Monday, December 24, 2018

[Skincare Review] Peel Off Mask Everwhite Cucumber & Aloe Vera, Let It Glow!

Akhir-akhir ini jadi seneng banget lihat-lihat produk kecantikan, iya, sekadar lihat-lihat aja di toko online. Terus ada yang kepincut dan dibeli…haha. Salah satunya adalah peel off mask dari Everwhite ini.


Awalnya nggak sengaja jalan-jalan ke toko online dan nyari pembersih komedo. Eh malah ketemu video review dari salah satu beauty vlogger yang super menghibur, yakni Rachel Goddard. Dari sekali nonton dan akhirnya ngakak sendiri, akhirnya penasaran dan lihat-lihat review beberapa produk kecantikan lainnya. Bukannya nyari pembersih komedo, malah nyasar ke mana-mana dan akhirnya saya lihat video review skincare satu ini.


Everwhite ini merupakan produk lokal yang memiliki beberapa jenis masker. Salah satu yang saya coba kemarin adalah Everwhite Peel Off Mask Cucumber & Aloe Vera. Awalnya saya membeli dan tertarik pengen nyoba ya gara-gara video Rachel itu. Baru kali ini saya coba-coba karena tertarik dengan review beauty vlogger. Biasanya saya malas banget beli skincare mengingat wajah saya memang sensitif banget, jadi agak takut mau nyoba-nyoba. Tapi, kayaknya belakangan saya mulai ngerasa memerlukannya mengingat usia saya juga sudah bertambah mendekati kepala tiga.


Salah satu hal yang bikin tertarik, karena masker satu ini nggak ribet seperti masker-masker lain. Emang masker lain ribet? Pakai ini nggak jauh beda seperti pakai pelembab gitu. Ya, nggak ada ritual nyampur masker dengan air dulu. Ini ritual jadul kali ya..haha. Saya kurang update memang soal skincare, jadi nggak banyak tahu ternyata sekarang sudah banyak sekali masker praktis dan nyaman dipakai di mana pun.


Selain masker peel off, Everwhite juga punya masker clay seperti varian green tea, milk & oat, charcoal, dan strawberry. Kali ini saya memang hanya tertarik membeli masker peel off, jadi saya coba review masker peel off-nya dulu, ya.


Kemasan


Masker peel off dari Everwhite ini dikemas dalam bentuk tube 125 ml dengan harga Rp. 76 ribu saja, lho. Kemasannya sampai di rumah tanpa box, tetapi pada bagian tutupnya rapat sehingga tidak mudah bocor. Warna kemasannya juga manis banget yakni hijau toska. Kemasannya nggak terlalu besar, dan nggak terlalu kecil, sedang saja sehingga cukup mudah juga dibawa traveling atau berlibur. Jadi, kita bisa pakai kapan pun.


Kemasan masker satu ini memang terbilang unik, ya. Kayaknya nggak hanya saya saja yang penasaran dibuatnya, semua orang juga pasti pengen banget nyobain. Kalau dibawa pergi cukup diselipkan di dalam ransel kamu.


Ingredients


Masker dari Everwhite ini mengandung aqua, polyvinyl alcohol, ascorbic acid, propylene glycol, glycerin, cucumber extract, aloe vera extract, chamomile extract, sodium alginate, allantoin, citronellol, tocopheryl acetate, corn cob powder, fragrance, components and finished fragrances, phenoxyethanol.

 

Masker ini juga sudah dilengkapi dengan nomor BPOM (NA18180200984). Jadi, kamu nggak perlu khawatir meskipun ketika sampai tidak dilengkapi dengan box. Biar lebih aman, biasanya penjual melengkapinya dengan bubble wrap.


Tekstur dan Aroma


Tekstur dari masker ini sedikit kental, bening, dan baunya itu segar banget emang. Selain itu, ada sensasi dingin juga ketika dipakai sehingga nyaman banget di wajah. Tapi, ketika baru pakai, saya ngerasa aromanya terlalu tajam, nggak lama aroma itu hilang dengan sendirinya.


Kalau kamu pakai, hindari penggunaan di dekat bibir dan mata. Kamu juga harus kasih jarak dekat bulu mata ketika merem, asli kemarin pas saya pakai kok nempel ketika mata saya berkedip…hehe. Terlalu dekat mata pakainya.


Masker ini selain kental juga lengket, jadi lebih enak kalau rambut kamu diikat atau pakai bando dulu supaya nggak ada rambut yang ikut menempel ke masker.


Manfaat Everwhite Peel Off Mask

1. Membantu mencerahkan kulit


2. Membantu mengangkat kotoran dan sel kulit mati


3. Membantu mengontrol minyak berlebih


4. Menutrisi kulit


Cara Memakai Everwhite Peel Off Mask


Seperti yang saya katakan di awal, cara memakai masker ini  benar-benar simpel dan mudah. Nggak perlu alat, cukup pakai tangan saja. Pastikan sebelum memakai masker, kamu sudah mencuci wajahmu. Kemudian kamu bisa oleskan pada seluruh wajah. Saya lebih suka agak tebal supaya ketika mongering bisa ditarik tanpa sobek. Ingat, hindari area mata dan bibir, ya.


Diamkan sampai kering sekitar 15 menit. Setelah itu bisa langsung kamu bilas atau ditarik dulu sambil main-main…haha. Nggaklah, ya. Anak-anak saya soalnya jadi tertarik pengen narik maskernya juga..hihi. Setelah itu bisa cuci muka dan keringkan dengan handuk lembut.


Kamu bisa memakainya minimal seminggu dua kali atau sesuai kebutuhan. Saya pribadi malah pengennya setiap hari…hihi.


Pendapat Saya

Selama memakai masker ini saya merasa oke dan nyaman-nyaman saja. Apalagi setelah dibilas, kulit memang terasa lebih bersih dan lembut. Selain praktis, sensasi dingin ketika memakai masker ini bikin wajah jadi lebih fresh saja. Harganya juga cukup terjangkau untuk ukuran 125 ml.


Sayangnya, yang bikin saya ragu karena baru sadar kalau skicare satu ini belum ada label halalnya. Bagi kita yang muslimah, label halal itu sangat penting, ya. Karena jarang banget belanja produk skincare, saya jadi nggak terlalu ngeh dengan label halal itu. Baru sadar setelah memakainya beberapa kali. Dan akhirnya saya beranikan diri untuk me-rewiev di sini.


Kira-kira segitu dulu, ya review tentang skincare dari Everwhite ini. Semoga bermanfaat dan silakan dicoba jika penasaran. Sekadar info, masker ini juga lumayan lama keringnya. Jadi, kamu bisa pakai sambil memasak supaya lekas kering. ‘Kan jadi nggak berasa lama, ya…hehe.

 

Wednesday, December 19, 2018

Nastar Keju Renyah, Sajian Lezat Untuk yang Spesial di Hari Spesial

Ini bukan lebaran, lalu kenapa sudah membuat nastar? Masalahnya, kalau lebaran justru saya tidak akan membuat cookies karena sibuk pulang kampung dan lebih senang menikmati waktu bersama orang tua daripada bikin-bikin yang ribet dan capek. Kemarin hanya pengen bikin camilan buat anak-anak. Sekalian mereka ikutan main adonan dan ikut membentuk nastarnya.

Meskipun hasilnya tidak bisa dibilang sempurna, tetapi anak-anak senang banget udah dikasih kesempatan untuk membuat nastar bareng. Memang prosesnya agak lumayan lama. Apalagi harus menunggu nastar proses panggang hingga dua kali. Belum lagi harus bikin isiannya. Tapi, kalau sudah niat, insya Allah kelar juga, ya..hehe. Walaupun akhirnya sampai siang baru beres semua. Capek banget, yakin...kwkwk.


Resep ini sebenarnya saya ambil dari bukunya ci Tintin Rayner. Tapi, sayanya agak bandel, jadi saya modifikasi sesuai bahan yang ada di rumah. Hasilnya ini nastar agak retak pas dipanggang. Entah salah karena saya tambahin tepung, atau karena terlalu panas suhu ovennya. Karena pas diturunkan suhunya, nastar nggak seburuk yang pertama dipanggang.


Itulah kenapa nggak disarankan memodifikasi resep kalau belum sejago chef...kwkwk. Asli kalau gagal sedih sendiri deh nantinya :(


Nah, buat teman-teman yang mau mencoba, jangan dimodifikasi terlalu banyak biar nggak gagal, ya. Dan pastinya harus memahami ovennya. Karena setiap oven itu berbeda-beda. Walau sama-sama suhu 150’C, nyatanya hasilnya nggak selalu sama. Saya perlu menurunkan lagi kemarin.


Resep asli memakai resep Green Tea Pinneapple Taart dari buku ci Tintin Rayner. Saya tulis resep aslinya, ya!


Bahan:


50 gram butter

100 gram margarin

20 gram susu bubuk (saya skip karena nggak ada, saya ganti ½ batang keju diparut)

2 butir kuning telur

70 gram gula halus

50 gram tepung maizena

300 gram tepung terigu protein rendah

8 gram bubuk green tea (saya skip dan diganti vanilla cair)


Isian:


Selai nanas dibuat dari  buah nanas berukuran besar. Dihaluskan dan dimasak dengan gula pasir serta 1 batang kayu manis. Aduk sampai mengental dan air nanas sat.


Olesan:


1-2 butir kuning telur

1 sdm susu cair


Cara membuat:


1. Kocok butter, margarin, dan gula halus selama 2 menit sampai mengembang dan pucat.

2. Masukkan 2 butir kuning telur, kocok sampai rata, matikan mixer.

3. Masukkan semua bahan sisa, aduk dengan spatula sampai rata. Jika dirasa masih susah dipulung, kamu bisa menambahkan 1sdm terigu. Sayangnya, kemarin saya terlalu semangat menambahkan terigu, sampai-sampai lebih dari 1sdm. Bisa jadi ini yang menyebabkan nastar saya retak selain karena suhu yang terlalu panas juga.

4. Ambil sedikit adonan. Bulatkan, kemudian pipihkan. Beri isian dan bulatkan. Hiasi dengan cengkeh jika suka.

5. Letakkan di atas loyang anti lengket. Panggang dengan suhu 150’C selama 15 menit. Angkat dan biarkan hangat.

6. Olesi nastar yang telag dioven tadi dengan kuning telur dan susu. Panggang lagi selama 15 menit dan angkat.


Voila! Nastar buatanmu siap disajikan. Rasanya kres-kres renyah dari keju parutnya. Not bad, tapi bentuknya nggak karuan banget…hehe. Anak-anak juga suka, dan baru sehari sudah tersisa sedikit saja. Hampir ludes. Nggak heran kalau kue kering kayak gini dijual lumayan mahal. Ya, karena memang prosesnya lumayan susah. Nggak semua orang bisa. Butuh waktu lumayan lama. Dan lagi, bahan-bahannya juga nggak sembarangan. Ada harga, ada kualitas. Dapat murah, tapi bisa aja nggak sesuai sama lidah.

Meski bukan lebaran, bikin nastar tetap laris manis, lho. Kamu juga bisa mencobanya di rumah. Enak dibuat camilan di kala hujan turun. Selamat mencoba!

Salam hangat,

Resep Homemade Crispy Crepes, Murah dan Gampang Bahannya!

Liburan sekolah benar-benar bikin saya sibuk membuat banyak camilan untuk anak-anak. Kali ini saya membuat crepes. Yup! Meskipun dengan peralatan sederhana, kamu juga bisa banget membuat crepes dengan rasa tak kalah enaknya dengan yang sering dijual-jual orang, lho.


Ini adalah pecobaan ke sekian kali dan Alhamdulillah selalu berhasil membuat camilan ini meskipun dengan alat seadanya. Kayaknya semua orang bisa kok bisa crepes asal perhatikan takaran bahan serta cara membuat.

Kalau ada, kamu bisa memakai wajan kwalik. Kalau pakai wajan kwalik, warnanya jadi merata dan bagus banget. Masalahnya, saya juga nggak punya wajah kwalik. Jadi, pakai teflon saja daripada harus beli dan jarang dipakai, ‘kan? Gunakan dan manfaatkan saja barang yang ada di rumah biar nggak mubadzir. Kalau hanya dimakan sendiri alias dikonsumsi sendiri juga buat anak-anak, insya Allah cukuplah dengan cara sederhana kayak gini. Nggak mungkin juga kan kita makan crepes tiap hari :D


Anak-anak tuh suka ngasih isian dan membantu membuatnya di dapur. Hanya saja membuat crepes ini kan agak susah ya dibantu sama mereka karena berhubungan dengan kompor ketika memberikan isian ke dalam adonan yang sudah mulai mengering dan berwarna keemasan. Jadi, ya rayu aja biar ngasih topping ketika sudah matang. Mereka bisa siram atasnya dengan susu kental manis cokelat atau vanila. Hmm, yummy. Mereka doyan, emaknya pun senang.


Resep ini sebenarnya sudah pernah saya share sebelumnya. Tapi, kayaknya banyak yang terlewat. Ada triknya juga supaya crepes yang kita buat tetap krispi walaupun pakai alat sederhana dan nggak punya alat seperti orang yang jualan crepes itu.


Untuk isiannya bisa memakai banyak jenis bahan yang tersedia di rumah. Bisa pakai keju parut, mesis, pisang, atau susu kental manis, atau potongan buah lainnya. Apa pun itu, semuanya enak asalkan crepes krispi dan garing. Iyap, dan ingat ya, apinya keciiil saja supaya bisa garing merata dan crepes yang kita buat tidak lekas gosong. Warnanya bakalan cantik asal nggak terlalu panas apinya.

Nah, kira-kira siapa yang pengen mencoba resepnya? Yuk, simak dan coba di rumah!


Bahan:

8 sdm tepung beras

4 sdm tepung maizena

2 sdm tepung terigu

6 sdm gula pasir

1 butir telur

1 bungkus vanili bubuk

1 bungkus susu bubuk

120 ml air

Sedikit garam


Cara membuat:

1. Campurkan semua bahan jadi satu. Aduk dengan wisk sampai tercampur rata. Pastikan tidak ada bagian bergerindil, ya.

2. Panaskah teflon. Sapukan adonan ke teflon dengan kuas. Usahakan cepat karena nanti bakalan susah diratakan kalau kelamaan.

3. Setelah agak mengering dan berubah warna, kamu bisa beri isian dan lipat sesuai selera.

4. Pastikan crepes kering sempurna supaya krispi ketika diangkat, ya.


Voila! Crispy crepes buatanmu siap disantap bersama keluarga tercinta. Kelihatan banget kan betapa krispi crepes satu ini? Dengan isian legit dan manis, sensasi krispi dari adonan crepesnya benar-benar meleleh sempurna di mulut. Cocok banget buat camilan anak-anak dan teman-temannya. Satu resep hasilnya juga lumayan banyak. Gampang, murah meriah bahannya, tapi rasanya nggak diragukan.

Mudah banget. Sebagian orang menggunakan baking powder. Tapi, saya buat tanpa baking powder pun tetap renyah. Resep ini sudah pernah saya tulis di cookpad dan sudah direcook puluhan orang. Hasilnya semua berhasil. Insya Allah resep ini antigagal, kecuali jika kamu tidak mau memulainya..hehe. Selamat mencoba!


Salam hangat,

 

Tuesday, December 18, 2018

Malas Ngulen Tapi Pengen Makan Donat? Cobain Churros, yuk! Donat Spanyol yang Bikin Nagih!

Liburan sekolah ngapain saja, sih, di rumah? Kalau pertanyaan itu mampir pada saya, jawabannya nggak jauh-jauh. Hanya di rumah, keluar ketika akhir pekan menunggu suami libur ngantor..hehe. Karena itu, kayaknya si sulung bakalan bosen minta ampun kalau tiga minggu ini hanya di rumah dan melakukan hal serupa setiap hari.


Apa? Tiga minggu? Yup! Sulung libur bahkan sebelum pembagian rapot. Jadi, liburannya lama banget. Sayangnya, liburan walaupun memang kadang menyenangkan, tetapi sering juga bikin gemas. Maklum di rumah ada si bungsu. Dan kedua anak ini selalu melakukan sesuatu yang bikin gemas (baca: pengen ngomel)..hehe. Segala hal kecil sering banget diributkan, bahkan sesuatu yang dibuang pun bisa jadi emas ketika sudah dipegang kakak atau adiknya. Dan, ternyata banyak juga yang mengalami hal serupa kalau sudah ada kakak dan adik.


Buat mengalihkan kebosanan si sulung, beberapa hari ini saya rajin banget bikin camilan. Bahkan malam-malam pun bikin karena ternyata dia semakin doyan ngemil sejak libur sekolah. Saya yang awalnya enggan bikin pun akhirnya bikin juga daripada harus membeli di luar. Saya termasuk orang tua yang jarang banget jajan di luar. Kalau masih bisa dan sempat dibuat di rumah, saya lebih memilih membuatnya. Jadi, pantas anak saya pun ketika menginginkan sesuatu bukannya minta dibeliin, tetapi malah minta dibuatkan. Oh…haha.


Dan kali ini saya membuat churros. Malam-malam pula setelah shalat Maghrib. Kebayang ini tenaga aja udah sisa…hehe. Beruntung banget resepnya oke. Dulu, pernah juga bikin, tetapi sayang banget nggak krispi di luarnya. Intinya gagal banget dulu. Dan, sekarang saya memakai resep Ricke ordinary kitchen yang udah terkenal banget, ya.


Bikin churros itu mudah banget, asal ketemu resep yang tepat dan ikuti prosesnya dengan benar. Bahannya juga gampang banget ditemukan di rumah. Yuk, kita mulai bikinnya!


Bahan:

250 ml air

50 gram butter

1 sdm gula pasir

2/4 sdt garam

150 gram terigu protein sedang, ayak

¼ sdt vanilla cair

1 butir telur, kocok lepas

Secukupnya minyak untuk menggoreng


Cara membuat:

1. Masak air, butter, gula, dan garam sampai mendidih. Matikan api dan masukkan terigu. Aduk cepat dengan sendok kayu. Masukkan juga vanilla ke dalam adonannya. Nyalakan api kecil, aduk sampai adonan licin dan kalis. Angkat dan tunggu sampai hangat.


2. Masukkan telur yang sudah dikocok lepas. Aduk lagi sampai benar-benar rata. Kamu harus mencoba apakah adonan kurang lembek atau sudah pas. Jika kurang lembek dan susah dibentuk dengan spuit, kamu bisa tambahkan satu butir telur lagi. Ini memang harus kamu coba-coba dulu karena ukuran telur memang pasti akan berbeda.


3. Setelah adonan siap, kamu bisa masukkan adonan ke dalam plastik segitiga yang sebelumnya telah diberi spuit.


4. Panaskan minyak, goreng dengan panjang sesuai selera. Tunggu sampai kecokelatan. Angkat dan sajikan dengan selai cokelat atau topping gula halus.


Voila! Churros buatan kamu pun sudah siap disantap oleh buah hati tercinta. Gimana, ternyata gampang banget bikinnya, ya? Asli ini enak banget. Kalau saya pribadi lebih suka churros ketimbang donat. Rasanya sederhana banget di lidah, tapi bikin nagih. Bahkan dimakan polos aja udah enak. Kamu juga bisa menyantapnya bersama es krim. Duh, pasti lebih enak lagi.


Gimana, menarik banget resep satu ini. Kamu pun bisa mencoba membuatnya ketika libur akhir pekan dan nikmati bersama keluarga tercinta. Ajak juga keluargamu untuk membuatnya. Lebih seru, lebih enak :)


Selamat mencoba!

 

Monday, December 17, 2018

5 Fakta Menarik Tentang Wingko Babat, Si Legit yang Identik dengan Kota Semarang

Liburan sekolah begini asyiknya ngapain aja di rumah? Buat anak-anak, berwisata ke beberapa tempat bukan satu-satunya hal yang menarik. Bagi mereka, keseruan untuk mengisi hari libur itu sederhana banget, lho. Bisa berkumpul bersama orang tua, seru-seruan bareng meski hanya sekadar main kejar-kejaran sampai kuda-kudaan, itu sudah sangat cukup. Selain itu, saya jadi lebih sibuk mengisi liburan mereka dengan membuat berbagai macam camilan.

Tapi, kali ini saya tidak ingin bicara tentang camilan yang sudah saya buat. Saya mau bahas salah satu camilan super legit yang selalu identik dengan oleh-oleh khas Semarang. Yup! Namanya wingko babat.


Wingko babat biasanya dibuat dari tepung ketan, kelapa parut, dan juga gula pasir. Selain legit, wingko babat juga gurih karena memakai kelapat parut di dalamnya. Cocok banget dimakan ketika musim hujan seperti sekarang, ditemani teh panas dan candaan anak-anak. Selain orang dewasa, anak-anak juga suka kuliner khas kota Semarang satu ini, lho. Siapa, sih, yang bisa menolaknya?


Nah, daripada penasaran, saya mau bahas beberapa fakta menarik tentang wingko babat ini. Apakah benar kuliner satu ini memang berasal dari Semarang atau bukan, ya?

Ternyata Wingko Babat Bukan Berasal dari Semarang


Dari namanya saja jelas bukan Semarang asalnya, ya. Meskipun telah dikenal oleh masyarakat luas sebagai kuliner khas kota Semarang, tetapi faktanya wingko babat justru berasal dari Jawa Timur, yakni dari daerah Babad di Lamongan. Lalu kenapa sekarang malah identik dengan kota Semarang?


Ternyata, ketika pecah perang di Lamongan, ada pengungsi bernama Loe Lan Hwa dan The Ek Tjong yang pindah ke Semarang untuk menyelamatkan diri. Di sana, mereka membuka usaha sesuai dengan keahliannya, yakni membuat wingko babat. Maka, sejak saat itulah, kuliner khas Babad ini justru terkenal di Semarang.


Banyak Dijumpai di Jalan Pandanaran


Jika kamu berkunjung ke kota Semarang, kamu bakalan menemukan lebih banyak wingko babat di jalan Pandanaran ini. Di lokasi ini kamu bisa menemukan berbagai macam jenis wingko babat, lho. Asyiknya lagi, biasanya wingko babat juga disandingkan dengan oleh-oleh khas Semarang lainnya seperti bandeng presto. Jadi, lengkap banget, ya oleh-oleh kamu nantinya!

Jadi Simbol dan Tradisi Ketika Hendak Meminang


Tradisi di Indonesia memang begitu kaya. Termasuk salah satu tradisi yang hanya bisa kamu temukan di Lamongan ini. Ketika hendak meminang seseorang, seserahan biasanya dilengkapi juga dengan wingko babat sebagai simbol tekad seorang pria ketika ingin meminang calon pengantinnya. Kalau di tanah kelahiran saya, wingko babat juga selalu ada setiap ada pesta pernikahan. Kalau sejarahnya, saya pribadi kurang mengetahuinya. Yang pasti, entah karena dirasa memang enak atau justru ada filosofi tersendiri, yang jelas, wingko babat sering dibuat ketika ada pesta pernikahan.

Berkembang Menjadi Berbagai Macam Varian Rasa


Kalau dulu, wingko babat hanya punya rasa original. Hanya rasa kelapa saja. Sedangkan saat ini, seiring berkembangnya zaman, wingko babat telah berubah menjadi salah satu jenis kuliner yang kekinian juga, lho. Terbukti dengan berbagai macam varian rasa yang dikembangkannya. Kamu bisa menyantap berbagai macam rasa unik yang dimiliki wingko babat sekarang. Mulai dari rasa durian, cokelat, hingga nangka yang bikin rasanya jadi semakin legit saja.


Dikemas dengan Unik dan Kekinian


Kalau dulu, wingko babat hanya diiris persegi, sekarang wingko sudah dikemas apik banget, lho. Bahkan bisa dibawa pulang dengan tasnya sekalian. Bentuknya pun imut dan menarik sekali. Benar-benar mengikuti perkembangan zaman.

 
Salah satu produk wingko babat yang cukup saya gemari adalah wingko babat buatan mbak Suci Wulandari ini. Lihat, kemasannya kece banget. Wingko babat dari Qi’s Cookies ini punya rasa gurih yang pas, manisnya nggak berlebihan, dan yang pasti bentuknya oke banget dijadikan sebagai oleh-oleh. Dilengkapi juga dengan tas yang bikin kemasannya semakin kekinian dan mudah dibawa.


Wingko babat ini bisa juga dipesan secara online. Ketika tiba, saya langsung menghangatkannya di oven. Jadi, enak banget dinikmati ketika hangat dan hujan-hujan seperti sekarang. Jika kamu pengen nyoba, kamu bisa pesan dan usahakan pakai jasa pengiriman besok sampai. Karena tanpa pengawet, wingko babat ini hanya bisa bertahan hingga kurang lebih satu minggu saja di perjalanan. Sayang banget kalau sampai bau di jalan hanya karena kamu salah pilih jenis pengirimannya, ya.


Kalau kamu pengen pesan, coba hubungi saja kontak 081231988080. Atau jika kamu tinggal di daerah Bojonegoro, kamu bisa pesan langsung ke lokasinya. Terima kasih banyak Qi’s Cookies atas kirimannya. Asli bikin nagih banget wingkonya. Anak-anak juga suka banget! Kamu juga pasti pengen, 'kan?

 

Thursday, December 6, 2018

Mini Waffle Topping Es Krim Durian, Yummy!

Itu serius waffle? Tapi, kenapa cetakannya lebih mirip seperti takoyaki? Hihi. Saya pun yang makan jadi nggak bisa bedain antara waffle sama kue cubit atau bolu panggang tanpa oven yang biasanya memakai cetakan yang sama.


Niatnya memang membuat waffle. Ketika adonan sudah jadi dan siap memanggang, tiba-tiba saya kehilangan cetakan waffle yang dulu pernah dibelikan suami. Hiks. Sudah dicari di lantai atas, sampai kolong meja, tetapi cetakannya tidak juga ditemukan. Akhirnya baru ingat, kayaknya suami simpan di lemari dapur paling atas, soalnya cetakan takoyaki pun ditemukan di sana. Sayangnya, cetakan itu harus diambil oleh suami karena lemari dapur saya tingginya menyentuh atap…kwkwk. Dan suami saat itu sedang ngantor. Sudah berusaha naik meja, tetapi kayaknya harus naik tangga. Pas cerita ke suami, dia hanya tertawa lebar. 

Makasih udah beliin lemari paling maksimal di bumi ini, Mas…haha.


Kembali lagi ke waffle, saya itu suka banget makan waffle. Karena dulu, zaman kecil saya sering makan dan beli di ibu-ibu yang menjajakan kue basah dan sayur ke rumah. Di kampung namanya bukan waffle, tetapi bapel..hehe. Bentuknya seperti hati, empuk, dan manis.


Sayangnya, sudah berkali-kali mencoba beberapa resep waffle, tetap saja hasilnya aneh. Nggak empuk dan cenderung kering. Akhirnya cetakan waffle itu pun terabaikan sejak lama. Kemarin kebetulan lagi bosan dan bingung mau ngapain (padahal setrikaan baju setumpuk..hihi). Akhirnya nyari resep waffle, dan kayaknya resep ini paling klik. Kok tahu? Saya baca resepnya pakai ragi instan. Biasanya waffle yang saya buat hanya pakai baking powder saja.


Selain itu, saya lihat gambarnya pun tampak empuk. Nggak kayak gambar waffle lainnya yang cenderung kaku (sok tahu banget). Akhirnya memberanikan diri mencoba resep ini. Hasilnya? Alhamdulillah, enak dan empuk bahkan sampai esoknya. Tapi, sayangnya ya itu, karena cetakan waffle yang nyelip akhirnya pakai cetakan yang ada dan hasilnya malah mirip takoyaki…kwkwk.


Resep waffle ini saya adopsi dari akun Cookpad.com/Fdhanyn dan telah saya modifikasi sesuai bahan-bahan yang ada di rumah.


Bahan biang:


½ sdt baking powder

1 sdt ragi instan

2 sdm gula pasir

8 sdm air dingin

4 sdm terigu

 Bahan adonan:


3 butir telur

150 gr gula halus (saya ganti 80 gr gula pasir)

125 gr tepung terigu protein sedang

½ sdt garam

½ sdt baking powder

125 ml santan kental (saya ganti 70 ml susu cair)

50 gr butter, cairkan

Secukupnya vanilla cair

50 ml air kelapa (saya skip)


Cara membuat:


1. Campurkan seluruh bahan biang, aduk rata dan diamkan selama 15 menit.


2. Mixer telur dan gula sampai mengembang. Masukkan gula secara bertahap dan mixer dengan kecepatan tinggi.


3. Masukkan semua bahan termasuk bahan biang. Mixer dengan kecepatan rendah sampai rata. Terakhir masukkan butter cair dan aduk rata kembali.


4. Tutup adonan dengan lap bersih dan diamkan selama 30 menit.


5. Siapkan cetakan dan panggang sampai matang.
 

Voila! Mini waffle dengan topping es krim durian pun siap disantap! Rasanya yummy banget, terlebih dengan topping es krim rasa durian, klop banget di lidah. Waffle ini memang agak ribet bikinnya karena memakai ragi instan sehingga harus dua kali menunggu. Tapi, asli rasanya enak dan empuk. Semoga teman-teman suka!


Catatan: 


Saya memakai sendok makan khusus untuk menakar bahan-bahan yang bentuknya setengah lingaran dan terdapat beberapa ukuran. Ukurannya memang cenderung lebih besar daripada sendok yang biasa kita gunakan untuk makan sehari-hari.

 

Sunday, December 2, 2018

Isi Akhir Pekan dengan Membuat Zuppa Soup Bersama Si Kecil

Liburan akhir pekan ngapain aja, nih? Kalau saya, pastinya sibuk membersihkan rumah dan membereskan kewajiban (baca: setrikaan menumpuk). Itulah rutinitas yang biasa terjadi di akhir pekan saya. Memang jarang banget jalan-jalan karena di rumah pun waktu rasanya sudah tersita cepat sekali.


Belum lagi minggu kemarin si sulung baru selesai PAS (Penilaian Akhir Semester). Jadilah di rumah beristirahat menjadi salah satu agenda paling tepat. Nah, kalau hanya di rumah saja pasti bosan dan males banget, ya? Kayaknya harus ada kegiatan yang menarik supaya nggak mudah jenuh. Salah satunya adalah dengan membuat aneka menu favorit anak-anak.


Yup! Hari ini saya membuat zuppa soup kesukaan si sulung yang kini sudah berusia hampir delapan tahun. Sebenarnya pengen bikin roti juga, tetapi kayaknya tidak memungkinkan karena harus membereskan pekerjaan lain yang tertunda sejak lama. Akhirnya hanya membuat zuppa soup buat anak-anak di rumah.
 

Nah, kebetulan masih ada sisa pastry instan di freezer. Pagi-pagi sudah ditodong si sulung supaya segera membeli bahan lain seperti jagung manis dan daging ayam. Alhasil zuppa soup hari ini lumayan lengkap isiannya.


Penasaran seperti apa bahan dan cara membuatnya?

Bahan yang harus disiapkan:



Secukupnya pastry instan merek apa saja

1 butir telur, pisahkan kuning dan putihnya

600 ml susu cair plain

½ bawang bombay, iris kecil

¼ dada ayam, potong dadu

3 sosis ayam atau sapi, iris

1 buah jagung manis, sisir

½ batang keju, parut

Secukupnya margarin untuk menumis

1 sdm terigu

Secukupnya garam

Sedikit kaldu bubuk jika suka


Cara membuatnya cukup mudah:


1. Tumis bawang bombay sampai layu, masukkan jagung dan daging ayam. Biarkan sampai berubah warna. Kemudian masukkan sosis. Aduk sampai rata.

 
2. Masukkan terigu ke dalam tumisan jagung dan ayam. Aduk cepat sampai rata. Kemudian tuang susu cair. Aduk lagi sampai mendidih. Bumbui dengan garam, merica bubuk, dan kaldu bubuk.


3. Matikan api. Masukkan parutan keju ke dalamnya dan pastikan semua isian supnya matang sebelum dipanggang.
 

4. Masukkan ke dalam wadah tahan panas. Isi jangan terlalu penuh. Olesi bibir mangkuk dengan putih telur, kemudian letakkan pastry di atasnya. Usahakan potong pastry lebih lebar daripada bibir mangkuk yang kita pakai.

 
5. Olesi semua permukaan pastry dengan kuning telur. Panggang suhu 180’C sampai matang dan mengembang. Jika suka, sebelum dipanggang, bagian atas pastry bisa ditaburi keju parut.


Voila! Zuppa soup favorit si kecil pun siap dihidangkan. Si sulung doyan banget zuppa soup ini. Sekali makan dia habis 2 mangkuk. Sehari dia makan paling banyak daripada yang lain. Kalau bikin sendiri, isian bisa disesuaikan, bisa puas-puas makannya.


Daripada harus beli di tempat lain, bisa habis lumayan banyak karena porsi makan dia yang cukup besar...kwkwk *perhitungan banget emaknya. Kalau dibilang berhemat, sebenarnya bikin segala sesuatu sendiri nggak terlalu hemat juga karena bahan yang kita pakai juga nggak murahan dan bukan sembarangan. Memang tetap keluar banyak juga. Hanya, kita jadi lebih yakin aja terutama soal kebersihan sehingga minim banget kotor atau kurnag higienis.


Merepot? Iya, sedikit merepotkan. Tapi, lumayan sambil mengasah kemampuan belajar masak. Kalau nggak disempatkan belajar, mungkin sampai punya anak cucu nggak bisa masak juga...hiks. Masa iya saya terus menerus beli atau pesan Gofood...kwkwk. Terlalu :D


Gimana, gampang banget bikinnya, ya? Yuk, dicoba di rumah dan nikmati bersama keluarga tercinta. Insya Allah bisa lebih puas, lebih nikmat, dan lebih hemat...kwkwk.


Salam hangat,

 

Wednesday, November 21, 2018

Manfaat Kiranti Untuk Atasi Nyeri Saat Datang Bulan, Segar dan Nggak Bikin Eneg!

Nyeri haid atau dismenore merupakan nyeri yang timbul saat terjadinya menstruasi. Nyeri ini bisa saja menetap, tetapi untuk nyeri haid normal biasanya akan hilang dalam beberapa hari saat datang bulan. Nyeri haid biasa muncul pada awal masa menstruasi saja. Hal semacam ini wajar terjadi meskipun pada sebagian wanita rasa sakitnya bikin ngilu dan sulit beraktivitas.

Saya termasuk wanita yang sering banget mengalami yang namanya nyeri haid. Rasa sakitnya nggak karuan, bikin lemes karena tidak hanya ada rasa tidak nyaman di bagian perut, tetapi juga pinggang dan bagian kaki ikut merasakan nyeri. mirip seperti saat akan melahirkan walaupun kadar sakitnya tentu jauh lebih sedikit, ya.


Saat sedang nyeri haid, aktivitas yang biasanya berjalan normal berubah nggak menyenangkan, bahkan saya cenderung lebih banyak tiduran karena cukup tidak tahan dengan rasa sakitnya. Lalu kenapa bisa terjadi yang namanya nyeri haid saat datang bulan?

  • Terjadi Kontraksi Semakin Kencang Saat Datang Bulan

Saat dalam keadaan normal, rahim kita akan mengalami kontraksi, tetapi terjadi sangat halus sehingga tidak mengganggu aktivitas. Sedangkan saat mengalami datang bulan, kontraksi rahim cenderung lebih kencang karena adanya peluruhan pada dinding rahim. Kontraksi tersebut bertujuan untuk menekan dinding rahim, sehingga dapat memutuskan suplai darah dan oksigen. Tanpa adanya oksigen, jaringan rahim pun akan mengeluarkan bahan kimia yang menyebabkan nyeri.

  • Wanita Berusia di Bawah 20 Tahun

Ternyata usia seseorang memengaruhi rasa nyeri yang ditimbulkan saat sedang datang bulan. Semakin matang usianya, rasa nyeri itu pun akan semakin berkurang. Saya pun merasakannya, saat SMP hingga SMA, nyeri haid begitu menyiksa, setelah menikah dan memiliki buah hati, nyeri haid semakin berkurang sakitnya, tetapi tetap saja bikin susah bergerak karena rasanya seluruh badan mau rontok.

  • Siklus yang Tidak Teratur

Bagi kamu yang memiliki siklus datang bulan tidak teratur, kemungkinan besar akan mengalami yang namanya nyeri saat datang bulan. Hal ini masih terbilang wajar terjadi dan tidak ada yang perlu dikawatirkan selama kondisi itu tidak menetap dan menghilang setelah datang bulan selesai.

  • Riwayat Keluarga


Ternyata nyeri haid juga dipengaruhi oleh keturunan, lho. Jika keluarga kamu memiliki kesamaan, muncul nyeri saat datang bulan, bisa jadi kamu pun akan mengalami hal serupa, dan tentu saja itu sangatlah menyiksa.


Tapi, sejak masuk SMA, saya mulai mengonsumsi produk herbal penghilang nyeri saat datang bulan. Salah satunya adalah kiranti. Kiranti merupakan produk herbal yang telah mendapatkan predikat dari BPOM RI sebagai salah satu produk herbal berstandar dan mendapatkan sertifikasi untuk pembuatan obat herbal yang baik atau CPOTB.


Kiranti juga sudah punya sertifikat halal dari MUI, lho. Jadi, saya pribadi tidak khawatir lagi saat mengonsumsi kiranti ketika memang benar-benar dibutuhkan saat nyeri haid datang.

Kandungan Kiranti


Kiranti ini bisa berguna mengatasi nyeri haid, rasa letih, lesu, dan rasa tidak nyaman saat datang bulan. Saya pribadi pun merasakan khasiat kiranti. Lalu apa saja kandungan herbal yang terdapat di dalam kiranti?

  • Kiranti mengandung kunyit. Untuk produk kiranti, kunyit yang dipakai adalah bagian rimpangnya. Kunyit memang merupakan salah satu jenis tanaman herbal yang banyak digunakan untuk pengobatan, termasuk diare, sakit perut, hingga penyakit kulit.

  • Kiranti juga dibuat dari kencur yang memiliki rasa sedikit pedas dan menghangatkan.

  • Di dalam kiranti juga mengandung jahe yang bermanfaat untuk berbagai macam penyakit seperti batuk, menghangatkan tubuh, melancarkan pencernaan, dan mengurangi rasa nyeri.

  • Terdapat asam jawa yang dipercaya dapat mengatasi sakit perut. Di dalam kiranti, asam jawa digunakan untuk memberikan rasa segar sehingga minuman ini begitu menggoda rasanya terutama ketika disajikan dingin.

  • Rasa manis dari kiranti didapat dari gula jawa yang ternyata berkhasiat juga untuk melancarkan peredaran darah.

  • Kiranti juga mengandung kayu manis dan paullina cupana yang memiliki khasiat tak berbeda jauh dari beberapa bahan herbal lainnya.


Anjuran Minum Kiranti


Saya pribadi minm kiranti hanya satu botol saja per hari. Jika esoknya sudah membaik, saya tidak akan meminumnya lagi. Di kemasannya dijelaskan aturan minum kiranti diperbolehkan hingga 2 botol per harinya.


Meskipun dibuat dari bahan-bahan herbal dan telah teruji, tetapi saya pribadi tidak mau berlebihan ketika mengonsumsinya. Herbal ataupun kimia sama-sama memperberat kerja ginjal sehingga memang sebaiknya dikurangi jika tidak perlu.


Saya sangat senang mengonsumsi kiranti karena terasa khasiatnya. Sebatas mengurangi rasa sakit sehingga saya bisa beraktivitas normal saja, tidak melulu harus diminum apalagi jika berlebihan setiap harinya.


Kiranti ini lebih enak diminum dalam keadaan dingin. Saya biasa menambahkan es batu ke dalam segelas kiranti, sehingga rasanya semakin segar. Meskipun termasuk jamu, tetapi kiranti punya varian yang nggak bikin bosan dan eneg, salah satunya adalah kiranti plus jus jeruk yang segernya kebangetan. Nah, supaya lebih berkhasiat lagi, kamu bisa menambahkan daun mint juga ke dalamnya, lho. Rasanya jadi semakin enak.


Buat kamu yang bingung dengan nyeri haid yang menyiksa, kayaknya nggak ada salahnya mencoba produk herbal satu ini. Selain rasanya yang enak, manfaatnya pun terasa banget. Selamat mencoba!

Sunday, November 18, 2018

Belajar Berkomunikasi dengan Baik pada Anak-anak, Karena Mereka adalah Masa Depan Kita

PAS atau Penilaian Akhir Semester di sekolah si sulung semakin dekat. Alhamdulillah, kemarin bisa hadir dalam parenting sebelum ujian dimulai. Menariknya, kali ini ada Ustadz Eri Setiawan yang merupakan wakil pimpinan Pesantren Al-Quran Terpadu Ruhul Jadid serta Master Trainer “Super Study Skills” yang sudah tak diragukan lagi kemampuannya.

Tema kali ini adalah tentang komunikasi yang tepat antara orang tua dan anak. Wah, bener-bener jleb banget parenting yang diadakan pada Sabtu, 17 November kemarin. Kebayang, zaman sekarang gimana cara berkomunikasi dengan anak-anak? Ada yang bilang, beda banget dengan anak-anak zaman dulu yakni di masa kita. Kalau dinasihati pasti takutnya setengah mati, nurut, dan diem aja. Lain dulu lain sekarang, kalau dinasihati anak-anak zaman sekarang cenderung lebih banyak membantah, atau masuk telinga kanan, dan keluar dari telinga kiri.

Padahal, kita pun harus menyadari bahwa semua itu tidak melulu soal mereka yang hidup di zaman sekarang, tetapi juga sebab orang tuanya pula yang hidup pada zaman ini. Kalau orang tua zaman dulu udah pasti lebih banyak fokus sama anak, nggak main smartphone, nggak banyak nonton drakor..hehe. 

Nah, karena itulah banyak komunikasi yang keliru. Anak-anak dinomor duakan, dikalahkan dengan dunia maya yang sebenarnya bikin candu dan nggak banyak gunanya. Keberadaan anak-anak menjadi tidak penting, nggak berarti. Kalau nyuapin sambil buru-buru, karena keburu pengen pasang foto selfie di sosial media. Jangan-jangan itu saya? Kwkwk.

Apa Saja Kesalahan Orang Tua Saat Berkomunikasi dengan Anak-anak?

Pernahkah kamu menyadari, jika kita sering sekali abai sebagai orang tua. Kita sering nggak konsisten sama aturan yang kita buat sendiri, kita sering memerintah, tetapi kita lupa ngasih contohnya. Dan lebih parah, kita nggak sadar kalau kita sudah salah sehingga nggak habis-habis menyalahkan anak. Lalu, apa saja kesalahan populer orang tua dalam membesarkan anak-anak?

1. Memerintah

 
Kalau soal memerintah, kita paling jago. Tapi, giliran ngasih contoh ternyata nggak bisa. Dan gaya mendidik seperti ini pasti tidak dilakukan oleh sedikit orang tua saja, tetapi banyak. Contohnya seperti, “Bunda nggak mau tahu dan nggak mau denger lagi. Cepetan kamu masuk kamar, kerjakan PR kamu dan bereskan kamar kamu sekarang!”

Terus mukanya sambil dimiring-miringin, matanya melotot, duh, kek zombie banget..kwkwk. Gimana anak-anak nyaman kalau punya orang tua begini. Pasti komunikasi jadi nggak efektif lagi.

2. Menyalahkan


Padahal orang tua itu bukan malaikat, tapi hobi banget ngerasa paling benar, sedangkan anak-anak kita yang masih kecil selalu salah. Pliss, sadari kesalahan kecil yang mereka lakukan kadang wajar aja dilakukan oleh anak seusianya, tetapi kadang kita sering berlebihan ngasih label. Yang nakal, yang bandel, nggak mau dengerin. Ujung-ujungnya kita sendiri yang menyesal karena sudah mengatakan itu sehingga menjadi sugesti bagi anak-anak. Dan akhirnya? Mereka benar-benar nakal gara-gara orang tuanya sendiri!

Contoh kecil misalnya ketika mereka berlarian di teras, tentu itu wajar dong. Tapi, orang tua mulai gusar melihat, sehingga melarang mereka berlarian dengan alasan takut jatuh.  Kalimat itu ternyata bisa jadi sugesti, lho. Ketika mereka jatuh, kita biasanya mengatakan, “Nah, jatuh ‘kan? Apa Bunda bilang. Nggak mau denger!” bilangnya sambil manyun pula, udah gitu nggak nolongin. Gemes nggak lihat ibu begini? 

3. Meremehkan
 
Sering kita nggak sadar rupanya ucapan kita ternyata sedang menyakiti anak sendiri. Salah satunya dengan meremehkan kemampuan mereka. Padahal anak-anak bukan orang tua yang lebih banyak serba bisanya. Wajar mereka kadang masih belajar mengenakan baju atau sepatu. Tapi, tanpa hati orang tua sering berkata, “Pakai sepatu aja nggak bisa! Kamu bisanya apa, sih?”

4. Membandingkan


Percaya, deh, yang namanya dibandingkan dengan orang lain apalagi saudara sendiri itu rasanya nggak enak banget. Bisa-bisa anak dendam banget sama orang tuanya karena dibandingkan secara terus menerus. Gaya seperti ini sering tidak disadari, nyeplos gitu aja tanpa saringan..hehe. Padahal, percayalah setiap anak itu unik. Ada yang usia satu tahun sudah bisa berlarian, ada yang usia 16 bulan baru bisa berjalan. Itu contoh anak-anak saya sendiri. Selain itu, kemampuan mereka yang lain pun pastilah berbeda. Percayalah, nggak enak kok dibanding-bandingin dengan istri tetangga, begitu kata ustadz Eri kemarin. Jadi sadar kalau digituin, ya?

5. Memberi Cap


Ucapan adalah doa. Dan ucapan yang sering dilontarkan kepada anak-anak bisa jadi sugesti. Kalau baik, tentu akan menumbuhkan rasa percaya diri, ibaratnya vitamin bikin sehat. Kalau kalimatnya negatif, tentu seperti racun, bikin sakit, bikin kerdil sehingga anak-anak tumbuh tidak sebagaimana mestinya. Meskipun mereka nggak bisa diem, sering nyubitin anak tetangga, dan bikin heboh satu kelas, pliss jangan sebut mereka nakal atau bandel. Sebab itu akan tertanam dalam alam bawah sadar mereka dan membuat mereka benar-benar menjadi apa yang orang tua sebutkan.

6. Mengancam


Karena merasa kita lebih berkuasa, bisa melalukan apa pun, kita pun nggak sadar kalau kita sering mengancam anak-anak demi memuaskan keinginan kita. Ujung-ujungnya ngancem supaya mereka menurut. Padahal yang seperti ini justru berbahaya. Mereka takut dan menurut hanya karena ada kita, kalau nggak ada kita?

7. Membohongi


Yah, kena sentil! Membohongi ini sering dilakukan untuk meredam ketakutan dan kekalutan anak-anak. Semisal ketika diajak ke dokter, supaya mereka tidak takut, kita pun membohongi mereka dengan mengatakan bahwa disuntik itu tidak sakit, hanya seperti digigit semut. Padahal tahukan rasanya? Sampai sekarang saja saya tidak berani dan takut banget disuntik..hihi. Lalu harusnya bagaimana? Silakan disebutkan saja sewajarnya, tanpa menakuti juga. Karena jika sering diancam demi dengan alasan akan ada dokter datang menyuntik mereka, maka anak-anak pun akan trauma ketika benar-benar diajak ke dokter. Bahkan dokter pun kesel ketemu orang tua yang begini sama anaknya…hehe.

8. Menghibur


Kesalahan populer yang saya pun pernah melakukan adalah menghibur. Duh, sejak ada si bungsu, drama kakak adik ini kental banget di rumah. Kayaknya jarang denger mereka nggak ribut dan berebut. Sampai sampah pun kalau di pegang salah satu dari mereka, pasti berubah jadi emas..haha. Dan ternyata itu nggak boleh dilakukan. Misalnya kakak menghabiskan susu UHT si bungsu, saya akan bilang, “Besok kita beli lagi, ya? Besok Bunda belikan yang lebih besar ukurannya.” Dan ini cukup ampuh bikin mereka diam. Tapi rupanya tidak baik bagi mereka.

10. Menasihati


“Makannya kalau makan jangan sambil jalan, nanti tersedak.”

Duh, itu saya yang sering bilang. Sok bijak banget kayak mamah Dedeh..haha. Padahal cara seperti ini nggak dibolehkan, lho.

11. Mengeritik


Sering nyindir anak-anak dan mengeritik? Mengatakan jika tulisan mereka seperti anak TK padahal dia sudah SD, lho. Sakit nggak digituin? Pastinya sakit banget, tetapi kadang kita tak menyadari bahwa itu sebenarnya melukai mereka, ya.

12. Menyindir


“Bagus, ya. Habis mandi dan ganti baju malah main lumpur.”

Yang denger langsung melirik dan kabur kayaknya. Haha. Kalau kotor ya dicuci lagi saja ‘kan? Pasti anak sesimpel itu mikirnya. Tapi, emaknya sering berlebihan mikirnya, sehingga suka berlebihan pula ngasih reaksi sama anak-anak.

13. Menganalisa


Suka menganalisa? Kayaknya saya juga pernah melalukan ini. Kalau kebanyakan salah gini, bisa jadi nilai rapot saya merah semua karena banyak salah dalam mendidik anak-anak...hiks. Contoh menganalisa itu seperti apa? Misalnya ketika buku anak kita hilang, kemudian kita mengatakan berarti buku itu bukan diambil temanmu, tetapi tertinggal di kelas.”

Nah, lho. Jleb banget ‘kan semuanya? Belajar jadi orang tua memang nggak ada sekolahnya, tetapi pada kenyataanya ujianya pun nggak ada kelarnya, ya. Sebagai orang tua, kita perlu memosisikan diri supaya menjadi orang tua yang dapat mengambil hati mereka, asyik diajak curhat, nyaman, dan bikin mereka aman.

Ketika anak menerima kita, merasa nyaman dan aman dengan kita, maka mereka tak perlu mencari orang lain. Anak-anak yang kebanyakan berulah dan bertingkah, cenderung membantah biasanya disebabkan karena mereka merasa tidak lagi berhaga di mata orang tua. Sehingga mereka mencari orang lain yang dapat mendengar dan mengakui keberadaan mereka. Dan itu bahaya banget, jangan sampai terjadi pada anak-anak kita.

Anak itu adalah masa depan kita. Jika sejak kecil kita menjadikan mereka penting, berharga, maka saat dewasa nanti, mereka pun akan menyanyangi dan menghormati kita. Anak-anak yang tumbuh dengan utuh, akan menjadi pribadi penuh syukur, bahagia, dan luar biasa meskipun mereka kehilangan mata untuk melihat.

Apakah saya terlambat? Apakah kita terlambat memperbaiki yang sudah terjadi? Tidak ada kata terlambat. Cobalah meminta maaf jika selama ini sering berbuat salah kepada anak-anak. Maaf itu akan mengurangi luka mereka. Berikan kasih sayang, rasa nyaman. Dengarkan mereka, beri kesempatan mereka untuk bicara, jangan selalu menyalahkan tanpa mau mencari tahu dulu masalahnya.

Di akhir parenting kemarin, saya nggak sanggup nahan tangis. Nyesek banget lihat ada orang tua begitu hebatnya membesarkan anaknya dengan utuh meskipun anak itu spesial, kekurangan, dan tidak sesempurna anak-anak kita. Lalu, kenapa kita tidak bisa sedangkan anak-anak di rumah sempurna tanpa cacat?

Tuesday, November 6, 2018

QZ Premium Skincare, Solusi Kulit Cerah Terawat Tanpa Merkuri

Sebagai seorang perempuan, penting sekali menjaga kesehatan kulit meskipun sehari-hari hanya di rumah. Kulit yang sehat tidak melulu ditentukan oleh skincare yang dipakai. Kulit wajah kusam dan berjerawat juga bisa disebabkan karena stres dan tidur yang kurang. Nah, saya termasuk tipe perempuan yang malas merawat kulit dan hobi banget begadang. Kalau sudah begitu, biasanya wajah jadi beruntusan, beberapa jerawat muncul, dan akhirnya kesal sendiri karena sudah abai sama kesehatan kulit wajah.


Zaman sekarang, memilih skincare yang cocok itu susah-susah gampang. Apalagi banyak banget terjadi kasus di mana skincare yang dipakai orang-orang ternyata mengandung bahan berbahaya seperti merkuri. Tahu nggak merkuri itu apa?


Merkuri merupakan bahan kimia yang sering banget digunakan di dalam pembuatan produk-produk kecantikan karena kemampuannya menghambat pembentukan melanin. Karena sifatnya inilah, orang yang pakai skincare bermerkuri lebih cepat punya kulit putih dan cerah. Tapi, apakah kamu tahu jika merkuri ini juga berbahaya?


Merkuri memiki sifat korosif pada kulit kita. Kalau sering dipakai, kulit pun akan semakin menipis. Belum lagi merkuri begitu mudah diserap oleh kulit sehingga bisa masuk ke dalam aliran darah. Kebanyakan memakai merkuri juga tidak hanya merusak kulit, tetapi juga menyebabkan beberapa gangguan organ lain seperti ginjal, sistem saraf, bahkan pencernaan.


Tapi, merkuri ini sudah banyak banget dipakai untuk produk-produk kecantikan yang beredar di Indonesia. Kira-kira apa saja ciri-ciri produk kecantikan bermerkuri?


1. Pada umumnya, krim yang kamu gunakan cenderung lengket jika memang mengandung merkuri.


2. Krim yang mengandung merkuri umumnya tidak bercampur rata. Selain sedikit kasar, krim itu cenderung memisahkan diri antara minyak dan bagiannya yang padat.


3. Berbau logam merkuri atau sengaja dicampur bau parfum yang menyengat untuk mengelabui.


4. Jika terpapar matahari, kulit menjadi kemerahan.


5. Tidak muncul jerawat bukan karena kamu cocok memakai krimnya, tapi karena lapisan kulit epidermisnya telah rusak.


Ngeri banget, ‘kan? Bahkan yang lebih ngeri lagi bisa menyebabkan kanker dan cacat pada janin. Penting banget dong memilih skicare yang tepat supaya hal menakutkan itu nggak terjadi. Ketika ditawari produk kecantikan dari QZ Premium Skincare, saya langsung tertarik secara produk ini dibuat tanpa menggunakan merkuri. Tidak hanya itu, QZ Premium Skincare juga tidak mengandung bahan berbaya lain seperti hidroquinon, paraben, dan asam retinoat.


QZ Premium Skincare ini merupakan produk lokal dengan harga terjangkau. Selain telah lulus uji BPOM dan bersertifikat halal, skincare ini juga mengandung bahan-bahan yang sangat baik untuk kulit seperti Galactomyses Ferment Filtrate.


Nah, kemarin saya mencoba paket normal to dry skin. Dalam satu paket terdapat beberapa produk:

Klaim, Kandungan dan Kemasan


Produk yang saya gunakan ini bermanfaat untuk memperbaiki tekstur kulit, mencerahkan, memudarkan flek, dan memperbaiki tanda-tanda penuaan. Nah, buat saya yang memasuki usia 28 tahun, sepertinya memang cocok sekali. Secara tanda-tanda penuaan kayaknya mulai singgah dan enggan pergi..he.


Produk ini mengandung bahan-bahan yang insya Allah aman bagi kulit. Selain karena sudah lulus uji BPOM, QZ Premium Skincare ini juga udah punya label halal. Nah, buat saya, produk halal itu penting banget. Saya pun termasuk tipe perempuan yang selalu menomorsatukan soal ini. Jangan sampai kita pakai produk yang tidak halal, terutama bagi yang muslimah.


Produk ini dikemas dengan wadah berukuran sedang hingga mungil. Untuk facial toner dan facial wash dikemas dalam ukuran 100 ml saja. Jadi mudah banget dibawa ke mana-mana tanpa perlu repot. Begitu juga dengan serum dan krimnya. Ukuran segenggaman tangan membuat kita nggak perlu khawatir terutama buat yang suka traveling. Selain itu, satu paket dikemas dalam tas cantik yang benar-benar bikin semakin mudah aja dibawa pergi.


Buat saya yang punya anak kecil, kadang bawaan nggak bisa sedikit. Nah, biasanya saya korbanin untuk nggak membawa barang sendiri karena tas udah sesak banget. Tapi, kalau pakai produk QZ Premium Skincare ini, saya nggak perlu khawatir lagi karena kemasannya yang praktis mudah diselipin di salah satu sisi tas.


Tekstur dan Aroma


Produk-produk dari QZ Premium Skincare ini punya tekstur lembut banget. Untuk krimnya, terasa ringan dan mudah merata di kulit. BB day cream-nya juga nyaman dipakai, lebih enak dipakai menggunakan spons basah. Warnanya juga cocok dengan warna kulit saya.

 
Kalau aroma, QZ Premium Skincare ini punya aroma yang nggak terlalu kuat, berasa aneh awalnya. Tercium tapi nggak menyengat. Ternyata produk ini dibuat tanpa parfum, lho. Buat yang sensitif sepertinya yang tanpa parfum lebih cocok, ya.

Harga


Soal harga, QZ premium Skincare ini dijual per paket. Tinggal pilih aja apakah kamu termasuk punya kulit normal atau cenderung berminyak dan berjerawat. Setiap paket dijual seharga Rp. 320 ribu. Terjangkau banget karena bakalan dapat 5 produk sekaligus, ‘kan?

Pendapat Saya



Produk-produk QZ Premium Skincare ini memang masih terbilang baru. Tapi, bisa dibilang ia punya kualitas bagus meskipun dijual dengan harga cukup terjangkau. Untuk hasilnya apakah langsung cerah setelah beberapa hari pemakaian? Pastinya QZ tidak mengklaim akan seinstan itu, ya. Dan saya pun belum merasakan kulit yang tiba-tiba langsung cerah karena memang untuk bahan yang aman biasanya nggak bisa instan.


Tapi, ketika dipakai memang terasa nyaman banget di kulit. Nah, untuk perawatan dan hasil yang lebih maksimal, pastinya harus digunakan secara rutin dalam waktu lebih lama. Selain itu, aroma yang nggak menyengat, nggak wangi bikin eneg karena tenap parfum, membuat saya suka sama produk satu ini. Kalau terlalu wangi jadi nggak nyaman aja dipakai. Apalagi dulunya saya mudah sekali berjerawat dan susah pakai produk kecantikan.


Karena termasuk perempuan yang sering banget begadang, saya merasa perlu memakai produk perawatan seperti ini untuk membuat kulit saya tetap sehat. Setelah ini, saya nggak boleh malas-malasan pakai skincare karena hasilnya pun bakal saya nikmati dan rasakan sendiri. Kalau kamu gimana?

 

Sunday, November 4, 2018

Ini yang Harus Kamu Lakukan Ketika Hak Sebagai Penulis Tidak Dipenuhi

Pernah nggak nulis artikel tapi fee nggak dibayar? Padahal menulis itu meski kelihatan gampang, kenyataannya lebih sering bikin orang mual. Ya, menulis itu butuh banyak persiapan. Harus cari sumber yang benar, harus cari beberapa referensi, harus banyak membaca, harus menulis yang rapi, butuh waktu yang kadang ngorbanin waktu istirahat. Dan cuma penulis yang tahu rasanya ini. Betapa ini tidak mudah.


Kemudian, ketika hak sebagai penulis nggak dikasih, gimana rasanya? Eneg, mual, sebal, kesal, marah. Tapi, biasanya sebagian besar penulis meskipun berada pada posisi seperti ini, tidak bisa banyak melakukan apa-apa kecuali hanya berusaha untuk sabar dan meyakinkan diri sendiri bahwa ini adalah sebagian dari ujian untuk naik kelas. Drama dan lebay banget, nggak, sih? Nggak juga kok. Ini manusiawi banget terjadi. Saya yakin, siapa juga yang nggak kecewa ketika ini terjadi setelah perjuangan yang nggak mudah itu?


Hal semacam ini pasti banget terjadi pada beberapa penulis. Baik itu penulis buku ataupun artikel. Apakah saya pernah mengalami? Apa saya perlu membeberkannya di sini? Hihi. Saya nggak selebay itu kok. Menulis itu memang sudah menjadi passion buat saya. Menulis itu sungguh menyenangkan hati. Belakangan mulai merasakan jika menulis tidak hanya menyenangkan, tetapi juga menghasilkan.


Tapi, sungguh sebal ketika fee kita nggak cair. Karena kadang saya menulis artikel hingga larut, kadang hanya tidur beberapa jam saja ketika harus mengerjakan artikel. Apakah semua demi materi? Ketika ada orang berharap untuk itu pun saya merasa itu bukan kesalahan. Semua orang memiliki kehidupan sendiri-sendiri. Ada yang menjadikan profesi menulis sebagai pemasukan untuk memenuhi biaya hidup. Ada yang menulis hanya untuk menyalurkan hobi. Dan saya? Menyalurkan kegemaran dan ingin menghasilkan dari profesi satu ini.


Lalu bagaimana ketika ada orang yang nggak amanah, yang nggak memenuhi kewajibannya kepada penulis? Kebetulan, kamu ada di posisi sebagai penulis yang nggak dipenuhi haknya. Tarik napas dulu sebelum melanjutkan! hihi. 


Kamu Nggak Sendiri


Ya, kamu tidak sendiri dalam hal ini. Saya yakin, hampir semua penulis pernah mengalami lika liku dalam dunia literasi yang cukup menguras air mata, bikin nyesek, bikin marah tapi nggak tahu harus apa, bahkan ada yang sampai difitnah teman sendiri. Yakinlah kamu nggak sendiri karena di sekitar kamu, tanpa kamu tahu juga banyak yang mengalami ini.


Hanya saja, kebanyakan dari penulis lebih suka mendiamkan setelah sebelumnya berusaha meminta haknya. Penulis tugasnya menulis, bukan berdebat. Bukan pula ngeyel soal siapa yang benar dan salah. Kadang percuma juga menagih berkali-kali tapi ujung-ujungnya nggak ada solusi. Apalagi jika sampai berbulan-bulan lewat.


Apakah saya pernah mengalami? Pernah. Bahkan beberapa kali. Fee satu juta lebih nggak cair setelah memenuhi kewajiban. Editor pun nggak bisa membantu. Menyerah karena itu keputusan atasannya. Lalu saya ngapain? Sebal? Banget. Kesal? Iya dong! Manusiawi banget, saya bukan malaikat. Tapi, setelah itu kita pun harus belajar untuk tidak melakukan kesalahan yang sama. Kadang orang yang terbiasa tidak jujur dan nggak amanah dengan omongannya sendiri pasti juga sulit berubah. Apalagi tiba-tiba berubah.


Selain itu, apakah pernah mengalami hal serupa? Pernah. Bahkan untuk platform yang sebelumnya membayar tepat waktu kemudian nggak menepati kewajibannya. Pernah jadi juara tapi nggak dapat hadiahnya? Pernah kok *kenapa jadi bangga banget seperti menyebut prestasi..kwkwk.


Tapi, percayalah, masih ada banyak job buat kamu di tempat lain. Yang lebih nyaman dan nggak bikin nyesek. Hei! Kamu nggak sendiri. Ada banyak orang yang senasib denganmu. Yuk, belajar mengikhlaskan itu. Mungkin itu bukan rezeki kamu. Sebab yang namanya rezeki tentu tidak akan tertukar apalagi nggak sampai.


Belajar Ikhlas dan Sabar


Ini ujian buat kamu. Silakan raut pensil 2B, ya! Hehe. Untuk naik kelas, kamu harus melewati ujian. Dan inilah salah satu bagian dari ujian yang kamu hadapi sekarang. Setelah nulis sampai larut dan mual-mual, tiba-tiba nggak dibayar. Wow! Tega sekali.


Mungkin kamu mulai berpikir bahwa orang itu nggak punya hati. Apalagi nggak satu dua penulis yang dibohongi. Tapi, percayalah, semua itu akan ada balasannya masing-masing. Yang sekarang kamu simpan dalam hati, yang bikin kamu nyesek dan sakit hati itu akan terbuka tanpa perlu kamu koar-koar ke sana kemari. Allah itu nggak tidur. Yang bohong akan ketahuan belangnya.


Ikhlasin, sabarin. Ini ujian buat kamu karena kamu bakal naik kelas! Saya yakin, ada rezeki lain yang lebih berkah, lebih besar daripada yang hilang dan akan menggantikan kecewa dan sedihmu itu. Kuy, sabar!


Pengalaman Seperti Itu Akan Menguatkan Kamu


Setelah jatuh bangun, jungkir balik, dikerjain orang lain, dikatain, diremehkan dan semua yang bikin nyesek, insya Allah kamu akan berubah jadi pribadi yang lebih kuat. Masalah itu ada buat menguatkan kamu, lho. Bukan sebaliknya.


Seperti tubuh bayi, ketika terkena infeksi virus, dia akan membentuk antibodi yang kemudian membuat dia lebih kuat sehingga bisa melawan infeksi ketika usianya lebih besar dan imunnya lebih kuat. Maka seperti itu pula pengalaman menyedihkan yang harus kamu lewati. Ya, karena di depan kamu akan ada jurang yang lebih dalam, tanjakan yang lebih tinggi. Jika sejak awal kamu belajar dari masalah, ke depannya kamu akan lebih kuat menghadapi yang lebih besar daripada sebelumnya.


Pelajaran Untuk Tidak Melakukan Hal Serupa


Kamu tahu apa ujian orang yang udah di atas dan jago? Pertama, sombong. Kedua dia bisa jadi meremehkan orang  yang kemampuannya di bawah dia. Ketiga, dia nggak menghargai orang lain. Keempat, bisa jadi dia bermain-main sama juniornya karena menganggap orang lain bukan apa-apa. Kelima? Nggak amanah karena merasa bisa melakukan apa pun kepada orang lain tanpa merasa orang benar-benar dirugikan karena ulahnya.


Semua itu jadi pelajaran berharga buat kamu. Jangan sampai ketika kamu ada di posisi itu kemudian melakukan hal serupa. Kamu boleh tinggi setinggi-tingginya, tapi jangan lupa berpijak. Nggak susah buat Allah mengubah posisi orang yang sekarang di atas kemudian jadi di bawah banget. Nggak susah. Jadi, cobalah profesional ketika bekerja. Dan itu juga perlu kamu lakukan ketika sudah ada di atas. Ingat, profesional!


Allah Nggak Tidur


Orang yang ‘merasa’ benar biasanya menganggap dirinya paling benar, sedangkan orang yang benar nggak pernah berpikir dirinya paling benar. Orang benar nggak perlu banyak membuktikan dan bicara pada banyak orang untuk membuktikan dirinya benar, sebab sejatinya dia paham, kebenaran punya cara sendiri untuk bicara.


Allah itu nggak tidur. Karena itu, jangan sedih karena hak kamu belum dipenuhi. Sebab Allah pasti akan membayarkannya tunai di dunia dan akhirat. Gusti Allah mboten sare. Yakinlah, Allah tahu dan mendengar doa hamba-Nya yang didzalimi.


Gimana, masih nyesek? Hehe. Sebenarnya ketika mengalami ini saya pun susah buat ikhlas dan sabar. Rasanya pengen bicara panjang lebar di media sosial. Tapi, ketika dipikir lagi, ngapain juga. Berarti itu bukan rezeki saya. Ketika kamu belajar untuk ikhlas, insya Allah, Allah ganti dengan yang lebih baik. Yuk, tetap semangat menulis dan menebarkan kebaikan. Jerih payahmu nggak akan sia-sia. Suatu saat akan berbuah manis, Yakinlah!