Urap Sayur Ala JSR (Jurus Sehat Rasulullah), Tanpa Gula dan Garam Ternyata Enak, lho!

Sunday, June 16, 2019

Makan tanpa gula dan garam pastinya membuat hidup rasanya hambar, ya. Itulah yang saya rasakan ketika pertama kali mencoba meninggalkan gula dan garam yang sebelumnya sangat akrab dengan hidup kita. Gimana masakan tanpa garam? Hambar dong? Padahal, justru tanpa gula dan garam, kita bisa merasakan rasa alami makanan itu sendiri. Kita terlalu takut dan parno duluan, sehingga keinginan untuk hidup lebih sehat jadi terhembat karena khawatir tidak mampu memuaskan lidah.


Padahal, apa yang enak di lidah belum tentu baik bagi tubuh kita. Nggak berbeda seperti ketika memberikan MPASI kepada bayi enam bulan ke atas. Zaman si sulung baru MPASI, saya nggak memberikan dia gula dan garam hingga usianya mencapai 1,5 tahun. Kebiasaan baik ini mestinya terus dilakukan bahkan saya sebagai orang tua juga harus ikut makan seperti si sulung. Kenapa ujung-ujungnya malah diubah sehingga sekarang jadi rewel dan pilah pilih makanan? Di sini saya merasa aneh…kwkwk.


Sejak ikut JSR, saya memang benar-benar menghindari dan meninggalkan gula. Meskipun masih boleh konsumsi gula aren, tetapi saya memilih tidak mengonsumsinya. Sedangkan untuk garam, saya pakai garam pink atau garam Himalaya. Itu pun jumlahnya sangat sedikit dan tidak setiap masak saya pakai. Lebih sering saya makan tanpa garam.


Ternyata, jika terbiasa, makan tanpa gula dan garam bukan hal buruk apalagi mengerikan, kok. Sebab setiap makanan entah itu sayuran atau daging-dagingan memiliki rasa alami yang unik dan sangat bersahabat dengan lidah. Hanya karena lidah kita sudah dicemari banyak perasa, maka makan makanan hambar tanpa gula dan garam seperti sesuatu yang menakutkan dan hampir semua orang enggan mencoba.


Jika hanya dikonsumsi sendiri, saya lebih memilih tidak menambahkan garam dalam menu harian. Kecuali jika menu itu akan disantap bersama Mas, maka saya dengan senang hati akan menambahkan garam Himalaya ke dalamnya. Takutlah diprotes…kwkwk.


Karena bosan dan bingung mencari menu simpel dan cocok, akhirnya saya mencari referensi dari menu-menu harian. Memilih yang cocok dengan JSR kemudian dihilangkan penggunakan gula dan garamnya. Salah satu menu yang kemarin sempat saya buat adalah urap sayuran ini.


Jujur saja, lidah saya ini ‘ndeso’ banget. Dibanding makan salad sayur, saya lebih suka makan sayuran rebus dicocol sambal atau sayuran dibuat urap. Saya makan sayuran dalam porsi yang lumayan, ya. Kalau masih lapar, nggak masalah kamu nambah, asalkan jangan berlebihan. Pastikan kamu memahami kebutuhan nutrisi pada tubuhmu sendiri. Kondisi orang akan berbeda-beda, sehingga tidak semua bisa disamaratakan.


Misalnya saja saya, saat ini, makan berat berupa sayuran saat siang hari sudah sangat cukup. Saya jarang menambahkan sumber karbohidrat seperti kentang, ubi, atau singkong. Tanpa itu saya sudah merasa kenyang hingga malam hari. Alhamdulillah. Tapi, bagi kamu yang belum terbiasa, jangan memaksakan diri untuk jadi seperti saya, ya. Sesuaikan dengan kebutuhanmu sendiri. Iyap! Kamu harus paham betul dengan kondisi tubuhnya.


Alhamdulillah, selama menjalani JSR, saya hampir tidak pernah keliyengan karena lapar…hehe. Sempat pusing jika terlalu sering konsumsi kayu manis dalam infused water. Selebihnya saya merasa sangat nyaman.


Bagi kamu yang sudah mulai hidup sehat, baik itu JSR atau sejenisnya (karena nama tak selalu sama meski pola makannya sejenis), mungkin resep urap sayuran satu ini bisa jadi referensi menarik.


Bahan:


Sayuran rebus secukupnya

Kelapa muda parut


Bumbu, haluskan:


Cabai merah keriting

Bawang putih

Sedikit kencur

Daun jeruk


Cara Membuat:


1. Haluskan bumbu, kemudian campurlah dengan kelapa muda parut.

2. Aduk rata kemudian sangrai di atas teflon hingga bumbu matang dan tidak langu.

Sajikan bersama sayuran rebus favoritmu.


Voila! Urap sayur ala JSR pun sudah bisa kamu santap.  Nikmati setiap suapannya, Insya Allah akan terasa nikmat. Syukuri nikmat terindah yang sudah Allah beri. Insya Allah apa pun yang dikonsumsi akan sangat nikmat di lidah terlebih jika kita pandai-pandai bersyukur.


Salam,

Comments

  1. urap itu favorite banget..apalagi makannya pake sambel.
    konsisten terus JSR ya mba. saya masih belajar untuk menahan godaan terhadap makanan hehehe

    ReplyDelete
  2. Iya, Mbak..enak nih urap..dimakan begini aja bisa abis banyak..hihi.

    Aamiin, semangat, Mbak.. :D

    ReplyDelete