Monday, August 28, 2017

Chiffon Pandan Tepung Beras

Membayangkan membuat chiffon atau cake lain kayaknya ribet banget, yaa. Belum lagi kalau harus memisahkan putih telur dengan kuning telur. Mengaduk lipat dan yang pasti groginya nggak ketulungan karena takut gagal.

Tenang. Saya juga begitu, kok. Soalnya saya sendiri sangat tidak jago membuat cake, bahkan memasak pun baru tertarik beberapa bulan terakhir ini. Hihi. Jangan diketawain, ya. Biar saya sendiri yang ketawa…hihi.


Meskipun membuat cake dan chiffon itu agak susah, tapi tetap saja selalu menggoda ketika melihatnya. Betul, ya? Kalaua da yang posting resep cake, pastilah begitu tertarik dan pengeen banget nyoba bikin walaupun di rumah kurang menyukai yang namanya cake-cake segala macam. Lebih laris bikin roti. Sekali bikin, sehari itu juga lenyap…haha.


Tapi, buat kamu dan kamu yang pengen banget nyoba bikin chiffon antigagal apalagi buat pemula, maka saya rekomendasikan resep chiffon tepung beras satu ini. Yup, chiifon ini resepnya dari ci yNy ci Cookpad. Bikinnya gampang karena semua kocok jadi satu. Jadi nggak khawatir putih telur pecah dan bantet. Gimana, mau coba?


Bahan:


3 butir telur, pisah kuning dan putihnya

90gr tepung beras

1 bungkus santan kara 65ml

40ml minyak goreng

100gr gula pasir

Secukupnya pasta pandan

Sedikit garam

Cara membuat:


1.      Panaskan oven suhu 180’C

2.      Mixer putih telur dan garam sampai berbusa. Lalu masukkan gula pasir jadi tiga tahap sambil terus dimixer dengan kecepatan tinggi sampai kaku atau soft peak

3.      Turunkan kecepatan jadi sedang. Masukkan kuning telur satu persatu. Mixer asal tercampur saja jangan lama-lama.

4.      Masukkan santan, minyak dan pasta pandan. Mixer kecepatan rendah asal rata. Jangan over mix.

5.      Masukkan tepung beras. Mixer sampai rata dan stop.

6.      Tuang adonan dalam loyang. Goyang ke kanan dan kiri. Hentakkan dua sampai tiga kali pelan saja supaya gelembung udaranya hilang.

7.      Panggang suhu 180’C selama 35-40 menit tergantung oven masing-masing ya.

8.      Keluarkan dari oven. Tes tusuk jika ragu. Dinginkan lalu keluarkan dari loyang. Potong-potong dan sajikan.


Hasilnya wangi dan kempus-kempus banget. Manisnya pas dan mengembang dengan bagus meskipun tanpa obat. Ini cocok banget buat pemula yang takut gagal..yuk dicoba, siapa tahu berjodoh *eaaa :D

 

Note: Saya pakai loyang biasa. Nggak punya loyang chiffon... ^^


Chiffon atau Bolu Jadul, Mana yang Kamu Suka?


Saya lebih suka makan chiffon karena lebih kempus-kempus gemes gitu. Kalau bolu cenderung lebih berat. tapi, bikin chiffon nggak semudah yang dibayangkan. Hanya saja kayak lebih kekinian juga kali ya ketimbang bolu?

Saya juga beberapa kali membuat bolu, lebih suka kalau dibuang jenis bolu kering yang suka kita makan zaman dulu. Asli itu enak banget meskipun butuh memanggang agak lama.

Kalau bolu dengan banyak kutel gimana? Pastinya jauh lebih lembuut dan enak. Hanya saja suka sayang sama telur kalau kebanyakan dibikin kue...haha. Soalnya nggak jualan juga, mending bikin versi ekonomisnya dan telurnya bisa dimakan dalam bentuk dadar atau ceplok *perhitungan banget? kwkwk.

Lebih nyesek lagi kalau sampai percobaannya gagal. Bisa pingsan melihat lebih dari 10 butir telur kayak nggak ada harganya...hiks. Untuk cake dan bolu yang lumayan rumit, saya memilih membeli daripada harus bikin. Benar-benar nggak gampang masak itu, ya?

Kalau kalian gimana? Kendala apa yang dihadapi saat akan membuat cake semacam kedua jenis cake yang saya sebutkan? Sedih karena banyak ngabisin telur atau malah repot di proses ngaduknya yang kayak sensitif banget? Share yuk pengalaman kalian :)

Salam hangat,

 

Sunday, August 27, 2017

Di antara Dua Hati

Terkesiap. Wajahnya yang ayu tiba-tiba berubah sendu. Seperti ditampar petir di siang bolong, semua kegembiaraan yang sejak awal disulam berubah jadi berita duka yang tak bisa lagi terelakkan.

Raina, berdiri dengan kedua kaki gemetar. Butiran bening berdesakan di antara kedua sudut mata. Sudah sejak lima detik yang lalu, napasnya berubah sesak. Dia membuang pandangan. Mencoba melawan sakit yang tiba-tiba meremukkan ulu hati. Raina menatap kedua orang di depannya sekali lagi. Tidakkah ini hanya mimpi?


***


Raina sudah menyiapkan semua keperluan suaminya. Koper kecil berwarna hitam itu sudah sesak dengan beberpa kemeja, celana panjang, beberapa kaos oblong serta perlengkapan mandi. Tak lupa Raina menyelipkan kantong kecil berisi obat-obatan.


“Obatnya Rai taruh di bagian depan ya, Mas.” Raina setengah berteriak. Berharap Angga mendengar meski dari dalam kamar mandi.


“Kamu tadi bilang apa?”


Tiba-tiba Angga muncul dari balik pintu kamar mandi dengan rambut ikalnya yang basah. Raina tersenyum dan mengulangi ucapannya lagi. Sekali bahkan lebih pun Raina dengan senang hati akan menerangkan pada suaminya. Lelaki itu sudah terbiasa hidup dengannya. Semua kebutuhan Angga selalu disiapkan oleh Raina. Lelaki berperawakan tinggi itu hanya terima beres saja.


Sebagai seorang istri, Raina sama sekali tak pernah merasa keberatan. Itu memang sudah tugasnya sebagai perempuan yang telah menikah dan membina rumah tangga. Memasak, membereskan rumah dan mengurus anak-anak.


Raina bahkan rela resign dari tempat kerja demi keluarga kecilnya. Dia juga menolak ketika Angga menawarinya seorang ART. Raina mau melakukan semuanya sendiri. Wanita berperawakan mungil itu yakin bisa mengerjakan semua tugasnya dengan baik. Jadi tak perlu ada ART di rumah.


“Mas pergi beberapa hari. Apa tidak sebaiknya kamu mencari ART supaya rumah ini tidak terlalu sepi dan ada yang bisa membantumu di rumah?” Angga duduk di bibir ranjang sambil mengeringkan rambut hitamnya dengan sebuah handuk.


Raina menatap wajah suaminya, “Rai bisa melakukan semuanya sendiri, Mas. Mas jaga kesehatan, ya.”


“Bagaimana Mas bisa tanpa kamu, Rai.”


Ah, lelaki itu selalu saja bisa membuat hatinya meleleh. Angga memang sedang tidak menggombal. Tapi, kata-kata yang diucapkannya barusan terdengar sangat berlebihan di telinga. Bukankah semua istri juga melakukan hal yang sama?


“Jangan bilang begitu, Mas.” Raina tersipu, “O ya, jangan lupa juga pakai baju hangatnya, ya. Di sana udaranya dingin. Jangan sampai asmanya kambuh, ya.”


Angga menerima sweter tebal berwarna biru tua. Itu baju hangat pemberian Raina yang selalu dia pakai. Angga bilang sweter itu akan selalu dia bawa ke mana pun, sebab dengan baju tebal itu dia bisa merasakan kehadiran Raina.


Raina bukannya tidak senang dengan semua perlakuan manis suaminya, hanya saja baginya itu sangat berlebihan. Bukankah pergi beberapa hari untuk tugas ke luar kota sudah jadi hal biasa bagi beberapa orang? Tapi lelaki berkulit putih bersih itu terlalu lebay ketika mau berpisah dengan istrinya. Katanya dia akan sangat rindu serta kehilangan. Katanya dia akan sangat kesepian setiap kali ingin memejamkan mata dan tak menemukan Raina di sampingnya. Dan semua ucapan manis itu lama kelamaan terasa seperti rayuan gombal seorang lelaki kepada kekasihnya. Lebay dan berlebihan!


“Jangan berlebihan,” Raina menarik tangan Angga dan menggenggamnya lama, “Mas hanya akan pergi beberapa hari saja.” Katanya sambil tersenyum.


“Mas pasti akan sering menelepon.”


“Jangan sering-sering nanti mengganggu pekerjaan Mas di sana.”


Angga menggeleng, “Mas akan telpon setiap lima menit sekali.”


Ah, lelaki berwajah tampan itu selalu saja berlebihan. Benarkan?


“Sudah cepat tidur,” Raina mendorong Angga dan menyuruhnya segera tidur. Besok pagi-pagi sekali lelaki itu harus segera berangkat ke bandara. Jangan sampai karena terlalu banyak akting dia jadi bangun kesiangan dan ketinggalan pesawat.


“Mas mau melihat wajah Rai lama-lama. Besok kan Mas harus berangkat.” Katanya dengan wajah jenaka. Sebelah matanya mengerling manja.


Raina tertawa. Dia bisa pastikan dalam beberapa detik saja lelaki di hadapannya itu bahkan sudah mengeluarkan suara dengkuran lembut. Iya, itu hanya rayuan gombal seorang suami kepada istri. Bahkan tak perlu waktu lama untuk lelaki itu segera tertidur nyenyak dan tak ingat lagi dengan apa yang telah diucapkannya barusan.


***


Seorang lelaki gagah sedang berdiri di depan sebuah restoran ternama di ibu kota. Lelaki tampan dengan kemeja berwarna biru cerah itu melambaikan tangan kepada seorang perempuan yang baru saja turun dari sebuah taksi.


Perempuan itu balas melambaikan sebelah tangannya sambil melempar senyum hangat. Rambutnya yang tergerai hingga bahu bergoyang seiring kedua langkah yang semakin cepat. Ada cahaya di dalam bola matanya. Ada rindu yang telah lama disimpannya.


Perempuan itu kini telah berdiri di depan lelaki berkemeja rapi. Menyambut uluran tangan dan menerima kecupan di kedua pipinya.


Di antara lalu lalang kendaraan serta bising knalpot, seorang perempuan menatap keduanya dengan perasaan dipenuhi luka. Tak perlu memastikan terlalu lama, lelaki itu sudah bisa dengan mudah dikenalinya.


***


“Jadi isrti harus pandai merawat diri.”


“Iya, zaman sekarang perempuan di luar ganas-ganas!” Yang lain menimpali.


“Apalagi saya lihat kamu jarang banget melakukan perawatan.”


“Mending pekerjakan saja pembantu di rumah. Ngapain capek-capek mengurus semua sendiri?”


Wanita itu hanya tersenyum hambar. Tak pernah sekalipun ingin menanggapi omongan tetangga. Dia segera membayar belanjaan dan bergegas kembali ke rumah.


Tapi, ucapan mereka ada benarnya juga. Dia memang jarang sekali pergi ke salon. Bahkan wajahnya terlihat mulai berkerut. Hanya sedikit, tapi mungkin bisa jadi lebih parah jika tak segera dirawat.


Ah, kenapa dia harus mengkhawatirkan semua itu. Bukankah suaminya adalah lelaki setia dan selalu bersikap manis padanya?


***


Raina menangis. Wajahnya dipenuhi hujan. Lelaki di hadapannya sudah tak bisa lagi berkata-kata. Bahkan untuk meminta maaf pun lidahnya kelu.


Salahnya kenapa mudah sekali tergoda. Padahal Raina sudah mengorbankan semuanya demi keluarga mereka. Lihatlah, wanita berparas ayu itu selalu bangun lebih awal demi menyiapkan segala keperluan dia dan kedua anaknya.


Perempuan yang sempat singgah di hatinya memang terlihat lebih cantik dan menarik, tapi bukan berarti bisa menyingkirkan sosok Raina dari kehidupannya. Tidak. Angga benar-benar menyesali semua kesalahannya.


Perempuan itu adalah rekan satu kantor. Mereka kenal belum lama, tapi kedekatan itu berubah menjadi spesial ketika suatu hari Angga bermaksud mengantarnya pulang. Awalnya iba, tapi justru muncul rasa di antara keduanya.


Angga menatap wajah Raina yang masih dipenuhi hujan. Bahkan kini jauh lebih deras. Napasnya patah-patah. Bahkan dia tak sanggup menatap wajah suaminya. Ini terlalu sulit untuk dicerna. Bagaimana bisa lelakinya jatuh cinta kepada perempuan lain?


Dan Raina, tidak perlu menunggu lama untuk mengingat dan memastikan siapa lelaki yang merangkul seorang gadis di depan restoran kemarin.


***


Raina membuka pintu. Suara bel berbunyi dua kali sebelum akhirnya dia membuka kunci dan menatap seorang lelaki yang amat dikenalnya. Raina menarik napas panjang. Tiba-tiba saja sesak.


Lelaki itu tak sendiri, sebab di sampingnya, seorang perempuan dengan rambut tergerai hingga bahu tampak salah tingkah.


Raina ingin mempersilakan perempuan itu masuk. Tapi rupanya duri menancap dalam di antara tenggorokan serta lidahnya. Membuatnya sulit sekali tersenyum apalagi menyapa.


“Rai,” Angga angkat bicara.


Raina ingin memaki tapi makian tak pernah muncul dari mulutnya. Dia memilih diam dengan tarikan napas berat dan menunggu lelaki itu bicara.


“Mas tak bisa tanpa kamu, Rai. Mas menyesal.” Suaranya terdengar memohon.


Perempuan itu, perempuan yang sempat dilihatnya di depan sebuah restoran bersama Angga kini mendekat dan tiba-tiba memeluknya.


“Maaf, Mbak. Saya minta maaf karena sudah jatuh cinta pada orang yang salah,” suara tangisnya berhamburan, saling tindih dengan gemuruh di dada Raina.


Mereka, begitu mudahnya meminta maaf. Raina mungkin bisa saja memberi kesempatan kedua bahkan ketiga untuk lelaki pertama dan terakhir dalam hidupnya. Sayangnya, luka hati yang mereka sayat tak pernah kembali menutup apalagi mengering.


Raina menggangguk. Menatap kosong pintu rumahnya yang terbuka lebar. Bayangan masa lalu berhamburan. Seorang lelaki yang mengecup kening istrinya setiap kali akan berangkat kerja, dua gadis kecil berkuncir kuda yang menari-nari di antara keduanya. Semua keindahan itu mungkin belum bisa dia lupakan saat ini. Namun, sakit hati yang lebih besar nyatanya telah meruntuhkan banyak sekali harapan.


“Kenapa Mas bisa semudah itu jatuh hati sedangkan Rai bahkan tak butuh orang lain selain Mas untuk mengisi satu ruang kosong di dalam hati Rai.”

Friday, August 25, 2017

Roti Manis Lembut Isi Coklat

Assalamualaikum…alhamdulillah akhirnya saya bisa juga memindahkan semua resep di blog Pawonkoe ke web baru saya ini. Nah, dan kabar gembiranya lagi, saya sudah bisa membuat kategori didalam blog saya (gaptek) sehingga resepnya pun bisa nyelip dan punya rumah sendiri. Intinya sih, saya dan semua kesenangan saya ada di sini. Nggak pengen melihara dua blog karena ngerawatnya lumayan susah juga..

Saya harus menulis buku, harus update resep di IG, saya juga harus menulis resep di Cookpad, dan saya juga harus konsisten nyetatus. Alamak, kapan saya bisa selonjoran kalau dua blog harus berbeda begitu…hihi. Benar-benar perempuan yang sok sibuk, yaaa...hehe


Dan nggak pengen berdebat panjang lebar, saya mau share resep roti yang mudah, hemat dan pastinya empuk, lembut dan tahan berhari-hari empuknya asalkan masih nyisa dan yang penting sesuai dengan yang saya tuliskan ya.


Jadi, kalau takarannya aja salah, rotinya bisa jadi bantet. Lagi, kalau sampai ngulennya nggak kalis, roti juga nggak bisa empuk dan lembut, lho. Jadi semua harus dipenuhi syarat-syaratnya ya. Udah kayak ikutan lomba kan pakai syarat segala…hehe.


Kalis elastis itu ketika dibentangkan bisa tipis dan nggak gampang sobek. Ngerti, kan? Jadi setelah adonan diuleni, coba tarik sampai lebar dan tipis gitu. Itu tandanya sudah kalis elastis.


Baiklah, roti ini nggak banyak hasilnya karena saya memang sengaja membuat resep yang pas buat di rumah. Lebih asyikkan bikin lagi aja kalau kurang daripada nyisa berhari-hari. Tapi, lain kali saya share juga beberapa resep lainnya. Cuma, sekarang saya lebih suka pakai resep ini. Bisa juga dikalikan dua ya resepnya. Satu resep ini bisa jadi 9 cup kecil roti yang bulat-bulat itu, yaa..


Bahan:

100gr Terigu cakra

50gr terigu segitiga

1sdt ragi

1 kuning telur

30gr gulas pasir

80-85ml air hangat

1 sachet susu bubuk 27gr

30gr butter atau margarine

Sejumput garam




Cara membuat:

1.     1.  Campur air hangat dengan 1sdm gula pasir serta ragi. Aduk dan biarkan berbusa. Berbusa itu menandakan raginya aktif, ya. Dan lagi, airnya harus hangat, tidak panas karena nanti ragi mati serta air juga tidak dingin karena nanti ragi tidur. Manja bangetkan si ragi ini..hihi.

2.      2. Campur semua bahan sisa kecuali butter dan garam. Masukkan campuran ragi yang sudah berbusa. Uleni sampai kalis (tercampur). Masukkan butter dan garam. Uleni sampai kalis elastis sekitar 15 menitan lebih, ya.

3.     3.  Bulatkan adonan. Olesi sisi luarnya dengan minyak goreng sedikit aja. Tutup dengan kain bersih dan diamkan selama 1 jam atau sampai mengambang dua kali lipat.

4.      4. Tinju adonan untuk membuang udara. Bentuk sesuai selera. Saya nggak jago membentuk roti..hehe. Dibulatkan saja, isi cokelat, keju atau yang lainnya. Tata di loyang yang sebelumnya diolesi margarine. Kalau pakai cup tidak perlu diolesi margarin, ya!

5.      5. Diamkan selama 1 jam atau sampai adonan mengembang 2x lipat. Jangan lupa atasnya ditutup kain supaya permukaannya nggak kering.

6.      6. Panaskan oven 10 menit sebelum memanggang dengan suhu 180’C. Panggang sampai matang pakai api atas bawah, sekitar 15 menit. Tapi sesuaikan dengan oven masing-masing ya. Sebab oven itu berbeda-beda, jadi kenalan dulu aja sama ovennya siapa tahu berjodoh *eh

7.      Setelah keemasan dan matang, keluarkan dari oven. Olesi atasnya dengan butter atau margarine. Siap di makan…


8.      Kalau mau disimpan, setelah dingin masukin plastic dan tutup rapat. Nggak bakalan keras sampai besoknya dan besoknya. Itu pun kalau masih nyisa, ya…

Note: Kalau adonan terlalu lembek dan sangat lembek boleh tambah terigu sedikit, ya. Ingat hanya sedikit saja. Kalau sudah kalis biasanya adonan jadi tidak lengket.

Cwi Mie Malang

Assalamualaikum…beberapa waktu lalu saya sempatkan membuat makanan favorit keluarga di rumah. Salah satunya cwi mie Malang. Paksu suka banget, begitu juga dengan anak-anak di rumah. Resep ini saya dapatkan dari tante di Jakarta. Beliau jago banget bikin cwi mie. Kalau ada kumpul keluarga, makanan spesial yang diminta ya cwi mie.

Di Jakarta sendiri belum terlalu banyak yang menjual cwi mie Malang. Kalau pun ada, belum sesuai dengan keinginan kami. Saat pulang ke Malang, suami selalu membawa cwi mie yang tinggal direbus saja. Bukan instan, ya. Hanya saja bumbu dan semua pelengkapnya sudah disiapkan dalam plastik kecil. Jadi kita tinggal rebus mie, masukkan bumbu ke mangkuk, aduk-aduk dan kasih topping ayamnya.


Nah, topping ayam yang biasa kami makan di Malang itu berbutir halus dan sedikit kering. Kalau tante saya bikin, ayamnya dicincang halus dan sedikit basah alias nyemek-nyemek…hehe. Rasanya sama enaknya.  Sesuai selera saja. Untuk saya sendiri dan keluarga kecil kami, cwi mie dengan topping ayam halus lebih disukai. Walaupun begitu, nggak nolak juga lho kalau dikasih yang cincang…hehe.


Kecap asin yang dipakai oleh tante saya juga nggak sembarang kecap asin. Eeiits! Memangnya pakai jampe-jampe segala kecapnya? Hehe. Kecap asin yang kami pakai hanya merek 150. Kami dapatkan di Malang. Jadi, kalau pulang kampung, selalu bawa serta kecap asin ini. Kalau perlu yang ukuran besar, ya! Hehe. Kecap asinnya enak dan gurihnya pas! Sudah halal juga. Jadi nggak ragu kan kalau mau pakai terus menerus?


Kalau nggak ada kecap 150 bisa saja ganti kecap asin merek lain. Mungkin rasanya akan sedikit berbeda, ya. Hanya saja perbedaannya mungkin hanya sedikit. Saya sendiri belum pernah mencoba mereka lain. Karena orang asli Malang, jadi nggak terlalu sulit mendapatkannya.


Cwi mie Malang termasuk salah satu jajanan khas Malang yang nikmat disantap dengan beberapa pelengkap seperti  krupuk pangsit, acar, dan selada. Bisa juga disajikan dengan pangsit rebus atau bakso. Semua tergantung selera. Kalau saya, pakai acar, selada dan krupuk pangsit saja. Mertua lewat pun sampai nggak tahu..hehe. Parah ini, ya!


Cwi Mie Malang


Bahan:                  

1 porsi mie (secukupnya), rebus sampai matang. Tiriskan.


Bumbu:

1sdm minyak ayam

1sdm kecap asin

1/4sdt merica bubuk


Topping Ayam:

1 pasang dada ayam

1sdt merica bubuk

3 buah bawang putih atau 2sdt bwang putih bubuk

Secukupnya garam


Minyak Ayam:

Secukupnya kulit ayam, lebih bagus bagian p*nt*t ayamnya. Maaf sensor..hehe.


Acar:

3 mentimun ukuran kecil, kupas, buang bijinya, potong-potong

1 buah jeruk nipis, ambil airnya

1 genggam cabe rawit hijau

Secukupnya gula pasir


Pelengkap:

Bawang merah goreng

Irisan daun bawang

Krupuk pangsit

Selada


Cara membuat:


Untuk topping ayamnya, kuliti dada ayam. Potong dadu. Lalu masukkan ke dalam food processor bersama bawang putih. Setelah halus, taruh di atas penggorengan tanpa apa pun, ya. Aduk-aduk sampai berubah warna. Tambah merica bubuk dan garam. Matikan. Biarkan agak dingin. Setelah dingin, masukkan lagi ke dalam food processor. Haluskan sampai benar-benar halus. Lalu tuang lagi ke atas penggorengan. Sangrai sampai sedikit kering dan berbutir. Masukkan ke dalam wadah kedap udara. Simpan di kulkas.

Note: Cara dihaluskan dua kali memang terlihat lebih ribet. Tapi hasilnya jauh lebih halus ketimbang yang sekali diproses. Kalau malas dan ingin lebih mudah, sebaiknya rebus sebentar daging ayam sampai agak matang. Lalu haluskan dan lakukan cara yang sama untuk menyangrai ayam.


Untuk minyak ayam, taruh kulit ayam di atas Teflon. Sesekali dibalik. Tunggu sampai kering dan minyak keluar. Dinginkan dan simpan dalam wadah tertutup.


Untuk acar, rebus cabe rawit hijau sampai matang. Lalu campur dengan semua bahan. Simpan di kulkas.


 Untuk satu porsi cwi mie Malang, masukkan 1 sendok makan minyak ayam, 1 sendok makan kecap asin dan 1/4sdt merica bubuk ke dalam mangkuk. Masukkan mie yang sudah direbus. Aduk-aduk. Beri topping ayam di atasnya. Taburi bawang merah goreng dan daun bawang. Sajikan dengan pelengkap.


Semoga resep ini bermanfaat. Membuat makanan sendiri terasa lebih istimewa, lho. Jangan pernah takut mencoba, ya. Yuk, kembali ke dapur dan mulai memasak. Happy cooking, Mom!

Soto Betawi

Assalamualaikum...Masak apa hari ini untuk ifthar? Saya pribadi lebih suka menyantap makanan berkuah baik saat berbuka atau pun santap sahur. Kali ini saya membuat soto betawi. Soto betawi ini bisa dipadukan dengan kuah dari susu atau pun santan. Bisa juga menggunakan keduanya.

Saya pernah juga membuat soto betawi dengan kuah susu tapi rasanya terlalu asing di lidah. Akhirnya pindah haluan dengan menggunakan santan. Soto betawi ala Catatan Nina ini begitu pas di lidah. Gurih kaldu daging dan santannya berpadu sempurna. Cocok banget dinikmati saat sahur atau pun berbuka.

Saya juga lebih suka membuat masakan berkuah gurih karena nggak terlalu banyak macam. Nggak butuh tumisan sayur, nggak perlu teman tempe goreng...hehe. Anak-anak pun semua doyan terlebih si bungsu yang memang demen banget makan masakan berkuah gurih. Jadi nggak perlu repot bikin beberapa macam masakan.

Masalahnya di rumah memang selalu pada selera yang berbeda pada setiap orang. Paksu susah sekali ditebak sama dengan hatinya yang sulit diterka *ea...Si kakak lebih suka kuah bening seperti sayur bayam ketimbang soto dan rawon. Si adek, medok banget lidahnya. Doyan banget sama rawon, soto dan sup iga. Kalau saya lebih ke pemakan segala..hehe. Maklum, emak-emak harus punya kemampuan menyantap segala rupa karena selalu ada sisa dari ketiga lainnya. Kalau nggak, bisa terbuang mubadzir kan? ya begitulah, manusia selalu punya seribu alasan untuk berkelit. Padahal sebenarnya memang doyan makan..hehe.

Tips membuat sup, rawon atau pun soto daging adalah rebus daging dengan api kecil dan sebisa mungkin ditutup, ya. Dengan begitu, kaldu daging pun keluar sempurna, daging bisa empuk dan mudah dikunyah. Tips apalah ya ini..semua orang juga tahu..hehe.

Sebenarnya, soto betawi itu warnanya putih karena nggak menggunakan kunyit. Tapi, karena nggak pengen lihat soto pucat dan bisa jadi paksu mundur cakep karena nggak suka lihatnya, alhasil saya tambahkan sedikit bubuk kunyit. Hasilnya kuning mirip sama opor. Kalau rasa sih nggak berbeda, ya.

Untuk isian nggak harus pakai daging has, bisa juga pakai tetelan, babat dan kikil. Boleh juga ditambah kentang yang sudah digoreng sebelumnya. Ditambah potongan tomat segar plus perasan jeruk nipis. Dijamin nggak bakal bisa nolak, deh!

Soto Betawi

Bahan:

500gr daging has dalam

1 lt kaldu (Sisa rebusan daging)

500ml santan kental

3 daun salam

3 daun jeruk

5 butir cengkeh

2 kapulaga

2 batang serai memarkan

1 batang kayu manis

2 ruas lengkuas memarkan

2-3 sdt garam

1 sdm gula pasir

3 batang daun bawang, iris

2 buah tomat, potong dadu

Secukupnya minyak untuk menumis

Bumbu halus:

12 butir bawang merah
5 bawang putih
5 butir kemiri
1sdt merica  butir
1/2sdt jintan
2sdt ketumbar, sangrai
1 ruas kencur
1 ruas jahe

Cara membuat:


3 helai daun salam 3 daun jeruk 5 butir cengkeh 2 butir kapulaga 2 batang serai, memarkan 1 batang kayu manis 2 ruas lengkuas, memarkan 2-3 sdt garam 1 sdm gula pasir 3 batang daun bawang, iris tipis 2 buah tomat, belah 2 sdm makan untuk menumis




3 helai daun salam 3 daun jeruk 5 butir cengkeh 2 butir kapulaga 2 batang serai, memarkan 1 batang kayu manis 2 ruas lengkuas, memarkan 2-3 sdt garam 1 sdm gula pasir 3 batang daun bawang, iris tipis 2 buah tomat, belah 2 sdm makan untuk menumis


1. Rebus daging sampai setengah empuk, ambil daging dan potong-potong. Saya sendiri selalu menambahkan air ketika daging belum empuk.
2. Tumis bumbu halus bersama daun salam, daun jeruk, serai, lengkuas. Masak sampai harum. Lalu masukkan dalam rebusan daging. Masukkan juga kayu manis, kapulaga dan cengkeh. Tunggu sampai daging empuk dan bumbu meresap.
3. Masukkan santan dan aduk-aduk lebih sering supaya santannya nggak pecah.
4. Sesaat sebelum diangkat masukkan daun bawang dan irisan tomat. Sajikan dengan sambal, jeruk nipis, taburan bawang goreng dan kerupuk.


Mudah, ya membuatnya. Kita coba buat di rumah yuk untuk menu berbuka nanti. Semoga resep ini bermanfaat dan makasih banyak buat Catatan Nina yang selalu share resep yang selalu cocok di lidah kami. Ngefans banget sama bunda Nina walaupun nggak pernah kenal...hehe. Happy cooking ya, Mom!

Braided Bread Chocolate Star Bread

Assalamualaikum….Kali ini saya mau berbagi resep tentang braided bread atau roti kepang. Kalau melihat gambar jadinya pasti bayanginnya susah, ya? Padahal nggak lho, Bu…Gampang dan enak banget!

Semalam saya buat roti ini karena seperti biasa harus menyiapkan bekal si kakak yang nggak terlalu suka nasi putih (khusus di sekolah aja). Jadi emaknya harus putar otak supaya anaknya tetap makan yang kenyang-kenyang.


Nah, biasanya saya membuatkan kentang goreng, nasi goreng, pasta atau risol isi macaroni dan yang paling sering emang buat roti. Dulu, hampir setiap hari beli roti yang lewat di depan rumah. Sekarang, justru hampir nggak pernah beli kecuali saya berhalangan bikin. Misalnya cafek karena tugas kenegaraan atau lelah hayati ketika meriang dan alasan-alasan lain yang mendekati kata males…hoho.


Membuat roti itu kuncinya hanya pada cara mengulennya. Adonan kalis, mengembang bagus insya Allah hasilnya pun empuk. Tapi, nggak hanya itu aja sih sebenarnya…hehe. Awal-awal saya membuat roti pastilah ada gagal, bantet bahkan sering juga nggak mateng di dalam karena saya kurang sabar menunggu ketika dipanggang. Sering diintip, keluarin, pokoknya begitulah. Lama kelamaan belajar dari pengalaman, akhirnya saya pun mulai paham di mana letak kesalahan saya selama ini.


Dan, seperti yang si sulung bilang, “My mom is a chef!”


Hehe…sssst..jangan sirik. Namanya juga anak kecil. Bilang apa pun sah-sah saja, kan? Dia bilang bunda bisa bikin apa aja seperti yang dia mau, padahal dia kan nggak tahu aja adonan roti bantet yang saya sembunyikan…haha.


Baiklah, lupakan. Jangan sampai dibawa mimpi ya, Bu. Saya sertakan foto step by stepnya tapi maaf agak acak-acakan karena saya ngambil foto sambil ngulen dan ngebentuk. Kalau mau lebih jelas, ada banyak di youtube, yaa…


O ya, untuk selai coklatnya bebas aja kok, bisa diganti taburan gula pasir, keju oles, selai buah. Saya malah negabayngin selai blueberry. Kayaknya kapan-kapan harus bikin!


Resep Braided Chocolate Star Bread

200gr terigu cakra

50gr terigu segitiga

60gr gulas pasir

6gr ragi instan

125ml air hangat kuku

2 kuning telur

20gr susu bubuk

40gr butter atau margarin

1/4sdt garam


Cara membuat:

1.      Campur 1sdm gula pasir dengan air hangat serta ragi. Aduk rata dan biarkan berbusa, ya. Kalau nggak berbusa tandanya ragi udah nggak aktif. Jadi saya sarankan ganti yang baru.

2.      Campur terigu, sisa gula pasir, susu bubuk, kuning telur serta campuran ragi tadi. Uleni sampai kalis atau sekedar tercampur rata saja. Lalu masukkan butter. Uleni sampai kalis elastis. Yang dimaksud kalis elastic itu ketika adonan kita tarik nggak mudah sobek dan bisa dibentangkan sampai tipis.

3.      Bulatkan adonan. Olesi wadahnya dengan minyak goreng sedikit aja. Diamkan adonan selama 1 jam atau sampai mengembang 2x lipat. Jangan lupa ditutup dengan lap bersih atau plastik wrap.


4.      Tinju adonan untuk membuang udara. Bulatkan dan diamkan lagi 10 menit.

5.      Tinju adonan. Gilas sampai tipis lalu gulung. Potong jadi empat bagian. Taburi meja kerja dengan sedikit terigu ya biar nggak lengket.


6.      Ambil setiap bagian dan gilas tipis berbentuk bulat seperti melebarkan adonan pizza.


7.      Olesi atasnya dengan selai coklat.

8.      Ambil adonan lainnya. Tipiskan. Taruh di atas adonan yang telah diolesi coklat. Lakukan sampai habis. Ingat ya, adonan paling atas nggak diolesi coklat.

 
9.      Kalau mau rapi, boleh pinggirnya dipotong dengan meletakkan piring pada adonan. Saya skip bagian ini.

10.  Taruh gelas kecil di bagian tengah. Belah-belah sebanyak 16 bagian.

11.  Ambil dua bagian. Tarik dengan memelintirnya berlawanan arah. Lalu sambungkan bagian ujungnya
 

12.  Diamkan adonan sampai sejam atau setelah mengembang 2x lipat. Jangan lupa tutup dengan lap bersih.

13.  Siapka oven. Panaskan 10 menit sebelum memanggang.

14.  Panggan selama 15 sampai 20 menit dengan suhu 180’c atau tergantung oven masing-masing, ya.

15.  Setelah matang, olesi atasnya dengan butter.


O ya, untuk terigu, kenapa saya selalu memakai cakra dan segitiga, kenapa nggak cakra aja? karena memadukan terigu protein tinggi seperti cakra dengan protein sedang seperti segitiga itu akan menghasilkan roti yang lebih empuk dan bagus. Kata yang udah senior sih begitu….hihi.

 
Hasil roti kepang saya masih berantakan tapi untuk rasa silakan dicoba, yaa…empuknya sampai besoknya, itu pun kalau masih tersisa…:D

Tumis Peda Jagung Manis

Assalamualaikum…Hmmm..setelah cukup berbunga-bunga karena terpilih sebagai salah satu pemenang kontes masak #Ibu Cerdas Masak Ikan di Cookpad, maka saya pun merasa semakin terlecut hati untuk secepatnya memindahkan resep-resep di cookpad ke food blog saya ini, meski bakal butuh waktu lama. Kadang dalam hal seperti ini, yang bikin bahagia bukan hadiahnya, tapi apa yaaa…pokoknya seneng aja bahkan walau itu nggak dapat hadiah. Hadiah itu bonus aja dari kerja keras kita. Betul? Anggap saja betul, yaa..hihi. Tapi itu memang betul…

Saya mulai posting di cookpad dengan foto-foto sederhana yang tak merasa perlu bergaya-gaya. Asal simpan resep aja, udah. Pengikut yang awalnya hanya satu hingga sekarang hampir seribu. Itu pencapaian yang menyenangkan banget. Cintai proses..cintai proses…sebab di antara pencapaian hari ini, ada peluh bercucuran…hehe…drama banget.


Semakin ke sini, saya mulai sadar kalau mau posting makanan sebaiknya pakai gambar yang lumayan bagus walau masih kalah dengan yang senior-senior. Setidaknya ada usaha di dalamnya. Nggak asal jepret di atas wajan. Mungkin dari hal sederhana itulah akan menarik minat orang lain untuk mengunjungi resep kita.


Hal paling menyenangkan ketika berbagi resep di Cookpad adalah saat ada yang me-recook. Apalagi kalau yang recook berhasil. Ikut senang walaupun nggak dikasih incip…hihi.


Sedikit tips dari saya, buat yang senasib seperjuangan, pemula dan hanya memiliki perlatan dapur dan memotret yang sederhana, ikuti tips mengambil gambar ala saya. Pertama, foto yang bagus nggak harus pakai kamera bagus. Bahkan dengan kamera handphone sederhana pun bisa mendapatkan hasil memuaskan asal dapat cahaya matahari cukup. Jadi, kalau mau ambil gambar saat siang hari, buka seluruh pintu dan jendela, ambil gambar dari berbagai arah. Nanti, setelah selesai barulah dipilah-pilah.


Yang kedua, jika terpaksa mau ambil gambar di sore atau malam hari, maka nyalakan semua lampu. Yang nggak ngaruh tak perlu dinyalakan, yaa..hehe. Maksud saya yang dekat dan bisa menerangi aja, lalu tambahkan cahaya senter. Jepret tanpa menggunakan sinar. Jepret..jepret…beres…hihi.


Itulah tips sederhana dari saya yang semoga bisa bermanfaat. Lakukan semua dengan senang hati, penuh cinta dan antusias yang selalu terjaga. Insya Allah semua orang pun akan merasakan hal serupa ketika melihat foto kita.


Jadi ceritanya, saya sungguh telat tahu kontes ibu cerdas masak ikan ini. Kenapa? Karena saya jaraang banget buka email kecuali ada yang penting. Jadi, sehari sebelum deadline, saya menerima pesan dari cookpad berisi lomba tersebut. Setelah saya lihat, ternyata batas akhirnya sudah keesokan harinya. Sempat nggak ya, masak ikannya?


Dan yang lebih mengejutkan lagi, saya nggak punya stok ikan di rumah! Tapi, ternyata saya punya ikan asin peda ukuran besar banget yang sempat saya beli waktu belanja sayuran. Sore itu, saya pun memasak ikan peda jagung manis. Untuk rasa memang pas banget. Perpaduan ikan asin dengan jagung manis itu klik banget di hati…hehe.


Dan pagi ini, saya menemukan nama akun cookpad saya masuk dalam kategori pemenang kontes masak ikan. Senang? Jangan tanya, senang banget dan nggak nyangka. Setelah mengirim alamat lengkap, tim cookpad juga memberikan kejutan lain. Apa, ya? Ada deh….hehe


Saya sertakan resep Tumis Ikan Peda Jagung Manis


Bahan:


·     1 ekor ikan peda

·     1 Buah jagung, serut

·     2 batang daun bawang

·     6 cabe hijau besar

·     10 cabe rawit

·     3 tomat hijau

·     5 bawang merah

·     3 bawang putih

·     secukupnya garam

·     secukupnya kaldu bubuk bila suka

·     secukupnya minyak untuk menumis

·     sedikit air

Cara Membuat:

·         Siapkan bahan-bahannya. Lalu goreng sebentar ikan peda, tiriskan.

·         Iris semua bumbu. Panaskan minyak lalu tumis bumbunya kecuali cabe dan tomat dimasukkan terakhir. Masukkan jagung dan beri sedikit air. Tutup dan biarkan sampai jagung matang.

·         Setelah jagung matang, masukkan cabe hijaunya. Bumbui dengan garam dan kaldu bubuk serta masukkan juga daun bawangnya.

 
·         Masukkan ikan peda. Biarkan jangan dibolak balik biar nggak hancur, ya. Setelah bumbu meresap baru angkat. Sajikan dengan nasi panas. Lauk ini juga cocok disajikan dengan nasi liwet. Yuk, dicoba...Happy cooking, Mom!

Ayam Goreng Tepung Krispi

Assalamualaikum sahabat...Kali ini saya mau berbagi resep ayam goreng tepung krispi ala-ala KFC gitu, tapi yang nggak ribet, yang nggak butuh banyak tepung apalagi tepung bumbu instan, yang bener-bener praktis, yang gampang keriting malah kribo kali walau nggak celup berulang-ulang, yang bakal disukai anak-anak serta emak bapaknya, yang harus dicoba!

Resep ini saya adopsi dari resepnya cici cantik dan baik hati Xanderskitchen. Bahan pelapisnya tidak menggunakan tepung bumbu instan melainkan meracik sendiri. Meski sederhana tapi rasanya enak, kripisnya dapat dan gurihnya pun juga nendang.


Sedikit tips aja ya, kalau mau menggoreng coba kecilkan apinya supaya matangnya merata dan sebisa mungkin ayam terendam minyak. Nggak wajib juga tapi lebih bagus kalau menggorengnya dengan minyak yang banyak supaya semua permukaannya terendam minyak.


Beberapa kali saya ditanya, emang dalamnya matang? Saya sendiri sudah mencobanya berkali-kali dan Alhamdulillah matang merata. Potongan ayam pun sebisa mungkin jangan terlalu besar, ya. Saya lebih suka sedang aja supaya banyak juga lapisan tepungnya, jadi nggak daging aja gitu…hehe.


Bahan:

1 ekor ayam, potong sesuai selera

7 siung bawang putih

1/2sdt merica butir

Secukupnya kaldu bubuk

Secukupnya garam

Bahan Pelapis:

1 butir telur kocok lepas

5 sendok sayur terigu

1 sendok sayur maizena


Cara membuat:


  • Bersihkan ayam, cuci dan sisihkan.

  • Haluskan bumbu, lalu lumuri ayam dengan bumbu halus. Tekan-tekan sedikit sampai bumbu merata. Simpan kulkas beberapa jam atau semalaman.

  • Masukkan kocokan telur ke dalam ayam. Aduk rata.

  • Gulingkan ayam dalam campuran tepung. Cubit-cubit supaya keriting dan tekan-tekan.

  • Goreng dalam minya panas dengan api sedang cenderung kecil sampai keemasan. Sekali balik aja, ya.


Bisa Pakai Tepung Bumbu


Buat yang males bikin bumbu sendiri, nggak salah kalau mau pake tepung bumbu jadi, kok. Dan hasilnya juga tetap enak tentunya dengan versi berbeda. Versi yang biasa saya buat dengan tepung bumbu adalah sebagai berikut,

  • Bumbui ayam dengan garam, merica bubuk, dan kaldu bubuk. Masukkan ke dalam kulkas dan biarkan sampai beberapa jam.

  • Siapkan adona basah dari tepung bumbu yang telah ditambahkan air dan jadilah adonan kental.

  • Siapkan adonan kering dari campuran tepung terigu protein sedang dengan maizena. Perbandingannya 5:1

  • Panaskan minyak dengan api kecil.

  • Celupkan ayam ke dalam adonan basah dan gulingkan dalam adonan kering. Cubit-cubit sampai hasilnya keriting

  • Goreng sekali balik. Sajikan dengan saus dan nasi hangat.


Gimana? Nggak seribet apa bikin ayam krispi sebenarnya, hanya saja memang bakalan lebih ringkes kalau bikin versi ayam goreng yang diungkep ya? hehe. Tapi, buat anak-anak, ayam krispi jauh lebih menggoda terutama karena mereka memang suka kriuknya itu, lho.

Anak-anak malah lebih tertarik sama tepung krispinya ketimbang sama ayamnya. Bahkan yang dewasa pun bisa begini juga....kwkwk.

Selain Ayam, Ini Dia yang Bisa Kamu Jadikan Menu Krispi Juga


Selain ayam, memangnya ada lagi yang bisa dimasak jadi krispi? Ada, kok. Banyak malah. Misalnya, terong krispi, brokoli, hingga telur ceplok krispi.

Kalau saya lebih sering bikin dari brokoli. Jujur, ini menu enak banget. Anak-anak doyaan, emak bapaknya juga. Buat yang dewasa, bisa juga kok dijadikan brokoli krispi cabe garam. So yummy!

Prosesnya pun nggak susah. Lakukan hal yang sama seperti proses membuat ayam kripi dengan tepung bumbu instan. Skip aja bagian ngasih garam, merica, dan penyedap ke daging ayam. Karena sayuran nggak perlu digituin. Langsung aja diproses supaya lekas beres!

Gimana? Nggak susah dong bikin menu enak di rumah? selain lebih hemat, kita juga bisa memastikan bahwa makanan yang disajikan benar-benar bersih dan berkualitas karena dimasak pakai cinta...eaa..hehe.

Yuk, ah cobain juga di rumah. Siapa tahu malah suka dan doyan juga. Bisa jadi menu favorit anak, orang tua, hingga yang nggak suka sayur sekalipun *halah

BTW, jangan memakai full tepung bumbu untuk adonan kering dan basah. Cukup buat adonan basahnya aja. Karena nantinya bakalan terlalu asiiin gitu. Kasihan yang makan. Tepung bumbu kalau nggak dicampur bahan lain bakalan berlebihan asinnya dan itu juga nggak baik.

Salam hangat,

 

Thursday, August 10, 2017

Gagal Romantis

Lelaki dengan kemeja berwarna biru cerah itu tampak tergesa memasuki rumah. Langkahnya semakin dipercepat. Kamera DSLR yang menggayuti leher terlihat sedikit bergoyang mengikuti gerakan tubuh jangkungnya.

“Ada apa, Mas?”


Suara Arina terdengar dari dapur. Celemek berwarna cokelat yang dipakainya terlihat belepotan oleh tepung. Tanpa merasa perlu meninggalkan adonan roti di tangan, Arina berlari-lari kecil menuju ruang tengah. Memastikan bahwa suaminya tak butuh bantuan.


Lelaki itu, lelaki paling tidak romantis yang pernah dikenal oleh Arina. Jangankan berkata cinta, menatap kedua bola mata Arina yang bening saja dia tak mau. Arina sempat mengira, jika lelaki itu tak pernah betul-betul jatuh hati padanya. Pernikahan yang terjadi akibat sebuah perjodohan itu mungkin saja telah memaksanya mengucap kabul tanpa perlu merasa jatuh cinta terlebih dulu.


Perasaan-perasaan gamang semasa pengantin baru selalu mengintai Arina. Ingin rasanya menanyakan hal itu kepada Bagas. Tapi, lelaki yang telah sebulan menikahinya itu tak pernah memberi kesempatan padanya untuk bicara.


Bagas selalu saja terlihat sangat repot. Mereka hampir tak pernah punya waktu berdua. Kesibukan Bagas sebagai fotografer membuat waktu mereka terkikis tanpa rasa. Pelan-pelan, Arina memaksa untuk tidak jatuh cinta kepada suaminya.


Arina sama seperti kebanyakan wanita normal lainnya, ingin sekali punya suami romantis. Lelaki yang menghadiahi sekuntum mawar serta berkata mesra, lelaki yang mau membukakan pintu mobil dan mempersilakannya masuk serupa pangeran kepada permaisurinya, lelaki yang mengatakan rindu saat mereka berjauhan, dan lelaki itu tentu bukanlah Bagas.


“Aku melupakan sesuatu.” Jawab Bagas sambil mencari sesuatu di atas meja kerjanya. Tangannya tampak cekatan memeriksa lembaran-lembaran foto yang berserak di atas meja.


Arina menatap Bagas. Lelaki itu, kapankah dia bisa bersikap romantis? Setidaknya, lihatlah wajah Arina sebentar saja. Diam-diam Arina menahan tangis yang menyesaki rongga dada. Ada sesuatu yang terasa ngilu menikam. Perasaan suka itu, pelan-pelan Arina campakkan meski pada akhirnya kembali lagi tanpa diminta.


Bagas masih sibuk mencari sesuatu. Di antara tumpukan buku yang terlihat rapi berdiri, di antara gemuruh di dada Arina, dan di antara hujan yang tiba-tiba lebat di luar sana. Bagas melihat ke luar jendela, sepertinya pagi tadi tidak ada mendung menggayuti langit, lalu kenapa tiba-tiba saja hujan deras mengguyur?


Aroma tanah terasa mengetuk manis rongga penciuman. Di belakangnya, Arina masih menata hati dan mengusap cepat kedua sudut matanya yang basah dengan lengan baju.


“Arina kembali ke dapur ya, Mas.”


Lantas Arina bergegas tanpa menunggu persetujuan dari Bagas sebelum tangisnya lebih deras melebihi gemuruh hujan di luar sana.


Tapi, lelaki yang tidak pernah romantis itu tiba-tiba saja menarik pergelangan tangannya, memaksa Arina tetap di tempat, tak boleh beranjak meski hanya selangkah saja.


Jantung Arina berdegup kencang ketika sepasang mata berwarna cokelat itu menatapnya hangat. Rasanya belum pernah dia melihat wajah tampan suaminya selapang ini. Lelaki itu selalu berpaling setiap kali Arina menatapnya. Dan sekarang, Bagas terlihat gugup dan meremat tangannya sendiri.


Ada apa? Apakah dia akan mengatakan bahwa pernikahan mereka terjadi atas sebuah paksaan? Atau mungkin saja Bagas ingin mengatakan bahwa dia tak pernah jatuh cinta kepada Arina?


Arina menata hatinya yang kalut. Ingin rasanya ditelan bumi, menghilang dan meninggalkan kenyataan yang semakin menyesaki pikirannya.


Tapi, lelaki yang tidak pernah romantis itu tiba-tiba saja mengecup kening Arina, dan berkata, “Mas jatuh cinta.”

Tuesday, August 1, 2017

Sukses Menaikkan Berat Badan Anak dengan Mudah dan Sehat

Setelah kemarin saya posting tentang tips sederhana mengenai MPASI, kali ini saya mau sharing tentang bahan makanan yang bisa digunakan untuk menaikkan berat badan bayi yang sudah mulai MPASI.

Ini memang jadi PR besar buat kita terutama yang punya genetik kurus ramping. Saya punya pengalaman buruk tentang berat badan anak-anak. Si sulung dan bungsu saya sama sekali nggak ada gemuk-gemuknya. Semua terlihat sangat mungil walau mereka tampak sehat-sehat dan aktif sekali.


Beberapa sebabnya bisa terjadi, pertama karena faktor genetik seperti yang saya sebutkan di atas. Saya yang sekarang nggak ramping ini dulunya selalu kurus. Benar, nggak percaya, kan? Hehe. Sejak kecil sampai SMP, saya nggak pernah dapat julukan gemuk walau makan banyak. Dan yang paling mengenaskan, suami saya bahkan hingga detik ini juga nggak punya berat badan cukup bagus. Dia ramping dan cenderung singset…hihi.

Jadi, wajar, kan kalau anak-anak saya juga bertubuh mungil?

Kata dokter spesialis anak, tinggi badan orang tua bisa jadi mempengaruhi. Jadi, kalau kita sebagai orang tua bertubuh pendek, anak-anak bisa aja punya tinggi nggak seberapa sejak kecil. Tapi, urusan berat badannya ini beda lagi. Beliau bilang harusnya tetap normal layaknya anak-anak yang lain.

Anak-anak saya, meski tubuhnya nggak sekurus apa, tapi termasuk kategori berat badan kurang. Tingginya termasuk normal. Semakin saya pikirkan, semakin stres juga rasanya. Hingga akhirnya membuat saya malah bingung harus ngapain? Pengen ngasih makan banyaaak biar cepat gemuk, tapi akhirnya yang masuk ke mulut juga nggak seberapa karena memang makannya segitu-gitu aja.

Kedua, juga bisa karena ADB atau kekurangan zat besi. Faktanya, kekurangan zat besi bisa membuat anak susah makan, bisa juga berat tubuhnya susah naik atau malah stagnan. Buat kita itu anugerah, ya. Tapi, buat anak-anak itu adalah sebuah kondisi yang mengkhawatirkan.

Anak kedua saya sudah pernah skrining ADB dan hasilnya memang dia kekurangan zat besi walaupun belum terlalu parah. Selain memberikan zat besi seperti Ferriz, saya juga memberikan lebih banyak daging merah dalam campuran MPASI-nya.

Saya sempat berkonsultasi dengan dokter Herbowo di rumah sakit Hermina Jatinegara, disarankan mengonsumsi susu tinggi kalori. Bukan Pediasure, tapi yang lebih tinggi di atasnya yaitu Nutrini. Saya nggak mau egois dengan tetap memberinya ASI saja, kalau memang diperlukan kenapa tidak? Sebab pada waktu itu, menambah makanan pun sulit sekali karena anak saya juga nggak doyan-doyan banget makannya. Akhirnya manut sama dokternya.

Saya pun sempat memberikan anak-anak Nutrini. Dan sukses mereka tolak karena nggak seenak susu cair apalagi ASI! Terus susu semahal itu mau dikemanakan? Masuk ke perut ibunya dan akhirnya terjadilah kenaikan BB yang besar-besaran. Oh, No! Haha…Ampun, ya!

Selain itu, ada juga anak yang menurut dokter Widodo Judarwanto susah naik BB karena memiliki alergi. Dokter yang saya temui di rumah sakit Bunda, Menteng ini akhirnya memberikan banyak sekali pantangan kepada anak-anak. Saya sempat menjalani diet dari beliau karena memang banyak sekali curhatan ibu-ibu di Google yang sukses melakukannya. Karena saya gampang banget terpengaruh, akhirnya saya pun ikutan…hehe. Tapi, nggak lama-lama. Sebulan aja..hehe.

Sebenarnya, menurut para dokter di milis sehat, nggak mudah mendiagnosa alergi pada anak-anak. Apalagi anak-anak saya terbukti nggak pernah ruam ketika mengonsumsi makanan apa pun. Diet yang terlalu ketat tanpa bukti jelas bisa menyebabkan anak-anak kekurangan gizi. Buat saya, semua pilihan berada di tangan masing-masing, ya.

Alasan lainnya mungkin ISK atau infeksi saluran kencing yang kadang nggak ketahuan. Cara tahunya tentu dengan tes urin. Kalau memang positif bisa segera diobati. Masalahnya, anak-anak saya sudah sunat semunya sejak kecil. Insya Allah nggak ada ISK.

Nah, jika ibu-ibu mengalami kegalauan yang saya alami, coba deh cek dulu, apakah ada penyebab lain kenapa anak kita berat badannya seret banget? Menghitung berat badan bayi juga nggak bisa semudah melihat dari KMS, ya! Tapi perlu menghitung dari awal kelahiran hingga usia sekarang dengan growth chart WHO.

Sudah, tarik napas, yaaa..hihi. Beneran, punya anak dengan berat badan irit itu bikin deg-degan. Tapi, coba deh beberapa cara ini. Insya Allah bisa menaikkan berat badan jika memang faktornya adalah pemberian MPASI yang kurang benar.

1. Minyak Zaitun


Minyak zaitun boleh banget dikonsumsi oleh bayi kita sebagai tambahan lemak sehat. Bisa dicampur dengan bubur bayi supaya anak-anak nggak terlalu kesulitan saat mengonsumsinya. Minyak ini mudah sekali kita dapat ya saat ini. Karena bukan hanya anak-anak, dewasa pun banyak yang mengonsumsinya.

2. Alpukat


Buah alpukat juga punya kandungan lemak yang bagus. Jadikan buah ini sebagai camilan sehat buat anak-anak yang punya BB kurang. Selain gampang, buah ini sebenarnya sudah enak tanpa tambahan apa pun.

3. Dobel Karbo


Bisa juga mengombinasi dua karbohidrat dalam menu Mpasi. Misalnya saja beras putih dicampur kentang, ubi jalar dengan kentang dan lain-lain. Pintar-pintar kitanya saja untuk mengombinasikan, ya.

4. Protein


Mengonsumsi makanan tinggi protein bisa juga menaikkan berat badan. Jadi, campur bubur dengan protein juga, ya. Bayi-bayi yang baru mulai MPASI sudah boleh diperkenalkan dengan daging pada hari ketujuh MPASI-nya. Walaupun beberapa pendapat mengatakan hal berbeda. Tapi saya melakukannya di minggu kedua.

Update terus ilmu per-MPASI-an kita. Karena dari waktu ke waktu semua aturan berubah. Dokter anak yang nggak lama baru saya kunjungi mengatakan, anak-anak sebaiknya banyakin makan protein, seperti ikan, daging, telur, dll. Makan sebanyak mungkin nggak masalah justru bagus buat nambah berat badan. Kenyataannya? Ya, nggak semudah itu juga nyuruh anak-anak makan banyak protein...huhu.

5. Makan Tepat Waktu


Makan tepat waktu juga dianjurkan bagi anak-anak yang punya berat badan mungil. Seorang dokter ahli gizi dari rumah sakit Hermina bahkan selalu menganjurkan supaya orang tua membuat jadwal rutin kapan anak harus makan makanan berat ataupun camilan.

Semua cara itu sudah saya lakukan tapi rupanya anak-anak memang punya faktor genetik yang sangat kuat. Apa mau dikata, banyak orang bisa berhasil melakukannya bahkan beberapa tak terlihat bekerja keras. Saya sudah berusaha dengan susah payah. namun, hasilnya sama. Maka saya pun harus bersyukur sudah diberikan amanah, punya anak-anak yang sehat meski nggak punya pipi bulat. Gemuk memang menggemaskan, tapi terlalu gemuk dan berlebihan pun jadi masalah.

Dipikirkan terlalu pusing malah bikin suasana hati semakin nggak nyaman. Ini juga bisa membuat kita memberikan tekanan kepada anak-anak jika mereka nggak ngabisin makanannya. Padahal, mereka sama dengan kita, kadang nafsu makan sedang bagus, kadang juga lagi nggak mood makan.

Saya sekarang lebih fokus supaya anak-anak tetap sehat. Kalau mereka sehat, nafsu makan akan lumayan baik dan mereka bisa makan dengan lahap. Setiap pagi, mereka minum jus buah dan sayur plus madu. Nggak hanya mereka, saya dna ayahnya pun mengonsumsi minuman yang sama. Minimal dua hari sekali. Kalau bisa setiap hari. Ini lumayan membantu menjaga kondisi tubuh tetap fit meski cuaca sedang tak menentu.

Gimana, masih pusing mikirin berat badan anak yang seret? Semoga postingan ini bermanfaat dan please, nikmati saja setiap prosesnya. Karena waktu sekarang nggak akan kembali, nggak usah dibawa stres. Penting mereka sehat dan bahagia :)

Salam hangat,

Featured image: Photo on Daily Maverick