Top Social

Barang-barang Remeh yang Harus Kamu Bawa Saat Traveling Bersama si Kecil

traveling bersama balita
Foto: Pexels.com
Beberapa hari yang lalu,  saya berkesempatan mengunjungi kota Bandung bersama suami dan anak-anak. Jarang banget saya dan suami mengajak anak-anak traveling bareng. Karena selain terkendala waktu,  saya juga termasuk orang yang agak mudah 'panik' kalau rempong dikit...huhu. Tapi, kali ini berusaha slow dan menikmati. Perjalanan kali ini pun sambil mengorbankan kesempatan untuk mengikuti final Jakarta Writingthon Festival..hiks. Kalau nggak dinikmati benar-benar, rugi banget pokoknya.

Saya pergi ke Bandung sebenarnya bukan karena ada acara sendiri atau rencana traveling sendiri.  Qadarallah, ini dalam rangka acara family gathering dari kantor paksu. Ya udah,  kenapa nggak sekalian nginep aja di Bandung meski hanya semalam? Jadi,  jauh-jauh hari rencana itu sudah kami buat.

Berangkat dari Jakarta sudah pasti bareng rombongan,  ya.  Di sanalah saya merasa sebagai orang yang bisa menyiapkan semua kebutuhan anak-anak terlengkap...kwkwk. Sempat ada orang nyari kantong kresek untuk anaknya yang mau muntah, saya berikan. Sempat ada yang sakit perut karena mabuk,  saya sedia minyak kayu putih. Kok lama-lama berasa palugada....haha.

Saya termasuk orang yang nggak bisa santai saat terjadi sesuatu. Saya pahami betul bahwa anak-anak bahkan saya juga mudah sekali mual dan muntah. Apalagi dalam perjalanan jauh seperti saat itu. Meskipun kalau hanya naik bus nggak akan masalah,  tetap saya menyiapkan segala sesuatunya dengan baik.

Kecuali kita nggak traveling bersama anak-anak,  bawaan bisa dikurangi dan disusutkan. Nah,  kalau ada anak-anak,  nggak bisa menghemat barang bawaan dong. Baju mereka saya sediakan lebih.  Kantong kresek selalu beli untuk persediaan. Entah itu buat membungkus makanan,  pakaian basah, atau yang lainnya. Wajib dan harus banget ada di ransel.

Barang-barang itu kayaknya remeh banget. Kesannya nggak berguna,  tapi kalau nggak ada, kita pun bingung. Contohnya pas ingin muntah, tetapi malah nggak sedia kantong kresek. Habis sudah nasib kita...haha. Saya tahu dan sadar betul harus menghemat penggunaan kantong kresek karena itu bisa menjadi salah satu cara untuk menyelamatkan bumi kita. Tapi,  meski sudah mulai mengurangi,  di sisi lain saya tetap butuh.  Belum sepenuhnya lepas.

Di negara kita kayaknya lumayan parah. nih soal penggunaan kantong kresek. Mengedukasi masyarakat itu benar-benar nggak mudah.  Kok tahu? Selain saya sendiri yang belum bisa benar-benar berhenti memakainya, orang-orang di sekitar saya juga terlihat sulit sekali lepas dari kantong kresek. Contohnya, di salah satu warung sayur dekat rumah,  penjualnya resik,  bersih banget. Setiap  ada pembeli membeli ikan atau daging akan dibungkus kantong kresek dua kali. Nanti tomat dibungkus sendiri juga kalau belinya nggak satuan. Pernah saya nolak pakai terlalu banyak kantong kresek, penjualnya ikut nolak. Alasannya biar bersih dan mudah.

Kami pun sempat ngobrol tentang supermarket yang mulai menerapkan kantong kresek berbayar. Saya sedikit menjelaskan betapa penuhnya sampah di Jakarta. Qadarallah, saya memang sempat membaca postingan pak Anies Baswedan tentang tumpukan sampah di Bandar Gebang. Tapi,  mereka nggak ada yang menanggapi serius,  hanya bercanda dan tertawa...haduh.  Di situ saya merasa jadi makhluk aneh dan asing yang sok peduli lingkungan.. Kwkwk. Nggak ada yang mendukung.. Huhu.

Waktu  saya berkunjung ke Turki,  para penjual makanan di pinggir jalan tuh nggak ada yang pakai kantong kresek,  lho.  Makannya kantong kresek yang saya bawa terasa sangat berharga di sana. Di sisi lain saya merasa betapa buruknya kita di Indonesia yang masih seenaknya pakai kantong kresek tanpa peduli lingkungan bahkan memakainya secara berlebihan...Hiks.

Kalaupun kita masih pakai kantong kresek,  minimal kita mulai mengurangi. Pakai kantong kresek lama untuk dipakai belanja lagi. Yang bikin nggak jalan karena hal seperti ini di negeri kita dianggap aneh. Jadi,  kalau kitanya nggak pede,  ya, wes buyar semua. Akhirnya kita kembali lagi pada kebiasaan lama. Yakni pakai kantong kresek seenaknya lagi.

Btw,  saya mengetik dalam perjalanan pulang dari Bandung naik kereta, lho.. Kwkwk. Nggak bawa laptop,  bosan setelah ketiduran ketiduran.  Jadi, ngetik aja pakai handphone. Dan kita kembali lagi pada pembahasan tentang barang-barang remeh yang harus dibawa saat traveling bersama anak-anak. Apa saja, ya? Yuk intip beberapa barang wajib yang selalu ada di ransel saya selama traveling!

1. Minyak Telon atau Minyak Kayu Putih

minyak telon
Foto: Pexels.com
Bukan hanya untuk sakit perut, minyak telon dan minyak kayu putih juga berguna banget di saat anak-anak digigit serangga. Iya,  kan?  Nyamuk tempatnya di mana-mana. Sangat mungkin anak-anak digigit nyamuk dan serangga lain saat traveling. Selain itu,  kamu juga butuh minyak telon selepas anak-anak mandi atau berenang. Kecil dan memang bukan benda yang wajib dipakai setiap saat,  tetapi saat terjadi sesuatu seperti beberapa kondisi di atas,  kita nggak bakalan pusing dan panik mencarinya dalam waktu mendadak.

2. Kantong Kresek


kantong kresek
Foto: pexels.com

Ngefans banget saya sama kantong kresek meskipun mulai mengurangi.. Hiks. Tapi,  tetap merasa sangat butuh dalam kondisi tertentu seperti yang saya sebutkan di atas. Saya biasa membeli beberapa kanting kresek baru ukuran sedang dan kecil. Menyimpannya di dalam ransel dan usahakan mudah diambil ketika kita butuh.

3. Kaos Kaki


kaos kaki
Foto: Pexels.com
Meskipun nggak pakai sepatu,  usahakan selalu membawa kaos kaki untuk anak-anak. Iya,  meskipun kalau bobok masih bisa pakai selimut,  tetapi buat saya nggak ada salahnya membawa kaos kaki,  lho. Misal saja ketika di kendaraan anak-anak kedinginan,  kita bisa memakaikan kaos kaki untuk mereka. Remeh, sih dan nggak banyak juga yang butuh. Tapi,  dibawa pun nggak ada salahnya karena posisinya juga bisa banget diselipkan di beberapa tempat yang masih longgar.

4. Tas Kain Serbaguna


tas kain
Foto: Pexels.com
Punya tas kain yang bisa dilipat jadi kecil banget?  Yup! Itu dia yang saya maksud. Saya selalu membawa beberapa atau minimal satu tas kain lipat di dalam ransel. Jika kita butuh,  bisa segera digunakan tanpa bingung dan khawatir mencari kantong kresek ukuran besar. Ukuran tas kain yang saya bawa agak besar.  Bahkan Punya juga yang bisa dibuat ransel. Ingat banget waktu saya umroh dan ke Turki. Saya nyesel banget nggak bawa ransel waktu itu.  Terlalu patuh sama aturan Travel.. Kwkwk. Bukan salah travelnya. Salah saya kurang merencanakan dengan baik. Jadi,  dari pihak Travel memberikan satu koper dan satu tas selempang.  Saya pun memakai keduanya. Eh ternyata yang lain banyak yang pakai ransel.. Kwkwk. Terutama yang bawa anak.  Akhirnya saya memberdayakan tas kain berupa ransel dan beneran dipakai mulai ke Turki sampai umroh.

5. Peralatan Mandi


peralatan mandi
Foto: Pexels.com

Meskipun kamu menginap di hotel,  nggak usah mikir dua kali untuk membawa peralatan mandi minimal sikat gigi dan pasta gigi. Selama menginap di beberapa hotel,  baru kali ini ketika di Bandung saya nggak dapat fasilitas sikat gigi...Kwkwk. Sempat kaget kalau nggak mau disebut lebay.. Haha. Bayangin, saya dengan pedenya nggak bawa tuh sikat gigi.. Hiks. Akhirnya pusing harus mencari sendiri.

6. Bawa Baju Ganti Lebih


bawa baju lebih
Foto: Pexels.com
Pernah kejadian waktu saya ke Puncak. Si sulung memang mudah sekali muntah. Waktu kami mencari sarapan ke kafe yang letaknya agak jauh dari penginapan,  qadarallah dia muntah dan kena ke bajunya. Padahal sudah disediakan kantong kresek.  Tapi dia menahan dan akhirnya nggak kuat malah ke mana-mana.. Hiks. Ujung-ujungnya pinjam baju ayahnya yang saat itu pakai dua kaos. Setelahnya,  saya nggak abai lagi meskipun nggak jauh perginya. Tetap harus bawa baju ganti di tas minimal satu setel.

7. Obat-obatan


obat
Foto: Pexels.com
Kita nggak pernah tahu kapan anak-anak demam.  Malah mereka memang sering sakit tiba-tiba,  kan?  Awalnya sehat dan lincah,  tiba-tiba jatuh sakit,  demam tinggi. Buat saya yang punya anak-anak yang pernah bahkan sering banget kejang demam,  bawa obat penurun panas dan obat kejang adalah hal wajib. Kebayang kalau kita sedang menginap di suatu daerah yang di sana jauh dari supermarket, apotek, dan dokter,  mau ngapain kita? So,  jangan anggap remeh lagi deh obat-obatan ini.

8. Selalu Bawa Makan Sendiri


bawa bekal

Setiap pergi untuk acara family gathering,  saya selalu bawakan anak-anak bekal nasi. Meskipun sudah tahu akan diberikan snack seperti roti dan air mineral, tetapi,  tetap  bawa bekal.  Nah,  kejadian juga family gathering yang sekarang ini. Ternyata snack baru dibagikan di rest area.. Kwkwk. Jauh, Sodarah. Yang nggak bawa makanan sudah pasti mual apalagi anak-anak. Beruntung saya bawa nasi,  jadi anak-anak sudah saya suapi sejak tiba di bus sekitar pukul 05.30 WIB. Sedangkan yang nggak bawa sarapan,  hanya mengunyah aneka makanan ringan seperti Chiki.

Kira-kira itulah beberapa barang remeh yang harus kamu bawa saat hendak traveling bersama anak-anak.  Kecil sih,  nggak selalu juga dibutuhkan,  tapi kalau lupa nggak dibawa,  bikin kita panik juga,  kan?  Yuk, persiapkan dengan baik rencana traveling kamu berikutnya. Sekitar satu jam lagi saya akan tiba di Jakarta. Anak-anak dan suami tidur nyenyak. Mari nikmati perjalanannya. Apa pun itu,  jangan lupa bersyukur.

Salam, 
1 comment on "Barang-barang Remeh yang Harus Kamu Bawa Saat Traveling Bersama si Kecil"
  1. Udah kebanyang betapa banyak barang yang harus dibawa kalau traveling sm si kecil, aduh jadi pengen cpt2 hamil, biar bisa traveling sm anak

    ReplyDelete

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Custom Post Signature

Custom Post  Signature