya, saya mungkin akan kesulitan membawa baju sedikit buat anak-anak, tetapi untuk saya dan suami, sepertinya masih bisa dikurangi.

Minimal kami akan melakukan perjalanan selama kurang lebih delapan hari. Kira-kira bawa bajunya seberapa banyak, ya? Buat saya, membawa beberapa setel pakaian yang bisa dipadu padankan dengan lainnya adalah pilihan yang tepat untuk menghemat baju. Meskipun membawa anak-anak, kita juga harus tampil stylish juga dong...hihi. Supaya koper nggak penuh dengan pakaian dan aksesoris emaknya, ada baiknya kita pintar-pintar memadukan beberapa busana.

Buat yang berhijab, sebaiknya pilih bahan hijab yang tidak mudah kusut sehingga kita tidak akan kerepotan selama berlibur. Iya, kali sambil bawa anak-anak yang heboh lari-larian ke sana kemari kita masih dipusingkan juga dengan hijab-hijab yang kusut? Saya pribadi lebih nyaman memakai hijab instan asal menutup dada, karena ada kemungkinan juga kita bakal menggendong anak-anak. Jadi, hijab tetap di posisi yang pas meski dijambakin sama mereka...hihi.

Jangan lupa juga membawa perlengkapan musim dingin seperti jaket khusus dan sejenisnya. Pengalaman berlibur saat musim dingin memang butuh persiapan ekstra, ya. Nggak boleh sok tahan sama dingin karena dinginnya di negara kita akan sangat berbeda dengan musim dingin di negara empat musim seperti di Australia.


3. Jangan Lupa Siapkan Obat-obatan Lengkap


Selain membawa obat-obatan wajib bagi kita sendiri, jangan lupa juga membawa obat-obatan khusus untuk anak-anak. Terutama jika memiliki riwayat sakit tertentu, ada baiknya kita menyiapkan segala kemungkinan yang bisa saja terjadi di sana.

Misalnya anak-anak saya, keduanya ada riwayat kejang demam, bahkan Alby mengalaminya sejak usia 2 tahun hingga 6 tahun. Dengan riwayat kejang demam seperti ini, saya tidak pernah lupa membawa obat penurun demam serta obat kejang seperti stesolid rektal yang akan sangat berguna digunakan ketika mereka kejang. Intinya, sedia payung sebelum hujan!

4. Sedia Mata Uang AUD Saat Berwisata Halal ke Australia


Iyess! Di Australia, kita akan menggunakan mata uang Dolar Australia (AUD). Sebelum keberangkatan, sudah seharusnya kita menukar uang rupiah dengan mata uang AUD. Sebagai persiapan ketika nanti tiba-tiba dibutuhkan. Di sana, kita memang bisa menukar rupiah dengan AUD, tetapi pengalaman selama traveling bersama anak-anak, kadang kita sudah nggak sempat melakukan itu, keburu riweh, euy...hehe.


5. Membawa Bekal Makanan Terutama untuk Si Kecil


Karena anak-anak saya pemilih banget soal makan, setiap kami pergi jauh terutama ketika traveling dan liburan ke luar negeri, saya tidak lupa membawa bekal makanan kesukaan mereka. Misalnya saja abon atau makanan lain yang bisa bertahan selama kita berada di negeri orang. Karena selama traveling, kita akan menghabiskan banyak waktu di luar, istirahat akan dilakukan secukupnya, maka penting menjaga asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh demi menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit selama liburan berlangsung. Ya, meski makanan di Australia tampaknya enak-enak di lidah kita, tapi, tetap tidak ada salahnya jika kita membawa sedikit bekal terutama bagi anak-anak.

Selain itu, jangan lupa juga membawa botol minum sendiri. Saya biasa membawa botol minum sendiri setiap melakukan perjalanan terutama ke luar negeri. Dengan cara ini kita bisa berhemat, lho. Di Australia, kita bisa mengisi minuman dari tap water atau water fountain. Katanya, tap water yang ada di sana semisal di Sydney bisa diminum dengan aman. Jadi, kita nggak perlu khawatir. Cukup perhatikan saja informasi yang diberikan di sana, kita akan tahu apakah air tersebut dapat diminum langsung atau tidak.


6. Stopkontak Listrik di Australia

 
Meski mungkin poin ini tampak remeh, tetapi kita perlu memastikan bahwa nanti tidak akan kesulitan mengisi baterai kamera ataupun smartphone. Di Australia umumnya memakai stopkontak tiga pin yang tidak sama dengan yang kita gunakan di Indonesia. Maka, kita butuh adaptor supaya nanti tidak kesulitan lagi saat mengisi batera kamera atau smartphone. Sebelum menutup koper, jangan lupa selipkan travel adapter, ya!


7. Riset Tempat-tempat yang Ingin Dikunjungi Selama Berwisata Halal ke Australia



Poin ini memang penting banget. Jangan sampai setelah menabung sekian lama untuk berlibur bersama, kita malah nggak tahu wisata yang mau dikunjungi ketika pergi ke Australia. Di Australia banyak banget wisata yang menarik, mulai dari Sydney Opera House yang menjadi icon negara Australia, berwisata sejarah ke The Rock di kota Sydney, mengunjungi Brisbane, bersenang-senang di kota Gold Coast atau kita bisa mengunjungi Dreamworld Theme Park. Anak-anak juga pasti seneng banget kalau diajak berwisata ke Queensland dan berfoto bersama koala.

Sekali lagi, jika kita merasa kesulitan mengurus semua sendiri, saya sangat menyarankan untuk menggunakan travel agent. Pengalaman saat traveling sebelumnya pun saya merasa sangat terbantu dengan cara seperti ini. Travel agent bisa membuat perjalanan kita lebih mudah dan nyaman.


8. Pilih Cheria Halal Wisata Tour Travel untuk Menemani Perjalanan Selama di Australia



Masa, sih, kita mau mengurus semua sendiri? Mengurus anak-anak yang lincahnya Masya Allah aja sudah bikin ngelus dada. Jadi, selama berlibur ke Australia, saya pribadi lebih menyarankan teman-teman untuk menggunakan travel agent demi kenyamanan saat liburan. Saya rekomendasikan teman-teman menggunakan Cheria Halal Wisata Tour Travel.

Cheria hadir sejak tahun 2012 dalam rangka memenuhi kebutuhan para traveler muslim yang berencana melakukan perjalanan ke berbagai negara bahkan ke negeri nonmuslim sekalipun. Dengan Cheria, perjalanan kita akan lebih nyaman karena kita tidak perlu khawatir dengan menu-menu yang disajikan di tempat-tempat yang akan dikunjungi, insya Allah kita bakalan mendapatkan menu halal yang bikin kenyang dan tenang.

Tidak hanya untuk perjalanan ke luar negeri, layanan Cheria mancakup juga semua kebutuhan paket tour bagi muslim di dalam negeri juga, termasuk menyediakan tiket, hotel, visa, dan kebutuhan lainnya.

Kabar baiknya, Cheria juga menyediakan paket tour wisata muslim ke Australia, lho! Girang banget, kan, saya secara kami sedang merencanakan liburan ke sana dalam waktu dekat ini, Insya Allah.

Semoga beberapa tips ini bermanfaat terutama bagi teman-teman yang berniat membawa anak-anak saat liburan ke Australia. Yuk, traveling nyaman dan menyenangkan bersama keluarga!

Salam,

 

Thursday, October 10, 2019

7+ Tips Berwisata Halal ke Australia Bersama Si Kecil

Friday, September 6, 2019

Siap Untung Hadapi Harbolnas dengan Jualan Online di Blibli.com

Siap Untung Hadapi Harbolnas dengan Jualan Online di Blibli.com



Nggak terasa, kita sudah memasuki bulan September di tahun 2019. Nggak ada salahnya jika dari sekarang kita sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut Harbolnas di bulan Desember tahun ini. Terutama bagi para seller yang ingin sukses meraup banyak keuntungan dan memaksimalkan momen Harbolnas. Emangnya apa, sih, Harbolnas itu?


Harbolnas adalah Hari Belanja Online Nasional di mana kegiatan ini selalu diadakan setiap tahunnya pada tanggal 12 Desember sejak 2012 silam. Kegiatan yang selalu dinanti oleh masyarakat Indonesia ini diadakan bersama lebih dari 250 e-commerce di Indonesia, lho. Tak terkecuali Blibli.com.


Di era digital seperti sekarang, semua orang memanfaatkan teknologi demi mempermudah transaksi sehari-hari. Termasuk untuk berbelanja segala kebutuhan hidup. Mulai dari hal paling remeh seperti sabun mandi dan make up, sampai busana dan tas branded. Mengingat antusias masyarakat begitu besar dalam event tahunan Harbolnas, tidak ada salahnya para seller mulai mempersiapkan dengan matang semua produk yang nantinya akan dijual di Blibli.com.


Jualan online memang semakin banyak untungnya mengingat orang di zaman sekarang maunya serba mudah dan praktis. No ribet, no macet, apalagi pusing muterin mall. Adanya toko online menjadi solusi bagi sebagian besar masyarakat yang nggak mau repot demi memenuhi kebutuhan hidup. Sudah hemat waktu, hemat tenaga, dapat gratis ongkir dan diskon pula. Kalau hidup bisa dipermudah, kenapa harus dipersulit?




Mengingat hampir semua orang senang belanja online, tidak salah jika Harbolnas menjadi salah satu event yang tidak hanya ditunggu oleh para buyer, tetapi juga para seller. Tapi, rupanya tidak semua seller siap menghadapi lonjakan pesanan di Harbolnas. Ada yang bahkan kehabisan produk, nggak siap tenaga, dan banyak kendala lainnya.


Coba lakukan beberapa hal berikut untuk mempersiapkan datangnya Harbolnas, jangan sampai kamu kelabakan dengan banjirnya pesanan atau justru malah tokomu sepi dan jarang dikunjungi? Coba, deh, beberapa tips mudah berikut!



1. Siapkan Tokomu dengan Produk-produk yang Sedang Diminati


Kalau mau untung nggak tanggung-tanggung, mulai sekarang sebaiknya kamu mulai mempelajari pasar, kira-kira produk apa yang laku dicari oleh para pembeli terutama saat Harbolnas nanti. Selain murah meriah, orang-orang juga memikirkan faktor manfaat dari barang yang akan dibeli. Nggak asal murah, tetapi nggak berguna, lantas buat apa?


So, cari tahu mulai dari sekarang dan siapkan produk-produk terbaik di tokomu.


2. Buat Deskripsi yang Jelas dan Mudah Dimengerti


Ketika saya berbelanja online, selain melihat foto produk yang jelas dan cantik, saya juga akan menuju kolom deskripsi produk. Membaca detail barang yang akan saya beli adalah sebuah keharusan, jangan sampai saya salah memesan barang mengingat toko online nggak bisa dijangkau tangan.


Deskripsi produk yang detail dan jelas menjadi poin penting yang harus kamu perhatikan. Jangan sampai pembeli datang dan kemudian pergi lagi tanpa membeli hanya karena kamu malas memasukkan deskripsi produk yang jelas di sana. Rugi banget, kan, kalau sampai itu terjadi? Kalau pembeli sudah percaya, nggak ada alasan lagi untuk menunda berbelanja di toko kamu, deh.

3. Pelajari Fitur Toko Online di Blibli.com


Supaya kamu bisa cepat tanggap dengan semua notifikasi yang baru masuk, sebaiknya kamu pelajari dengan betul fitur-fitur keren yang telah disediakan oleh Blibli.com. Semua ini harus dilakukan demi mempermudah pekerjaanmu saat menerima pesanan dan memprosesnya nanti. Nggak lucu juga, kan, kalau pembeli sampai kabur hanya karena kamu terlambat melayani mereka?

4. Siapkan Tenaga Kerja Tambahan


Kalau perlu, kamu siapkan tenaga kerja tambahan yang nanti diharapkan bisa membantu mengurusi semua kesulitanmu saat menerima pesanan. Harbolnas adalah momen yang ditunggu semua orang, jadi, kebayang berapa banyak orang yang akan order produk-produk di tokomu nanti. Jangan sampai orderan mereka terlambat dilayani hanya karena kamu kekurangan tenaga. Yuk, persiapkan orang-orang terbaik yang akan membantumu supaya orederan para pembeli bisa tetap dilayani dengan efektif sesuai harapan mereka.


5. Persiapkan Stok Produk


Daripada kehabisan barang, mending kamu persiapkan dengan maksimal beberapa produk yang dijual terutama produk-produk unggulan yang menjadi incaran banyak orang. Ketersediaan stok di tokomu juga harus selalu kamu konfirmasi sehingga orang-orang tidak kecewa ketika barang yang diinginkan ternyata sudah habis aja. Berikan pelayanan terbaik. Kepercayaan itu penting banget, lho. Karena banyak orang akhirnya kapok belanja di toko tertentu karena merasa dibohongi meski dengan hal-hal sepele.

6. Pastikan Harga Promo



Harbolnas adalah hari yang ditunggu dengan diskon yang nggak tanggung-tanggung dari hampir semua e-commerce. Salah satu hal yang perlu kamu persiapkan untuk menyambut Harbolnas bersama Blibli.com adalah dengan memastikan harga produk setelah diskon. Berikan harga terbaik dan bersaing. Karena pembeli akan membandingkan harga barang di tokomu dengan toko sebelah.


7. Pastikan Koneksi Internetmu Stabil


Poin terakhir menjadi tak kalah penting mengingat para seller di Blibli.com sedang berjualan online di mana keberadaan internet sangat dibutuhkan dan menjadi yang utama. Kalau sampai koneksi internetmu tidak stabil, maka semua pesanan yang masuk mustahil bisa kamu konfirmasi dan kamu layani dengan maksimal. So, dari sekarang cobalah cari solusi andai internet yang kamu gunakan nggak bisa berfungsi maksimal.


Itulah beberapa tips bagi para seller di Blibli.com yang ingin mempersiapkan diri menyambut datangnya Harbolnas yang diadakan setiap tahunnya pada tanggal 12 Desember. Sudahkah kamu mempersiapkan semua poin yang disebutkan di atas?


Jangan sampai kamu kelabakan dengan banjirnya pesanan karena Blibli.com juga turut meramaikan datangnya Harbolnas tahun 2019 ini. Yuk, dapatkan untung nggak tanggung-tanggung bersama Blibli.com!


Salam,

Friday, September 6, 2019

Siap Untung Hadapi Harbolnas dengan Jualan Online di Blibli.com

Thursday, September 5, 2019

Keutamaan Wakaf Bagi Umat Islam dan Kemudahan Berwakaf di Era Digital

Keutamaan Wakaf Bagi Umat Islam dan Kemudahan Berwakaf di Era Digital


Rasulullah saw bersabda, “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang shalih.” (HR. Muslim)

Sedekah jariyah merupakan amalan yang manfaatnya tidak pernah terputus sekalipun orangnya telah meninggal dunia. Termasuk juga di dalamnya wakaf. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan pengertian wakaf adalah tanah negara yang tidak dapat diserahkan kepada siapa pun dan digunakan untuk tujuan amal.
Di dalam kitab Minhah Al-‘allam disebutkan pengertian wakaf adalah menahan bentuk pokok dan menjadikannya sebagai amal di jalan Allah dengan niat ikhlas demi mendekatkan diri kepada-Nya.

Bagi umat Islam, wakaf merupakan amalan yang bernilai pahala besar di sisi Allah. Sebab pahala bagi orang yang berwakaf tidak hanya bisa didapat selama dia masih hidup di dunia, melainkan ketika meninggal juga. Semakin banyak orang yang terbantu dan merasa mendapatkan manfaat dari harta yang diwakafkan, maka semakin besar pula pahalanya. Masya Allah.

Wakaf telah disyari’atkan sejak Rasulullah saw masih hidup kemudian dilanjutkan oleh para sahabat. Dikisahkan dalam sebuah hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim, bahwa sahabat Umar bin Khattab pernah mendapatkan sebidang tanah di Khaibar, kemudian beliau menghadap kepada Rasulullah saw demi mendapatkan petunjuk dari beliau. Umar ra menceritakan kejadian yang dialaminya. Kemudian Rasulullah saw bersabda,

“Kalau engkau mau, kau tahan pohonnya dan sedekahkan buah (hasilnya).”

Lalu Umar ra mewakafkan tanah miliknya dengan syarat pohonnya tidak boleh dijual, diwariskan, atau dihadiahkan. Hasil dari pohon tersebut akhirnya disedekahkan kepada fakir miskin, para musafir yang kehabisan bekal, para budak, orang-orang yang berjuang di jalan Allah, dan kerabat yang membutuhkan. Pengurus wakaf tetap diizinkan mengonsumsi dan memanfaatkan hasil dari pohon tersebut sebaik-baiknya dan boleh baginya memberikan buahnya kepada teman-temannya yang kurang mampu.

Wakaf sebaiknya diambil dari harta terbaik yang kita punya. Andai kita tidak mampu mewakafkan tanah sebagai masjid, tempat pendidikan, atau sejenisnya, maka wakafkan harta yang kita miliki seperti Alquran yang diserahkan ke masjid. Banyak hal bisa dilakukan asalkan ada niat. Jangan ragu bertanya kepada orang-orang berilmu (‘alim) yang mengetahui ke mana sebaiknya kita memanfaatkan harta supaya lebih banyak mendatangkan maslahat di kemudian hari.

Allah menitipkan harta kepada kita tidak lain di dalamnya juga terdapat hak orang lain. Andai kita tidak pernah merasa cukup dengan apa yang kita punya, maka berkacalah kepada orang-orang di sekitar kita yang kondisinya lebih membutuhkan. Banyak-banyak bersyukur akan melapangkan hati. Terlalu banyak keinginan adalah menusiawi, tetapi tidak semua keinginan harus dituruti. Mumpung masih diberi kesempatan untuk menghirup udara segar selama di dunia, mari manfaatkan harta yang kita punya untuk orang-orang yang membutuhkan.

Sehebat apa pun kita, andai kita tidak bisa memberikan manfaat kepada orang lain, maka hidup tidak akan berarti apa-apa. Orang-orang tidak akan mengenal kita karena kita kaya raya dan berharta, mereka akan mengenal kita dari seberapa besar kita memberikan manfaat bagi mereka, dari seberapa sering kita mampu meringankan beban mereka. Harta kekayaan tidak berarti jika hanya didekap sendiri. Cobalah belajar melepaskan, belajarlah mengikhlaskan dengan cara yang benar seperti yang diajarkan di dalam agama Islam. Salah satunya dengan berwakaf.

Di zaman sekarang, banyak orang mewakafkan tanah miliknya demi kemaslahatan orang banyak. Sebenarnya tanah wakaf bisa dimanfaatkan untuk apa saja?


Manfaat Tanah Wakaf Bisa Digunakan untuk Kemaslahatan Umat


Tanah yang telah diwakafkan tidak lagi menjadi milik pewakaf. Tanah tersebut bisa dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat, tidak hanya untuk membangun masjid, bisa juga untuk membangun sekolah, rumah sakit, serta fasilitas kesehatan yang dibutuhkan.

Dilarang memanfaatkan tanah wakaf untuk kemaksiatan seperti membangun diskotek, tempat perjudian, atau sejenisnya. Hal ini tentu sangat bertentangan dengan hukum disunahkannya wakaf di mana wakaf sejatinya akan mengalirkan pahala tanpa terputus bagi sang pewakaf. Andai harta yang diwakafkan justru dipakai untuk maksiat, sudah tentu bukan lagi pahala yang didapatakan, melainkan sebaliknya.

Tanah wakaf bisa dimanfaatkan untuk mengentas kemiskinan. Di negara kita, jumlah kemiskinan tetap ada setiap tahunnya. Mulai dari orang miskin, pengangguran, anak-anak putus sekolah, hingga kurangnya lapangan pekerjaan menjadi masalah yang tidak pernah usai.

Wakaf disebut bisa membantu menyelesaikan permasalahan tersebut, minimal bisa mengurangi angka kemiskinan dan membantu anak-anak yang putus sekolah. Tanah wakaf yang dimanfaatkan dengan maksimal sejatinya akan memberikan dampak baik bagi banyak orang, termasuk mereka yang membutuhkan.

Sudah saatnya kita ikut aktif berperan serta membantu saudara-saudara kita di Indonesia supaya mereka mampu menikmati haknya sebagai warga negara, baik kehidupan yang layak serta pendidikan sesuai jenjang usia. Masihkah kita ragu untuk berwakaf?

Kemudahan Berwakaf di Era Digital

Setelah memahami keutamaan bagi orang yang mau berwakaf, insya Allah banyak orang yang akhirnya menginginkan mewakafkan harta miliknya untuk tujuan amal demi mendekatkan diri kepada Allah. Tapi, apakah semudah itu mewakafkan harta milik kita untuk kemaslahatan umat?

Di era digital seperti sekarang, semua orang merasa sangat dimudahkan saat melakukan banyak transaksi. Termasuk juga untuk berwakaf. Saat ini banyak sekali aplikasi wakaf yang diluncurkan demi memudahkan seseorang untuk berwakaf. Wakaf online memang sedang nge-trend, lho. Kita bisa berwakaf di mana pun dan kapan pun. Benar-benar sangat memudahkan niat baik kita demi mengentas kemiskinan di negeri sendiri.

Tapi, perhatikan juga lembaga pengelola wakaf (nazhir) yang kita pilih, jangan asal berwakaf. Nazhir adalah lembaga pengelola wakaf yang terdaftar di Badan Wakaf Indonesia atau BWI. Mereka menerima harta benda dari para pewakif yang nantinya akan dikelola dan dikembangkan sebagaimana mestinya.

Profesionalitas nazhir sangat menentukan ke mana harta wakaf akan digunakan. Tugas nazhir di antaranya adalah mengelola serta mengambangkan harta wakaf untuk kebermanfaatan yang lebih besar, melindungi serta mengawasi harta wakaf, dan tidak kalah penting, nazhir harus melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada BWI.

Adanya wakaf online memang memudahkan kita yang hidup di masa kini. Di mana teknologi bisa dimanfaatkan untuk sebanyak mungkin menjangkau para pewakif yang ingin berwakaf tanpa hambatan. Rasanya sudah saatnya kita pun ikut berpartisipasi dalam ibadah yang disunahkan oleh Rasululullah saw ini. Kalau bukan sekarang, kapan lagi? 
Salam,

Thursday, September 5, 2019

Keutamaan Wakaf Bagi Umat Islam dan Kemudahan Berwakaf di Era Digital