Berburu Berkah di Bulan Ramadan dengan Berbagi Kebaikan di Tengah Pandemi Covid-19

Monday, May 18, 2020

Tahun ini, kita menjalani Ramadan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Apa saja yang terasa hilang di Ramadan tahun ini dan mungkin sangat kita rindukan?

Mulai dari shalat tarawih berjamaah yang hanya bisa dikerjakan di rumah, tidak ada lagi suara derap langkah kaki kecil anak-anak sekomplek yang biasa lari-larian sambil ngumpetin sendal temannya usai berjamaah di masjid, sambil cekikikan, sambil ngelempar petasan dengan isengnya, suasana sahur yang terasa lebih hening, buka bersama keluarga besar yang nggak bisa dilakukan lagi, dan paling sedih akhirnya para perantau seperti saya harus gagal mudik dan nggak bisa bertemu orang tua. Jujur, kangeen banget dan khawatir sama kondisi mereka di sana :(

Benar, Ramadan tahun ini rasanya ada yang kurang. Harusnya tanggal 20 Mei 2020, saya dan  keluarga bisa mudik ke Malang seperti tahun-tahun sebelumnya. Tapi, setelah semua dipersiapkan lebih awal, mulai dari beli tiket kereta, sampai menyiapkan oleh-oleh untuk orang tua dan keluarga, akhirnya saya harus menerima kenyataan bahwa mudik tahun ini mesti dibatalkan dengan berbagai macam pertimbangan.

Tentunya bukan hanya saya pribadi yang merasa sedih, tapi juga orang tua terutama Ibu yang selalu lebih hapal tanggal kepulangan kami dari Jakarta menuju tanah kelahiran. Subhanallah, ada saat di mana saya harus menangis usai shalat mengingat keadaan saat ini yang sungguh jauh dari bayangan. Nggak pernah kepikiran bakalan terjadi pandemi covid-19 dan menimbulkan banyak dampak buruk di sana sini.

Tapi, cukup sudah sedih dan nangisnya, ya. Karena sedih aja nggak akan membantu dan membawa perubahan apa pun. Ada baiknya kita nggak hanya fokus dengan musibah ini, melainkan juga memikirkan solusinya.

Dampak dari Pandemi Covid-19 di Masyarakat



Baru beberapa bulan terjadi pandemi, kita bisa melihat dengan jelas dampak negatif yang ditimbulkan oleh pandemi covid-19 ini di dalam kehidupan masyarakat. Contoh paling mudah adalah banyaknya karyawan yang di-PHK masal. Kebayang dong berapa banyak orang yang harus kehilangan pekerjaan, sedangkan mencari pekerjaan lain rasanya begitu mustahil di saat seperti ini.

Belum lagi para pedagang kecil yang tiba-tiba kehilangan pembeli karena sulitnya mengakses rumah-rumah warga. Biasanya, banyak sekali pedagang makanan yang lewat di depan rumah, mulai dari penjual bakso Malang, pedagang kue tradisional, abang-abang penjual gorengan, penjual roti, penjual somay, hingga ketoprak dan lontong sayur. Tapi, sejak pandemi, mereka nggak bisa lewat di depan rumah karena akses jalan ditutup demi kebaikan bersama.

Biasanya, semua orang bisa leluasa lewat. Sekarang, hanya warga komplek saja yang punya akses masuk. Lalu, ke mana mereka mencari rezeki?

Belum lagi kebanyakan orang memilih memasak sendiri di rumah dengan banyak pertimbangan. Jadi, meski bisa berjualan, pembelinya pun pasti jauh berkurang. Pernah suatu hari, suami melihat seorang penjual tahu di depan gang, saat malam menjelang Maghrib, hujan lebat pula, menunggu pembeli dengan pasrah. Padahal, dagangannya masih banyak banget.

Suami pulang dari kantor sambil membawa beberapa bungkus tahu dan oleh-oleh cerita yang menyayat hati. Nggak tega. Berapa banyak orang yang harus hidup dalam keadaan seperti ini saat pandemi? Sangat banyak. Bahkan sampai ada yang harus pingsan di jalan karena belum makan selama berhari-hari.

Hidup ini memang berat. Ujian, cobaan, musibah, dan kebahagiaan saling tumpang tindih datang silih berganti. Hari ini kita senang, besok kita menangis. Hari ini kita tertawa, besok kita kecewa dan sedih. Tapi, di balik semua cobaan berat pasti ada hikmahnya. Bisa jadi itu merupakan tanda cinta Allah kepada kita. Bisa juga merupakan teguran karena selama ini kita telah banyak sekali lalainya.

Namun, andai kita ridha dengan ujian ini, insya Allah ridha Allah pun akan bersama kita. Masya Allah.

Dari Anas bin Malik, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاَءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ فَمَنْ رَضِىَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ


Sesungguhnya pahala besar karena balasan untuk ujian yang berat. Sungguh, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menimpakan ujian untuk mereka. Barangsiapa yang ridha, maka ia yang akan meraih ridha Allah. Barangsiapa siapa yang tidak suka, maka Allah pun akan murka.” (HR. Ibnu Majah)

Berbagi Kebaikan Saat Pandemi Covid-19 Meski Hanya #dirumahaja



Seperti saya katakan sebelumnya, sedih aja nggak akan mengubah keadaan. Kita butuh aksi nyata, terutama dari orang-orang baik yang merasa diberi kelebihan rezeki, supaya lebih ‘peka’ dengan saudara di luar sana yang sedang kesulitan dan kesusahan.

Kita nggak bisa mengenyangkan perut sendiri, kemudian pura-pura lupa dengan orang lain. Saat pandemi covid-19 seperti sekarang, banyak sekali orang yang membutuhkan uluran kebaikan kita. Nggak harus membantu hingga milyaran, karena kebaikan tidak diukur dari jumlah seberapa besar, melainkan dari kemauan untuk berbagi meski sejatinya kita pun sedang dalam kesulitan.

Bagi seorang crazy rich, wajarlah berdonasi hingga milyaran, tapi bagi kita yang belum sehebat apa, cukup donasikan harta sesuai kemampuan. Sekecil apa pun kebaikan yang kita berikan, sebenarnya akan kembali kepada kita juga. Dan tentu saja jika dilakukan bersama-sama seperti prinsip gotong royong, yang kecil pun akan terasa begitu besar manfaatnya.

Selama pandemi covid-19 ini, banyak cara bisa kita lakukan demi menebar kabaikan di bulan Ramadan meski hanya dari rumah.


  • Berbagi takjil gratis bagi orang-orang yang membutuhkan


Ramadan tahun lalu, kita masih bisa menjumpai penjual makanan dadakan di sepanjang jalan, ya. Tapi, tahun ini  rasanya sulit menemukan momen khas itu. Jalanan mungkin agak lengang. Tapi, para pekerja yag masih harus keluar rumah demi mencari nafkah tetap ada di luar sana.

Beberapa orang di komplek kami berinisiatif mengadakan bagi-bagi takjil gratis selama bulan Ramadan kepada supir angkot, pedangan keliling, supir ojek, dll. Sebotol air mineral dan beberapa jenis camilan mengenyangkan pun dibagikan hampir setiap harinya. Meski terlihat sederhana, tapi nggak ada kebaikan yang sia-sia, kan?

  • Berbagi makanan untuk sahur dan berbuka


Meski di rumah aja, sejatinya banyak hal positif bisa kita lakukan. Misalnya dengan berbagi makanan untuk sahur dan berbuka. Tahun ini, seperti tahun-tahun sebelumnya, saya dan teman-teman dari tempat kajian diberi kesempatan untuk berbagi menu sahur dan berbuka bagi anak-anak yatim dan dhuafa dari pondok pesantren tahfidz yang kami kelola yang berlokasi di Bekasi.

Sebagian santri memang dipulangkan, tetapi sebagian menolak karena kondisi yang tidak memungkinkan. Sedih? Pastinya. Nelangsa banget melihat mereka yang masih tersisa di pesantren dan nggak bisa pulang ke rumah masing-masing :(

  • Tengoklah orang terdekat


Lihatlah orang-orang terdekat kita, terutama tetangga. Karena nggak semua orang beruntung, seberuntung kita yang masih punya stok beras di rumah. Di kanan dan kiri saya pun nggak semuanya berpunya, kok. Jadi, kita sebagai tetangga harus ‘peka’ dengan kondisi mereka.

Berbagi sembako seperti beras, minyak, mi instan, dll bisa kita lakukan. Bahkan ada lho warga yang sengaja menaruh beberapa bungkus beras, sayur, hingga telur di pagar rumahnya yang diperuntukkan bagi warga yang kurang mampu. Free, ambil secukupnya.

  • Tunaikan zakat


Zakat merupakan kewajiban yang mesti kita tunaikan sebagai seorang muslim. Nggak harus di tempat kita tinggal, kita bisa menyalurkan kepada orang-orang yang lebih membutuhkan, yang sulit dijangkau, contohnya kalau saya pribadi menyalurkan sebagian zakat mal ke kampung halaman. Meski orangnya nggak mudik, setidaknya kita bisa memberi kebahagiaan bagi orang-orang di sana.

Kondisi orang di kampung tempat saya tinggal nggak semuanya beruntung. Bahkan menurut cerita Ibu kemarin, banyak sekali anak yatim...hiks. Jadi, nelangsa banget dengernya. Ditambah kondisi seburuk saat ini, jangankan untuk baju lebaran, untuk makan pun susah.


  • Berdonasi lewat Dompet Dhuafa meski #dirumahaja


Kalau merasa kesulitan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah secara langsung, kita bisa menyalurkannya lewat Dompet Dhuafa. Caranya pun sangat mudah, kok. Klik di sini. Kemudian pilih infak dan sedekah atau pilih sesuai kebutuhan. Kamu juga bisa mengkhususkan donasimu untuk keperluan apa saja, misal untuk dana pendidikan, kesehatan, sosial, dakwah, hingga ekonomi.

Untuk sosial, kita juga bisa memberikan kebahagian bagi para dhuafa supaya bisa merasakan keceriaan saat lebaran. Pilih Parcel Lebaran untuk Dhuafa. Masukkan jumlah nominal, dan isilah data dengan lengkap sebelum memilih metode pembayaran. Dan jangan lupa konfirmasi dengan menyertakan bukti transfer.

Nggak susah, kan? Meski hanya di rumah aja, kita bisa tetap berdonasi dan berbuat baik bagi orang-orang yang membutuhkan. Dalam sebuah buku yang pernah saya baca karya Ustadz Arafat disebutkan, rezeki itu selalu bergerak. Jadi, kalau mau berkah, sebaiknya selalu kita putar untuk kebaikan.

Kita bersedekah dan berdonasi logikanya memang mengurangi harta, tapi kenyataannya hidup nggak bisa pakai logika manusia. Orang-orang yang selalu mementingkan diri sendiri, yang bakhil, dan sibuk memuaskan perutnya sendiri justru selalu tidak puas dengan apa yang dia punya.

Berbeda dengan orang-orang yang senang bersedekah. Hati jadi lapang, selalu merasa cukup, dan paling penting membuat hidup berkah dan hati tenang.

Jangan takut bersedekah, tunaikan juga kewajiban berzakat, karena kebaikan yang kita lakukan akan kembali pada kita sendiri :)

Salam hangat,


“Tulisan ini diikutsertakan dalam Blog Competition ‘Ceritaku Dari rumah’ yang diselenggarakan oleh Ramadan Virtual Festival dari Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan.”


 

Comments

  1. Betul mbak, di masa-masa seperti sekarang ini kita harus banyak-banyak berempati dan lebih peka dengan orang lain, terlebih orang-orang di sekeliling kita. Banyak yang terdampak oleh Covid-19 ini mulai dari kehilangan pekerjaan hingga sepi jualan atau pekerjaan.

    Melalui Dompet Dhuafa mempermudah kita ya mbak untuk berinfak dan bersedekah, ga perlu kita keluar rumah, bersedekah bisa dilakukan #dirumahaja.
    Terima kasih infonya ya mbak, sangat bermanfaat ❤️

    ReplyDelete
  2. Wah boleh juga idenya gabung dompet dhuafa buat berbagi parcel. Ijin save y mbak

    ReplyDelete
  3. Betapa luar biasa ya dampak dari virus corona ini, seolah mengingatkan betapa hebatnya kita sebagai manusia, tidak ada apa-apanya di depan Allah, sampai berperang melawan mahluk yang super kecil gitu aja manusia kebingungan.
    Tapi tidak bisa kita pungkiri, dengan keterpurukan di segala bidang seperti sekarang, kita jadi bisa melihat dengan jelas kuasa Allah melalui banyak hal, salah satunya orang-orang dermawan atau seperti dompet dhuafa ini :)

    ReplyDelete
  4. Yang paling dekat ini adalah menunaikan zakat ya mba. Alhamdulillah zakat jauh lebih mudah dengan dompet dhuafa.

    ReplyDelete
  5. Meilia WuryantatiMay 22, 2020 at 2:09 AM

    Begitu luar biasa dampak dari Pandemi ini yah mba. Namun berbuat kebaikan tetap harus dijalankan.dengan melalui dompet dhuafa ini kita bisa menebar kebaikan yah mba. InsyaAlloh kita pun nanti akan menuai nya juga :)

    ReplyDelete
  6. Ini self reminder juga untukku, mba

    Jadi aku ulang lagi ya

    “... Sesungguhnya pahala besar karena balasan untuk ujian yang berat. Sungguh, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menimpakan ujian untuk mereka. Barangsiapa yang ridha, maka ia yang akan meraih ridha Allah. Barangsiapa siapa yang tidak suka, maka Allah pun akan murka.” (HR. Ibnu Majah)

    Semoga kita termasuk kaum yang dicintai dan meraih ridha Allah SWT.
    Aaamiin ya Robbalalaamiin.

    ReplyDelete
  7. saya selalu percaya, ujian didunia ini justru berkah
    Bisa menjadi syafaat bagi kita jikamau menerimanya dengan tulus
    Karena ujian di aalam baka jauh lebih pedih

    ReplyDelete
  8. Di kala pandemi ini memang penting berbagi kebaikan kepada orang terdekat ya mba. terdekat dalam artian tetangga, dan yang di lingkungan sekitar. Jarak jauh pun kita juga bisa membantu dengan berbagai cara. seperti donasi dengan dompet dhuafa

    ReplyDelete