Review Jujur Bikin Roti Antigagal Pakai Re-Bread

Friday, December 18, 2020

Review Re-Bread



Harusnya, sih, bikin review seminggu atau sebulan setelah pemakaian. Karena nggak cepat-cepat ditulis, akhirnya baru kesampaian sekarang setelah berbulan-bulan memakai Re-Bread. Lupa tepatnya kapan beli mesin roti ini. Kalau nggak salah awal pandemi.

Kenapa tertarik beli Re-Bread? sejak lama memang pengin beli mesin roti atau mixer roti. Tapi, setelah cek, mixer roti harganya juga lumayan kalau mau yang bagus dengan kapasitas adonan yang lumayan juga. Mikir dua kali untuk membelinya.

Pernah direkomendasikan sama teman, katanya Re-Bread ini sangat membantu. Kita bisa menyiapkan bahan sebelum tidur, besoknya kita dapat menyantap hangat-hangat roti yang baru matang sesuai waktu yang diinginkan. Wah, sangat menggoda, ya? :D

Setelah pandemi, saya jadi lebih rajin di dapur. Iya, semua masakan hampir selalu dibuat sendiri. Pernahlah jajan, tapi ya nggak sering. Anak-anak termasuk yang doyan banget makan roti. Biasanya saya memang membuatnya sendiri. Namun, sejak pandemi, mulai parno kalau sering-sering beli. Kalau nggak salah ingat, baru bulan-bulan kemarin berani beli lagi di depan rumah.

Kalau sering bikin roti, jujur waktu saya habis untuk memegang mixer. Selama ini saya hanya pakai hand mixer. Untuk membuat adonan roti yang kalis, saya butuh waktu sekitar 2 jam. Itu baru ngulen adonannya saja. Belum menunggu proofing dan memanggang. Bisa habis waktu setengah hari hanya demi membuat roti yang habisnya hanya dalam sekejap.

Akhirnya, kepikiran lagi buat beli mixer roti atau bread maker. Setelah menimbang berkali-kali, akhirnya saya memutuskan membeli Re-Bread via online. Bagi yang pengin membeli, harga Re-Bread ini sekitar 2 jutaan. Dibandingkan mixer roti dengan kapasitas jumlah yang sama, apalagi Re-Bread punya banyak pilihan menu selain ngulen adonan dan memanggang, jelas Re-Bread masih juara.

Baca juga:


Benarkah Bikin Roti Pakai Re-Bread Antigagal?


Re-bread


Beberapa kali saya membuat roti dengan resep dari buku resep Re-Bread. Saya pilih menu ngulen hingga memanggang, tapi, saya masih kurang puas dengan hasilnya. Sampai dengan resep roti lembut sekalipun, saya masih merasa kalau itu nggak maksimal.

Foto di atas adalah contoh roti yang saya buat dengan Re-Bread. Hasilnya bagus, hanya saja roti yang dihasilkan cenderung berat dan bikin cepat kenyang saking beratnya. Dan setelah dingin, rotinya jadi kurang enak. Nggak lembut maksimal pokoknya.

Saya sudah bertahun-tahun membuat roti sendiri. Dengan berbagai macam resep, hasilnya selalu bagus. Setelah dingin masih sangat enak disantap. Kenapa pakai Re-Bread nggak bisa sebaik itu hasilnya?

Saya pikir, karena proses mengulennya terlalu sebentar. Untuk membuat roti dengan resep dari Re-Bread, diproses mulai dari adonan hingga memanggang, proses mengulennya hanya satu kali. Saya lihat, adonan belum kalis maksimal.

Selain itu, proses memanggang dengan panas yang kurang cenderung membutuhkan waktu yang cukup lama. Ketika memanggang roti pakai oven listrik, saya butuh waktu maksimal 15 menit saja dengan suhu hampir 200’C. Saya pikir, ini sangat berpengaruh terhadap tekstur roti.

Setelah berkali-kali mencoba resep dari Re-Bread dan hasilnya masih sama, saya pun menyerah dan beralih menggunakan resep sendiri. Iya, Re-Bread hanya saya pakai untuk mengulen saja. Itu pun saya butuh 3x ngulen. Nggak bisa sekali ngulen langsung kalis, lho :D

Minimal saya nggak harus capek-capek pegang mixer lagi. Dengan Re-Bread, pekerjaan saya jadi lebih mudah. Sambil mengulen, saya bisa mengerjakan pekerjaan lain semisal menghitung uang *lha…kwkwk.

Jadi, beneran antigagal? Jelas ini benar dong. Bikin roti pakai Re-Bread memang antigagal. Namun, soal hasilnya, saya belum puas.

Re-Bread Bisa Apa Saja?


Re-bread


Re-Bread ini nggak hanya pinter ngulen adonan, tapi juga punya banyak menu yang bisa kita coba. Misalnya, bisa bikin yogurt, brownies, selai, bubur kacang hijau, dll. Saya lupa Re-Bread ini bisa bikin apa saja…kwkwk. Sejauh ini, saya belum pernah pakai menu lain, hanya menggunakan tombol ngulen hingga memanggang.

Penasaran pengin juga nyoba bikin yogurt atau selai buah untuk olesan roti. Dengan buku resep yang sangat tebal, kita bisa nyobain berbagai macam resep dengan panduan yang sangat lengkap. Nggak bisa review hasil resep lainnya karena saya juga belum nyoba…kwkwk.

Apalagi yang bisa dilakukan oleh Re-Bread? Berhemat. Iya, walaupun dipakai hingga memanggang, listrik di rumah masih aman, lho. Benar-benar hemat listrik, sih.

Dengan membuat roti sendiri, kita juga bisa menyajikan roti yang lebih sehat kepada keluarga *padahal ya kayaknya sama aja…kwkwk. Saya selalu memakai resep sendiri, tapi bukan berarti roti saya nggak sesehat yang dibuat dengan resep dari Re-Bread. Bahan dasar membuat roti itu standar saja, kok. Misalnya tepung, telur, susu, gula, margarin, air, dan ragi instan. Nggak perlu menambahkan pelembut apalagi pengawet, karena dalam satu atau dua hari juga sudah habis….kwkwk.

Maksimal Jumlah Adonan 


Di dalam buku resep dari Re-Bread, jumlah adonan kering maksimal nggak boleh sampai 500 gram. Jadi, beberapa kali saya hanya membuat adonan maksimal sekitar 400an gram saja. Untuk diproses hingga dipanggang, rasanya memang wajar. Karena roti akan mengembang ke atas, kan?

Tapi, khusus buat ngulen adonannya saja seperti yang saya lakukan, kita bisa membuat hingga 500 gram adonan kering. Insyaallah masih aman, kok. Dan hasilnya tetap kalis elastis dengan 3x ngulen (tiga kali klik menu ngulen).

500 gram adonan kering ini bisa menghasilkan banyak roti. Bisa 3-4 loyang, lho. Sangat cukup untuk dimakan sekeluarga sampai besoknya :D

Worth It Nggak Punya Re-Bread?


Re-bread



Buat saya sangat worth it. Kenapa? Meskipun hanya saya pakai untuk mengulen adonan, tapi ini jelas sangat membantu. Dengan banyak pilihan menu, hemat listrik, dan harga yang lumayan terjangkau dibandingkan mixer roti, jelas ini lebih oke buat saya. Kebutuhan saya hanya sebatas untuk konsumsi sendiri, bukan dijual. Jadi, ya, oke banget daripada harus beli mixer roti yang ukuran kecil dan nggak tahu sekokoh apa juga barangnya.

Sebelum membeli, saya juga membaca beberapa review yang sama. Ada yang bilang, bikin roti dengan buku resep dari Re-Bread hasilnya memang nggak selembut kalau pakai resep sendiri. Jadi, dia pun memakai resep sendiri untuk menghasilkan roti selembut yang diinginkan. Nggak berbeda dengan saya, kan?

Sejauh ini, setelah berbulan-bulan pakai re-Bread nggak ada masalah. Kecuali satu. Mangkuk untuk mengulen yang dilapisi keramik tergores gara-gara suami saya sembarangan ngaduk adonan pakai sendok...huhu. Auto nyari baru lagi saking kagetnya :D

Kalau baru mencampur adonan, otomatis masih lembek dan menempel ke mana-mana. Biasanya saya bersihkan bagian sisi-sisinya dengan spatula karet. Namun, suami salah paham, pakai sendok dong bersihinnya saat mesin roti nyala dan berputar. Sendok tersentak dan masuk dalam putaran. Klotak klotak. Langsung tergores :D


Roti Re-bread



Teman-teman bisa lihat hasilnya. Mulai dari adonan yang sudah proofing hingga selesai dipanggang dengan oven listrik. Sejauh ini saya suka pakai Re-Bread untuk ngulen dan hasilnya nggak bohong memang kalis banget.


Gimana, kamu jadi beli atau nggak, nih?

Salam hangat,

 

Comments

  1. Noted nih kalo nantikan punya rumah sendiri kayaknya aku penggemar beli ini mba soalnya di rumah yg sekarang kan listrik nya kecil dan ga boleh banyak barang hahaha mantul nanti dah aku berguru ama mba Muyass rotinya hihi

    ReplyDelete
  2. hi mbak, sy baru pertama pake rebread. Apakah mesinnya pernah bermasalah? misalnya ga bisa ngadon.. mesinnya bunyi tp pengaduknya tidak bergerak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sampai sekarang belum pernah bermasalah. Belum pernah sampai seperti itu walau sudah lumayan sering dipakai...

      Delete