Friday, August 5, 2022

Kenapa Harga Ilustrasi Itu Mahal?

Kenapa Harga Ilustrasi Itu Mahal?
Photo by Sorin Gheorgita on Unsplash


Sedikit cerita, kemarin sempat bahas tentang harga ilustrasi dengan teman sesama ilustrator. Rata-rata calon klien yang baru tahu dan pengin pakai jasa kami kaget dengan harga satu halaman ilustrasi untuk buku sejenis picture book. Mereka kira harga ilustrasi itu murah meriah dan tidak butuh biaya banyak untuk membuat buku picture book. Namun, faktanya harga yang kami tawarakan nggak sesuai dengan harapan. Terus piye?


“Sudah capek-capek upgrade ilmu, tapi malah dibayar murah? Emmoh!


Begitu kata salah satu ilustrator ketika gambarnya dihargai sangat murah. Kebanyakan orang masih kurang menghargai jasa ilustrator dan mungkin belum sepenuhnya menganggap bahwa membuat gambar itu juga pekerjaan yang tidak mudah. Walaupun ngerjainnya di rumah, bukan berarti bisa disambi leyeh-leyeh sesuka hati apalagi sambil malas-malasan. Saya pribadi merasa membuat gambar ini lebih menguras waktu dan tenaga ketimbang menulis buku. Kayak capeknya berasa banget.


Untuk membuat satu halaman bergambar, kita nggak bisa kerjain sambil sat set sat set. Apalagi jika belum ada deskripsi gambar dari penulis, kita mesti mikir sendirian. Biasanya, penulis sudah menyertakan naskahnya dalam bentuk tabel dan deskripsi ilustrasi sehingga hasilnya nggak terlalu jauh dari keinginan dan bisa meringankan pekerjaan ilustrator juga.


Kenapa Harga Ilustrasi Itu Mahal?

Kenapa, ya kira-kira? Saya hanya ilustrator kemarin sore, benar-benar baru masuk di dunia ilustrasi digital. Baru dua tahun terakhir saya mengerjakan gambar-gambar untuk klien baik dalam maupun luar negeri. Namun, saya juga berjuang untuk sampai di titik ini. Mulai dari upgrade skill, keluar modal untuk alat tempur yang nggak murah, ide, waktu, dan juga tenaga. Apalagi bagi mereka yang menjalani pendidikan formal, semua tidak mudah. Gimana masih bisa bilang kok mahal banget, sih?


Coba deh bayangkan membuat ilustrasi itu nggak pakai alat yang bisa menyulap keinginan sekali jadi. Seperti bim salabim gitu. Kita benar-benar menggambarnya dari awal. Mulai dari halaman kosong sampai jadi sketsa dan diwarnai dengan detail. Wow banget lho ngerjain gambar itu. Walaupun kita senang mengerjakannya, tetap saja memang ini kerjaan yang lumayan capek…hihi.


Bagaimana Menentukan Harga Ilustrasi?

Banyak orang bertanya tentang cara menentukan harga ilustrasi. Saya pribadi kurang jago dan masih selalu takut-takut saat menentukan harga. Biasanya saya bertanya kepada teman supaya harga yang saya tawarkan tidak terlalu mahal. Karena sangat mungkin ada calon klien yang benar-benar baru mengerti dunia ilustrasi dan nggak tahu harga pasaran di luar berapa. Jadi, jangan sampai harga yang kita kasih kemahalan.


Menentukan harga ilustrasi bisa dilihat dari kualitas gambar kita. Kita sangat tahu dan bisa menerka harga yang pantas berapa. Seberapa detail gambar yang diinginkan? Makin detail makin mahal karena butuh waktu lebih lama untuk mengerjakannya. Sampai lupa masak dan nyuci kalau ngerjain beginian tuh…kwkwk.


Di luar sana, ada ilustrator pemula yang ngasih harga sangat tinggi, tapi ada yang sudah bagus gambarnya masih ngasih harga sangat murah meriah. Jadi, semua dikembalikan lagi ke masing-masing orang.


Jika ada calon klien yang baru tanya-tanya soal harga, kemudian dia hilang entah ke mana, ya nggak masalah, berarti dia bukan target pasar kita. Mungkin dia merasa harga yang kita tawarkan terlalu mahal. Nggak masalah, kan? Rezeki kita bukan ada di dia. Iya, dia…eaaa.


Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Saat Menerima Pesanan Ilustrasi

Sebelum menerima pesanan gambar, ada baiknya kita menentukan juga jumlah maksimal revisi. Jangan sampai kita mabok karena revisi yang tak terhingga. Ini penting banget karena jujur capek kalau mesti revisi bolak balik, tuh :(


Apalagi terkadang ada klien yang kurang baik attitude-nya, ada yang super rewel dan sering ganti-ganti idenya. Sudah dibuatkan sesuai keinginan pertama, kemudian dia pengin ganti lagi yang berbeda 180 derajat dari gambar pertama. Kalau kita nggak ngasih batasan, bisa nggak kelar-kelar kerjaan, lho. 


Ada juga yang bisa dipertimbangkan, misalnya saja ada klien yang pesan gambar, tapi dia mau sesuai sama budget-nya. Bisa banget kita terima sesuai kemampuan dan kesediaan kita. Dengan harga segitu, kita bisa buat gambar yang lebih simpel, lebih sederhana dari gambar-gamabr dengan harga di atasnya.


Jadi ilustrator itu kelihatannya memang gampang. Apalagi kalau hanya lihat reels di Instagram saat menggambar. Sat set sat set. Coba pergi ke belakang layar dan lihat secara langsung prosesnya…hehe. 


Ngerjain ilustrasi dan ambil pesanan gambar terkadang nggak melulu tentang uang yang didapatkan, tapi juga kita lihat dari pengalaman belajarnya. Dengan mengerjakan proyek A, kita jadi banyak pengalaman dan melatih skill juga. Nggak ada ruginya. Namun, kita juga harus belajar yang lainnya, termasuk soal menentukan harga. Nggak mungkin juga, kan kita terus-terusan ngerjain pesanan ilustrasi pakai harga saudara yang free-nya sampai tujuh turunan? Ngeri…hihi.


Salam hangat,


Monday, August 1, 2022

Iritasi Kulit Bayi: Jenis, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Iritasi Kulit Bayi: Jenis, Penyebab dan Cara Mengatasinya
Photo by Jonathan Borba on Unsplash


Kulit bayi yang masih sangat lembut dan sensitif rentan mengalami berbagai masalah kesehatan, salah satunya adalah iritasi [1]. Meskipun iritasi kulit bayi sering diidentikkan dengan ruam popok, nyatanya ini bukanlah satu-satunya masalah yang mengancam kesehatan kulit si Kecil. Iritasi kulit memiliki cakupan yang luas dengan sebab yang beragam sehingga orang tua perlu tahu hal apa saja yang dapat menjadi pemicu jadi dapat menghindarinya. Kabar baiknya adalah sebagian besar iritasi kulit bayi tidak berbahaya, kecuali terdapat infeksi lanjutan seperti jamur atau bakteri.


Mengenal Iritasi Kulit Bayi

Iritasi kulit bayi terjadi sebagai reaksi alergi ketika kulit buah hati yang masih sensitif bersentuhan dengan iritan, misalnya cuaca, bahan kimia tertentu, permukaan popok atau kain, air liur dan juga kotoran [1,2]. Mengingat bayi memiliki sistem kekebalan tubuh yang masih berkembang, iritasi wajar terjadi kendati tidak boleh didiamkan atau dibiarkan begitu saja. Sebagian jenis iritasi memang dapat mereda dengan sendirinya dalam beberapa hari. Namun, biasanya iritasi seperti ruam menimbulkan rasa tidak nyaman seperti panas, gatal hingga perih yang membuat buah hati merasa tidak nyaman [1,2]. Itulah sebabnya, orang tua perlu mempersiapkan perawatan kulit bayi untuk situasi seperti ini salah satunya salep ruam. 


Jenis dan Penyebab Iritasi Kulit Bayi [1,2,3]

https://www.bepanthen.co.id/memahami-kulit-bayi-anda/kulit-bayi/masalah-kulit-bayi
Photo by Picsea on Unsplash


Iritasi kulit bayi ada banyak macamnya, dengan faktor pemicu yang berbeda-beda. Berikut ini adalah beberapa jenis iritasi kulit yang sering dialami oleh buah hati terutama yang berusia di bawah 2 tahun.


1. Ruam popok

Ruam popok bisa dibilang merupakan iritasi kulit yang paling sering terjadi pada bayi karena berkaitan dengan penggunaan popok sehari-hari. Ruam popok biasanya ditandai dengan kulit kemerahan yang mengilap, kulit kering dan mengelupas hingga lecet yang akan terasa perih saat disentuh atau terkena air. Tidak heran bila bayi akan mudah rewel dan menangis terutama ketika berganti popok atau mandi. 


Ruam popok dipicu oleh banyak hal, terutama masalah kebersihan diri. Jarang mengganti popok, popok yang terlalu ketat, permukaan kulit bayi yang terlalu lembab hingga reaksi alergi terhadap antibiotik ditengarai menjadi pemicu yang paling umum. Selama tidak terjadi infeksi lanjutan seperti jamur dan bakteri, ruam popok biasanya dapat sembuh sendirinya atau diobati dengan salep ruam.


2. Heat rash

Iritasi kulit kedua yang sering dialami terutama bagi bayi yang tinggal di daerah panas adalah heat rash. Cuaca yang panas membuat buah hati gerah, lebih mudah berkeringat dan dalam jumlah banyak. Jika keringat ini tidak dapat menguap sempurna, kelembapan akibat keringat akan “meracuni” kulitnya sehingga heat rash terjadi. Ruam karena cuaca panas ini ditandai dengan kulit kemerahan terutama di bagian ketiak, dada, leher, tangan dan kaki. 


3. Eczema

Iritasi kulit selanjutnya adalah eczema. Dibandingkan dengan jenis iritasi lain, eczema tidak semata-mata disebabkan oleh lingkungan sekitar atau cara perawatan bayi yang kurang tepat, namun juga faktor keturunan. Eczema ditandai dengan kulit kemerahan, kering hingga mengelupas yang akan semakin parah jika ternyata buah hati alergi dengan bahan kimia tertentu yang ada pada kain atau detergen yang biasa digunakan. Pada beberapa kasus, eczema akan mereda seiring pertambahan usia si Kecil dan menguatnya sistem kekebalan tubuhnya.


4. Infeksi jamur

Iritasi kulit yang terakhir adalah yang disebabkan oleh jamur. Biasanya, infeksi jamur muncul di area yang mudah berkeringat, lembap dan juga tertutup sehingga menciptakan kondisi hangat yang disukai jamur untuk berkembang biak. Salah satu infeksi jamur yang sering terjadi adalah saat ruam popok muncul. Kulit bayi yang terlalu lama tertutup oleh popok basah akan terasa lembap dan basah karena tidak ada sirkulasi udara. Alhasil, jamur memperparah ruam yang terjadi dan ditandai dengan kemerahan yang disertai bintik menyebar atau bintik berair yang gatal dan juga perih. Umumnya, infeksi jamur ini membandel dan butuh waktu lebih lama untuk pulih.


Cara Mengatasi Iritasi Kulit Bayi [1,2,3]

Iritasi Kulit Bayi: Jenis, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
Photo by Ignacio Campo on Unsplash


Penanganan iritasi kulit bayi tergantung dari kondisi kulit buah hati dan jenis iritasinya sendiri. Namun, jika dilihat secara umum sebenarnya ada perawatan yang bisa dilakukan supaya bayi terhindar dari iritasi atau jika terlanjur terjadi, iritasi dapat mereda dalam waktu singkat.


- Pastikan tubuh bayi selalu kering dan bersih, terutama di area yang tertutup popok maupun pakaian. Ketika permukaan kulit tidak mendapatkan sirkulasi udara yang baik, permukaannya kulitnya akan terlalu lembab dan gesekan dengan permukaan popok atau kain membuatnya meradang. Untuk itu, rutinlah mengganti popok misalnya 2 jam sekali tanpa menunggu penuh. Dan juga, jika cuaca panas dan si Kecil berkeringat, segera ganti bajunya dan taburkan bedak yang aman untuk bayi agar kelembabannya terserap.


- Hindari produk berbahan kimia, seperti parfum atau paraben yang berpotensi memicu alergi karena menyebabkan kulit kering. Sekarang ada banyak produk dengan kandungan alami dan aman. Jika buah hati sering mengalami ruam apalagi eczema, pertimbangkan untuk memilih produk berbahan alami agar kemungkinan alergi serta iritasi dapat ditekan.


- Mengoleskan salep ruam. Salep ruam dikenal juga sebagai barrier ointment di mana fungsinya bukan hanya meredakan iritasi dan peradangan ringan pada kulit namun juga menguatkan skin barrier sehingga kulit bayi tidak mudah iritasi ketika bersentuhan dengan permukaan popok.


Bepanthen adalah salep ruam dengan kandungan alami dan aman untuk kulit buah hati. Diperkaya dengan dekspanthenol dan juga lanolin, penggunaan rutin sesuai aturan dapat membantu meredakan iritasi kulit bayi seperti ruam sekaligus memberikan perlindungan dengan meningkatkan skin barrier. Pastikan kulit si Kecil dalam kondisi kering dan bersih sebelum mengaplikasikannya ya.


Salam hangat,


1. Megan Dix, How to Spot and Take Care of Your Baby’s Rash, RN, January 16, 2019. Diakses pada 06 Juli 2022 dari  https://www.healthline.com/health/how-to-spot-and-take-care-of-your-babys-rash 

2. Dan Brennan, MD,  Your Newborn's Skin and Rashes, on July 23, 202. Diakses pada 06 Juli 2022 dari https://www.webmd.com/parenting/baby/baby-skin-rashes 

3. Skin rashes in babies, Nidirect.gov.uk. Diakses pada 06 Juli 2022 dari

https://www.nidirect.gov.uk/conditions/skin-rashes-babies#:~:text=Half%20of%20all%20newborns%20develop,clears%20after%20a%20few%20days.


Friday, July 22, 2022

Kiat Supaya Anak Happy Saat Masuk Sekolah

Kiat Supaya Anak Happy Saat Masuk Sekolah
Photo by Jason Sung on Unsplash


Tahun ini, si bungsu sudah mulai masuk Sekolah Dasar setelah sebelumnya masuk TK B di masa pandemi. Si bungsu hanya sekolah TK selama satu tahun karena sempat saya cancel ketika akan masuk TK A di tahun sebelumnya. Kenapa nggak jadi masuk TK A? Kondisi pandemi saat itu tidak memungkinkan anak TK masuk sekolah offline. Saya berpikir, anak TK A sekolah daring gimana ceritanya, ya? Seperti kurang maksimal dan akhirnya pasti lebih banyak proses belajarnya sama orang tua. Kalau akhirnya seperti itu, mending main-main di rumah saja, kan?


Saya bukan seorang guru, jadi banyak nggak tahunya kalau diminta mendampingi anak sekolah di rumah. Apalagi soal materi yang dipelajari, sudah pasti di sekolah sangat lengkap dengan pengalaman guru-gurunya yang luar biasa. Namun, pilihan untuk tetap di rumah waktu itu memang jadi pertimbangan. Lalu, ngapain aja dong selama di rumah selama satu tahun tersebut?


Belajar Baca Tulis

Anak-anak di rumah sudah diberikan buku bacaan sejak masih bayi. Iyap! Walaupun mereka belum bisa membaca, saya sudah rajin membelikan buku dan membacakannya setiap menjelang tidur. Zaman si sulung, buku bacaannya masih satu dua. Sambil menabung, kemudian kami membelikan buku-buku berikutnya sampai akhirnya jumlah buku anak-anak di rumah sudah buanyak! Masya Allah.


Kalau orang lain senang koleksi perkakas dan perhiasan, entah kenapa saya senang sekali koleksi buku bacaan. Selain memang karena saya menulis buku dan banyak belajar dari buku-buku yang saya baca, saya perhatikan anak-anak juga jadi gila baca dengan sendirinya setelah saya akrabkan dengan buku-buku cerita.


Buku bacaan untuk anak-anak memang harganya nggak murah. Sempat menghitung harga seluruh buku bacaan anak-anak yang di rumah nilainya mengerikan juga, tapi jadi nggak terasa karena belinya satu per satu saat punya rezeki lebih atau saat memberikan reward buat anak-anak.


Jenis buku bacaan di rumah juga bermacam-macam, mulai dari picture book berseri, kumpulan cerita, ensiklopedia, komik, sampai novel anak. Dari banyaknya buku tersebut, anak-anak saya bisa membacanya berulang kali tanpa merasa bosan. Padahal, ibunya kalau baca buku cukup sekali dan simpan. Nggak ada keinginan untuk mengulanginya lagi…kwkwk.


Dari kebiasaan sederhana seperti ini akhirnya anak-anak jadi senang membaca. Waktu si bungsu belum bisa membaca, saya bantu dia belajar membaca pakai buku ABACAGA. Ternyata buku ini berguna banget dan simpel penggunaannya. Cukup baca satu sampai dua halaman per hari dan diulang dua sampai tigas kali, anak-anak sudah bisa baca dengan sendirinya.


Karena sudah suka sama buku, si bungsu jadi nggak keberatan untuk belajar baca tulis di rumah walaupun nggak didampingi guru TK, melainkan bareng emaknya melulu…kwkwk. Dia juga punya motivasi unik ketika pengin bisa baca, salah satunya mau bisa baca buku sendiri karena nggak mau bergantung pada saya atau kakaknya. Karena dia sering pengin dibacain buku sama kakaknya, tapi kakaknya males banget baca pakai suara. Maklum anak visual kali, ya? kwkwk. Akhirnya jadi termotivasi gitu hanya karena alasan sederhana begini.


Orang tua mesti telaten ngajarin setiap hari dan jangan dipaksakan kalau anaknya nggak mau. Saya percaya, anak-anak akan bisa baca sendiri pada waktunya. Jadi, nggak pernah maksa mereka belajar baca tulis.


Belajar Baca Alquran

Anak-anak saya sudah dibiasakan membaca Alquran sejak masih kecil. Belajarnya di rumah bersama saya. Namun, kemampuan setiap anak berbeda-beda. Kalau si A bisa cepat, saudaranya bisa jadi nggak akan sama kemampuannya. Dan ini terjadi pada si sulung dan si bungsu..


Namun, saya ajarkan baca Alquran kepada si bungsu dengan sangat telaten dan sabar. Alhamdulillah, si bungsu ini tipe anak yang mau belajar. Namun, sering ngerasa nggak bisa sebelum nyoba. Jadi, kadang mesti disemangati dulu. Satu halaman bisa diulang sampai seminggu atau bahkan lebih. 


Targetnya bukan asal banyak yang dibaca, tapi mesti tahu aturan baca yang benar dan dia happy. Sulit? Heem. Tapi, kami tetap bersemangat dan terus mencobaaaaa :D


Nggak banyak sekolah yang mengajarkan Alquran setiap hari. Saya bersyukur, sekolah si sulung menerapkan itu sampai akhirnya bacaan Alquran si sulung makin baik dari hari ke hari. 


Penting untuk diperhatikan, baca Alquran jangan asal baca. Sebab, sering saya temui, ada anak sudah mulai hafalan surat-surat panjang, tapi bacaannya nggak tepat. Panjang pendeknya nggak diperhatikan, dengungnya hilang entah ke mana. Sampai dengarnya gatel pengin benerin.


Kalau sudah terlanjur salah dan dibiarkan, akhirnya sulit diubah. Apalagi kalau anaknya sudah mulai besar. Makin susah.


Anak Happy Saat Masuk Sekolah Pertama Kali

Kiat Supaya Anak Happy Saat Masuk Sekolah
Photo by Muneer Ahmed on Unsplash


Qadarallah saya nggak bisa dampingi saat anak-anak sekolah pada hari pertama. Mulai dari si sulung sampai si bungsu, saya nggak pernah bisa antar karena ada hal lain. Namun, mereka tetap happy saat masuk sekolah.


Si bungsu ini termasuk mungil dan bahkan paling mungil di antara teman-teman sekelasnya. Emang nggak dikasih makan, Bu? Kwkwk. Waktu masuk SD, banyak yang mengomentari fisiknya dia. Bukan saya nggak peduli dengan berat badannya, tapi kami sudah berusaha dan hasilnya begitu-begitu saja. Sudah banyak dokter kami kunjungi, tapi nggak ada perubahan. Next, kita cerita tentang masalah berat badan ini di postingan lain, ya.


Saya bersyukur anak-anak senang masuk sekolah dan nggak pernah pakai drama. Masya Allah. Mereka tipe anak yang mau bercerita sepulang sekolah dan saya senang mendengarkannya.


Bagaimana cara supaya anak mau sekolah? Ada anak yang mesti nangis setiap ditinggal orang tuanya di kelas. Ada yang teriak-terik dan rewel, tapi ada juga yang manis, kalem, dan anteng aja. Setiap anak memang berbeda. Sejak di rumah sebelum mulai sekolah, kita paling tahu kondisi mereka seperti apa. 


Waktu anak pertama mau sekolah dan kondisi saya akan melahirkan, saya beri sugesti positif dan menceritakan kegiatan di sekolah yang akan dia lakukan nanti. Saya selalu bilang begini,


“Nanti kamu akan diantar dan dijemput lagi. Di sekolah ada bu guru yang menemani dan juga teman-teman. Jika ada apa-apa, guru-gurumu akan membantu. Jadi, jangan khawatir, ya.”


Hal semacam ini terus diulang dan diulang sampai dia masuk sekolah. Hasilnya, Alhamdulillah anak saya semuanya senang masuk sekolah.


Setiap orang tua punya cara sendiri untuk mendidik anak-anaknya. Saya yakin, semua orang tua akan memberikan yang terbaik dan berusaha supaya anak-anaknya bahagia. Begitu juga dengan saya. Semoga kita berhasil mendidik anak-anak dengan baik, ya. 


Salam hangat,


Monday, July 11, 2022

Review Buku Latihan Soal Mantappu Jiwa Jerome Polin

 

Review Buku Latihan Soal Mantappu Jiwa Jerome Polin
Kalau kamu cuma suka belajar, di luar sana ada banyak orang belajarnya gila-gilaan :)

Ada yang pernah baca bukunya Jerome Polin? Buku ini kebetulan saya beli beberapa hari yang lalu di sebuah toko buku. Waktu itu saya dan keluarga sedang main ke mall dan seperti biasa, kita mampir ke toko buku dan berlama-lama di sana. Karena sedang libur sekolah, saya kepikiran mencari buku tebal untuk si sulung yang tahun ini mau kelas 6 SD. Sudah lama nggak beli buku baru.


Waktu lihat di rak buku-buku best seller, saya langsung penasaran sama buku ini. Sebenarnya, sudah lama saya tahu kalau Jerome nulis buku juga dari channel Youtube-nya. Namun, belum kepikiran beli sampai akhirnya kemarin lihat langsung di toko buku.


Waktu baca bagian blurb, saya langsung tertarik karena sudah pasti ini buku isinya bukan kumpulan soal yang bikin kepala mumet itu. Mohon maaf, saya memang nggak suka matematika :(


Buku ini, meskipun diselipkan beberapa halaman berisi angka-angka yang rumit dan tidak pernah saya mengerti kenapa mereka ada di dunia ini *tsah…kwkwk, tapi nyatanya ini bukan buku serumit yang dibayangkan. Buku ini menceritakan perjalanan Jerome untuk mendapatkan beasiswa penuh sampai akhirnya bisa kuliah di Jepang.


“Beli ini aja! Cocok, nih buat kamu, Kak.”


Walaupun pada kenyataannya, justru saya duluan yang baca dan melahap buku ini sampai habis. Sehari doang udah kelar saking enaknya dibaca *terharu.


Blurb Buku Latihan Soal Mantappu Jiwa

“Jadi ini buku latihan soal matematika ya, Jer?”


Bukan!


Kata orang, selama masih hidup, manusia akan terus menghadapi masalah demi masalah. Dan itulah yang akan kuceritakan dalam buku ini, yaitu bagaimana aku menghadapi setiap persoalan di dalam hidupku. Dimulai dari aku yang lahir dekat dengan hari meletusnya kerusuhan di tahun 1998, bagaimana keluargaku berusaha menyekolahkanku dengan kondisi ekonomi yang terbatas, sampai pada akhirnya aku berhasil mendapatkan beasiswa penuh S1 di Jepang.


Manusia tidak akan pernah lepas dari masalah kehidupan, betul. Tapi buku ini tidak hanya berisi cerita sedih dan keluhan ini-itu. Ini adalah catatan perjuanganku sebagai Jerome Polin Sijabat, pelajar Indonesia di Jepang yang iseng memulai petualangan di YouTube lewat channel Nihongo Mantappu.


Yuk, naik roller coaster di kehidupanku yang penuh dengan kalkulasi seperti matematika.


It may not gonna be super fun, but I promise it would worth the ride.


Minasan, let’s go, MANTAPPU JIWA! 


Identitas Buku

Buku Latihan Soal Mantappu Jiwa

Penulis: Jerome Polin Sijabat

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

ISBN: 9786020632414

Ketebalan: 224 halaman

Ukuran : 13,5 x 20 cm

Sampul: Soft Cover


Review Buku Latihan Soal Mantappu Jiwa

Review Buku Latihan Soal Mantappu Jiwa Jerome Polin


Jauh sebelum membeli buku ini, saya sudah sering nonton Jerome di Youtube. Jadi, sebenarnya lumayan mengerti perjalanan hidupnya sampai akhirnya bisa kuliah di Jepang. Namun, saya tidak selalu menonton Youtube. Jadi, ada banyak bagian yang saya memang tidak tahu dan akhirnya bisa membacanya di buku ini.


Saya tidak kenal Jerome, apalagi Jerome, mana kenal dengan saya, kan? kwkwk. Namun, saya suka dengan semangat dia, kegigihannya, juga dengan belajarnya yang gila-gilaan banget. Meskipun bukan remaja seusia Jerome, saya tetap menikmati buku ini. Saya suka dengan orang-orang yang punya impian setinggi langit dan dengan gigih meraihnya. Saya suka dengan mereka yang nggak capek berusaha, bahkan meski semua orang mengatakan mustahil. Sebab, saya percaya, mana ada yang mustahil bagi Tuhan, kan?


Buku ini mengisahkan perjalanan hidup Jerome sampai akhirnya bisa kuliah di Jepang. Asli, konsep buku ini bagus dan gemaas banget. Dibuat dengan matang sekali. Nggak bosan bacanya karena bahasanya Jerome banget dan mudah dipahami. Gambar-gambarnya enak dipandang dan warnanya cerah. Lebih menariknya lagi, saya suka baca-baca #rumusjerome yang berisi quotes motivasi gitu.


Jerome termasuk anak yang beruntung karena bisa sekolah di IPH Schools. IPH Schools merupakan salah satu sekolah swasta bergengsi di Surabaya. Dia masuk di sini bukan karena kaya raya, tapi ia diberikan keringanan biaya dari sekolah dan akhirnya membuat Jerome bisa punya impian main ke Disneyland dan kuliah di luar negeri.


Impiannya tak sekadar diucapkan saja seperti kebanyakan orang sekarang. Punya cita-cita dan keinginan itu mudah. Tinggal disebutkan, tapi untuk mewujudkannya butuh usaha keras. Dan Jerome benar-benar membuktikan bahwa usahanya memang layak diberikan reward.


Jika kamu suka belajar, maka ada orang yang belajarnya lebih dari sekadar suka, lebih gila belajar, yakni Jerome! Ikut lomba-lomba adalah hal biasa baginya. Sampai ke mana-mana ia rela bawa buku dan terus belajar supaya impiannya tercapai. Kalau kita, mungkin sudah teriak-teriak minta healiiiiing! Padahal, dia juga sering gagal, lho. Sering banget, tapi masih mau nyoba lagi.


Jerome juga menceritakan awal mula ia membuat Youtube channel dan akhirnya bertemu Waseda Boys. Dia memulai semuanya dari hal sederhana, dari hal-hal yang ada aja. Saya suka bagian ini karena merasa saya juga melakukan hal yang sama sejak dulu. Bukan orang yang mesti ada fasilitas dulu baru nyoba dan usaha.


Membaca setiap halamannya benar-benar ikut merinding apalagi tiap Jerome cerita kalau dia menang lomba, mendapatkan beasiswa, dan yang lainnya. Mungkin, tema ini benar-benar saya suka. Jadi, meskipun usia saya tidak lagi muda, tapi tidak juga tua *menolak tua...kwkwk, saya tetap sukaaa dan merasa sangat termotivasi.


Apa yang Didapat Setelah Membaca Buku Ini?

Review Buku Latihan Soal Mantappu Jiwa Jerome Polin


Saya termasuk salah satu orang yang beruntung karena meskipun dari dulu nggak punya apa-apa, sekadar beli buku saja susahnya minta ampun, tapi akhirnya saya bisa mewujudkan impian menjadi penulis buku. Hal ini membuktikan bahwa usaha memang benar-benar memberikan dampak luar biasa dalam hidup. Bukan semata-mata soal bakat saja. Semua hal bisa dipelajari asal kita mau.


Untuk menjadi Jerome yang sekarang, dibutuhkan hari-hari yang berat. Kalau dibayangkan, bisa sampai mual-mual sih rasanya…hehe. Namun, memang itulah yang mesti kita lakukan saat ingin impian terwujud. Bukan hanya rebahan, tiduran, kemudian berharap rembulan jatuh ke pangkuan? Bangunlah!


Dari membaca buku ini saya merasa sangat termotivasi. Kegagalan bukan hal aneh dalam hidup. Satu hal yang mesti dilakukan, cobalah lagi dan ambillah semua peluang. Tidak ada yang tidak mungkin karena kita punya Tuhan.


Apa yang kita anggap buruk hari ini, justru penuh hikmah di hari esok. Itulah sebabnya, kita mesti lebih positif memandang masalah yang datang. Semua pasti ada hikmahnya dan berbaik sangkalah atas semua takdir Tuhan.


Waktu membaca buku ini, jujur sedang ada di tahap mau menyeraaah. Capek dan lelah. Namun, baca perjuangan Jerome, rasanya apa yang saya alami ini nggak ada apa-apanya. Begini aja ngeluh? Ish, malu!


Akhirnya, saya mencoba lagi dan berusaha sampai akhirnya semua terlewati dengan baik. Seperti Jerome, tak mengapa mencoba semua hal. Bisa main piano biar terlihat keren…kwkwk, jago Matematika, tapi juga punya channel Youtube yang inspiratif dan menghibur, pengin jadi Menteri Pendidikan juga. Semua hal bisa dilakukan asalkan kita mau berusaha dengan sungguh-sungguh, bisa mengatur jadwal harian biar nggak sibuk sama sosial media mulu, tetap mencoba meskipun pernah gagal, melakukan yang terbaik karena Tuhanlah yang akan menilai usaha kita. Semua hal bisa dilakukan. Dan satu hal lagi, setinggi apa pun tempat kita berpijak, tetap rendah hati dan lihatlah ke bawah supaya kita tidak mudah keblinger, keplicuk, dan apa pun itu, Gaes.


Salah satu #rumusjerome yang saya suka,


Aku tahu mimpiku layak dibayar sebegitu tinggi. Oleh keringat dan kerja keras. Aku tahu mimpiku layak diperjuangkan. Dan tidak ada yang bisa memperjuangkannya selain oleh aku sendiri.


Seperti sering saya katakan, orang lain juga sedang sibuk dengan impiannya masing-masing. Mustahil berharap terus dibantu dan dimotivasi. Kitalah yang punya impian itu, kita juga yang harus memperjuangkannya.


Kenapa mirip gini, sih? Kwkwk. Mungkin inilah salah satu alasan kenapa saya suka sekali membaca buku ini. Rasanya related banget dengan yang saya rasakan dan alami. Meskipun belum sehebat Jerome, tapi saya akan tetap berusaha. Meskipun sudah jadi emak-emak, tapi saya senang membicarakan soal impian. Tak mengapa sedikit terlambat, daripada tidak sama sekali, kan? Tak mengapa memulainya di usia sekarang, mungkin memang inilah rezeki dan waktu yang telah Tuhan tentukan. 


Terima kasih, Jerome sudah menulis buku yang sangat inspiratif. Pasti ada lebih banyak pembaca yang merasa begitu terbantu dengan cerita kamu dan akhirnya mereka tetap berjuang dan berusaha demi menggapai impiannya.


Salam hangat,


Friday, June 24, 2022

Resep Nasi Uduk Bunga Telang

Resep Nasi Uduk Bunga Telang


Bosan nggak sih makan nasi putih melulu? Sesekali pengin juga makan nasi putih yang diolah lebih spesial seperti nasi uduk biru bunga telang ini. Kebetulan, sekitar seminggu yang lalu saya membeli pohon bunga telang. Nggak disangka, beberapa hari kemudian bunganya lebat dan nggak tahu juga mau diapain…hehe. Akhirnya dikumpulin dan diseduh dengan air panas. Besoknya, saya olah menjadi nasi uduk bunga telang. 


Bunga telang ini lumayan mudah ditemukan di mana-mana, bahkan di jalan pun banyak. Kalau sudah lebat, malah susah diatur karena merambat ke mana-mana. Selain dikonsumsi, kebanyakan orang justru tahunya bunga telang dipakai sebagai tanaman obat, terutama obat mata. Biasanya diberikan kepada bayi yang baru lahir.


Manfaat Bunga Telang

Resep Nasi Uduk Bunga Telang
Photo on halodoc


Dikutip dari beberapa sumber, berikut beberapa manfaat bunga telang:


1. Kandungan asam palmitat di dalam bunga telang berguna sebagai antidepresan karena mengandung antioksidan. Jadi, bisa bermanfaat untuk mengurangi depresi juga, lho.

2. Kandungan flavonoid glikosida yang terdapat di dalam biji bunga telang bermanfaat untuk mempercepat proses penyembuhan luka. Sedangkan bunganya bisa dikonsumsi dan memiliki manfaat yang kurang lebih sama.

3. Meskipun terlihat sepele dan sering dianggap sebagai bunga liar, tapi bunga telang punya manfaat yang luar biasa termasuk dapat menurunkan kolesterol. 

4. Jika kamu punya masalah pada siklus menstruasi yang tidak teratur, coba konsumsi bunga telang. Katanya, bunga telang bermanfaat melancarkan datang bulan, lho.

5. Bunga telang berkhasiat menyembuhkan beberapa jenis sakit mata seperti konjungtivitas.


Dan masih banyak lagi manfaat bunga telang yang lainnya. Namun, yang tak kalah menarik, bunga telang juga sering dikonsumsi seperti diminum, dibuat jelly, atau diolah menjadi makanan seperti nasi uduk.


Daripada berlama-lama, yuk intip resep nasi uduk bunga telang ini.


Bahan:

20 pcs bunga telang

2 cup beras putih

1 bungkus santan instan

1 batang serai

2 lembar daun salam

Secukupnya air

Sedikit garam

Sedikit kaldu bubuk (Optional)


Cara membuat:

  • Seduh bunga telang dengan air panas. Diamkan sampai airnya pekat.
  • Cuci bersih beras dan tambahkan santan serta air bunga telang. Takaran air dan santan sesuaikan dengan takaran masing-masing, ya. Sama halnya seperti saat kita memasak nasi.
  • Masukkan serai yang sudah dimemarkan, daun salam dan garam. Jika suka, bisa ditambahkan kaldu bubuk.
  • Masak nasi dalam rice cooker seperti biasa. Jika sudah matang, aduk-aduk nasi dan tutup kembali.
  • Sajikan dengan pelengkap.


Resep Nasi Uduk Bunga Telang


Voila! Nasi uduk bunga telang sudah siap disajikan. Kita dapat menambahkan pelengkap seperti emping, telur dadar, orek tempe, ayam, dan perkedel. Jangan lupa, sajikan dengan sambal juga, ya!


Sayangnya, nasi bunga telang yang saya buat masih kurang pekat warnanya. Saya hanya pakai beberapa bunga saja nggak sampai 20 pcs. Awalnya nggak niat bikin nasi uduk bunga telang, hanya karena sayang melihat bunga berjatuhan dan setelah diseduh nggak diminum, akhirnya dijadikan nasi uduk ini.


Kalau teman-teman pakai bunga telangnya dalam jumlah cukup, insya Allah hasilnya bagus. Percobaan pertama gagal, tapi rasanya sih nggak masalah. Bunga telang hanya memberi tambahan warna, tidak memengaruhi soal rasa.


Saya rasa, varian nasi uduk biru yang cantik dengan bunga telang ini dapat dijadikan alternatif sarapan yang menarik selain makan nasi goreng dan nasi putih. Selain menarik, manfaatnya juga banyak bagi kesehatan.


Selain dibuat nasi uduk, bunga telang juga bisa dimakan mentah alias dilalap. Siapa nih yang sudah pernah coba? Yuk, cobain di rumah sebagai varian baru menu sarapan di meja makan!


Salam hangat,


Monday, June 20, 2022

Rekomendasi Tablet untuk Menggambar dan Membuat Ilustrasi

Rekomendasi Tablet untuk Menggambar dan Membuat Ilustrasi
Photo by Henry Ascroft on Unsplash


Tablet apa yang cocok digunakan untuk membuat ilustrasi? Apalagi buat pemula, apakah se-urgent itu untuk memiliki tablet? Kalau nggak punya, apakah bisa tetap belajar menggambar digital hanya menggunakan handphone?


Tahukah teman-teman, ada banyak orang yang bisa tetap menggambar digital dan membuat ilustrasi dengan handphone. Bahkan ketika mencari tutorial di Youtube, kita bisa menemukan banyak tutorial menggambar menggunakan handphone saja. Jadi, jawabannya bisa atau nggak? Bisa dong asal tekun dan mau terus belajar.


Aplikasi yang biasa digunakan di android tidak hanya dapat digunakan di tablet saja, tapi bisa juga teman-teman pakai di handphone. Namun, kita juga harus menyadari bahwa belajar menggambar di handphone butuh lebih sabar karena kurang leluasa. Tahu sendiri, kan ukuran layar tablet dengan layar handphone itu berbeda. Jadi, jangan disamakan juga prosesnya. Satu sama lain punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, kok.


Saya pikir, asal niat dan memang benar-benar mau belajar, pakai apa pun pasti bisa digunakan untuk belajar. Bahkan meski hanya pakai buku dan pensil :)


Dulu, saya tetap menggambar dan menulis meskipun nggak punya fasilitas. Pakai buku sama pensil saja sudah merasa cukup. Pengin punya komputer, tapi nggak ada uang untuk membeli. Jadi, pakai saja yang ada. Ternyata, proses belajar saya tidak berhenti hanya karena nggak ada fasilitas. Itu bukan alasan untuk saya malas-malasan. Saya hanya fokus dengan apa yang saya suka, maka saya terus mengerjakannya dengan tekun. 


Jika teman-teman punya rezeki dan benar-benar serius ingin menggeluti dunia ilustrasi dan menggambar digital, mari saya bisikkan tablet terbaik yang pernah saya gunakan selama menjadi ilustrator.


Tablet Android atau iPad?

Rekomendasi Tablet untuk Menggambar dan Membuat Ilustrasi
Photo on Unsplash


Sebelum pakai iPad, saya sudah pernah pakai dua jenis tablet android dari dua brand berbeda. Mulai dari harga 2 jutaan sampai tablet android 5 jutaan, saya tetap nggak bisa bertahan menggunakan keduanya terutama setelah mulai mengerjakan proyek-proyek buku.


Menariknya, saat ini memang banyak tablet android dengan harga lumayan terjangkau, tapi pertanyaan besarnya adalah, apakah itu worth it dipakai untuk membuat ilustrasi dalam jumlah banyak dan dalam waktu yang lama? Awet nggak, sih? Tetap aman nggak buat gambar ukuran besar dan dalam jumlah banyak?


Inilah alasan kenapa saya ganti iPad, salah satunya karena tablet android yang saya gunakan nggak bisa memberikan kenyamanan itu. Saya baru pakai untuk membuat ilustrasi dalam ukuran besar, itu tablet sudah lemot parah. Satu gambar bisa berhari-hari ngerjainnya karena super lemot…kwkwk. Memang, tidak semua tablet android akan seperti ini, tapi di saya memang terjadi yang akhirnya membuat diri ini yakin mau upgrade ke iPad.


Worth It Nggak Pakai iPad?

Rekomendasi Tablet untuk Menggambar dan Membuat Ilustrasi
Photo on Unsplash


Ini hanya berlaku buat teman-teman yang memang sudah serius menggeluti dunia ilustrasi. Kalau hanya main-main dan coba-coba, mending nggak usah beli iPad.


Sejauh ini, selama sekitar dua tahun saya pakai iPad, semua tetap berjalan baik dan nyaman. Pekerjaan saya Alhamdulillah selesai sesuai harapan. Nggak ada kendala berarti seperti lemot dan lain-lain. Sejauh ini, masya Allah aman!


Namun, yang sering dipertimbangkan adalah soal harga. Memang betul, harganya jauh lebih mahal daripada tablet android yang punya berbagai jenis harga dari yang murah sampai termahal. Sedangkan kalau iPad, bayangan di kepala kita mahal semua. Kalau mau disiasati, tunggu sampai harga normal, jangan beli saat baru-baru muncul nanti kamu bernasib seperti saya...kemahalan..kwkwk.


Tapi, kalau worth it, bukankah itu bisa digunakan dalam waktu lama? Jadi, nggak rugi juga dong belinya. Insya Allah juga akan balik modal bahkan bisa berkali lipat asal kita tekun bekerja dan lembur bagai kuda…kwkwk.


Bisa Dibawa ke Mana-Mana

Rekomendasi Tablet untuk Menggambar dan Membuat Ilustrasi
Photo on Unsplash


Menggambar pakai tablet ataupun iPad punya kelebihan lain, salah satunya dapat dibawa ke mana pun. Ini yang paling saya suka karena kita dapat bekerja di mana pun dan kapan pun. Berbeda dengan menulis, saya butuh laptop dan suasana tenang, sedangkan saat menggambar, saya nggak butuh konsentrasi lebih untuk menggambar beberapa halaman buku.


Waktu lebaran kemarin, saya sempatkan diri mengerjakan ilustrasi untuk proyek buku mulai dari tiba di stasiun, di dalam kereta, sampai di kampung halaman saat lebaran. Saya kerjakan sampai selesai dan nyaman-nyaman saja karena bisa sambil ngobrol juga, kok.


Jadi, rekomenasi tablet untuk menggambar apa, nih? Saya sih tetap pilih iPad karena seperti teman saya bilang, iPad ini tangguh…kwkwk. Walau kita harus membayar lebih mahal, tapi tetap worth it, kok. Insya Allah nggak akan rugi asal memang benar-benar kita gunakan dengan baik untuk bekerja dan berkarya.


Aplikasi menggambar dalam iPad juga simpel untuk dipelajari. Kita bisa pakai Procreate dengan sekali bayar saja. Aplikasinya bagus dan nggak ribet dipakainya. Dengan iPad dan aplikasi Procreate, saya sudah membuat beberapa buku serta gambar-gambar yang entah sudah berapa jumlahnya.


Jenis iPad Seperti Apa yang Direkomendasikan?

Rekomendasi Tablet untuk Menggambar dan Membuat Ilustrasi
Photo on Unsplash


Saya kurang tahu banyak jenis iPad terbaik untuk menggambar, kalau punya uang lebih, teman-teman bisa langsung pakai iPad Pro. Kalau di bawahnya itu, bisa pakai jenis lain seperti yang saya gunakan misalnya, iPad 8 128 GB. Ini sudah cukup, kok. Saya memang sempat tergoda untuk upgrade ke pro, tapi masih mikir-mikir lagi, apakah saya memang betah fokus mengerjakan gambar terus menerus karena selama dua bulan terakhir saya banyak menolak tawaran menggambar disebabkan saya kangen menulis buku…kwkwk.


Proyek-proyek kecil kalau dikerjakan dan diterima semua, benar-benar menyita waktu. Belum lagi proyek buku. Saya pun jadi nggak punya banyak waktu untuk menulis buku dan ternyata bikin nyesek juga :(


Saya sudah lama menulis. Menghabiskan banyak waktu dan juga uang untuk mengikuti kelas-kelas menulis. Sampai sekarang, saya tetap ingin menulis. Namun, saya juga senang menggambar. Selama beberapa tahun terakhir, saya tekuni dunia menggambar dan saya merasa nyaman, hanya saja saya juga tak ingin meninggalkan dunia kepenulisan karena ia cinta pertama saya.


Agak kepontang panting untuk membagi waktu, tapi saya tetap berusaha mengerjakan keduanya. Ketika kemarin sempat memutuskan meninggalkan dunia ilustrasi, tiba-tiba dapat tawaran yang susah ditolak. Mungkin kode dari Allah supaya tetap menekuni dunia menggambar ini…hiks.


Risiko kalau menekuni banyak hal sekaligus, ya? kwkwk. Sedangkan kemampuan saya terbatas dan saya sadar untuk mengerjakan dua-duanya benar-benar butuh waktu lebih dari 24 jam…haha. Atau ya seperti biasa, saya mengalah untuk salah satunya.


Gimana, adakah di antara teman-teman yang merasa galau juga pengin menekuni passion yang mana? Apakah sebuah profesi harus disukai dan dicintai dulu baru ditekuni? Hmm, mulai dari tablet serta iPad, kita jadi nyasar bahas soal passion, ya? kwkwk.


Apa pun itu, saya berharap tetap istikamah berkarya. Sebab dengan melakukan semua ini, saya merasa lebih berharga :)


Salam hangat,


Monday, June 13, 2022

Pengalaman Mengikuti IMTAS Qiraati 2022

Pengalaman Mengikuti IMTAS Qiraati 2022
Salat jamaah saat baru offline di sekolah si sulung. Bikin haru


IMTAS atau Imtihan Akhir Santri merupakan ujian akhir bagi para santri yang sudah menyelesaikan pembelajaran Qiraati. Qiraati sendiri mulai disusun pada tahun 1963 oleh KH. Dachlan Salim Zarkasyi di Kota Semarang. Penyusunan metode Qiraati membutuhkan waktu yang cukup panjang sampai akhirnya bisa kita gunakan untuk membaca Alquran dengan baik.


Kebetulan, di sekolah si sulung, mulai kelas satu Sekolah Dasar, siswa-siswi belajar Alquran dengan metode Qiraati. Berbeda dengan di rumah dan di sekolah TK, dia awalnya mulai belajar membaca Alquran dengan Iqra’. Namun, hal ini tidak menjadi kendala asalkan sejak awal anak-anak sudah diajarkan membaca Alquran dengan baik dan benar. Ketika menggunakan metode berbeda seperti Qiraati misalnya, mereka tinggal menyempurnakan apa yang telah dipelajari.


Qadarallah, tahun ini si sulung punya kesempatan mengikuti IMTAS. Ini kesempatan terakhir karena setelah kelas enam, ia tidak mungkin bisa ikut IMTAS lagi. Hanya ada 20an peserta yang ikut IMTAS tahun ini. Dari 20 anak tersebut sebagian berasal dari kelas 3, kelas 4, dan kelas 5. Siswa-siswi dari kelas terkecil seperti kelas 3 SD terbilang hebat banget, sih karena mengikuti IMTAS memang tidak mudah. Banyak hal mesti dikuasai dan dihafalkan. Sampai-sampai para peserta IMTAS harus rela nggak menikmati liburan sekolah selama beberapa minggu dan mesti bersedia lebih capek karena harus latihan selama beberapa bulan.


Tidak semua anak dapat mengikuti IMTAS. Itulah kenapa jumlah siswa-siswi terpilih sangat sedikit dibanding jumlah seluruh siswa di sekolah ini. Hanya guru-guru merekalah yang dapat menentukan. Karena logikanya, kalau memang tidak siap, tapi masih dipaksakan, akhirnya akan membebani anak-anak karena belajarnya luar biasa sulit.


Waktu si sulung terpilih, saya bersyukur sekaligus deg-degan. Artinya selama beberapa bulan harus rajin ngomel dan mengingatkan supaya dia tetap mau belajar di rumah. Anak-anak seusia dia, terkadang sudah mengerti apa yang mesti dilakukan, terkadang juga lupa karena masih senang main. Kami pun harus menyiapkan diri di antara dua hal. Berhasil atau gagal. Namun, hal yang selalu saya ucapkan, ayo usaha dulu semaksimal mungkin. Hasilnya biarkan Allah yang menentukan. Kalau akhirnya gagal, kita tidak akan menyesal karena sudah berusaha maksimal.


IMTAS Bukan Hanya Melatih Ingatan, Tapi Juga Kesabaran

Pengalaman Mengikuti IMTAS Qiraati 2022
Para peserta IMTAS beserta guru


Metode belajar Qiraati akan menempuh beberapa kelas, mulai dari Jilid 1 sampai 6, kelas Juz 27, kelas Alquran, serta Gharib dan Tajwid. Para guru akan menyeleksi beberapa anak yang layak ikut IMTAS. Aspek penilaian saat IMTAS terdiri dari 8 obyek, Fashahah, Tartil, Tajwid, Gharib, Surat Pendek, Doa Harian, praktik wudu serta salat. Diharapkan, anak-anak sudah dapat melaksanakan ibadah harian dengan benar setelah menyelesaikan tahap ujian akhir dari metode pembelajaran Qiraati ini.


Sudah banyak wali murid yang mengatakan bahwa IMTAS ini berat. Nggak main-main belajarnya. Dan benar saja, setelah mengalami langsung, kadang saya sendiri pun merasa mau menyerah kalau melihat materi-materi yang mesti dihafalkan terus menerus selama sekian bulan. Sampai-sampai nggak ngerasain liburan semester pertama.


Ini bukan hanya latihan menghafal dan praktik ibadah, tapi juga latihan kesabaran. Kalau kita nggak sabar, sudah pasti maunya menyerah saja daripada harus capek-capek begini. Mana belum tentu lulus juga, kan?


Namun, sebagai orang tua kita harus tetap menyemangati anak-anak dan juga diri sendiri. Yakin, usaha yang baik akan memberikan hasil yang baik. Usaha yang maksimal tentu tidak akan mengkhianati hasil akhirnya nanti.


Belajar Apa Saja Untuk Persiapan IMTAS?

Pengalaman Mengikuti IMTAS Qiraati 2022
Photo by Lexi T on Unsplash


Sebagai orang dewasa, tapi bukan tenaga pengajar Alquran dan hanya sekilas mengenal Qiraati, tentu rasanya agak kaget juga dengan materi-materi yang mesti disiapkan sebelum IMTAS. Terutama materi Gharib yang mesti menghafal ayat sekian dan juz sekian.


Serius semua harus dihafal, nih? Yups! Jawabannya tentu saja kalau memang mau lulus. Hal yang mesti dilakukan adalah belajarnya dicicil, diulang-ulang sampai benar-benar lancar. Dan itu nggak mudah karena anak-anak kadang jenuh serta bosan. Kita saja belum tentu sekuat itu, lho. Namun, salut buat para guru dan peserta IMTAS yang telah berusaha sangat maksimal. Tak akan ada keberhasilan tanpa bantuan tenaga pengajar yang sangat sabar melatih anak-anak. Saya sangat berterima kasih kepada para guru di sekolah si sulung, sebab merekalah yang membantu si sulung belajar Alquran dengan lebih sempurna. Masya Allah.


Usaha Tidak Akan Mengkhianati Hasil

Pengalaman Mengikuti IMTAS Qiraati 2022
Photo by Syed Aoun Abbas on Unsplash


Setelah melalui proses yang lumayan panjang dan berat. Sampai berdarah-darah ini mah…hehe. Alhamdulillah diumumkan juga hasil akhirnya. Ada sebanyak 11 siswa-siswi yang lulus IMTAS tahun ini. Termasuk si sulung. Rasanya legaa. Alhamdulillah.


Anak-anak yang belum lulus IMTAS bukan berarti tidak bisa, mereka sudah terpilih dan artinya sudah dianggap mampu. Hanya saja saat ini memang belum waktunya bagi mereka menerima kelulusan. Bahkan meski kurang satu poin saja, mereka bisa tidak lulus. Berat bangetlah pokoknya.


Mereka semua hebat dan luas biasa. Mengingat perjuangan si sulung yang terlihat oleh mata sendiri, rasanya wah banget mereka ini. Sampai saya ingat betul, sepulang ujian, si sulung bisa benar-benar tertidur pulas di siang bolong padahal biasanya dia nggak suka bobok siang. Kayaknya ngerasa lega banget karena ujian sudah berakhir meskipun hasilnya belum ketahuan.


Jika tidak lulus tahun ini, para siswa masih punya kesempatan di tahun berikutnya tentu dengan persiapan yang jauh lebih matang. Setelah tahu medannya, harusnya ini membantu mereka lebih siap lagi daripada sebelumnya. Semangat :)


Khotmul Quran dan Sertifikasi Juz

Pengalaman Mengikuti IMTAS Qiraati 2022
Persembahan dari perwakilan peserta IMTAS dan Sertifikasi Juz


Inilah kali pertama saya hadir dalam khotmul Quran di sekolah sebagai salah satu wali murid dari peserta IMTAS dan sertifkkasi juz Alquran. Persiapan khotmul Quran ini ternyata nggak kalah berat dengan persiapan IMTAS. Ternyata capeknya belum kelar…hehe.


Si sulung sampai ngeluh, lebih susah menyiapkan Khotmul Quran katanya. Karena akan lebih deg-degan sebab nanti akan tampil di depan banyak orang sekaligus penguji dari luar sekolah.


Waktu melihat para peserta sertifikasi Juz, hawanya bikin mewek gitu. Terharu sih melihat anak-anak bisa menghafal Alquran padahal mereka sekolahnya bukan sekolah tahfidz. Artinya, ada perjuangan lebih yang mereka lakukan. Dan menurut saya, itu luar biasa.


Di akhir acara, anak-anak ngasih bunga ke emaknya. Mewek dan nangis bombay deh akhirnya. Ternyata begini rasanya. Si sulung pun ikutan nangis…hehe.


Inilah sedikit cerita serta pengalaman si sulung saat ikut IMTAS 2022. Nggak pernah kebayang si sulung bisa sampai di sekolah yang sekarang karena sejujurnya saya kurang tahu menahu soal sekolah bagus di sini. Karena dapat rekomendasi dari teman kajian, akhirnya kami daftarkan dia di sini. Alhamdulillah, banyak hal positif dia pelajari di sekolah. Dia juga mendapatkan guru-guru yang hebat dan baik. Masya Allah.


Salam hangat,