PTM Vs Omicron, Bagaimana Nasib Anak PAUD dan TK?

Sunday, January 9, 2022

PTM Vs Omicron, Bagaimana Nasib Anak PAUD dan TK?
Photo by Kelly Sikkema on Unsplash


Libur telah usai. Minggu ini, anak-anak sudah mulai masuk sekolah kembali setelah sekian lama libur. Sebagian besar sekolah sudah dimulai, tapi anak-anak di rumah masih libur sampai hari ini.


Bagaimana rencana PTM 100% yang katanya bakalan dimulai pada semester dua tahun ini? Untuk si kakak yang sudah kelas 5 SD, kabarnya PTM masih berjalan 50% seperti semester pertama lalu, tapi untuk si adek, memang sejak lama sudah full PTM…kwkwk. Kok malah kebalik? Awalnya memang aneh, karena anak TK waktu itu belum bisa vaksin, belajar mengajar belum se-urgent itu juga dibanding anak SD yang belajarnya sudah super serius, tapi itulah pilihan yang diambil oleh sekolah si adek. So, kalau saya memaksa untuk tetap belajar online, anak saya nggak bakalan sekolah :D


Saya berharap, varian omicron ini nggak seheboh Delta kemarin. Menurut banyak sumber, termasuk WHO, varian Omicron lebih ringan dibanding Delta. Namun, semua pihak sebaiknya tetap berhati-hati dan waspada karena sudah ada kasus kematian akibat varian baru ini yang terjadi di beberapa negara.

 

Kabar buruknya, varian Omicron sudah masuk ke Indonesia. Seperti yang kita tahu, kabar terbaru kemarin menyebutkan, salah satu artis yang baru saja pulang dari liburan di luar negeri turut menjadi perhatian karena pulang bawa virus baru ini. Sebelum ini, varian Omicron pun sudah masuk ke Indonesia. Musim liburan, terutama banyaknya orang yang berlibur ke luar negeri turut menyumbangkan banyak kasus jadinya. Hiks :(


Bagaimana Nasib Anak PAUD dan TK?

PTM Vs Omicron, Bagaimana Nasib Anak PAUD dan TK?
Photo by Kelly Sikkema on Unsplash


Tergelitik menulis postingan ini sebagaimana saya juga telah menuliskan kegelisahan saya beberapa bulan lalu tentang sekolah usia dini yang memilih full PTM di sini. Salah satu pertanyaan dari member Milis Sehat menjadi alasan kenapa saya juga turut mengangkat tema serupa. Mungkin bisa jadi pertimbangan bagi banyak pihak supaya bisa menunda full PTM sampai keadaan benar-benar ‘jelas’ baiknya.


Anak-anak usia dini, seperti anak PAUD dan TK masih banyak yang belum disiplin menggunakan masker, ditambah jika pihak sekolah tidak ketat memberikan aturan, makin riskan saja kalau mau full PTM.


Menurut dr. Windhi dari Milis Sehat, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan jika ada anak usia dini masuk sekolah offline atau PTM,


  1. Lansia yang tinggal serumah mesti sudah vaksin lengkap. Sedangkan kita tahu, nggak semua orang mau vaksin, lho. Masih ada banyak orang yang takut menerima vaksin, bahkan nggak percaya sama Covid-19. Saya tidak mengatakan vaksin bisa menyelamatkan hidup kita, tapi manusia wajib berusaha. Allah tentu yang menentukan segalanya.
  2. Semua guru dan staf sekolah wajib vaksin lengkap. Insya Allah untuk yang satu ini, mestinya semua sekolah sudah melakukannya. 
  3. Orang tua murid wajib sudah vaksin lengkap. Sama halnya seperti poin pertama.
  4. Utamakan PTM hanya bagi sekolah menengah atas yang mesti melakukan praktik seperti SMK misalnya. Jadi, untuk anak-anak usia dini memang belum se-urgent itu untuk masuk setiap hari terutama di tengah berseliwerannya kabar makin meningkatnya kasus varian baru di Indonesia.


Apa yang Mesti Orang Tua Lakukan?

https://www.muyass.com/2021/11/anak-tk-full-ptm-di-masa-transisi.html
Photo by Atoms on Unsplash


So, apa yang mesti kita lakukan sebagai orang tua? Waktu si adek mau masuk TK A, saya batalkan karena memang kondisinya sedang tidak memungkinkan. Anak-anak usia segitu juga masih bermain dan bermain saja. Jadi, keputusan paling baik dia belajar di rumah bersama orang tua.


Namun, saat dia sudah waktunya TK B, mau nggak mau saya mesti memasukkannya ke sekolah terutama untuk persiapan masuk SD. Meski dia sudah bisa baca tulis, tapi ada materi-materi yang nggak akan bisa kita berikan sendiri di rumah kecuali kita memang menguasai bidang tersebut. Ada hal-hal yang mesti dia pelajari dan hanya bisa didapat dengan sekolah. Jadi, saya belajar membuat kelonggaran pada diri sendiri supaya anak bisa tetap sekolah. Jangan parno-parno bangetlah pokoknya. Banyak tenangin diri aja karena pihak sekolah memang memilih full PTM.


Anak-anak saya juga sudah sangat dan sangat disiplin. Bahkan waktu kemarin pulang ke rumah Ibu, hampir semua orang heran dan sebagian menertawakan karena anak-anak disiplin banget pakai masker selama di sana. Sedangkan orang dewasa di sana memang sudah tidak ada yang pakai masker, apalagi anak-anaknya :D


Anak-anak juga sudah bisa menerima vaksin di usia 6 hingga 11 tahun. Insya Allah, semua usaha sudah dilakukan. Semoga mereka bisa belajar dengan tenang, nyaman, dan juga happy. Berharap juga semua orang tua dan guru mengerti dan memahami apa yang mesti dilakukan selama anak-anak PTM, termasuk mesti mengajarkan disiplin pakai masker dan rajin cuci tangan.


Salam hangat,


Comments