Kamu suka menulis dan ingin mempublikasikan tulisanmu, tetapi tak tahu harus dikirim ke mana? Selain menulis di blog, kamu juga bisa mengirimkan tulisanmu kepada media yang sekarang sudah sangat banyak jumlahnya. Ajaibnya, kamu tidak hanya bisa dikenal lebih banyak orang, tetapi kamu juga bisa mendapatkan penghasilan, lho.

Foto: Pexel.com

Saat ini, sudah banyak situs yang bersedia menerima tulisan kamu. Nggak main-main, mereka sudah punya jutaan pembaca setia yang siap membaca setiap tulisan menarik yang masuk. Kamu bisa bayangkan, tulisanmu yang biasanya hanya mengendap di laptop, kini bisa lebih bermanfaat karena punya kesempatan dibaca lebih banyak orang.

Selain itu, beberapa situs ini nggak hanya menerima tulisanmu, tetapi juga membuatmu punya penghasilan tetap dari passion kamu sebagai penulis dan poin lebihnya, kamu juga bisa dapat training menulis gratis. Nah, kira-kira ada situs apa saja, ya? Simak ulasannya!

11.  UC News

Foto: abplive.in

UC News adalah salah satu situs yang akan membayar tulisanmu pakai dolar. What? Beneran uangnya bisa cair dan sampai? Yap! Saya sendiri sudah menulis di UC News hampir setahun dan sudah mendapatkan fee lebih dari 1000$ dalam 6 bulan pertama.

UC News termasuk situs yang cepat tanggap sama artikel yang masuk. Buat yang sudah lama menulis, nggak butuh waktu lama untuk menunggu artikel terbit, tapi buat penulis pemula kadang sampai berhari-hari belum terbit juga. Duh, ngeselin banget, kan? Haha.

Untuk bisa dapat penghasilan, kita perlu monetisasi iklan dulu, barulah kemudian setiap artikel terbit akan dapat fee sesuai dengan jumlah viewer. Artikel berkualitas di situs ini juga belum tentu dibaca banyak orang, kadang malah yang remeh justru ramai pembacanya. Yang jelas, kudu sabar aja...hehe.

22. Hipwee

Foto: Hipwee.com

Hipwee adalah salah satu situs yang bersedia menerima tulisan kita dan pastinya kita punya banyak peluang untuk lebih dikenal orang karena pembaca Hipwee yang jumlahnya udah nggak terhitung. Tapi, kamu nggak akan dapat fee ketika mengirimkan tulisan di situs ini.

Bagi sebagian penulis, fee itu bukan yang utama, kok. Kesempatan buat dibaca banyak orang, nyaman menulis di sana aja sudah jadi salah satu hal yang mereka senangi, bikin bangga, dan bahagia. Maka tak heran, penulis di situs ini juga banyaknya minta ampun. Dan perlu diingat, tulisan kamu nggak langsung bisa terbit, ya. Ada seleksi juga. Saya pernah menulis di Hipwee dan ada 2 artikel terbit di sana. Selain itu, setiap bulan akan dipilih beberapa penulis dan mendapatkan hadiah. Yang lebih menarik, Hipwee kadang ngasih training menulis gratis buat penulis-penulisnya, lho. Keren banget, kan?

33.  Idn Times

Foto: techinasia.com

Situs satu ini juga tak kalah keren dan terkenalnya, lho. Setiap buka google, Idn Times akan muncul di page one. Jika kamu mengirimkan tulisan di situs ini, kamu akan dapat saran perbaikan jika memang tulisan kamu belum layak terbit. Dan menurut saya, ini adalah poin penting terutama bagi pemula, lho.

Selain itu, kamu juga bakalan dapat fee dari setiap artikelmu yang sudah terbit. Asyik, bisa buat tabungan masa depan, kan? Hehe.

  4.  Basabasi

Foto: Basabasi.co

Situs satu ini termasuk situs yang akan membayar tulisanmu dengan harga yang nggak main-main, lho. Tapi, karena fee yang akan kamu terima lumayan besar, kamu juga perlu tahu jika untuk lolos ke situs ini juga nggak bakalan mudah, ya.

Kamu bisa mengirimkan puisi, esai, resensi, ataupun cerpen. Cek syarat-syaratnya sebelum memutuskan untuk mengirimkan tulisanmu, ya.

  5.   Babe

Foto: appmobileonline.com
a
Situs satu ini juga pasti udah kamu kenal sebelumnya, ya? Kamu bisa mendapatkan penghasilan yang lumayan setiap artikel terbit. Pengalaman orang lain, satu artikel bisa dihargai hingga Rp 50.000, lho. Tapi, kabarnya kamu harus menunggu hingga saldo mencapai Rp 200.000 untuk bisa cair, ya.

66.   Brilio

Foto: probisnis.com

Situs satu ini juga akan menerima tulisanmu, lho. Nanti tulisan kamu bisa masuk halaman community dan jika memang menarik, maka admin Brilio akan memilihnya untuk diletakkan pada halaman utama. Jika tulisan kamu terpilih, kabarnya kamu akan dapat Rp 200.000. Tapi, ternyata untuk sampai di halaman utama, nggak mudah. Jadi, berjuanglah!

77.   Plukme

Foto: itsrumahaksara.wordpress.com

Situs satu ini kerennya bukan main. Yap! Saya yakin, banyak banget penulis yang merasa nyaman menulis di situs ini. Selain bisa mengirimkan tulisan yang ternyata nggak banyak pakai syarat, kamu juga bisa menambah pertemanan dengan saling follow akun penulis lainnya, lho.

Di sini kamu juga akan mendapatkan penghasilan meskipun tak seberapa. Tapi jika kamu rajin dan pembacamu banyak, penghasilan yang kamu terima pun akan sebanding dengan usahamu. Saya pribadi pernah menulis di sini, tapi artikel saya nggak banyak. Dan saya merasa situs ini nyaman baik buat pemula ataupun senior.

88.  Nulis.co.id

Foto: yukampus.com

Buat kamu yang hobi ngelomba, Nulis.co.id ini cocok banget untuk kamu, lho. Situs satu ini sering banget ngadain lomba menulis. Selain itu, situs ini kabarnya juga akan membagi hasil iklan dari tulisanmu. Sejauh ini saya belum pernah menulis di Nulis.co.id. Kamu mungkin bisa mencobanya jika penasaran, ya.

99.   Vebma

Foto: Vebma

Mungkin situs ini masih agak asing di telinga kamu, ya? Saya pribadi pernah mendaftar tapi belum sempat menulis. Pengalaman teman yang masuk Vebma, tulisan kita akan dibayar sesuai jumlah viewer. Tapi, nggak banyak juga teman yang menulis di sini, bahkan saya pun belum sempat menulis di situs ini karena terlalu asyik mencoba situs lainnya. Hehe.

110.  Seword


Foto: misael.id

Buat kamu yang suka menulis tentang politik, situs satu ini benar-benar cocok untuk kamu coba. Sebelumnya, kamu harus mengirimkan contoh artikel kamu bertema politik pada email adminnya, ya. Kamu akan mendapatkan penghasilan juga dari situs ini. Kabarnya, setiap 1000 view kamu bakal dapat Rp 3000.

111.  Takaitu

Nah, lho gambar saya..kwkwk. Nggak mau rugi :D

Pernah dengar nama Takaitu? Situs satu ini akan menyeleksi setiap tulisan yang masuk dan akan memberikan fee buat kamu yang berhasil menerbitkan artikel di sana. Jika kamu tertarik menuliskan artikel di situs ini, kamu harus mempelajari karakter tulisan yang telah terbit di sana. Saya pribadi menulis di Takaitu sejak April hingga Agustus. Selama itu pula saya berhasil menjadi penulis terpilih dengan jumlah poin tertinggi sebanyak 3 kali berturut-turut. Tapi untuk saat ini saya sudah berhenti dan fokus untuk kesibukan yang lain.

112.  Jalan Tikus

Foto: Harianeko.com

Ini bukan jalan buat tikus lewat, lho, ya. Hehe. Situs satu ini juga bersedia menerima tulisan kamu, lho. Buat kamu yang hobi menulis tema gadget dan segala macam teman dekatnya, kamu bisa banget mengirimkan tulisanmu di Jalan Tikus, lho. Kamu juga akan mendapatkan fee atas setiap tulisan yang terbit.

113.  Mojok.co

Foto: mediajabar.com

Nama yang unik banget, ya? Setiap artikel terbit bisa mendapatkan fee sekitar Rp 10.000 hingga Rp 150.000, lho. Termasuk yang lumayan besar juga, kan? Tapi, tulisan kamu harus menunggu seleksi selama semingguan. Jadi, penghasilan besar, masuknya pun nggak gampang, kan?

114.  Inwepo.co.id

Foto: Pexels.com

Bagi kamu yang suka bikin artikel bertema tips dan trik, kamu bisa mencoba situs satu ini, ya. Setiap artikel terbit juga akan dibayar. Jika kamu melengkapi artikelmu dengan video tutorial, kamu bisa mendapatkan penghasilan lebih besar yakni sebesar Rp 30.000.

115.  Joeragan Artikel

Foto: lailamamasimpel.blogspot.com

Joeragan Artikel bukan hanya sering mengadakan kelas-kelas menulis yang keren, tapi juga punya website yang siap menerima tulisan kamu, lho. Di sini kamu memang tidak akan mendapatkan fee atas setiap artikel yang terbit, tapi setiap 3 bulan sekali akan dipilih penulis terbaik dan akan mendapatkan voucher training di Joeragan Artikel senilai Rp 200.000, lho. Keren banget, kan?

Jika kamu ingin mencoba menulis di JA, kamu bisa mengirimkan artikel bertema kesehatan, parenting, traveling, motivasi, dan masih banyak lagi.

Saya pribadi merupakan salah satu alumni kelas JA yakni kelas editor. Bersyukur dan senang pernah mencoba salah satu dari kelas keren yang dimiliki JA. Kamu juga bisa ikutan kelasnya yang lain, ya.

116.  Beautynesia


Buat kamu yang suka menulis tema kecantikan, bisa banget mengirimkan tulisanmu ke Beautynesia.id. Di sini memang tempat ngumpulnya artikel kecantikan dan fashion. Kabarnya, beautynesia juga akan memberikanmu fee atas setiap tulisan yang berhasil terbit di sana. Menarik banget, ya?

117.  Kompasiana

Foto: tekno.kompas.com

Kamu pasti nggak asing lagi dengan situs satu ini karena pembacanya yang banyak banget. Yap! Selain menerima tulisanmu, kamu juga bisa ikutan event berhadiah di sana, lho. Kerennya lagi, penulis Kompasiana bisa mendadak terkenal saking banyaknya pembaca di sana. Asyik banget, kan?

118.  Estrilook

Foto: Estrilook.com

Baru diluncurkan awal September lalu, Estrilook.com menjadi salah satu situs istimewa yang patut kamu coba. Situs satu ini memang lebih fokus pada dunia wanita, tapi bukan berarti penulis pria dilarang bergabung, lho.

Ada banyak kategori yang bisa kamu pilih, termasuk Beauty dan Fashion, Parenting, Food, Traveling, Muslimah, Inspirasi, dan Kesehatan. Lebih spesialnya lagi, kamu tidak hanya akan mendapatkan fee atas setiap artikelmu yang terbit, tetapi juga mendapatkan review atau masukan jika memang tidak layak terbit atau bahkan terbit dengan revisi.

Bukan hanya itu, Estrilook juga rutin mengadakan sharing seputar dunia kepenulisan, challenge menulis, membuka kelas menulis secara rutin, dan itu semua free alias nggak bayar. Ini juga yang akhirnya membuat Estrilook begitu cepat dikenal. Dalam dua pekan setelah diluncurkan, Estrilook sudah punya 130 penulis kreatif yang siap menginspiramu, 300 lebih anggota Estrilook Community yang siap belajar bareng dan saling berbagi.

Bulan depan, Estrilook akan mengadakan kelas ngeblog dan mempercantik blog, lho. Kelas ini diadakan di grup Estrilook Community. Dan seperti yang sudah kamu tahu, kelas seperti ini boleh diikuti oleh semua orang dan nggak akan dipungut biaya sepeser pun. Bulan depannya lagi, bisa jadi ada kelas self editing, jago bikin artikel, dan masih banyak lagi kelas lainnya yang insya Allah akan diadakan oleh situs super kece satu ini.

Foto: muyass.com

Bulan ini, Estrilook sedang mengadakan challenge menulis dan sudah dilakukan selama dua pekan. Ada banyak peserta yang begitu antusias mengikutinya. Selain ingin belajar konsisten menulis setiap hari, mereka juga bisa mempelajari berbagai tema dan karakter penulisan artikel yang bisa tembus media online. Setiap hari, Estrilook akan memberikan tema berbeda, yang kadang bikin mereka menyerah, kesal sampai gregetan saking susahnya. Tapi, dengan begitu mereka tahu apa itu berjuang, nggak mudah putus asa hanya karena satu kesulitan, mencari solusi sehingga bisa tetap menulis, menikmati proses yang nyatanya memang nggak mudah, dan yang pasti semua itu akan kembali pada diri mereka sendiri.

Tim Estrilook akan memberi masukan pada artikel yang diikutsertakan dalam tantangan menulis ini, lho. Betapa beruntungnya jika ada yang mau mengoreksi tulisan kita sehingga kita jadi tahu apa kesalahan kita yang kerap tidak disadari sehingga ke depannya jadi bisa diperbaiki. Dan itu terbukti banget, masuk minggu kedua, artikel penulis yang masih konsisten mengirimkan artikel semakin rapi dan bagus tulisannya.

Selain akan mendapatkan hadiah, Estrilook juga ngasih kesempatan pada setiap artikel yang layak terbit untuk dimasukkan ke dalam situs Estrilook.com dan pastinya dapat fee juga dong. Kurang keren gimana, kan? Kuy, segera bergabung bersama situs ini. 

Setiap Sabtu malam grup Estrilook Community juga bakalan diisi sama sharing bermanfaat, lho. Jika minggu lalu Estrilook ngasih materi tentang pembuatan judul artikel supaya menarik dan langsung praktik, minggu ini bakalan ada sharing manajemen waktu super kece dari salah satu penulis artikel yang sudah terbukti jam terbangnya.

Itulah beberapa situs yang bersedia menerima dan membayar tulisan kamu serta bikin kamu terkenal mendadak. Menjadi penulis artikel di media online memang terlihat remeh, ya? Tapi jika ditekuni, apa pun itu akan menghasilkan, lho. Yap! Sabar dalam berproses menjadi salah satu kuncinya. Kuy, semangat mencoba!

View Post

Apakah kamu termasuk salah satu orang yang senang menyantap cookies? Yap! Jika iya, kamu pasti pernah makan putri salju, kan? Si manis nan legit ini memang selalu jadi sajian spesial saat lebaran tiba. Tersusun rapi di dalam toples dan menjadi rebutan hampir semua orang.

Foto: masakapaya.com

Rasa manis dari gula halus serta gurih kacang cacah di dalamnya membuat kue kering satu ini selalu jadi favorit, ya? Kamu mungkin termasuk salah satu orang yang menyukai itu. Nah, bagaimana jika kamu membuatnya sendiri di rumah? Ternyata bahannya cukup simpel, lho.

Bahan yang kamu butuhkan:
300 gr butter
3 kuning telur
125 gr gula halus
400 gr terigu protein sedang
100 gr maizena
50 gr susu bubuk
50 gr keju edam (parut)

Bahan taburan yang kamu pakai:
Gula halus secukupnya
Gula donat secukupnya

Yang harus kamu lakukan:
1. Kocoklah butter, gula halus, serta kuning telur dengan mixer menggunakan kecepatan rendah, ya. Lakukan selama 1 menit hingga adonan tercampur rata. Ingat, asal rata saja.
2. Jangan lupa masukkan keju parut ke dalam adonan, aduklah hingga rata.
3. Masukkan campuran terigu, susu bubuk, serta maizena. Aduk dengan spatula hingga rata. Kemudian cetak sesuai keinginan dan tata di loyang, ya.
4. Panggang hingga bagian atasnya kokoh, nggak perlu menunggu hingg keemasan, ya. Nanti dia akan mengeras sendiri.
5. Ketukkan loyang perlahan dan tunggu sampai dingin baru disimpan di dalam toples setelah ditaburi gula halus dan gula donat.

Dan voila! Putri salju legit nan manis ini pun siap disantap dan jadi rebutan di rumah. Ternyata gampang banget, ya? Memang harus telaten membuatnya. Bikinnya lama karena harus memanggang bergantian, tapi habisnya cepet banget.

Resep ini diolah dari resep Catatan Nina yang selalu jadi favorit. Pernah mencoba langsung tapi fotonya udah hilang entah ke mana…hiks. Mba Nina ini bukan cuma suka menulis resep di blog ataupun IG, beliau juga sudah menulis buku resep yang kece banget, lho? Setiap akan memasak saya selalu membuka blog beliau. Asli sesuai banget sama selera. Memang resep di internet itu banyak banget, tetapi nggak semuanya oke buat dicoba. Nah, kalau Catatan Nina sudah terbukti karena saya sudah mencobanya. Kamu pengen nyoba juga?

Tulisan ini diikutsertakan dalam tantangan menulis bersama Estrilook.com dan Estrilook Community #Day 10 #Resep Cookies

View Post

Ini tema kemarin, tentang wanita inspiratif, yang bisa membuat kamu menjadi lebih positif, yang dapat membuat kamu jauh lebih baik dan bersemangat. Dan akhirnya saya memutuskan akan menuliskan sedikit tentang Anna Farida, mentor dari Sekolah Perempuan yang sempat membimbing saya menulis buku ‘Rahasia dalam Semangkuk Sup’.

Foto: bitread.id

Saya mengenal beliau saat memutuskan kembali ke dunia literasi setelah sebelumnya sempat merasa gagal dan menyerah pada 2014. Tahun 2017 saya memang memulainya lagi dari nol. Ya, dari nol. Tiga tahun nggak bersentuhan dengan dunia menulis membuat saya kehilangan semuanya.

Dan Sekolah Perempuan menjadi awal saya memulainya kembali dari awal. Saya bersyukur bertemu dengan cikgu Anna. Selain jadi mentor, beliau juga selalu jadi tempat curhat yang asyik. Alhamdulillah, sebuah buku lahir di bawah bimbingan beliau, meskipun itu nggak sempurna, tetapi cukup jadi penyulut semangat untuk melanjutkan impian menjadi seorang penulis.

Dan inilah beberapa hal yang bisa kamu tahu tentang sosok Anna Farida, mentor menulis rasa sahabat.

Pengalaman Menulis yang Tidak Sedikit Menjadikan Sosok Anna Farida Layak Jadi  Wanita Inspiratif

Selain ramah dan tidak sombong, cikgu Anna juga menjadi sosok yang begitu inspiratif buat saya. Ibu rumah tangga yang bisa terus berkarya tanpa perlu meninggalkan fitrah sebagai muslimah, sebagai seorang istri, dan seorang ibu.

Selain menjadi penulis buku, beliau juga pernah menjadi penerjemah, editor, dan trainer. Di antara beberapa karyanya,

Aku Anak Baik  (Al Kautsar Kids)
Parenting With Heart (Kaifa)
Keliling Dunia dengan 40 Kisah Ajaib (Kalil-Gramedia)
Single Dad Berbagi Cerita (Metagraf)
Single Mom Berbagi Cerita (Metagraf)

Itu hanya beberapa, selain itu, masih banyak karya-karya lain yang menginspirasi dan pastinya menarik untuk dimiliki.

Santun dan Ramah

Beliau, meskipun kami tak pernah bertemu langsung, tak pernah bertatap muka langsung, tetapi beliau sangat hangat, ramah dan pastinya santun. Saya percaya, meskipun belum sebaik beliau, tetapi saya harus punya sikap seperti itu ketika berhadapan dengan banyak orang di luar sana.

Sosok yang hangat itu, meskipun baru dikenal rasanya tentu saja amat dekat. Kita jadi nggak sungkan mau bertanya ini dan itu. Selama belajar bersama beliau, saya merasa sangat nyaman. Saya tahu buku saya itu nggak sempurna, masih kaku dan benar-benar masih butuh diperbaiki. Tapi, beliau nggak pernah merendahkan, justru selalu memberikan semangat supaya buku itu segera rampung. Dan saya bersyukur, akhirnya buku itu benar-benar bisa saya rampungkan dalam waktu cukup singkat.

Baca juga:
18 Situs yang Menerima Tulisanmu dan Membayarnya, Bikin Kaya dan Terkenal!
5 Tips Mempercantik Blog dan Bikin Pengunjung Betah

Bukan Hanya Penulis, Anna Farida Juga Merupakan Seorang Ibu Kece

Tak jarang beliau sering memposting kegiatan di rumah, termasuk kegiatan bersama putra dan putri beliau. Meskipun sibuk menjadi mentor dan menulis buku, bahkan menyelesaikan pendidikan, beliau tetap bisa memosisikan diri menjadi ibu yang baik. Anak-anak tumbuh bahagia dan berprestasi. Duh, bikin iri banget, kan?

Sosok Anna Farida bukan hanya jadi teladan, tetapi juga mampu menginspirasi banyak orang. Selama belajar dengan beliau, saya merasa sangat senang dan tentu saja sangat termotivasi untuk terus belajar dan mengejar impian.

Tulisan ini diikutsertakan dalam tantangan menulis bersama Estrilook.com dan Estrilook Community #Day9 #Wanita Inspiratif

View Post
Kamu pasti sudah familiar banget dong dengan olahan pasta di Indonesia. Berbagai macam jenis olahan pasta sudah biasa kita temui, baik untuk sarapan, maupun sebagai camilan. Yap! Di antara semua jenis pasta yang kamu temui itu, rupanya ada perbedaan yang tak semua orang tahu, lho.
Biar kamu nggak malu-malu banget saat makan di restoran Italia, ada baiknya kamu ketahui beberapa perbedaan di antara beberapa jenis pasta berikut ini. Simak ulasannya, ya.

Sering Disebut Spaghetti, Ternyata Angel Hair Ini Berbeda Banget, lho

Foto: taste.com.au

Meskipun sekilas penampilannya mirip banget dengan spaghetti yang sering kamu makan, tetapi pasta angel hair ini punya perbedaan dengan spaghetti, lho. Selain tidak sekenyal spaghetti, angel hair juga lebih tipis. Bahan-bahan yang digunakan pun jauh berbeda dari bahan yang digunakan untuk membuat spaghetti. Hm, jadi tahu sekarang, kan?

Fusili Sering Kita jumpai Dalam Berbagai Macam Olahan, Termasuk Untuk Campuran Sup

Foto: taste.com.au

Namanya fusili. Dibuat dari bahan dasar tepung dan sering disajikan bersama sayuran serta daging tumis. Di Indonesia, fusili sering kita jumpai dalam campuran sup, dijadikan pasta, hingga digoreng dan disantap bersama bubuk cabai yang super pedas. Yummy banget pastinya.

Bucatini Lebih Identik dengan Spaghetti dan Angel Hair

Foto: seriouseats.com

Nah, pasta satu ini juga bukan spaghetti ataupun angel hair, lho. Meskipun sekilas mirip banget, tetapi pasta ini punya perbedaan yang sangat mencolok terutama karena memiliki lubang. Jika angel hair lebih tipis daripada spaghetti, maka bucatini lebih tebal daripada angel hair, tetapi tidak setebal spaghetti, lho. Bisa bedain, kan, sekarang?

Elbow Macaroni Paling Mudah Dijumpai di Indonesia

Foto: pillsbury.com

Kita sering banget menyebut semua jenis pasta dengan sebutan macaroni, ya? Padahal, yang disebut macaroni itu adalah jenis elbow macaroni ini. Dibuat dari tepung gandum, elbow macaroni sering banget kita masukkan dalam campuran sup, isian pastel dan martabak macaroni, hingga berbagai macam olahan lain. Makannya nggak salah jika pasta satu ini disebut pasta sejuta umat, ya.

Farfalle Justru Lebih Identik dengan Nama Pasta Dasi

Foto: hellofresh.com

Ya, sekarang kamu harus belajar menyebutnya farfalle, ya, Guys. Bentuknya memang imut banget dan serupa dengan dasi kupu-kupu. Tapi, pasta ini namanya bukan pasta dasi, lho. Ini farfalle yang bisa kamu tumis dengan berbagai macam sayuran ataupun tambahan daging.

Conchiglie Mirip Banget dengan Cangkang Kerang

Foto: hellofresh.com
Kamu biasa menyebut pasta ini dengan sebutan apa? Mirip banget dengan cangkang kerang, pasta satu ini biasanya dimasukkan dalam hidangan sup dan salad, lho. Termasuk mudah banget kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, ya. Rasanya gurih dan bertekstur lembut.

Itulah beberapa jenis pasta yang bisa kamu kenali perbedaannya. Kira-kira masih suka bingung menyebutnya dengan benar sesuai namanya nggak, sih? Jangan sampai kamu menyamaratakan semua jenis pasta dengan sebutan makaroni, ya? Yuk, sebut dengan benar setelah kamu membaca ini.
View Post

Pernah mengalami berhadapan dengan anak yang sedang kejang demam? Yap! Kejang demam itu meskipun tampak berbahaya dan mengerikan, sejatinya tidak memengaruhi otak anak, lho. Kejang demam biasanya terjadi pada anak berusia di bawah 2 tahun sampai dengan enam tahun.

Anak-anak dengan riwayat kejang demam dari keluarganya biasanya punya kemungkinan besar akan mengalami hal serupa. Salah satunya adalah putra sulung saya. Sebelum saya menikah, saya kurang paham akan hal ini sehingga cenderung tidak peduli. Setelah menikah dan punya anak, saya berkesempatan belajar tentang dunia medis dari milis sehat dan dokter-dokter super RUM di dalamnya. Sebut saja dokter Apin, dokter Endah, dokter Wati dan dokter Anto.

Foto: gponline.com

Tapi, nyatanya saya baru sadar dan ngeh jika selama ini pernah kejang demam parah setelah si sulung mengalami kejang demam pertamanya pada usia 2 tahun. Kaget? Panik? Bingung? Pengen nangis? Pasti itu terjadi pada semua orang tua yang mengalami ini.

Malam itu, sambil menghitung waktu dia kejang, saya tidak berani melakukan apa pun kecuali yang telah disebutkan di dalam buku yang ditulis oleh dokter Wati – milis sehat. Berbekal buku itulah saya menghadapi putra saya yang sedang kejang. Memiringkan badan, tidak memasukkan apa pun ke dalam mulutnya karena bisa menyebabkan sulit bernapas, melepaskan pakaian, melihat bagian mana yang kejang, apakah seluruhnya atau sebagian, dan pastinya menghitung berapa lama dia kejang demam.

Dan malam itu, sulung berhenti kejang tanpa saya berikan stesolid karena memang tidak pernah menyediakan sebelumnya. Nggak kebayang aja bakalan kejang demam. Pelajaran berharga, seharusnya saya mengetahui jika dulu pernah kejang demam, dan risiko terjadi pada anak saya akan besar juga.

Keesokan harinya, sulung kembali kejang. Ini kejang pertama dan berulang jadi saya segera melarikan dia ke UGD. Sampai di sana dia sadar dan menangis ketika diperiksa. Mau minum dan demam turun. Lega? Hm, harusnya begitu. Tetapi ternyata tidak semudah itu, lho. Dokter yang berjaga di UGD sempat bikin panik. Minta sulung dirawat inap untuk observasi. Oke, saya setujui itu, nggak mau sok pintar karena saya tidak menguasai dunia medis. Tapi, yang pada akhirnya membuat saya berat adalah, si sulung harus diinfus. Jika dia tidak mau minum dan khawatir dehidrasi oke. Ini dia baik-baik saja, kondisinya normal bahkan tidak demam lagi saat dibawa ke UGD. Tapi, dokter menolak jika rawat inap tanpa diinfus. Saya ditertawakan. Padahal teman saya anaknya cukup diobservasi tanpa infus. Gemas banget rasanya saat itu.

Jika berdebat, orang seperti saya sudah pasti kalah. Saya membawa buku, membolak balik, membaca beberapa kejadian yang dialami oleh anggota milis saat anaknya kejang demam, dan saya pun sampai pada kesimpulan bahwa anak saya nggak perlu rawat inap. Karena malas berdebat, akhirnya saya tetap di luar dan suami yang akhirnya meminta resep stesolid rektal untuk disimpan dan digunakan sewaktu-waktu.

Alhamdulillah, keputusan itu nggak pernah salah. Sepulang dari UGD, sayalah yang akhirnya tumbang. Saya demam dan sakit, sedangkan si sulung demamnya sudah turun dan positif common cold. Kebayang jika dia akhirnya rawat inap dan saya sakit. Duh, sengsara banget pasti.

Dan setelah itu, sulung lumayan sering kejang demam. Setahun dia bisa mengalami beberapa kali kejang demam, ada tahun di mana dia benar-benar tidak kejang. Dan tahun keenam usianya, dia kembali kejang. Si sulung, entah kenapa, qadarallah, sering banget kejang ketika nggak ada ayahnya. Jadi, hanya saya saja yang ada di rumah saat kejadian itu. Begitu juga ketika dia kejang saat usianya enam tahun. Mengagetkan karena tahun sebelumnya dia bahkan tidak pernah kejang.

Saat itu, saya bersama bungsu sedang ke dapur, sedangkan sulung tidur di ruang tengah dalam kondisi lemas. Nggak lama saya kembali dari dapur, dia sudah kejang, sampai terkencing, lidah digigit sampai berdarah. Panik? Banget, langsung lari ke kulkas dan ambil stesolid rektal. Nggak lama kejangnya hilang. Dia lemas, seperti tidak sadar dan kemudian mau minum. Pelan-pelan membaik.

Mungkin selama ini nggak pernah kebayang bakalan menghadapi hal seperti ini. Tapi, sejak bergabung dengan milis sehat saya merasa jauh lebih siap. Meskipun panik, saya tetap tahu apa yang harus saya lakukan. Meskipun takut dan bingung, saya harus tetap rasional, nggak boleh mengorbankan anak hanya demi menenangkan diri sendiri. Jika memang tidak perlu rawat inap, saya tidak akan melakukan itu meskipun kadang saya berhadapan dengan dokter yang mengejek saya dan suami yang dulunya belum RUM.

Usia enam tahun masih kejang? Menurut dokter anak yang menangani si sulung, itu masih wajar apalagi nggak ada tanda gawat darurat yang perlu dikhawatirkan. Jadi, saya pun merasa cukup lega mendengarnya. Dan usianya saat ini sudah hampir delapan tahun. Nggak kebayang dulu bagaimana menghadapi dia yang sering banget kejang, kayaknya berjalan aja seperti air.

Dan inilah beberapa tips anti panik yang bisa saya bagikan untuk kamu yang punya riwayat kejang demam dalam keluarga.

·         Pahami bahwa kejang demam itu muncul karena adanya demam bukan karena kelainan pada otak anak. Kebanyakan kejang demam terjadi pada hari pertama demam.
·         Sampai saat ini, belum ada penelitian yang membuktikan bahwa kejang demam itu berbahaya dan mempengaruhi inteligensia dan meningkatkan risiko epilepsi. So, kamu bisa sedikit lebih tenang jika tahu fakta ini.
·         Baringkan di tempat yang aman dan datar. Jangan menggunakan bantal, ya. Posisikan anak pada posisi setengah tengkurap dan setengah miring untuk mencegah tersedak.
·         Jangan lupa berikan diazepam supositori atau stesolid rektal sesuai berat badan dan harus pakai resep dokter.
·         Jangan menahan gerakan anak apa pun supaya tidak terjadi patah tulang atau hal yang tidak diinginkan. Sabar, dan plis tenangkan diri.
·         Hitung durasi kejang dan bagian tubuh mana yang pertama kali mengalami kejang. Nanti ini dibutuhkan sebagai referensi diagnosis dokter.
·         Pelajari tanda gawat darurat dan kapan harus ke dokter.
·         Selalu sedia stesolid rektal di rumah sebagai persiapan, dan ini hanya boleh diberikan ketika anak sedang kejang, tidak dipakai untuk mencegah juga.

Itulah beberapa tips yang bisa kamu terapkan di rumah jika memiliki buah hati yang pernah mengalami kejang demam. Semoga bermanfaat dan pliss, tenang dan jangan panik.

Tulisan ini diikutsertakan dalam tantangan menulis bersama Estrilook.com dan Estrilook Community #Day8 #Kesehatan Anak


View Post