Ketika Ngeblog Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan

Monday, February 3, 2020

Semakin ke sini, ngeblog seperti tak sesederhana ketika pertama kali saya mempunyai blog. Bukan hanya cara ngeblognya yang berbeda, mungkin keinginannya juga nggak sesederhana sekadar mencurahkan hati dan perasaan. Ya, makin ke sini, semakin banyak yang mesti dipikirkan dan diperhitungkan. Akhirnya, belajar lagi dan lagi.

Padahal, ngeblog sekadar nulis, kan? Dulu saya juga berpikir sesederhana itu. Tapi, makin ke sini saya bukan hanya belajar nulis karena merasa punya blog, saya belajar banyak hal yang biasanya ujung-ujungnya banyak lupa juga gimana memulai dan mengatasinya...kwkwk. Saking seriusnya atau saking stresnya :D

Blog ini misalnya, dibandingkan adiknya si Estrilook, blog ini jauh lebih rumit perjalanannya, Gaes. Usia domain udah lumayan, dua tahun lebih. Tapi, DA blog ini nggak sebaik adiknya yang baru lahir kemarin. Bahkan meski saya akhirnya migrasi ke wordpress.

Bayangin aja, kemarin setelah migrasi saya sempat cek DA blog ini naik jadi 10, kemudian turun lagi jadi 9. Nggak lama, turun lagi jadi 8, sekarang naik lagi jadi 9. Apa nggak main-main ini namanya? Kwkwk.

Sebelumnya, dulu blog ini DA bisa sampai angka 17. Hingga akhirnya terjadi terjun bebas bareng-bareng itu, kan. Dan, sejak saat itu lumayan susah naiknya :(

Ngeblog mah yang ikhlas atuh! Jadi nggak pusing mikirin DA mulu!

Buat saya, meski ngeblog belum sehebat apa, tapi jujur aja saya punya target. Minimal DA blog ini layak karena saya ngisinya pun nggak main-main*serius banget jawabnya...haha. Tapi, itulah yang saya rasakan. Saya nggak mau ngeblog jadi sekadar jalan, makannya saya sampai belain migrasi segala, beli template lagi, keluar uang lagi. Banyak yang sudah saya lakukan untuk blog ini.

Hingga akhirnya saya sadar, ngeblog memang nggak semudah membalikkan telapak tangan. Saya yang gaptek benar-benar belajar nyisirin apa-apa yang mesti dibenahi. Sesekali saya bertanya pada teman yang mengerti, di lain waktu saya berusaha mencari jalan keluarnya sendiri. Nggak mungkin aja saya berdiam diri. Masa, sih harus saya diemin?

DA Itu Katanya Misteri


Seorang teman bilang, agak susah memprediksi gimana cara menaikkan DA blog. Karena sebagian dicoba dengan cara A ternyata berhasil, sebagian lagi nggak menghasilkan apa-apa meski diterapkan cara serupa.

Meski udah bolak balik googling cara menaikkan DA, tetap aja nggak dapat jalan keluar yang benar...hahaha. Berasa sesat banget ini perjalanan ngeblognya. Belum lagi setelah menengok spam score udah berapa biji aja. Oooh, sungguh semakin takut buka blog lama-lama :(

Beberapa senior menyarankan, mending bikin blog baru aja lagi. Apalagi jika DA masih di bawah 15. Abis itu jangan sembarangan sebar-sebar url blog ke sembarang tempat...kwkwk. Kadang mikir juga, kenapa baru tahu ilmu semacam ini sekarang. Kenapa nggak dari dulu aja, sih!

Tapi, beras sudah jadi bubur manado, Sodaraaa! Daripada mikir macam-macam, akhirnya saya diam ajalah dari kemarin...kwkwk. Nggak update postingan baru di blog, malah update postingan lama sambil senyum-senyum sendiri karena banyak postingan lucu...kwkwk. Lumayan sekali menghibur diri.

Backlink ‘Nggak Jelas’ Perlu Dibersihkan


Dulu, saya merasa semua baik-baik saja. Hingga akhirnya saya sadar, bahwa blog saya sebenarnya sedang sakit, Gaes. Kenapa bisa sampai mikir demikian? Karena perasaan udah lumayan bekerja keras ngidupin blog, tapi kondisinya semakin buruk...kwkwk. Prediksi Mbah Mijan apa, nih? Haha.

Ya, kali blog anak saya yang nggak aktif aja DA bisa naik, masa blog emaknya diam di tempat? Akhirnya nyoba cari tahu, mendengarkan juga sharing dan diskusi teman-teman di grup blogger, mulai paham kayaknya mesti ada yang diperbuat untuk memperbaiki masa depan blog ini atau enyahkan aja sekalian? Huhu.

Pertama yang saya lakukan adalah buang-buangin broken link. Karena sudah pakai wordpress, buang broken link jauh lebih mudah. Tapi, ketika menggunakan blogspot, kita bakal lumayan susah menghapus broken link sebab nggak ada plugin khusus seperti yang bisa kita gunakan di wordpress.

Setelah banyak broken link dihapus, saatnya menengok backlink yang kurang berkualitas. Masuk ke Google Search Console *ciee bisa...kwkwk, kemudian klik ‘link’ dan periksa backlink dari website luar yang masuk ke blog kita. Jeng jeng jeng! Amajing banget....haha. Banyak banget backlink nggak jelas masuk ke blog ini. Rata-rata alamatnya nggak bisa dibuka. Jumlahnya nggak satu dua pula.

Ada juga yang mengarah pada situs nggak banget gitu...huhu. Semalam, untuk kedua kalinya saya update daftar file berisi domain yang harus dihapus atau disavow. Awalnya nggak paham apa itu disavow, googling akhirnya ketemu. Pertama kali coba sekitar bulan Desember tahun 2019 kemarin. Hanya saja sebelumnya saya nggak cek sedetail semalam, jadi masih ada backlink buruk yang mesti dihapus. Biar sekalian, langsung masukkan aja domainnya.

Total ada sekitar 36 domain saya hapus. Saya berharap setelah ini ada hal baik terjadi *udah kayak apaan aja...haha. Ya, ya, saya juga paham pasti nggak akan sesederhana ini juga mengatasi blog yang udah kadung sakit. Tapi, usaha itu perlu ya, Gaes *biarlah menghibur diri.

Ngeblog Nggak Sesederhana Update Postingan Tiap Hari


Memang ada blog yang update tiap hari dengan postingan sederhana, pendek, nggak macam-macam, DA-nya juga mulus naik. Tapi, buat blog saya itu kayaknya nggak bisa juga diterapkan. Selain saya juga nggak akan sempat update tiap hari, pastinya saya akan melewatkan banyak hal, misal karena terlalu sibuk update artikel, jadi nggak sempat blogwalking, nggak sempat bersih-bersih, dll.

Padahal, ngeblog, kan nggak sesederhana update postingan tiap hari. Ada banyak hal yang perlu kita kerjakan juga selain itu. Apalagi saya masih suka nggak bisaan bagi waktu ngeblog sama nulis buku, giliran nulis buku, blognya jarang update. Giliran update blog, jadi lupa nulis buku...haha.

Kembali pada Tujuan Semula


Akhirnya, saya harus paksakan, mungkin blog ini nggak sebagus adiknya, nggak sebaik dan sehebat punya orang lain juga. Tapi, penting bisa digunakan untuk berbagi cerita, terutama curhatan semacam ini...hehe. Karena kalau dibuang, sungguh sangat disayangkan. Lebay banget! Iya, memang...hiks.

Padahal, postingan mah bisa aja dipindah. Masalahnya, belum kepikiran bikin blog baru lagi yang bisa disayang-sayang seperti ini. Apa benar saya nggak mau maju, Gaes? Tapi, migrasi aja bukti bahwa saya serius membenahi. Akhir kata, saya pengen lebih sabar lagi. Besok-besok saya datang dan curhat lagi, ya...kwkwk.

Gimana dengan teman-teman yang lain, apa kendala ngeblog terberat selama ini?

Salam hangat,

Featured image: Photo by Jessica Lewis on Pexels

 

Comments

  1. Semangat mbak muyass, saya salah satu pengemarnya mbak muyass nih. Justru curhatan semacam ini bikin saya semangat ngeblog juga. Saya juga nggak paham seo dan cara apapun buat meningkatkan blog, saya sering banget putus asa, tapi ya dijalanin aja. Soalnya udah kadung sayang sama blog😁

    Saya tunggu curhatan selanjutnya mbak....

    ReplyDelete
  2. DA saya juga umurnya 2 tahunan dan waktu DA anjlok itu cuma beda satu poin dengan blognya Mbak Muyass. Sebelum ada insiden DA turun secara massal itu blog ini bahkan bisa mencapai angka 20 dari yang tadinya 16 hanya dalam jangka waktu sebulan. Itu juga karena waktu itu saya rajin blogwalking tapi sekarang emang agak susah naiknya, meskipun rajin blogwalking.

    Eh tapi setelah saya bersih2 brokenlinks alhamdulillaah naiknya lumayan dari 11 sekarang jadi 14. Btw semangat ya Mbak semoga DAnya juga bisa segera naik apalagi sudah migrasi ke WP. Saya juga berharap hal yang sama, hehe.

    ReplyDelete
  3. Aku baru mau mulai serius ngblog mba muyass, baca ini jadi belajar banyak. Ternyata ngeblog ga hanya tentang ngisi blog dengan artikel saja ya, banyak hal yang harus diperhatikan juga. Terimakasih sharingnya ya mba. Aku tunggu curhatan lainnya tentang blogging. Hihi

    ReplyDelete
  4. Haha...benar Mba, dulu banget pas awal-awal ngeblog sangat dipusingkan sama SEO. Sekarang, saya pikir saya harus kembali ke tujuan ngeblog. Kalau cuma catatan sederhana seperti di blog saya tak kira tak perlu repot mikirin SEO dan tetk mbengeknya. Lagi pula, sekarang media sosial sangat membantu kita.

    Any way, tetap semangat...

    ReplyDelete
  5. Tidaakkkk, jangan dienyahkan Mba, kalau buat saya, berapapun performa blog, kisahnya itu yang paling utama.

    Coba diperbaiki satu persatu Mba, cek broken link, rajin hapus broken link.
    Banyak kok teman-teman yang akhirnya bisa perbaiki performa blog.

    Kalau saya, lebih suka observasi ketimbang ikut kata senior doang :D
    Jadi ya saat ada waktu sedikit, saya gunakan buat ubek-ubek website pendeteksi performa blog, perbaiki ini itu, berbekalkan otodidak.

    Ayo semangat :)

    ReplyDelete
  6. Kayaknya mendapatkan uang, score, dan indexing google itu jadiin bonus aja deh, ehehehe. Soalnya beberapa waktu terakhir aku fokus kesana, malah jadi ga konsisten nulisnya. Sekarang mau balik lagi ajak, nulis ikhlas demi mengeluarkan unek-unek :)

    ReplyDelete
  7. Bener mbakkk

    Nulis tuh susah, walopun nulis yang sederhana macem blog. Makanya suka gemes banget kalo ada yang copy-paste. Hello, kreatip dikit napah.

    Kalo saya mah gak mau musingin kaya gitu. Orang saya nulis buat meluapkan hobi nulis doang. Ada yang baca syukur, enggak ya gak papa. Lagian seenggaknya saya punya karya yang bisa saya pamerin ke orang-orang terdekat suatu saat nanti.

    Saya malah menghargai prosesnya mbak. Udah biarin aja, jangan dilenyapin.

    ReplyDelete