Resep Seblak Aci

Monday, November 20, 2017

Assalamualaikum…masih semangat ya, hujan begini. Saya mau share resep seblak aci yang menurut saya enak banget. Aci atau cilok saja sudah enak, apalagi kalau dibuat seblak? Seingat saya sudah pernah posting resep seblak aci di sini, ternyata belum. Mungkin waktu itu saya hanya menulis di IG dan cookpad saja.

Siapa sangka ternyata aci atau cilok kalau di tempat saya disebutnya bisa dibuat menjadi berbagai macam jenis makanan yang super lezaat, Guys. Nggak hanya sekadar dicelup ke dalam saus sambal saja, tapi bisa diolah! Sekeren itu orang Indonesia...haha. Hebat aja ada resep macam-macam dari bahan yang hampir sama.

Di kampung saya, dulu belum ada seblak. Semakin banyak dikenal, seblak pun mulai muncul di mana-mana dna bahkan di kampung halaman saya sendiri.

Yang saya suka dari seblak ini adalah aroma kencurnya yang bisa sedaap. So, saya suka nambahin kencurnya yang banyaak biar semakin berasa enak gitu. Tapi, ada juga yang nggak terlalu suka pakai kencur, kasih aja lebih sedikit ya sesuai selera kamu.

Selain aci, sebenarnya ada banyak jenis makanan yang bisa diolah menjadi seblak. Misalnya makaroni, krupuk, bakso, sosis, mie, hingga pasta juga kali yaa *ngarang banget...haha.

Suka Pedas atau Nggak?


Saya tim yang suka banget makan pedas, tapi nggak kuat di lambung...huhu. Jadi, daripada magh kambuh, ya mending nggak asal makan cabai biar tetap sehat dan besoknya bisa makan seblak lagi *eaa. Kalau kamu suka makan pedas, bolehlah tambahkan jumlah cabainya, ya sesuai selera.

Terlalu pedas sebenarnya juga nggak bagus, lho. Iya, apa pun yang berlebihan memang selalu nggak baik efek sampingnya. Makanya secukupnya saja dan sesuaikan dengan kemampuan lambung kamu. Jangan sampai kita jadi celaka gara-gara sambal yang berlebihan.
Nah, bahan-bahan yang dibutuhkan mudah saja. Kalau saya pribadi lebih suka aci yang lembut dan tidak terlalu kenyal sampai susah ngunyah. Tipsnya adalah, jika ingin aci yang tidak terlalu kenyal, masukkan air mendidih dan segera diaduk. Kalau mau agak kenyal, airnya jangan terlalu panas. Setelah mendidih, diamkan sebentar, baru dicampur dengan tepungnya.


Karena keburu hujan, langsung saja, ya resepnya… :D


Bahan aci atau cilok:

10sdm tepung sagu atau tapioka

5sdm tepung terigu

Secukupnya air panas sampai adonan bisa dibentuk

1 siung bawang putih haluskan atau sedikit bubuk bawang putih

1/4sdt bubuk merica

1/2sdt garam (kurang lebih)

Bumbu haluskan:

5 siung bawang merah

2 siung bawang putih

2 ruas kencur

3 cabe rawit merah atau lebih

7 cabe merah keriting

Secukupnya garam

Sedikit gula

Sedikit kaldu bubuk (optional)

Bahan tambahan:

1 butir telur

2 batang sawi

1 batang daun bawang

Cara membuat:

1.      Rebus air sampai mendidih.

2.      Campur semua bahan aci, beri air panas sedikit demi sedikit sambil diaduk. Hentikan ketika adonan sudah bisa dibentuk.

3.      Didihkan air untuk merebus. Rebus cilok sampai mengapung dan matang. Tiriskan.

4.      Haluskan bumbu, tumis sampai wangi. Masukkan telur, aduk rata bersama bumbu, masukkan juga daun bawang dan sawi yang sudah dipotong. Beris sedikit air.

5.      Masukkan aci dan tes rasa. Aduk dan matikan.


Itulah cara sederhana membuat seblak aci. Kita juga bisa membuat cilok ini dan memberikan bumbu kacang atau dicocol dengan saus dan kecap. Kalau zaman sekolah waktu masih SD, bakso di sekolah tidak seperti layaknya bakso sapi, tapi lebih mirip sama cilok. Kasihan banget..he.

Selamat mencoba dan salam hangat,

Comments

  1. Tadi baru mampir d blognya Mang rusdi ada resep makanan
    dan sekarang baca resep makanan lagi
    ini ngetik kolom komentar sambil ngiler
    fik makan siang bingung mau makan apa?

    ReplyDelete
  2. Ku jadi kepikiran mba, kayaknya ciloknya beli deh cz gak sempat bikin heheh

    ReplyDelete
  3. Belum pernah makan seblak . Klo aci favoritku cilok. Aduuuh klo yang itu gak bisa nolak sampe sekarang... Hihihi

    ReplyDelete
  4. Hihi, salahnya yang disamperin makanan semua yaaa... :D

    ReplyDelete
  5. Hihi, malah dipikir ya mbak, dimakan aja ath :)

    ReplyDelete