Tentang Buku 99 Great Ways to be Wonderful Muslimah

Wednesday, November 13, 2019

Buku 99 Great Ways to be Wonderful Muslimah adalah buku solo kedua saya di Quanta yang insya Allah akan terbit tanggal 25 November 2019 ini. Perjalanan buku ini untuk menemukan jodohnya lumayan unik. Seperti kebiasaan saya yang lalu-lalu, setiap menulis buku saya sangat senang mencari judulnya terlebih dahulu. Andai belum ada judul yang pas, saya pasti akan kesulitan menuliskannya.

Begitu juga dengan buku ini. Judul sudah dibuat jauh-jauh hari, tapi saya masih menunda menulis naskahnya hingga rampung karena sok sibuk....kwkwk. Namun, saya bertekad akan menulis buku ini hingga bisa terbit.

Bulan Agustus lalu, saya berangkat menghadiri event Gramedia Writers & Readers Forum 2019 di Perpustakaan Nasional. Jarang-jarang banget saya mau pergi jauh-jauh, biasanya milih ngadem di rumah. Tapi, karena ada niat sekalian kopdaran sama teman, akhirnya kesampaian juga jalan ke Perpustakaan Nasional.

Niat berangkat menghadiri salah satu event yang diadakan oleh Gramedia ini tak lain adalah supaya bisa bertemu langsung dengan beberapa editor dari Elex Media dan Quanta. Malam sebelumnya akhirnya saya memutuskan membawa outline dan contoh naskah saya dengan judul 99 Great Ways to be Wonderful Muslimah ini dan ditunjukkan kepada salah satu editor Quanta. Deg-degan parah, sih. Kenapa? Karena saya tipe orang yang bebas bicara dalam tulisan, namun gagap saat bertemu langsung...kwkwk.

Dari pertemuan itu, kami sedikit ngobrol mengenai beberapa buku saya di sana yang saat itu berupa buku solo berjudul Agar Suami Tak Medua dan buku antologi Ada Dia di Hatiku. Salah satu editor Quanta tertarik dengan outline yang saya bawa dan akhirnya memutuskan mengambilnya. Iya, maksudnya mau diterbitkan di sana.

ACC oleh Editor Quanta

 

Kaget? Parah, sih. Karena nggak nyangka bisa langsung diterima pas ketemu pertama kali pula. Masya Allah. Belum lagi yang saya bawa hanya outline dan contoh beberapa bab saja. Sebelumnya saya bertanya, apakah Quanta menerima ajuan naskah berupa outline saja? Beliau mengatakan biasanya tidak. Dan saya pun pernah mengalami ditolak pas kirim outline...kwkwk. Tapi, karena sebelumnya ada beberapa teman titip pertanyaan, akhirnya saya sampaikan juga waktu itu.

Alasannya kenapa? Karena editor belum paham betul seperti apa naskah utuh dari penulis, khawatirnya seperti yang sudah-sudah, ketika mulai menggarap naskah akhirnya banyak revisi di sana sini. Saya pikir wajar editor minta naskah utuh karena naskah yang masuk itu buanyak banget. Nggak kebayang harus menerima naskah yang mungkin seharusnya nggak layak gitu, ya?

Lantas, kenapa naskah saya langsung diterima? Beliau sudah mengetahui tulisan saya dalam buku Agar Suami Tak Mendua. Sepertinya itu bisa jadi pertimbangan bagi editor. Karena itu, andai kamu belum pernah menerbitkan buku, merasa pemula banget, sebaiknya memang hanya kirim naskah utuh ke Quanta. Untuk penerbit lain biasanya ada kebijakan dan aturan berbeda.

Buku 99 Great Ways to be Wonderful Muslimah Bakal jadi Buku Motivasi Keren Buat Muslimah di Masa Kini



Ya, wajarlah saya memuji buku sendiri...kwkwk. Belum dapat orang yang mau endorse gratis, nih...haha.

Sebenarnya buku ini merupakan buku motivasi yang diperuntukkan bagi muslimah usia mulai 14 tahun ke atas. Kamu yang punya adik unyu-unyu dan beranjak remaja bisa diberikan kado spesial berupa buku 99 Great Ways to be Wonderful Muslimah ini, lho. Saya nggak bercanda...haha.

Buku ini berisi motivasi, bukan hanya demi meningkatkan nilai pahala kita sebagai muslimah di sisi Allah, lebih dari itu buku ini juga mampu membuat kamu termotivasi untuk terus memperjuangkan impian tanpa henti.

Muslimah tidak perlu takut bermimpi. Karena kita pun berhak menggapai impian kita tanpa meninggalkan fitrah sebagai seorang perempuan. Kamu yang bercita-cita ingin menjadi luar biasa di masa depan, jangan ragu melangkahkan kaki teguh ke depan. Sebab kita punya hak yang sama untuk menggapai impian.

Blurb 99 Great Ways to be Wonderful Muslimah


Saya bocorkan blurb dalam buku ini, ya :)

Seorang muslimah juga berhak memiliki impian. Bahkan sebagian dari kita bisa melampaui apa yang diinginkan tanpa harus meninggalkan fitrah sebagai seorang perempuan. Islam amat mencintai kaum perempuan. Kita dihormati dan dihargai dengan cara yang mulia. Sudah seharusnya kita menghilangkan jarak antara diri dengan ilahi, supaya setiap langkah senantiasa diberkahi.

Menjadi muslimah hebat bukan hanya milik mereka yang mampu menikmati pendidikan setinggi-tingginya. Bukan juga soal gaya hijab yang dikenakan, melainkan tentang cara berpikir positif serta istikamah di jalan-Nya. Bagaimana kita memulainya? Buku 99 Great Ways to be Wonderful Muslimah ini berisi 99 cara dan tip menjadi muslimah hebat. Mencintai diri sendiri, terus bermuhasabah diri, mengoreksi kesalahan dalam diri, dan memperbaikinya, merasa spesial, membangun energi positif untuk diri sendiri dan lingkungan, senantiasa berprasangka baik kepada Allah, dan lain sebagainya.

Ke-99 cara dan tip ini insya Allah akan membantu kita untuk mewujudkan cita-cita menjadi muslimah hebat dan berprestasi tidak hanya di dunia, melainkan di akhirat juga.

Buku 99 Great Ways to be Wonderful Muslimah Ditulis Kurang dari Sebulan


 

Jujur saja, sebelumnya saya memang termasuk orang yang lumayan cepat bisa menyelesaikan naskah buku. Tapi, buat kali ini saya merasa sampai eneg dan mual-mual...haha. Nggak tahu, mungkin terlalu terburu-buru karena saya diberikan deadline kurang dari sebulan saat itu.

Alhamdulillah, saya bersyukur nggak nunggak waktunya, bisa selesai tepat di akhir Agustus. Dan setelah selesai, happy banget itu pasti, ya. Karena nggak ada pencapaian yang lebih menyenangkan selain melihat buku rampung ditulis dan bisa beredar di toko buku. Meskipun setelah ini tugas penulis masih segunung, tidak berhenti sekadar menerbitkan buku saja.

Kita masih punya tanggung jawa buat promosiin buku kita ke publik supaya lebih banyak orang tertarik. Bukan sekadar untuk mendapatkan keuntungan, tetapi ketika buku bisa dijangkau lebih banyak pembaca, pasti rasanya lebih lega kan, di hati?

Proses Terbit Memakan Waktu Sekitar 3 Bulan

 

Buku ini termasuk kilat banget, deh prosesnya. Karena sebelum tiga bulan, buku ini sudah akan segera terbit. Bahkan saya sudah dikirimi cover-nya juga. Masya Allah, happy banget lihat buku sendiri bakalan segera terbit begini.

Biasanya, untuk buku pertama saya dulu, proses hingga terbit memakan waktu lumayan lebih dari tiga bulan. Belum lagi menunggu jawaban ACC atau tidaknya. Karena itu, jadi penulis memang harus sabar banget. Bahkan saya masih ada empat buku di salah satu penerbit mayor yang sudah ACC, tetapi sampai hampir 2 tahun belum muncul juga hilalnya...haha.

Kalau kamu mengalami hal ini, nggak perlu terlalu dipusingkan. Lupakan naskah itu dan menulislah yang baru. Jika di sela-sela menulis buku kamu mulai bosan, cobalah ngeblog biar lebih fresh aja pikiran kamu atau banyak baca buku dan nontooon.

Sesekali saya juga merasa sangat bosan, bahkan kemarin sempat membaca status seorang penulis senior yang bertanya dan butuh motivasi lebih supaya dia bisa semangat menyelesaikan bukunya. Dan di situ saya merasa nggak sendiri.

Bulan ini saya memang harus menggarap salah satu naskah duet yang diterima oleh Stiletto, tetapi saya memang tidak mengambil banyak pekerjaan menulis naskah lagi meski di kepala idenya udah terbang-terbang minta ditulis...haha. Masih pengen jeda sebentar, pengen bersantai dulu. Akhirnya saya bisa ngeblog, membaca beberapa buku, nonton sesekali, dan sekarang mood saya sudah kembali baik.

Bersyukur Tak Henti-hentinya

 

Pencapaian ini memang bukan apa-apa dibandingkan yang lain. Saya tidak sedang ingin merendahkan diri sendiri, karena yang lain bisa jadi masih banyak yang terus berjuang. Saya juga tidak ingin tinggi hati, karena mereka yang sudah senior pasti akan menertawakan saya di sini. Siapa kamu? Haha. Saya hanya ingin mengucap syukur yang sebesar-besarnya kepada Allah dan berterima kasih kepada orang-orang terdekat saya, termasuk juga kepada tim Quanta yang mau memberikan kesempatan indah ini.

Ketika masuk ke Gramedia, saya merasa begitu kecil. Iya, sekecil diri saya ketika ada di bumi Allah ini. Di sana buku-buku begitu banyaknya. Jika bukan buku dari penulis best seller atau mereka yang jumlah followers-nya buanyak, sepertinya masih nampak seperti remahan rengginang.

Namun, setiap pencapaian jangan pernah kita remehkan karena itu adalah hadiah dari Allah yang seharusnya mampu memotivasi kita untuk lebih maju ke depan. Yuk, tetap semangat menulisnya. Kalau lelah jangan sekali-kali berpikir untuk berhenti, namun beristirahatlah sebentar. Jika kamu berhenti, artinya kamu memilih untuk gagal!

 

Comments

  1. Ruaarr biasa semangat dan tekadnya

    ReplyDelete
  2. MasyaAllah mbak.. Merinding saya bacanya. Kok jadi pengen meet up sama Mbak Muyass nih. Mbak asli Jawa Timur ya?

    Sukses untuk semua karyanya ya, Mbak. Laris manis.

    ReplyDelete
  3. alhamdulillah...

    sehingga sekarang saya belum lagi berjaya menghasilkan buku..

    banyak banyak stuck dengan dunia blogging

    ReplyDelete
  4. Terima kasih, Bun *lemparin martabak kwkwk

    ReplyDelete
  5. Iya, Mbak...saya asli Malang :D Semoga kapan-kapan bisa ketemuan, yaa :)

    Aamiin, doa baik yang sama untuk mbak juga :)

    ReplyDelete
  6. Alhamdulillah...terima kasih...

    ReplyDelete
  7. Alhamdulillah sudah akan terbit satu buku lagi, Mbak Muyass. Saya juga suka nyari judulnya dulu kalau mau bikin tulisan, terus nyari gambar yang cocok. Hiburan banget tuh nyari-nyari gambarnya. Semoga penjualan bukunya sukses dan semoga saya ada rezeki untuk beli juga karena kepingin banget baca isinya. Semoga bisa terus menginspirasi kami-kami yang pemula ini dan sering maju mundur kalau mau menulis.

    ReplyDelete