Merencanakan Target Menulis Buku Dalam Sebulan, Per Hari Nulis Berapa Halaman?

Wednesday, December 11, 2019

Bagaimana buku setebal 300 halaman bisa selesai kurang dari sebulan? Bagaimana buku setebal hampir 400 halaman bisa selesai dalam dua minggu? Lho, kok malah makin tebal makin cepat? Kwkwk. Itu pengalaman saya waktu menulis buku 99 Great Ways to be Wonderful Muslimah dan Agar Suami Tak Mendua.

Kedua buku itu memang waktu pengerjaannya nggak terlalu berbeda jauh, kurang dari sebulan. Saya tidak akan katakan itu mudah, karena sempat mual-mual juga waktu menyelesaikan...kwkwk. Hanya saja, saya sudah membuat target dan saya juga punya janji pada editor akan menyelesaikannya tepat waktu, jadi, nggak pernah ada bayangan buat mundur, terus bilang kasih waktu dikit lagi atau sejenisnya. Karena sejak awal sebelum menjawab saya sudah menimbang-nimbang apakah mampu menyelesaikan atau tidak.

Jangan sampai editor menganggap saya plin plan. Dan nggak mau juga mereka kecewa berat, sebab editor sudah baik banget ngasih kesempatan seperti ini yang bisa jadi nggak mudah juga didapat oleh penulis lain.

Bicara soal target, saya selalu menghitung dengan cermat (meski saya nggak pandai berhitung...kwkwk). Apa yang akan saya bagikan ini insya Allah sangat praktis ditiru, sangat mudah diterapkan bahkan oleh pemula sekalipun. Ada beberapa hal yang perlu kita rencanakan dengan matang.

Target Jumlah Halaman


Sebelum mulai menulis, kamu harus tahu, kira-kira berapa tebal naskah kamu? Nggak boleh sekadar mengira-ngira gitu, Gaes. Harus cermat diperhitungkan, misal kurang pun nggak boleh jauh dari yang ditargetkan.

Misal, untuk buku 99 Great Ways to be Wonderful Muslimah, saya sudah menentukan bahwa naskah itu punya tebal minimal 200an halaman (sebelum dicetak). Dari jumlah yang direncanakan, saya harus menyusun bab-bab yang bisa mengisi keseluruhan naskah tersebut.

Saya juga harus memperhitungkan, berapa jumlah halaman pada setiap babnya? Karena dari judulnya saja sudah jelas ada 99 bab ditambah prolog dan epilog, maka setiap halaman cukup saya targetkan dua hingga tiga halaman saja. Naskah utuh nanti jumlahnya sekitar 202 halaman. Selesai.

Bagi Jumlah Halaman Sesuai Jumlah Hari yang Ditentukan


Kalau kamu sanggup selesaikan dua bulan, nggak masalah. Bagi jumlah halaman yang direncakan sesuai waktu yang kamu tentukan. Untuk buku 99 Great Ways to be Wonderful Muslimah, editor hanya memberi saya waktu sampai akhir bulan Agustus, sedangkan saat kami bertemu, sudah masuk hari kelima bulan Agustus kalau nggak salah. Jadi, saya hanya punya waktu kurang dari sebulan untuk menyelesaikan naskah setebal 200an halaman.

Jadi, saya membaginya sesuai hari yang ditentukan. Dalam sehari saya bisa menyelesaikan sekitar 10 halaman. Kadang kurang, kadang lebih. Seperti itu. Jangan segan mencatat target ini di buku, jika selesai, kamu bisa ceklis. Jujur saja cara ini sangat membantu.

Rencanakan Jumlah Halaman pada Setiap Bab


Sebelumnya ini sudah saya bahas, ya. Mau menekankan bahwa penulis yang bisa menyelesaikan naskahnya, namun tidak sesuai dengan target halaman yang ditentukan bisa jadi karena dia tidak merencakan dengan baik jumlah halaman pada setiap bab yang akan ditulis.

Saya selalu memperhitungkan, dalam setiap bab minimal ada berapa halaman. Apalagi jika bab-babnya seragam, pasti lebih mudah ditentukan. Jumlah halaman setiap bab ini juga harus kamu tentukan sesuai dengan kemampuanmu. Kalau kamu nggak sanggup menulis dalam jumlah banyak pada tiap babnya, jangan dipaksa daripada garing, kan? Mending buat bab-bab pendek dan tambahkan bab lagi supaya bisa sesuai target.

Buku yang bagus tidak selalu harus tebal, kok. Buku bagus itu karena isinya memang berkualitas. Jadi, jangan berpatokan bahwa buku akan semakin bagus jika semakin tebal. No, nggak begitu juga, Gaes.

Target Per Hari adalah Hutang yang Harus Kamu Bayar


Setelah kamu membuat target halaman per hari, disiplinlah dalam menulis. Karena jika kamu nggak disiplin, sudah pasti target kamu akan buyar semua, Gaes...kwkwk. So, jika pada tanggal 1 kamu hanya menulis 3 halaman, sedangkan target kamu 5 halaman, maka besoknya kamu harus membayar kekuranganmu itu ditambah target hari itu juga.

Karena itu, saran saya, usahakan selalu tepati target per harinya, karena yang namanya hutang itu nggak enak banget, Gaes. Sungguh bikin kepala puyeng...kwkwk. Kira-kira seperti inilah cara saya memaksa diri untuk tetap tepat waktu.

Jangan Ambil Job Terlalu Banyak Saat Menulis Buku


Bagi saya pribadi, ketika memutuskan menyelesaikan satu buku, jujur saja ada beberapa hal yang akhirnya saya tunda untuk dikerjakan. Misalnya, saya jadi jarang ngisi blog meskipun tetap update seminggu dua atau tiga kali.

Karena kalau saya harus mengerjakan semuanya dalam waktu bersamaan, yang ada target saya buyar semua. Ngeblog nggak bagus-bagus amat, nggak fokus juga. Nulis bukunya juga nggak kelar. Karena kemampuan saya sangat terbatas. Saya IRT, menyiapkan semua sendiri setiap hari. Pekerjaan seperti ini sangat menyita waktu, jadi kalau saya ambil pekerjaan terlalu banyak, akan ada banyak hal dikorbankan dan itu sama sekali nggak nyaman.

Jadi, mending ambil target yang manusiawi aja. Kita tidak sedang ingin mengejar siapa-siapa. Kita hanya sedang berusaha menaklukkan kemalasan diri, membuktikan bahwa kita bisa dan mau usaha. Jadi, nggak perlu terlalu ngoyo, karena kadang hasilnya justru nggak sesuai harapan jika dipaksakan.

Postingan ini lahir dari obrolan di salah satu grup kepenulisan yang saya pegang. Seseorang bertanya, maka saya menjawab sesuai dengan yang saya kerjakan sehari-hari. Jadi, target menulis per hari nggak akan sama antar buku satu dengan lainnya. Karena setiap buku punya target berbeda, jumlah halamannya selalu berbeda.

Penting memikirkan bahwa semua bisa kita kerjakan sesuai kemampuan, nggak bikin stres, apalagi sampai nggak makan dan nggak tidur. Jangaaan, ya! Semua harus berjalan seimbang. Kira-kira seperti itulah cara saya menyelesaikan buku, kenapa bisa kelar dalam waktu sebulan atau kurang dari itu. Semoga bermanfaat, ya :)

Salam hangat,

Featured Image: Photo by Lum3n.com on Pexels

 

Comments