Kamu Juga Butuh Jeda Setelah Lelah Bekerja

Wednesday, March 11, 2020

Kamu juga butuh jeda setelah lelah bekerja



Pernah nggak, sih memikirkan rutinitas sehari-hari yang selalu sama, terutama ibu rumah tangga, terutama lagi yang jarang banget keluar rumah yang bahkan untuk nganter anaknya sekolah menggunakan ojek langganan...kwkwk. Tentu ini sedikit menjelaskan kehidupan saya secara blak-blakan. Meski saya tidak mengatakan secara langsung entah kepada pasangan atau teman, tapi pada akhirnya saya juga butuh menepi dan mengambil jeda.

Napas dulu, kayaknya kerjaan rumah nggak ada habisnya. Cucian yang lebih menumpuk terutama sejak viralnya wabah corona virus. Membuat emaknya selalu ketar ketir tiap bepergian yang akhirnya bikin serumah jadi lebih sering gonta ganti baju...hihi. Baru sadar penyebab cucian menumpuk kemarin ternyata corona virus.

Beberapa minggu terakhir memang seakan cuek sama blog, menulis naskah pun terkesan lebih santai. Mungkin saya sedang lelah, tapi belum mau jujur sama diri sendiri. Saat tadi pagi ngobrol sama teman, dia bercerita beberapa hari ini dia sama sekali berhenti mengerjakan ilustrasi karena merasa jenuh (dan hanya nonton Youtube), di situ saya baru berani bilang bahwa saya juga merasakan hal serupa...haha. Orang introvert harus ngajak teman dulu. Kamu gitu juga nggak, nih?

Lelah Boleh, Rehat Silakan, Berhenti Jangan


Sebenarnya dua bulan ke depan ada dua naskah yang harusnya segera diselesaikan. Tapi, saya tidak seantusias biasanya sebab waktu seperti tercurah pada hal lain. Yups! Urusan rumah, entah anak-anak, cucian dan setrikaan, atau bebersih yang nggak ada habisnya. Kemudian waktu seperti hilang begitu saja. Tiba-tiba badan udah capek dan pengen cepet-cepet istirahat.

Kadang saya harus bilang, It’s okay. Nggak masalah kamu merasa lelah dan itu sangat manusiawi sekali, karena saya manusia. Saya bukan superhero. Bukan. Jika di saat tertentu saya merasa bosan, jenuh, dan lelah, silakan istirahat dan mencari kesenangan sendiri sebetas bisa melepas penat.

Namun, jangan pernah berhenti karena suatu saat entah saya ataupun kamu akan menyesal setengah mati.

Pikiran Tidak Fokus, Cobalah Selesaikan Pekerjaanmu Satu Per Satu


Kita nggak bisa ambil beberapa pekerjaan sekaligus. Coba selesaikan satu per satu, barulah ambil target baru. Memang benar, rasanya menyenangkan bisa menyelesaikan banyak hal bersamaan, tapi kadang sampai lupa mengistirahatkan badan, tubuh kita juga punya haknya sendiri yang tidak boleh diabaikan.

Mentang-mentang bukan pegawai kantoran, kerjanya jadi seenaknya siang dan malam. Jangan, sebaiknya kita ambil porsi yang pas sesuai dengan kemampuan. Saya merasa selalu gagal setiap mengambil pekerjaan terlalu banyak. Saya harus memerhatikan bahwa pekerjaan yang baik bukan hanya soal kuantitasnya saja, melainkan lebih pada kualitas yang dihasilkan.

Kalau kitanya capek, ngerjain sesuatu seenaknya dan buru-buru, hasilnya hanya seadanya. Nggak pengen jadi seperti ini, kan? Belum lagi nggak fokus sama pekerjaan itu sebenarnya bikin kita stres. Karena beban jadi tambah berat. Apalagi kalau kamu tipe orang yang suka ngemil saat stres, udah beban berat, berat badan pun ikutan naik...haha.

Lakukan Hobimu dengan Leluasa


Bagaimanapun kita mesti punya hobi. Kalau saya pribadi, harus punya hobi selain aktivitas menulis buku yang sudah tak berbeda seperti sebuah pekerjaan tetap saat ini. Hobi saya adalah ngeblog. Di sini saya harus memaksakan diri bahwa ngeblog itu hobi, bukan pekerjaan. Karena kalau semua saya jadikan pekerjaan dan menuntut target, akhirnya saya lelah dan nggak tahu mau mencari pelarian ke mana.

Kemarin-kemarin setelah jarang ngeblog saya jadi mati gaya...haha. Biasanya selalu menulis apa saja, kemudian setelah dijadwal seminggu sekali justru jadi aneh rasanya. Kaku dan seperti pertemuan pertama kali dengan seseorang...haha. Nggak banget, kan?

Kalau zaman dulu, ngeblog masih polos-polosnya, nggak mengharap apa-apa kecuali hanya sekadar bersenang-senang. Semakin ke sini semakin serius dan justru malah bikin suntuk...kwkwk. Pasti karena sudah salah tujuan dan tidak menikmati. Akhirnya, hobi memang tetap harus dijadikan hobi. Penghasilan setelahnya cukup dijadikan bonus saja. Apakah saya ikhlas? Sedikit nggak...haha.

Karena jujur saja saya juga nggak mau ngeblog, tapi posisi masih di tempat yang sama. Pengennya bergerak maju. Tapi, kita nikmati saja seperti apa prosesnya, ya. Karena saya juga nggak ada pilihan. Tenaga saya terbatas jika harus menulis buku dan ngeblog dengan serius secara bersamaan. Ujung-ujungnya nanti saya lupa sama serunya menjalani hidup.

Terima kasih sudah membaca postingan yang murni curhatan ini ya. Siapa tahu kamu bisa berbagi tip melepas penat di tengah jenuhnya aktivitas kerja serba padat. Sampai di sini saya masih menikmati semuanya, tentunya setelah curhat :)

Salam hangat,

*Feature image: Photo by Shohib Tri on Pexels

 

Comments

  1. kalo saya burn out setelah bekerja, larinya ke bioskop. film apa aja ditonton

    ReplyDelete
  2. Memang sepadat2nya kesibukan kita butuh waktu untuk tenang agar otak kita kembali fresh dan siap menyambut aktifitas baru.😊

    ReplyDelete
  3. bener mba, setuju banget dengan tulisan nya

    ReplyDelete
  4. kalo saya lebih suka menyendiri untuk menumbuhkan semangat dari kebosanan

    sepertinya introvert akan lebih capek kalo kebanyakan kumpul dengan orang lain

    sesekali memang butuh menyendiri

    ReplyDelete
  5. Bagi blogger, saat-saat rehat justru bisa jadi inspirasi menulis. Begitu juga pada saat jenuh bekerja, bisa juga jadi tulisan seperti postingan ini.

    Memang benar ya Mba, kadang kita harus berhenti sejenak, untuk mempersiapkan tenaga agar dapat melompat lebih tinggi...

    Salam...

    ReplyDelete
  6. jenuh, bosan dengan aktivitas harian yang gitu gitu aja pasti ada, biasanya palingan aku keluar sama temen, ngobrol ngalor ngidul.

    ReplyDelete