Wednesday, September 11, 2019

Tips Memilih Alat Bantu Dengar Terbaik

Tips Memilih Alat Bantu Dengar Terbaik



Saya punya pengalaman pahit mengenai pendengaran. Hal yang dialami si bungsu dulu, ketika dia berusia sekitar 3 tahun. Mengalami otitis media akut dan memang hampir selalu kambuh dan akhirnya sulit mendengar. Kondisi kayak gini cukup mengagetkan buat saya.

Jika di sulung punya riwayat kejang lumayan parah, maka beda lagi dengan si bungsu yang sering sakit telinga dan bolak balik ke dokter THT. Sampai-sampai bosan dokternya saking seringnya...hiks.

Terparah, dokter pernah bilang kalau sampai agak besar masih terjadi hal yang sama, mungkin akan dilakukan operasi untuk memasang alat di telinganya. Karena dia sering kambuh, gendang telinga berlubang, dan karena terjaid berulang kali membuat gendang telinganya jadi susah kembali seperti semula.

Saya nggak pernah membayangkan sesulit itu merawat di kecil. Kayak nggak percaya kondisi buruk kayak gini saya alami. Bolak balik ke RS untuk membersihkan telinga. Bolak balik demam tinggi hingga puncaknya pernah hampur sebulan demam tanpa sebab jelas. Capek sudah pasti, apalagi telinga merupakan organ penting bagi manusia. Tanpa telinga yang berfungsi normal, bagaimana manusia bisa mendengar :(

Alat Bantu Pendengaran


Berbeda jika ada yang mengalami gangguan pendengaran dan butuh alat bantu. Kondisinya nggak sama dengan apa yang dialami oleh si bungsu. Bisa jadi kita butuh membeli alat bantu dengar. Pada saat kita hendak melakukan pembelian alat bantu pendengaran, maka kita harus memperhatikan banyak hal, untuk memastikan bahwa kita tidak salah dalam memilihnya. Ada banyak manfaat yang bisa kita dapatkan melalui pengguaan alat bantu dengar bagi penderita yang mengalami gangguan pendengaran. Salah satu manfaatnya yaitu meningkatkan kemampuan untuk mendengar.


Di pasaran sudah ada banyak sekali alat bantu untuk pendengaran yang bisa dipilih dan disesuaikan dengan kebutuhan para penderitanya. Harganya yang tidak murah tentu mengharuskan kita untuk lebih berhati-hati ketika hendak memilihnya. Melalui pusat alat bantu dengar seperti di Melawai maka kita sudah bisa menemukan berbagai jenis alat bantu di beberapa tipe.


Berikut ini tips menemukan alat bantu pendengaran sesuai dengan kebutuhan,


 
a. Konsultasikan kepada dokter THT terlebih dahulu untuk mengetahui tingkat gangguan pendengaran yang sedang kita alami.  Selain itu, kita pun juga bisa meminta rekomendasi ke dokter mengenai alat bantu dengar yang tepat.

 

b. Memilih alat bantu dengar harus disesuaikan dengan kebutuhan penderita. Karena masing-masing gangguan pendengaran memiliki tingkat yang tidak sama.

 

c. Tips selanjutnya yaitu dengan mengetahui kelebihan dan kekurangan dari alat bantu pendengaran itu sendiri. Dengan mengetahui kelebihan dan kekurangannya, maka kita akan benar-benar yakin dengan alat bantu dengar yang sudah kita pilih.

 

d. Belilah alat bantu dengar di pusat alat bantu dengar yang memberikan garansi, misalnya seperti di Melawai. Dengan pemberian garansi, maka kita akan sedikit merasa lega, terutama ketika alat bantu mengalami kerusakan.

 
Setiap alat bantu dengar dilengkapi dengan fitur canggih yang berguna untuk menangkap gelombang suara yang ada di sekitarnya. Masing-masing memiliki daya tangkap yang tidak sama. selain memperhatikan dari segi fitur dan kemampuan yang dimiliki oleh alat bantu dengar, kita pun harus memperhatikan segi kenyamanan ketika sedang menggunakannya.


Mengalami penurunan pendengaran bisa saja terjadi pada siapa pun tanpa memandang usia. Sehingga di usia muda pun belum tentu terhindarkan dari gangguan pendengaran. Sedangkan setiap gangguan pendengaran masing-masing orang tidaklah sama. Cara penanganannya pun juga sangatlah beragam, termasuk penggunaan alat bantu dengar.


Salam,

Sunday, September 8, 2019

5 Tips Tetap Produktif Menulis Bagi Blogger yang Suka Mati Gaya

5 Tips Tetap Produktif Menulis Bagi Blogger yang Suka Mati Gaya



Selama bulan September 2019, saya bersama komunitas Estrilook sedang mengikuti challenge ‘One Day One Post’ di blog masing-masing. Setiap hari sebisa mungkin kita memaksakan diri untuk mengisi blog tanpa jeda. Berat? Sebagian besar memang mengatakan demikian terutama para blogger yang blognya sudah dipenuhi sarang laba-laba. Tapi, justru dengan adanya ODOP seperti inilah, kita jadi bisa ‘memaksakan’ diri untuk menulis setiap hari. Minimal ngerasa dikejar-kejar sama Mbak Muyass sampai kebawa mimpi…kwkwk. Dikira saya setan? Hihi.


Kenapa sih di antara kita masih saja ada blogger yang bingung mau menulis apa untuk blognya? Mau menulis tema apa? Panjangnya seberapa, ya? Kalau kepanjangan suka mati gaya. Atau malah banyak juga yang susah banget dapat ide untuk mengisi blog. Semua itu manusiawi banget, kok. Nggak perlu minder dan merasa berkecil hati. Semua blogger terutama yang pemula pasti merasakan hal yang sama, termasuk saya. Ada saatnya saya pernah 'berpikir keras' di antara postingan sepanjang 300 kata, kira-kira mau diisi dengan kalimat seperti apa? Ada saatnya saya bingung mau menulis apa di blog. Saya pikir yang lain juga mengalami hal serupa terutama di awal-awal ngeblog.


Karena itu, kemarin saya sempat share 30 tema khusus untuk ODOP bulan September ini. Barangkali mau digunakan saat mati gaya ketika nggak bisa menemukan ide yang pas buat mengisi ODOP.


Mengisi blog sebenarnya lebih fleksibel, berbeda dengan menulis buku atau artikel di media yang cenderung formal. Blog memberikan kita kebebasan, sehingga di blog tak jarang diselingi juga oleh curhatan. Karena memang sifatnya yang personal, sehingga kita lebih mudah berekspresi tentunya dengan batasan juga.


Meski begitu, jangan kebablasan juga curhat di blog, karena tidak semua pembaca merasa nyaman dengan itu. Curhat penuh faedah dan memberikan inspirasi tentu akan banyak diminati. Lantas sebenarnya seperti apa cara tetap produktif menulis terutama bagi para blogger pemula?


1. Memaksa Diri Menulis Setiap Hari


Mau bisa, tetapi nggak mau latihan sama saja bohong. Mau jadi blogger, tetapi kerjanya hanya stalking akun mantan, sama saja bohong, Guys…kwkwk. Kalau mau bisa, cobalah beri waktu khusus untuk menekuni hobimu. Iya, kalau kamu suka menulis dan ingin jadi blogger, minimal kamu harus latihan menulis setiap hari. Berapa pun hasilnya. Mau 100 kata atau lebih, tetaplah konsisten. Karena tanpa itu, kamu sulit menyelesaikan tulisan.


Kalau capek, istirahat, bukan berhenti. Kalau berhenti artinya kamu sudah gagal! Banyak banget blogger yang menanyakan ini dan itu kepada saya, bahkan sampai niat banget minta tolong dibuatkan blog. Saya tidak berharap banyak terutama kepada mereka yang memang baru saja nyemplung di dunia blog seperti ini, tapi minimal mereka mengisi blog itu sebulan sekalilah, karena membuatnya penuh perjuangan dan menghabiskan waktu. Faktanya, tidak sedikit yang akhirnya mengabaikan blog yang sudah rapi dan cantik. Apakah saya kecewa? Nggak juga. Karena pilihan ada di tangan mereka. Dan itu urusan mereka. Tapi, jadi tahu, bahwa tidak semua dari mereka yang katanya ‘ingin’ akhirnya benar-benar melanjutkan keinginannya. Kebanyakan justru saya lihat hanya ‘sekadarnya’.


Kalau mau jadi seperti yang lain, kamu memang perlu mengorbankan banyak hal. Minimal punya waktu tersendiri untuk menulis setiap hari. Misalnya ada jeda, itu bukan untuk waktu yang lama. Kalau kita berhenti menulis terlalu lama, sudah jelas bakalan kaku banget, deh.


2. Sering Blogwalking



Ngapain blogwalking? Mending belajar menulis saja, kan beres. Eits! Kadang kita perlu belajar dari blog yang lain. Entah dalam mengemas tema yang menarik, cara berkisah dan bercerita yang asyik, dan sebagainya. Sebab belajar itu bisa dari mana saja, dari siapa saja. Nggak terbatas belajar hanya di bangku sekolah, kan?


Jadi, apa salahnya kamu belajar dari blogger lain? Dengan cara seperti ini, kita juga bisa menambah kenalan. Kalau sudah banyak teman, kita bakalan lebih aktif dan semangat pastinya.


3. Ikut Kompetisi

 

Hari gini belum berani ikutan kompetisi blog? Ke mana aja? Ikut lomba bukan hanya soal menang dan kalah. Lebih dari itu, kita sednag berlatih menulis sesuai tema yang ditentukan, yang kadang nggak kita kuasai. Dari situ kita bisa berpikir lebih serius. Dengan ikut kompetisi, kita juga bisa mengisi blog tanpa harus pusing memikirkan tema, karena semua kompetisi blog pasti sudah ditentukan temanya.


Kalau kalah gimana? Kalah menang itu hal biasa. Belajarlah ikhlas menerima kekalahan dan jangan jadikan itu sebagai halangan untuk tetap produktif menulis. Setelah mengirimkan artikelmu, lupakan dan cari lagi kompetisi yang lain. Biarkan tulisanmu mencari nasibnya sendiri. Nggak usah dipikir apalagi bolak balik dicek. Capek, kan? Mending, kirim, lupakan. Kirim, lupakan lagi. Kirim lagi, dan lupakan lagi...hehe.


4. Buatlah Outline


Saya memang tidak terbiasa membuat rancangan garis besar atau outline ketika mau menulis postingan di blog. Apa yang saya pikir, itulah yang saya tulis. Ini tipe pemalas yang nggak perlu ditiru, ya? Hehe.


Ternyata, ada banyak teman-teman saya yang rajin banget membuat outline dengan tujuan supaya lebih mudah ketika menulis. Dan itu bermanfaat banget katanya. Bisa saja kamu mencobanya sebelum menulis hari ini. Iya, kan?


5. Ikutan Challenge


Selain kompetisi, kita juga sering menemukan banyak challenge menulis di blog. Misalnya seperti ODOP bersama Estrilook, SETIP (Seminggu Tiga Postingan) bersama Estrilook, dan masih banyak lagi.


Kebanyakan dari blogger mengakui, kalau ikutan challenge, mereka menjadi lebih produktif menulis. Minimal merasa ada yang memaksa mereka untuk membuka blog. Meski kadang nggak yakin juga bakalan mampu menyelesaikan tantangan atau tidak, setidaknya mereka sudah mau memulai.


Bagaimana dengan kamu? Banyak hal bisa dilakukan terutama bagi kamu yang memang benar-benar ‘niat’ untuk ngeblog. Menulislah dan kurangi mengeluh apalagi mengunyah…hihi. Tetap semangat dan apa pun caramu, seharusnya kamulah yang paling tahu bagaimana cara membuat dirimu terus menulis dan tetap produktif. Itu pun jika kamu memang benar-benar merasa bahwa menjadi blogger dan menulis adalah passion. Kecuali kamu meragukannya...


Salam,

Friday, September 6, 2019

Siap Untung Hadapi Harbolnas dengan Jualan Online di Blibli.com

Siap Untung Hadapi Harbolnas dengan Jualan Online di Blibli.com



Nggak terasa, kita sudah memasuki bulan September di tahun 2019. Nggak ada salahnya jika dari sekarang kita sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut Harbolnas di bulan Desember tahun ini. Terutama bagi para seller yang ingin sukses meraup banyak keuntungan dan memaksimalkan momen Harbolnas. Emangnya apa, sih, Harbolnas itu?


Harbolnas adalah Hari Belanja Online Nasional di mana kegiatan ini selalu diadakan setiap tahunnya pada tanggal 12 Desember sejak 2012 silam. Kegiatan yang selalu dinanti oleh masyarakat Indonesia ini diadakan bersama lebih dari 250 e-commerce di Indonesia, lho. Tak terkecuali Blibli.com.


Di era digital seperti sekarang, semua orang memanfaatkan teknologi demi mempermudah transaksi sehari-hari. Termasuk untuk berbelanja segala kebutuhan hidup. Mulai dari hal paling remeh seperti sabun mandi dan make up, sampai busana dan tas branded. Mengingat antusias masyarakat begitu besar dalam event tahunan Harbolnas, tidak ada salahnya para seller mulai mempersiapkan dengan matang semua produk yang nantinya akan dijual di Blibli.com.


Jualan online memang semakin banyak untungnya mengingat orang di zaman sekarang maunya serba mudah dan praktis. No ribet, no macet, apalagi pusing muterin mall. Adanya toko online menjadi solusi bagi sebagian besar masyarakat yang nggak mau repot demi memenuhi kebutuhan hidup. Sudah hemat waktu, hemat tenaga, dapat gratis ongkir dan diskon pula. Kalau hidup bisa dipermudah, kenapa harus dipersulit?




Mengingat hampir semua orang senang belanja online, tidak salah jika Harbolnas menjadi salah satu event yang tidak hanya ditunggu oleh para buyer, tetapi juga para seller. Tapi, rupanya tidak semua seller siap menghadapi lonjakan pesanan di Harbolnas. Ada yang bahkan kehabisan produk, nggak siap tenaga, dan banyak kendala lainnya.


Coba lakukan beberapa hal berikut untuk mempersiapkan datangnya Harbolnas, jangan sampai kamu kelabakan dengan banjirnya pesanan atau justru malah tokomu sepi dan jarang dikunjungi? Coba, deh, beberapa tips mudah berikut!



1. Siapkan Tokomu dengan Produk-produk yang Sedang Diminati


Kalau mau untung nggak tanggung-tanggung, mulai sekarang sebaiknya kamu mulai mempelajari pasar, kira-kira produk apa yang laku dicari oleh para pembeli terutama saat Harbolnas nanti. Selain murah meriah, orang-orang juga memikirkan faktor manfaat dari barang yang akan dibeli. Nggak asal murah, tetapi nggak berguna, lantas buat apa?


So, cari tahu mulai dari sekarang dan siapkan produk-produk terbaik di tokomu.


2. Buat Deskripsi yang Jelas dan Mudah Dimengerti


Ketika saya berbelanja online, selain melihat foto produk yang jelas dan cantik, saya juga akan menuju kolom deskripsi produk. Membaca detail barang yang akan saya beli adalah sebuah keharusan, jangan sampai saya salah memesan barang mengingat toko online nggak bisa dijangkau tangan.


Deskripsi produk yang detail dan jelas menjadi poin penting yang harus kamu perhatikan. Jangan sampai pembeli datang dan kemudian pergi lagi tanpa membeli hanya karena kamu malas memasukkan deskripsi produk yang jelas di sana. Rugi banget, kan, kalau sampai itu terjadi? Kalau pembeli sudah percaya, nggak ada alasan lagi untuk menunda berbelanja di toko kamu, deh.

3. Pelajari Fitur Toko Online di Blibli.com


Supaya kamu bisa cepat tanggap dengan semua notifikasi yang baru masuk, sebaiknya kamu pelajari dengan betul fitur-fitur keren yang telah disediakan oleh Blibli.com. Semua ini harus dilakukan demi mempermudah pekerjaanmu saat menerima pesanan dan memprosesnya nanti. Nggak lucu juga, kan, kalau pembeli sampai kabur hanya karena kamu terlambat melayani mereka?

4. Siapkan Tenaga Kerja Tambahan


Kalau perlu, kamu siapkan tenaga kerja tambahan yang nanti diharapkan bisa membantu mengurusi semua kesulitanmu saat menerima pesanan. Harbolnas adalah momen yang ditunggu semua orang, jadi, kebayang berapa banyak orang yang akan order produk-produk di tokomu nanti. Jangan sampai orderan mereka terlambat dilayani hanya karena kamu kekurangan tenaga. Yuk, persiapkan orang-orang terbaik yang akan membantumu supaya orederan para pembeli bisa tetap dilayani dengan efektif sesuai harapan mereka.


5. Persiapkan Stok Produk


Daripada kehabisan barang, mending kamu persiapkan dengan maksimal beberapa produk yang dijual terutama produk-produk unggulan yang menjadi incaran banyak orang. Ketersediaan stok di tokomu juga harus selalu kamu konfirmasi sehingga orang-orang tidak kecewa ketika barang yang diinginkan ternyata sudah habis aja. Berikan pelayanan terbaik. Kepercayaan itu penting banget, lho. Karena banyak orang akhirnya kapok belanja di toko tertentu karena merasa dibohongi meski dengan hal-hal sepele.

6. Pastikan Harga Promo



Harbolnas adalah hari yang ditunggu dengan diskon yang nggak tanggung-tanggung dari hampir semua e-commerce. Salah satu hal yang perlu kamu persiapkan untuk menyambut Harbolnas bersama Blibli.com adalah dengan memastikan harga produk setelah diskon. Berikan harga terbaik dan bersaing. Karena pembeli akan membandingkan harga barang di tokomu dengan toko sebelah.


7. Pastikan Koneksi Internetmu Stabil


Poin terakhir menjadi tak kalah penting mengingat para seller di Blibli.com sedang berjualan online di mana keberadaan internet sangat dibutuhkan dan menjadi yang utama. Kalau sampai koneksi internetmu tidak stabil, maka semua pesanan yang masuk mustahil bisa kamu konfirmasi dan kamu layani dengan maksimal. So, dari sekarang cobalah cari solusi andai internet yang kamu gunakan nggak bisa berfungsi maksimal.


Itulah beberapa tips bagi para seller di Blibli.com yang ingin mempersiapkan diri menyambut datangnya Harbolnas yang diadakan setiap tahunnya pada tanggal 12 Desember. Sudahkah kamu mempersiapkan semua poin yang disebutkan di atas?


Jangan sampai kamu kelabakan dengan banjirnya pesanan karena Blibli.com juga turut meramaikan datangnya Harbolnas tahun 2019 ini. Yuk, dapatkan untung nggak tanggung-tanggung bersama Blibli.com!


Salam,

Thursday, September 5, 2019

Keutamaan Wakaf Bagi Umat Islam dan Kemudahan Berwakaf di Era Digital

Keutamaan Wakaf Bagi Umat Islam dan Kemudahan Berwakaf di Era Digital


Rasulullah saw bersabda, “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang shalih.” (HR. Muslim)

Sedekah jariyah merupakan amalan yang manfaatnya tidak pernah terputus sekalipun orangnya telah meninggal dunia. Termasuk juga di dalamnya wakaf. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan pengertian wakaf adalah tanah negara yang tidak dapat diserahkan kepada siapa pun dan digunakan untuk tujuan amal.
Di dalam kitab Minhah Al-‘allam disebutkan pengertian wakaf adalah menahan bentuk pokok dan menjadikannya sebagai amal di jalan Allah dengan niat ikhlas demi mendekatkan diri kepada-Nya.

Bagi umat Islam, wakaf merupakan amalan yang bernilai pahala besar di sisi Allah. Sebab pahala bagi orang yang berwakaf tidak hanya bisa didapat selama dia masih hidup di dunia, melainkan ketika meninggal juga. Semakin banyak orang yang terbantu dan merasa mendapatkan manfaat dari harta yang diwakafkan, maka semakin besar pula pahalanya. Masya Allah.

Wakaf telah disyari’atkan sejak Rasulullah saw masih hidup kemudian dilanjutkan oleh para sahabat. Dikisahkan dalam sebuah hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim, bahwa sahabat Umar bin Khattab pernah mendapatkan sebidang tanah di Khaibar, kemudian beliau menghadap kepada Rasulullah saw demi mendapatkan petunjuk dari beliau. Umar ra menceritakan kejadian yang dialaminya. Kemudian Rasulullah saw bersabda,

“Kalau engkau mau, kau tahan pohonnya dan sedekahkan buah (hasilnya).”

Lalu Umar ra mewakafkan tanah miliknya dengan syarat pohonnya tidak boleh dijual, diwariskan, atau dihadiahkan. Hasil dari pohon tersebut akhirnya disedekahkan kepada fakir miskin, para musafir yang kehabisan bekal, para budak, orang-orang yang berjuang di jalan Allah, dan kerabat yang membutuhkan. Pengurus wakaf tetap diizinkan mengonsumsi dan memanfaatkan hasil dari pohon tersebut sebaik-baiknya dan boleh baginya memberikan buahnya kepada teman-temannya yang kurang mampu.

Wakaf sebaiknya diambil dari harta terbaik yang kita punya. Andai kita tidak mampu mewakafkan tanah sebagai masjid, tempat pendidikan, atau sejenisnya, maka wakafkan harta yang kita miliki seperti Alquran yang diserahkan ke masjid. Banyak hal bisa dilakukan asalkan ada niat. Jangan ragu bertanya kepada orang-orang berilmu (‘alim) yang mengetahui ke mana sebaiknya kita memanfaatkan harta supaya lebih banyak mendatangkan maslahat di kemudian hari.

Allah menitipkan harta kepada kita tidak lain di dalamnya juga terdapat hak orang lain. Andai kita tidak pernah merasa cukup dengan apa yang kita punya, maka berkacalah kepada orang-orang di sekitar kita yang kondisinya lebih membutuhkan. Banyak-banyak bersyukur akan melapangkan hati. Terlalu banyak keinginan adalah menusiawi, tetapi tidak semua keinginan harus dituruti. Mumpung masih diberi kesempatan untuk menghirup udara segar selama di dunia, mari manfaatkan harta yang kita punya untuk orang-orang yang membutuhkan.

Sehebat apa pun kita, andai kita tidak bisa memberikan manfaat kepada orang lain, maka hidup tidak akan berarti apa-apa. Orang-orang tidak akan mengenal kita karena kita kaya raya dan berharta, mereka akan mengenal kita dari seberapa besar kita memberikan manfaat bagi mereka, dari seberapa sering kita mampu meringankan beban mereka. Harta kekayaan tidak berarti jika hanya didekap sendiri. Cobalah belajar melepaskan, belajarlah mengikhlaskan dengan cara yang benar seperti yang diajarkan di dalam agama Islam. Salah satunya dengan berwakaf.

Di zaman sekarang, banyak orang mewakafkan tanah miliknya demi kemaslahatan orang banyak. Sebenarnya tanah wakaf bisa dimanfaatkan untuk apa saja?


Manfaat Tanah Wakaf Bisa Digunakan untuk Kemaslahatan Umat


Tanah yang telah diwakafkan tidak lagi menjadi milik pewakaf. Tanah tersebut bisa dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat, tidak hanya untuk membangun masjid, bisa juga untuk membangun sekolah, rumah sakit, serta fasilitas kesehatan yang dibutuhkan.

Dilarang memanfaatkan tanah wakaf untuk kemaksiatan seperti membangun diskotek, tempat perjudian, atau sejenisnya. Hal ini tentu sangat bertentangan dengan hukum disunahkannya wakaf di mana wakaf sejatinya akan mengalirkan pahala tanpa terputus bagi sang pewakaf. Andai harta yang diwakafkan justru dipakai untuk maksiat, sudah tentu bukan lagi pahala yang didapatakan, melainkan sebaliknya.

Tanah wakaf bisa dimanfaatkan untuk mengentas kemiskinan. Di negara kita, jumlah kemiskinan tetap ada setiap tahunnya. Mulai dari orang miskin, pengangguran, anak-anak putus sekolah, hingga kurangnya lapangan pekerjaan menjadi masalah yang tidak pernah usai.

Wakaf disebut bisa membantu menyelesaikan permasalahan tersebut, minimal bisa mengurangi angka kemiskinan dan membantu anak-anak yang putus sekolah. Tanah wakaf yang dimanfaatkan dengan maksimal sejatinya akan memberikan dampak baik bagi banyak orang, termasuk mereka yang membutuhkan.

Sudah saatnya kita ikut aktif berperan serta membantu saudara-saudara kita di Indonesia supaya mereka mampu menikmati haknya sebagai warga negara, baik kehidupan yang layak serta pendidikan sesuai jenjang usia. Masihkah kita ragu untuk berwakaf?

Kemudahan Berwakaf di Era Digital

Setelah memahami keutamaan bagi orang yang mau berwakaf, insya Allah banyak orang yang akhirnya menginginkan mewakafkan harta miliknya untuk tujuan amal demi mendekatkan diri kepada Allah. Tapi, apakah semudah itu mewakafkan harta milik kita untuk kemaslahatan umat?

Di era digital seperti sekarang, semua orang merasa sangat dimudahkan saat melakukan banyak transaksi. Termasuk juga untuk berwakaf. Saat ini banyak sekali aplikasi wakaf yang diluncurkan demi memudahkan seseorang untuk berwakaf. Wakaf online memang sedang nge-trend, lho. Kita bisa berwakaf di mana pun dan kapan pun. Benar-benar sangat memudahkan niat baik kita demi mengentas kemiskinan di negeri sendiri.

Tapi, perhatikan juga lembaga pengelola wakaf (nazhir) yang kita pilih, jangan asal berwakaf. Nazhir adalah lembaga pengelola wakaf yang terdaftar di Badan Wakaf Indonesia atau BWI. Mereka menerima harta benda dari para pewakif yang nantinya akan dikelola dan dikembangkan sebagaimana mestinya.

Profesionalitas nazhir sangat menentukan ke mana harta wakaf akan digunakan. Tugas nazhir di antaranya adalah mengelola serta mengambangkan harta wakaf untuk kebermanfaatan yang lebih besar, melindungi serta mengawasi harta wakaf, dan tidak kalah penting, nazhir harus melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada BWI.

Adanya wakaf online memang memudahkan kita yang hidup di masa kini. Di mana teknologi bisa dimanfaatkan untuk sebanyak mungkin menjangkau para pewakif yang ingin berwakaf tanpa hambatan. Rasanya sudah saatnya kita pun ikut berpartisipasi dalam ibadah yang disunahkan oleh Rasululullah saw ini. Kalau bukan sekarang, kapan lagi? 
Salam,

Wednesday, September 4, 2019

Kumpulan Resep Jus Sehat Ala JSR

Kumpulan Resep Jus Sehat Ala JSR



Selama menjalankan JSR atau Jurus Sehat Rasulullah, saya kebanyakan mengarang sendiri resep untuk sehari-hari. Iya, dicoba-coba saja sendiri dan tidak mempersulit diri. Misalnya dengan menanyakan makan kurma harus kurma apa? Makan saja asalkan itu kurma *bukan kaleng-kaleng…hehe. Jadi, saat diet selama berbulan-bulan ini, menunya tetap manusiawi karena disesuaikan dengan lidah sendiri. Soalnya setiap orang kan seleranya pasti beda. Ada yang suka sayur, ada yang nggak. Ada yang horor lihat jus sayur, ada yang lempeng aja…kwkwk. Jadi, menu makan itu harus disesuaikan dengan selera lidah kita. Nggak usah ribet-ribet mikirnya, ya!


Kalau jus buah, saya yakin semua orang pasti suka. Di sini tentu tanpa gula, ya. Benar-benar alami manisnya dari buah itu sendiri. Misalnya mau menambahkan, silakan tambahkan madu saja. Percayalah, pegang kuncinya, rasanya akan tetap enak!


Kalau kamu ingin minum jus sayur yang enak di lidah, campurkan buah ke dalamnya. Meskipun warnanya hijau, kalau ada apel, nanas, dan jeruk nipis, rasanya akan tetap enak. Bagaimana saya meyakinkan orang, sedangkan dia sendiri merasa horor dengan jus yang dilihatnya? Kwkwk. Jadi, silakan dicoba saja sendiri. Jangan kebanyakan nanya apalagi membayangkan, percayalah, itu percuma saja.


Resep-resep jus ini adalah jus yang manusiawi dan pernah saya coba sebelumnya. Pernah saya membuat jus dicampur dengan terong belanda, sayangnya, serumah nggak ada yang mau sentuh kecuali saya sendiri…kwkwk. Miris banget, kan? Rasa terong belanda cenderung asal pahit gitu. Akhirnya terong belanda beberapa kilo bertahan di kulkas sampai beberapa minggu lamanya. Sedih.


Saya pribadi terbiasa minum jus setiap pagi. Setelah itu baru makan siang mendekati waktu Dhuhur. Tergantung laparnya jam berapa. Setelah minum jus saya kadang makan buah potong atau ngemil sehat lainnya. Intinya sih jarang lapar aja pokoknya…kwkwk.


Saya bagikan beberapa resep jus sehat ala JSR yang biasa saya konsumsi di rumah. Boleh tambahkan madu dan garam Himalaya. Tidak perlu menambahkan air apalagi gula. Cukup senyum aja biar lebih manis rasanya *eaaa. Proses semua bahan dalam juicer dan segera diminum. Ingat, jangan lama-lama menyimpan karena vitamin dan rasanya bakalan berubah.


1. Jus Stroberi 


1 genggam stroberi

1 buah wortel

4 buah tomat

Sedikit daun mint


2. Jus Wortel 


1 buah apel ukuran besar

2 buah tomat

3 buah wortel ukuran sedang

1 buah jeruk nipis


3. Jus Jeruk


Secukupnya jeruk manis

1 buah jeruk nipis

1 sdm madu


Cara membuat:

1. Ambil sari dengan memeras jeruk manis dan jeruk nipis.

2. Campur dengan 1 sdm madu murni. Aduk dan segera diminum.


4. Jus Sayur


1 genggam bayam atau sawi hijau

1 buah apel

1 buah belimbing

1 buah jeruk nipis

2 mentimun


 5. Jus Tomat


5 buah tomat

1 buah apel

1 buah belimbing

1 buah jeruk nipis


Itulah beberapa resep jus sehat ala JSR yang insya Allah sehat jika dikonsumsi setiap hari. Saya biasa membeli buah sekaligus banyak untuk dikonsumsi selama satu minggu. Sedangkan sayuran biasa saya beli setiap pagi. Kalau dibilang mahal, tergantung kamu memilih buah apa untuk dikonsumsi? Kalau pilihan buahnya yang murah meriah, tentu saja nggak akan bikin kantong jebol.


Diet bukan alasan untuk hidup boros. Itu prinsip saya sejak menjalankan JSR. Dan sampai sekarang saya bisa menjalankannya tanpa khawatir kantong jebol *nyengir kuda…hihi. Yuk, hidup lebih sehat dengan mengonsumsi jus setiap hari. Jumlahnya bisa kamu sesuaikan dengan selera, ya! Selamat mencoba dan tetap sehat, Insya Allah :)


Salam,

Pengalaman Menurunkan Berat Badan dengan Jurus Sehat Rasulullah (JSR)

Pengalaman Menurunkan Berat Badan dengan Jurus Sehat Rasulullah (JSR)



Apa kabar para pejuang diet yang sedang mati-matian menghindari gorengan, soft drink, cilok, dan cimol? Bagaimana pengalaman kalian selama menjalankan Jurus Sehat Rasulullah atau JSR? Kali ini saya mau berbagi cerita tentang proses menurunkan berat badan dengan mengubah pola makan ala JSR yang saya jalankan mulai bulan Mei hingga Agustus 2019. Bagaimana sih hasilnya? Biasa aja? Jadi kurusan, tirusan, atau malah jadi gendut?


Semua orang yang jarang bertemu sebagian besar kaget melihat perubahan drastis yang terjadi pada saya. Iya, yang dulunya berisi, sekarang jadi kuyus…hiks. Entah mau happy atau malah nyesek. Di satu sisi saya suka dengan berat badan yang sekarang telah menyentuh angka 40 kg, di sisi lain saya takut badan ini tinggal tulang dan kulit, Guys…haha. Angka 40 kg itu bukan angka ideal, tetapi lebih mirip nomor sepatu buat saya. Iya, kan? Herannya, kenapa dr. Zaidul Akbar justru gemuk aja, ya? Apa karena saya nggak mengonsumsi nasi sama sekali? Soalnya JSR masih membolehkan makan nasi merah, kan? Sedangkan saya kalau ingin makan nasi, lebih memilih makan nasi jagung murni dan itu tidak setiap hari. Bukan karena takut gemuk lagi, tapi perasaan perut jadi begah karena selama ini terbiasa hanya konsumsi buah, sayur, dan protein hewani. Kemudian diisi nasi, jadi nggak nyaman aja.


Cerita tentang JSR ini sudah sering saya share sebelumnya. Memang, kembali ke real food bikin diet kita berhasil dengan mudah. Tapi, nggak tahu juga, apakah di luar sana masih ada yang gagal karena tidak sanggup meninggalkan pantangannya?



Kegagalan saat diet memang terjadi akibat kurang adanya niat. Baru menghindari gorengan sehari, besoknya malah makan sepiring. Nggak masuk akal banget, kan? Andai kita bisa membatasi diri dengan tidak terlalu banyak mengonsumsi yang dilarang, meskipun tetap makan (dengan porsi sedikit), insya Allah berat badan nggak akan melar, kok. Contohnya saya. Saya kadang suka comot-comot gorengan dll tapi dalam jumlah sedikit. Tetap yang dominan adalah buah dan sayur.


Turunkan Berat Badan Hampir 10 kg dengan JSR


Kok, bisa turun sampai sebanyak itu? Padahal makan tetap kenyang, nggak banyak menahan lapar, bahkan meski tengah malam, saya sering ngemil. Tapi, catatan pentingnya adalah, makanan yang masuk tetap harus makanan alami dan diolah dengan benar. Contoh, kalau ngemilnya kacang tanah sangrai, insya Allah nggak bakalan bikin kamu genduts meskipun tengah malam tetap mengunyah.


Saya menjalankan JSR sejak bulan Mei sampai Agustus. Dari berat badan 49 kg lebih, sekarang sudah menyentuh angka 40 kg. Ini sebenarnya bukan prestasi berarti mengingat di luar sana masih banyak orang yang mampu menurunkan lebih banyak lagi daripada yang saya capai. Dulu target awal saya hanya sampai 43 kg, nggak tahunya malah sampai 40 kg. Saya khawatir juga kalau terus begini, nanti berat badan nggak beda jauh dengan nomor sepatu saya…kwkwk.


Tapi, dengan berat badan seperti sekarang, saya merasa lebih ringan melakukan banyak aktivitas sehari-hari, termasuk ibadah. Mood jadi jauh lebih bagus ketimbang biasanya. Solusinya, saya berusaha lebih banyak mengonsumsi karbo kompleks biar nggak tambah kuyus…hihi. Faktanya, saya malas makan karbo, Guys :D


Diet Tidak Boleh Mendzalimi Diri Sendiri


Pernah mendengar ada orang yang menjalankan diet sampai menyiksa diri sendiri? Di dalam Islam memang tidak ada istilah diet. Tapi, Rasulullah saw telah jauh-jauh mengajarkan kita tentang pola makan yang baik yang sayangnya justru sering umatnya abaikan, nggak diikuti, nggak dijalankan.


Contohnya, Rasulullah saw selama hidupnya bahkan tidak pernah sekalipun merasa kenyang. Makan secukupnya, bahkan lebih sering menahan lapar hingga dikisahkan bahwa beliau pernah mengganjal perutnya dengan batu demi menahan lapar. Beda banget dengan kita, Guys. Setiap hari kita makan berlebihan, dari pagi hingga malam kerjanya ngunyah terus nggak pernah berhenti. Dari lontong sayur sampai martabak telur spesial, jarang sekali tubuh kita belajar menahan lapar, bahkan saat Ramadhan kita justru makan berlebihan.


Salahnya sih dari kita yang nggak mau belajar menerapkan pola makan seperti yang diajarkan oleh Rasulullah saw. Makan itu harusnya secukupnya sebatas kita mampu beraktivitas, bukan semuat perutnya…hiks. Belum lagi kita minum berlebihan, mengandung banyak gula, dan dengan cara yang salah pula. Yang salah memang kita, ya!


Diet nggak perlu sampai menyiksa diri. Cukup perlakukan tubuh kita dengan benar, insya Allah berat badan akan kembali normal. Memperlakukan tubuh dengan baik itu seperti apa? Makan dikunyah sampai benar-benar lumat, pilih makanan yang sehat dan layak masuk ke dalam tubuh, jangan hanya enak saja. Konsumsi secukupnya, jangan membebani tubuh dengan makan berlebihan. Sering-sering puasa sunah karena itu tidak hanya berpahala, tetapi mampu menyehatkan tubuh kita.


Benar-benar Berhenti Makan Nasi


Di atas saya jelaskan bahwa saya tidak melarang diri sendiri untuk tidak makan gorengan dll sampai sekaku apa. Iya, kalau pengen makan saja sedikit dan sebisa mungkin tidak sering. Meskipun di rumah saya memasak bakwan jagung dan bakwan sayur, saya tidak setiap saat mengonsumsinya juga. Masakin ya hanya sekadar masakin aja. Tapi, kalau suatu saat saya ingin, nggak akan segan makan dan mencobanya, kok. Asal tahu diri aja, ya.


Hanya saja, kalau soal nasi putih, saya memang benar-benar berhenti total. Nggak pernah makan nasi putih sama sekali. Nggak pengen juga. Anggaplah dia mantan terindah yang sudah layak dilupakan…hihi.


Sebenarnya bahaya nggak sih kalau kita nggak makan nasi putih? Kalau merasa memang perlu, silakan dikonsumsi dengan porsi secukupnya. Soalnya, orang yang tetap makan nasi putih dengan porsi yang pas nyatanya tetap bisa langsing, kok. Selama nggak berlebihan harusnya nggak masalah, kan? Islam tidak melarang kita mengonsumsi makanan tertentu selama itu halal dan baik. Dan dengan catatan nggak boleh juga berlebihan, ya. Itu poin pentingnya.


Kalau kamu masih baru menjalankan JSR, bertahap saja jauhi nasi atau ganti dengan nasi merah. Jangan menyiksa diri sendiri demi mendapatkan tubuh langsing ideal. Santai saja supaya pola makan sekarang bisa jadi kebiasaan sampai seterusnya. Kalau sudah terbiasa, ingin makan yang dilarang tetap bisa jaga diri, nggak kalap juga. Dan itu penting banget kayaknya, ya.


Bosan Nggak, sih, Makan Begini Terus?


Ada saatnya saya sangat bosan dengan gaya hidup seperti ini. Iya, bukan karena bosan makan menu yang hampir sama, tetapi bosan masak terpisah karena itu memakan waktu juga. Capek, males itu kadang muncul.


Kalau soal menu begini-begini aja sebenarnya bisa divariasikan, kok, sesuai keinginan. Kalau kita rajin, makanan bisa bermacam-macam jenisnya, nggak harus selalu sayur rebus dan lalapan. Bisa makan menu lain. Dan saya juga termasuk yang tidak membatasi diri dengan mengonsumsi protein hewani. Saya masih makan ayam, telur, daging sapi, dan daging kambing. Buat saya itu tetap perlu dan tetap nggak usah berlebihan juga.


Jangan Salah Niat Ketika Menjalankan Ibadah Puasa Sunah


Puasa bisa jadi sah meski harapan kita tidak semata-mata untuk ibadah, tetapi untuk meniruskan pipi juga. Tapi, masa iya kita puasa hanya dengan harapan untuk menurunkan berat badan saja? Puasanya tetap jalan, tapi pahalanya gimana?


Mulai sekarang yang ikhlas kalau puasa sunah, ya. Ini juga nasihat buat diri saya sendiri, kok. Anggap saja langsing itu bonusnya. Puasa memang memiliki banyak manfaat baik bagi kesehatan tubuh kita. Kalau kita rajin, manfaatnya akan kembali kepada kita, bukan kepada orang lain.


Puasa sunah adalah jalan menuju ketaatan. Memang tanpa alasan kuat kadang kita malas menjalankan. Tapi, semata-mata buat melangsingkan tubuh kok rasanya jahat, ya. Semoga ke depannya kita bisa memurnikan niat, jangan sampai salah niat ketika beribadah. Apa bedanya kita sama anak kecil yang rajin puasa dengan iming-iming uang? Hihi.


Tetap Konsumsi Makanan yang Ada di Sekitar Kita


Jangan mempersulit diri sendiri. Diet itu yang mudah saja, kalau bisa sekaligus berpahala. Konsumsilah makanan yang ada di sekitar kita, nggak perlu susah nyarinya. Saya pernah membaca kisah mengenai Rasulullah saw yang senantiasa mengonsumsi makanan di daerahnya, makan buah hasil panen saat itu, beragam, semakin dekat dengan tempat kita, semakin baik juga manfaatnya karena sudah pasti masih segar dan bagus kandungan vitaminnya.


Selama menjalankan JSR saya juga nggak pernah mempersulit diri. Saya hanya mencari kurma di luar daerah saya…hihi. Selain itu makan makanan yang ada di sekitar saya. Simpel saja, kok.


Menunya pun disesuaikan saja dengan keinginan, dibuat sesuai selera. Kalau memaksa seperti yang lain, kadang justru jadi ribet dan malas. Maunya simpel saja. Jika sedang malas membuat menu tertentu, saya hanya memotong buah dan mengonsumsinya. Kayaknya ini menu paling simpel selama menjalankan JSR.


Jus Buah dan Sayur Tak Pernah Ketinggalan



Sekarang, jus menjadi menu wajib di rumah setiap pagi sebelum sarapan. Saya selalu membuat banyak untuk Mas dan anak-anak. Saya juga tidak pernah ketinggalan minum jus terlebih di musim tak menentu seperti sekarang. Badan rasanya kurang sehat, solusinya banyakin makan buah dan sayur biar lebih sehat.


Jusnya apa saja? Sekali lagi cari yang paling mudah didapat. Tomat, belimbing, apel, mentimun, jeruk nipis, wortel, sawi hijau dan bayam adalah yang paling sering saya buat di rumah. Jika mau manis, tambahkan saja madu dan sedikit garam Himalaya biar lebih sehat. Bagi yang kurang terbiasa dengan jus sayur, kurangi dulu sayuran hijaunya biar enak, ya. Dan tanamkan dalam pikiran bawah sadarmu bahwa jus itu nggak buruk, kok, rasanya…hihi.


Sampai Kapan Mau Menjalankan JSR? 


Sampai kapan, ya? Sepertinya ini sudah menjadi kebiasaan yang lekat dengan diri saya. Saya merasa nyaman dengan tubuh sekurus ini, tetapi semoga nggak turun lagi…hihi. Saya juga tidak menyiksa diri dengan menghindari makanan lain secara berlebihan. Ketika saya dan suami pergi jalan, saya akan makan bersama dia dan anak-anak asalkan bukan nasi, minum tetap air putih, dan masih real food gitu, ya. Contohnya saya masih makan soto tanpa nasi, ayam dan sup, cap cay sayuran. Lama-lama saya memahami harus seperti apa dan bagaimana.


Kalau kamu masih bingung seharusnya bagaimana, pertama ketika memang benar-benar ingin menurunkan berat badan, berhentilah makan nasi putih total deh, jauhi gula, dan tepung. Kayaknya itu paling berpengaruh. Setelah berat badanmu mencapai ideal dan sesuai yang kamu inginkan, cobalah lebih longgar karena jujur saja terlalu kaku sama diri sendiri bikin bosan dan akhirnya malah meninggalkan dan gagal.


Menurut saya, nanti kita sendiri akan menemukan ‘gaya’ sendiri saat menjalankan diet. Saya nyaman seperti ini, belum tentu yang lain nyaman juga, kan? Harus cari tahu sendiri seperti apa pola makan terbaik bagi dirinya.


Gemuk itu bukan kutukan. Bukan juga genetik. Meskipun kamu gemuk dari lahir, tetap bisa langsing di masa sekarang, kok. Pikirkan bahwa gemuk identik dengan badan kurang sehat. Tidak ada yang salah dengan orang gemuk, tetapi menjadi lebih sehat tentu jauh lebih baik, kan? Yuk, sadari betapa pentingnya menjaga kesehatan di masa sekarang, demi tabungan kesehatan kita di masa mendatang.


Salam,


Monday, September 2, 2019

Melihat Bukti Sejarah Perbankan Indonesia Lewat Cagar Budaya De Javasche Bank di Surabaya, Apik dan Masih Terjaga

Melihat Bukti Sejarah Perbankan Indonesia Lewat Cagar Budaya DeJavasche Bank di Surabaya, Apik dan Masih Terjaga
(Foto: idntimes.com)



Jalan-jalan ke Surabaya jangan hanya mengunjungi pusat perbelanjaannya saja. Coba kita lihat di Kota Pahlawan ini, ada cagar budaya yang layak dijadikan wisata edukasi terutama bagi para pelajar yang ingin mengetahui lebih jauh tentang sejarah perbankan di Indonesia. Wisata murah meriah ini terletak di Jalan Garuda No.1, Surabaya. De Javasche Bank menjadi saksi bisu sejarah perbankan di Indonesia, lho.


Selama ratusan tahun, Belanda telah menjajah Indonesia. Dari pengalaman pahit sebagai nagara terjajah, rupanya Belanda tidak hanya meninggalkan kenangan buruk, tetapi juga mewariskan bangunan bersejarah berupa gedung De Javasche Bank yang pernah menjadi bank terkemuka pada zaman kolonial Belanda.


De Javasche Bank atau DJB bukan Museum Bank Indonesia, lho. Meskipun saat kita melakukan pencarian di Google, rupanya banyak artikel yang mengaitkan bangunan ini dengan BI, bahkan tidak sedikit juga masyarakat kita yang menganggap keduanya sama, tetapi faktanya De Javasche Bank bukan Museum Bank Indonesia. Museum Bank Indonesia hanya ada satu-satunya di Jakarta. Lantas kenapa De Javasche Bank selalu dikaitkan dengan Bank Indonesia?


Bank Indonesia dulunya sempat beroperasi di gedung De Javasche Bank sambil menunggu selesainya pembangunan gedung BI di Jalan Pahlawan. Tepat pada tanggal 1 Juli 1953, De Javasche bank resmi berubah nama menjadi Bank Indonesia. Karena kejadian inilah, banyak dari masyarakat kita menganggap bahwa bangunan De Javasche bank sebagai bangunan atau kantor dari Bank Indonesia.


Pada tahun 2012, De Javasche Bank diresmikan sebagai cagar budaya. Koleksi barang peninggalan yang bisa dilihat di dalam gedung De Javasche Bank memang sengaja dikirim ke sana supaya masyarakat bisa menikmati wisata edukasi bukan hanya berupa gedung saja, melainkan  juga dengan melihat barang-barang bersejarah lainnya. Tapi, akhirnya justru banyak orang menganggapnya sebagai museum, padahal barang-barang itu sengaja dikirim hanya demi menarik wisatawan saja.


Sejarah Lahirnya De Javasche Bank Surabaya

Melihat Bukti Sejarah Perbankan Indonesia Lewat Cagar Budaya DeJavasche Bank di Surabaya, Apik dan Masih Terjaga
(Foto: rooang.com)


De Javasche Bank didirikan pada tahun 1928 di Batavia. Gedung bergaya arsitektur konservatif neo renaissance ini merupakan perwakilan dari gedung DJB yang ada di Batavia. Dibangun pada tahun 1929, gedung ini dilengkapi dengan ukiran Jepara pada setiap pilarnya. Uniknya, meski tanpa lampu dan lilin, gedung DJB bisa tampak sangat terang, lho. Semua ini dikerjakan dengan sangat detail oleh Belanda sehingga menghasilkan bangunan bersejarah yang sangat menarik dilihat hingga saat ini.


Bagian-bagian dari Gedung De Javasche Bank

Melihat Bukti Sejarah Perbankan Indonesia Lewat Cagar Budaya DeJavasche Bank di Surabaya, Apik dan Masih Terjaga
(Foto: merdeka.com)



Gedung De Javasche Bank terdiri dari tiga lantai. Pertama, ruang bawah tanah atau basement yang digunakan sebagai tempat penyimpanan uang, emas, serta dokumen penting. Lantai dua digunakan sebagai kantor serta teller. Sedangkan untuk lantai tiga dipakai sebagai tempat dokumentasi.


Gedung De Javasche Bank dulunya memiliki satu pintu masuk berupa pintu putar bagi para nasabah dan petugas yang letaknya terdapat di lantai dua. Namun, saat ini pintu masuk justru berada di lantai basement dan ini menjadi salah satu keunikan tersendiri bagi gedung DJB.


Keunikan dari Gedung De Javasche Bank

Melihat Bukti Sejarah Perbankan Indonesia Lewat Cagar Budaya DeJavasche Bank di Surabaya, Apik dan Masih Terjaga
(Foto: rooang.com)



Saat berwisata edukasi di gedung DJB, kamu akan melihat banyak sekali keunikan yang sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Gedung DJB disebut memiliki CCTV tradisional berupa kaca datar yang diletakkan di sudut-sudut ruangan, sehingga petugas keamanan bank tidak perlu mengitari lorong ruangan untuk memeriksa para teller yang bertugas di brankas, melainkan cukup dengan melihat bayangan melalui kaca-kaca tersebut.


Saking ketatnya keamanan zaman dulu, para teller yang bekerja di brankas milik De Javasche Bank sampai dilarang menggunakan pakaian yang memiliki kantong, lho. Keberadaan CCTV tradisional ini sangat membantu para petugas keamanan memantau para teller sehingga tidak ada kesempatan bagi mereka untuk melakukan tindak kejahatan.


Tidak hanya itu, di gedung DJB kamu bisa melihat mesin uang zaman dulu yang menjadi koleksi istimewa dari gedung ini. Para pelajar wajib berwisata ke gedung DJB karena bisa melihat langsung bukti sejarah pada zaman kolonial Belanda sekaligus menambah pengetahuan tentang sejarah perbankan di negeri tercinta yang selama ini banyak diabaikan.


De Javasche Bank di Masa Kini

Melihat Bukti Sejarah Perbankan Indonesia Lewat Cagar Budaya DeJavasche Bank di Surabaya, Apik dan Masih Terjaga
(Foto: cahayamalam.com)



Gedung De Javasche Bank di masa kini tidak banyak mengalami perubahan di sana sini. Kondisinya masih sama seperti zaman dulu, hanya saja ada penambahan seperti AC, alat keamanan, serta pintu basement.


Kondisi bangunannya kokoh dan masih berdiri gagah. Semua bagiannya pun tetap berfungsi dengan sempurna. Contohnya saja pintu dorong yang terbuat dari baja, sampai sekarang pintu tersebut masih bisa digunakan sebagaimana mestinya. Tidak hanya itu, salah satu koleksi gedung DJB berupa kaca patri yang merupakan kerajinan turun temurun di Eropa masih terjaga sampai sekarang dan belum pernah pecah sama sekali, lho. Kaca ini bahkan hanya bisa ditemukan di beberapa negara saja di dunia.


Berkunjung ke gedung DJB tidak hanya memperlihatkan tentang sejarah perbankan pada zaman kolonial Belanda saja, melainkan juga menyuguhkan spot foto yang instagramable banget. Kamu bisa menyewa tempat untuk foto komersil atau pre wedding dengan mengurus surat izin sebelumnya ke BI Surabaya.


Berkunjung ke gedung DJB tidak dipungut biaya sepeser pun alias gratis. Cukup isi data diri kamu di buku tamu dan bersiaplah menjelajahi keunikan dari cagar budaya De Javasche Bank. Jangan sungkan bertanya kepada pengelola DJB tentang informasi yang kamu butuhkan sehingga tidak terjadi kesalahpahaman mengenai sejarah DJB yang sebenarnya.


Gedung DJB buka setiap hari selain hari Senin, mulai pukul 08.00 sampai pukul 16.00 WIB. Yuk, dolan nang Suroboyo dan lestarikan cagar budaya De Javasche Bank ini. Kalau bukan kita yang mengunjungi dan melestarikannya, lantas siapa lagi?


Salam,