Tuesday, September 25, 2018

Lintang Langit pada Senja, Ketika Takdir Membuatmu Hampir Putus Asa

“Lintang, aku adalah Langit. Langit yang senantiasa menaungimu, mendekapmu, memayungimu hingga pagi tiba. Andaipun mentari memaksamu pergi, bukankah ada senja yang selamanya mempertemukan kita?”

 “Kita hadapi semua yang terjadi dengan hati lapang. Kebahagiaan sejati seperti sekuntum mawar. Ia tak bisa langsung kita petik. Namun, ia kita tanam, kita rawat, dan ia tumbuh. Kita tidak boleh putus asa, Lintang. Kita tak boleh lemah dengan rintangan-rintangan yang melemahkan semangat. Aku ingin kau menjadi muslimah yang serupa sebatang pohon kurma. Kamu tak mudah teraih oleh tangan-tangan jail, tak mudah tergapai oleh keburukan, kelemahan, dan godaan. Mereka yang melemparimu, kau balas dengan guguran buah yang manis dan menyehatkan. Kamu bisa, Lin?Ini pun janji untuk diriku sendiri, pelajaran untuk diriku sendiri.” (Hlm. 201)


Itulah sepenggal kalimat yang diucapkan oleh Langit kepada Lintang yang menjadi cinta pertama dan terakhirnya. Kisah penuh perjuangan menggapai kebahagiaan hakiki yang tertuang dalam sebuah novel berjudul ‘Lintang Langit pada Senja.’


Sinopsis

Langit adalah seorang mahasiswa yang harus berjuang membiayai kuliahnya sambil menjadi juru parkir sebuah diskotek. Tidak seperti Lintang yang serba kecukupan bahkan kaya raya, Langit harus melihat ibu kandungnya berjuang mati-matian membiayai hidup keluarga yang telah ditinggal pergi oleh ayah kandungnya hanya demi perempuan lain.


Kerasnya garis takdir yang harus dilalui oleh Langit membuat ia marah akan ketetapan Allah. Merasa senasib dengan Lintang yang kekurangan perhatian dan kasih sayang orang tua, mereka pun sepakat melangkah bersama. Merasa dibenci oleh Sang Pencipta karena nasib baik yang tak pernah berpihak membuat keduanya mudah saja jatuh cinta.


Sayangnya, di saat jalinan kasih di antara keduanya begitu erat terpaut, takdir justru memisahkan mereka. Hancur, rapuh, dan merasa sendiri membuat Lintang enggan melanjutkan hidup. Sedangkan di sisi lain, Langit harus menghadapi banyak masalah, termasuk ibunya yang sakit-sakitan dan adiknya, Nawang yang diperkosa dan mengalami tekanan batin teramat dalam.


Lintang yang malang, sepi merenggut bahagia yang sebelumnya sempat memikatnya, kehilangan Langit membuat semuanya jadi serba sulit. Ia mencari ke mana Langit pergi. Dalam pencarian panjang yang tak kunjung menemui ujungnya, Lintang justru dihadapkan pada situasi yang jauh lebih sulit. Ya, dia hamil di luar nikah. Bagaimana Lintang harus menghadapi takdir itu sendirian tanpa Langit? Sedangkan di sisi lain Langit pun sedang berjuang menikam rindu pada Lintang yang entah ada di mana.


Bagaimana keduanya menggapai hidayah dalam gelimang masa lalu penuh nista? Akankah keduanya bisa kembali bersama?


Ririn Astutiningrum begitu pandai menuliskan kisah Lintang dan Langit dengan penuh emosi. Membuat saya terbawa akan kesedihan yang melindap kebahagiaan keduanya. Satu konflik demi konflik yang diceritakan membuat novel ini nggak hambar, bahkan bikin deg-degan. Gemes pengen cepat sampai ending.

Bagi saya, buku bagus tidak cukup hanya membawa emosi pembaca, membawa pembaca ikut larut dalam cerita, tapi juga berisi pelajaran hidup dan penuh makna. Dan itulah yang saya temukan dalam novel ‘Lintang Langit pada Senja’ ini.
 

Kehidupan Lintang dan Langit tak berbeda dengan kehidupan kita yang sebenarnya. Kisah seorang hamba yang diuji dengan bertubi masalah yang bahkan sempat membuat mereka membenci Tuhan. Tapi, hidayah Allah siapa yang tahu? Kita pun sering mendapati banyak gambaran manusia penuh dosa di masa lalu, tetapi kemudian mereka bahkan menjadi lebih baik daripada kita berkat hidayah dari Allah. Maka seperti itulah kisah Lintang dan Langit digambarkan.


Ujian itu ada sejatinya bukan untuk membuat seorang hamba semakin menjauh dari Allah, justru itu menjadi alarm supaya kita semakin dekat, menjadi lebih kuat, belajar berdamai dengan takdir, dan menerima ketetapan Allah. Dan itulah yang pada akhirnya didapatkan oleh Lintang dan Langit.


Novel ini cocok buat kamu yang ingin atau sedang hijrah. Banyak sekali pelajaran hidup di dalamnya, bahkan penulis dengan begitu apik mengangkat kisah para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai pelajaran nyata yang seharusnya kita teladani.


Buat kamu yang cengeng dan mudah terbawa emosi, sebaiknya sedia tisu sebelum memutuskan membacanya. Benar-benar kisah cinta penuh drama, tetapi digambarkan dengan begitu natural. Layak banget kamu baca!
 

Dan ini adalah sepenggal isi dari surat Senja yang dituliskan untuk Lintang. Salah satu bagian yang saya suka. Kamu pun layak membacanya.
 

“Mba, meski semua ruangan dalam hati Mas Langit diberikan kepada saya, ruangan itu tak terjamah. Ia menutupi kesunyiannya dengan selembar tirai senyuman agar saya tak turut merasakannya. Hari-harinya ia habiskan untuk membuat saya senantiasa tersenyum, sementara satu sisi batinnya meteskan air mata….”

Monday, September 24, 2018

9 Trik Membuat Judul Artikel yang Menarik dan Memikat Hati Pembaca

Pernahkah kamu merasa jika membuat judul rupanya jauh lebih sulit ketimbang membuat isi artikel itu sendiri? Ternyata bikin judul yang menarik itu bukan perkara gampang, ya? Kita harus pintar-pintar membuat judul yang dapat memikat hati pembaca, nggak sekadar menarik saja, tetapi juga harus benar caranya.

Supaya kamu nggak bingung, terutama bagi yang baru saja belajar menulis artikel, beberapa trik ini bisa kamu coba sambil terus berlatih.

Bedakan Antara Topik dan Judul

Topik itu bukan judul, dan judul juga tidak akan menarik jika dibuat dari topik sebuah artikel. Keduanya adalah sesuatu yang berbeda. Tapi, ternyata banyak yang melakukan kesalahan pada poin pertama ini, lho.

Contoh:
a. Cara Meredakan Demam
b. Cara Memutihkan Kulit
c. Panduan Menulis Artikel

Beberapa contoh di atas merupakan sebuah topik dari beberapa artikel. Topik itu tidak layak dijadikan judul. Judul itu cenderung lebih menarik, mengandung perbedaan antara satu artikel dengan artikel lain yang memiliki topik yang sama. Judul biasanya menjabarkan isi, nggak bikin pembaca merasa samar ketika membaca judul artikelmu.

Kemudian perhatikan contoh berikut ini, ya.
a. 5 Bahan Alami yang Ampuh Redakan Demam pada Si Kecil
b. Ternyata 7 Bahan Alami Ini Efektif Putihkan Kulit dalam Waktu Singkat
c. 10 Trik Jago Menulis Artikel, Nomor 2 Sering Kamu Abaikan

Adakah perbedaan antara contoh pertama dan kedua? Sangat berbeda, ya? Pertama itu memuat topik, sedangkan pada contoh kedua memuat judul artikel yang kenyataannya memang lebih menarik.

Perbedaan keduanya bukan karena pendek dan panjangnya, ya. Tapi memang judul memuat nilai lebih ketimbang topic yang dijadikan judul. Gimana, masih bingung? Semoga nggak, ya. Kita lanjut poin berikutnya.

Berikan Manfaat dan Detail Lebih Banyak
Semua orang tentu ingin mendapatkan sesuatu ketika berniat membaca artikel. Misalnya manfaat apa sih yang didapat setelah membaca artikel itu? Kalau nggak ada gunanya mending nggak dibaca dong. Selain itu, orang juga butuh hiburan, inspirasi, solusi ataupun yang lainnya.

Nah, supaya judul kita menarik, sebaiknya kita sertakan poin lebih di dalamnya.
a. Tips dan Trik Menulis Buku, Mudah dan Cepat!
b. Tips dan Trik Menulis Buku Supaya Best Seller, Mudah dan Cepat.

Orang pasti akan mencari tips dan trik menulis buku supaya best seller dong ketimbang hanya sekadar bisa menulis buku saja. Selain itu, kamu juga bisa membuat nilai lebih dengan memuat detail atau poin-poin yang jauh lebih banyak daripada artikel yang sudah ada.

a. 11 Destinasi Wisata Paling Hits di Bandung, Nomor 2 Asli Bikin Mupeng
b. 21 Destinasi Wisata Paling Hits di Bandung, Nomor 2 Asli Bikin Mupeng

Yakin orang akan memilih judul nomor dua karena memuat lebih banyak destinasi ketimbang yang pertama. Sekali membaca, mereka akan mendapatkan informasi yang jauh lebih lengkap. Karena itu, coba kamu penuhi poin kedua ini ketika hendak membuat judul.

 
Buatlah Angka dan Daftar

Judul yang memuat angka akan sangat menarik pembaca, lho. Terutama jika kita menggunakan angka ganjil. Angka ganjil menurut sebuah sumber dipercaya bisa menarik perhatian mata pembaca secara psikologis. Dan nyatanya sih memang sangat menarik, ‘kan?
Menuliskan angka dan daftar pada sebuah judul juga bisa membuat pembaca percaya bahwa artikel kita memuat deretan informasi yang mudah dipahami. Selain angka, kamu bisa menambahkan kata-kata ajaib setelahnya. Misalnya saja tips, alasan, fakta, rahasia, trik, inspirasi, ide, ataupun cara. 


Memiliki Keterikatan dengan Perasaan
Kenapa bawa-bawa perasaan? Ini ‘kan hanya menulis judul artikel? Nggak perlulah dibuat baper, ‘kan? Yess! Kamu memang benar, tapi pembaca juga akan membuka artikel kamu ketika kamu menuliskan sebuah judul yang mampu menarik perhatian, memiliki keterikatan dengan perasaan mereka, tetapi perasaan itu muncul alami, bikin takjub, bertanya-tanya, simpati atau empati, bukan malah merasa aneh.


a. 21 Deretan Film Terbaru 2018, Paling Keren!
b. 9 Cara Turunkan Berat Badan Tanpa Diet dalam Waktu 3 Minggu


Contoh pertama itu menimbulkan perasaan aneh. Seperti tidak penting, nggak ada gunanya banget pakai kata paling keren. Sedangkan contoh kedua benar-benar bikin penasaran, apalagi banyak banget perempuan pengen kurus tanpa diet..hehe. Karena itu kenali perasaan apa yang kamu inginkan muncul dari pembacamu.


a. Apakah rasa tidak percaya?
b. Apakah penasaran, bertanya-tanya sehingga pengen tahu banget?
c. Bisa jadi empati
d. Mungkin saja yakin atau kepastian
e. Dan khawatir sehingga mereka mau membaca artikelmu


Semua itu bisa kamu ciptakan dan buat sesuai dengan keinginan kamu. Gimana, masih pusing memikirkan judul? Kita lanjut poin berikutnya, ya!


Bikin Judul yang Enak Dibaca Mata dan Unik
Jangan takut bikin judul-judul yang unik, tetapi pikirkan itu haruslah enak dibaca, ya. Salah satu contoh mudah selalu saya dapatkan ketika membaca artikel-artikel di Hipwee. Kamu bisa menemukan judul-judul yang mereka buat nyatanya selalu unik, tapi enak banget dibaca. Mereka nggak takut bikin judul berbeda dari yang lainnya, tapi justru itu jadi ciri khas tersendiri bagi platform satu ini.


Buatlah Judul Berupa Pertanyaan yang Bisa Membangun Rasa Penasaran
Jangan takut ketika ingin membuat sebuah judul yang diawali dengan sebuah pertanyaan, justru itu bikin pembaca menjadi tertarik, penasaran dan bertanya-tanya, lho. Contoh mudah yang bisa kamu ambil seperti ini.


a. Kulit Kamu Masih Kusam dan Berjerawat? Mungkin 5 Hal Inilah Penyebabnya
b. Sudah Diet Ketat Tapi Berat Badan Nggak Turun-turun? Bisa Jadi 7 Kesalahan Ini Kamu Lakukan Tanpa Disadari


Kira-kira seperti itulah yang bisa kamu buat nanti, ya. Semoga kamu nggak semakin pusing memikirkan judul yang tepat untuk artikelmu nanti. Next!


Modifikasi Ide dari Judul-judul yang Sudah Populer
Selain harus terus berlatih, kamu juga bisa belajar membuat judul dari beberapa artikel yang sudah populer, yang terbukti menarik, yang klik di hati kamu, dan tentu saja yang wajar dan tidak aneh, ya?
Kamu bisa mengambil ide dari judul artikel lain, tapi pliss, kreatiflah sedikit, jangan sampai kamu ambil semua bagian judul yang telah dibuat orang lain, itu bukan gaya penulis, itu plagiat, dan itu dilarang.


Kamu bisa menirukan misalnya hanya pada kata ‘Tersembunyi’ yang kemudian kamu buat menjadi sebuah judul menarik seperti ‘Pulau Padar, Surga Tersembunyi di Labuan Bajo yang Bikin Traveler Betah’. Ya, cukup ambil satu kata saja, ya.


Bikin Judul yang Lebih Spesifik
Kita harus menentukan judul sesuai dengan target pembaca. Bikin judul yang lebih spesifik itu jauh lebih menarik daripada yang umum. Kamu bisa melihat contohnya seperti ini.


a. Panduan Traveling ke Bali dengan Budget di Bawah 2 Juta
b. Deretan Smartphone Keren Buat Kamu yang Suka Selfie


Nah, kira-kira sudah semakin jelas dan mudah, ‘kan membayangkan bagaimana meramu judul yang menarik dan benar?


Memberikan Sebuah Kepastian
Nah, poin terakhir yang perlu kamu buat ketika hendak menuliskan judul yang menarik adalah memberikan sebuah kepastian yang mana memang selalu pembaca harapkan ketika membaca sebuah artikel. Yap! Setiap pembaca, terutama yang tidak kamu kenal pasti ingin mendapatkan sesuatu yang mereka harapkan, misalnya saja mereka mencari artikel dengan topik menurunkan berat badan tanpa diet, itu mereka lakukan karena memang mereka butuh itu, mereka akan mencoba mempelajari dari artikel yang mereka harapkan bisa memberikan solusi.

Pembaca akan membaca artikel kamu bukan karena mereka ngefans, apalagi ingin jadi teman kamu, lho. Jangan GR, ya? Hehe. Karena itu, penting kamu membuat judul yang nggak menipu, bisa berupa judul yang memberikan durasi spesifik dan hasil spesifik.


a. Putihkan Kulit dengan Bahan Alami Ini Hanya dalam Waktu 7 Hari
b. Cara Meningkatkan Penghasilan Hingga 90% Tanpa Keluar Rumah


Dan yang perlu kamu ingat, berlatihlah terus sampai kamu merasa mudah melakukannya. Meskipun kamu tahu teori, jika kamu enggan berlatih, itu sama saja bohong. Bahkan penulis artikel profesional rela bikin judul lebih dari lima hanya untuk sebuah artikel yang mereka rampungkan. Bagaimana dengan kita yang katanya pengen belajar tapi mencoba saja enggan?

 

Sunday, September 9, 2018

Anak Suka Memaksakan Kehendak? Ajari Dia Sejak Dini dengan 5 Tips Ini

Punya buah hati pastinya merupakan suatu hal yang sangat diidamkan oleh setiap pasangan yang telah menikah. Karenanya, tak heran jika banyak yang akhirnya susah menahan diri untuk tidak menuruti keinginan si kecil meskipun itu tampak sangat berlebihan.

Anak-anak usia di atas dua tahun, yang sudah mengerti, yang sudah memahami keinginannya, sering sekali memaksa orang tua untuk menuruti apa yang dia mau. Salah satu contoh sederhana, mereka bisa  menangis hingga tantrum hanya karena ingin membeli es krim, naik odong-odong yang setiap hari lewat di depan rumah, atau meminta mainan.


Karena tidak nyaman dilihat orang lain, atau tidak mau disebut orang tua yang tidak sayang pada anaknya, maka kita sering sekali terpaksa menuruti keinginan mereka. Nah, sekali saja kita turuti, mereka akan mengulanginya lagi. Yap! Anak kecil itu, meski usianya baru beberapa tahun, tetapi amat cerdas, lho. Mereka mempelajari bagaimana reaksi orang tua saat ia memaksa dan menangis di tempat umum.


Keponakan saya, saat usianya masih balita, selalu melakukan hal yang sama setiap ada tamu bertandang ke rumah. Dia minta pergi ke toko dan meminta jajanan. Dia pasti menangis kalau tidak dituruti, sedangkan orang tua sungkan dengan tamu yang datang. Bahkan tak jarang tamu juga mengatakan, sudahlah, turuti saja dulu. Dan akhirnya itu terjadi hingga dia berusia cukup besar, bahkan hingga masuk sekolah dasar.


Belajar dari kejadian seperti itu, saya berusaha membenahi apa yang salah. Setelah memiliki anak, saya berusaha untuk tidak selalu menuruti mau anak-anak. Pernah sekali, saat sulung ingin punya mobil remot, dia sudah hampir gulung-gulung di pasar. Tapi, saya tetap berkata, kita nunggu tabungan kamu penuh. Jadi, pulang sambil nangis. Oke, itu nggak masalah. Tidak perlu cemas dengan tatapan orang lain di sekitar kita. Toh kita nggak melakukan kekerasan fisik sama dia, kan? Santai dan tarik napas, deh!


Nah, supaya itu jangan sampai terjadi, coba ikuti tipsnya.


Ajari Menabung Sejak Dini

Saya selalu mengajari anak-anak menabung sejak kecil, bahkan sebelum mereka mengerti fungsi uang. Ajarkan pelan-pelan bahwa menabung bisa mengabulkan keinginan mereka. Mereka bisa mengumpulkan uang setiap hari, setelah celengan penuh, mereka bisa membeli apa saja yang mereka inginkan.


Hasilnya? Tabungan sulung pernah sampai 1 juta lebih dalam bentuk uang receh…hehe. Dan itu akhirnya masuk ke rekening tabungannya, bukan dibelikan mainan.


Tunjukkan Bahwa Menabung Bisa Mengabulkan Keinginan Si Kecil

Ya, jangan sampai kita hanya memberikan teori menabung pangkal kaya, tetapi kenyataannya dia tak kunjung bisa membeli apa yang dia inginkan. Jika celengan sudah penuh, pecahkan dan hitung uangnya. Katakan bahwa uang yang dia miliki sekian, akan cukup untuk membeli bla bla bla. Itu akan membuat anak-anak percaya bahwa dengan menabung mereka bisa mendapatkan apa yang diinginkan.


Ajarkan Untuk Bersabar

Menabung itu butuh kesabaran, kan? Sesekali mereka pasti tidak sabar, tetapi tetap ajarkan untuk selalu bersabar dengan cara yang sabar pula. Mereka akan mengerti. Anak-anak itu cerdas. Mereka pasti akan mengerti kalau terus menerus kita beri pengertian.


Bikin Perjanjian

Yess! Sebelum kita pergi ke supermarket, bikin perjanjian dulu dengan si kecil. Kita ke supermarket karena ingin membli terigu misalnya. Kamu boleh beli permen, tetapi tidak yang lain. Jika sepakat, kamu bisa pergi. Jika si kecil tiba-tiba meminta mainan yang di luar perjanjian, ingatkan dengan baik-baik dan jangan mudah menuruti. Kita pun harus konsisten supaya mereka percaya bahwa kita tidak akan menuruti apa yang ada di luar perjanjian meskipun dia menangis di tempat umum.


Konsisten dan Sesekali Beri Dia Hadiah

Anak-anak, pastilah senang jika diberikan hadiah. Katakan dia hebat karena sudah bisa menahan diri dan bersabar, sesekali saja. Dan lagi, orang tua harus konsisten dalam menerapkan aturan. Awal mula anak-anak suka membantah itu biasanya karena kitanya yang nggak konsisten, lho. Jadi, mereka mencari celah supaya kemauannya dituruti. Jangan sampai, ya.


Itulah beberapa tips yang bisa kamu coba. Memang berat, ya jadi orang tua. Tapi, pengalaman dan belajar terus menerus akan membuat kamu memahami triknya. Jangan berhenti belajar meski telah menjadi orang tua. Justru saat inilah kamu harus lebih banyak belajar, bukan sebaliknya.