Mi Serdadu, Mi Sayur dengan Bahan-bahan Alami Tanpa Pengawet dan MSG

Saturday, July 18, 2020

review mie serdadu



Siapa, sih yang nggak suka makan mi? Hampir semua orang suka mengonsumsi mi, terutama mi instan dengan aneka rasa yang super yummy itu. Tapi, mengonsumsi mi instan terlalu sering pasti bikin deg-degan juga, ya? Khawatir dengan kesehatan, apalagi jika diberikan kepada anak-anak.

Tapi, makan mi instan itu enak banget, lho. Terutama jika dikonsumsi saat hujan. Apalagi jika ditambah irisan cabai rawit, potongan daun bawang, potongan sawi, dan telur setengah matang. Dimakan saat masih mengepul, duh siapa bisa nolak? Eits, meski enak di lidah, tapi belum tentu layak dikonsumsi apalagi dalam jangka panjang.

Ingat, kesehatan itu sangat penting. Jangan sampai karena terlalu sering mengonsumsi ‘sampah’ alias makanan yang nggak ada manfaatnya bagi tubuh, kita jadi menyesal di kemudian hari. Jangan abaikan lagi bahaya mengonsumsi mi instan terlalu sering. Nggak makan sama sekali memang susah, ya. Boleh, deh sebulan dua kali, atau tiga kali? *nawar...hihi.

Bahaya Konsumsi Mi Instan



Kamu pernah dengar nggak, sih kalau Indonesia menempati urutan teratas setelah Cina yang paling banyak mengonsumsi mi instan? Selain enak, mi instan punya harga murah meriah. Cocok buat anak kos terutama di akhir bulan, kan? Selain itu, kita memang doyan makan mecin kali, ya? Hehe. Alhasil negara kita termasuk yang paling banyak mengonsumsi mi instan. Miris banget, ya?

Padahal, sudah banyak penelitian yang menyebutkan bahwa mi instan punya efek buruk bagi kesehatan, terutama jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Beberapa alasan yang patut dipertimbangkan sebelum mengonsumsi mi instan,

  • Makanan dengan sumber nutrisi rendah


Mengenyangkan, tapi nggak ada nilai gizinya. Enak di lidah, tapi minim vitamin, protein, dan serat di dalamnya. Mi instan yang diolah sedemikian rupa, dengan proses yang sangat panjang, ditambah pengawet, plus mecin yang melimpah itu tentu telah kehilangan nilai gizi dan sebenarnya nggak layak dijadikan makanan favorit bagi banyak orang. Isinya cuma karbohidrat sama lemak tok. Bayangkan jika kita mengonsumsinya dalam jangka waktu yang lama? Selain bisa menimbulkan sindrom metabolik, konsumsi mi instan terlalu sering juga bisa meningkatan risiko kegemukan.

Waktu menjalani diet sehat beberapa bulan yang lalu, mi instan menjadi salah satu musuh terbesar saya. Kenapa? Karena mi instan termasuk ‘sampah’ yang nggak layak dimasukkan ke dalam tubuh. Efek terlalu sering mengonsumsi makanan kurang sehat bisa membuat kita jadi ringkih dan gampang sakit.

Sebenarnya, tubuh kita ini diciptakan sangat pintar. Tubuh kita bisa memperbaiki dirinya sendiri ketika ada masalah. Tapi, karena kita terlalu sering konsumsi ‘sampah’ akhirnya tubuh jadi nggak bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

Efek yang paling terlihat adalah kita jadi gampang sakit, dikit-dikit pusing, dikit-dikit kena common cold, dan nggak ringan pula. Waktu mulai diet, berasa banget perbedaannya. Saya yang dulunya sering batuk pilek sampai demam berhar-hari, qadarallah jadi lebih sehat. Nggak pernah lagi ngeluh pusing. Misalnya kurang sehat pun, kondisinya nggak seberat apa. Nggak perlu minum obat pun bisa membaik sendiri atas izin Allah.

  • Mengandung MSG dan garam cukup tinggi


Yups! Selain mengandung karbohidrat tinggi, mi instan juga mengandung garam yang lumayan berlebihan buat tubuh kita. Satu bungkus mi instan bisa mengandung 860 mg garam. Masalahnya, ini baru mi instan. Belum menu lain yang kita makan seharian. Padahal, dalam sehari kita hanya layak mengonsumsi maksimal 2.400 mg garam saja.

Belum lagi kandungan MSG di dalamnya. Meskipun banyak sumber mengatakan bahwa MSG aman dikonsumsi, tapi nggak boleh berlebihan juga dong. Sedangkan di dalam sebungkus mi instan kita bisa menilai sendiri betapa banyak jumlah MSG di dalamnya. Benar, enak di lidah, tapi nggak baik buat tubuh.

Tetap Makan Mi, Tapi Tetap Sehat


Gimana dong, mi instan itu enak banget. Susah buat move on! Kalau sama sekali nggak makan mi, hidup jadi hambar. Apalagi ketika akhir bulan...kwkwk. Jangan kebanyakan alasan, deh. Mau sehat kok perhitungan banget? Mau langsing, tapi nggak bisa mengendalikan diri? Ada beberapa solusi yang bisa kita lakukan supaya tetap sehat, tapi tetap bisa makan mi!

  • Batasi konsumsi mi instan


Boleh makan mi instan, tapi jangan tiap hari atau tiap akhir pekan juga kali. Sediakan hanya tiga bungkus mi instan di rumah *antara pelit dan hemat itu beda tipis...hihi. Supaya kita nggak gampang tergoda mengonsumsi mi instan apalagi jika kamu nggak bisa mengendalikan diri. Laper dikit larinya ke mi instan. No, kesehatan adalah nomor satu. Oke, sekarang kamu masih muda dan sehat, tapi gimana setelahnya? Saat ini banyak orang terkena penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, dll. Bukan karena mereka dapat penyakit itu dari tetangga, melainkan karena nggak bisa menjaga pola makan yang sehat. Efeknya baru berasa pas udah tua.

Saya cerita sedikit tentang Ibu yang mengalami hipertensi sejak lama. Hampir selalu konsumsi obat hipertensi. Tidur malam susah banget nyenyaknya. Tapi, qadarallah setelah rajin minum jus seledri dkk, beliau nggak ketergantungan obat lagi. Bahkan darahnya normal.

Konsumsi jusnya nggak tanggung-tanggung, sama ampas-ampasnya...kwkwk. Saya nggak kebayang gimana rasanya, tapi kata Ibu, mending minum jus daripada sakit. Nggak masalah nggak enak, asal tetap sehat.

  • Bikin mi sendiri


Masih ingat dengan postingan saya sebelumnya? Yups! Saya membuat mi sayur sendiri di rumah bersama anak-anak waktu itu. Alasannya, sih iseng aja sambil mengisi waktu libur si sulung. Tapi, alasan lain yang sering orang pikirkan ketika membuat mi sendiri karena lebih sehat buat dikonsumsi, kita tahu kualitas dari bahan-bahannya, kita tahu mi itu sehat tanpa pengawet dan MSG karena kita bikin sendiri *ya pastilah...hihi.

Masalahnya, nggak semua orang bisa bikin mi sendiri. Selain butuh alat khusus, makan waktu dan tenaga juga terutama buat orang sibuk *ataupun sok sibuk. Tapi, jangan menyerah pada mi instan, ya. Kita bisa cari alternaif lain yang lebih baik.

Mi Serdadu, Maksimalkan Bahan Alami dengan Rasa Super Yummy!



Oke, kita nggak bisa menghindari mi. Karena mi merupakan salah satu makanan super enak yang nggak bisa ditolak oleh siapa pun. Termasuk saya pribadi..hehe. Tapi, kita bisa memilih mengonsumsi mi yang lebih sehat, nggak susah bikin sendiri, sehingga nggak makan waktu dan tenaga juga. Emang ada? Ada dong! Salah satunya adalah Mi Serdadu. Mi pelangi dengan bahan alami, tanpa pengawet, dan tanpa tambahan MSG juga *udah mirip iklan aja ya...haha.

Sebenarnya udah lama denger nama Mi Serdadu ini. Tapi, waktu mudik ke Malang, suami nggak pernah ngajakin makan Mi Serdadu di sana, lho. Padahal Mi Serdadu ini bisa kita jumpai di Malang, tepatnya di Perum Griya Shanta K407, Malang atau di Kota Batu tepatnya di Jl. KH. Agus Salim.

Tapi, nggak perlu jauh-jauh datang ke Kota Malang, kita juga bisa menyantap Mi Serdadu di rumah. Solusinya, cukup pesan Mi Serdadu versi frozennya aja. Sampai di Jakarta masih bagus kondisinya, bisa disimpan kembali di frezer atau segera dimasak jika mau dikonsumsi.

Tapi, mahal nggak, nih? Insya Allah sangat terjangkau, kok. Karena yang punya Mi Serdadu berusaha membuat hidangan sehat untuk semua kalangan. Jadi, bukan hanya kalangan Sultan aja yang bisa makan mi ini...hihi. Bahkan kalau kita mampir ke kedai Mi Serdadu di Kota Batu, di sana bakalan banyak para pelajar yang datang dan memesan mi ini. So, udah kebayang dong kalau Mi Serdadu nggak semahal Oreo Supreme? *lol.

Varian Mi di Dalam Mi Serdadu



Menariknya, dalam satu kemasan, terdapat berbagai macam jenis mi, lho. Dan semuanya dibuat dari bahan alami. Misalnya untuk mi warna merah, dibuat dari campuran buah naga dan buah bit, ada juga mi warna oren, terbuat dari campuran wortel, mi warna hitam dibuat dari campuran merang, sedangkan mi warna hijau terbuat dari campuran sawi. Nah, kebetulan saya dapat varian mi pelanginya. Jadi, dalam satu kemasan lengkap isinya warna warni gitu.

Mi Serdadu Bisa Dikonsumsi Anak-anak atau Nggak, nih?


Awalnya saya pikir Mi Serdadu ini nggak bisa dikonsumsi oleh anak-anak terutama yang belum suka makan pedas. Tapi, pas saya masak dan mulai memasukkan bumbu-bumbunya, ternyata cabainya terpisah. Jadi, bagi yang nggak suka pedas bisa di-skip cabainya biar nggak kepedesan.

BTW, jika ada yang alergi dengan ayam, bisa tetap konsumsi Mi Serdadu ini karena minyak yang digunakan dalam bumbunya terbuat dari minyak bawang yang dibuat dari bawang merah plus bawang putih yang digoreng dengan minyak nabati. Cocok buat yang alergi ayam ataupun bagi vegetarian.

Ada Apa Aja Dalam Sebungkus Mi Serdadu?



Dalam satu paket Mi Serdadu frozen kita udah dapat paket komplit. Tinggal rebus dan campur dengan bumbu nggak berbeda dengan mi instan. Bedanya ini versi sehat!

Di dalam satu bungkus Mi Serdadu terdapat,

  • Mi pelangi

  • Sambal super pedas

  • Kecap asin

  • Minyak bawang

  • Bawang goreng

  • Topping ayam cincang


Jika kamu pengen menambahkan sayuran, boleh banget ditambah sawi rebus (jangan kayak saya ya dimakan mentah karena lupa direbus...kwkwk), telur rebus, dll.

Makan mi jadi nggak ngerasa berdosa lagi ya kalau kayak gini caranya? Buat anak-anak pun aman karena dibuat tanpa bahan pengawet, pengenyal, dan tanpa tambahan MSG.

Kemasan Mi Serdadu Frozen


Kemasannya aman dan higienis banget. Misalnya kamu pengen beli lewat jasa pengiriman pun nggak masalah karena paket frozen dari Mi Serdadu ini dikemas dengan sangat baik. Simpel juga karena ringkes gitu, lho. Mungil, tapi pas direbus hasilnya cukup buat seporsi yang mengenyangkan.

Kalau kangen Kota Malang dan pengen makan mi khas Malang, cobain Mi Serdadu, dijamin terobati, deh rasa kangennya. Apalagi kemarin nggak jadi mudik karena pandemi *udah nggak usah curhat...kwkwk.

Mi Serdadu di Lidah Saya


Rasa dari mi sehat nggak bakalan sama dengan mi instan pada umumnya. Jadi, kamu yang berharap mi ini akan setara gurihnya dengan mi instan ya nggak usah ngarep kayak gitu. Rasa gurih alami dari Mi Serdadu buat saya udah pas. Andai kamu suka asin, tinggal ditambahkan kecap asin aja. Mi-nya juga enak, walaupun frozen, tapi mi-nya tetap oke ketika direbus. Nggak ngerumpel kayak orang-orang lagi jalan di mall rebutan diskon*lol.

Sebelum direbus, sebaiknya dikeluarkan dulu dari frezer dan biarkan sampai nggak beku. Biar nggak ribet dan lama. Di dalam kemasan Mi Serdadu juga sudah ada panduan menyajikannya. Jadi, kamu yang belum bisa rebus air dan belum jago masak mi instan nggak usah takut dan grogi, tinggal ikutin aja panduannya. Kalau masih salah ya keterlaluan, sih...kwkwk.

Kalau bisa beralih ke makanan yang lebih sehat kenapa nggak? Apalagi kalau kita benar-benar doyan, hampir tiap hari makan mi instan, horor juga mengingat efek jangka panjangnya. Yuk, tetap sehat, tapi bisa tetap makan mi!

Salam hangat,

 

Comments

  1. duh mbak, aku merasa tertampar pas baca bahayanya makan mie terus. hhuhu
    soalnya ku doyan bgt mie instan, mie ayam, pokoknya segala mie2an deh. blm lama ini ibuku buatin mie yg berbahan sayur, tp rasanya beda aja. huhu
    pengen juga cobain mie serdadu ini deh

    ReplyDelete
  2. Sehat terus kaya serat nih mienya. Kebetulan aku lagi mencoba mengurangi semua jenis mie instan. tapi mie ini kayanya bisa dicoba ya
    di jamin jadi sahabat yang lagi diet ya kak

    ReplyDelete
  3. saya suka banget dengan mie kecil-kecil begini bentuknya, duh lihat mie ayamnya ya ampun ngiler banget dah berminggu-minggu pengen mie ayam, lihat ini auto ngiler. saya jarang-jarang sih makan mie kalau sekalinya makan mie pasti nyari yang sehat juga, karena saya menerapkan pola hidup sehat gitu, jadi makanan juga dipilih, kebetulan banget niy nemu mie ini

    ReplyDelete
  4. Emang mi primadona banget. Makan mi instan berlebih tidak baik juga ya mbak.

    ReplyDelete
  5. aku ngiler banget sama penampakan dari Mie Serdadu ini deh mba Muy, karena emg sedap banget sih kalo makan mie itu. Selama ini emg suka hard feeling kalo pas makan mie instan, tau ga sehat soalnya huuhu

    ReplyDelete
  6. Mie Serdadu nya bikin ngiler. Ini kalau disimpan di freezer bisa tahan sampai berapa hari, mbak?
    Kalau beli kayaknya harus sekalian banyak, biar hemat ongkir, ya. Haha. 🤭

    ReplyDelete
  7. jadi pengen coba juga niih, beneran deh itu kalau makan mie kuah pas hujan, duuhh auto kalap jadinya.
    yang jelas mie serdadu pelangi gini sehat ya secara bahannya alami semua ya.

    ReplyDelete
  8. Wah baru dengar nih klo ada mie serdadu. kayaknya enak itu bumbu di dalamnya lengkap ada sambal petirnya. Nyus banget bagi yang suka pedas.

    ReplyDelete
  9. Wah saya jadi penasaran dengan mi serdadu ini Mbak. Apalagi karena proses pembuatannya alami dan gak pake bahan pengawat gitu. Pastinya menyehatkan ya Mbak. Kapan2 mau coba ah bikin mie dengan mie serdadu ini ketimbang bikin mie instan

    ReplyDelete
  10. aku ini termasuk pecinta mie instan euy mbak, alhamdulillah sekarang mengkonsumsinya gak setiap minggu. emang enak siy ya hehehe apalagi dengan racikan yang pas dan souvenir beraneka macam..makin uenak..tp ya dampaknya itu yang luar biasa bagi kesehatan kita ya mbak...numpuk penyakit di tubuh kita jadinya.

    ReplyDelete
  11. Susana Devi AnggasariJuly 27, 2020 at 4:28 AM

    Wah, terima kasih infonya Mbak. Anakku tuh suka banget sama mie-miean. Pokoknya, emaknya harus ekstra usaha agar dia enggak makan mie instan. Ternyata ada mie ini. Nanti saya coba dulu sebelum saya kasih ke si kecil)

    ReplyDelete
  12. Aku kok jadi penasaran sama mie ini ya. Kalau tanpa msg mestinya bisa juga kan buat bayi. Jadi, sekali masak semuanya bisa makan, ummi senang. Wkwkwk..

    ReplyDelete
  13. Baru denger ada mie serdadu , mbak. Dari namanya aja udh bikin penasaran. Dan ternyata mi serdadu ini ada di Malang ya mba, ga jauh dari tempatku berada yaitu Surabaya. Mau cobain ah

    ReplyDelete
  14. Penasaran sama mi serdadu. Kalau delivery ke kotaku. Jambi. Kira kira mahal ongkirnya atau mi nya ya kak? Hihihi. Btw, benar sekali mi instan akan buat mudah sakit. Kalau pengalaman pribadi kalau sering makan mi. Jadi panas dalam. Mulut gak enak. Sariawan. Gigi nyenut cenut. Itu mungkin karena perut panas.

    ReplyDelete
  15. Benar sekali mi instan akan buat mudah sakit. Kalau pengalaman pribadi kalau sering makan mi. Jadi panas dalam. Mulut gak enak. Sariawan. Gigi nyenut cenut. Itu mungkin karena perut panas. Btw pengen delivey mi serdadu. Mahal ongkirnya gak ya kak?

    ReplyDelete
  16. Wah menarik nih mbak, saya baru bisa batasi makan mi seminggu sekali, kalau beralih ke yang lebih sehat kayaknya saya pilih ini deh hehehe.

    ReplyDelete