Top Social

Tentang Passion, Waktu, dan Uang



Saya suka melakukan banyak hal, termasuk menulis, masak, menggambar, atau membersihkan rumah. Oke, yang terakhir itu sebenarnya kewajiban yang disukai…hihi. Ketika banyak orang mungkin malas membersihkan rumah, saya pribadi sangat suka karena setelah semua beres dan bersih, saya merasa bahagia banget. Iya, saya memang nggak suka melihat rumah kotor dan berantakan. Tapi, mustahil banget bisa rapi sepanjang hari. Kadang ayah yang buang sampah sembarangan, kadang anak-anak lupa mengembalikan mainan ke tempatnya. Terus menerus beberes akhirnya capek juga dong. Solusinya, jangan beri target terlalu tinggi, cobalah lebih santai. Dan akhirnya, semua berjalan lebih baik dan menyenangkan.

Begitu juga ketika saya mengerjakan yang lain. Sebenarnya kamu menulis buat apa? Kamu belajar menggambar buat apa? Memasak? Ternyata dari semua yang saya sukai, tidak semua saya ingin lakukan setiap hari dan terus menerus, kecuali menulis. Saya mencoba banyak hal, tetapi saya selalu sampai pada titik bosan dan capek. Apakah kalau menulis selalu bersemangat? Nggak juga, dulu pun saya pernah sampai pada rasa bosan, pengen nyerah, minder, dan benar-benar berhenti. Tapi, rupanya saya kembali lagi dan mencoba memahami apa passion saya sebenarnya.

Kemudian, dari hobi dan passion itu akhirnya saya bisa mendapatkan penghasilan sendiri. Benar sekali, memang hobi yang dibayar itu sangat menyenangkan. Kerjanya jadi nggak berasa kerja. Capeknya dibikin santai dan asyik. Tapi, kalau selalu ngejar materi, uang, dan uang, akhirnya semua jadi benar-benar hambar. Sangat hambar.

Dulu saya menulis karena suka, karena saya cinta, setelah mulai dapat penghasilan sendiri, saya mulai memikirkan materi. Kemudian apa yang saya kerjakan kadang sekadar mengejar fee saja. Menulis artikel hingga ratusan bahkan ribuan, tetapi kadang males dan malu mau share saking remehnya itu artikel yang hanya sekadar ngejar view. Oh, tidak! Saya terjebak dalam tujuan yang salah.

Dulu nulis blog sekadar menyalurkan hobi menulis, untuk menulis apa pun yang disuka, dan menikmati. Lalu kemudian setelah mulai ngerasain dapat job, kayaknya ngisi blog tujuannya biar DA naik, biar lebih mudah dapat job baru. Kemudian saya membaca salah satu postingan seorang blogger senior yang pada akhirnya menutup blognya yang udah punya jutaan klik, dan mulai menyadari ternyata selama ini tujuan dia ngeblog salah, ya, hanya mengejar popularitas dan materi. Rasanya tersedak dengan tiba-tiba.

Dapat uang dari keringat sendiri itu sungguh berbeda dari sekadar dapat uang dari suami. Apalagi saya yang bukan siapa-siapa qadarallah Allah beri kesempatan dapat puluhan juta hanya dari menulis artikel. Rasa bangga dan nggak pengen diremehin itu muncul. Sayangnya, selalu ngejar materi itu bikin capek dan hambar.

Saya punya waktu 24 jam dalam sehari. Saya harus mengerjakan banyak hal, termasuk pekerjaan rumah dan bersama anak-anak. Ketika ikut proyek menulis, kayak dikejar-kejar apa gitu, capek, nggak menikmati. Sadar semua jadi nggak nyaman, kalau udah capek, pasti menghadapi yang lain jadi nggak santai.

Saya memang bisa mengerjakan banyak artikel dalam sehari. Tapi, sebenarnya tujuan awal saya menulis itu buat apa sih? Kayaknya udah salah arah jika hanya terus mengejar materi, sampai lupa menikmati dan jadi nggak enjoy. Saya bukan orang lain, bukan dia, bukan mereka, saya adalah saya yang punya kesibukan, kemampuan, keterbatasan yang sungguh berbeda dengan yang lain.

Sungguh, saya ingin mengerjakan passion tanpa sibuk memikirkan jumlah view atau fee. Jika pun pada akhirnya passion ini menghasilkan, itu adalah bonus dari sebuah kerja keras. Tetapi, saya harap tidak akan sampai terjerumus pada tujuan hanya pengen ngejar uang, uang, dan uang. Dan akhirnya saya mulai berpikir, bahwa tidak semua bisa saya kerjakan, meski saya bisa. Saya ingin menikmati semuanya, kesempatan ini tanpa bingung memikirkan siapa yang akan membaca tulisan saya? Berapa mereka membayar saya?

Tulisan ini diikutsertakan dalam One Day One Post bersama Estrilook Community #Day7

Salam,

12 comments on "Tentang Passion, Waktu, dan Uang"
  1. Saya sering mikirin, gimana ya rasanyajadi penulis profesional yang tulisannya dihargai berjut-jut. Atau mikirin gimana rasanya ngerjain tulisan berdasarkan pesanan, harus sekian puluh atau sekian ratus. Ternyata nggak selalu menyenangkan ya, Mbak Muyass. Nulisnya udah nggak happy, nggak menikmati prosesnya seperti dulu waktu belum dibayar. Mungkin harus pilih-pilih juga ya, hanya ambil pekerjaan yang bener-bener kita sukai. Ada travel blogger yang bilang, banyak yang nyangka mereka dapetin uang dengan gampang, bisa jalan-jalan terus lagi! Dia bilang, "Ini bukan pekerjaan mudah, tidak seperti yang kalian pikirkan. Setiap waktu harus posting gambar, tulisan, foto-foto. Blognya harus diupdate terus, beberapa kali dalam sehari, kalo nggak bakal ditinggal sana viewernya." Ternyata punya uang banyak dari menulis nggak selalu bikin happy ya.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, Mbak..memang semua itu nggak mudah. Dan yang tujuan awal memang ingin dapat penghasilan juga tidak salah. Ini hanya dari sisi saya saja, ya. Karena ada teman sy yang memang butuh untuk memenuhi kehidupannya misalnya.

      Delete
  2. Wih mantab mba tulisannya. Menggugah saya.. Mmg tujuan sy nulis blog jg sekedar berbagi cerita aja.. Kl ada hasil itu cm bonus sj.. Sy ga mau terikat krn liat teman2 rajin uploud tulisan.. Sy msh mau nikmatin hidup gak melulu materi.. Kumpul dan bercanda brg keluargaku itu yg utama sih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak..selama ini juga sy menulis sih pas waktu luang juga, pas anak tidur atau sekolah. Tetap menyenangkan, tapi kalau tujuannya salah memang jadi hambar.

      Delete
  3. Iya ya mbak, kalau cuma buat ngejar materi malah nggak menikmati jadinya. Enakan nulis karena emang dari hati dan niat berbagi, rasanya itu jauh lebih seneng... Dan berkah juga...😊

    ReplyDelete
  4. Saya malah belum pernah dapet orderan menulis di blog. Kadang saya pikir, enak kali ya, dapat bayaran dari ngeblog. Tapi sampai sekarang belum berani nyoba. Dan memang blognya masih ece-ece sih. Tapi tulisan ini jadi membuat saya berpikir, apa sih yang saya inginkan dari ngeblog itu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak..semua orang punya tujuan berbeda. Yang paling penting kita tahu apa sih yang pengen kita lakuin sebenarnya ya

      Delete
  5. aku malah baru di terima adsensenya malah sekarang fokus ke view sampai menargetkan setiap hari minimal berapa dan tahun ini target sudah ada. Passion pun ujung2nya kayak lagi di kejar-kerja target.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, selama, Mbak. Kalau ngeblog berpenghasilan dari ads saya nyerah deh..hihi. Gaptek euy...yang ada saya lelah sendiri :D

      Delete
  6. Saya ngblog ya suka aja. Tapi belum pernah menghasilkan dapet uang gitu kayak Mbanya. Kepengen juga dapet fee dari ngeblog. Happy kali ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga suatu saat bisa menghasilkan juga ya mbak... :)

      Delete

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Custom Post Signature

Custom Post  Signature