Simple Diet for Muslimah, Cara Sederhana Menurunkan Berat Badan Khusus Buat Muslimah

Thursday, December 26, 2019

Sebenarnya, diet diperbolehkan nggak, ya, di dalam agama Islam? Diet untuk memperbaiki penampilan, semisal atas permintaan suami atau supaya tubuh kita lebih sehat? Pernah ragu menjalankan diet karena khawatir dilarang di dalam agama Islam?

Selama diet itu tidak melanggar aturan yang ditetapkan oleh agama, nggak perlu ragu menjalankannya. Asalkan tidak melakukan hal-hal yang diharamkan seperti sampai sedot lemak, masih okelah kamu jalankan :D

Saya pikir, kita juga nggak boleh membiarkan diri menjadi lemah, punya tubuh sakit-sakitan hanya karena kita nggak pernah peduli dengan kesehatan. Makan sembarangan membahayakan tubuh, perut menjadi tempat munculnya segala penyakit. Sedangkan Nabi saw sendiri telah mengajarkan kita supaya tetap seimbang dalam mengonsumsi sesuatu. Baik untuk minum dan makan. Nggak boleh berlebihan.

Waktu diet beberapa bulan kemarin, saya berjuang menurunkan berat badan lebih dari 5 kilogram. Sebelum menjalankan diet, tubuh saya termasuk ringkih. Setiap datang bulan selalu terasa nyeri hebat, sepertinya hal semacam ini nggak boleh dianggap sepele. Ketika melahirkan anak kedua, dokter menemukan kista yang akhirnya beliau buang. Subhanallah, ya.

Ketika menjalankan diet, setiap datang bulan nggak terasa apa-apa. Malah kadang nggak sadar bakalan datang bulan. Sakit-sakitan mulai dari sering pusing dan sering kena common cold pun hilang sejak diet. Selama beberapa bulan saya merasa begitu sehat, bahkan nggak pernah sentuh obat sama sekali. Jika saya merasa agak pusing dan kurang enak badan seperti mau flu, cukup minum rebusan rempah, dan semua akan hilang.

Sejak saat itu saya tahu bahwa diet bukan hanya tentang meniruskan pipi dan menurunkan berat badan, tapi juga menjaga kesehatan. Di dalam Islam, diet tidak dilarang dan jangan gengsi mengatakan bahwa kamu sedang diet. Aisyah ra dulu pernah mengonsumsi makanan tertentu supaya berat badannya naik atas anjuran ibunya sebelum menikah dengan Rasulullah saw. Hukum yang sama pun berlaku untuk menurunkan berat badan apalagi jika tujuannya demi menjaga kesehatan.

Islam justru tidak membolehkan kita menjerumuskan diri sendiri dalam keburukan, makan seenaknya padahal sudah tahu kena diabetes. Makan sembarangan, padahal tahu sudah obesitas. Karena kondisi ini melemahkan dan mustahil kita bisa beribadah maksimal dengan kondisi tubuh sakit-sakit.

Diet adalah Ikhtiar


“Halah, yang diet makan sayuran terus juga akhirnya kena kanker.”

Pernah mendengar kalimat senada yang begitu melemahkan iman para muslimah yang sedang ingin diet? Takdir kita sudah Allah gariskan jauh-jauh sebelum kita dilahirkan. Tentu saja kita tidak bisa melawannya apalagi mengubahnya. Namun, setidaknya kita melakukan ikhtiar dan tidak berdiam diri.

Hampir semua diet yang saya coba begitu identik dengan satu prinsip, yakni konsumsi makanan alami adalah cara terbaik untuk menjaga kesehatan dan menurunkan berat badan. Pegang prinsip ini dengan benar, dengan disiplin, insya Allah bukan hanya berat badan yang turun, tapi juga kesehatanmu jauh lebih baik.

Tidak Semua Diet Cocok Dipraktikkan


Saya berpikir, semua diet yang gembar gembor diviralkan selalu cocok untuk kita coba. Jadi, mau coba yang A atau B, pastilah berhasil asalkan disiplin dan minim tersiksa. Kenyataannya nggak begitu. Pernah coba banyak sekali metode diet, hasilnya ada yang bikin kaki gemetar...kwkwk, ada yang menguruskan, namun kebablasan.

Pada akhirnya kita akan tahu cara terbaik yang lebih cocok untuk dicoba terutama untuk jangka panjang. Terakhir, kemarin saya kehilangan hampir 10 kilogram berat badan karena terlalu percaya diri menjalankan beberapa metode diet bahkan setelah berat badan ideal tercapai. Padahal, awal mau diet badan nggak gendut-gendut banget, kenapa turunnya justru terjun bebas? Itu termasuk kesalahan fatal yang saya lakukan. Dan saya menyesal :D

Nggak Usah Lebay Musuhan Sama Nasi Putih


Apa hikmah yang saya petik dari kegagalan kemarin? Nggak usah lebay musuhan sama nasi putih, karena bagaimanapun kita juga butuh makan nasi. Hanya saja selama ini kita terlalu berlebihan, belum lagi lauk pauknya yang nggak manusiawi *eh.

Saya kira, diet-diet yang melarang makan nasi putih dan jenis nasi lain (nasi merah, nasi hitam, nasi jagung) bisa diterapkan dalam jangka panjang, nyatanya tidak bisa begitu. Padahal, bulan-bulan sebelumnya saya ogah banget sentuh nasi putih karena menganggap dia musuh bebuyutan...kwkwk. Okelah buat yang memang gemuk parah hindari makan nasi, tapi kalau sudah ideal, kenapa harus mati-matian juga nggak makan nasi? Asalkan nggak berlebihan, tentu saja masih bisa dikonsumsi.

Selain nasi putih, apa ada alternatif lainnya? Nasi jagung murni, nasi merah, dan sejenisnya. Tetap saja makannya jangan berlebihan karena kalau berlebihan sama aja bohong...kwkwk.

Simple Diet Khusus Buat Muslimah yang Mau Hidup Sehat


Pengalaman saya selama menjalankan diet saya tuangkan dalam buku terbaru yang insya Allah akan terbit tahun depan. Jangan sampai salah perhitungan saat menjalankan diet. Dan sebenarnya nggak perlu ribet terikat dengan banyak aturan, sebab jika kita tahu kuncinya, jalankan saja sesuai keseharian kita sebelumnya. Itu jauh lebih mudah dan nyaman.

Semakin ke sini semakin yakinlah bahwa kita memang benar-benar harus berjuang menjaga kesehatan. Kemarin, ustadz saya terkena serangan jantung. Kaget bukan main mendengarnya. Hal pertama yang ada di kepala saya adalah, salahnya, kenapa beliau masih sembarangan makan padahal udah obesitas. Kalimat semacam itu sempat terngiang di kepala dan seperti menyalahkan beliau...hiks.

Karena sebelumnya saya tahu, beliau sempat hidup sehat dan berat badannya turun. Namun, entah karena sebab apa, beliau kembali mengonsumsi makanan yang tidak seharusnya. Lebih kaget lagi saat mendengar beliau masuk ICU dan harus operasi.

Ya, Rabb, betapa mengerikannya. Saya dan teman-teman kajian lainnya bersyukur karena masa kritis dan menakutkan itu telah beliau lewati dengan baik. Sepekan setelah operasi bahkan beliau sempat isi kajian dan berkisah tentang kejadian yang dialami, antara hidup dan mati.

Tahu nggak, ternyata beliau masih suka minum minuman kemasan, katanya itu hobi. Siangnya bahkan masih makan nasi padang lauk tunjang, Gaes. OMG! Gemas. Itu pilihan beliau, tapi sejak kejadian ini beliau trauma. Daripada makan gorengan, mending dikasih uang satu M. Yaelah, pilihan macam apa ini? Kwkwk.

Beliau sempat cerita, betapa mengerikannya serangan jantung itu. Telat dikit, selesai. Dan sakitnya itu benar-benar tak tertahan. Tapi, Allah masih memberikan kesempatan hingga beliau bisa seperti sekarang, pulih dengan baik. Sumbatan yang terjadi menyebabkan pembuluhnya hampir putus. Sudah berserabut, tinggal satu dua lembar penahannya.

Awalnya beliau menyangka itu disebabkan kolesterol tinggi, tapi saat kejadian, kolesterol cukup baik. Jadi, satu-satunya kambing hitam adalah OBESITAS. Dan, sepertinya beliau akan diet lagi setelah ini.

Lagi-lagi, kita memang harus ikhtiar menjaga kesehatan. Nggak perlu mengharamkan makanan yang dihalalkan, tapi juga nggak usah berlebihan mentang-mentang itu halal dan boleh dimakan.

Belajar untuk tidak berlebihan ini ternyata cukup susah atau mencoba menghindari makanan tidak alami yang telah menjadi kebiasaan. Mungkin nanti kita bisa belajar lagi dari buku terbaru saya *tetap promosi..kwkwk. Doakan semoga proses terbitnya lancar dan bermanfaat terutama bagi muslimah yang berniat menurunkan berat badan dan menjaga kesehatan :)

Salam hangat,

Featured image: Photo by Lisa Fotios on Pexels

Comments