Rahasia Masuk Page One Google dan Meningkatkan Trafik Blog

Friday, December 20, 2019

Rahasia masuk page one



Belajar tentang SEO supaya bisa masuk page one Google itu memang bukan hal mudah, namun ketika berhasil, nggak bisa dipungkiri, pasti bakalan meningatkan traffic atau pengunjung ke blog kita.

Selama ini saya berpikir bahwa untuk masuk halaman pertama Google sangat tidak mudah, jadi nggak pernah serius nyoba juga, Gaes. Mustahil saya yang gaptek bisa masuk page one, bahkan mentor saya aja ngetawain dan mengatakan, “Semua orang bahkan yang pemula bisa masuk page one Google, Bu. Bahkan blog yang baru jadi juga bisa masuk page one. Masalahnya, apakah ketika artikel kita yang masuk page one itu bisa mendatangkan pengunjung yang banyak atau tidak?”

Saya setuju dengan itu. Karena selama ngeblog, banyak banget teman-teman blogger yang pamer artikelnya, bilang masuk page one, nongki di page one *termasuk saya...kwkwk, tapi pengunjungnya biasa aja. Paling yang baca teman-teman di Facebook juga. Nggak lebih dari itu.

Dari sini saya mulai memahami bahwa masuk page one bukan berarti artikel kita nongkrong di halaman pertama Google aja, tapi yang nyari kita doang. Atau artikel ada di halaman pertama Google, tapi dengan kata kunci yang super panjang atau pakai judul kita nyarinya. Kalau seperti ini, sudah pasti hampir selalu muncul di page one Google.

Lalu masuk page one sebenarnya yang seperti apa? Saya akan bahas dengan sangat sederhana, dengan bahasa saya, karena jujur saya memang nggak pandai banget soal beginian...kwkwk. Tapi, saya mau sharing tentang beberapa artikel saya yang mendatangkan traffic luar biasa ke blog. Sebelum kita bahas tentang artikel yang masuk page one, ada baiknya kita perhatikan dulu beberapa hal yang menyebabkan trafik blog kita begitu-begitu aja.

  • Artikelmu Seadanya Banget


Bagaimana bisa,  artikel yang ditulis tanpa kerja keras, tanpa usaha, seadanya kemudian diharapkan bisa mendatangkan trafik yang baik? Kayaknya kita sedang bermimpi bulan jatuh ke pangkuan. Mustahil banget!

Jadi, kalau artikel yang kamu buat nggak ada perkembangan, masih lempeng aja, hambar, dan nggak informatif sama sekali, pembaca juga bakalan males balik lagi ke blog kamu. Ujungnya, trafik blog ikutan lempeng aja dan nggak ada kenaikan.

Karena itu, dalam dunia ini, baik dalam dunia blogging, menurut saya, kita perlu belajar dan mengembangkan kemampuan diri. Semakin hari semakin rajinlah berlatih menyusun kalimat dengan baik supaya hasilnya minimal enak dibaca dan nggak banyak typo di mana-mana.

  • Menulis Tema Hambar


Apaan, tuh, tema hambar? Tema-tema yang nggak dicari oleh banyak orang. Tema yang nggak penting atau nggak informatif serta nggak inspiratif. Jadi, mana bisa blog kita dibaca banyak orang kalau isinya postingan sejenis itu semua?

Ketika kita berkunjung ke blog seseorang, ada beberapa alasan kenapa kita bakalan balik lagi dan membaca lagi artikel mereka. Misalnya, pertama karena artikelnya memang jadi panutan banget, keren dan emang sangat berguna. Kedua, bisa juga artikelnya disajikan dengan sangat menarik meskipun temanya sederhana, tapi karena enak dibaca, orang jadi suka balik lagi.

Nah, blog kamu punya daya tarik apa supaya pembaca balik lagi tanpa diminta?

  • Nunggu Kepastian 'Setiap Tulisan Punya Pembacanya Sendiri'


Saya bisa membandingkan antara saya dan beberapa teman blogger yang usia ngeblognya nggak beda jauh. Mereka yang memang fokus dan serius ngeblog, hari ini bisa dibilang sangat keren pencapaiannya. Sedangkan saya masih seadanya begini, Gaes. Bahkan baru kemarin memutuskan migrasi.

Katanya, sih, mau sampai kapan kita nunggu pembaca nyamperin? Padahal blogger lain justru menjemput peluang supaya mereka bisa dilirik dan dianggap. Kalau kita nunggu dan hanya sekadar nunggu terus, mungkin sampai kapan pun kita bakalan begini-begini aja, nggak ada kemajuan. So, marilah belajar lagi supaya ngeblognya lebih 'bermartabat' dan layak dianggap *eaaaa.

  • Belajar SEO Itu Susah! Mending Nulis Aja!


Bolehlah bicara hal yang sama pada blogger pemula. Lha, kamu? Udah ngeblog berapa tahun, Gaes? Masa masih nulis aja ngalir kayak air? Memang benar, belajar SEO itu susah, tapi kalau menguasai, minimal ada beberapa artikel yang nyangkut dan SEO-nya benar, blog bakalan kebanjiran trafik.

Tapi, karena kita malas belajar SEO *contohnya saya sendiri...kwkwk, akhirnya trafik blog nggak ada perubahan berarti. Begini-begini aja, lempeng aja kayak hidup kita ini *tepuk kening.

Mau nggak mau kita harus mengubah pola pikir kita bahwa ngeblog memang nggak bisa hanya sekadar menulis aja. Ada banyak hal yang perlu dipelajari, bahkan oleh si gaptek seperti saya sekalipun.

Nah, setelah membahas beberapa alasan kenapa trafik blog lempeng aja, mari kita bahas lebih jauh tentang page one Google yang banyak diharapkan oleh para blogger dan cara mendatangkan trafik!

Masuk Page One Google Tidak Berarti Meningkatkan Trafik ke Blog


Jika kamu mengaku ada artikelmu yang masuk halaman pertama Google, coba sekarang cek berapa jumlah pembacanya? Apakah ratusan? Ribuan? Puluhan ribu dalam beberapa bulan? Atau lebih dari itu?

Atau hitungannya masih sebiji dua biji? Sudah bisa dipastikan artikel itu nggak layak disebut masuk page one dalam artian yang sebenarnya. Karena bahasa sederhananya, artikel yang masuk halaman pertama Google sudah pasti bakalan dicari banyak orang meskipun bukan dalam waktu singkat juga.

Saya pernah membaca artikel yang membahas tentang trafik blog tak kunjung berubah padahal sudah menerapkan SEO. Artikel ini ditulis oleh Febriyan Lukito di Medium.com. Beliau menjelaskan, bahwa untuk mendatangkan trafik yang baik, sebaiknya kita memang belajar SEO. Tapi, yang telah menerapkan SEO bukan berarti langsung bisa mendapatkan trafik yang tinggi di blognya. Semua itu butuh proses dan nggak bisa didapatkan dengan instan.

Apalagi kalau SEO kita masih seadanya atau mungkin masih menerka-nerka seperti saya...haha. Kayaknya, mentor saya mau menjelaskan yang semacam ini, boleh aja artikel kita ketika dicari masuk halaman pertama Google, tapi selama ia nggak mendatangkan trafik yang bagus, beliau bilang nggak layak disebut masuk page one. Dan saya sungguh sangat sakit hati dengan beliau, Gaes...kwkwk *eh maksudnya sehati :D

Artikel Masuk Page One Google, Selain Kamu, Adakah Orang Lain yang Mau Membaca Artikelmu?


Nah, ini dia pertanyaan besar yang masih jadi tanda tanya. Kalau sudah menerapkan SEO dan artikel masuk halaman pertama Google, kira-kira, selain kita sendiri, adakah yang mau klik artikel tersebut? Kalau nggak, lantas apalah artinya masuk halaman pertama?

Karena itu, meski masuk page one, bukan berarti artikel kita bisa mendatangkan trafik bagus ke blog. Bisa jadi ya nggak beda jauh dengan artikel lain. Hambar-hambar aja walaupun udah dipoles sedemikian rupa. Lantas, masalahnya di mana?

Bisa jadi kamu salah nyari kata kuci atau keywords. Begitu rumitnya emang belajar SEO ini, kadang mending disuruh nulis buku ratusan halaman aja daripada harus mikir SEO...huhu. Benar-benar sangat susah ditebak terutama bagi orang awam seperti saya.

Mencari kata kunci nggak bisa sembarangan. Kita juga harus melihat saingan dan jumlah orang yang mencari kata kunci yang sama. Semisal kata kunci tersebut memang jarang dicari orang, maka wajarlah jika trafiknya nggak terlalu bagus.

Sekadar Menulis Artikel Panjang



Di sini saya mau share artikel yang ditertawakan oleh mentor saya. Ya masa iya blogger pemula menulis artikel masuk page one? Pasti page one abal-abal, kan? Kwkwk.

Sejak awal ngeblog, saya itu nggak jago menulis artikel yang bagus, apalagi yang ber-SEO dengan baik dan benar. Jadi, selama ini saya hanya menulis artikel dengan tema yang saya suka dan kuasai atau saya inginkan. Semakin hari memang semakin senang menulis artikel panjang. Mulai dari 1500 kata sampai 2000 lebih pernah saya tulis di blog ini.

Padahal, kalau dilihat, awal-awal ngeblog artikel saya pendek parah, Gaes. Kadang nggak sampai 300 kata. Namun, setelah berjalannya waktu, saya memang akhirnya bisa menulis lebih dari itu dan sangat menikmati.

Dan hal yang sama saya terapkan untuk beberapa artikel yang akhirnya bisa saya sebut masuk page one Google. Kok, bisa saya katakan artikel tersebut masuk halaman pertama Google? Apakah artikel itu mendatangkan trafik yang bagus untuk blog saya? Jawabannya, iya.

Seperti disebut oleh Febriyan Lukito, artikel dia yang masuk page one nggak langsung mendatangkan trafik yang bagus ke blognya. Jadi, nggak tiba-tiba dibaca ribuan orang. Butuh waktu. Dan itu yang saya alami pada beberapa artikel bertema JSR.

Sekitar sebulan kemudian, artikel itu tiba-tiba dibaca banyak orang. Bahkan sebelum akhirnya migrasi ke wordpress, salah satu artikel saya yang bertema JSR sudah dibaca 35 ribu kali lebih. Artikel bertema JSR lainnya sudah dibaca 20 ribu kali lebih. Dan artikel ini tetap dibaca sampai ratusan kali per harinya bahkan setelah saya migrasi. Masya Allah.

Saya nggak tahu, apakah artikel ini termasuk layak disebut masuk page one? Karena kalau melihat artikel dari Febriyan, artikel dia pun trafiknya yang masuk halaman pertama Google juga jumlahnya puluhan ribu dan terus meningkat sampai beberapa bulan kemudian.

Dan selama menulis beberapa artikel itu, saya hanya menerapkan menulis artikel lebih panjang aja. Kata kuncinya mungkin memang tepat, sedang dicari banyak orang, namun sedikit yang menuliskannya. Akhirnya artikel saya menjadi salah satu referensi, bahkan kalau lihat sekarang, ada yang membuat versi PDF-nya, lho *tanpa izin yang pasti :D

Kalau dilihat, tidak semua artikel panjang yang saya tulis dibaca banyak orang atau mendatangkan trafik yang bagus. Hanya yang memiliki kata kunci yang tepat saja yang trafiknya bagus. PR banget, kan kalau harus nyari kata kunci yang oke? Saya pun kadang nyerah...haha.

Saya sempat mempertanyakan apakah artikel saya memang layak disebut masuk page one? Mentor saya bilang, "Mungkin artikel ini masuk page one, tapi coba cari kata kunci seperti diet sehat dll ketimbang JSR. kata kunci diet sehat sepertinya lebih banyak dicari ketimbang yang ibu tulis."

Nah, dari sini saya bisa memilih, andai saya mengambil kata kunci diet sehat, sudah pasti saya kalah saing dengan website kesehatan yang sudah terkenal itu. Artikel saya sudah pasti akan tenggelam. Sedangkan ketika saya mengambil kata kunci JSR, justru bisa masuk halaman pertama karena saat itu JSR sedang dicari banyak orang dan masih sedikit sekali yang menuliskannya.

Teman-teman bisa cek kata kunci 'Meju JSR' di Google, bisa dilihat masih sedikit sekali yang membahas artikel semacam ini.

Menulis Artikel SEO


Mari saya jelaskan sedikit tentang artikel yang katanya baik dan benar dalam menerapkan SEO di dalamnya. Saya pribadi belum sepenuhnya menerapkan, karena seringnya malah menulis ngalir aja, kemudian udah nggak ngeh sudah banyak halaman dihasilkan. Barangkali kamu berminat mencobanya.

  • Mencari keywords yang tepat.

  • Tulis artikel minimal 750 kata.

  • Paragraf pertama, sebanyak 50 kata dan sebaiknya mencerminkan isi artikel dan mengandung keywords yang telah kamu tentukan sebelumnya.

  • Masukkan kata kunci pada judul, maksimal 60 karakter.

  • Buatlah judul yang menarik, unik, dan berpotensi besar dibaca banyak orang.

  • Setiap paragraf terdiri dari 100-200 kata.

  • Pisahkan paragraf dengan subheading yang mengandung keywords setiap 300 kata.

  • Dalam satu artikel dengan jumlah 750 kata, keywords maksimal disebutkan sebanyak 4 kali. Keywords terakhir disebutkan pada kalimat terakhir.


Selain yang saya sebutkan di atas memang masih banyak trik supaya artikel kita bisa masuk page one Google, Gaes. Jika mau, kamu bisa googling sendiri karena banyak banget artikel menarik yang bisa kamu jadikan referensi.

Share Artikelmu di Media Sosial


Supaya banyak yang membaca artikel yang kamu tulis, silakan rutin share artikelmu ke media sosial seperti Facebook, Instagram, atau Twitter. Jika topik yang dipilih memang menarik, tanpa kamu minta, orang-orang akan membaca artikelmu. Atau kamu bisa lihat, dari beberapa tema yang ditulis, para pembaca lebih tertarik melirik tema apa? Dari sana kita bisa menentukan tema terbaik yang bisa dihadirkan.

Tapi, untuk artikel saya, yang paling banyak dibaca memang yang muncul di halaman pertama Google. Ada juga nggak muncul di halaman pertama, entah halaman berapa, tapi trafiknya lumayan bagus. Padahal artikelnya nggak panjang juga. Kan, jadi bingung...kwkwk.

Selain itu, kamu bisa gabung bersama komunitas blogger dan ikutan blogwalking seperti yang saya adakan di grup FB Estrilook Community setiap hari Senin.

Terus Menulis Sambil Upgrade Diri


Daripada pusing mikir apakah artikel masuk page one atau nggak, dibaca orang atau nggak, mending kamu nulis aja deh yang banyak. Nanti juga bakalan dibaca sama orang lain, kok. Tapi, nggak ada salahnya kita sambil jalan juga sambil belajar. Kalau bisa konsisten menulis sekaligus bisa menerapkan SEO dan pintar mencari kata kunci, sudah bisa dipastikan trafik blog bakalan bagus.

Saya pribadi lebih nyaman nulis aja dulu, kalau bisa panjang dan berguna kenapa nggak? Tapi, jangan juga menulis artikel yang sengaja diulur-ulur demi mencari target halaman atau jumlah kata. Karena nanti bikin pembaca jenuh. Kalau kita memang serius ngeblog, sudah pasti nggak akan tutup mata dengan semua perkembangan yang ada, kita jangan mau kalah dengan mereka yang sudah mastah. Masa mau jadi pemula terus? :(

Artikel ini saya tulis bukan karena saya merasa jago menerapkan SEO, sebab kamu tahu sendiri saya bukan orang sehebat itu. Artikel ini saya tulis atas permintaan salah satu teman di Instagram kemarin. Saya berusaha menjelaskan sesuai pengalaman. Berharap bisa bermanfaat dan menjadi renungan buat kita semua, bahwa menulis sesuai kata hati adalah hal paling menyenangkan, paling bisa membuat kita bertahan sampai kapan pun. Namun, mereka yang memang serius ingin maju sudah pasti tidak akan berhenti di situ.

Tetap semangat, ya!

Salam hangat,

Featured image: Photo by Caio Resende on Pexels

 

Comments

  1. Artikelnya nampol banget dah. Hahhaa.. aku banget ini, pokoknya nulis nulis dan nulis aja. Yuk ah, harus upgrade tulisannya.

    ReplyDelete
  2. Haha...maafkan, Mbak :D

    ReplyDelete
  3. sejak 2007 saya udah ngeblog dan belajar SEO. banyak yg sudah berubah misalnya dulu minimal 300 kata, kemudian berubah jadi 500 kata. atau dulu kata kunci diberikan penekanan spt italic, bold atau underline, dll tapi intinya sih tetap sama spt poin-poin kamu ini

    ReplyDelete
  4. Benar sekali tips tips yang diberikan di atas. Ternyata ngeblog itu ga cuma nulis doank tp harus belajar SEO. Semangat terus mengupgrade diri.

    ReplyDelete
  5. Terimakasih tips nya mbak, sangat berguna dan bermanfaat buat saya yg hanya pemula, yang belum tau apa2 soal SEO

    ReplyDelete
  6. Sama-sama...saya juga masih terus belajar :)

    ReplyDelete
  7. Iyap, setuju banget. Semua terus berkambang, kalau kita diam aja bisa ketinggalan kereta :D

    ReplyDelete
  8. Iya, memang semua terus berubah, ya...

    ReplyDelete
  9. Cukup dimengerti bahasanya, dan tulisan berada di page one adalah kebanggan tersendiri.

    ReplyDelete
  10. Terima kasih sudah berkenan membaca, Mbak..

    ReplyDelete
  11. Munasyaroh FadhilahDecember 22, 2019 at 4:23 AM

    Mau tanya nih kak, apakah kapasitas hosting berpengaruh terhadap SEO.
    Blog saya dulu banyak banget pembaca nya tapi semenjak hosting bermasalah dengan pembaca turun drastis

    ReplyDelete
  12. Aku sendiri lagi belajar banget nulis dengan mengoptimalkan skema artikel. Dari penggunaan H1 sampai H3 selama ini belum maksimal. Masih harus banyak belajar akunya

    ReplyDelete
  13. "Begitu rumitnya emang belajar SEO ini, kadang mending disuruh nulis buku ratusan halaman aja daripada harus mikir SEO"

    Hiks, apalah aku nulis 5 halaman aja pala udah ngebul hehehe

    ReplyDelete
  14. Kwkwk itu hanya perlu membiasakan saja, kok :D Nggak sehoror yang orang bayangin

    ReplyDelete
  15. Terima kasih, Mbak...Sama, Mbak..langsung migren yaak...kwkwk.
    Masya Allah, semoga demikian ya. Terima kasih sudah berkenan membaca :)

    ReplyDelete