Ngeblog, Demi Passion atau Karena Uang?

Friday, November 22, 2019

Siapa, sih, yang nggak suka dapat penghasilan dari pekerjaan yang disukainya? Seperti Kang Ridwan Kamil bilang, pekerjaan yang menyenangkan adalah hobi yang dibayar. Saya sangat setuju dengan kalimat tersebut. Saat mengerjakan pekerjaan yang kita sukia, rasanya nggak ada beban buat menyelesaikannya. Kita juga nggak bakalan stres karena pekerjaan itu memang sesuai dengan keinginan kita.

Namun, bagaimana jika kita harus mengerjakan sesuatu yang di luar hobi atau passion kita? Sebagian orang mungkin terpaksa bertahan dalam pekerjaan itu demi alasan yang sangat masuk akal seperti untuk menafkahi keluarga, dan itu nggak pernah salah.

Lantas, bagaimana dengan kegiatan ngeblog kita sekarang? Apakah benar-benar harus dikerjakan karena hobi dan passion atau boleh demi uang? Secara kita tahu, profesi menjadi blogger apalagi full time blogger begitu menjanjikan. Siapa yang bisa menolak apalagi jika menjadi blogger adalah impian kita, keinginan dari hati terdalam *eaaa.

Selama menjadi blogger, saya masih setengah waktu mengerjakannya, bukan setengah hati, ya? Haha. Maksudnya, saya mengisi blog ketika kegiatan menulis buku sedang longgar, ketika saya butuh rekreasi dari penatnya menulis naskah, atau sebagainya. Buat bersenang-senang sambil curhat aja *lol.

Jadi, belum bisa dikatakan sebagai blogger sepenuh jiwa raga apalagi profesional...kwkwk. Apalagi membuat konten untuk blog itu nggak semudah yang dibayangkan, harus paham SEO, bisa menarik buat dibaca banyak orang, bermanfaat, dan banyak lagi kriterianya. Sedangkan selama ini saya menulis sekadar karena saya suka melakukannya. Sedikit demi sedikit memang mulai mempelajari SEO dan mulai lebih serius, makannya pindah ke wordpress, tapi itu saja pastilah belum cukup.

Ngeblog Demi Uang


Kalau ngeblog demi mendapatkan uang apakah salah? Saya pikir nggak ada yang salah dengan semua itu asalkan kita memang bekerja dengan profesional. Ngejar uang nggak masalah, karena saya pun senang ketika mendapatkan penghasilan dari blog sendiri.

Tapi, kita harus paham, bahwa untuk mendapatkan itu jalannya nggak mudah, Zubaidah! Iya, butuh kerja keras yang nggak biasa, nggak hanya sekadar bisa menulis kemudian dapat uang. Nggak bisa hanya sekadar ngisi blog tiap hari, kemudian dapat penghasilan. Nggak semudah itu.

Karenanya, jika kita masih merasa sebagai pemula, jangan buru-buru berhenti ketika blog nggak menghasilkan apa-apa. Maka di sinilah pentingnya kita mencintai pekerjaan kita. Seperti kata salah seorang blogger senior, Mbak Widyanti pemilik blog widyantiyuliandari.com,
“Ngeblog untuk uang sama sekali enggak salah. Tapi, saya sudah mengamati ratusan blogger pemula. Dan di atas itulah kesimpulan saya. Yang saya coba share di kelas-kelas terutama untuk pemula adalah blogging untuk kegembiraan, blogging untuk kewarasan, blogging untuk kebaikan. Money will follow...Seperti halnya rezeki selalu mengikuti kebaikan...

Maka penting sekali mencintai apa yang kita kerjakan sekarang. Kalau lihat postingan para blogger senior lainnya, rasanya pengen ngumpet di kolong ranjang, sayang di rumah nggak pake ranjang jadi saya urungkan...kwkwk. Sampai di sini kadang saya pengen udahan, ngerasa nggak pede meneruskan, meski sesekali sudah merasakan penghasilan dari ngeblog, tapi buat jadi sebaik yang lain itu terasa begitu sulit.

Namun, kembali lagi, saya nggak mau mematahkan ‘impian’ saya hanya karena saya  belum sehebat yang lain. Bahkan sejak jauh-jauh sebelum saya punya blog, saya tahu berproses itu adalah bagian penting dari meraih impian.

Hingga akhirnya saya bisa mengatakan bahwa saya memang suka ngeblog, tak peduli nantinya bakal menghasilkan atau nggak, bakal sering menang lomba atau nggak, yang dulu saya kerjakan hanya mencoba terus dan tak peduli hasilnya kemudian. Karena keinginan keras ‘tanpa rasa malu’ itulah saya bisa mewujudkan satu per satu impian saya dalam bidang literasi hingga seperti sekarang.

Jika kamu mau mendapatkan penghasilan, benar-benar dapat uang, nggak harus mengerjakan pekerjaan yang sesuai sama passion kamu. Bisa aja kamu mengerjakan pekerjaan yang nggak terlalu kamu suka asal bisa profesional, kenapa nggak? Fokusnya pada uang, kan? Karena pekerjaan yang sesuai sama passion nggak selalu menghasilkan uang lumayan seperti dikatakan oleh sahabat saya dalam postingannya ini. Bekerja sesuai passion, beneran enak atau nggak, sih?

Cintai Profesimu


Saya pernah ada di titik di mana saya sedang senang-senangnya mengikuti orang lain untuk melakukan hal yang sama seperti yang mereka kerjakan. Saya mengusahakannya dengan sungguh-sungguh memang hingga akhirnya saya berhasil melakukannya, namun pada akhirnya saya merasa lelah terus mengikuti orang lain hingga lupa apa yang sebenarnya saya inginkan.

Ketika saya sadar akan hal itu, saya memutuskan berhenti dan mencari apa yang sebenarnya saya senangi. Maka di situlah saya menemukan satu hal yang seharusnya saya usahakan sejak dulu.

Belajar banyak hal nggak pernah salah. Maka saya tidak pernah menyesali keseriusan saya selama belajar menulis artikel, ikut kelas fiksi dan bikin buku, ikut kelas cerita anak dan menulis beberapa buku untuk anak-anak, namun pada akhirnya saya menemukan apa yang sebenarnya saya inginkan dan bisa saya maksimalkan.

Saya kira untuk menemukan semua itu memang butuh proses. Kita harus merasakan menjadi penulis artikel dulu, dikadalin dulu karena fee nggak cair *eaa masa lalu...kwkwk, merasakan jadi penulis buku anak-anak, barulah menemukan apa yang sebenarnya ingin kita kerjakan serius tanpa berganti lagi.

Seperti itu juga saat ngeblog, besok ingin seperti si A, besok lagi ingin seperti si B, namun kemudian kita bakalan menemukan apa yang benar-benar kita bisa lakukan dan benar-benar kita sukai.

Saya bisa katakan,
“Tak perlu muluk-muluk untuk menjadi sehebat siapa, asal bisa jadi diri sendiri dan bersyukur atas apa yang dimiliki, maka itulah pencapaian yang sungguh luar biasa.”

 

Rezeki Mengikuti Kebaikan


Mengutip kalimat dari mbak Widyanti, apa yang kita rawat, apa yang kita cintai dan kita kerjakan dengan sepenuh hati maka insya Allah akan menghasilkan. Kira-kira seperti itulah intinya. Maka, sejak awal seharusnya kita mulai meluruskan niat, bahwa apa yang kita kerjakan semoga menjadi jalan kebaikan bagi kita dan juga bagi orang lain.

Jika kita senantiasa istiqomah melakukan kebaikan, insya Allah bakalan ada rezekinya sendiri. Saat ngeblog, banyak hal yang membuat kita berpikir sebelum menerima kerja sama. Saya tidak bicara tentang orang lain, ya? Hehe. Saya bicara tentang pengalaman saya sendiri. Kalau dipikir rasanya ajaib juga :D

Misalnya saat tiba-tiba ada tawaran kerja sama dengan produk kecantikan, di sini jelas saya yang jarang banget posting foto wajah menolak dan berhati-hati sekali menyampaikannya karena khawatir mereka bakalan kecewa atau tersinggung.

Saya sampaikan bahwa saya menerima tawaran itu jika tidak ada permintaan untuk upload foto wajah atau ada foto before after gitulah seperti kebanyakan yang beauty blogger lakukan. Karena apalah saya mustahil bisa melakukannya. Setelah mengatakan itu, saya kira akan kehilangan tawaran kerja sama, namun kenyataannya nggak. Dua produk kecantikan tersebut menerima alasan saya dan mereka tetap bersedia melakukan kerja sama.

Jadi, jangan takut untuk menjadi diri sendiri karena insya Allah semua orang telah ditakar rezekinya masing-masing, orang lain tidak akan bisa mengambil rezeki kita karenanya tidak perlu iri dengan rezeki orang lain. Kita pun tak akan mampu mengambil rezeki orang karenanya tak perlu berperasangka buruk ketika ada orang lain mendapatkan pekerjaan yang lebih baik daripada yang kita dapatkan.

Sampai di sini saya merasa bersyukur bisa sampai pada titik sekarang, di mana banyak sekali pengalaman manis dan buruk selama nyemplung di dunia literasi baik selama menulis artikel, ngeblog, dan menulis buku.

Pernah ngebayangin nggak, sih, kalau di antara kita semua yang hanya kenal lewat dunia maya kadang bisa saling sikut menyikut...kwkwk. Pernah kebayang nggak, sih, kalau orang baik yang kamu kenal tiba-tiba nggak amanah, menyakiti, atau berbohong tanpa rasa iba?

Entah kamu pernah merasakannya atau tidak, percayalah, dengan memaafkan dan melupakan kedzaliman orang kepada kita akan membuat langkah kita ke depannya semakin ringan dan insya Allah rezeki akan dimudahkan oleh Allah. Jangan takut kehilangan fee kita yang nggak cair di platform A dan B, karena yakinlah itu memang bukan rezeki kita. Misalnya masih rezeki, uang itu akan kembali ke tangan kita, kan? *Kenapa jadi ngelantur...haha.

Saya ngeblog karena saya suka menulis. Itu kalimat sederhana saya dulu ketika pertama kali punya blog. Saya tidak memikirkan apakah blog saya bakal dibaca orang banyak apalagi sampai mikir bakalan dapat uang dari sini. Karena tanpa beban dan alasan berat, akhirnya ngeblognya jadi ringan dan dibikin happy.

Sepertinya saya pun harus kembali pada pemikiran polos saya dulu. Ngeblog untuk menjaga kebahagiaan hati, buat berbagi, dan untuk menyenangkan diri sendiri. Andai suatu saat blog ini benar-benar menghasilkan serupa para blogger senior, itu adalah rezeki saya dan kamu nggak perlu iri *eaa abis ini digetok pakai teflon...kwkwk.

 

Salam hangat dari blogger yang baru sadarkan diri :)

*Sumber foto: Pexels.com


 

Comments

  1. Kalau dulu ngeblog demi bisa nulis belajar nulis
    sekarang ngeblog buat buat mengisi waktu luang ya syukur-syukur kalau bisa sambil menghasilkan :)

    ReplyDelete
  2. kalo dulu saya memang passion dan hobi curhat, trus menghasilkan uang :D

    sekarang malah ketagihan bisa menghasilkan uang dari blog

    ReplyDelete
  3. Dulu, aku ngeblog asal aja. Asal nulis, gak pakai dishare kemana-mana dan gak butuh pembaca, hihi... Makin kesini makin tahu bahwa bahwa ngeblog itu nggak cuma buat asal nulis. Alhamdulillah kalau rezeki ada aja jalannya.

    ReplyDelete
  4. Ulasan yang menarik, memang tidak salah jika ngeblog memang karena uang, tapi usahakan jangan jadi prioritas juga, sepertinya

    ReplyDelete
  5. Hmm.. Aku ngeblog sih karena emang suka nulis. Walaupun baru benar-benar mulai diseriusin sekarang. Uang sih jadi bonus aja. Yang penting bisa meluapkan unek-unek lewat tulisan. Hehe

    ReplyDelete
  6. Aamiin....insya Allah apa yang ditekuni bisa menghasilkan :)

    ReplyDelete
  7. Iya, Mbak..insya Allah selalu ada rezeki bagi yang mau usaha...makin serius jadi makin suka ngeblognya ya :D

    ReplyDelete
  8. Setuju sekali, Mba...Uang memang bonus yang penting happy ngerjainnya :)

    ReplyDelete
  9. Ngeblog dari 2014an hanya pindah TLD udah 2017an..

    Blogspot juga bisa saja mbak dimaksimalkan hanya saja saya memilih pakai wp karena memang sebelumya sudah punya platform kontributor wp dan cenderung lebih stabil meski jarang dirawat :D

    ReplyDelete
  10. Karna passion atau karna uang bisa di lihat diari cara dia nulis kak 😁

    ReplyDelete
  11. Saya mah nulis emang seneng aja nulis mbak. Tujuan saya nulis dari dulu bukannya cari duit, tapi cari temen di dunia maya sebanyak-banyaknya. Seneng aja saling kunjung blog masing-masing. Terus komenin tulisannya, saling ejek, tapi entah kenapa yang kaya gini malah bikin seneng. Berasa terhibur aja rasanya setelah capek pulang kerja.

    Dan betul, selama kita cinta dengan pekerjaan yang kita lakoni, itu akan mendatangkan sesuatu manfaat. Persahabatan, rasa gembira, uang mah bonus.

    ReplyDelete
  12. Saya ngeblog karena bahagia mbak, dan tetap ingin menjadi diri sendiri meski kalau lihat blogger lain, duh, kapan ya bisa seperti itu? Wkwkwkwk, tapi akhirnya ngukur diri. Asalkan menulis, tetap bahagia rasanya.

    ReplyDelete
  13. Setiap kalimat nya memotivasi saya--yang masih sering bolong posting, semoga segera rajin :)

    ReplyDelete
  14. Masya Allah..semoga tetap semangat ya :)

    ReplyDelete