Bukan Sekadar Gaya-gayaan, Minum Jus Juga Bisa Atasi Ketergantungan Obat

Friday, December 6, 2019

Sejak menjalankan diet yang bermacam-macam jenisnya, kemudian sempat gagal karena berbagai macam alasan yang tidak terlalu diperhitungkan, sampai saat ini yang paling saya pertahankan dalam pola makan sehari-hari adalah minum jus setiap hari. Mau pagi, siang, sore, terserah. Kadang pagi terlalu terburu-buru atau stok buah dan sayur habis, terpaksa bikin jus di sore harinya sekalian nunggu pasukan datang.

Karena selama ini, hal positif saat saya menjalankan diet adalah perubahan anggota keluarga yang juga dengan senang hati mau menelan jus. Suami sama anak-anak termasuk orang yang pemilih banget. Kalau nggak manis, bakal tersesat di tenggorokan jusnya, terus uwek...uwek...kwkwk.

So, tiap bikin jus harus diperhatikan banget komposisinya. Jangan asal semua jenis sayur dan buah dimasukkan kecuali yang minum tipe pemakan segala seperti saya ini...haha. Jadi, meski jus yang saya buat warnanya hijau (karena ditambah bayam, sawi, atau pokcoy), tapi karena menggunakan banyak buah juga, rasanya tetap oke. Beda kalau kita mengurangi jumlah buahnya, rasanya mungkin agak sulit diterima bagi mereka yang tidak terbiasa mengonsumsi jus.

Orang Tua Lebih Dulu Konsumsi Jus Untuk Menjaga Kesehatan di Masa Tua


Seperti kita tahu bersama, banyak di antara kita, keluarga dan kerabat dekat yang mengalami sakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, hingga obesitas. Termasuk ibu saya. Beliau adalah penderita hipertensi di usianya yang memang tidak muda lagi.

Dulu, beliau terbiasa konsumsi obat hipertensi hampir setiap hari. Beliau konsumsi obat kaptopril dan nggak pernah telat. Karena kalau telat suka kambuh dan ibu saya sangat trauma melihat banyak saudara yang terkena stroke akibat hipertensi ini.

Sekitar setahun yang lalu, ibu mencoba minum jus. Mulai dari kacang panjang, seledri, tomat, mentimun, wortel dan sedikit buah seperti apel. Hebatnya, beliau minum jus itu setiap hari plus ampasnya pula. Kebayang nggak nelennya gimana :(

Beliau membuat jus menggunakan blender, jadi harus ditambahkan sedikit air supaya semua bahan hancur rata. Sempat saya belikan juicer, namun sepertinya jarang dipakai karena ibu saya nggak perlu memisahkan ampas jus, sedangkan penggunaan juicer memang bertujuan untuk itu. Alhasil, sampai sekarang masih pakai blender.

Jus itu diminum setiap hari satu gelas atau sebotol kecil sekitar 500 ml. Karena nggak ingin repot serta ibu belanja hanya seminggu sekali, setiap membuat jus bikin banyak sekaligus kemudian disimpan di freezer. Setiap akan minum, beliau ambil satu per satu.

Saya melihat banyak sekali perubahan, mulai dari berat badan ibu saya yang turun dan sekarang jadi nggak berlebihan gemuknya, sampai hipertensi dan asam uratnya yang nggak kambuh. Padahal beliau konsumsi kacang panjang, kenapa bisa sembuh asam uratnya?

Beliau bilang, kacang panjang bisa perparah asam urat kalau dikonsumsi matang. Itu kata orang-orang juga, dan ibu saya membuktikan memang nggak ada masalah. Beliau minum jus sudah setahunan dan memang rutin banget karena sudah merasakan khasiatnya.

Kata ibu, minum jus jangan sekali dua kali. Nggak akan terasa hasilnya. Coba sebulan dua bulan, baru tahu manfaatnya seperti apa. Dan, saya sendiri pun sebenarnya merasakan banget manfaat minum jus setiap hari ini, Gaes. Dari badan lebih fit, anak-anak juga jarang kena batuk pilek nggak kayak dulu, misal sakit pun biasanya nggak separah yang lalu-lalu. Qadarallah itulah yang saya rasakan selama ini.

Tambahan Buah Bikin Jus Jadi Lebih Enak


Kalau kamu nggak suka minum jus sayur, jangan memaksanakan untuk minum jus yang isinya full sayuran karena benar-benar akan membuat kamu gagal total. Untuk menyiasati rasanya yang langu dan aneh, cobalah tambahkan beberapa jenis buah seperti apel, nanas, jeruk nipis, atau belimbing. Itu beberapa jenis buah yang menolong banget kalau menurut saya pribadi.

Selain itu, kamu bisa tambahkan sedikit madu ke dalamnya. Anak-anak dan suami selalu minum jus pakai madu karena mereka memang agak sulit minum jus tanpa itu. Jadi, nggak masalah toh madu juga bagus dan sehat, kan?

Minum Jus Bikin Kantong Jebol


Ya, bisa dikatakan memang menambah pengeluaran di luar yang biasa kita keluarkan. Karena memang kita harus beli buah lebih banyak, yang mahal buahnya ini memang. Tapi, kalau kita pintar-pintar memilih, kita bisa sedikit lebih berhemat. Misalnya jangan terpaku pada buah tertentu. Bisa pilih yang bagus, namun harganya lebih murah.

Misalnya, daripada beli apel, mending pakai belimbing. Okelah. Atau nggak mungkin kita pakai buah terlalu banyak, tambahkan tomat dan mentimun.

Saya pribadi wajib sehari satu kilogram tomat, beberapa butir apel atau pir, mentimun kadang, dan wortel. Kadang juga pakai sawi, pokcoy, dan bayam.

Kenapa bisa habis sebanyak itu? Karena yang minum bukan saya aja, ada suami, dan dua anak kami yang juga habiskan satu gelas jus per hari...haha. Saya bersyukur, semakin ke sini semua semakin terbiasa minum jus tanpa harus dipaksakan. Bahkan suami saya naik dong berat badannya meski hanya satu kilogram...kwkwk. Susu ‘penggemuk’ kalah, deh :D

Dari pengalaman menjalankan beberapa pola diet, nggak ada hal negatif yang terlalu berarti selain saya terlalu kurus beberapa waktu yang lalu. Sekarang udah balik normal dong 42 kg *kibas gamis...kwkwk.

Hal positif yang bisa diambil, memang menjaga pola makan itu sangat perlu karena memang hampir semua masalah kesehatan berawal dari berantakannya pola makan kita. Bukan sekadar gaya-gayaan menghindari nasi dan minum jus, buat yang obesitas dan sangat gemuk menurut saya itu hal yang perlu dicoba :)

Salam hangat,

Photo by Vlad Bagacian on Pexels

 

Comments

  1. Aku suka minum jus buah Kak, biasanya biar nggak mahal-mahal banget aku mampir pasar buat beli buah sekilo aja gitu, buat persediaan beberapa hari.
    Menurut aku, meski mahal, setidaknya nggak bikin aku sakit-sakit gitu.

    Semoga kita semakin rajin minum jus buah ya Kak.

    ReplyDelete
  2. Sejak tidak punya blender lagi tidak bisa bikin jus. Semoga nanti ada rezeki untuk beli blender karena saya bosan Palung dan suami kurus, ogah makan serat dari sayuran. Harus dikreasikan dengan jus sayur campur buah agar mereka tidak memubazirkan sayur yang dimasak.
    Saya juga pingin gemuk, hi hi.
    Bagi saya jus itu lezat dan sehat, sekjaligus berfungsi sebagai obat.

    ReplyDelete
  3. karena gak ada yang suak buah akhirnya selalu di jus

    ReplyDelete