Saturday, July 13, 2019

Tips Memilih Jasa Pembuatan Website Berkualitas Khusus Buat Kamu yang Ingin Merintis Sebuah Bisnis

Tips Memilih Jasa Pembuatan Website Berkualitas Khusus Buat Kamu yang Ingin Merintis Sebuah Bisnis


Hai, hai! Hari gini nggak punya website? Rasanya sangat ketinggalan zaman, ya, Guys? Punya website bukan hanya buat gaya-gayaan, banyak sekali manfaat yang bisa didapat terutama bagi kamu yang hendak atau baru merintis sebuah bisnis.


Meskipun sering digunakan, tetapi tidak semua tahu kapan pertama kali website ini diperkenalkan pada publik. Website pertama kali dibuka bagi publik pada tanggal 6 Agustus 1991, lho. Setiap tahunnya, jumlah website di dunia ini semakin meningkat. Pada tahun 1994, jumlah website hanya berjumlah 2.738 saja. Tapi, dua tahun yang lalu, sudah ada 1,7 milyar website dan semuanya aktif. Kebayang, betapa banyaknya orang yang memahami manfaat memiliki website sehingga tidak seorang pun dari mereka yang mau melewatkannya.


Tapi, Tahukah Kamu, Apa, sih, Website Itu? 


Berbeda dari blog, website merupakan sejumlah laman online yang terhubung dalam satu domain, biasanya dikelola oleh individu, perusahaan, institusi, organisasi, atau pemerintah. Sedangkan konten dari website biasanya berisi informasi seputar produk atau layanan.


Kalau sebuah blog bersifat dinamis dan butuh update postingan secara rutin, website tidak membutuhkan itu karena website bersifat statis. Jadi, kamu yang berniat membuat website, jangan keburu pusing dulu memikirkan bagaimana nanti akan update konten di website secara berkala sedangkan kamu nggak punya waktu luang alias super sibuk? Itulah keuntungan punya website yang kenyataannya banyak memberikan manfaat, tetapi tidak terlalu membuatmu kerepotan.


Lantas, Apa Manfaat Memiliki Website?


Dari tadi kita bicara soal website, tetapi tahukah kamu apa manfaat memiliki website? Kenapa website begitu penting terutama bagi kamu yang berniat merintis sebuah bisnis? Bahkan perusahaan-perusahaan besar dan kecil pun tak pernah melewatkannya?

  • Website untuk Branding

Bisnis yang sedang kamu rintis tentu butuh branding, ‘kan? Orang-orang perlu mengenal nama produk atau brand kamu. Dan itu bisa dipermudah dengan adanya website.


Website akan mengenalkan produkmu melalui halaman Google. Semakin tinggi peringkatmu di Google, tentu brand kamu akan semakin mudah dikenali oleh banyak orang. Zaman sekarang, kebanyakan konsumen mengetahui, mencari, dan mengenal sebuah produk melalui internet. Dan inilah kesempatan kamu untuk mengenalkan produk atau brand yang kamu punya dengan lebih mudah.


  • Website Memberikan Informasi yang Dibutuhkan oleh Konsumen

Nah, ini merupakan salah satu alasan kenapa kamu wajib dan kudu punya website, Guys. Ketika kita ingin membeli sebuah produk atau mencari informasi mengenai brand tertentu, kita pasti akan mencarinya di halaman Google. Semua orang berharap mendapatkan informasi lebih ketika membuka halaman Google. Apa, sih, yang nggak ada di sana? Termasuk soal brand yang mereka cari.


Dengan adanya website, informasi yang dibutuhkan semakin mudah didapatkan. Tapi, bagaimana jika informasi yang mereka cari ternyata tidak tersedia disebabkan kamu belum punya website? Pastinya tidak butuh alasan lebih untuk berpaling dan mencari produk lainnya, lho. Ujung-ujunganya kamu juga yang rugi, 'kan?


  • Meningkatkan Kepercayaan Publik Terhadap Bisnis yang Sedang Kamu Rintis
 
Meskipun bisnis yang kamu rintis terbilang sangat baru, belum banyak orang mengenal dan mengetahuinya, tapi, ketika kamu memutuskan membuat website khusus untuk brand kamu, kepercayaan publik terhadap brand kamu pun akan meningkat dengan sendirinya.


Sebanyak 81 persen konsumen mencari informasi mengenai produk yang akan dibelinya di internet. Jika informasi itu bisa mereka dapatkan dengan mudah, tentu saja tidak ada alasan untuk mencari produk penggantinya.


Website merupakan salah satu kunci kesuksesan sebuah bisnis. Tanpa disadari, website meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap brand yang sedang kamu jual. Jadi, masih beralasan untuk tidak membuat website?

  • Menjangkau Konsumen Lebih Luas
 
Dengan adanya website, kamu bisa menjangkau pelanggan yang lebih luas. Kebayang dong, siapa saja yang bisa membuka website kamu dari halaman Google? Yup! Karena alasan itulah, kamu harus membuat website mulai sekarang. Benar-benar akan menguntungkan bagi bisnis yang baru kamu rintis.

  • Membangun Toko Online Milik Sendiri
 
Menjual sebuah produk memang tidak harus punya website. Bisa lewat media sosial bahkan lewat marketplace yang sekarang banyak digunakan oleh masyarakat. Tapi, bagaimana jika marketplace yang kamu pakai mengubah kebijakannya sewaktu-waktu, Guys? Sehingga bukannya tidak mungkin, kamu akan mengalami kerugian atau hal mengecewakan lainnya.


Dengan memiliki website, kamu bisa membangun toko online milik pribadi, jadikan itu sebagai toko pusat, sedangkan toko kamu di beberapa marketplace hanya dijadikan cabang saja. Jika sewaktu-waktu ada perubahan kebijakan, kamu bisa tetap tenang dan menjalankan bisnismu dengan lancar.


  • Transaksi Bisa Dilakukan Kapan pun
 
Ya, kalau kamu jualan di sebuah toko, pukul sembilan malam sudah harus tutup dan mustahil ada konsumen melakukan transaksi di sebuah toko yang sudah tutup. Padahal, banyak orang mengaku tak memiliki banyak waktu luang untuk membeli barang yang diinginkan pada jam kerja dengan alasan kesibukan yang tak bisa ditunda.


Kabar baiknya, dengan membuat sebuah website, transaksi bisa dilakukan kapan pun tanpa mengenal waktu. Sedangkan kamu bisa beristirahat tanpa menghalangi konsumen yang tetap ingin bertransaksi. Menarik sekali, ‘kan?

  • Minim Biaya Promosi
 
Yup! Dengan memiliki website sendiri, secara tidak langsung kamu telah menghemat biaya promosi, lho. Kamu tidak perlu repot-repot membuat spanduk dan brosur. Cukup manfaatkan website dan share sebanyak-banyaknya lewat media sosial yang kamu miliki. Dengan begitu, kamu bisa menekan biaya promosi serendah-rendahnya.

  • Lebih Profesional dengan Email dan Nama Domain Sendiri
 
Zaman sekarang, hampir semua orang yang serius berbisnis tentu memiliki email dengan nama brand-nya sendiri. Tentu tidak terlihat profesional jika kamu masih menggunakan email gratisan yang bisa jadi dianggap palsu atau tidak mudah dipercaya oleh sebagian orang.


Dengan membuat website sendiri, kamu tidak hanya akan mendapatkan email dengan nama brand milikmu, melainkan juga bisa mempunyai website dengan nama domain sendiri. Bisnis kamu akan terlihat lebih profesional, lho, nantinya.


Kira-kira, itulah beberapa manfaat memiliki website terutama bagi kamu yang berniat merintis sebuah bisnis. Tapi, bagaimana cara membuat website? Susah nggak, ya? Apakah saya bisa membuatnya sendiri?


Duh, tenang dulu, Guys. Hari gini masih bingung bagaimana cara membuat website? Hihi. Kamu nggak perlu khawatir memikirkannya. Sebab, zaman sekarang, sudah banyak jasa pembuatan website yang menawarkan jasanya. Meskipun banyak jasa pembuatan website yang mudah kamu jumpai, tapi, please, tetap berhati-hati dan perhatikan tips memilih jasa pembuatan website berkualitas seperti yang akan saya paparkan berikut. Sebab, bukannya tidak mungkin, mereka yang katanya mau membantu melambungkan bisnis kamu, nyatanya hanya mengambil untung pribadi saja.


Tips Memilih Jasa Pembuatan Website Berkualitas



Sudah beberapa kali saya kena tipu oleh jasa pembuatan website. Awalnya mereka tampak sangat profesional, tetapi, kenyataannya, setelah dilihat hasilnya, mereka tidak bisa dikatakan terbaik, bahkan banyak melakukan kesalahan sampai-sampai website yang dibuat tidak sempurna seperti yang saya inginkan. Hingga yang terburuk, sempat dimasuki penyusup.


Karena itu, ada baiknya kamu benar-benar memperhatikan tips memilih jasa pembuatan website berkualitas seperti di bawah ini,

  • Desain Website Modern dan Berkarakter
 
Penting sekali memilih jasa pembuatan website yang mampu membuat website sesuai dengan karakter brand kamu. Website yang nantinya kamu pesan pun haruslah memiliki tampilan modern supaya bisa memikat hati para konsumen.


Jasa pembuatan website yang kamu pilih harus mampu menerjemahkan kebutuhanmu sehingga nantinya website yang kamu punya bisa benar-benar sesuai dengan harapanmu. Ini baru namanya jasa pembuatan website yang jadi incaran semua orang, ya?


  • Tidak Hanya Mementingkan Tampilan, Jasa Pembuatan Website yang Kamu Pilih Harus Mengutamakan Keamanan
 
Bagus dan menarik pastilah diinginkan setiap konsumen, tetapi, keamanan itu juga perlu, lho. Website adalah harta berharga bagi sebuah brand, karena itu, benar-benar butuh proteksi sempurna sehingga website kita tidak mudah dimasuki oleh penyusup.


Bagi orang awam seperti saya, rasanya tidak mudah mencari jasa pembuatan website yang terpercaya dan berkualitas. Jadi, tidak heran jika dulu, website yang saya miliki pernah dimasuki penyusup. Sejak saat itu, saya jadi lebih berhati-hati ketika memilih jasa pembuatan website. Saya pun menyadari, jika proteksi yang kuat sangat diperlukan ketika membuat website. Siapa, sih, yang mau website kerennya dimasuki orang asing dan diutak atik tanpa izin?

  • Mampu Membuat Website Bekerja dengan Maksimal
 
Ini juga perlu banget. Untuk meningkatkan branding hingga memperoleh keuntungan yang sebanyak-banyaknya, kamu butuh bantuan jasa pembuatan website yang mampu bekerja membuat website kamu bersaing di halaman pertama Google. Kamu sendiri pasti nggak sanggup dong membuat kode-kode rumit, menulis konten berkualitas sehingga bisa muncul dan bersaing di peringkat pertama Google? Nah, solusinya kamu butuh jasa pembuatan website yang mampu melakukan ini semua buat kamu!

  • Pengerjaan Cepat
 
Males banget, ‘kan kalau kita pesan website pada jasa pembuatan website, tetapi harus menunggu berbulan-bulan? Ketika ditanya kapan selesai, dengan santai mereka jawab, sabar. Kita membayar dengan harga yang pantas sesuai kesepakatan, bagaimana bisa jasa pembuatan website malah susah banget ditagih tanggung jawabnya? Ujung-ujungnya malah kita disalahkan karena dianggap nggak pengertian. OMG! Tinggalin, deh, jasa pembuatan website yang seperti ini, Guys!


Kamu butuh waktu yang cepat untuk pengerjaan sebuah website. Kamu juga butuh kepastian waktu, jangan mau digantung apalagi sampai ditinggal naik gunung, Nggak banget! Rata-rata, pengerjaan website dilakukan 10-14 hari kerja. Coba tanya, jasa pembuatan website kamu bisa mengerjakan sampai berapa lama?

  • Memberikan Panduan yang Mudah Bagi Pelanggan

Sebagian besar dari kita yang 'nol' banget soal website, pasti butuh panduan sehingga nantinya bisa menjalankan bisnis dengan lancar dan tanpa kendala. Nah, di sini kita butuh jasa pembuatan website yang bisa memberikan panduan yang dibutuhkan. Tentu saja sampai kita bisa dan mampu menjalankannya sendiri.

  • Memiliki Reputasi Baik
 
Coba kamu tanya pada teman-teman terdekatmu, kira-kira, adakah dari mereka yang memiliki pengalaman buruk terhadap jasa pembuatan website yang akan kamu pilih? Jika iya, sebaiknya kamu urungkan niatmu untuk menggunakan jasa pembuatan website itu, Guys.


Carilah jasa pembuatan website yang memiliki reputasi baik di mata pelanggannya. Karena ini sangat penting. Jadi, jangan segan bertanya pada mereka yang lebih dulu tahu, ya!

  • Penting Melihat Testimoni Para Pelanggan Jasa Pembuatan Website

Kamu tidak perlu ragu melihat testimoni para pelanggan jasa pembuatan website yang kamu pilih. Baik dari sisi desain, harga, serta hasilnya. Kamu bisa cek langsung beberapa website yang pernah mereka buat. Setelah itu, kamu bisa menentukan apakah tetap ingin menggunakan jasa tersebut atau tidak.

  • Harga yang Ditawarkan Murah, Tapi Tidak Murahan
 
Tidak semua orang punya uang banyak ketika berniat membuat website. Karena itu, kamu bisa mencari referensi terlebih dahulu sampai kamu menemukan jasa pembuatan website yang menawarkan harga murah, tetapi dengan hasil yang tidak murahan tentunya.


Pusing dan nggak tahu harus mencari jasa pembuatan website berkualitas di mana? Sekarang, kamu nggak perlu khawatir, karena semua kriteria di atas bisa kamu temukan di Grapiku.


Grapiku merupakan jasa pembuatan website berkualitas dan bisa diandalkan. Kamu bisa mendapatkan website profesional yang dapat menjangkau banyak orang di dunia.


Layanan pembuatan website Grapiku bersifat custom. Tapi, secara garis besar, kamu bisa melihat beberapa di antaranya,


1. Website Profile/Brand

2. Website Toko Online/ Katalog

3. Website Kuliner/Resto/Cafe

4. Website Sekolah/LMS

5. Website Media/Portal/Blog

6. Website Travel/Hotel/Booking

7. Website Personal/Portfolio


Dan masih banyak jenis website lain yang bisa dipesan sesuai kebutuhanmu. Penasaran dengan portfolio Grapiku? Cek langsung, deh, supaya nanti malam bisa tidur nyenyak :)


“Sebuah website harus mencitrakan brand, membawa dampak positif bagi perusahaan. Website yang baik tidak hanya segi tampilan, tetapi yang mampu bersaing dan mendatangkan pelanggan.” (Grapiku)


Salam,

Thursday, July 11, 2019

(Review) Lemonilo Mie Instan Alami, Solusi Makan Mie Instan Tanpa Rasa Bersalah

(Review) Lemonilo Mie Instan Alami, Solusi Makan Mie Instan Tanpa Rasa Bersalah


Hai, hai! Bagaimana kabar kamu? Semoga selalu sehat dan tetap happy, ya! Saya dan kamu pasti nggak pernah bisa menolak ketika disodorkan semangkuk mie instan. Yess! Meski kita tahu mie instan ini nggak sehat-sehat banget (kalau nggak mau dibilang lebay, nggak sehat kok masih dimakan? kwkwk), tapi, kita masih sering mengonsumsinya terutama di tanggal tua *lol…haha.


Kenapa saya suka mie instan? Karena mie instan itu punya rasa gurih yang nagih banget. Terutama ketika dimasak bersama potongan sawi dan cincangan cabai rawit. Lebih nikmat ketika diberikan topping berupa telur ceplok setengah matang. Duh, surga dunia banget, Guys.


Tapi, itu dulu. Sejak mulai diet OCD hingga Diet Kenyang, saya sudah nggak berani makan mie instan lagi. Sesekali saya memasak mie instan untuk Mas yang suka ngidam sepulang dari kantor. Tapi, saya nggak pernah sampai hati menyantapnya. Kalau saya masih bisa menahan diri, kalau si Mas? Ujung-ujungnya saya jadi kepikiran juga, bagaimana cara menghentikan hobi makan mie instannya itu?


Meski saat ini semua baik-baik saja, tetapi saya khawatir dan was-was kalau Mas masih sering makan mie instan. Kenapa nggak mau makan yang lain? Kadang Mas bosan melihat lauk daging, ikan, ayam terus. Sebab di kantornya lauknya ya itu-itu saja ketika makan siang. Sesekali saya masak sayur lodeh, pecel, atau ikan pindang favoritnya. Tapi, di lain waktu Mas masih pengen makan mie instan.


Kenapa Khawatir Mengonsumsi Mie Instan Terlalu Sering?

(Review) Lemonilo Mie Instan Alami, Solusi Makan Mie Instan Tanpa Rasa Bersalah



Sebab mie instan melalui proses penggorengan yang sangat dan sangat tidak sehat, Guys. Selain itu, bumbunya yang sering bikin nagih kenyataannya mengandung MSG berlebihan. Coba aja kamu makan, pasti gurihnya nggak abis-abis di lidah, kayak nempel banget mirip perangko *eh. Mie instan juga bukan real food, mengandung kalori sangat tinggi dan kadang masih kita makan bersama nasi. Miris banget nggak, sih?


Mie instan juga mengandung pengawet yang mana harus pelan-pelan dikurangi terutama karena usia kami tak lagi muda seperti dulu. Terlebih saat melihat banyak kerabat sakit gula, hipertensi, dan banyak jenis penyakit tidak menular lainnya yang belakangan semakin mudah dijumpai akibat pola makan kurang sehat.


Lemonilo Mie Instan Alami, Solusi Makan Mie Instan Tanpa Rasa Bersalah


Sekarang saya nggak galau lagi, Guys. Karena sudah ada mie instan alami yang rasanya tak kalah enak dengan mie instan pada umumnya. Yup! Namanya Lemonilo mie instan alami dengan warna hijau yang mirip banget dengan mie instan favorit si Mas. Kamu juga pasti tertarik dengan mie instan satu ini.


Memangnya apa saja kelebihan mie instan Lemonilo ini?


Lemonilo Lebih Sehat Karena Tidak Digoreng


Tahukah kamu? Kebanyakan mie instan yang ada akan melalui proses penggorengan demi mendapatkan tekstur mie kering, kaku, dan awet. Proses penggorengan ini akan memakai suhu hingga 140-150 celcius selama 60-120 detik. Karena proses penggorengan inilah, mie instan pada umumnya biasanya mengandung lemak trans yang tinggi sehingga bisa membahayakan tubuh.


Berbeda dengan mie instan pada umumnya, Lemonilo memakai oven demi mendapatkan tekstur garing dan kering. Lebih dari itu, Lemonilo mie instan alami ini juga tidak menggunakan pengawet sehingga memiliki periode kadaluarsa yang lebih singkat ketimbang mie instan pada umumnya. Jadi, lebih tenang ketika mengonsumsinya. Nggak bikin nyesel meskipun habis satu mangkuk…hihi.


Dibuat dari Bahan Alami dan Rendah Gluten


Lemonilo ini dibuat dari campuran tepung mocaf dan tepung terigu sehingga rendah gluten. Ini penting banget buat saya karena selama ini saya juga ikut menghindari gluten karena alasan kesehatan. Selain itu, bahan-bahan yang dipakai untuk pembuatan mie Lemonilo ini juga dibuat dari bahan alami yang tidak membahayakan tubuh. Warna hijau dari mie-nya dibuat dari bayam, Guys. Sehingga jauh lebih sehat ketika dikonsumsi.


Gurih Tanpa MSG


Saya tahu, MSG itu aman jika dikonsumsi tidak berlebihan. Katanya begitu, ‘kan? Tapi, ada baiknya jika kita sama sekali tidak mengonsumsinya, dong. Saya pribadi lebih suka menggunakan bahan alami sebagai penambah rasa sedap dalam masakan ketimbang banyak menggunakan MSG. Meskipun aman, tetap saja MSG bukan bahan alami. Mending kita pakai udang, tomat, atau bahan lain yang mengandung rasa gurih alami.


Dan Lemonilo punya itu, Guys. Meskipun rasanya enak, gurih, tetapi dibuat dari bahan alami, sama sekali tidak menggunakan MSG sehingga rasa gurihnya tuh nggak nempel di lidah. Minyak bawangnya terbuat dari minyak nabati dan bawang. Sedangkan bumbunya dibuat dari kaldu ayam alami, bawang bombai, serta bawang putih.


Rendah Kalori dan Ramah di Kantong


Satu kemasan Lemonilo mengandung 283 kalori saja, Guys. Sangat pas untuk dikonsumsi. Porsinya lumayan banyak, kok. Bikin kenyang dan pastinya ramah di kantong, lho. Kamu bisa mendapatkan sebungkus Lemonilo seharga 7 ribu rupiah saja di supermarket terdekat. Mungkin butuh sedikit usaha karena pastinya tidak semua toko menjual mie sehat seperti ini.


Kemasan Cantik dan Rasanya Enak


Kemasannya fresh banget karena memilih warna hijau dengan motif batik pula. Motif batik ini bukan sembarang batik. Motif batik kawung dalam kemasan Lemonilo ini bermakna harapan agar penggunanya bisa menjadi pribadi berguna bagi masyarakat. Begitu juga Lemonilo ingin membantu masyarakat supaya bisa meraih kebahagiaan dengan tubuh sehat. Keren banget, ‘kan?


Soal rasa, kemarin saya sempat mencicipi sehelai mie instan alami ini. Iya, hanya sehelai karena saya sedang Diet Kenyang dan menghindari gluten, garam, dll. Buat saya, rasanya enak. Lumayan untuk mie sehat seperti ini. Jika dikonsumsi sesekali, rasanya memang tidak akan menimbulkan rasa bersalah, kok. Tapi, tetap bijak ya makan mie.


Gimana, tertarik mengonsumsi mie sehat seperti Lemonilo ini, Guys? Yuk, cobain dan ganti stok mie instan di kost-kostan kamu dengan mie instan yang lebih sehat. Ingat, kesehatan itu harus dijaga mulai dari sekarang, lho.


Salam,

Mengajari Diri Berdamai dengan Masalah

Mengajari Diri Berdamai dengan Masalah



Setiap manusia yang hidup di dunia ini, tentu tidak akan lepas dari yang namanya ujian. Meskipun teman-teman dunia maya tampak baik-baik saja, posting foto setiap hari dengan caption super happy, bisa jadi dalam kehidupan nyata, justru dia sedang berdarah-darah dan tak henti menyeka air mata. Itulah kehidupan. Hanya saja, sebagian dari kita tidak mengetahui keresahan yang lain. Sebab, mereka memilih menyimpannya rapat-rapat ketimbang mengumbarnya.

Benarkah hanya dirimu yang paling menderita di dunia ini, hingga jalan satu-satunya adalah mengakhiri hidup? Guys, please. Mengeluh itu adalah dosa. Terlebih berputus asa dari rahmat Allah.


Saya pun belum tentu sekuat dirimu ketika menghadapi ujian dan musibah, tetapi sependek saya tahu, kita dilarang banyak mengeluh apalagi putus asa. Dan ternyata, menahan diri untuk tidak merutuki takdir, tidak mengeluh, dan putus asa bukan hal mudah. Kalau sudah sedih, nelangsa, kadang kita menyalahkan banyak hal. Baik takdir dari Allah, hingga menyalahkan keputusan yang telah lalu.


“Kenapa aku harus nikah sama dia?”“Kenapa aku masih hidup? Rasanya ini terlalu berat. Aku nggak sanggup.”


Guys, hidup kita Allah yang menghendakinya. Kalau akhirnya kita harus hidup susah payah, banyak keinginan tidak terpenuhi, bahkan harus hidup berdarah-darah, itu semua tak pernah lepas dari izin Allah. Lalu, apakah kita mau melawan takdir terus menerus atau bangkit dan membenahi semuanya?


1. Belajar Bersyukur


Tidak ada hal yang bisa membuatmu merasa lebih baik selain banyak bersyukur. Lihat ke bawah, ternyata banyak orang lebih buruk kondisinya dibandingkan kita. Kita punya anggota tubuh lengkap, bisa melihat indahnya pelangi selepas gerimis di sore hari, kita bisa bekerja meskipun tidak mudah, kita masih bisa shalat sambil berdiri, sedangkan orang lain harus bersusah payah menjangkau masjid dengan merangkak. Oh, Allah. Kita tidak pantas mengeluh jika sadar masih banyak orang lebih menderita dibandingkan kita. Ini bukan nasihat, Guys. Ini pengingat juga buat saya yang masih sering lalai dan kurang bersyukur.


2. Terus Mengeluh atau Bangkit?

Semakin banyak kita mengeluh, semakin berat rasanya cobaan yang sedang kita hadapi. Kalau kita hanya fokus pada masalah, ujungnya kita tidak akan pernah mendapatkan apa pun kecuali membuang-buang waktu. Kenapa tidak bangkit dan mencari solusinya serta bersabar?


“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. An-Nasyr: 5)


Dulu, seseorang pernah merampas meteran air di rumah orang tua saya. Alasannya bukan karena orang tua tidak mampu membayar, melainkan ada dendam pribadi dan qadarallah dia punya kuasa waktu itu.


Satu dua tahun itu bukan waktu sebentar. Tapi, kenyataannya, kami bahkan harus menunggu hingga belasan tahun supaya hak kami dikembalikan. Selama belasan tahun itu, ada saatnya orang tua harus membeli air hingga ratusan ribu dalam jumlah sedikit, ada saatnya harus menangis karena kesulitan mendapatkan air bahkan untuk sekadar berwudhu, ada saatnya kami pergi ke sana kemari untuk mencari bantuan, mulai dari warga, lurah, hingga polisi. Hasilnya nihil. Tidak ada yang berubah kecuali rasa sakit yang semakin dalam.


Hingga tiba saat di mana orang tua pasrah dan menerima. Di sanalah titik balik semuanya. Tiba-tiba air PDAM bisa masuk ke kampung kami, orang tua saya akhirnya memasang PDAM saat itu. Ibu tentu sangat bersyukur, sebab air itu sangat penting buat keluarga kami. Tak lama kemudian, meteran air yang pernah dicuri (milik swasta), akhirnya dikembalikan setelah ketuanya diganti dengan orang yang lebih amanah. Ujung-ujungnya, sekarang di rumah ada dua meteran air yang sewaktu-waktu bisa dipakai bergantian ketika salah satunya mati, Masya Allah. Sedangkan orang lain di sekitar kami tidak seenak itu kondisinya.


Allah nggak nyuruh kita repot nyari solusi, Allah mau setelah usaha semampu kita, kita bisa bersabar dan hanya berharap pada-Nya. Saya tahu, perjalanan belasan tahun yang dirasakan orang tua bukan hal mudah. Bahkan Ibu sempat bilang sambil nangis, “Betapa dzalimnya mereka. Mereka rampas hak kita, mereka ambil air yang kita pakai untuk bersuci dan shalat. Sedangkan di rumah mereka, air dibuang-buang dengan sengaja.”


Ketika sedang terpuruk, jangan sekali-kali kita berputus asa. Dan jangan sekali-kali kita mengharap selain pada Allah. Pengalaman di atas membekas banget buat saya pribadi karena saya juga sempat merasakan ketika harus menyewa mobil untuk angkut air dari sungai yang letaknya jauh dari rumah.


Bangkit saat terkena ujian dan musibah tentu bukan hal mudah, Guys. Teruslah dekatkan diri pada Allah, hilangkan jarak antara kita dengan Rabb yang menciptakan kita di dunia. Meskipun dunia lepas dari genggaman, banyak orang berkhianat dan mengecewakan, setidaknya hubungan kita dengan Allah tetap terjaga. Itulah yang paling penting dan utama.


3. Bersabar dan Berharap Hanya pada Allah


Bersabar itu bukan perkara mudah. Sebab itu, orang yang sabar tentu disayang Allah. Begitu selalu kita dengungkan sebagai bahan guyonan. Kenyataannya, saat kena musibah, candaan semacam itu nggak mudah diterapkan begitu saja.


Seharusnya, sabar itu ada sejak awal kita mengalami musibah. Tapi, saya pribadi lebih sering berhasil saat masalah itu berlalu dalam jangka waktu lama. Baru sabar setelah seminggu menangis sesenggukan. Sebelumnya, banyak mengeluh dan memaki masalah.


Selain bersabar, kita juga tidak boleh menduakan Allah. Mungkin, solusi bisa lewat siapa saja, tetapi sejatinya hanya Allah yang akan memberikan jalan keluar. Jadi, jangan terlalu berharap pada orang lain. Allah dulu, Allah lagi, Allah terus dalam hati.


4. Menerima dengan Lapang


Sulit sekali menerima musibah apalagi jika iman kita masih dangkal. Pada akhirnya, kita menyesali banyak hal. Kita tuh sering banget nggak menerima ketika diberikan ujian. Marah, kesal, semua kena pokoknya. Padahal, dengan cara begitu, masalah tidak akan selesai, kok.


Bukankah lebih baik jika kita menerimanya dengan lapang supaya masalah itu lebih ringan kita bawa? Mustahil kita mengatur jalan takdir. Sebelum semua terjadi, kita masih punya pilihan, setelahnya, itu adalah takdir yang nggak bisa diingkari, Guys. Terima dan jangan sekali-kali melawan apalagi meminta mengakhiri hidup. Bukan kamu aja yang mengalami kesulitan, kok.


5. Cara Berpikir yang Salah


Saat kena musibah, pikiran kita sudah buruk dan nggak karuan. Dalam kondisi seperti ini, akan sangat sulit mengubah pikiran supaya tetap positif dan berpikir yang baik-baik atau berperasangka baik pada Allah.


Kita harus mengubah cara berpikir semacam ini menjadi lebih baik. Ke depannya, insya Allah semua akan baik-baik saja. Jangan menimpakan pikiran buruk bahkan sebelum semuanya terjadi. Itu salah! Apa yang kita pikirkan terjadi sekarang! Kalimat ini sangat tepat. Allah sesuai prasangka hamba-Nya. Karena itu, cobalah berpikir positif. Dari musibah yang kita terima, pasti tersimpan hikmah jika saja kita mau berpikir.


Setiap masalah juga jadi besar kadang karena kita membesar-besarkan. Maksudnya? Cobalah jangan memilah masalah menjadi besar dan kecil. Pikirkan semua itu sama saja porsinya, Guys. Insya Allah dengan cara seperti ini, kamu bisa menyelesaikan dan menerimanya dengan lebih mudah.


Tidak ada orang yang benar-benar tegar dan kuat ketika ditimpa sebuah masalah. Sebab yang Maha Kuat hanyalah Allah. Di sini kita akan sadar bahwa kita memang bukan siapa-siapa di muka bumi ini. Tidak selayaknya kita sombong apalagi sampai melupakan Allah. Yuk, Guys perbaiki apa yang salah dalam diri. Jangan berlarut-larut dalam penyesalan, menjadi lemah, dan terus terpuruk. Jangan seperti itu, ya!


Salam,

Tuesday, July 9, 2019

Resep Somay KW Plus Bumbu Kacang Super Yummy Khusus Buat Kamu yang Sedang Diet

Resep Somay KW Plus Bumbu Kacang Super Yummy Khusus Buat Kamu yang Sedang Diet
Photo: Dok pribadi


Hai, hai! Iya, kamu yang sedang diet. Apa kabar, nih? Gimana dengan program diet kamu? Sudah berjalan atau masih di angan-angan saja? Apa pun itu, kuncinya ada di tangan kamu. Mau sebanyak apa motivasi yang dikatakan oleh orang-orang di sekitarmu, akan percuma jika kamu sendiri tetap diam di tempat dan enggan memulai.


Nggak masalah gemuk asalkan tetap sehat. No! Dulu saya sempat berpikir demikian. Karena sering gagal diet, akhirnya mencari pembenaran diri sehingga kita terlena dan lupa bahwa yang kurus saja bisa sakit apalagi yang gemuk? Please, diet itu bukan sekadar mau langsing dan pipi tirus, lebih dari itu, kita sedang berjuang untuk sehat. Sadarlah, bahwa kesehatan nggak bisa didapat dengan berpangku tangan, apalagi makan sembarangan. Kita harus memulainya sejak sekarang. Iya, sejak kamu membaca postingan ini, Guys!


Semakin hari, semakin banyak orang yang sadar akan kesehatannya. Semakin banyak orang yang senang mengubah pola makan, dari yang awalnya sembarangan, menjadi lebih sehat. Semakin hari, semakin banyak pula orang yang sadar, bahwa nasi adalah musuh terbesar kita saat ini. Bukan lemak, bukan minyak. Melainkan gula tersembunyi.


Gula itu nggak selalu harus manis, lho. Nasi yang wangi dan pulen itu meskipun rasanya tidak manis, tetap saja mengandung gula tinggi. Seseorang mengatakan, bahkan meski itu nasi merah sekalipun.


Kamu bisa lihat, banyak sekali orang menderita penyakit gula atau diabetes untuk saat ini. Sayangnya, sedikit saja yang mau mengubah pola makan. Bahkan banyak kerabat saya mengalaminya. Kadang gemas melihat mereka makan masih sembarangan. Tidak membatasi diri. Padahal, jika saja mau mengatur pola makannya menjadi lebih sehat, insya Allah, penyakit gulanya akan hilang bahkan tanpa obat sekalipun.


Bicara soal gula, saya pribadi bersyukur bisa menghindari nasi. Sudah masuk bulan ketiga saya tidak makan nasi sama sekali. Meskipun itu nasi merah, nasi jagung, atau nasi jenis lainnya. Alhamdulillah, sampai detik ini saya masih bisa beraktivitas seperti biasa. Bahkan tubuh jauh lebih fit, lho.


Selain tidak makan nasi, saya juga menghindari minuman manis dan teman-temannya. Bukannya nggak suka, tapi memang menjaga banget. Lagi pula, buat saya pribadi, manis itu nggak selalu harus dari gula, kok. Bisa juga dari buah-buahan yang rasanya beragam dan tentu saja jauh lebih sehat.


Sebelum membuat bumbu kacang dalam resep ini, saya sempat berpikir bahwa saya tidak akan bisa makan pecel lagi sejak ikut diet. Karena bumbu pecel sudah pasti menggunakan gula merah dan gula pasir. Sedangkan saya sudah bermusuhan dengan keduanya. Tapi, seiring berjalannya waktu, ide-ide bermunculan. Nggak mau bosan dengan menu-menu harian yang itu-itu saja, akhirnya saya berkreasi membuat bumbu kacang sendiri yang pastinya lebih sehat, tetapi dengan rasa yang tak kalah nikmat.


Salah satu pengganti gula yang bisa banget dicoba adalah menggunakan buah kurma. Idenya ngawur nggak, ya? Awalnya nggak pernah membayangkan bisa membuat bumbu kacang pakai kurma, tapi, dari sekian jenis buah yang masuk akal dimasukkan ke dalam bumbu kacang ya hanya kurma ini, ‘kan? Apa kamu ada ide lain?


Selain kurma, untuk menambah rasa legit, saya juga tambahkan madu sedikit. Tanpa madu pun rasanya tetap enak, kok. Jadi, madu bisa kamu skip, ya.


Selain itu, saya juga pengen banget makan somay dan pare. ‘Kan biasa, beli somay sekaligus ada parenya, tuh. Sedikit pahit bercampur bumbu kacang, rasanya klop banget di lidah. Tapi, gimana kita bisa bikin dengan catatan tetap sehat?


Hmmm, akhirny tercetuslah ide ini, Guys. Yess! Somay KW plus bumbu kacang super yummy dan sehat! Penasaran? Intip resep simpelnya, ya!


Resep Somay KW Plus Bumbu Kacang Super Yummy Khusus Buat Kamu yang Sedang Diet


Bumbu Kacang:


4 sdm kacang tanah sangrai

5 butir kurma sukari

5 cabai rawit merah (sesuai selera)

4-5 lembar daun jeruk (makin banyak makin wangi)

1 ruas jari kencur

1 siung bawang putih

Sedikit air

Sedikit madu

Perasan jeruk limau

Sedikit garam Himalaya (boleh skip bagi yang ikut Diet Kenyang)


Bahan Somay KW:


2 buah pare

1 butir telur

2 buah tahu putih ukuran kecil, lumatkan


Cara Membuat:


1. Bumbu kacang: Campur semua bahan bumbu kecuali jeruk limau. Haluskan. Lebih kental lebih enak supaya rasa manisnya terasa. Kucuri perasan jeruk limau dan sajikan.

2. Somay KW: Campur telur dan tahu.

3. Potong-potong pare sesuai selera. Buang tengahnya. Alasi kukusan dengan daun pisang. Tata pare di atasnya. Beri isian adonan tahu. Kukus sampai matang.


Voila! Somay KW buatan kamu siap disantap bersama sambal kacang. Bisa tambahkan pelengkap lain seperti kentang kukus, telur, kol, atau sayuran favoritmu yang lain. Ini asli enak, Masya Allah.


Menu sehat atau menu diet nggak selalu hambar dan aneh dilihat, kok. Apalagi nggak manusiawi…hihi. Saya berusaha membuat aneka jenis menu sehat yang tetap enak supaya saya betah dan nggak pindah ke lain hati *eaa. Sebab diet bukan hanya dikerjakan saat kita gendut, melainkan seumur hidup. Iya, karena kita ingin menjaga kesehatan bukan hanya untuk saat ini, melainkan juga untuk nanti. Selamat mencoba, Guys!


Salam,


Saturday, July 6, 2019

Traveling Murah Meriah di Kota Jakarta? Naik KRL dan ke Kota Tua Aja!

Traveling Murah Meriah di Kota Jakarta? Naik KRL dan ke Kota Tua Aja!


Blog ini sungguh miris kalau sudah masuk kategori Traveling, ya? Sangat jarang update karena jujur saja saya ini anak rumahan yang jarang banget traveling. Dulu, sebelum menikah, suami saya suka banget jalan-jalan. Setelah menikah dan punya anak, Mas lebih happy di rumah. Entah karena memang pengen berkualitas kebersamaannya atau emang tujuan hemat lebih utama? Kwkwk.


Sebenarnya, Mas sering ngajak jalan. Tapi, kalau agak jauhan, saya mikir dua kali. Mungkin memang bukan jiwa traveler, jadi ya gitulah mikirnya serba ribet. Belakangan, sejak ikut Diet Kenyang dan mendengar banyak video Dewi Hughes, saya belajar mengelola pikiran. Biasanya ketakutan dan kekhawatiran suka muncul berlebihan bahkan sebelum hal itu benar-benar terjadi.


Salah satu contoh ketika saya mau mudik kemarin, baru tahu kalau tempat duduk kami terpisah satu gerbong, Guys. Di stasiun hampir nangis sesenggukan saking kagetnya. Mata udah panas. Saya nggak mau pisah duduk dari Mas. Lebay, ‘kan? Sampai Mas usap-usap kepala istrinya berkali-kali…kwkwk. Akhirnya saya dapat lebih tenang setelah mensugesti pikiran bahwa semua akan baik-baik saja, kok. Nggak ada hal buruk yang akan terjadi. Ini hanya perjalanan singkat. Tarik napas panjang, embuskan. Pas naik kereta, saya sudah menerimanya dengan senang hati. Alhamdulillah, keadaan memang sesuai yang saya pikirkan. Apa yang kamu pikirkan, terjadi sekarang! Begitu kata Dewi Hughes, Guys…hihi.


Dari pengalaman itu, saya belajar menjalani apa pun dengan happy. Disyukuri sebesar-besarnya. Bisa main sama anak dan suami bukan hal mudah bagi sebagian orang. Tapi, lihat! Saya bisa mendapatkannya di setiap akhir pekan tanpa terganggu.




Kemarin, Mas ngajak pergi ke Kota Tua. Iya, ini lokasinya nggak terlalu jauh dari rumah. Lumayanlah terutama kalau ditempuh dengan KRL, sangat singkat rasanya. Pergi ke Kota Tua bukan kali pertama. Dulu juga pernah ke sana bersama keluarga yang lain. Sekadar jalan dan melihat keramaian. Foto cantik, makan dan pulang udah sangat nikmat…haha. Sederhana sekali emak satu ini, ya?


Traveling Murah Meriah di Kota Jakarta? Naik KRL dan ke Kota Tua Aja!


Pergi ke Kota Tua Naik KRL Sangat Terjangkau


Dari stasiun Klender Baru menuju Stasiun Jakarta Kota yang letaknya di Kelurahan Pinangsia, Kawasan Kota Tua hanya perlu membayar sebesar 3 ribu rupiah untuk sekali perjalanan. Jadi, kalau bolak balik, hanya perlu membayar 6 ribu rupiah saja per orang.


Dengan kondisi KRL yang super nyaman, kita nggak perlu ngeluh meskipun harus sambil berdiri karena penumpang penuh misalnya. Saya pun tetap happy dan sangat menikmati perjalanan singkat ini.


Sejak kemarin mudik dengan kereta, saya jadi suka banget ke mana-mana naik kereta, ya? Anak-anak pun sudah besar. Perjalanan naik kereta seperti wisata tersendiri buat saya dan anak-anak. Ya, mereka jarang naik kereta. Kalau naik pesawat kayaknya udah biasa dan nggak terlalu spesial. Beda dengan kereta yang bisa melihat pemandangan, waktunya cukup lama sehingga mereka bisa melakukan banyak hal.


Stasiun-stasiun sekarang pun sudah dibangun. Sudah lebih nyaman daripada sebelumnya. Bersih, dekat juga dari rumah. Jadi, nggak ada alasan buat ngeluh, sih. Pokoknya happy banget dan ketagihan naik kereta meskipun saya berangkat sekitar jam 8an pagi dan sebelum Dhuhur udah balik pulang…haha.


Traveling Murah Meriah di Kota Jakarta? Naik KRL dan ke Kota Tua Aja!


Kota Tua, Wisata Menarik dan Cocok untuk Keluarga


Sampai di Stasiun Jakarta Kota, kita langsung menyeberang menuju Kota Tua. Lokasinya cuma beberapa ratus meter saja dari stasiun akhir ini. Sampai di sana, kamu bisa melihat para pedagang menggelar berbagai macam jenis dagangannya. Mulai dari pecel, gorengan, mainan, topi, kacamata, kaos, dan masih banyak banget.


Tapi, karena fokus kita main, ya lewati dulu para pedagangnya, ya…hihi. Kemarin, kami hanya berkeliling sebentar dan berfoto-foto. Kami juga sempat berkunjung ke Taman Apung yang letaknya sangat dekat dari Kota Tua.


Kondisinya sangat bersih dan terjaga. Jujur saja, ini baru pertama kali saya melihat Taman Apung. Lucu, sih, dan bisa juga buat foto-foto. Sayangnya, pintu pagarnya dikunci, jadi kita nggak bisa masuk dan berfoto di tengah.


Setelah dari Taman Apung main ke mana? Ngajakin makan siang dan segera pulang. Niat traveling nggak, sih? Karena dulu sudah pernah berkeliling, dan kali ini hanya dalam rangka mengantarkan keponakan, jadinya kami menawarkan apakah dia mau masuk dan berkeliling atau sekadar tahu aja? Dia udah males dan ngajakin pulang juga, Guys…kwkwk. Alhasil, habis foto-foto ria, kami ke stasiun dan mencari makan siang di sana.


Makan Siang di Stasiun Jakarta Kota


Kalau di sekitar Kota Tua, mungkin kamu nggak bakalan banyak menemukan tempat makan yang lumayan enak. Jadi, saya sarankan pergilah ke Stasiun Kota. Di sana, jumlah tempat makan jauh lebih banyak dan beragam.


Kita akhirnya memilih A&W, karena di sinilah yang paling sepi. Sedangkan sebelahnya ramai banget, Guys. Mana tahan sambil bawa dua anak yang tingkahnya ajaib, Masya Allah. Meskipun sedang menjalankan diet sehat, saya nggak pernah bingung ketika pergi ke tempat-tempat seperti ini. Prinsip saya tidak mau membuat semua jadi ribet. Makan ya makan saja.


Karena tidak makan nasi, saya pesan sup dan tetap makan ayamnya. Sebelumnya saya juga bawa kurma. Jadi, pas semua jajan, saya makan kurma. Pas semua orang makan siang, saya juga makan dong…hihi. Masa iya saya harus bawa sayur dan lalapan ke sana? Jangan biarkan diri kita sampai kelaparan hanya karena memaksakan diri untuk tetap makan sehat. Sepotong pizza tidak akan bikin gendut, begitu juga semangkuk salad mustahil bikin kurus dalam sekejap. Karena saya pegang prinsip ini, mudik, traveling, dan ke mana pun tetap nyaman dengan pola makan seperti ini. Alhamdulillah, sampai detik ini berat badan tetap stabil bahkan cenderung turun perlahan.


Tapi, ingat juga. Ini hanya sesekali saja. Saya juga nggak menahan diri ketika pengen makan sesuatu. Ya, makan saja. Setelah itu ya udah. Makannya pun dalam jumlah sedikit dan itu bagi saya cukup.


Kira-kira itulah cerita singkat perjalanan saya dan keluarga kecil ke Kota Tua di Jakarta menggunakan transportasi KRL yang murah meriah. Gimana? masih ada waktu, lho sebelum liburan sekolah usai untuk mengajak buah hati ke wisata favorit  mereka.


Salam,

Wednesday, July 3, 2019

(Review) Wardah Nature Daily Aloe Hydramild Multifunction Gel

Akhir-akhir ini cuaca panas banget, ya? Bagi yang suka melakukan aktivitas di luar, pasti nggak nyaman banget rasanya terutama ngefek banget sama kulit. Kulit biasanya jadi kering. Kalau saya pribadi yang punya dermatitis, cuaca panas bukan hanya bisa membuat tubuh berkeringat, melainkan akan muncul ruam memerah dan gatal. Beitu juga ketika cuaca terlalu dingin. Jadi, kadang serba salah dan udah pasrah. Nggak pernah pakai salep apalagi obat. Benar-benar dinikmati kalau ruam-ruam muncul. Yup! Itulah dermatitis yang bakal menemani saya seumur hidup kayaknya…hehe.   Kebetulan, pas di Malang kemarin, saya banyak melakukan perjalanan dan traveling. Di sana, udaranya nggak terlalu panas dan nggak dingin juga saat itu. Tapi, ketika pergi ke supermarket, tanpa sengaja melihat produk Wardah. Saya pencinta Wardah, mulai dari makeup sampai perawatan memakai Wardah. Masalah nggak cocok sama sabun muka atau pelembab akhirnya berakhir sejak mencoba produk halal dari Wardah. Ini bukan promosi, ya…kwkwk.   Sedikit cerita, kulit saya memang sangat sensitif. Tak berbeda dengan hatinya *eaa. Saat masih SMA, saya suka iseng mencoba berbagai macam produk kecantikan terutama sabun wajah. Pengen aja seperti teman-teman yang lain. Tapi, setiap mencoba produk baru, yang ada muka saya berjerawat gede-gede…kwkwk. Akhirnya merasa cukup dengan sabun bayi dan pelembab buat bayi gitu. Miris banget, ya?   Setelah menikah, bahkan hal seperti itu belum berakhir juga, lho. Wajah sering bermasalah kalau nyobain berbagai macam produk kecantikan baru. Akhirnya, sekitar setahunan ini, saya menjatuhkan pilihan pada produk-produk Wardah. Itu pun nggak semua jenis produk Wardah cocok untuk kulit saya.   Kembali ke Wardah Nature Daily ini, karena sudah tahu merknya, akhirnya dibeli juga meski kayaknya nggak terlalu perlu. Saya orangnya malas banget pakai lotion. Parah, sih. Lotion nggak, makeup jarang…haha. Ini perempuan apa perempuan, ya?  Kemasan Wardah Nature Daily  Wardah Nature Daily ini dikemas dalam tabung tube 100 ml. Ukuran sedang, nggak terlalu besar atau kecil. Kalau bawa tas kecil, pelembab kulit ini masih bisa masuk dengan aman, kok.   Saya juga suka dengan warna kemasannya yang soft gitu. Mungkin sebagian orang nggak terlalu peduli soal kemasan apalagi warnanya, ya? Tapi, buat saya, produk yang dikemas menarik, pas, tentu akan lebih mudah menarik perhatian orang atau pembeli.   Dan Wardah Nature Daily ini kayaknya sudah sangat tepat memilih kemasan serta warnanya. Menurutmu gimana?   Aroma dan Tekstur Wardah Nature Daily  Jujur aja, aroma dari pelembab ini enak banget. Lembut, nggak terlalu wangi, nggak tajam dan bikin risih. Benar-benar pas aja kalau buat saya pribadi. Fresh dan bikin semangat aja mau ngapa-ngapain, Guys. Lebay, nggak, ya? Haha,   Tekstur pelembab multifungsi ini berupa gel yang kalau dipakai nggak akan lengket di kulit kamu. Pakainya jangan kebanyakan juga biar cepat meresap. Asli enak banget di kulit. Cepat meresap dan bikin kulit benar-benar terhidrasi gitu.   Kandungan Wardah Nature Daily  Gel multifungsi dari Wardah ini mengandung:  Hydramil Aloe Vera Extrac   Ekstrak Aloe Vera organic yang dikenal mampu memberikan efek menenangkan serta melembabkan bagi kulit kamu.  Triple Hydrating Complex   Perpaduan bahan pelembab pilihan akan bantu memberikan kelembaban ekstra menenangkan sepanjang hari tanpa khawatir merasa lengket.   Manfaat Wardah Nature Daily   Wardah Nature Daily ini katanya merupakan gel multifungsi yang berarti bukan hanya diperuntukkan bagi tubuh saja, bisa juga buat kulit wajah. Nggak harus melulu oles di tangan seperti yang biasa saya lakukan. Bisa juga buat wajah kamu yang kering atau kemerahan karena terpapar sinar matahari.   Gel ini hadir memenuhi kebutuhanmu. Sangat nyaman dipakai setiap hari bahkan beberapa kali pemakaian sesuai yang kamu butuhkan.   Pengalaman memakai Wardah Nature Daily ini memang oke dan ngerasa sangat cocok. Tidak hanya dipakai saat bepergian, bahkan ketika kelamaan ngetik di ruang ber-AC, saya pakai dan rasanya enak banget. Jadi lembab dan wanginya itu bikin rileks.   Sepertinya saya akan beli lagi jika kemasan pertama ini habis. Nah, kamu juga pasti penasaran dong. Silakan dicoba terutama saat cuaca terik seperti sekarang.   Salam,
Dok Pribadi

Assalamualaikum....


Akhir-akhir ini cuaca panas banget, ya? Bagi yang suka melakukan aktivitas di luar, pasti nggak nyaman banget rasanya terutama ngefek banget sama kulit. Kulit biasanya jadi kering. Kalau saya pribadi yang punya dermatitis, cuaca panas bukan hanya bisa membuat tubuh berkeringat, melainkan akan muncul ruam memerah dan gatal. Beitu juga ketika cuaca terlalu dingin. Jadi, kadang serba salah dan udah pasrah. Nggak pernah pakai salep apalagi obat. Benar-benar dinikmati kalau ruam-ruam muncul. Yup! Itulah dermatitis yang bakal menemani saya seumur hidup kayaknya…hehe.


Kebetulan, pas di Malang kemarin, saya banyak melakukan perjalanan dan traveling. Di sana, udaranya nggak terlalu panas dan nggak dingin juga saat itu. Tapi, ketika pergi ke supermarket, tanpa sengaja melihat produk Wardah. Saya pencinta Wardah, mulai dari makeup sampai perawatan memakai Wardah. Masalah nggak cocok sama sabun muka atau pelembab akhirnya berakhir sejak mencoba produk halal dari Wardah. Ini bukan promosi, ya…kwkwk.


Sedikit cerita, kulit saya memang sangat sensitif. Tak berbeda dengan hatinya *eaa. Saat masih SMA, saya suka iseng mencoba berbagai macam produk kecantikan terutama sabun wajah. Pengen aja seperti teman-teman yang lain. Tapi, setiap mencoba produk baru, yang ada muka saya berjerawat gede-gede…kwkwk. Akhirnya merasa cukup dengan sabun bayi dan pelembab buat bayi gitu. Miris banget, ya?


Setelah menikah, bahkan hal seperti itu belum berakhir juga, lho. Wajah sering bermasalah kalau nyobain berbagai macam produk kecantikan baru. Akhirnya, sekitar setahunan ini, saya menjatuhkan pilihan pada produk-produk Wardah. Itu pun nggak semua jenis produk Wardah cocok untuk kulit saya.


Kembali ke Wardah Nature Daily ini, karena sudah tahu merknya, akhirnya dibeli juga meski kayaknya nggak terlalu perlu. Saya orangnya malas banget pakai lotion. Parah, sih. Lotion nggak, makeup jarang…haha. Ini perempuan apa perempuan, ya?

Kemasan Wardah Nature Daily


Wardah Nature Daily ini dikemas dalam tabung tube 100 ml. Ukuran sedang, nggak terlalu besar atau kecil. Kalau bawa tas kecil, pelembab kulit ini masih bisa masuk dengan aman, kok.


Saya juga suka dengan warna kemasannya yang soft gitu. Mungkin sebagian orang nggak terlalu peduli soal kemasan apalagi warnanya, ya? Tapi, buat saya, produk yang dikemas menarik, pas, tentu akan lebih mudah menarik perhatian orang atau pembeli.


Dan Wardah Nature Daily ini kayaknya sudah sangat tepat memilih kemasan serta warnanya. Menurutmu gimana?


Aroma dan Tekstur Wardah Nature Daily


Jujur aja, aroma dari pelembab ini enak banget. Lembut, nggak terlalu wangi, nggak tajam dan bikin risih. Benar-benar pas aja kalau buat saya pribadi. Fresh dan bikin semangat aja mau ngapa-ngapain, Guys. Lebay, nggak, ya? Haha,


Tekstur pelembab multifungsi ini berupa gel yang kalau dipakai nggak akan lengket di kulit kamu. Pakainya jangan kebanyakan juga biar cepat meresap. Asli enak banget di kulit. Cepat meresap dan bikin kulit benar-benar terhidrasi gitu.


Kandungan Wardah Nature Daily


Gel multifungsi dari Wardah ini mengandung:

Hydramil Aloe Vera Extrac
 
Ekstrak Aloe Vera organic yang dikenal mampu memberikan efek menenangkan serta melembabkan bagi kulit kamu.

Triple Hydrating Complex
 
Perpaduan bahan pelembab pilihan akan bantu memberikan kelembaban ekstra menenangkan sepanjang hari tanpa khawatir merasa lengket.


Manfaat Wardah Nature Daily



Wardah Nature Daily ini katanya merupakan gel multifungsi yang berarti bukan hanya diperuntukkan bagi tubuh saja, bisa juga buat kulit wajah. Nggak harus melulu oles di tangan seperti yang biasa saya lakukan. Bisa juga buat wajah kamu yang kering atau kemerahan karena terpapar sinar matahari.


Gel ini hadir memenuhi kebutuhanmu. Sangat nyaman dipakai setiap hari bahkan beberapa kali pemakaian sesuai yang kamu butuhkan.


Pengalaman memakai Wardah Nature Daily ini memang oke dan ngerasa sangat cocok. Tidak hanya dipakai saat bepergian, bahkan ketika kelamaan ngetik di ruang ber-AC, saya pakai dan rasanya enak banget. Jadi lembab dan wanginya itu bikin rileks.


Sepertinya saya akan beli lagi jika kemasan pertama ini habis. Nah, kamu juga pasti penasaran dong. Silakan dicoba terutama saat cuaca terik seperti sekarang.


Salam,

Tuesday, July 2, 2019

Cake Pisang Kukus, Cocok Bagi Kamu yang Sedang Diet

Cake Pisang Kukus, Cocok Bagi Kamu yang Sedang Diet
Photo: Dok pribadi


Daripada mati gaya, nggak tahu mau baking apa selama menjalankan diet, mending kita putar otak dan memanfaatkan bahan-bahan yang ada di rumah untuk membuat cake sehat yang nggak bikin nyesel pas makannya. Salah satunya dengan memberdayakan pisang kepok yang sudah matang di rumah. Setelah mencari inspirasi, berkeliling ke mana-mana (baca: sosial media), dapatlah ide menarik yakni membuat cake pisang kukus ini.


Takaran dan bahan-bahannya benar-benar hasil kreasi sendiri. Soal rasa, jangan ditanya, ini enak banget. Selain pisang kepok, kamu bisa juga memanfaatkan pisang jenis lainnya. Usahakan pilih yang benar-benar matang, sebab nanti rasa manisnya tidak akan didapat dari menambahkan gula, melainkan dari manisnya buah-buahan di dalamnya.


Bikin cake ini benar-benar simpel banget. Nggak perlu keluarin mixer apalagi oven. Cukup dihaluskan dengan blender saja, tuang dalam mangkuk tahan panas, kemudian kukus.


Dalam cake dengan aroma kayu manisnya yang khas dan legit ini, saya tambahkan sedikit cincangan nangka. Jika nggak ada di rumah, kamu bisa skip, kok. Kebetulan kemarin saya sempat jalan-jalan ke BKT (Banjir Kanal Timur) yang letaknya tidak jauh dari rumah. Seumur hidup, baru kemarin BKT serame itu (atau saya terlalu cepat pulang sebelum orang-orang berdatangan?), akhirnya benar-benar menyisiri jalan dan melihat para penjual menggelar dagangannya.


BKT ini memang biasa dilalui para pejalan kaki dan para pesepeda, Guys. Lokasinya yang dekat dengan rumah membuat saya nggak terlalu susah menjangkaunya. Sesekali saya dan Mas main ke sini untuk melepas penat. Banyak penjual makanan, pakaian, hewan seperti kelinci, hingga mainan anak-anak. Pokoknya lengkap!


Nah, tanpa sengaja saya dan Mas melewati pedagang pisang kepok. Tergoda banget, karena selama ini agak susah nyari pisang kepok, baik di warung sayur ataupun di pasar. Kita samperin, pilih-pilih dan tanya harga. Ternyata murah banget dong, Guys…kwkwk. Naluri keibuan saya (baca: pelit dan hemat…kwkwk) menjerit. Pisang kepok yang biasanya dihargai 25-30 ribu, masa dikasih 13 ribu? Itu pun oleh pembeli lain masih ditawar. ‘Kan keterlaluan banget.


Akhirnya dengan hati senang dan wajah sumringah, saya berhasil membawa pulang dua sisir pisang kepok ukuran besar dengan harga 25 ribu saja, Masya Allah. Selain itu, Mas juga sempat beli nangka. Harganya lumayan masih mahal, tapi sampai rumah habis dicamilin anak-anak. Akhirnya yang sempat dimasak untuk cake hanya dua butir nangka…kwkwk.


Akhir-akhir ini, harga buah semakin mahal. Saya kurang tahu, apakah di sekitar saya saja atau juga di tempat lain pun sama. Saya pribadi sebenarnya lebih suka buah-buahan lokal. Masalahnya, di tempat langganan selalu dipenuhi oleh buah impor, eh, nggak sengaja pas ke BKT malah menemukan banyak buah lokal seperti jambu air, apel malang, dan salak. Harganya pun lumayan terjangkau. Ini ceritanya curcol...hihi.


Saya butuh aneka jenis buah untuk jus setiap hari. Jadi, harus pintar-pintar saja memilih supaya tetap bisa hidup sehat tanpa harus boros. Setuju, ‘kan?


Balik lagi ke cake pisang ini, Guys. Biasanya saya membuat banana muffin yang tinggal diaduk-aduk saja. Saya juga selalu pakai bubuk kayu manis karena wanginya klop banget dengan aroma pisang yang legit. Daripada muffin, tekstur cake ini jauh lebih lembut dan lembab. Awalnya saya pikir ini hanya dikonsumsi sendiri, anak-anak sepertinya nggak bakalan tertarik, siapa sangka, si sulung habiskan satu mangkuk, satu mangkuk lain dimakan si bungsu. Dan saya hanya kebagian satu (rasanya masih kurang). 


Rasa manis dan legit tidak hanya didapat dari buah pisang, melainkan dari kurma juga, lho. Saya juga memanfaatkan oat instan karena sempat beli dalam jumlah banyak sebagai pengganti nasi (ketika awal-awal menghindari nasi). Sayangnya, saya sekarang justru jarang banget konsumsi karbohidrat, baik oat, kentang, atau ubi dan teman-temannya. Hampir setiap hari hanya konsumsi buah, protein nabati atau hewani, dan paling banyak sayuran. Akhirnya oat instan ini nganggur…hiks.


Padahal, di dapur masih ada lagi 1,5 kg lagi rolled oat yang pernah saya pakai untuk membuat granola. Kebayang rasanya dikelilingi oat di mana-mana…kwkwk. Next, Insya Allah saya akan membuat roti gandum dengan tambahan oat juga. Biar cepat habis dan tidak sampai rusak. 

Berikut bahan-bahan untuk membuat cake pisang kukus ini:


3-4 buah pisang kepok (saya pakai 3 ukuran besar)

2 butir telur

3 sdm oat instan

5 butir kurma sukari

Secukupnya bubuk kayu manis

Sedikit buah nangka (bisa skip)


Topping:


Bubuk kayu manis

Pisang atau nangka diiris

Cara Membuat:


1. Panaskan panci kukusan. Jangan lupa tutupnya dibungkus dengan kain bersih supaya uap tidak mengenai cake.

2. Haluskan semua bahan jadi satu. Saya memakai chopper untuk menghaluskan semua bahan. Teman-teman bisa memakai blender juga, ya.

3. Masukkan adonan yang telah dihaluskan ke dalam mangkuk tahan panas. Beri topping di atasnya. 4. Kukus sampai matang kira-kira 10 menit.


Voila! Cake pisang kukus buatanmu pun sudah siap disantap. Dimakan hangat atau dingin sama-sama enaknya, lho. Cocok banget dimakan untuk berbuka. Sangat pas juga buat kamu yang ikut Diet Kenyang ataupun JSR. Sebab cake ini dibuat dari real food, tanpa tepung mengandung gluten, tanpa gula dan garam, tanpa minyak atau margarin, dan tanpa bahan-bahan pengembang yang kurang sehat.


Gimana, Guys? Kapan cobain resepnya?


Salam,