Saturday, August 11, 2018
Tips Traveling Bersama Si Kecil, Dibikin Asyik Aja!
Gimana ceritanya traveling ke destinasi yang cukup jauh, enggak pernah disinggahi pula, dan yang pasti bawa dua anak cowok yang kadang mood-nya aja berganti-ganti tiap menit, berebut hal sepele setiap detik, dan owh itu bikin kepala migrain…hihi.
Saya termasuk ibu yang suka panik. Ya, kadang suka dibikin ribet sendiri. Padahal sebenarnya masalah itu tergantung seperti apa kita menanggapinya. Kalau dibawa santai, insya Allah semua akan berjalan dengan mudah kok. Tapi, buat menjadi sesantai itu enggak mudah buat saya.
Ketika hari itu benar-benar tiba, mau enggak mau saya harus santai sesantai-santainya. Nah, kali ini saya mau berbagi tips untuk itu. Siapa tahu berguna bagi teman-teman yang ingin melakukan perjalanan jauh dan membawa balita. Btw, saya seorang ibu dengan dua putra. Sulung saya berusia 7 tahun, dan bungsu berusia 3 tahun. Dan inilah beberapa tips yang bisa teman-teman coba terapkan ketika ingin traveling bersama balita.
Ketahui kondisi anak-anak
Kita yang paling tahu seperti apa kondisi anak-anak terutama jika diajak melakukan perjalanan. Misalnya saja, anak saya keduanya suka mabuk kendaraan. Ini riwayat dari saya banget yang sampai usia 28 tahun ini masih juga mabuk kalau naik mobil … hihi. Memang tidak setiap naik kendaraan roda empat saya mabuk, tetapi lebih sering terjadi ketika pagi hari.
Karena itulah saya selalu sedia banyak kantong kresek di ransel yang selalu saya bawa. Selain itu, kita juga perlu memerhatikan kondisi kesehatannya, dan mood mereka. Kalau anak-anak mudah bosan, ada baiknya siapkan mainan di ransel yang mudah dijangkau supaya ketika berada di perjalanan, kita bisa dengan mudah mengalihkan perhatiannya.
Siapkan pakaian ganti yang cukup
Namanya perjalanan jauh, pastilah kita akan membawa banyak baju di koper. Tapi, jangan lupa juga bawa baju di ransel yang selalu kita pakai, ya. Supaya tidak panik dan gelagapan saat membutuhkannya sewaktu-waktu.
Buat anak-anak, saya selalu bawa ganti lebih banyak karena kondisi mereka yang tidak bisa dipastikan. Berbeda dengan kita yang dewasa. Daripada nanti harus bingung mencari baju baru, mending bawa stok lebih, ya.
Siapkan obat-obatan
Minimal bawa penurun panas seperti paracetamol. Bawa juga obat-obatan yang paling dibutuhkan lainnya, misalnya minyak telon, krim anti ruam, pelembab, dan sebagainya.
Jika teman-teman punya anak dengan riwayat penyakit tertentu, misalnya saja sulung saya yang punya riwayat kejang demam, sebaiknya bawa obatnya, ya. Apalagi obat kejang itu enggak mudah dibeli bebas di apotek. Jadi, saya selalu bawa itu sampai kakak berusia enam tahun.
Jangan lupa bawa makan berat dan camilan
Kita aja suka bosan kalau menunggu terlalu lama, apalagi mereka, ya? Perjalanan menuju Turki dan umrah kemarin menjadi perjalanan paling panjang buat kami sekeluarga. Ini pertama kalinya saya harus pede melakukan perjalanan jauh dan membawa anak-anak. Meskipun sejak awal memang saya sendiri yang selalu menginginkannya, tetapi ketika itu terjadi, saya jadi bingung harus ngapain … hihi.
Dan salah satu hal yang perlu diingat adalah selalu bawa bekal makanan berat seperti nasi dan lauk kering serta camilan yang kita letakkan di dalam ransel. Itu wajib banget. Kalau mereka lapar sewaktu-waktu, tinggal ambil dari ransel karena biasanya ketika baru sampai, tentu saja kita enggak mudah membeli makanan di tempat yang jarang dikunjungi.
Plis, bawa gendongan
Ya Allah, ini adalah hal sepele, namun sungguh sangat berarti … hihi. Saya sedikit cerita, ketika umrah, suami pede sekali bahwa si bungsu akan dia gendong sendirian tanpa bantuan saya. But, kamu tahu realnya kayak apa? Ternyata si bungsu sejak masuk di pelataran masjidil Haram enggak mau pindah gendongan dari saya. Dia menangis kalau digendong ayahnya apalagi orang lain. Sedangkan saya yang awalnya mau membawa gendongan akhirnya urung karena suami nolak.
Masya Allah, saya thawaf sambil menggendong si bungsu tanpa gendongan. Beruntung itu terjadi tengah malam. Jadi, masih adem gitu. Selesai thawaf, lanjut sa’i. Saya sempat bilang bahwa saya enggak bakalan sanggup. Tapi, suami mengingatkan jangan bicara seperti itu. Dan waktu rasanya berjalan lambat banget. Antara menikmati prosesi ibadah umrah dan menahan pegal pinggang dan punggung yang kadang rasanya mau patah..hihi.
Ajaibnya, ada satu lagi rekan saya mengalami hal serupa. Entah kenapa anaknya juga enggak mau digendong bapaknya. Sampai banyak ibu-ibu bilang nggak tega sama kami berdua, mau menggantikan, tapi anak enggak mau. So, jangan tinggalkan gendonganmu di hotel … hihi.
Dibawa asyik aja!
Tidak ada cara lain, teman-teman harus santai sesantai-santainya ketika harus traveling membawa anak-anak. Jangan dibawa ribet, jangan dibawa pusing, jangan dibawa berat. Nikmati perjalanan dan kebersamaan dengan keluarga, kapan lagi bisa pergi bareng?
Saya yang awalnya suka ribet mau enggak mau harus santai juga. Bawa anak-anak di musim dingin ke Turki pastilah jadi cobaan berat buat saya yang jarang banget traveling. Kami jarang banget pergi jauh. Saat di Turki, bisa jadi karena capek juga karena enggak berhenti mengunjungi tempat-tempat wisata selama 3 hari di sana, akhirnya si bungsu flu. Kasihan banget, meskipun udah pakai jacket super tebal khusus musim dingin, tetap saja ketika pergi dia seperti beku. Ingat banget deh waktu di Topkapi Palace, dia jalan kaku banget, tangannya dingin pula. Tapi, harus santai, sudah tiba, masa mau dikeluhkan?
Saat tiba di Madinah, adik udah lumayan enak kondisinya, tetapi sampai di Mekah, kami bergiliran sakit. Saya demam, adik demam bahkan sampai perjalanan pulang. Suami juga sempat meriang, bahkan hampir semua rombongan ikutan sakit waktu itu.
Kalau sudah enakan setelah minum obat penurun demam, saya paksa ikutan thawaf sambil gendong adik bareng suami. Alhamdulillah setiap dibawa thawaf adik tidur nyenyak banget. Selesai thawaf barulah ia bangun dan saya bisa salat duha bergantian sama suami. Kalau si sulung karena sudah lebih besar jadi lebih santai. Dan mau enggak mau semua memang harus dibawa santai, kan?
Apalagi bungsu saat itu susah banget minum penurun demam dan itu berlanjut sampai sekarang. Waktu perjalanan pulang dari Turki ke Indonesia, adik saya paksa minum obat penurun demam susahnya bukan main. Akhirnya saya minumkan waktu dia agak tertidur. Barakallah selama di pesawat dia enggak ada masalah, suhu tubuhnya normal selama perjalanan sekitar 13 jaman.
Sampai bandara dia diare. Kami pulang ke rumah dan drama itu dimulai. Adik muntah-muntah enggak berhenti dan lanjut diare. Kalau dipikir, misalnya saja Allah takdirkan dia sakit pas dalam perjalanan pulang, minimal pas di taksi aja menuju rumah, paniknya saya pasti lebih dan lebih banget. Tapi, Allah tentukan beda. Alhamdulillah, enggak lama dia pun pulih.
Saya pikir, memang enggak ada jalan lain selain berusaha santai ketika harus membawa balita bepergian jauh. Pastikan saja semua kebutuhannya siap di ransel yang selalu kita bawa ke mana-mana.
Ketahui kondisi cuaca di lokasi tujuan
Mungkin yang paling berat ketika saya melakukan perjalanan ke Turki adalah musim dingin yang menusuk tulang dan hidung. Hidung enggak berhenti berdarah setiap hari. Mana pernah merasakan musim salju. Baru pertama kali dan harus membawa anak-anak juga.
Sejak di rumah udah siap-siap membawa jacket musim dingin. Tapi, kenyataannya masih belum bisa mengatasi sepenuhnya. Tapi, setidaknya kita udah lebih siap jika sudah tahu kondisi cuaca dan acara apa aja di lokasi tujuan.
Waktu di Turki kami seperti tidak terlalu menikmati karena terlalu dingin. Terlebih ketika menaiki kapal melewati selat Bosphorus, saljunya dikit turunnya tapi ademnya kebangetan. Malah justru lebih enak main salju di Uludag, rasanya enggak sedingin ketika di selat Bosphorus. Dan semua berjalan baik meskipun sedikit menyiksa, ya ... hihi.
Dan tidak ada resep paling mujarab untuk traveling bersama anak-anak kecuali dibawa santai aja. Semoga ulasan sederhana berdasarkan pengalaman ini bisa bermanfaat, ya. Sesuaikan dengan kebutuhan dan semoga perjalanannya menyenangkan!
Tuesday, July 24, 2018
Chicken and Shrimp Egg Rolls
Alhamdulillah, akhirnya bisa meluangkan waktu untuk ngisi blog lagi. Liburan sekolah yang amat panjang sudah berakhir. Liburan tahun ini memang sangat panjang, terutama karena sekolah si sulung benar-benar meliburkan tanpa jeda sejak selesai UKK dan langsung ambil rapot. Kayaknya liburnya sekitar sebulan lebih.
Nah, kalau sudah mulai masuk sekolah lagi, itu artinya pagi-pagi harus menyiapkan bekal juga untuk kakak. Bekalnya ada dua jenis, satu snack dan satunya makan siang. Saya jarang banget beli. Lebih seringnya sih bikin karena selera dia yang agak susah, nggak semua makanan dia doyan, pemilih banget.
Biasanya saya selalu menyimpan stok lauk di frezer. Biar nggak pusing kalau pagi-pagi nggak sempat masak macam-macam, bisa segera digoreng. Kadang bikin nugget atau chicken egg rolls.
Nah, kali ini lagi pengen banget bikin chicken egg rolls. Mungkin prosesnya agak lebih merepotkan karena harus bikin kulitnya, tapi sebenarnya semuanya sih mudah saja, kok. Dagingnya bisa ayam dicampur daging sapi, atau kali ini saya mencoba ayam dan udang. Teksturnya pas banget. Padahal sambil ngarang bebas juga sih..hehe. Teman-teman bisa menambahkan sayuran seperti wortel atau tanpa sayur pun nggak masalah.
Oke, nggak usah lama-lama, ya. Yang pengen coba silakan intip bahan dan proses pembuatannya.
Bahan:
Sepasang dada ayam, ambil dagingnya
250 gram udang, kupas dan cuci bersih
1 bungkus keju, parut
2 butir telur
2 sdm tepung terigu
2 sdm tepung maizena
1 sdm saus tiram (bisa ditambah jika kurang)
4 siung bawang putih
Secukupnya merica bubuk
Secukupnya garam
Sedikit kaldu bubuk (boleh skip)
Bahan kulit:
4 butir telur
20 gram tepung maizena
80 gram tepung terigu
160-180 ml air
¼ sdt garam
1 sdm minyak
Cara membuat:
1. Haluskan bawang putih bersama daging ayam dan udang kupas. Tambahkan telur, merica, garam, penyedap, saus tiram, dan tepung. Haluskan jadi satu.
2. Tambahkan parutan wortel (jika pakai sayur) dan kejunya juga, ya. Campur semuanya jadi satu pakai sendol. Jika ingin menambahkan penyedap boleh saja. Tapi, sebenarnya ini sudah gurih alami, lho. Selain karena pakai ayam dan udang, saya juga tambahkan keju.
3. Supaya nggak salah menyesuaikan asin dan gurihnya, teman-teman bisa menggoreng sedikit adonannya. Kalau memang sudah pas, sisihkan, ya.
4. Bahan kulit: Kocok lepas telur. Masukkan 1 sdm minyak goreng dan kocok dengan wisk sampai rata, ya.
5. Campurlah tepung dengan air sampai nggak bergerindil. Kalau perlu bisa disaring supaya nanti hasilnya bagus.
6. Campurlah telur kocok dan adonan tepung tadi, tambahkan garam, kocok sampai rata.
Saya pakai 180 ml air, sesuaikan saja, ya karena ukuran telurnya bisa beda-beda. Jadi, sebaiknya nambahnya dikit-dikit dan coba dibuat dadar.
7. Panaskan teflon, olesi margarin. Tuang satu sendok sayur adonan dan buat dadar tipis, ya. Angkat dan lakukan sampai adonannya habis.
8. Masukkan campuran daging ke dalam dadar. Gulung dan bungkus dengan plastik tahan panas satu persatu supaya ketika dikukus nanti tidak saling menempel. Lakukan semua sampai habis baru kemudian dikukus, ya.
9. Setelah matang dan dingin, potong-potong menyerong. Langsung goreng atau simpan saja di frezer dan bisa digoreng kapan pun diinginkan.
Voila! Chicken and shrimp egg rolls siap dijadikan bekal sehat buat anak-anak. Meskipun tampak panjang banget prosesnya, tetapi sebenarnya ini mudah. Hanya saja butuh yang namanya sabar..hehe. Hasilnya banyak banget. Sekitar 3 plastik ukuran 2 kg..hehe. Puas-puasin deh, ya makannya.. :D
Selamat mencoba dan salam hangat,
Saturday, July 21, 2018
Resep Chocochips Cookies
Kemarin menyempatkan memanaskan oven, membuat cookies buat anak-anak. Yang simpel, yang gampang, dan sebisa mungkin anti gagal, ya…he. Bikin Cookies ini nggak butuh waktu lama, kok. Prosesnya sih sebenarnya ada dua cara. Pertama, adonan cookies bisa disimpan semalaman di kulkas, atau langsung dipanggang dengan catatan segera dipanggang jangan sampai meleleh adonannya.
Nah, karena saya nggak pengen nunggu terlalu lama, akhirnya saya pilih opsi kedua saja. Supaya adonannya tetap bagus, setiap memanggang, saya simpan adonan di kulkas. Saat akan memanggang lagi, saya ambil lagi, dan simpan lagi, begitu seterusnya sampai adonan habis.
Resep Cookies Spesial
Resep ini saya ambil dari resep Ci Tintin Rayner, master banget di Cookpad dan bukunya pun sudah terbit. Ketika memanggang, nggak usah menunggu sampai cookies berwarna kecokelatan, karena meskipun ketika dikeluarkan masih empuk bagian tengahnya, belum mengeras banget, nanti setelah dingin cookies ini akan mengeras sendiri, kok. Kalau terlalu lama justru jadi nggak enak dimakan dan keras.
Jadi perhatikan waktu memanggangnya, ya. Jangan sampai salah paham dengan warna dan teksturnya yang masih kelihatan muda dan masih empuk ketika ditekan. Teman-teman bisa mencoba mengeceknya terlebih dahulu sebelum memanggang semua adonan terlalu lama. Khawatirnya malah gosong :(
Biar nggak lama-lama, silakan cek resepnya, ya!
Bahan:
340 gr terigu protein sedang (segitiga)
½ sdt baking powder
½ sdt baking soda
½ sdt garam halus (saya skip karena nggak punya)
170 gr butter suhu ruang ( saya pakai Blue Band Cake and Cookie)
140 gr gula pasir (saya pakai 100 gr)
110 gr gula palem
1 butir telur ukuran besar
½ sdm vanilla essence
152 gr chocohips (saya lebihkan)
Cara membuat:
1. Mixer gula dan butter sampai mengembang sekitar 3 menit. Turunkan kecepatan, masukkan telur, mixer asal rata. Masukkan vanilla essence , mixer sebentar sampai rata.
2. Ayak terigu, garam, soda kue, baking powder, dan masukkan ke dalam campuran gula dan butter. Aduk dengan spatula sampai rata, jangan over, ya.
3. Masukkan chocochips, aduk kembali hingga rata.
4. Bulatkan adonan menggunakan skop es krim, atau pakai tangan. Bisa dipipihkan dengan garpu, atau biarkan tebal juga nggak masalah.
5. Panggang suhu 160 selama 12-15 menit, atau sesuaikan dengan oven masing-masing.
Angkat dan dinginkan, beru kemudian masukkan toples.
Itulah resep chocochips cookies yang bisa teman-teman buat di rumah. Bikin ngiler banget kan tampilannya secakep itu. Kebayang kan kalau anak-anak tahu? Pasti heboh deh minta bikin lagi dan lagi saking enaknya. Gunakan chocochips kualitas baik jika ingin lebih mantap. Bikin sendiri beda banget dengan yang dijual. Yang ini lebih nagih. Wangi butter, aroma gula palem, cokelat meleleh pas baru keluar oven, duh mana tahan. Anak-anak doyan banget makan ini.
Mereka juga antusias banget karena bisa bikin cookies sendiri. Berebutan pengen bantuin...kwkwk. Kita bisa ajak anak-anak dan agendakan di hari libur untuk membuat cookies enak dan yummy lainnya. Anak-anak bisa dibagikan tugas sesuai sama kemampuan mereka dan berikan kepercayaan bagi mereka untuk melakukan tugasnya masing-masing. Percayalah, mereka akan bertumbuh menjadi orang yang lebih mandiri asalkan kita ngasih mereka kepercayaan.
Salah dikit nggak masalah, ya. Karena mereka pun sama dengan kita yang sering melakukan salah. Hanya saja orang tua lebih gengsi mengakui bagian ini...kwkwk. Sukanya minta anak-anak sempurna, lupa kalau kitanya banyak cela dan salahnya :(
Terima kasih sudah mampir di muyassdotcom, dan tetap semangat belajar masaknya, ya!
Salam hangat,
Tuesday, July 3, 2018
Roti Gulung Nugget Keju
Alhamdulillah, setelah lama tidak baking sejak pertengahan Ramadan kemarin, akhirnya pagi ini niat banget singsingkan lengan untuk kembali ngulen roti. Anak-anak sudah sangat kangen makan roti buatan emaknya. Roti-roti yang lewat di depan rumah dicuekin kalau ada stok roti homemade di atas meja.
Tapi, kayaknya bosen bikin roti yang biasa-biasa saja, ya. Jadi kepikiran bikin yang lebih spesial dan gurih gitu. Hm, akhirnya tercetus ide simpel ini. Yapt! Roti Gulung Nugget Keju yang simpel tapi sangat istimewa.
Kali ini saya menggunakan nugget stik ayam dari So Good yang sangat yummy dan cocok buat stok lauk di rumah. Kalau sedang malas masak dan buru-buru ingin makan, nugget So Good cocok deh dimasak dalam waktu cukup singkat. Anak-anak juga doyan, dicocol pakai sambal tomat dan dinikmati bersama nasi panas, hmm, yummy banget.
Banyak ide menarik bisa disajikan dari nugget ayam So Good ini, lho. Produk-produknya lengkap dan jika masih bingung akan dimasak menjadi menu apa, bisa intip deh resep-resep favoritnya di sini.
Nah, pagi ini saya pun telah siap dengan beberapa bahan sederhana untuk membuat roti isi nugget ini. Kita siapkan bahan-bahan ini, ya!
Bahan:
150 gr terigu protein tinggi
1 butir kuning telur
70 ml air hangat
1 sachet susu bubuk
½ sdt ragi instan
3 sdm gula pasir
Sejumput garam
20 gram butter
Bahan isian:
Secukupnya nugget stik ayam So Good yang sudah digoreng
Secukupnya potongan keju
Secukupnya oregano sebagai taburan
Secukupnya keju parut sebagai taburan
Cara membuat:
1. Campur 1 sdm gula pasir bersama ragi instan dan air hangat. Aduk rata dan diamkan sampai berbusa sambil kita siapkan bahan-bahan lainnya. Tujuan mencampur ragi instan dengan air hangat dan gula adalah untuk mengetahui apakah ragi masih aktif atau tidak. Jika campuran ragi berbusa, maka bisa dipastikan ragi bisa dipakai. Untuk itu teman-teman harus menggunakan air hangat kuku, jangan terlalu panas nanti ragi bisa mati, atau terlalu dingin, justru membuat ragi sulit aktif.
2. Siapkan terigu, kuning telur, sisa gula pasir, susu bubuk dalam satu wadah. Masukkan campuran ragi yang telah berbusa. Ulen atau mixer sampai tercampur rata. Baru kemudian masukkan butter dan garam. Mixer kembali sampai adonan kalis elastis ditandai dengan adonan yang sedikit mengkilap, mudah dibentangkan tanpa mudah sobek serta tidak lengket.
3. Siapkan bahan isian. Gilas adonan sesuai selera. Saya isi dengan satu nugget stik ayam So Good serta keju. Gulung sampai rapi. Susun di atas loyang yang telah diolesi dengan sedikit margarin. Jangan lupa beri jarak karena nanti akan mengembang. Lakukan hal yang sama hingga adonan habis. Tutup dengan lap bersih hingga satu jam atau sampai mengembang dua kali lipat.
4. Panaskan oven suhu 180 derajat atau sesuaikan dengan oven masing-masing. Saya pakai api atas dan bawah. Panaskan 10 menit sebelum digunakan.
5. Setelah adonan mengembang, beri taburan berupa keju parut serta oregano di atasnya. Panggang roti selama 15 menit atau sesuai oven masing-masing.
6. Keluarkan roti dari oven dan olesi atasnya dengan butter supaya tidak kering dan lebih wangi.
Voila! Roti Gulung Nugget Keju siap disantap bersama keluarga tercinta. Hmm, ternyata gurihnya nugget ayam So Good cocok banget dipadu dengan keju dan lembutnya roti. Akan lebih sedap jika diberi tambahan saus sambal di atasnya.
Roti ini cukup singkat waktu pembuatannya karena hanya butuh satu kali proofing, ya. Nggak sampai bikin bosan nungguinnya, kok..hehe. Hasilnya? Tetap lembut meskipun tanpa pelembut roti.
Next bikin sajian spesial apalagi dengan nugget So Good, ya? Jadi banyak ide menarik, nih! Semoga bermanfaat dan selamat mencoba, ya!
Tuesday, April 17, 2018
Soto Daging
Assalamualaikum...
Alhamdulillah, pagi ini saya mau share sedikit resep soto daging yang lezat dan yummy banget apalagi kalau dimakan pakai perasan jeruk nipis dan taburan tauge pendek. Duh, nggak usah dibayangin nanti pengen..hehe.
Saya pribadi lebih suka membuat bumbu sendiri. Mau ayam goreng, opor, rawon dan semuanya. Nggak tahu kenapa, kalau beli aromanya bikin ilfeel (udah kayak ketemu orang aja, yaa). Baru buka bungkus bumbunya udah tercium aroma yang nggak enak banget. Ujung-ujungnya masakannya pun jadi kurang sedap. Mungkin ini hanya perasaan saya aja. Karena kebanyakan orang masih nyaman-nyaman aja kok beli atau menggunakan bumbu jadi buat masakannya. Aroma nggak enak mungkin efek terlalu lama dibiarkan di suhu ruang, kan? Jadinya gimana ketika dibuka dari bungskunya.
Kalau tahu resepnya, mending memang bikin supaya lebih fresh aja hasilnya. Saat memakai bumbu jadi kita juga mesti menambahkan bawang-bawangan yang dihaluskan supaya lebih wangi. Itulah yang Ibu pesankan pada saya. Akhirnya jadi pakai dua bumbu dong ya? benar-benar merepotkan...kwkwk *apa saya saja yang mikirnya ribet? :D
Nah, kalau cari resep, saya hanya ubek-ubek Cookpad aja, sih, dan blognya Catatan Nina. Kalau di Cookpad, karena saya sudah lumayan lama juga di sana, jadi udah banyak simpen resep yang udah benar-benar pas di lidah. Aplikasi semacam ini memudahkan banget buat kita terutama yang baru belajar memasak. Saya senang karena dari sini saya bisa mencoba banyak resep dengan lebih mudah. Terima kasih buat yang sudah berbagi resep rahasia atau resep keluarganya. Membuat kebahagiaan baru bagi yang lain. Bahkan tak jarang ada juga yang akhirnya bisa jualan karena dapat resep dari Cookpad.
Untuk kali ini pun saya pakai resepnya mbak Fitri Sasmaya yang mudah dan enak banget. Cocok dengan selera saya pokoknya..he. Resep lainnya mungkin juga nggak beda jauh yaa. Mari kita coba resepnya daripada berlama-lama ngobrolnya.
Resep Soto Daging
Bahan:
300 gram daging sapi, saya lebih suka pakai tetelan
2500 ml air
2 lembar daun salam
3 lembar daun jeruk (saya 5 lembar)
1 batang serai
1sdt gula pasir
1 sdm garam
1 sdt kaldu sapi bubuk (bisa skip)
1 batang daun bawang, iris
1 batang atau lebih daun seledri
Bumbu:
5 bawang merah
4 bawang putih
3 kemiri
1 cm jahe
1 sdt ketumbar
½ sdt kunyit bubuk
Cara Membuat:
- · Didihkan air di dalam panci dan rebus daging dengan api kecil supaya kuahnya bening dan kaldunya gurih. Setelah empuk angkat daging dan potong-potong.
- · Tumis bumbu yang sudah dihaluskan bersama serai, daun jeruk dan daun salam. Tambahkan garam, gula dan kaldu bubuk. Kemudian masukkan irisan daun bawang. Tumis hingga layu dan wangi.
- · Masukkan ke dalam rebusan daging. Didihkan sebentar sampai semuanya pas. Dan hidangkan dengan pelengkap termasuk irisan seledri dan tauge pendek. Jangan lupa juga sambalnya, ya.
Itulah resep mudah membuat soto daging yang seger dan yummy banget. Kalau semangkuk soto daging saya kebanyakan masukin taugenya..hehe. Dagingnya ngumpet semua. Tapi, saya memang sukaa banget makan tauge dan sayuran lain. Kalau makan soto saya suka kasih perasan jeruk nipis yang banyak dan tauge melimpah. Setelah itu dikatain sama paksu, kenapa soto isinya tauge semua? Haha. Ada yang suka makan sayur kayak gini nggak sih ketimbang makan daginganya?
Selamat mencoba dan semoga suka resepnya, ya.
Terima kasih sudah berkenan membaca blog ini dan semoga resepnya bermanfaat ya buat teman-teman terutama yang baru belajar memasak :)
Salam hangat,
Friday, February 23, 2018
Tentang Rendi dan Pengantin Wanita yang Terluka pada Malam Pertama
Rupanya menunggu itu sunyi, menunggu itu sepi, dan menunggu kamu serupa mimpi yang tak pernah ada ujungnya…
Sinta belajar dari masa lalu, bahwa hidup tak selamanya memihak meski telah dikejar dan diperjuangkan setengah mati. Seharusnya hari ini dia duduk di pelaminan, bersama lelaki bernama Rendi yang sempat menyematkan sebuah cincin emas berukuran sedang di jari manisnya.
Tetapi, apa yang dia harapkan pada akhirnya tak pernah berujung nyata. Sinta duduk di bibir ranjang yang mulai berderit karena dimakan usia. Menatap jendela yang menganga serta menampakkan senja di ujung peraduannya. Kedua matanya terbuka tanpa embun. Kosong.
Begitukah hidup? Selalu membuat hari-harinya suram. Undangan yang disebar hingga kampung sebelah, rupanya tak juga membuat impiannya terwujud. Sudah sejak lama dia ingin menikah. Tepat pada usia ketiga puluh, ketika semua orang mulai panik menyebutnya perawan tua, dan ibu serta bapak mulai kalang kabut mencarikan jodoh, lelaki bertubuh tegap itu datang tanpa diminta.
Seolah malaikat penyelamat, dia bersedia menikahi Sinta tanpa syarat apapun. Katanya dia sudah jatuh hati sejak pertemuan tanpa sengaja di madrasah, tepat saat Sinta mengantar kue basah untuk para guru yang sedang mengadakan rapat. Dan seorang guru matematika pengganti berwajah teduh itu menyapanya tanpa alasan. Tiba-tiba dan tentu tanpa diminta.
Sinta sempat tergagap dan tidak bisa berkata. Lelaki tampan itu sopan dan berkenalan dengan santun. Menyebutkan nama tanpa mengulurkan tangan. Tidak bertanya alamat apalagi status. Segera berlalu meninggalkan debar tak keruan di hati Sinta.
Begitukah cinta?
Datang dan pergi serupa angin. Meninggalkan duka atau suka siapa yang peduli? Sinta menarik selimut yang sempat menutupi kedua kakinya, beranjak demi menutup jendela, sebab malam mulai menjemput, dan masa lalu yang kelam itu tak kunjung hilang dari ingatannya.
Rendi adalah cinta pertama. Lelaki baik hati yang bersedia mencintai tanpa pernah meminta apapun padanya, termasuk menerima keinginan Sinta untuk tetap tinggal di rumah orang tua. Ibu dan bapak sudah tua, sendiri mereka pastinya tak akan sanggup. Maka Sinta meminta Rendi untuk ikut tinggal setelah pernikahan mereka resmi digelar.
Tetapi, sehari sebelumnya, lelaki itu datang dan berpamitan akan pergi sebentar ke kampung sebelah. Membeli sesuatu yang katanya bisa membuat permaisurinya gembira. Tetapi hingga keesokan harinya, lelaki yang disebut sebagai pemuda pemalu itu tak kunjung kembali. Keluarga kalang kabut menanti, mencari ke sana dan ke sini. Bukan lagi soal hati Sinta yang ngilu, tetapi ini tentang pernikahan dan resepi yang akan kehilangan mempelai prianya.
Apa kata orang nanti? Kasak kusuk di belakang Sinta membuat luka semakin menganga. Katanya Rendi pergi bersama wanita lain, tetapi gadis tiga puluh tahun bermata indah itu tak bergitu saja memercayainya. Rendi adalah orang baik, tidak mungkin kabur setelah semua ikrar cintanya di depan bapak dan ibu. Mustahil! Pasti sedang terjadi sesuatu yang buruk padanya.
Maka firasat itu terus mengembang serupa semak belukar merusak dan mencabik hingga ulu hati. Tak ada yang benar-benar tiba, sama seperti tak pernah ada yang hilang sejak kepergiannya. Sinta menutup jendela kamar, jantungnya berdetak lebih cepat. Entah kenapa, senja begitu menyayat hati. Ada yang hilang, meski yakin lelaki itu akan kembali, tetapi pikiran buruk mengoyak tanpa ampun.
Saat Sinta berbalik, ibu sudah berdiri di depan pintu kamar dengan mata sembab. Mengucapkan dua patah kata. Dan pertanyaan selanjutnya sungguh menyayat.
“Bagaimana Rendi bisa mati?!”
Tak ada yang bisa menjawab. Lelaki itu memilih pergi, dan meninggalkan luka menganga yang tak tahu kapan bisa disembuhkan. Sinta tersungkur bersimbah tangis. Tak ada yang benar-benar memihak. Dia kehilangan semuanya, termasuk rencana bahagia untuk berumah tangga.
Seperti inilah hidup, datang dan pergi serupa mimpi. Luka dan suka seolah tak berarti. Meski telah kehilangan, selalu saja ada banyak hal yang bisa disyukuri. Termasuk kesempatan untuk bertemu lelaki yang telah mencintainya setulus hati...
Monday, February 5, 2018
Cerbung Tentang Kita; Menjaga Hati
Ini bukan tentang seberapa tampan dirimu saat lima puluh tahun setelah kita resmi menikah. Ini bukan tentang seberapa gagah dirimu setelah masa tua menjemput. Ini tentang bagaimana kita berdua mampu menjaga hati, meski sampai wajah ini tak lagi nyaman dipandang sebab kerutan dan rambut memutih menjadi pemandangan yang membosankan. Bukankah begitu, Mas? Dan jiwa yang telah terikat dan tertambat seharusnya tak memusingkan masalah fisik. Sebab siapa pun yang kamu pilih kelak, dia pun akan mengalami hal yang sama. Tetapi hati yang suci tak akan berubah meski masa telah tenggelamkan banyak ingatan tentang indahnya kebersamaan kita…
(Raina)
Mengingat banyak hal tentang kebersamaan kita memang bukan hal mudah. Terlebih itu tentang setia yang dulu selalu kamu agung-agungkan. Memang terpikat wanita lain tak selalu karena salah dia, bisa jadi aku memang kurang bersyukur memiliki pasangan sebaik dirimu sehingga Allah menegurku. Kadang kita harus kehilangan dulu supaya tahu betapa berartinya seseorang dalam hidup kita.
Tapi, jika harus menunggu luka, rasanya terlalu menyesakkan. Aku tak pernah benar-benar ingin meninggalkanmu, Mas. Masalah bertubi yang datang menghantam biduk rumah tangga kita membuat segalanya jadi aneh, entah kenapa meski kesal dan benci, aku sering merindukanmu diam-diam.
Setelah menikah, memang bukan masalah siapa aku dulu, dan siapa kamu kemarin, yang terpenting adalah siapa kita saat ini. Dan masa lalumu itu memang cukup rumit, Mas. Dan ternyata tak semudah yang aku bayangkan bisa memaafkan semua itu, terlebih ketika orang lain dalam kehidupanmu dulu tiba-tiba saja muncul. Apa yang harus aku katakan terlebih ketika melihat kamu bercengkerama berdua dengannya? Aku memang cengeng, tak bisa menahan sesak yang tiba-tiba menghantam. Suamiku tertawa lepas bersama wanita lain. Kenyataan yang tak pernah membuat hati baik-baik saja.
Menyalahkan dia sebagai penyebab semua ini rasanya terlalu jauh. Aku belajar untuk tidak mengkambinghitamkan siapa pun, termasuk perempuan itu. Masalah ini bisa jadi kita berdua memang sudah memulainya lebih dulu, dan dia masuk di antara celah kecil yang telah kubuka.
Selama beberapa hari menjaga buah hati kita di rumah sakit, kamu selalu menunjukkan penyesalan yang pada akhirnya membuatku luluh. Sayangnya, luka itu memang bisa dengan mudah sembuh tetapi akan sangat sulit sekali dilupakan. Jika saja kamu tahu, hal semacam ini sebenarnya tak banyak merubah keadaan kita. Atau memang aku saja yang sulit memaafkan?
Ketika kamu tertidur pulas di sofa berwarna abu-abu itu, aku merasakan ada banyak penat menggelayuti wajahmu, Mas. Sepertinya kita terlalu lama berkonflik sampai tak tahu jika kebersamaan kita saat ini adalah kebahagiaan yang tak terkira. Ketika diam-diam aku menatap wajahmu lekat, sepasang mata itu terbuka, kemudian tersenyum. Aku bisa meraba jantungku yang sempat lepas kendali dan segera berpaling, pura-pura mengantuk dan tertidur. Tetapi diam-diam kamu menatapku. Balasan yang tak pernah kusangka sejak terjaga satu jam sebelumnya.
Karena merasa risih diperhatikan terlalu lama, aku pun memberanikan diri membuka mata dan memelototimu, kamu balas tertawa. Dan enyah sudah rasa sakit yang kemarin serupa batu besar menghantam hati. Sesederhana itulah penyelesaian dalam hubungan kita. Ketika gunung es sudah mencair, apapun akan terasa lebih ringan. Bukan begitu, Mas?
Ini bukan tentang seberapa cantik dirimu setelah usia setengah abad pernikahan kita, tetapi seberapa kuat aku menahan diri untuk tidak berpaling kepada perempuan lain. Menjadi bagian dari keluarga kecil kita sejatinya sudah merupakan hadiah tak terkira, tetapi dalam beberapa keadaan, aku sering lupa dan mengabaikan apa itu setia. Aku rindu bersitatap denganmu, aku rindu mendengar omelanmu setiap pagi, ketika kamu merapikan kancing kemejaku dan bersiap menyiapkan sarapan. Bukankah kamu memang istri yang sangat cerewet? Setidaknya karena itulah aku masih bertahan di sini, Rai. Jangan lelah menemaniku, mungkin suatu saat aku akan membuatmu kesal lagi, tetapi jangan pernah habis memaafkan semua kesalahanku, sebab kenyataannya aku tak pernah bisa berpaling.
(Bagas)
-Tamat-
Subscribe to:
Posts (Atom)
Hey there!
Part of



.jpg)




