Metode Diet JSR dr. Zaidul Akbar

Saturday, October 26, 2019

Diet JSR merupakan metode diet dengan menjaga pola makan yang diperkenalkan oleh dr. Zaidul Akbar. JSR atau Jurus Sehat Rasulullah memang berbeda dengan metode diet yang banyak dikenal dalam masyarakat kita. Beliau menyebut JSR bukanlah metode diet melainkan cara kita menjaga kesehatan dengan mengatur pola makan yang baik sesuai dengan yang diajarkan oleh Rasulullah saw. Dalam hal ini saya ingin menegaskan bahwa JSR bukan berarti seluruhnya dipraktikkan oleh Rasulullah saw, tetapi memang di dalam menjaga pola makan sehari-hari kita ditekankan untuk menjadi sebaik beliau.

Rasulullah saw merupakan sosok pemimpin yang sehat dan bugar fisiknya. Pemimpin yang disegani mustahil punya perut buncit atau sakit-sakitan. Nah, maka dalam JSR ini kita ingin mencontoh apa yang sering dilakukan oleh Nabi Muhammad saw seperti tidak makan kekenyangan, sering berpuasa sunah, dan mengonsumsi makanan alami.

Zaman dulu mana ada makanan kalengan dan kemasan seperti zaman sekarang, kan? Sedangkan zaman modern ini kita terus mengonsumsinya bahkan tak jarang banyak orang menjadikannya sebagai makanan favorit. Jangan heran jika sekarang banyak sekali penyakit aneh-aneh bermunculan. Penyakit yang biasa menyerang lansia pun sekarang muncul pada mereka yang masih muda yang semestinya bisa produktif, tetapi justru jadi sakit-sakitan. Naudzubillah.

Bagi yang sedang mengalami kesulitan dalam menurunkan berat badan, JSR memang lebih tepat disebut diet yang bisa mereka jalankan. Tidak sulit menerapkan JSR dalam kehidupan sehari-hari karena variasi menunya sangat lumayan banyak jumlahnya. Kita bisa bebas membuat menu sehari-hari yang sesuai selera asalkan menghindari beberapa jenis makanan yang dilarang dalam diet JSR ini.

Benarkah Diet JSR Bisa Menurunkan Berat Badan?

 

Mari kita perhatikan kembali, sebenarnya apa penyebab dari kegemukan atau obesitas? Selain makan berlebihan, nggak bisa mengatur pola makan yang baik, suka jajan fast food, senang ngemil gorengan dan cake, mengonsumsi minuman tinggi gula pun tak dilewatkan. Malas olahraga menjadi salah satu faktor yang ikut memengaruhi. Belum lagi jarang menjalankan puasa sunah.

Faktor genetik dan lainnya mungkin ikut andil dalam menyebabkan kegemukan. Tapi, hampir seluruhnya didominasi oleh makanan yang masuk ke perut kita. Kebayang, kan, selama ini kita makan apa saja? Kenapa kita bisa gemuk?

Mulai dari mengonsumsi nasi putih berlebihan, minum yang manis-manis, ngemil makanan berminyak dan mengandung tepung, seratus persen itu adalah sebab-sebab yang ikut andil besar dalam menyebabkan kegemukan.

Banyak orang yang menyalahkan dirinya yang terlahir gemuk. Belum lagi menyalahkan tulangnya yang besar meski kadang lucu juga, bagaimana bisa membayangkan ada tulang besar atau gemuk dan bagaimana dengan tulang kecil atau kurus? Kita menyalahkan banyak faktor yang sebenarnya tidak masuk akal. Kemudian mencari pembenaran supaya bisa bertahan dengan tubuh gemuk tanpa mau melakukan perubahan.

Ingat, gemuk memang bukan sesuatu yang memalukan. Tidak dibenarkan juga menjadikan kegemukan sebagai sasaran body shaming. Tapi, kita harus sadar bahwa kegemukan adalah salah satu hal buruk yang bisa mengancam jiwa manusia. Kegemukan atau obesitas bukan lagi tentang menarik dan kurang menariknya penampilan seseorang, Obesitas merupakan masalah kesehatan bahkan disebut sebagai penyakit yang mesti diwaspadai.

Lantas, apakah kegemukan serta obesitas bisa diatasi dengan diet JSR? Jawabannya, Insya Allah bisa. Tapi, asalkan kita bisa konsisten menjalankannya.

Menurunkan berat badan dengan metode diet apa pun sangat butuh kesabaran karena penurunan berat badan tidak bisa didapat dalam waktu singkat. Berat badan kita tidak boleh turun drastis sekaligus 10 kilogram per minggu misalnya. Itu horor sekali, lho dan sebaiknya dihindari karena bisa membahayakan kesehatan.

Semua harus dilakukan bertahap. Jangan terlalu heboh saat menjalankan diet karena kita juga perlu memehatikan faktor kesehatan, bukan hanya soal langsing dan langsingnya saja. Kebutuhan nutrisi di dalam tubuh juga mesti dijaga. Jangan sampai karena sedang diet, kita jadi enggan makan bahkan membiarkan diri kelaparan sepanjang hari. Bukannya langsing, bisa-bisa masuk rumah sakit dan rawat inap akibat kecerobohan sendiri.

Cara Menurunkan Berat Badan dengan Diet JSR


 

Kita sebut JSR sebagai diet supaya lebih mudah dipahami oleh mereka yang berniat menurunkan berat badan. Lantas, bagaimana kita bisa memulainya? Bagaimana kita bisa menurunkan berat badan dengan JSR?

Dr. Zaidul Akbar menyebutkan, minimal kita harus mengurangi 5 jenis makanan atau kalau bisa benar-benar dihilangkan dari daftar bahan pangan sehari-hari yang biasa kita konsumsi.

Apa saja makanan yang perlu dihindari?


  • Hindari gula pasir dan gantilah dengan gula aren

  • Hindari nasi putih dan gantilah dengan nasi merah

  • Hindari susu dan produk turunannya

  • Hindari olahan minyak kelapa sawit

  • Hindari produk mengandung tepung


Selain 5 jenis makanan tersebut, masih banyak makanan lain yang layak dikonsumsi oleh tubuh kita. Selama menjalankan diet JSR, perhatikan apa yang mesti dihindari supaya diet kita benar-benar berhasil.

Menurunkan berat badan akan lekas diperoleh jika berhasil menghindari nasi putih, gorengan, dan makanan mengandung tepung. Meski terdengar simpel, tetapi faktanya banyak yang tidak betah menjalankan diet ini karena semua yang dianjurkan untuk dihindari merupakan makanan sehari-hari.

Nasi merupakan makanan utama. Sehari-hari kita mengonsumsi nasi putih, bahkan saat ini jarang sekali ada orang yang tidak makan nasi putih. Berbeda dengan zaman dulu di mana masyarakat masih mencampur nasi putih dengan nasi jagung misalnya.

Di kampung halaman saya, di Kota Malang, dulunya kami biasa mengonsumsi nasi jagung (dicampur dengan nasi putih dalam jumlah sedikit). Tapi, seiring berjalannya waktu, di tiap rumah hampir seluruhnya mengonsumsi nasi putih saja tanpa campuran.

Selain banyak yang mengalami kegemukan, banyak juga yang mengalami penyakit gula. Ibu saya mengatakan, beda banget zaman sekarang dengan zaman dulu. Nggak heran banyak orang kena penyakit gula.

Orang zaman sekarang kadang susah diajak susah. Maksudnya gimana? Sudah jelas kena panyakit gula, tetapi dianjurkan mengatur pola makannya susah minta ampun. Padahal, nasi putih memang tidak dianjurkan dikonsumsi oleh mereka yang terkena diabetes karena kandungan gula tersembunyi di dalamnya cukup tinggi. Kerabat saya yang mengalami diebets biasanya mengonsumsi nasi jagung murni. Meski awalnya pasti tidak seenak nasi putih, tetapi demi kesehatan, semua pasti dilakukan.

Hmm, tapi yang belum mau juga masih banyak, kok. Pilihan itu ada di tangan kita. Saya percaya, kebanyakan penyakit memang bersumber dari perut. Bersumber dari makanan yang kita konsumsi sehar-hari. Jadi, jangan heran jika saat ini mewabah banget penyakit tidak menular yang bukan hanya menyerang lansia, tetapi juga mereka yang masih berusia muda.

Diet JSR Tidak Bisa Dijalankan Instan


 

Mau gemuk juga ada prosesnya. Begitu juga ketika ingin memiliki tubuh kurus. Kita juga butuh waktu untuk menerapkan diet JSR. Jangan terburu-buru, karena Belanda sudah pulang ke kampung halamannya...hihi. Santuy saja ketika menjalan diet asalkan tetap serius dan konsisten.

Supaya berhasil, kita harus belajar menghindari seluruh pantangan secara bertahap, bukan sekaligus, ya. Misalnya dengan mengurangi konsumsi nasi putih. Kemudian kurangi konsumsi minuman manis dan ganti dengan jus buah.

Camilan tidak layak masuk perut bisa diganti dengan kurma dan buah-buahan. Simpel memang, tetapi jika tidak konsisten semua akan percuma saja. Jadi, jangan heran jika saat ini banyak orang yang katanya ingin langsing kemudian menjalankan metode diet tertentu, tetapi hasilnya tidak terlihat atau kadang malah tambah gemuk. Alasannya bisa jadi ia plin plan saat menjalankan diet. Sehari diet, seminggu makan bebas. *hadeh

Tidak Boleh Kekenyangan

 

Seperti disebutkan di laman situs detik.com, ketika kita ingin menjalankan diet JSR, hindari makan berlebihan apalagi sampai kekenyangan. Makan secukupnya, jangan sampai kelaparan, tetapi hindari juga kekenyangan. Kita mencontoh Rasulullah saw yang selama hidup beliau tidak pernah merasa kenyang.

Dalam beberapa hadist bahkan diceritakan bahwa Rasulullah saw kadang mengganjal perutnya dengan batu demi menahan lapar. Beliau itu pemimpin, lho. Tapi, kadang beliau merasakan masa-masa keterbatasan makanan, bahkan kadang masa sulit seperti itu terjadi ketika perang.

Dalam dunia medis, kekenyangan juga menyebabkan banyak faktor buruk yang bisa merusak kesehatan. Tidak mau tambah sakit, sebaiknya kita belajar makan secukupnya, jangan sampai kekenyangan apalagi sampai sesak napas. Merasalah cukup dengan makanan yang kita konsumsi sebatas bisa membuat kita dapat beraktivitas dengan baik alias tidak tersiksa karena kelaparan. Kadang, yang masih merasa kurang bukan perut kita, tetapi justru mulut kita yang tidak bisa berhenti mengunyah.

Menu-menu Diet JSR dr. Zaidul Akbar


 

Apa saja yang bisa kita konsumsi sehari-hari ketika menjalankan JSR supaya berat badan bisa turun maksimal tanpa merasa enggan? :)

  1. Sederhanakan menu sarapan kita. Tidak perlu muluk-muluk, tinggalkan dan say good bye pada nasi uduk, ketoprak, bubur ayam, dan kawan-kawannya. Jangan khawatir, kita tidak akan mati hanya karena tidak mengonsumsi ‘mereka’, kok...hehe.

  2. Ganti sarapan kita dengan potongan buah dan air putih. Masih merasa lapar? Apalagi di awal, pastilah akan merasa lapar. Coba konsumsi kurma beberapa butir. Minum air putih yang cukup, karena sinyal lapar tidak selalu menunjukkan bahwa kita memang benar-benar lapar, kok. Bisa jadi itu sinyal dehidrasi.

  3. Ngemil yang sehat dibolehkan, tanpa memandang waktu. Iya, kalau sudah bisa dipastikan dapat menghindari seluruh pantangan, jangan khawatir gemuk ketika mengonsumsi makanan sehat meskipun malam hari. Insya Allah tidak akan demikian.

  4. Ngemil tempe mentah + kurma? Ini camilan baru dari dr. Zaidul Akbar yang bisa dicoba. Tapi, tempenya yang sehat, ya. Tempenya yang non GMO. Tempe yang menggunakan kedelai lokal ini agak susah dicari. Tapi, saya bisa menemukannya di salah satu market place seperti Tokopedia. Harganya jauh lebih mahal memang, tetapi memang lebih sehat.

  5. Perbanyak konsumsi sayuran dan buah. Mulai ubah menu makan berat, tidak melulu harus lengkap berupa nasi, lauk, dan sayuran. Tapi, bisa hanya lauknya saja, sayuran saja atau keduanya.

  6. Perhatikan kebutuhan kalori per hari. Meski sedang menjalankan diet, jangan sampai kita kekurangan nutrisi. Makan tetap harus cukup. Jangan berlebihan ketika mengurangi porsi makan. Tapi, sebaiknya diubah menjadi lebih sehat dulu jika perlu, bisa kemudian dikurangi.


Tidak ada diet yang menjanjikan hasil instan kecuali yang KW. Bahasanya begini banget, ya? Haha. Iya, jangan berharap bisa mendapatkan hasil instan dari diet yang sehat dan berjalan sewajarnya. Jika mau yang instan, coba tanyakan pada mie instan, dia aja mesti direbus beberapa menit sebelum disantap, apalagi diet. Masa kalah sama mie instan? *Lol

Diet yang baik harus diimbangi dengan olahraga yang cukup. Minimal rajin membersihkan kamar, ngepel rumah, dan menyapu teras. Jangan hanya selonjoran di kamar, main gadget. Duh, kegiatan yang tidak cocok sama sekali dengan keinginan menurunkan berat badan. Cobalah minimal lari pagi, jangan hanya lari dari kenyataan saja, ya.

Manfaat Menjalankan Diet JSR

 

Kebanyakan orang zaman sekarang ketika berniat menjalankan diet, tidak melulu demi memiliki tubuh langsing. Ada banyak orang yang menjalankan diet agar supaya ia bisa mendapatkan tubuh yang sehat. Begitu juga ketika menjalankan JSR. Selain bisa menurunkan berat badan, kita juga bisa mendapatkan tubuh sehat, tidak gampang sakit, dan pastinya nyaman banget.

Saya merasakan ketika menjaga pola makan, makan makanan yang alami, diolah dengan benar, hasilnya memang sangat baik untuk meningkatkan imunitas kita. Saya suka mengonsumsi seduhan kurma, saya senang ngemil kurma dan minum nabeez, semua itu ternyata sangat berpengaruh terhadap kesehatan.

Selama ini saya mudah sekali tertular common cold. Bahasa kita batuk pilek. Iya, kalau anak saya sakit, biasanya saya ikut tertular juga. Kalau mereka kena flu, saya ikut bersin-bersin dan meriang juga. Apalagi sebagai ibu kita harus menjaga mereka siang dan malam ketika sakit, otomatis kita kurang istirahat. Tubuh jadi lelah, kadang makan tidak teratur. Yang diprioritaskan pokoknya anak harus sembuh.

Ujungnya malah ping pong. Iya, anak sembuh, gantian emaknya sakit. Begitu saja sampai beberapa minggu. Tersiksa banget rasanya. Tapi, ketika saya berhasil menjaga pola makan dengan mengonsumsi makana sehat, kondisi mudah tertular batuk pilek itu hilang dengan sendirinya.

Bahkan selama menjaga makan, saya tidak pernah mengonsumsi obat seperti paracetamol yang biasa saya minum sebagai penghilang pusing. Karena, biasanya pusing hilang sendiri dan nggak pernah sampai parah.

Mau JSR atau apa pun jenisnya, kebanyakan diet sehat memang intinya hampir sama, yakni menghindari makanan yang disebutkan di atas. Saya mempelajari beberapa metode diet, dan memang lebih suka yang simpel dengan mengonsumsi yang alami dan diolah dengan benar. Dietnya jadi campur-campur antara metode A dan metode B sehingga menghasilkan metode diet yang baru *eaa...haha. Soalnya nggak pengen ribet aja.

Ketika kita berniat menurunkan berat badan, misalnya berat badan kita mencapai 80 kg, maka sangat saya sarankan untuk menghindari nasi, tepung, produk kemasan, serta makanan yang diolah dengan minyak seperti gorengan.

Begitu aja insya Allah kita bisa mendapatkan hasil yang bagus. Sekali-kali makan bebas atau cheat day bolehlah, asalkan jangan setiap hari dan kalau bisa memang dilakukan dalam keadaan darurat bukan bikin jadwal sendiri gitu. Karena kalau kita sengaja bikin jadwal cheat day, biasanya kita jadi menunggu hari itu setiap waktu kemudian balas dendam. Nah, ini bahaya!

Masih ragu mau menjalankan diet? Mungkin kita harus berpikir ulang betapa tidak nyamannya memiliki tubuh gemuk. Kadang selain menjadi sasaran body shaming, kita juga jadi kurang percaya diri. Lebih buruknya, sih, kalau menurut saya adalah risiko terkena penyakit berbahaya di kemudian hari. So, santai ajalah ya menjalaninya. Penting kita konsisten dan disiplin. Kegemukan bukan hal memalukan, saya pun pernah gemuk. Tapi, bukan hal yang bagus juga untuk kesehatan jangka panjang.

Salam,

 

*Pict by Pexels.com

Comments

  1. Ini juga efektif untuk mengatasi perut buncit. Kemarin juga liat video belau yang isinya tips tentang makan tempe dan kurma yang diblender. Itu menyehatkan karena kolaborasi pre dan pro biotik mb .

    ReplyDelete
  2. Wah saya baru tahu ini,tapi susah masih kalau ga makan nasi dan roti wkwk, cukup ngurangi porsi,nggak makan gorengan dan banyak air putih baru bisa. Olahraga udah jalan.

    ReplyDelete
  3. Sahabat-sahabat kampus sudah menerapkan diet JSR ini mba alhamdulilah karena konsisten dan sabar bisa keliatan hasilnya :) bisa kubilang sahabat-sahabatku sukses dietnya

    ReplyDelete
  4. Aduh ini ni..

    Aku tu klo diet yg susah itu konsistennya..

    Kmrn sempat nyobain infuse water ala jsr, tapi nggak konsisten..

    Dududu

    ReplyDelete
  5. Mba.. klo tepung yg gluten free boleh d konsumsi gak..? Atau mmg tepung lbh baik gak d konsumsi lg..?

    ReplyDelete
  6. tapi memang tantangan berat ya meninggalkan karbo*apalagi gorengan*aduhhh--tutupmuka-

    ReplyDelete
  7. senua diet pasti butuh sabar karena gak bisa instant ya

    ReplyDelete
  8. Aku lagi nyobain JSR ini tapi resep infused waternya aja untuk menurunkan kolesterol. Wahh makasih banyak ya mba infonya lengkapp.

    ReplyDelete
  9. Hihi, iya, Mbak..bagi kita itu sudah jadi makanan pokok, ya..

    ReplyDelete
  10. Iya, Mbak..paling susah konsistennya ini memang....

    ReplyDelete
  11. Haha...biasa nih mbak banyak yang begini, termasuk saya juga...

    ReplyDelete
  12. Iya, Mbak..betul sekali..ujian banget buat yang mau diet...

    ReplyDelete
  13. Sama-sama, Mbak :)

    ReplyDelete
  14. Izin copas dan save ya....Terimakasih sebelumnya....

    ReplyDelete