Wednesday, November 21, 2018
Manfaat Kiranti Untuk Atasi Nyeri Saat Datang Bulan, Segar dan Nggak Bikin Eneg!
Nyeri haid atau dismenore merupakan nyeri yang timbul saat terjadinya menstruasi. Nyeri ini bisa saja menetap, tetapi untuk nyeri haid normal biasanya akan hilang dalam beberapa hari saat datang bulan. Nyeri haid biasa muncul pada awal masa menstruasi saja. Hal semacam ini wajar terjadi meskipun pada sebagian wanita rasa sakitnya bikin ngilu dan sulit beraktivitas.
Saya termasuk wanita yang sering banget mengalami yang namanya nyeri haid. Rasa sakitnya nggak karuan, bikin lemes karena tidak hanya ada rasa tidak nyaman di bagian perut, tetapi juga pinggang dan bagian kaki ikut merasakan nyeri. mirip seperti saat akan melahirkan walaupun kadar sakitnya tentu jauh lebih sedikit, ya.
Saat sedang nyeri haid, aktivitas yang biasanya berjalan normal berubah nggak menyenangkan, bahkan saya cenderung lebih banyak tiduran karena cukup tidak tahan dengan rasa sakitnya. Lalu kenapa bisa terjadi yang namanya nyeri haid saat datang bulan?
- Terjadi Kontraksi Semakin Kencang Saat Datang Bulan
Saat dalam keadaan normal, rahim kita akan mengalami kontraksi, tetapi terjadi sangat halus sehingga tidak mengganggu aktivitas. Sedangkan saat mengalami datang bulan, kontraksi rahim cenderung lebih kencang karena adanya peluruhan pada dinding rahim. Kontraksi tersebut bertujuan untuk menekan dinding rahim, sehingga dapat memutuskan suplai darah dan oksigen. Tanpa adanya oksigen, jaringan rahim pun akan mengeluarkan bahan kimia yang menyebabkan nyeri.
- Wanita Berusia di Bawah 20 Tahun
Ternyata usia seseorang memengaruhi rasa nyeri yang ditimbulkan saat sedang datang bulan. Semakin matang usianya, rasa nyeri itu pun akan semakin berkurang. Saya pun merasakannya, saat SMP hingga SMA, nyeri haid begitu menyiksa, setelah menikah dan memiliki buah hati, nyeri haid semakin berkurang sakitnya, tetapi tetap saja bikin susah bergerak karena rasanya seluruh badan mau rontok.
- Siklus yang Tidak Teratur
Bagi kamu yang memiliki siklus datang bulan tidak teratur, kemungkinan besar akan mengalami yang namanya nyeri saat datang bulan. Hal ini masih terbilang wajar terjadi dan tidak ada yang perlu dikawatirkan selama kondisi itu tidak menetap dan menghilang setelah datang bulan selesai.
- Riwayat Keluarga
Ternyata nyeri haid juga dipengaruhi oleh keturunan, lho. Jika keluarga kamu memiliki kesamaan, muncul nyeri saat datang bulan, bisa jadi kamu pun akan mengalami hal serupa, dan tentu saja itu sangatlah menyiksa.
Tapi, sejak masuk SMA, saya mulai mengonsumsi produk herbal penghilang nyeri saat datang bulan. Salah satunya adalah kiranti. Kiranti merupakan produk herbal yang telah mendapatkan predikat dari BPOM RI sebagai salah satu produk herbal berstandar dan mendapatkan sertifikasi untuk pembuatan obat herbal yang baik atau CPOTB.
Kiranti juga sudah punya sertifikat halal dari MUI, lho. Jadi, saya pribadi tidak khawatir lagi saat mengonsumsi kiranti ketika memang benar-benar dibutuhkan saat nyeri haid datang.
Kandungan Kiranti
Kiranti ini bisa berguna mengatasi nyeri haid, rasa letih, lesu, dan rasa tidak nyaman saat datang bulan. Saya pribadi pun merasakan khasiat kiranti. Lalu apa saja kandungan herbal yang terdapat di dalam kiranti?
- Kiranti mengandung kunyit. Untuk produk kiranti, kunyit yang dipakai adalah bagian rimpangnya. Kunyit memang merupakan salah satu jenis tanaman herbal yang banyak digunakan untuk pengobatan, termasuk diare, sakit perut, hingga penyakit kulit.
- Kiranti juga dibuat dari kencur yang memiliki rasa sedikit pedas dan menghangatkan.
- Di dalam kiranti juga mengandung jahe yang bermanfaat untuk berbagai macam penyakit seperti batuk, menghangatkan tubuh, melancarkan pencernaan, dan mengurangi rasa nyeri.
- Terdapat asam jawa yang dipercaya dapat mengatasi sakit perut. Di dalam kiranti, asam jawa digunakan untuk memberikan rasa segar sehingga minuman ini begitu menggoda rasanya terutama ketika disajikan dingin.
- Rasa manis dari kiranti didapat dari gula jawa yang ternyata berkhasiat juga untuk melancarkan peredaran darah.
- Kiranti juga mengandung kayu manis dan paullina cupana yang memiliki khasiat tak berbeda jauh dari beberapa bahan herbal lainnya.
Anjuran Minum Kiranti
Saya pribadi minm kiranti hanya satu botol saja per hari. Jika esoknya sudah membaik, saya tidak akan meminumnya lagi. Di kemasannya dijelaskan aturan minum kiranti diperbolehkan hingga 2 botol per harinya.
Meskipun dibuat dari bahan-bahan herbal dan telah teruji, tetapi saya pribadi tidak mau berlebihan ketika mengonsumsinya. Herbal ataupun kimia sama-sama memperberat kerja ginjal sehingga memang sebaiknya dikurangi jika tidak perlu.
Saya sangat senang mengonsumsi kiranti karena terasa khasiatnya. Sebatas mengurangi rasa sakit sehingga saya bisa beraktivitas normal saja, tidak melulu harus diminum apalagi jika berlebihan setiap harinya.
Kiranti ini lebih enak diminum dalam keadaan dingin. Saya biasa menambahkan es batu ke dalam segelas kiranti, sehingga rasanya semakin segar. Meskipun termasuk jamu, tetapi kiranti punya varian yang nggak bikin bosan dan eneg, salah satunya adalah kiranti plus jus jeruk yang segernya kebangetan. Nah, supaya lebih berkhasiat lagi, kamu bisa menambahkan daun mint juga ke dalamnya, lho. Rasanya jadi semakin enak.
Buat kamu yang bingung dengan nyeri haid yang menyiksa, kayaknya nggak ada salahnya mencoba produk herbal satu ini. Selain rasanya yang enak, manfaatnya pun terasa banget. Selamat mencoba!
Sunday, November 18, 2018
Belajar Berkomunikasi dengan Baik pada Anak-anak, Karena Mereka adalah Masa Depan Kita
PAS atau Penilaian Akhir Semester di sekolah si sulung semakin dekat. Alhamdulillah, kemarin bisa hadir dalam parenting sebelum ujian dimulai. Menariknya, kali ini ada Ustadz Eri Setiawan yang merupakan wakil pimpinan Pesantren Al-Quran Terpadu Ruhul Jadid serta Master Trainer “Super Study Skills” yang sudah tak diragukan lagi kemampuannya.
Tema kali ini adalah tentang komunikasi yang tepat antara orang tua dan anak. Wah, bener-bener jleb banget parenting yang diadakan pada Sabtu, 17 November kemarin. Kebayang, zaman sekarang gimana cara berkomunikasi dengan anak-anak? Ada yang bilang, beda banget dengan anak-anak zaman dulu yakni di masa kita. Kalau dinasihati pasti takutnya setengah mati, nurut, dan diem aja. Lain dulu lain sekarang, kalau dinasihati anak-anak zaman sekarang cenderung lebih banyak membantah, atau masuk telinga kanan, dan keluar dari telinga kiri.
Padahal, kita pun harus menyadari bahwa semua itu tidak melulu soal mereka yang hidup di zaman sekarang, tetapi juga sebab orang tuanya pula yang hidup pada zaman ini. Kalau orang tua zaman dulu udah pasti lebih banyak fokus sama anak, nggak main smartphone, nggak banyak nonton drakor..hehe.
Nah, karena itulah banyak komunikasi yang keliru. Anak-anak dinomor duakan, dikalahkan dengan dunia maya yang sebenarnya bikin candu dan nggak banyak gunanya. Keberadaan anak-anak menjadi tidak penting, nggak berarti. Kalau nyuapin sambil buru-buru, karena keburu pengen pasang foto selfie di sosial media. Jangan-jangan itu saya? Kwkwk.
Apa Saja Kesalahan Orang Tua Saat Berkomunikasi dengan Anak-anak?
Pernahkah kamu menyadari, jika kita sering sekali abai sebagai orang tua. Kita sering nggak konsisten sama aturan yang kita buat sendiri, kita sering memerintah, tetapi kita lupa ngasih contohnya. Dan lebih parah, kita nggak sadar kalau kita sudah salah sehingga nggak habis-habis menyalahkan anak. Lalu, apa saja kesalahan populer orang tua dalam membesarkan anak-anak?1. Memerintah
Kalau soal memerintah, kita paling jago. Tapi, giliran ngasih contoh ternyata nggak bisa. Dan gaya mendidik seperti ini pasti tidak dilakukan oleh sedikit orang tua saja, tetapi banyak. Contohnya seperti, “Bunda nggak mau tahu dan nggak mau denger lagi. Cepetan kamu masuk kamar, kerjakan PR kamu dan bereskan kamar kamu sekarang!”
Terus mukanya sambil dimiring-miringin, matanya melotot, duh, kek zombie banget..kwkwk. Gimana anak-anak nyaman kalau punya orang tua begini. Pasti komunikasi jadi nggak efektif lagi.
2. Menyalahkan
Padahal orang tua itu bukan malaikat, tapi hobi banget ngerasa paling benar, sedangkan anak-anak kita yang masih kecil selalu salah. Pliss, sadari kesalahan kecil yang mereka lakukan kadang wajar aja dilakukan oleh anak seusianya, tetapi kadang kita sering berlebihan ngasih label. Yang nakal, yang bandel, nggak mau dengerin. Ujung-ujungnya kita sendiri yang menyesal karena sudah mengatakan itu sehingga menjadi sugesti bagi anak-anak. Dan akhirnya? Mereka benar-benar nakal gara-gara orang tuanya sendiri!
Contoh kecil misalnya ketika mereka berlarian di teras, tentu itu wajar dong. Tapi, orang tua mulai gusar melihat, sehingga melarang mereka berlarian dengan alasan takut jatuh. Kalimat itu ternyata bisa jadi sugesti, lho. Ketika mereka jatuh, kita biasanya mengatakan, “Nah, jatuh ‘kan? Apa Bunda bilang. Nggak mau denger!” bilangnya sambil manyun pula, udah gitu nggak nolongin. Gemes nggak lihat ibu begini?
3. Meremehkan
Sering kita nggak sadar rupanya ucapan kita ternyata sedang menyakiti anak sendiri. Salah satunya dengan meremehkan kemampuan mereka. Padahal anak-anak bukan orang tua yang lebih banyak serba bisanya. Wajar mereka kadang masih belajar mengenakan baju atau sepatu. Tapi, tanpa hati orang tua sering berkata, “Pakai sepatu aja nggak bisa! Kamu bisanya apa, sih?”
4. Membandingkan
Percaya, deh, yang namanya dibandingkan dengan orang lain apalagi saudara sendiri itu rasanya nggak enak banget. Bisa-bisa anak dendam banget sama orang tuanya karena dibandingkan secara terus menerus. Gaya seperti ini sering tidak disadari, nyeplos gitu aja tanpa saringan..hehe. Padahal, percayalah setiap anak itu unik. Ada yang usia satu tahun sudah bisa berlarian, ada yang usia 16 bulan baru bisa berjalan. Itu contoh anak-anak saya sendiri. Selain itu, kemampuan mereka yang lain pun pastilah berbeda. Percayalah, nggak enak kok dibanding-bandingin dengan istri tetangga, begitu kata ustadz Eri kemarin. Jadi sadar kalau digituin, ya?
5. Memberi Cap
Ucapan adalah doa. Dan ucapan yang sering dilontarkan kepada anak-anak bisa jadi sugesti. Kalau baik, tentu akan menumbuhkan rasa percaya diri, ibaratnya vitamin bikin sehat. Kalau kalimatnya negatif, tentu seperti racun, bikin sakit, bikin kerdil sehingga anak-anak tumbuh tidak sebagaimana mestinya. Meskipun mereka nggak bisa diem, sering nyubitin anak tetangga, dan bikin heboh satu kelas, pliss jangan sebut mereka nakal atau bandel. Sebab itu akan tertanam dalam alam bawah sadar mereka dan membuat mereka benar-benar menjadi apa yang orang tua sebutkan.
6. Mengancam
Karena merasa kita lebih berkuasa, bisa melalukan apa pun, kita pun nggak sadar kalau kita sering mengancam anak-anak demi memuaskan keinginan kita. Ujung-ujungnya ngancem supaya mereka menurut. Padahal yang seperti ini justru berbahaya. Mereka takut dan menurut hanya karena ada kita, kalau nggak ada kita?
7. Membohongi
Yah, kena sentil! Membohongi ini sering dilakukan untuk meredam ketakutan dan kekalutan anak-anak. Semisal ketika diajak ke dokter, supaya mereka tidak takut, kita pun membohongi mereka dengan mengatakan bahwa disuntik itu tidak sakit, hanya seperti digigit semut. Padahal tahukan rasanya? Sampai sekarang saja saya tidak berani dan takut banget disuntik..hihi. Lalu harusnya bagaimana? Silakan disebutkan saja sewajarnya, tanpa menakuti juga. Karena jika sering diancam demi dengan alasan akan ada dokter datang menyuntik mereka, maka anak-anak pun akan trauma ketika benar-benar diajak ke dokter. Bahkan dokter pun kesel ketemu orang tua yang begini sama anaknya…hehe.
8. Menghibur
Kesalahan populer yang saya pun pernah melakukan adalah menghibur. Duh, sejak ada si bungsu, drama kakak adik ini kental banget di rumah. Kayaknya jarang denger mereka nggak ribut dan berebut. Sampai sampah pun kalau di pegang salah satu dari mereka, pasti berubah jadi emas..haha. Dan ternyata itu nggak boleh dilakukan. Misalnya kakak menghabiskan susu UHT si bungsu, saya akan bilang, “Besok kita beli lagi, ya? Besok Bunda belikan yang lebih besar ukurannya.” Dan ini cukup ampuh bikin mereka diam. Tapi rupanya tidak baik bagi mereka.
10. Menasihati
“Makannya kalau makan jangan sambil jalan, nanti tersedak.”
Duh, itu saya yang sering bilang. Sok bijak banget kayak mamah Dedeh..haha. Padahal cara seperti ini nggak dibolehkan, lho.
11. Mengeritik
Sering nyindir anak-anak dan mengeritik? Mengatakan jika tulisan mereka seperti anak TK padahal dia sudah SD, lho. Sakit nggak digituin? Pastinya sakit banget, tetapi kadang kita tak menyadari bahwa itu sebenarnya melukai mereka, ya.
12. Menyindir
“Bagus, ya. Habis mandi dan ganti baju malah main lumpur.”
Yang denger langsung melirik dan kabur kayaknya. Haha. Kalau kotor ya dicuci lagi saja ‘kan? Pasti anak sesimpel itu mikirnya. Tapi, emaknya sering berlebihan mikirnya, sehingga suka berlebihan pula ngasih reaksi sama anak-anak.
13. Menganalisa
Suka menganalisa? Kayaknya saya juga pernah melalukan ini. Kalau kebanyakan salah gini, bisa jadi nilai rapot saya merah semua karena banyak salah dalam mendidik anak-anak...hiks. Contoh menganalisa itu seperti apa? Misalnya ketika buku anak kita hilang, kemudian kita mengatakan berarti buku itu bukan diambil temanmu, tetapi tertinggal di kelas.”
Nah, lho. Jleb banget ‘kan semuanya? Belajar jadi orang tua memang nggak ada sekolahnya, tetapi pada kenyataanya ujianya pun nggak ada kelarnya, ya. Sebagai orang tua, kita perlu memosisikan diri supaya menjadi orang tua yang dapat mengambil hati mereka, asyik diajak curhat, nyaman, dan bikin mereka aman.
Ketika anak menerima kita, merasa nyaman dan aman dengan kita, maka mereka tak perlu mencari orang lain. Anak-anak yang kebanyakan berulah dan bertingkah, cenderung membantah biasanya disebabkan karena mereka merasa tidak lagi berhaga di mata orang tua. Sehingga mereka mencari orang lain yang dapat mendengar dan mengakui keberadaan mereka. Dan itu bahaya banget, jangan sampai terjadi pada anak-anak kita.
Anak itu adalah masa depan kita. Jika sejak kecil kita menjadikan mereka penting, berharga, maka saat dewasa nanti, mereka pun akan menyanyangi dan menghormati kita. Anak-anak yang tumbuh dengan utuh, akan menjadi pribadi penuh syukur, bahagia, dan luar biasa meskipun mereka kehilangan mata untuk melihat.
Apakah saya terlambat? Apakah kita terlambat memperbaiki yang sudah terjadi? Tidak ada kata terlambat. Cobalah meminta maaf jika selama ini sering berbuat salah kepada anak-anak. Maaf itu akan mengurangi luka mereka. Berikan kasih sayang, rasa nyaman. Dengarkan mereka, beri kesempatan mereka untuk bicara, jangan selalu menyalahkan tanpa mau mencari tahu dulu masalahnya.
Di akhir parenting kemarin, saya nggak sanggup nahan tangis. Nyesek banget lihat ada orang tua begitu hebatnya membesarkan anaknya dengan utuh meskipun anak itu spesial, kekurangan, dan tidak sesempurna anak-anak kita. Lalu, kenapa kita tidak bisa sedangkan anak-anak di rumah sempurna tanpa cacat?
Tuesday, November 6, 2018
QZ Premium Skincare, Solusi Kulit Cerah Terawat Tanpa Merkuri
Sebagai seorang perempuan, penting sekali menjaga kesehatan kulit meskipun sehari-hari hanya di rumah. Kulit yang sehat tidak melulu ditentukan oleh skincare yang dipakai. Kulit wajah kusam dan berjerawat juga bisa disebabkan karena stres dan tidur yang kurang. Nah, saya termasuk tipe perempuan yang malas merawat kulit dan hobi banget begadang. Kalau sudah begitu, biasanya wajah jadi beruntusan, beberapa jerawat muncul, dan akhirnya kesal sendiri karena sudah abai sama kesehatan kulit wajah.
Zaman sekarang, memilih skincare yang cocok itu susah-susah gampang. Apalagi banyak banget terjadi kasus di mana skincare yang dipakai orang-orang ternyata mengandung bahan berbahaya seperti merkuri. Tahu nggak merkuri itu apa?
Merkuri merupakan bahan kimia yang sering banget digunakan di dalam pembuatan produk-produk kecantikan karena kemampuannya menghambat pembentukan melanin. Karena sifatnya inilah, orang yang pakai skincare bermerkuri lebih cepat punya kulit putih dan cerah. Tapi, apakah kamu tahu jika merkuri ini juga berbahaya?
Merkuri memiki sifat korosif pada kulit kita. Kalau sering dipakai, kulit pun akan semakin menipis. Belum lagi merkuri begitu mudah diserap oleh kulit sehingga bisa masuk ke dalam aliran darah. Kebanyakan memakai merkuri juga tidak hanya merusak kulit, tetapi juga menyebabkan beberapa gangguan organ lain seperti ginjal, sistem saraf, bahkan pencernaan.
Tapi, merkuri ini sudah banyak banget dipakai untuk produk-produk kecantikan yang beredar di Indonesia. Kira-kira apa saja ciri-ciri produk kecantikan bermerkuri?
1. Pada umumnya, krim yang kamu gunakan cenderung lengket jika memang mengandung merkuri.
2. Krim yang mengandung merkuri umumnya tidak bercampur rata. Selain sedikit kasar, krim itu cenderung memisahkan diri antara minyak dan bagiannya yang padat.
3. Berbau logam merkuri atau sengaja dicampur bau parfum yang menyengat untuk mengelabui.
4. Jika terpapar matahari, kulit menjadi kemerahan.
5. Tidak muncul jerawat bukan karena kamu cocok memakai krimnya, tapi karena lapisan kulit epidermisnya telah rusak.
Ngeri banget, ‘kan? Bahkan yang lebih ngeri lagi bisa menyebabkan kanker dan cacat pada janin. Penting banget dong memilih skicare yang tepat supaya hal menakutkan itu nggak terjadi. Ketika ditawari produk kecantikan dari QZ Premium Skincare, saya langsung tertarik secara produk ini dibuat tanpa menggunakan merkuri. Tidak hanya itu, QZ Premium Skincare juga tidak mengandung bahan berbaya lain seperti hidroquinon, paraben, dan asam retinoat.
QZ Premium Skincare ini merupakan produk lokal dengan harga terjangkau. Selain telah lulus uji BPOM dan bersertifikat halal, skincare ini juga mengandung bahan-bahan yang sangat baik untuk kulit seperti Galactomyses Ferment Filtrate.
Nah, kemarin saya mencoba paket normal to dry skin. Dalam satu paket terdapat beberapa produk:
Klaim, Kandungan dan Kemasan
Produk yang saya gunakan ini bermanfaat untuk memperbaiki tekstur kulit, mencerahkan, memudarkan flek, dan memperbaiki tanda-tanda penuaan. Nah, buat saya yang memasuki usia 28 tahun, sepertinya memang cocok sekali. Secara tanda-tanda penuaan kayaknya mulai singgah dan enggan pergi..he.
Produk ini mengandung bahan-bahan yang insya Allah aman bagi kulit. Selain karena sudah lulus uji BPOM, QZ Premium Skincare ini juga udah punya label halal. Nah, buat saya, produk halal itu penting banget. Saya pun termasuk tipe perempuan yang selalu menomorsatukan soal ini. Jangan sampai kita pakai produk yang tidak halal, terutama bagi yang muslimah.
Produk ini dikemas dengan wadah berukuran sedang hingga mungil. Untuk facial toner dan facial wash dikemas dalam ukuran 100 ml saja. Jadi mudah banget dibawa ke mana-mana tanpa perlu repot. Begitu juga dengan serum dan krimnya. Ukuran segenggaman tangan membuat kita nggak perlu khawatir terutama buat yang suka traveling. Selain itu, satu paket dikemas dalam tas cantik yang benar-benar bikin semakin mudah aja dibawa pergi.
Buat saya yang punya anak kecil, kadang bawaan nggak bisa sedikit. Nah, biasanya saya korbanin untuk nggak membawa barang sendiri karena tas udah sesak banget. Tapi, kalau pakai produk QZ Premium Skincare ini, saya nggak perlu khawatir lagi karena kemasannya yang praktis mudah diselipin di salah satu sisi tas.
Tekstur dan Aroma
Produk-produk dari QZ Premium Skincare ini punya tekstur lembut banget. Untuk krimnya, terasa ringan dan mudah merata di kulit. BB day cream-nya juga nyaman dipakai, lebih enak dipakai menggunakan spons basah. Warnanya juga cocok dengan warna kulit saya.
Kalau aroma, QZ Premium Skincare ini punya aroma yang nggak terlalu kuat, berasa aneh awalnya. Tercium tapi nggak menyengat. Ternyata produk ini dibuat tanpa parfum, lho. Buat yang sensitif sepertinya yang tanpa parfum lebih cocok, ya.
Harga
Soal harga, QZ premium Skincare ini dijual per paket. Tinggal pilih aja apakah kamu termasuk punya kulit normal atau cenderung berminyak dan berjerawat. Setiap paket dijual seharga Rp. 320 ribu. Terjangkau banget karena bakalan dapat 5 produk sekaligus, ‘kan?
Pendapat Saya
Produk-produk QZ Premium Skincare ini memang masih terbilang baru. Tapi, bisa dibilang ia punya kualitas bagus meskipun dijual dengan harga cukup terjangkau. Untuk hasilnya apakah langsung cerah setelah beberapa hari pemakaian? Pastinya QZ tidak mengklaim akan seinstan itu, ya. Dan saya pun belum merasakan kulit yang tiba-tiba langsung cerah karena memang untuk bahan yang aman biasanya nggak bisa instan.
Tapi, ketika dipakai memang terasa nyaman banget di kulit. Nah, untuk perawatan dan hasil yang lebih maksimal, pastinya harus digunakan secara rutin dalam waktu lebih lama. Selain itu, aroma yang nggak menyengat, nggak wangi bikin eneg karena tenap parfum, membuat saya suka sama produk satu ini. Kalau terlalu wangi jadi nggak nyaman aja dipakai. Apalagi dulunya saya mudah sekali berjerawat dan susah pakai produk kecantikan.
Karena termasuk perempuan yang sering banget begadang, saya merasa perlu memakai produk perawatan seperti ini untuk membuat kulit saya tetap sehat. Setelah ini, saya nggak boleh malas-malasan pakai skincare karena hasilnya pun bakal saya nikmati dan rasakan sendiri. Kalau kamu gimana?
Sunday, November 4, 2018
Ini yang Harus Kamu Lakukan Ketika Hak Sebagai Penulis Tidak Dipenuhi
Pernah nggak nulis artikel tapi fee nggak dibayar? Padahal menulis itu meski kelihatan gampang, kenyataannya lebih sering bikin orang mual. Ya, menulis itu butuh banyak persiapan. Harus cari sumber yang benar, harus cari beberapa referensi, harus banyak membaca, harus menulis yang rapi, butuh waktu yang kadang ngorbanin waktu istirahat. Dan cuma penulis yang tahu rasanya ini. Betapa ini tidak mudah.
Kemudian, ketika hak sebagai penulis nggak dikasih, gimana rasanya? Eneg, mual, sebal, kesal, marah. Tapi, biasanya sebagian besar penulis meskipun berada pada posisi seperti ini, tidak bisa banyak melakukan apa-apa kecuali hanya berusaha untuk sabar dan meyakinkan diri sendiri bahwa ini adalah sebagian dari ujian untuk naik kelas. Drama dan lebay banget, nggak, sih? Nggak juga kok. Ini manusiawi banget terjadi. Saya yakin, siapa juga yang nggak kecewa ketika ini terjadi setelah perjuangan yang nggak mudah itu?
Hal semacam ini pasti banget terjadi pada beberapa penulis. Baik itu penulis buku ataupun artikel. Apakah saya pernah mengalami? Apa saya perlu membeberkannya di sini? Hihi. Saya nggak selebay itu kok. Menulis itu memang sudah menjadi passion buat saya. Menulis itu sungguh menyenangkan hati. Belakangan mulai merasakan jika menulis tidak hanya menyenangkan, tetapi juga menghasilkan.
Tapi, sungguh sebal ketika fee kita nggak cair. Karena kadang saya menulis artikel hingga larut, kadang hanya tidur beberapa jam saja ketika harus mengerjakan artikel. Apakah semua demi materi? Ketika ada orang berharap untuk itu pun saya merasa itu bukan kesalahan. Semua orang memiliki kehidupan sendiri-sendiri. Ada yang menjadikan profesi menulis sebagai pemasukan untuk memenuhi biaya hidup. Ada yang menulis hanya untuk menyalurkan hobi. Dan saya? Menyalurkan kegemaran dan ingin menghasilkan dari profesi satu ini.
Lalu bagaimana ketika ada orang yang nggak amanah, yang nggak memenuhi kewajibannya kepada penulis? Kebetulan, kamu ada di posisi sebagai penulis yang nggak dipenuhi haknya. Tarik napas dulu sebelum melanjutkan! hihi.
Kamu Nggak Sendiri
Ya, kamu tidak sendiri dalam hal ini. Saya yakin, hampir semua penulis pernah mengalami lika liku dalam dunia literasi yang cukup menguras air mata, bikin nyesek, bikin marah tapi nggak tahu harus apa, bahkan ada yang sampai difitnah teman sendiri. Yakinlah kamu nggak sendiri karena di sekitar kamu, tanpa kamu tahu juga banyak yang mengalami ini.
Hanya saja, kebanyakan dari penulis lebih suka mendiamkan setelah sebelumnya berusaha meminta haknya. Penulis tugasnya menulis, bukan berdebat. Bukan pula ngeyel soal siapa yang benar dan salah. Kadang percuma juga menagih berkali-kali tapi ujung-ujungnya nggak ada solusi. Apalagi jika sampai berbulan-bulan lewat.
Apakah saya pernah mengalami? Pernah. Bahkan beberapa kali. Fee satu juta lebih nggak cair setelah memenuhi kewajiban. Editor pun nggak bisa membantu. Menyerah karena itu keputusan atasannya. Lalu saya ngapain? Sebal? Banget. Kesal? Iya dong! Manusiawi banget, saya bukan malaikat. Tapi, setelah itu kita pun harus belajar untuk tidak melakukan kesalahan yang sama. Kadang orang yang terbiasa tidak jujur dan nggak amanah dengan omongannya sendiri pasti juga sulit berubah. Apalagi tiba-tiba berubah.
Selain itu, apakah pernah mengalami hal serupa? Pernah. Bahkan untuk platform yang sebelumnya membayar tepat waktu kemudian nggak menepati kewajibannya. Pernah jadi juara tapi nggak dapat hadiahnya? Pernah kok *kenapa jadi bangga banget seperti menyebut prestasi..kwkwk.
Tapi, percayalah, masih ada banyak job buat kamu di tempat lain. Yang lebih nyaman dan nggak bikin nyesek. Hei! Kamu nggak sendiri. Ada banyak orang yang senasib denganmu. Yuk, belajar mengikhlaskan itu. Mungkin itu bukan rezeki kamu. Sebab yang namanya rezeki tentu tidak akan tertukar apalagi nggak sampai.
Belajar Ikhlas dan Sabar
Ini ujian buat kamu. Silakan raut pensil 2B, ya! Hehe. Untuk naik kelas, kamu harus melewati ujian. Dan inilah salah satu bagian dari ujian yang kamu hadapi sekarang. Setelah nulis sampai larut dan mual-mual, tiba-tiba nggak dibayar. Wow! Tega sekali.
Mungkin kamu mulai berpikir bahwa orang itu nggak punya hati. Apalagi nggak satu dua penulis yang dibohongi. Tapi, percayalah, semua itu akan ada balasannya masing-masing. Yang sekarang kamu simpan dalam hati, yang bikin kamu nyesek dan sakit hati itu akan terbuka tanpa perlu kamu koar-koar ke sana kemari. Allah itu nggak tidur. Yang bohong akan ketahuan belangnya.
Ikhlasin, sabarin. Ini ujian buat kamu karena kamu bakal naik kelas! Saya yakin, ada rezeki lain yang lebih berkah, lebih besar daripada yang hilang dan akan menggantikan kecewa dan sedihmu itu. Kuy, sabar!
Pengalaman Seperti Itu Akan Menguatkan Kamu
Setelah jatuh bangun, jungkir balik, dikerjain orang lain, dikatain, diremehkan dan semua yang bikin nyesek, insya Allah kamu akan berubah jadi pribadi yang lebih kuat. Masalah itu ada buat menguatkan kamu, lho. Bukan sebaliknya.
Seperti tubuh bayi, ketika terkena infeksi virus, dia akan membentuk antibodi yang kemudian membuat dia lebih kuat sehingga bisa melawan infeksi ketika usianya lebih besar dan imunnya lebih kuat. Maka seperti itu pula pengalaman menyedihkan yang harus kamu lewati. Ya, karena di depan kamu akan ada jurang yang lebih dalam, tanjakan yang lebih tinggi. Jika sejak awal kamu belajar dari masalah, ke depannya kamu akan lebih kuat menghadapi yang lebih besar daripada sebelumnya.
Pelajaran Untuk Tidak Melakukan Hal Serupa
Kamu tahu apa ujian orang yang udah di atas dan jago? Pertama, sombong. Kedua dia bisa jadi meremehkan orang yang kemampuannya di bawah dia. Ketiga, dia nggak menghargai orang lain. Keempat, bisa jadi dia bermain-main sama juniornya karena menganggap orang lain bukan apa-apa. Kelima? Nggak amanah karena merasa bisa melakukan apa pun kepada orang lain tanpa merasa orang benar-benar dirugikan karena ulahnya.
Semua itu jadi pelajaran berharga buat kamu. Jangan sampai ketika kamu ada di posisi itu kemudian melakukan hal serupa. Kamu boleh tinggi setinggi-tingginya, tapi jangan lupa berpijak. Nggak susah buat Allah mengubah posisi orang yang sekarang di atas kemudian jadi di bawah banget. Nggak susah. Jadi, cobalah profesional ketika bekerja. Dan itu juga perlu kamu lakukan ketika sudah ada di atas. Ingat, profesional!
Allah Nggak Tidur
Orang yang ‘merasa’ benar biasanya menganggap dirinya paling benar, sedangkan orang yang benar nggak pernah berpikir dirinya paling benar. Orang benar nggak perlu banyak membuktikan dan bicara pada banyak orang untuk membuktikan dirinya benar, sebab sejatinya dia paham, kebenaran punya cara sendiri untuk bicara.
Allah itu nggak tidur. Karena itu, jangan sedih karena hak kamu belum dipenuhi. Sebab Allah pasti akan membayarkannya tunai di dunia dan akhirat. Gusti Allah mboten sare. Yakinlah, Allah tahu dan mendengar doa hamba-Nya yang didzalimi.
Gimana, masih nyesek? Hehe. Sebenarnya ketika mengalami ini saya pun susah buat ikhlas dan sabar. Rasanya pengen bicara panjang lebar di media sosial. Tapi, ketika dipikir lagi, ngapain juga. Berarti itu bukan rezeki saya. Ketika kamu belajar untuk ikhlas, insya Allah, Allah ganti dengan yang lebih baik. Yuk, tetap semangat menulis dan menebarkan kebaikan. Jerih payahmu nggak akan sia-sia. Suatu saat akan berbuah manis, Yakinlah!
Friday, November 2, 2018
1000 Hari Pertama Ananda dan Nutrisi Terbaik untuk Mencegah Stunting
Hampir semua orang tua menganggap bahwa anak gemuk adalah tanda bahwa mereka sehat. Padahal, tidak cukup dengan melihat berat badannya saja. Pertumbuhan tinggi badan mereka pun cukup penting untuk dipantau.
Anak-anak yang memiliki tubuh pendek, terutama jika berat badan sulit naik, bahkan cenderung turun bisa menjadi salah satu tanda bahwa mereka terkena gangguan pertumbuhan stunting. Indonesia termasuk negara dengan jumlah penderita stunting yang cukup tinggi. Menurut data dari WHO, penderita stunting di negeri ini mencapai 7,8 juta dari 23 juta balita. Angka yang tidak bisa diremehkan lagi.
Apa, sih Stunting Itu?
Stunting merupakan kondisi di mana seorang anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga dia memiliki tubuh lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya. Kondisi ini tidak banyak disadari oleh orang tua karena tidak dianggap sebagai masalah gangguan kesehatan. Padahal, tubuh pendek bisa jadi indikasi adanya masalah pertumbuhan yang disebut stunting.
Stunting biasanya disebabkan karena kurangnya asupan gizi sejak anak ada di dalam kandungan hingga dia berusia kurang dari dua tahun. Penderita stunting yang masih berusia di bawah dua tahun harus segera ditangani karena kondisi ini pasalnya tidak bisa dikembalikan jika telah terjadi atau sulit kembali normal. Anak yang sudah terkena stunting akan tetap mengalami pertumbuhan yang lambat hingga dia dewasa. Tidak hanya itu, anak yang terkena stunting juga memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit kronis dan penyakit infeksi lainnya.
Karena itu, sangat penting mengoptimalkan pemberian nutrisi terbaik pada 1000 hari pertama buah hati, yakni dimulai sejak fase kehamilan hingga anak berusia 2 tahun.
Penuhi Kebutuhan Gizi pada #1000HariTerbaik Buah Hati dengan ASI
Pemberian ASI eksklusif hingga bayi berusia enam bulan merupakan salah satu cara tepat untuk memenuhi kebutuhan gizi anak. ASI adalah anugerah Tuhan yang begitu menakjubkan. Selain mudah dicerna dan diserap oleh tubuh bayi yang sedang berkembang, ASI juga mampu memenuhi kebutuhan nutrisi tumbuh kembang bayi.
Proses pemberian ASI memang tidak selalu mudah. Tapi, dengan pengetahuan yang cukup, seorang ibu tentu akan lebih gigih berjuang untuk memberikan ASI kepada anaknya bahkan hingga usianya mencapai dua tahun.
Sejak sebelum melahirkan, calon orang tua harus mencari rumah sakit dan dokter yang pro ASI. Hal ini menjadi sangat penting karena akan berpengaruh pada proses inisiasi menyusui dini atau IMD yang biasanya dilakukan sesaat setelah bayi dilahirkan.
Selain itu, dukungan penuh dari keluarga tercinta menjadi salah satu faktor penting yang tidak bisa diabaikan. Kondisi mental ibu baru melahirkan harus sepenuhnya dibantu dan didukung supaya tidak stres sehingga berpengaruh pada proses menyusuinya nanti.
Kecukupan ASI Bagi Tumbuh Kembang Buah Hati
Kecukupan ASI bagi tumbuh kembang buah hati tidak bisa dilihat dari jumlah ASI perah yang dihasilkan setiap hari. ASI dikatakan cukup jika frekuensi buang air kecil lebih dari 6 kali per hari. Selain itu, ASI dikatakan cukup jika berat badan bayi mengalami kenaikan yang sesuai dengan usianya, bisa tidur dengan nyenyak, bayi pun aktif dan sehat.
Prinsip ASI adalah supply by demand. Semakin sering disusui, maka semakin banyak juga produksinya. Sejak bayi baru lahir, jangan lewatkan IMD dan teruslah belajar menyusui bayi meski ASI belum keluar pada hari pertama melahirkan.
Jumlah ASI akan bertambah seiring pertumbuhan bayi. Saat baru lahir, lambung bayi hanya sebesar kelereng, sehingga pemberian ASI sedikit saja sudah bisa memenuhi kebutuhan mereka. Seiring waktu, jumlah ASI pun akan semakin meningkat mengikuti kebutuhan bayi.
Pemberian MPASI yang Tepat pada #1000HariPertamaAnanda
MPASI biasanya diberikan saat bayi berusia enam bulan. MPASI adalah makanan pendamping ASI, bukan makanan pengganti ASI. Kenapa harus menunggu hingga enam bulan? Sebab saat usia enam bulan, organ penting pada bayi seperti ginjal, syaraf, dan motorik bayi sudah siap.
MPASI harus diberikan pada usia yang tepat. Pemberian MPASI terlalu dini dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan, malnutrisi, obesitas, hingga alergi makanan. Begitu juga sebaliknya, pemberian MPASI terlalu lambat juga tidak baik bagi tumbuh kembang buah hati. MPASI yang diberikan terlalu lambat bisa menyebabkan kekurangan energi hingga gangguan tumbuh kembang.
MPASI Bayi 6 Bulan
1. MPASI sebaiknya diberikan menggunakan sendok, bukan dengan botol meskipun itu tampak lebih mudah.
2. Berikan MPASI secara bertahap. Dimulai dari memberikan satu sendok makan bubur beras yang dicampur dengan ASI hingga jumlahnya mencapai empat sendok makan pada usia enam bulan.
3. Tingkatkan tekstur bubur dari encer hingga lebih kental.
MPASI Bayi 7 Bulan
1. Tingkatkan jumlah MPASI dari empat sendok makan menjadi 6-8 sendok makan dibagi dua kali per hari.
2. Selain bubur beras, MPASI usia 7 bulan juga bisa lebih beragam seperti dengan memberikan kentang, jagung, ataupun ubi.
3. Mulailah mengenalkan sayuran dan buah saat usianya mencapai 7 bulan. Kenalkan sayur terlebih dulu. Berikan 1-4 sendok makan sayur atau buah yang dihaluskan per hari.
4. Kenalkan hanya satu jenis makanan dalam waktu 3-5 hari. Selain untuk memberikan kesempatan bagi anak mengenali rasa, cara semacam ini juga bisa dilakukan untuk mengetahui jika bayi memiliki alergi pada jenis makanan tertentu.
5. Hindari pemberian gula dan garam hingga bayi mencapai usia satu tahun
MPASI Bayi 8-9 Bulan
1. Jangan lupa tingkatkan tekstur makanannya menjadi lebih kental atau lebih kasar daripada sebelumnya.
2. Berikan delapan sendok makan pokok dengan tiga kali pemberian per hari.
3. Tambahkan variasi sayuran dan buah sebanyak empat sendok makan per hari. Bayi akan menyukai dengan mudah meskipun tanpa gula garam karena sebelumnya dia hanya mengenal ASI.
4. Mulailah memberikan daging, ayam, atau ikan. Ikan air tawar lebih diutamakan terutama jika ada riwayat alergi dari orang tua. Tunda pemberian seafood hingga bayi burusia satu tahun.
MPASI Bayi 9-12 Bulan
1. Cobalah berikan makanan dengan tekstur lebih kasar daripada sebelumnya.
2. Berikan sayur dan buah sebanyak 3-6 sendok makan per hari. Jumlah ini bisa ditambah secara bertahap.
3. Jumlah makanan pokok sudah bisa diberikan dengan jumlah 8-12 sendok makan per hari.
4. Berikan daging ayam atau ikan dengan jumlah 3-4 sendok makan per hari.
5. Mulailah mengenalkan telur dan produk olahan susu.
6. Finger food sudah bisa dikenalkan saat bayi berusia 9 bulan.
7. Saat usia bayi mencapai 12 bulan ke atas, dia sudah bisa makan makanan keluarga.
Jadi, pemberian ASI dan MPASI yang tepat pada 1000 hari pertama ini terbukti dapat mencegah stunting yang ternyata risikonya sangat merugikan anak. Yuk, sama-sama belajar dan bantu mengedukasi orang lain untuk mencegah stunting pada buah hati tercinta.
Sumber referensi:
1. Hellosehat.com
2. Buku Q&A Smart Parents for Healthy Children
Sumber referensi:
1. Hellosehat.com
2. Buku Q&A Smart Parents for Healthy Children
Wednesday, October 31, 2018
Kejang Demam pada Anak, Penyebab dan Cara Mengatasinya
![]() |
| Photo by Kelli Sikkema on Unsplash |
Pagi-pagi kemarin, tiba-tiba terdengar suara kencang dari tetangga sebelah. Sayup-sayup terdengar oleh telinga seperti sedang membangunkan seseorang. Yang terbayang saat itu apakah ada yang kecelakaan dan pingsan? Hampir meninggal, atau malah apa?
Suami bergegas keluar dan mencari tahu. Ternyata cucu tetangga sebelah sedang kejang demam. Neneknya pernah cerita juga kalau cucunya beberapa kali kejang demam. Saya kemudian ingat bagaimana saya menangani si sulung yang sering banget kejang demam dari usia dua tahun sampai enam tahun. Lama banget, ya? Betul, lama sekali. Tapi, saat usia empat sampai lima tahun dia tidak mengalami kejang hingga enam tahun usianya, kejang demam pun kembali terjadi di usia yang menurut saya sudah besar.
Kaget? Panik? Gimana menanganinya? Mengingat saya tidak tinggal bersama orang tua dan suami saya juga ngantornya di luar Jakarta? Meskipun sering sekali saya mengalami dan menghadapi ini sendirian, bahkan terakhir hanya bersama si bungsu yang nggak ngerti apa-apa, tetapi Alhamdulillah saya tidak pernah sampai sepanik apa.
Qadarallah, saya sangat bersyukur karena bisa mengenal milis sehat. Karena dari sana saya belajar mengatasi semua dengan lebih bijak. Panik boleh, tapi saya tahu apa yang harus saya lakukan, ke dokterkah? Ngasih obatkah? Ditungguin sampai berapa lama? Apa yang berbahaya dan perlu diwaspadai? Dan semua itu saya pelajari pelan-pelan saat bergabung dengan milis kesehatan ini.
Lalu Apa, sih Kejang Demam Itu?
Kejang demam adalah kejang yang timbul akibat demam yang terjadi pada bayi atau anak kecil yang tentu saja tidak disebabkan oleh adanya kelainan pada otak. Sebagian besar kejang demam terjadi saat anak demam dengan suhu di atas 38,3’C. Biasanya kejang demam juga terjadi pada hari pertama anak demam.
Kejang demam ini tidak terjadi pada banyak anak. Hanya satu dari 25-40 anak demam saja yang mengalami kejang demam. Salah satunya adalah putra saya. Kenapa sampai putra saya bisa memiliki risiko besar mengalami kejang demam? Alasannya karena ada riwayat kejang demam dari keluarga terdekat dan itu adalah saya sendiri.
Apakah Kejang Demam Berbahaya?
Sampai saat ini tidak ada bukti yang menyatakan bahwa kejang demam dapat merusak otak. Kejang demam juga tidak memengaruhi inteligensia dan tidak juga dapat meningkatkan risiko epilepsi. Jadi, jika sudah dipastikan itu adalah kejang demam, nggak perlu lagi merasa khawatir karena itu tidak akan memengaruhi kecerdasan seorang anak.
Kejang demam adalah kondisi kegawatdaruratan. Jika memiliki anak dengan riwayat kejang demam, sebaiknya selalu sedia obat kejang seperti diazepam rektal atau stesolid rektal. Obat ini memang tidak bisa sembarangan dibeli di apotek. Harus ada resep dokter dan biasanya disesuaikan dengan berat badan masing-masing anak.
Ingat, obat ini tidak bisa mencegah seorang anak dari kejang demam. Obat ini hanya dipakai saat anak kejang. Sepanik apa pun, jangan sampai salah memberikan obat. Stesolid termasuk obat keras, karena itu tidak sembarangan bisa dibeli. Setelah anak diberi stesolid rektal, biasanya mereka terlihat lemas, tertidur, dan beberapa saat atau tak lama akan sadar lagi. Biasanya saya segera memberikan dia minum sedikit demi sedikit untuk mencegah dehidrasi.
Berapa Dosis Obat Kejang Demam?
Karena termasuk obat keras, harus benar-benar dipastikan dosisnya sudah sesuai petunjuk. Obat Diazepam dengan nama dagang Stesolid ini biasanya dimasukkan lewat anus. Bentuknya memanjang berisi cairan bening dan harus disimpan di lemari pendingin.
Dosis yang semestinya adalah 0,3-0,5 mg/kg/kali. Obat ini hanya tersedia dalam dua jenis, yakni 5 mg dan 10 mg. Jika berat badan anak di bawah 10 kg, bisa pakai sediaan 5 mg. Jika berat badan anak di atas 10 kg, bisa gunakan sediaan 10 mg. Tapi, jika berat badan antara 10-12 kg, akan jauh lebih aman memakai sediaan 5 mg saja.
Jika dalam 4 jam kejang demam kembali terjadi, boleh saja diberikan obat kejang. Sebab obat ini tidak akan lama di dalam tubuh. Dia akan mudah dan segera dibuang dari dalam tubuh anak. Tapi, yang penting adalah atasi penyebab kejangnya. Jangan sampai justru hanya fokus pada kejang demam sehingga mengabaikan penyebab kejang demam yang seharusnya segera diatasi.
Untuk pemberian Diazepam berulang, harus benar-benar diawasi tanda-tanda vitalnya seperti napasnya apakah masih normal atau tidak. Jika kejang demam berulang dalam satu episode demam, perhatikan apakah kejangnya berlangsung lebih dari 15 menit, apakah mengalami kejang fokal (hanya sebagian sisi saja yang kejang). Jika demikian, jangan menunda untuk membawanya ke dokter.
Apakah Kejang Demam Butuh Antibiotik?
Sekali lagi kejang demam itu nggak berbahaya, scarry but harm less. Jadi, apakah butuh antibiotik? Antibiotik itu diperuntukkan untuk infeksi bakteri yang sudah terbukti atau bisa dibuktikan. Tidak hanya sekadar diagnosis saja, lho.
Saat anak kejang demam, cukup berikan Diazepam saja. Sedangkan untuk mengatasi demamnya cukup berikan penurun demam seperti Paracetamol. Jika kejang demam sudah berlalu, tidak ada yang bisa dilakukan orang tua. Mencegahnya pun tidak mungkin.
Saat anak kejang demam, perhatikan penyebab kenapa dia demam. Jika demamnya hanya disebabkan oleh virus seperti common cold, maka tidak butuh antibiotik untuk menyembuhkannya. Virus tidak mempan dengan antibiotik. Penyakit yang disebabkan oleh virus akan sembuh dengan sendirinya.
Meskipun panik dan trauma dengan anak yang mengalami kejang demam, tapi tidak dibenarkan juga memberikan mereka obat-obatan yang sebenarnya tidak diperlukan seperti antibiotik atau diazepam yang kadang diresepkan saat anak mengalami demam tinggi. Padahal sekali lagi itu tidak berguna mencegah dan apa pun alasannya.
Apa yang Harus Dilakukan Saat Anak Mengalami Kejang Demam?
Saat anak mengalami kejang demam, jangan biarkan dia dalam posisi telentang karena berisiko tersedak. Baringkan anak yang kejang di tempat datar dan dengan posisi menyamping. Jangan memasukkan apa pun ke mulutnya seperti yang sering dilakukan oleh orang tua zaman dulu seperti memasukkan sendok ke dalam mulut. Sebab itu bisa menyebabkan jalan napas tersumbat. Ketika anak kejang demam, jangan memegangi mereka terlalu kuat karena bisa menyebabkan patah tulang atau fraktur.
Penyebab Anak Memiliki Risiko Kejang Demam Berulang
Sekali saja terjadi rasanya seperti kehilangan napas. Bagaimana kalau kejang demam berulang? Duh, nyesek banget tapi bagaimanapun harus diingat bahwa jika memang benar-benar terjadi karena demamnya, kejang ini tidak akan membahayakan. Lalu, apa saja yang bisa menyebabkan anak berisiko mengalami kejang demam berulang?
1. Jika kejang terjadi pada usia di bawah 12 bulan. Bahkan putra sulung saya yang kejang saat usia dua tahun pun mengalami kejang demam berulang.
2. Ada riwayat kejang demam dari keluarga dekat. Jika ayah atau ibunya pernah mengalami kejang demam saat masih kecil, risiko itu bisa terjadi juga pada sang anak.
3. Kejang terjadi pada suhu tidak terlalu tinggi. Ya, kadang demam tinggi pun tidak selalu terjadi kejang demam, lho. Ini pun saya alami.
4. Kejang demam terjadi sesaat setelah anak demam.
Apakah Anak yang Kejang Demam Harus Rawat Inap?
Anak yang mengalami kejang demam memang bikin panik. Apalagi jika itu terjadi pertama kali. Belum ada persiapan, apalagi jika sebelumnya tidak pernah mempelajari soal ini. Tapi, apakah semua anak yang mengalami kejang demam harus rawat inap?
Dan ini terjadi ketika si sulung pertama kali kejang pada usia dua tahun. Malam hari dia kejang demam, esoknya berulang. Saya segera membawanya ke UGD karena seperti itulah yang seharusnya.
Sampai di UGD dia dalam keadaan sadar, tapi saya mau memastikan dia baik-baik saja. Ada di UGD dia minum, menangis, dan sadar saat diperiksa dokter. Dokter jaga memaksa rawat inap dan harus infus. Infus? Tapi anak saya tidak dehidrasi? Kalau hanya mau observasi, cukup rawat inap saja, ‘kan?
Karena sudah membaca beberapa kondisi serupa di buku yang ditulis oleh dr. Wati, jadi saya pun tahu apa yang harus dilakukan saat itu. Observasi itu sebenarnya dilakukan untuk mengetahui penyakit penyebab demam sang anak. Nah, saat itu anak saya memang batuk dan pilek sehingga tidak memerlukan penanganan khusus. Lalu kenapa harus ke UGD? Selain untuk memastikan anak saya baik-baik saja, saya juga butuh resep Diazepam yang tidak bisa dibeli bebas tanpa resep dokter. Karena setelah terjadi kejang demam, saya pun harus berhati-hati sebab bisa jadi kejang demam itu berulang. Dan benar saja, dalam setahun, putra saya kadang mengalami 3-4 kali kejang demam. Ngeri? Banget.
Setiap dia demam, rasanya hidup nggak tenang banget. Mau minta temenin siapa kalau sudah begitu? Ya, harus sayalah yang bisa mengatasi dan menjaganya sendiri. Biasanya suami datang dari bekerja saat anak saya sudah sadar dan tidak kejang lagi. Jadi, kebanyakan dari kejangnya dilewati hanya bersama saya.
Kapan Anak Harus Rawat Inap Ketika Terjadi Kejang Demam?
Menurut dr. Wati yang membangun milis sehat, anak harus dirawat jika terjadi tanda gawat darurat seperti kejang terjadi cukup lama, setelah kejang anak tidak sadarkan diri, kejang berulang dalam waktu cukup singkat, kejang fokal atau sebagian, atau penyebab demamnya menyebabkan anak harus dirawat.
Jika mau rawat inap, harus benar-benar dipastikan dan jelas diagnosis dan indikasinya. Karena rawat inap tanpa alasan jelas justru lebih banyak risikonya bagi anak-anak. Misalnya saja terkena bakteri yang lebih berbahaya selama di rumah sakit, biaya, waktu yang nggak sebentar, dan trauma pada anak. Karena itu, penting banget sebagai orang tua memerhatikan dan mempelajari dunia kesehatan walaupun tidak berprofesi sebagai dokter.
Kejang demam memang menakutkan dan bikin trauma, hal ini tidak bisa dipungkiri ataupun dihilangkan dengan mudah dari benak orang tua. Tapi, setidaknya saat itu terjadi, orang tua sudah lebih siap, tahu apa yang harus dilakukan, tahu kapan ke dokter, dan tahu tanda gawat darurat. Semua itu bisa dipelajari. Yuk, jadi orang tua yang cerdas serta bijak dalam menggunakan obat. Jangan sampai anak jadi korban kepanikan orang tuanya sendiri.
Salam hangat,
Thursday, October 25, 2018
Review Novel Pulang, Ini Tentang Memeluk Erat Kenangan dan Berdamai dengan Hati
![]() |
“Kau boleh melupakan Mamak, kau boleh melupakan seluruh kampung ini. Melupakan seluruh didikan yang Mamak berikan. Melupakan agama yang Mamak ajarkan diam-diam jika bapak kau tidak ada di rumah….” Mamak diam sejenak, menyeka hidung, Mamak tahu kau akan jadi apa di kota sana…. Mamak tahu ….. Tapi, tapi apa pun yang akan kau lakukan di sana, berjanjilah Bujang, kau tidak akan makan daging babi atau daging anjing. Kau akan menjaga perutmu dari makanan haram dan kotor. Kau juga tidak akan menyentuh tuak dan segala minuman haram.” (Hal 24)
Sebuah kisah tentang perjalanan pulang, melalui pertarungan demi pertarungan, kesedihan demi kesedihan, untuk memeluk erat semua kebencian dan rasa sakit. Pulang – Novel ‘Pulang’ Tere Liye
***
Novel ‘Pulang’ karya Tere Liye ini berkisah tentang Bujang, remaja berusia lima belas tahun, putra dari Samad, si tukang jagal yang menikah dengan Midah. Samad diceritakan tidak pernah hangat pada putranya, bahkan setiap kali Midah mengajari Bujang tentang agama, belajar shalat, dan mengumandangkan adzan, Samad bisa marah besar, memukul Bujang sebanyak Midah mengajarinya tentang agama kemudian menghukumnya bermalam di luar rumah. Meski tempias hujan mengenai tubuh putranya dan membuatnya menggigil, tak sedikit pun Samad ingin membuka pintu rumahnya dan menyuruh Bujang masuk.
Hingga usianya memasuki lima belas tahun, Bujang tidak pernah menyentuh bangku sekolah. Tidak hanya itu, Midah yang disebut Mamak begitu mencemaskan Bujang sehingga tak pernah mengizinkannya pergi ke rimba. Tapi, takdir berkata lain, saat usianya masih lima belas tahun, Tauke Besar, saudara angkat Samad datang mengunjunginya. Dengan alasan berburu, Tauke pun mengunjungi keluarga Samad dan mengenal Bujang untuk pertama kali.
Bujang yang tak pernah diizinkan menyentuh rimba oleh Mamaknya justru akhirnya pergi menemani Tauke Besar untuk berburu babi. Mamak dengan cemas berpesan agar dia tidak melakukan apa pun selama di hutan. Mamak bilang Bujang hanya boleh menonton, tidak boleh melakukan hal bodoh. Bujang yang tak mengerti pun mengiyakan. Tapi, berbeda dengan rencana Mamak, malam itu, saat gerimis membungkus langit, ketika beberapa kawanan babi dilumpuhkan dan beberapa anak buah Tauke terluka parah, justru muncul pimpinan kawanan babi hutan yang begitu murka.
Di saat genting seperti itu, ketika Tauke Besar tersungkur dan begitu mudahnya dijatuhkan oleh babi hutan raksasa, di saat itu pula Bujang melanggar janjinya kepada Mamak. Dia menggenggam tombak pemberian Bapaknya kuat-kuat, kemudian mengalahkan babi raksasa itu dan menyelamatkan semua orang. Maka sejak saat itulah, rasa takut dari diri Bujang telah diangkat, bahkan sejengkal pun ia tak pernah merasa ketakutan terhadap apa pun.
“Jika manusia memiliki lima emosi, yaitu bahagia, sedih, takut, jijik, dan kemarahan, aku hanya memiliki empat emosi. Aku tidak punya rasa takut.” (Hal 1)
Sejak pertemuan itu pula, Bujang dibawa Tauke Besar dan tinggal bersamanya. Jangan tanya bagaimana perasaan Mamak saat itu, ia bahkan tak terlihat mengantarkan Bujang karena sibuk berkutat dengan rasa sedihnya, mengutarakan semua perasaannya di kamarnya, tepat di atas sajadah dengan air mata meleleh sempurna.
Dan kehidupan Bujang yang sebenarnya pun baru dimulai. Ia pun akhirnya bergabung dengan keluarga Tong yang merupakan organisasi pasar gelap atau Shadow Economy. Bujang yang di dalam darahnya mengalir darah tukang jagal sejak awal diperlihatkan begitu antusias dengan kehidupan barunya. Perkelahian dan segala macam hal yang berghubungan dengan kekerasan begitu memantik semangatnya.
Sayangnya, Tauke Besar tidak sedang ingin menjadikannya tukang pukul seperti Samad, Bapaknya. Tauke justru ingin Bujang_yang begitu genius meski tak pernah mengenyam pendidikan_sekolah, menyelesaikan pendidikan setinggi-tingginya. Sesuatu yang tidak pernah dilakukan oleh keluarga Tong sebelumnya. Tauke Muda ingin masa depan keluarga Tong lebih baik, tidak melulu tentang perkelahian dan kekerasan. Mereka haruslah berubah demi memenangkan persaingan yang semakin keras.
Tapi, ternyata tak mudah membujuk Bujang untuk belajar. Bahkan ia sempat membuat Tauke marah besar karena menolak sekolah. Tapi, sejak awal Tauke diceritakan berbeda ketika berhadapan dengan Bujang, ia tak pernah sampai hati menghajar Bujang meskipun ia sering membuat Tauke kesal bukan main.
Kemudian apa solusinya? Adalah Kopong yang dulu pernah berhutang budi kepada Samad, meminta Tauke mengizinkannya mengajarkan Bujang berlatih menjadi tukang pukul saat malam hari, dan paginya Bujang bisa belajar. Pilihan itu pun disambut baik oleh Bujang, ia tak lagi keberatan membaca buku setumpuk, sebab ia begitu antusias untuk berlatih bersama Kopong.
Bujang, si Babi Hutan, remaja yang kemudian tumbuh luar biasa. Tangguh, kuat, tak punya rasa takut, dan yang pasti dia genius bukan main. Hanya dia yang berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi hingga ke luar negeri dalam waktu cukup singkat, membuat Tauke begitu bangga padanya. Bukan hanya itu, Bujang juga menjadi tukang pukul yang begitu disegani dan ditakuti oleh semua orang. Dia berlatih dari guru-guru terbaik yang didatangkan oleh Tauke Besar atas usul Kopong.
Tapi, ketika keberhasilan demi keberhasilan diraih oleh Bujang, satu per satu berita duka menggulung hari bahagianya. Sekejap semua kebahagiaan itu berubah menjadi menyedihkan. Pertama, ketika Mamak meninggal dunia, ia bahkan merasa sangat buruk sampai-sampai dia merobek undangan dari Universitas ternama di luar negeri tepat di hadapan Tauke Besar. Tapi, Tauke cukup sabar sehingga Bujang tak kena pukulannya. Kedua, ketika Samad, Bapak Bujang meninggal. Saat itu tak kalah menyedihkan, apalagi ketika menerima surat dari Samad yang meminta maaf, merasa terlalu egois sehingga sulit sekali mengatakan rindu pada putranya.
Tapi, puncak dari semua kejadian menyakitkan itu adalah ketika Tauke meninggal dunia. Sebelumnya, Tauke yang sudah berusia lanjut memang sakit-sakitan, tapi dia meninggal bukan hanya karena itu, tapi karena adanya pengkhianatan anak buahnya sendiri, yang sudah sangat ia percaya layaknya Bujang.
Tauke berhasil diselamatkan oleh Bujang yang rela mengorbankan nyawanya sekalipun demi melindungi ayah angkatnya itu. Bujang yang tak rela meninggalkan Tauke di lorong darurat meski kaki dan seluruh tubuhnya terluka parah. Maka ia menggendong Tauke Besar menuju tangga darurat yang sebelumnya telah dibuat oleh Kopong yang ternyata berujung di rumah kawan lama Tauke. Sayang, Tauke terlalu kepayahan malam itu, hingga ketika Bujang tak sadarkan diri, Tauke pun meninggal.
“Aku menunduk, menggigit bibir. Kesedihan ini terasa sangat menyakitkan. Inilah hal yang paling kutakutkan dalam hidupku. Sejak aku menyelamatkan Tauke dari serangan babi raksasa di lereng rimba Sumatra, aku tidak lagi memiliki rasa takut kecuali atas tiga hal, kematian orang terdekatku. Ada tiga lapis benteng rasa takutku. Satu lapis terkelupas saat Mamak pergi. Satu lapis lagi terlepas saat Bapak pergi. Malam ini_entah ini malam atau siang di luar sana, lapisan terakhirnya telah rontok, ketika Tauke Besar akhirnya mati. Itulah kenapa aku tidak mau membicarakan soal kematian Tauke. Aku tahu persis, itulah benteng terakhir ketakutan yang kumiliki.Aku menangis tersedu tanpa air mata, tanpa suara. Tauke, hiduplah! Aku menggerakkan tubuh Tauke. Aku memohon. Jika Tauke juga pergi, maka ke mana lagi aku harus pulang?” (Hal 319)
Dan sejak itulah Bujang merasa ketakutan yang sempat hilang dalam dirinya kembali. Bagaimana Bujang menyelesaikan masalah yang begitu pelik dalam dirinya sedangkan di luar sana, ia pun harus segera merebut kekuasaan yang sempat diambil alih oleh rekannya yang kemudian bekhianat. Bagaiman Bujang bisa berdamai dengan semua kenangan pahit itu?
****
Tere Liye begitu lihai menuangkan kisah Bujang di dalam novel ‘Pulang’, membuat saya merinding, menangis, dan ketakutan. Novel ini memang sedikit berbeda, banyak sekali adegan perkelahian yang begitu menakutkan. Sampai-sampai saya meringkuk, sedikit bersembunyi dan tidak berani membacanya lebih detail, terlalu jelas bayangannya, termasuk ketika Bujang harus berhadapan dengan Basyir dan menyelamatkan Tauke Besar.
Ada saat-saat di mana jantung saya bedetak begitu cepat, rasanya saya sedang melihat adegan nyata, sampai tangan dan kaki dingin. Mungkin terlalu lebay, tapi ini memang terjadi ketika membaca Novel ‘Pulang’. Benar-benar bikin ngeri.
Pengkhianatan dan memeluk erat kenangan serta kepedihan yang diceritakan dalam Novel ‘Pulang’ mengingatkan saya akan kisah Sri Ningsih dalam Novel Tere liye lainnya, ‘Tentang Kamu’. Di sana juga ada balas dendam dan pengkhianatan, serta bagaimana Sri Ningsih memeluk erat pahit getir hidupnya. Kebanyakan tokoh utama dalam novel-novel Tere Liye selalu digambarkan genius, gagah, keren banget, sehingga tak sulit menyukai tokoh itu. Termasuk di sini Bujang.
Novel ‘Pulang’ ini benar-benar bernyawa. Saya bisa melihat darah yang terkena tempias hujan di kamar Tauke Besar, saya bisa melihat Tauke besar yang berbaring di ranjang sambil membantu Bujang dan Joni. Saya bisa melihat betapa sedihnya Bujang ketika tahu Tauke meninggal. Dan saat membaca bagian ini, saya menangis, benar-benar menangis. Selama ini, dikisahkan Tauke benar-benar perhatian dan sayang dengan Bujang. Begitu juga Bujang yang menghormati Tauke Besar dengan senang hati.
Setiap bab dihubungkan begitu apik, sampai-sampai nggak sadar buku setebal 400 halaman itu pun tandas dini hari ketika semua sedang terlelap, sedangkan saya, sibuk menata perasaan setelah semua yang terjadi pada Bujang. Tere Liye banget yang bisa bikin pembaca sampai seperti ini. Duh, masih pengen nangis.
Novel ini, tak berbeda dengan novel-novel Tere Liye lainnya, begitu sarat makna, pasti ada pesan moralnya, ada kalimat yang bisa membuat pembaca merenung. Dari beberapa novel Tere Liye yang pernah saya baca, hampir semuanya memang membuat saya menangis. Tapi, hanya buku satu ini saja yang berhasil membuat saya meringkuk ketakutan, deg-degan bukan main.
Buku ini layak banget kamu baca. Keren dan menginspirasi. Saya termasuk penggemar beratnya Tere Liye. Dan selalu suka buku-bukunya. Termasuk Novel ‘Pulang’ satu ini. Setelah ini, masih ada sekuelnya yang berjudul ‘Pergi’. Bersiap dengan kisah Bujang selanjutnya!
“Ketahuilah, Nak, hidup ini tidak pernah tentang mengalahkan siapa pun. Hidup ini hanya tentang kedamaian di hatimu. Saat kau mampu berdamai, maka saat itulah kau telah mampu memenangkan seluruh pertempuran….” (Hal 340)
Subscribe to:
Posts (Atom)
Hey there!
Part of







