Contoh Outline Buku dan Trik Supaya Lolos Penerbit Mayor

Friday, December 20, 2019

Outline buku, gimana, sih cara bikinnya? Susah nggak, nih? Memenuhi permintaan teman-teman untuk membuat contoh outline buku di Komunitas Jago Nulis Buku atau KJNB *yang jelas bukan KJN apalagi KJP...kwkwk, maka di postingan kali ini saya mau berbagi salah satu outline buku yang lolos masuk penerbit mayor dan sudah bisa kamu dapatkan di Gramedia dan toko buku lainnya.

Yups! Outline adalah bagian penting yang mesti dibuat oleh seorang penulis sebelum mengajukan naskahnya pada penerbit. Outline yang baik tentu berisi bagian-bagian penting yang dapat memikat hati para editor. Dalam Outline, kita harus menulis bukan hanya sinopsis, tapi juga kelebihan naskah dan beberapa alternatif judul. Tidak hanya itu, ada banyak hal yang perlu kamu lengkapi selain yang saya sebutkan di atas.

Namun, sebelum saya share salah satu outline buku yang pernah saya tulis dan ajukan pada penerbit mayor, kita pelajari dulu bagaimana trik supaya naskah kita bisa lolos dan diterbitkan. Pastinya ini menjadi impian hampir semua penulis.

1. Naskah Lengkap Lebih Diutamakan


Seperti sering saya singgung sebelumnya (dalam artikel lain di blog ini), jika memang berniat mengajukan naskah pada penerbit, sebaiknya kita kirimkan bukan hanya outline dan contoh naskah saja, tapi juga naskah lengkapnya. Meskipun kita nggak tahu apakah naskah itu nantinya benar-benar dilirik atau diabaikan, tetap kita harus mencoba karena ini membuktikan bahwa kita memang benar-benar serius menulis.

Apalagi jika kita masih termasuk penulis pemula yang belum pernah menerbitkan buku. Jangan buat editor patah hati, sudah berharap ada naskah lengkap, eh ternyata hanya berupa contoh. Setelah di-ACC, hasilnya nggak sesuai harapan pula. Alasan semacam inilah yang kadang dilontarkan oleh editor, kenapa mereka jarang sekali menerima outline kecuali dari penulis yang memang telah dikenal. Ya, mereka khawatir naskah yang nantinya akan kamu tulis hasilnya tidak sesuai harapan.

So, daripada kamu berhayal dan terus berhayal, mending selesaikan naskahmu dan segera kirimkan pada penerbit yang diincar!

2. Outline Harus Menarik


Kenapa ada naskah buku yang diterima hanya lewat ajuan outline? Tentu saja karena outline yang dikirimkan sangat menarik dan membuat editor yakin bahwa buku itu nantinya bakalan keren hasilnya. Mau nggak mau kita memang harus belajar dan rajin bikin outline plus menyelesaikan naskahnya.

Dulu, pertama kali mengirimkan ajuan outline pada salah satu agensi, saya belajar otodidak dari mbah Google, Gaes. Mau bertanya pada orang lain kadang sungkan karena tidak semua penulis mau berbagi ilmu dengan kita secara cuma-cuma. Zaman itu, kelas-kelas semacam ini juga susah nyarinya.

Nggak sekali dua kali diabaikan penulis lain, akhirnya saya agak sungkan dan tahu diri juga...kwkwk. Nyoba-nyoba sendiri, dan qadarallah lolos masuk penerbit mayor. Kemudian saya pelajari kembali dari blog mentor saya, Teh Indari. Beliau memberikan contoh yang memang benar-benar dari buku telah terbit. Dari situ saya banyak belajar dan mencoba.

Hingga sekarang, saya sudah lebih percaya diri mengajukan outline meski nggak sebaik apa, tapi semoga contoh yang saya berikan bisa teman-teman pelajari dan terapkan :)

3. Sinopsis adalah Kunci Utama Outline Buku Kamu Bisa Lolos Masuk Penerbit Mayor


Kunci dari apa? Kunci dari seluruh bagian outline yang kamu buat. Editor biasanya nggak akan membaca keseluruhan naskah, cukup dengan melihat sinopsis, mereka sudah bisa memutuskan apakah naskah layak terbit atau tidak. Jadi, sebaiknya kita benar-benar berhati-hati saat membuat sinopsis, jangan terlalu kaku, nggak perlu pakai rahasiaan segala. Pokoknya jabarkan dengan baik dan singkat seluruh isi naskah kamu dalam sinopsis tersebut.

4. Jangan Abaikan Judul


Gaes, perlu saya tekankan di sini bahwa membuat judul nggak boleh sembarangan dan asal. Karena ketika jalan-jalan ke toko buku, sudah pasti yang dilihat pertama kali oleh calon pembaca adalah judul. Dari sekian banyak buku yang dipajang, kita hanya memilih satu dua buku saja untuk dibuka dan dibaca sedikit sebelum akhirnya memutuskan membelinya.

Kalau sejak awal judul kita nggak menarik, bagaimana editor mau menerima naskah kamu? Kalau sejak awal judul kamu ngasal, bagaimana bisa layak dibeli oleh para pembaca? Dengan saingan buku lain yang jumlahnya nggak bisa disebut sedikit, kita pun harus pandai-pandai mencari judul yang menarik.

Kadang, ada judul panjang yang memang layak dijual, tapi, tidak sedikit juga judul pendek menarik pembaca. Pintar-pintar kita saja dalam merangkai kata. Bayangkan, andai kamu mendapati buku dengan judul semacam yang hendak kamu buat, kira-kira tertarik membeli atau tidak? Kalau nggak, sebaiknya ganti lagi judulnya. Lha, kamu aja nggak mau beli, bagaimana dengan orang lain?

Ini memang sesuatu yang tidak mudah. Tapi, kamu harus belajar membuatnya mulai sekarang jika memang berniat menjadi penulis. Lucu aja kalau ada penulis buku yang mengatakan tidak bisa menulis judul. Bilanglah, belum bisa...*halah apa bedanya :D

Contoh Outline Buku


Contoh outline buku yang saya share ini bisa teman-teman pelajari. Waktu saya ajukan, memang belum disertai naskah lengkap saat itu. Tapi, karena editor sudah klik, qadarallah diterima dengan deadline kurang dari sebulan.

Buku ini ditulis dalam bab-bab singkat dan jumlahnya banyak banget. Karena alasan itulah, saya memang tidak menjabarkan lebih detail pada per babnya. Andai naskah kamu babnya terdiri dari bagian yang lumayan panjang, sebaiknya berikan detailnya langsung. Tidak perlu terlalu panjang, bisa terdiri dari satu atau dua paragraf yang menggambarkan bab tersebut.

Outline Buku Nonfiksi


Penulis: Muyassaroh

Judul : 99 Great Ways to be Wonderful Muslimah

Alternatif Judul:

  • 99 Rahasia Menjadi Muslimah Berprestasi Dunia dan Akhirat

  • The Wonderful Muslimah

  • Be Wonderful Muslimah


Target Pembaca : Perempuan usia 15-25 tahun

Genre : Motivasi Islami

Jumlah Halaman : kurang lebih 200 halaman

Tema : Motivasi islami bagi para muslimah yang ingin berprestasi dunia dan akhirat.

Kelebihan Naskah :

  • Buku ini dikhususkan bagi muslimah yang ingin mengejar impian dan berprestasi tanpa meninggalkan fitrah sebagai seorang perempuan.

  • Dikemas dengan bahasa sederhana dan ditulis dengan ringkas sehingga pembaca tidak mudah bosan, tetapi tetap mendapatkan ‘inti’ dari tema yang dibahas.

  • Mengupas masalah kecantikan, kesehatan, dan kebersihan khusus perempuan.

  • Dilengkapi dengan quotes.

  • Disertai kisah inspiratif sehingga pembaca percaya bahwa apa yang dibahas dalam buku ini memang benar-benar bisa diterapkan dalam kehidupan nyata.


SINOPSIS

Bersyukurlah, sebab kita dilahirkan sebagai seorang muslimah yang amat dihormati di dalam agama Islam. Jika zaman dulu seorang perempuan selalu dihinakan, bahkan kelahirannya menjadi aib, berbeda ketika Islam datang, derajat seorang perempuan diangkat dengan amat mulia.

Islam memberikan aturan sebagai batasan, supaya kita tetap ada pada ‘garis’ aman. Islam menganjurkan kita berhijab dan menutup aurat dengan sempurna sebagai salah satu cara untuk melindungi dan menghormati kita.

Kita tidak dilarang sekolah setinggi-tingginya, kita tetap diizinkan berprestasi, tetapi tentu saja dengan tanpa meninggalkan fitrah sebagai seorang perempuan.

Tapi, rupanya tidak semua muslimah paham akan perannya. Tidak sedikit yang masih mengabaikan aturan agama, padahal mengingkarinya sama saja menjatuhkan diri ke dalam lubang yang suram. Sungguh merugi.

Tidak hanya itu, di zaman sekarang, banyak muslimah yang mati-matian mengejar dunia, tetapi justru melupakan akhirat. Mereka tidak sadar, bahwa sejatinya keduanya bisa didapatkan secara bersamaan asalkan mengerti caranya.

Buku ini lahir sebagai panduan untuk mewujudkan keinginan menjadi muslimah berprestasi, salehah, serta istiqomah di jalan Allah. Tidak hanya mengupas tentang motivasi mengejar impian tanpa meninggalkan kodrat sebagai perempuan, buku ini pun hadir dengan beberapa panduan merawat diri dan menjaga kesehatan.

Beberapa kisah inspiratif di dalamnya bisa menjadi cermin diri, supaya kita tidak mudah rapuh, menyerah, dan salah mengikuti arus perkembangan zaman yang semakin melenakan.

Menjadi muslimah hebat bukan lagi soal sekolah tinggi, melainkan lahir dari pemikiran diri, menjaga hati, menghilangkan jarak dengan Illahi, serta berikhtiar untuk terus memperbaiki diri. Sejatinya kita tidak hanya ingin tampak baik di dunia, melainkan di sisi Allah juga.

Kata Pengantar

Menjadi muslimah hebat bukan hanya milik mereka yang mampu menikmati pendidikan setinggi-tingginya. Bukan juga soal gaya hijab yang dikenakan, melainkan tentang cara berpikir positif serta istiqomah di jalan-Nya. Buku ini lahir bukan karena kesempurnaan penulisnya, tetapi sebagai salah satu cara untuk saling mengingatkan dalam kebaikan.

Seorang muslimah juga berhak meraih apa yang diimpikan. Tapi, kadang kita sendiri yang tidak mau memperjuangkan. Perkembangan teknologi di zaman sekarang bahkan tidak bisa mengubah masa depan kita jika kita sendiri tidak mengubahnya. Raihlah keberkahan hidup dengan menghilangkan jarak dengan Illahi serta terus berikhtiar untuk memperbaiki diri.

Ada banyak cara bisa dilakukan demi mewujudkan impian menjadi muslimah hebat dan shalehah, serta berakhlak mulia tanpa harus meninggalkan fitrah sebagai seorang wanita yang digariskan di dalam agama Islam. Beberapa di antaranya bisa dilihat di dalam buku ini.

Berbahagialah bagi kita yang terlahir sebagai seorang muslimah. Sebab Islam sangat menghormati dan menghargai kita dengan cara-cara yang amat mulia. Maka manfaatkanlah hidup kita untuk memaksimalkan ibadah dan berbuat kebaikan di jalan-Nya.

Selamat berbenah diri, wahai Muslimah!

Blurb

Seorang muslimah juga berhak memiliki impian. Bahkan sebagian dari kita bisa melampaui apa yang diinginkan tanpa harus meninggalkan fitrah sebagai seorang perempuan.

Agama Islam amat mencintai kaum perempuan. Kita dihormati dan dihargai dengan cara mulia. Sudah seharusnya kita menghilangkan jarak antara diri dengan Illahi, supaya setiap langkah senantiasa diberkahi.

Bagaimana kita memulainya? Buku ini mengupas 99 cara mewujudkan keinginanmu menjadi muslimah hebat dan berprestasi, bukan hanya di dunia, melainkan di akhirat juga!

Daftar Isi

Prolog: 99 Great Ways – Berprestasi Dunia dan Akhirat

Menceritakan kedudukan seorang muslimah pada masa sebelum dan sesudah Islam datang. Ternyata peran seorang perempuan begitu luar biasa, dibuktikan dengan peran-peran muslimah pada zaman Rasulullah saw. Mereka tidak hanya cemerlang pemikirannya, tetapi juga berakhlak mulia dan menjadi muslimah yang dirindukan surga.

  1. Cintai Dirimu

  2. Mari Berbenah!

  3. Kamu Spesial!

  4. Ketika Aku Terlahir Berbeda

  5. Membangun Energi Positif

  6. Berprasangka Baiklah pada Allah

  7. Ratu Drama

  8. Pantang Mengeluh

  9. Menerima Takdir

  10. Berdamai dengan Masalah

  11. Dst sampai poin ke-99


Epilog: Be Wonderful Muslimah

Daftar Pustaka

Arafat. 2018. Hijrah Rezeki. Cirebon. KMO Indonesia

At-Thahir, Hamid Ahmad. 2018. Kisah-kisah dalam Al-qur’an. Jakarta. Ummul Qura

Bayyumi, Ummu Isra’ Binti ‘Arafah. 2018. 66 Muslimah Pengukir Sejarah. Solo. PT. Aqwam Media Profetika

inspiring_muslimah dan Ririn Astutiningrum. 2018. Istiqomah until Husnul Khatimah. Jakarta. Wahyu Qolbu

Jazuli, Ahzami Sami’un. 2006. Hijrah dalam Pandangan Alqur’an. Jakarta. Gema Insani

Khotib, Ahmad. 2011. Dosa-dosa Khas Wanita Paling Dibenci Allah. Yogyakarta. DIVA Press

Muyassaroh. dkk. 2018. Perempuan Pemetik Cahaya. Bandung. Bitread Publishing

Rif’an, Ahmad Rifa’i. 2011. The Perfect Muslimah. Jakarta. Quanta

Salim, Abu Malik Kamal Bin As-Sayyid. 2018. Fiqih Sunnah Wanita. Jakarta. Griya Ilmu

Siauw, Felix Y. 2017. Udah Putusin Aja!. Jakarta. Alfatih Press.

Suwiknyo, Dwi. 2016. Ubah Lelah Jadi Lillah. Yogyakarta. Genta Hidayah.

www. muslim.or.id

www.rumaysho.com

Contoh Bab 1

Cintai Dirimu

Setiap orang pasti diciptakan dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Mustahil ada makhluk yang sempurna di dunia ini. Hanya saja, penerimaan pada diri kitalah yang membuat kita berbeda.

Jika ingin menjadi muslimah yang hebat, kamu harus bersedia menerima kekuranganmu dengan tulus dan ikhlas, apa pun itu. Dengan begitu, perjalanan ke depan akan lebih mudah kamu lampaui.

Percayalah, Allah sudah menata kehidupan kita dengan sangat sempurna, tidak akan pernah luput sekecil biji sawi pun kecuali atas izin-Nya. Termasuk tentang impian serta harapanmu ke depan. Kita hanya menjalankan peran yang telah Allah pilihkan, tidak ada yang bisa menukar apalagi memilih.

Terimalah dirimu apa adanya. Cintai, syukuri. Bisa jadi, orang-orang di sekelilingmu justru sedang menanti nasib sebaik yang kamu miliki, hanya saja kamu tidak pernah menyadari itu. Kamu terlalu sibuk memikirkan kekuranganmu, kamu terlalu lelah menghitung kelemahanmu, sampai-sampai kamu lupa jika di dalam dirimu yang kini sudah beranjak dewasa, dipenuhi oleh limpahan karunia tak tekira.

Fokuslah pada apa yang menjadi kelebihanmu. Bangun kekuatan dari kelebihan, bukan dari kekurangan. Jangan terus menerus merutuki kekurangan, sebab, yang lain pun tak kalah malangnya denganmu.

Penerimaan pada diri sendiri akan membuatmu jauh lebih kuat. Kamu bisa melihat ternyata masa depan yang cerah dimiliki oleh setiap orang yang mau berharap dan berusaha, bukan milik mereka yang berputus asa apalagi membenci dirinya sendiri.

Dan seterusnya...

Profil Penulis

Seorang muslimah dengan nama Muyassaroh, merupakan alumni Sekolah Tinggi Ilmu Kitab Kuning Pesantren An-Nur III. Founder Estrilook.com ini lahir dan besar di Malang. Menikmati perannya sebagai seorang ibu dan telah dikaruniai dua orang putra. Seribu lebih artikelnya bisa dilihat di beberapa media online. Penulis telah menerbitkan puluhan buku antologi, di antaranya, Seporsi Rasa (Elex Media, 2014), Ceria Ramadhan di 5 Benua – 25 Negara (Ziyad, 2018), Istiqomah until Husnul Khatimah (Wahyu Qalbu, 2018), 35 Dongeng Super Amazing Kekayaan Fauna Indonesia (Scritto, 2018), Me and My Pet (DIVA Press, 2018), 34 Legenda Asal Usul di Nusantara (Elex Kids, 2019), Ada Dia di Hatiku (Quanta, 2019), buku duet Adab dan Kebiasaan Hebat Anak Muslim (Quanta Kids, 2019), dll. Buku solo yang telah terbit di antaranya, Rahasia dalam Semangkuk Sup (Bitread, 2018), Agar Suami Tak Mendua (Quanta, 2019), Berani Nulis Artikel, Ubah Hobi jadi Profesi (Lokamedia, 2019).

Blog: www.muyass.com

Instagram: @muyassarohzuhri

Email: muyass04@gmail.com


Voila! Alhamdulillah, bukunya sudah terbit dan bisa kamu dapatkan di Gramedia dan toko buku kesayanganmu! Semoga postingan ini bermanfaat. Jangan sungkan untuk sharing dan berdiskusi mengenai outline yang akan kamu ajukan. Saya sangat senang dengan orang-orang yang mau belajar dan berusaha. Semoga kamu sukses :)

Salam hangat,

Featured image: Photo by David Bortnik on Pexels

 

Comments

  1. Bagus infonya Mbak Muyass. Jadi tahu apa aja yang ada di dalam outline yang akan dikirim ke penerbit. Selama ini tahunya outline itu sekadar tuntunan kita buat nulis naskahnya. Semacam draft setengah matang gitu.

    ReplyDelete
  2. Wah ilmu banget ini. Apa lagi impian saya di 2020 ingin tembus penerbit mayor. Makasih banyak mba. Semoga pahala mengalir terus atas ilmu yang dibagikan. Salam dari Enny di Jambi 😊

    ReplyDelete
  3. Aamiin, semoga impiannya terwujud, ya, Mbak :)
    Salam kenal, Mbak Enny. Eh kita udah berteman di Instagram, ya :)

    ReplyDelete
  4. Sama-sama, Mbak..semoga bermanfaat yaa :)

    ReplyDelete
  5. Terima kasih ya mbak contoh outlinenya.

    ReplyDelete
  6. Keren bangett! Semoga tips ini bisa bantu mewujudkan "terbitin buku" ya mbak :)

    ReplyDelete
  7. Keren banget mba saya jadi termotivasi untuk menerbitkan buku juga. Meskipun tulisan saya masih jauh dari kata bagus, tetapi saya nggak akan berhenti untuk belajar. Thanks For Sharing mba :)

    ReplyDelete
  8. Sama-sama, Mbak..semoga bisa terwujud yaaa..

    ReplyDelete
  9. Nulis buku jadi keinginan banget Mbak, meski agak khawatir akan proses dan hasilnya. Infonya membantu sekali. Semoga bisa memberikan semangat yang lebih. Terima kasih.

    ReplyDelete