Nasi Kebuli Kambing



Alhamdulillah, akhirnya kesampean juga bikin nasi kebuli kambing ini. Nggak salah pas ke supermarket kemarin saya sengaja mengambil bubuk kari dan tentu saja saya bayar dulu di kasir sebelum membawanya pulang…he.

Nasi kebuli sebenarnya harus memakai beras basmati yang ternyata mengandung kadar glukosa yang rendah. Hm, sayangnya beras asli dari India atau Pakistan ini harganya lumayan mahal juga dan nggak mudah dijumpai. Bentuknya berbeda dengan beras yang biasa kita konsumsi. Ukurannya lebih panjang dan hasil nasinya ambyar alias nggak pulen. Lebih mirip sama beras pera.

Nah, sengaja kemarin saya beli beras pera hanya khusus untuk dibuat nasi kebuli ini. Hari raya Iduladha kemarinkan banyak sekali daging sapi dan kambing. Nah, pas banget ada daging kambing yang bingung juga mau diolah apa. Akhirnya jatuhlah pilihan pada menu spesial ini. Perlengkapan perang pun sudah dikumpulkan sejak jauh-jauh hari. Ceritanya nunggu daging kambing datang aja sih…he.

Googling resep di cookpad dan jatuhlah pada resepnya ci Xanderskitchen yang memang jago banget masak. Membuatnya memang sedikit butuh pengorbanan alias agak ribet dikitlah ya ketimbang kita membuat nasi uduk…he. Tapi hasilnya menurut saya nggak kalah sama yang biasa beli. Enak! Apalagi kalau dimakan bersama acar mentimun. Hm, berasa lagi di Arab…he.

Berasnya sebenarnya boleh pakai beras apa saja. Tapi kalau pakai jenis pera atau basmati tentu akan jauh lebih enak hasilnya.

Bahan:
4 cup beras
500gr daging kambing
1 buah bawang Bombay cincang kasar
12 butir bawang merah, cincang kasar
7 siung bawang putih, cincang kasar
5 butir kapulaga
1 batang kayu manis
3 butir cengkeh
3 buah pekak
5sdm santan kental (saya full santan sedang)
2sdm saus tomat
1sdm bubuk kari (sy kurang lebih 2sdm bubuk kari)
Secukupnya gula, garam dan air

Bumbu haluskan:
6 buah cabe merah keriting(saya skip)
1/2sdt adas (saya skip karena kosong)
½ buah pala
1sdt merica butir
1sdt ketumbar

Cara membuat:
1.      Cuci beras dan tiriskan
2.      Cuci bersih daging kambing (boleh daging sapi) dan potong-potong ukuran sedang atau sesuai selera.
3.      Tumis bawang, kayu manis, cengkeh, kapulaga dan bumbu halus sampai wangi.
4.      Masukkan daging, aduk rata dan biarkan sampai daging berubah warna.
5.      Masukkan bubuk kari.
6.      Tambahkan air (saya santan), saus tomat dan jangan lupa bumbui dengan gula serta garam. Masak sampai daging empuk. Santana tau airnya dibanyakin ya sesuai seperti kalau kita memasak nasi. Karena nanti kita pakai air sisa merebus daging ini.
7.      Setelah daging empuk, angkat dan goreng. Nah, karena saya malas,  dagingnya saya campur dan masak bersama nasi. Tergantung selera, ya.
8.      Setelah itu campur dengan beras. Nah, kalau pakai santan kental, silakan masukkan santan kental 5sdm pada tahap ini. Berhubung saya sudah mencampurnya sejak awal, jadi tinggal dicampur berasnya saja. Sekali lagi karena maunya praktis, maka saya masak nasinya pakai rice cooker..he. Kalau nantinya setelah tombol berubah tapi nasi belum matang, bisa diaduk dan bisa juga ditambahkan sedikit air atau santan lalu tekan cook lagi. Masak lagi sampai matang. Kalau belum matang juga, tekan cook lagi. Santannya nggak usah kebanyakan ditambah nanti jadi bubur, yaa…he.
9.      Nah, untuk acarnya sekalian saya tulis juga, ya. Tumis bawang merah yang dibelah dua, jahe iris dan kunyit iris sampai wangi. Masukkan sedikit air, beri cuka, gula pasir, sejumput garam dan penyedap jika suka. Masukkan irisan mentimun yang telah dibuang bijinya, irisan wortel serta cabe rawit hijau utuh. Aduk sebentar dan tes rasa. Segera angkat jika sudah pas rasanya, ya! Jangan over cooking. Biarkan beberapa saat sebelum disantap. Boleh masukkan dalam kulkas atau biarkan di suhu ruang.



Agak panjangkan? Tapi nggak seribet itu kok sebenarnya. Mudah saja dan mungkin karena memakai bumbu yang lumayan banyak jadinya agak pusing, ya. Tapi rasanya benar-benar juara. Selamat mencoba, ya!


Baca juga resep Opor Ayam

4 comments:

  1. Wah, kesukaan ibu saya ini mah..Bisa dosintek resepnya

    ReplyDelete
  2. cari beras basmati disini ga ada mba. bisa diganti beras lokal apa ya yg mirip mirip?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pakai beras pera aja mbak, ukurannya sih lebih kecil tapi dia ambyar juga sama kayak basmati...saya pakai itu. Banyak kok di toko atau di pasar..

      Delete