Liebster Award dan Hal-hal yang Jarang Orang Tahu Tentang Saya

Thursday, June 4, 2020

liebster award



Liebster Award? Sebenarnya dulu ada yang pernah colek saya untuk join Liebster Award juga, tapi keduluan sama Bun Hastin, nih...hihi. Akhirnya saya menerima tantangannya juga meskipun saya deg-degan takut dijebak sama pertanyaan yang berujung sama curhat *eaaa.

Hastin Pratiwi, saya selalu memanggilnya Bun Has. Nggak tahu kenapa, saya suka nyebutnya begitu. Tempat curhat, berkeluh kesah, yang ngajarin saya supaya ikhlas sama hal-hal yang mengecewakan, entah itu disebabkan oleh kesalahan saya pribadi atau orang lain, yang mau nasihatin tanpa menjatuhkan, sehingga nggak terdengar nyebelin di telinga, dan akhirnya iya-iya aja kayak dihipnotis...kwkwk.

Kami kenal cukup lama lewat dunia maya, tapi belum sekalipun bertemu dan bertatap muka. Beliau adalah seorang penulis buku, blogger, dan juga editor, Masya Allah. Selain ngedit buku, beliau juga biasa ngedit hati orang...kwkwk. Maksudnya yang awalnya kesel, jadi ikhlas. Ngedit juga, kan namanya? *Abis ini dikeplak..hihi.

Kamu bisa membaca tulisan-tulisan Bun Has di www.hastinpratiwi.com. Nanti kamu bakalan paham seberapa kalemnya Bun Has, beda sama saya :D

Saya merasa terhura saat Bun Has mengajak saya untuk ikutan Liebster Award ini. Karena Liebster Award yang berarti ‘tersayang’ dalam bahasa Jerman ini merupakan bentuk silaturahmi di antara para blogger. Liebster Award adalah bentuk penghargaan, juga rasa sayang kita kepada sesama blogger *aih manis bener...hihi.

Terima kasih ya, Bun sudah nyolek saya buat ikutan Liebster Award. Saya anggap ini sebagai tanda sayang kepada saya yang masih bocah ini, yang butuh banyak dinasihatin :)

Daripada penasaran, kita lihat dulu aturan mainnya, ya!



  1. Pasang logo Liebster Award di blog kamu.

  2. Ucapkan terima kasih kepada blogger yang sudah memberikan Liebster Award.

  3. Sematkan link blog teman yang sudah memberikan Liebster Award.

  4. Tulislah 7 fakta tentang diri sendiri (sebagai tantangan) .

  5. Jawablah 7 pertanyaan dari blogger yang memberikan Liebster Award.

  6. Tulislah nama blogger selanjutnya yang akan kamu berikan Liebster Award.

  7. Sematkan link blog penerima Liebster Award berikutnya.

  8. Berikan 7 pertanyaan sebagai tantangan pada penerima Liebster Award yang sudah kamu tunjuk.

  9. Menuliskan aturan Liebster Award.


7 Hal Tentang Saya yang Jarang Orang Tahu



Kebanyakan saya kenal sama teman-teman blogger lewat dunia maya. Jadi, hampir semua nggak pernah bertatap muka. Ada hal-hal yang orang lain nggak tahu dari saya, bukan sengaja menyembunyikan dan pura-pura paling baik, tapi memang nggak semua sisi kehidupan bisa diumbar, kan? Eh, tapi kali ini saya mau berbagi lebih banyak.

1. Nggak Sebaik yang Orang Kira

Sejujurnya saya nggak ingin menulis sisi negatif dari diri saya, tapi belakangan saya belajar berdamai dengan semua itu. Iya, saya nggak sebaik yang kamu kira. Saya juga punya sisi negatif, yang tanpa bisa dicegah kadang melukai hati orang. Suka gegabah kalau ngapa-ngapain. Entah karena apa, saya ingin masalah selesai saat itu juga tanpa memikirkan jangka panjangnya. Ujung-ujungnya jadi bertindak bodoh.

2. Hobi Menggambar Sejak Kecil

Beralih ke hal-hal positif aja, ya...kwkwk. Kalau teman-teman lihat feed Instagram saya sekarang, isinya gambar semua. Ada yang bertanya gimana memulainya? Jujur saja, saya suka menggambar sejak kecil. Bahkan sejak SD udah pernah ada yang order gambar saya *matre banget, kan? Kwkwk. Sempat punya cita-cita pengen jadi pelukis, komikus juga, tapi nggak kesampean.

Dan sekarang saya memulai hal yang sama. Menyenangkan diri sendiri di masa pandemi dengan membuat gambar dan menuliskan kalimat positif. Dan itu cukup jadi hiburan tanpa harus nonton drakor :D

3. Suka Detail Ngasih Informasi

Saya merasa, kadang ada orang suka dijelaskan dengan detail mengenai suatu hal yang dia tanyakan, tapi ada yang kayaknya ngerasa saya berlebihan kalau ngasih informasi. Misal ada yang nanya alas fotonya beli di mana, Mbak Muy? Saya bakalan jawab di marketplace A, sekalian saya sematkan link-nya.

Atau ada yang nanya soal jasa desain blog yang membantu saya, selain sebutkan nama, saya juga ngasih kontaknya sekalian walaupun orangnya belum minta...kwkwk. Di satu sisi saya tahu memang ada yang butuh informasi sedetail itu, tapi di sisi lain saya rasa ada yang berpikir bahwa saya berlebihan banget, deh. Malah ujungnya kayak sok akrab gitu nggak, sih? Haha. Au ah, saya nggak bisa berpura-pura. Udah bawaannya begitu :D

4. Sebenarnya Nggak Jago Masak dan Nggak Multilalenan

Karena sering posting resep di blog atau pajang foto masakan, beberapa mungkin berpikir bahwa saya bisa masak apa aja, jago istilahnya. Padahal, dulu saya nggak bisa apa-apa terutama ketika baru menikah. Kenapa? Karena sejak SMA saya menyelesaikan pendidikan di pesantren hingga D1. Di sana nggak diperbolehkan masak kecuali masak mi rebus atau bikin roti bakar pakai setrikaan...kwkwk. Kemampuan memasak saya buruk banget ya, Rabb. Apalagi pas baru nikah, masak ini itu nggak ada yang enak... :(

Soal orang suka bilang saya bisa ini bisa, itu, masya Allah saya berterima kasih dan saya aamiin-kan. Tapi, sebenarnya ada lebih banyak hal nggak bisa saya lakukan, tapi orang-orang nggak banyak tahu :D

Contohnya saya nggak bisa naik sepeda kecuali dibonceng *nggak usah ketawa! Apalagi naik motor, jangan harap itu motor bisa jalan. Geser lima senti pun nggak akan...hiks. Dan banyak hal lain yang justru saya ingin lakukan, tapi belum bisa. Pas lihat orang kadang iri juga, dia bisa ini dan itu. Tapi, saya nggak mau fokus sama kekurangan saya, saya memilih memaksimalkan hal yang sekiranya saya mampu.

5. Nggak Bisa Hapal Jalan

Tinggal dan menetap di Jakarta sudah 10 tahun lebih, tapi urusan hapal jalan nggak bisa sampai sekarang. Meskipun yang dekat, kecuali yang sangat dekat dan sering dikunjungi, ya. Kalau hanya dikunjungi sebulan sekali misal, nggak bakalan hapal.

Saya pikir ini terjadi karena saya terlalu polos dan jarang banget keluar rumah sejak dulu. Tapi, kayaknya ini kondisi nggak normal, sih...haha. Alhasil, saya memang jarang pergi sendiri kecuali terpaksa dan memang orang introvert lebih happy di rumah aja, tapi nggak kayak pas pandemi juga, sih :D

6. Hobi Beres-beres Rumah

Kwkwk, hobi macam apa ini? Jadi, meskipun melelahkan, ketika melihat rumah bersih, hati jadi lega dan bahagia. Kamu ngerasa kayak gini juga nggak, sih? Sampai Ibu selalu bilang, kamu ini terlalu rajin, rumah udah bersih nggak kemasukan debu aja dipel setiap hari...kwkwk. Soalnya tiap lagi nelpon pas beres-beres, entah ngepel, atau yang lainnya.

Di rumah nggak ada ART, jadi mau nggak mau harus saya sendiri yang membersihkan. Pernah suatu kali saya coba agak cuek soal kondisi rumah, eh tiba-tiba ada tamu dong masuk...kwkwk. Nggak banget dan bikin trauma :D

7. Belajar B Aja!

Dulu, apa-apa selalu dipikir serius, ribet, dll. Takut sama penilaian orang, takut disebut nggak baik sama orang, takut disebut bukan ‘orang’ kwkwk. Akhirnya lelah sendiri. Dan, sekarang saya berusaha menerima bahwa saya memang nggak sebaik malaikat.

Jadi, andai ada yang menyebut saya bla bla bla, ya udah nggak perlu dipikir ribet, biasa aja. Nggak perlu dibalas nanti kita malah nggak ada beda. Andai benar, berarti saya harus berbenah dan terima kasih banget pada orang yang sudah mengingatkan. Andai ada bagian yang salah, itu urusan dia sama Allah :)

Dan benar, enteng banget rasanya.

Itulah 7 hal yang saya umbar, termasuk aib saya sendiri...kwkwk. Please, adik-adik yang suka mampir ke sini, ambil yang baik dan tinggalkan yang buruk dari saya. Insya Allah saya berusaha berbenah :)

7 Jawaban dari Pertanyaan si Pemberi Liebster Award


Ini adalah 7 pertanyaan yang diberikan oleh Bun Has kepada saya. Saya merasa agak dijebak di sini, ya, Bun...kwkwk. Karena saya introvert, maka saya jawabnya mikir dulu beberapa detik :D

1. Apa arti kesuksean untukmu?

Sukses itu bisa menjadi manusia yang baik sekaligus hamba yang taat. Sekadar kaya raya kalau nggak ada akhlak sama Allah buat apa? Nggak ada artinya nanti setelah mati. Dulu, arti sukses buat saya sederhana banget, bisa dapat apa yang saya impikan, saya cita-citakan, saya katakan saya pantas dapat itu karena saya bekerja keras untuk mendapatkannya. Eh, tapi semua itu salah. Apalagi setelah berumur begini...kwkwk.

2. Apakah kamu bahagia dengan kehidupanmu sekarang? Kalau iya, apa yang membuatmu bahagia? Kalau tidak, mengapa?

Alhamdulillah, bahagia. Karena saya sudah merasa cukup dengan pemberian Allah. Karena, walaupun sebanyak apa saya miliki ini dan itu, kalau nggak pernah merasa cukup, pasti nggak ada yang namanya bahagia di dalam hidup.

3. Hal terbesar apa yang memotivasimu untuk selalu menjadi lebih baik?

Setelah berusia 30 tahun, saya jadi sering ingat mati, Bun. Saya paham hidup ini sebentar, tapi godaannya luar biasa. Saya nggak mau begini-begini aja. Nggak masalah saya pernah salah, saya ber-husnuzhan pada Allah bahwa saya bisa dimaafkan karena kasih sayang Allah itu luas banget. Nggak berarti saya meremehkan kesalahan yang lalu, insya Allah nggak. Saya hanya nggak mau membenci diri sendiri yang justru nanti malah membuat saya nggak mau berubah.

Dan lagi, masih ada orang-orang yang peduli dengan saya meskipun tahu kelakuan saya nggak bener-bener banget...kwkwk. Saya nggak pengen ngecewain mereka dan jangan sampai saya nyakitin mereka juga  atau lagi. Naudzubillah.

4. Apa tujuan hidupmu?

Pertanyaanmu horor-horor ya, Bun? Bikin ingat mati semua :(

Tujuan hidup semua orang pastilah bukan di dunia meskipun kita sering merasa bisa kekal dan berlama-lama di dunia. Tahu nggak, Bun? Meskipun saya anak pesantren, saya juga masih tertatih belajar soal agama. Jadi, kadang orang-orang terlalu tinggi menilai sehingga ketika santri ngelakuin kesalahan dikit aja, auto dihujat...kwkwk. Nggak masalah. Namanya juga hidup selalu berproses. Saya ingin menjadi manusia lebih baik, membantu anak-anak menjadi hafidz meskipun kadang sering jadi ribut..hihi. Dan mati masuk surgalah, Bun :D*abis ini dikeplak...kwkwk.

5. Kata-kata motivasi apa yang menjadi prinsip hidupmu?

“Tuhan nggak menjanjikan langit selalu biru, bunga selalu mekar, mentari selalu bersinar. Tapi, kita selalu yakin, selalu ada pelangi setelah badai.”

Berusaha berhusnuzhan kepada Allah, nggak usah memaki-maki masalah apalagi yang kita timbulkan sendiri meskipun kadang kita nggak bisa mencegahnya. Karena ada hikmah di balik semua itu. Kadang kita mesti disentil dulu supaya sadar, tapi akhirnya kita jadi belajar. Daripada harus selalu merasa paling benar, kemudian menjadi takabur. Naudzubillah.

6. Adakah hal yang kamu sesali dalam hidup ini? Jika ada, apakah itu?

Nanya apa ngajak curhat, nih orang? Kwkwk. Salah memilih teman. Nggak usah nanya lagi :D

7. Apa keinginan yang belum tercapai?

Sebentar saya mikir dulu, Bun...kwkwk. Alhamdulillah, banyak hal sudah saya dapatkan dalam hidup ini. Memang ada beberapa yang belum tercapai, tapi kalau dihitung, lebih banyak udahnya daripada yang belum. Saya nggak pengen jadi manusia kurang syukur yang fokus dengan apa yang belum saya punya teruus, jet pribadi, pulau pribadi...kwkwk. Saya ingin menjadi manusia yang selalu merasa cukup dengan apa yang sudah Allah kasih.

Selebihnya saya menuliskan impian di buku meskipun nggak rutin setiap malam. Misalnya, pengen banget buku saya best seller. Aamiin.

Penerima Liebster Award Berikutnya


Awalnya saya agak kesulitan memilih siapa blogger yang bakalan dapat Liebster Award berikutnya. Karena takut mereka nggak mau...hihi. Alhamdulillah seorang teman sesama blogger dari Bandung mengiyakan. Yups! Dia adalah mbak Lia Yuliani, pemilik blog liayuliani.com.

Beliau adalah teman baik, teman curhat, penulis buku, dan blogger juga, tapi sekalipun nggak pernah bertemu. Insya Allah semoga suatu saat bisa kopdaran ya, Mbak :)

Dan inilah 7 pertanyaan buat Mba Lia dari saya,

  1. Apa, sih sesuatu yang membuatmu merasa begitu bersyukur, Mbak?

  2. Impian apa yang masih terus diperjuangkan sampai sekarang?

  3. Kapan mulai ngeblog?

  4. Kalau lagi nggak mood nulis, mesti ngapain?

  5. Mending masak atau nulis?

  6. Apa yang memotivasimu untuk terus menulis, Mbak?

  7. Destinasi wisata mana yang paling ingin dikunjungi bersama pasangan?


Itulah 7 pertanyaan yang cukup mudah karena nggak ada yang perlu dijawab pakai rumus Fisika apalagi Matematika, ya...haha.

Terima kasih sudah membaca postingan ini dan semoga ada kebaikan yang bisa diambil dari apa yang saya tulis. Ingat, tinggalkan yang buruk dari saya dan ambil aja yang baik-baik, ya :)

Salam hangat,

Featured image: Photo by Freestocks.org on Pexels

 

Comments

  1. Masya Allah, isinya curhattttttt kwkwkwk.
    Ada gemes-gemesnya pula isinya :D
    Makasih, Mbak Muyyyy... Sukses terus yaa :*

    ReplyDelete
  2. Waaah suka baca kalimat motivasi itu juga. Tapi lupa di mana nemunya. :D

    Menarik juga kisah roti bakar pake setrikaan. Saya penasaran mbak~

    ReplyDelete