Ketahui Penyebab Anak Muntah dan Cara Mengatasinya

Monday, December 23, 2019

Dulu, waktu melahirkan anak pertama, saya sempat dibuat kaget karena dia sering banget muntah baik karena perut kembung atau setelah menyusu. Karena, kondisi yang dia alami nggak wajar disebut 'gumoh' biasa. ASI yang sudah diminum keluar memancar dari mulut dan hidung. Benar-benar berbeda dengan bayi lainnya yang gumoh hanya sedikit.

Kondisi muntah seperti yang dialami oleh sulung ternyata juga dialami oleh si bungsu. Untuk kasus semacam ini, saya masih bisa bernapas lega dan tidak terlalu khawatir karena kondisinya memang dalam keadaan sehat, bukan sedang sakit. Namun, saat mereka sedang sakit, misalnya batuk disertai demam dan perut kembung, saya sering merasa khawatir jika mereka terus menerus muntah. Entah karena memang merupakan cara alami mereka mengeluarkan dahak atau ada hal lain yang menyebabkan itu terjadi.

Pastinya, saat mereka mengalami muntah-muntah hebat terutama saat demam, saya sangat khawatir mereka terkena dehidrasi. Kurang cairan bukan hal sederhana bahkan dokter sudah mewanti-wanti, hal paling penting yang perlu dijaga saat anak sakit seperti demam adalah kecukupan cairan dalam tubuh mereka.

Beruntungnya, anak-anak saya termasuk suka minum air putih, jus dan sejenisnya meskipun kondisi sedang sakit sekalipun.

Lain lagi dengan kondisi mual berkepanjangan, yang diikuti oleh sakit kepala, akan mudah menyebabkan bayi atau anak mengalami muntaber. Terkadang, kondisi tersebut tidak kenal tempat dan waktu. Oleh karenanya dalam hal ini obat muntah aksi cepat akan sangat dibutuhkan oleh anak-anak yang terkena gejala tersebut.

Apotek 24 Jam online selalu menyediakan obat yang bisa dengan segera meredakan gejalanya. Muntah dalam muntaber merupakan cairan atau padatan yang dimuntahkan dari perut seseorang. Ketika seseorang telah makan dan minum, kadang-kadang terdapat gangguan pada tubuh menyebabkan makanan terlontar kembali dari  jalur pencernaan ke arah mulut.

Muntah Karena Bakteri


Penyebab yang membuat sang bayi atau anak-anak mengalami muntaber cukuplah banyak. Misalkan keterlibatan bakteri pada makanan yang menyebabkan proses dekomposisi makanan tersebut. Sebagai contoh, bayi mengkonsumsi kue yang telah terkontaminasi oleh bakteri, tidak lama kemudian makanan itu dimuntahkan olehnya.

Makanan yang telah terkontaminasi oleh bakteri cenderung mengeluarkan bau tidak sedap. Rasa dari makanan itu pun berubah lebih masam, juga lebih lembek. Hal ini membuat indera perasa manusia di lidah serta hidungnya, merasakan ada yang salah. Ketika makanan itu tanpa sengaja ditelan, maka  ada reaksi balik yang membuat bayi mengeluarkan kembali makanan tersebut.

Reaksi pada saat sang bayi muntah saat salah mengonsumsi makanan yang mengandung bakteri terkadang sangat tidak menyenangkan, karena dibarengi dengan rasa mual pada perut, mata serta hidung berair, kepala merasa pusing, sehingga bayi menangis.

Muntah Karena Paparan Virus


Ada lagi penyebab lainnya, yakni paparan virus yang menyebabkan seseorang menjadi muntah. Ambil contoh Norovirus atau virus yang menyebabkan flu perut atau yang umum disebut sebagai muntaber.

Norovirus adalah infeksi virus yang menyebabkan bayi mengalami mual, muntah, diare, dan kram perut (semua gejala gastroenteritis). Selain itu, bayi akan mengalami kelelahan, sakit otot, sakit kepala, juga demam ringan selama satu hingga dua hari. Penyakit ini sembuh dengan sendirinya setelah masa hidup virus selesai. Tapi penanganan terhadap bayi selama inkubasi virus mesti tepat.

Jangan sampai sang buah hati dehidrasi karena terlalu banyak mengeluarkan cairan dari dalam tubuhnya,  jika tidak gejalanya akan semakin memburuk. Jika situasi muntaber memburuk karena telat dalam penanganan, kita harus membawanya ke dokter atau ke unit perawatan insentif lainnya. Semoga kita selalu bijak menangani anak yang sedang sakit.

Salam hangat,

Featured image: Photo by parenting.dream.co.id

 

Comments