Tips Supaya Tetap Semangat Berkarya

Monday, January 18, 2021

Tips tetap konsisten berkarya



Mengawali tahun 2021, apa harapan kamu ke depan? Masih ada harapan setinggi langitkah untuk impianmu yang belum terwujud?


Tahun 2020, sudah pasti banyak rencana yang mungkin sulit diwujudkan. Pandemi tiba-tiba mampir dan membuat semuanya kelabakan. Bukan hal mudah melewati satu tahun pertama dalam kondisi wabah seperti ini. Namun, lihat, deh, kita bisa sampai di tahun berikutnya dalam kondisi sehat dan tidak kurang satu hal apa pun. Betapa kita sangat beruntung. 


Masih semangatkah kamu untuk terus berkarya? Menulis, membuat ilustrasi, atau apa pun passion kamu, jangan sampai semangat itu surut begitu saja. Buat saya, di masa pandemi seperti sekarang, hobi ataupun passion bisa sangat membantu mengisi waktu luang selama di rumah. Jalan-jalan nggak pernah, ke mall apalagi. Benar-benar di rumah aja, lho. Kalau nggak ada kesibukan sama sekali, mungkin bakalan mudah buat pikiran jadi stres. Mungkin jadi susah buat happy.


Itulah kenapa saya berusaha untuk tetap konsisten melakukan hal yang saya senangi, meskipun kondisi sekarang seperti mengubah mood, tapi urusan berkarya sekuat tenaga tetap dilakukan. Benar-benar membantu, bikin saya jadi sibuk dengan hal baru dan lupa dengan keadaan yang serba sulit seperti ini.


Waktu Pertama Pandemi Muncul di Indonesia


Tips tetap semangat berkarya


Waktu pertama kali tahu kabar bahwa covid-19 sudah masuk Indonesia, saya masih agak santai. Nggak ada pikiran borong masker hingga saya sadar masker dir supermarket udah nggak tersisa sama sekali. Telat banget bangunnya, kan? Kwkwk.


Dan masih nggak nyangka kalau pandemi bisa memberi dampak seburuk saat ini. Baik buat kesehatan atau pekerjaan orang-orang di sekitar saya. Seburuk ini, lho efeknya? Lekaslah pulang ke kampung halamanmu, please :(


Awal tahun lalu, saya masih beruntung karena dua buku solo bisa terbit di awal tahun. Meskipun jangan berharap penjualan di bulan-bulan selanjutnya bakalan sebaik seperti sebelum pandemi. Setidaknya itu buku yang sudah disiapkan bisa lahir dalam bentuk cetak dan sempat masuk Gramedia. 


Sebab, ada banyak buku yang akhirnya gagal terbit dalam bentu cetak. Kebanyakan buku diterbitkan dalam bentuk ebook. Buat siapa pun, ebook ini nggak sama seperti buku fisik. Nggak ada aroma kertasnya, nggak bisa dipeluk, nggak bisa diajakin foto dengan leluasa, pokoknya, rata-rata penulis nggak pengin bukunya dicetak dalam bentu ebook. Qadarallah, saya masih seberuntung itu.


Bulan-bulan berikutnya, penerbit mulai menunda waktu terbit dan seperti kita tahu sekarang, penerbit hanya menerbitkan sedikit saja buku dalam bentuk fisik. Kayaknya benar-benar dipilih banget temanya. Lalu, saya ngapain dong? Mana naskah-naskah yang sudah di-ACC masih banyak banget di beberapa penerbit mayor. Bahkan, Agustus tahun lalu, harusnya naskah saya ada yang terbit, akhirnya gagal. Dan nggak ada kabar sampai sekarang. 


Satu lagi saya ingat, karena pandemi, ada beberapa lomba blog yang hadiahnya nggak nyampe ke tangan…kwkwk. Sebenarnya ini nggak masuk akal sama sekali, tapi nggak masalah. Sesuatu yang hilang akan digantikan dengan yang lebih baik. Bukan begitu? :D


Apakah pandemi benar-benar membuat hari-hari saya menjadi begitu buruk? Nyatanya nggak. Apa yang hilang akan Allah gantikan dengan yang lebih baik. Nggak terlalu aktif menulis dan ngeblog, akhirnya membuat saya berani belajar ilustrasi. Benar-benar karena pandemi, sih ini.


Karena sudah berani memulai, akhirnya saya mendapati hal baru yang sangat menyenangkan. Itulah kenapa, jangan takut memulai hal baru yang kamu sukai. Karena kita nggak pernah tahu, kejutan apa yang akan Allah berikan.


Semangat, Semangat!


Tips tetap semangat berkarya


Ketika saya buka question di story Instagram, ada yang nanya,


“Waktu pertama kali upload gambar di Instagram, sebulan berapa postingan?”


Saya jawab, sehari 1 gambar. Berlebihan nggak, sih? Memangnya nggak ada kerjaan lain, ya? Masa tiap hari gambar mulu? Kwkwk. Dikira menggambar habis 24 jam mungkin, ya? Nggaklah :D


Sebenarnya saya nggak nyangka, dari menggambar yang hasilnya masih sederhana banget, bisa membuat banyak orang suka, masyaallah. Awalnya, upload gambar sering-sering ya karena pengin latihan juga. Toh belum punya proyek juga, kan? Nggak ada yang mesti dikerjakan waktu itu. Makanya, waktu luang dipakai untuk menggambar.


Dan ternyata bisa tetap konsisten sampai sekarang. Apa nggak bosan? Pernah bosan, kok. Tapi, lebih banyak senangnya. Manfaatnya apa buat kita? Nggak ada yang bayar, nggak pernah nerima iklan lewat juga…kwkwk.


Saya jelaskan manfaatnya kalau kamu mau konsisten berkarya,


1. Bisa konsisten berlatih


Supaya bisa menggambar, kita harus ngapain? Latihan. Bukan banyak nanya, bukan banyak nonton youtube juga. Jawabannya, latihan. Tanpa latihan, mustahil gambar kita bakalan bagus. Buat yang pemula, narik garis lurus aja ndredeg, Rek (ini pengalaman saya...kwkwk). Gimana mau bagus kalau nggak pernah latihan? Mungkin impian bakalan jadi sekadar impian, jadi bunga tidur saja kalau kita nggak mau berlatih meningkatkan kemampuan.


Kalau hasilnya belum bagus, nggak masalah, upload aja di sosial media. Dari sini kita bisa lihat hasilnya dari waktu ke waktu. Yakin, deh, nggak bakalan hasilnya selalu sama kalau kamu latihan terus.


Malu? Kalau nggak percaya diri dengan karya yang kamu buat, lalu siapa lagi yang mau menghargainya? Nggak bisalah kita terus menerus memelihara rasa malu kalau bukan pada tempatnya. Akhirnya kita jadi nggak berkembang. Sibuk sama malu muluuuu. 


Kalaupun hasilnya belum bagus, nanti bakalan ada yang ngasih masukan, kok. Seiring berjalannya waktu, kamu pun harus percaya bahwa usaha keras itu nggak akan mengkhianati hasil. 


2. Branding


Jangan mau jadi biasa saja. Bermimpilah yang muluk. Bermimpilah yang tinggi. Salah satu cara yang bisa kita lakukan adalah dengan branding di sosial media. Perlihatkan karyamu pada orang lain. Biarkan mereka tahu kalau kamu punya kelebihan, meskipun belum sebanyak yang lain. Kenapa nggak? :)


Manfaatnya apa buat kita? Lebih mudah dikenal oleh banyak orang. Dan ini beneran masyaallah banget dampaknya kalau kamu bisa ngerasain langsung. Dari sini juga, mungkin bakalan ada yang nawarin kamu proyek membuat ilustrasi untuk buku atau yang lain.

 

Apakah ini terlihat mudah? Kalau diceritakan iya, tapi saat dijalani mungkin nggak semudah ini. Kuncinya, konsisten aja berkarya, ya. Nggak usah peduliin ucapan yang nggak perlu kamu dengar. 


Saya mau cerita satu hal, pernah ada seorang wanita dari Turki yang kirim foto bersama pasangannya. Katanya, itu foto tujuh tahun lalu ketika pertama kali bertemu suaminya di Masjid Biru, Turki. Dan itu mirip banget dengan gambar yang pernah saya buat. Dia terharu banget karena bisa mirip gitu dengan fotonya.

Kaget juga, tapi ikut senang. Saya memang cukup sering menggambar karakter dengan latar belakang masjid-masjid di Turki. Karena jatuh cinta banget sama negara satu ini. Terutama setelah saya pernah menginjakkan kaki di sana beberapa tahun lalu. Bukannya puas, malah pengen datang lagi dan lebih lama traveling di sana. Sampai bela-belain nabung biar bisa berangkat lagi. Tabungannya nyampe, covid-19 pun datang :D


Tips Konsisten Berkarya Tanpa Alasan


Konsisten berkarya


Gimana caranya supaya kita tetap konsisten berkarya? Soalnya suka nggak mood, kadang repot juga bagi waktu. Gimana caranya?


  • Lakukan karena kamu benar-benar suka. Jangan karena ikut-ikutan orang lain. Jangan karena pengen disebut keren dan hebat. Namun, benar-benar karena pengin dan suka. Karena poin ini penting sekali dicari. Kalau kita nggak bosan, bisa saja kita berhenti kalau memang nggak benar-benar suka melakukannya.
  • Bagi waktumu dengan baik. Jangan kebanyakan gambar sampai lupa kewajibanmu yang lain. Kerjakan apa yang menjadi prioritasmu. Kalau memang nggak mungkin menggambar setiap hari, coba lakukan beberapa hari sekali, tapi pastikan tetap konsisten.
  • Menyempatkan, bukan menunggu sempat. Karena bakalan susah kalau kita hanya nyari waktu luang. Kayaknya, hidup kita sibuk banget. Kalau nggak disempatkan, bakalan susah dong.
  • Berkarya nggak tergantung pada mood. Jujur saja, jarang saya menggambar ketika waktu benar-benar lapang. Pasti nyari waktu sedikit, bahkan meski itu sudah larut dan capek. Makanya, suka nggak detail gambar macam-macam karena waktu terbatas. Namun, happy banget bikinnya, sambil latihan juga. Nggak berasa capeknya. Buat yang suka nggak mood, coba balik lagi ke poin pertama, ya :)
  • Banyakin latihan demi meningkatkan kemampuan. Jangan mudah puas dengan hasil yang kamu dapat sekarang. Orang lain semakin semangat belajar, kamu jangan mau kalah, ya.
  • Punya tujuan jelas dan target yang pasti. Tujuan kamu apa, sih? Kalau nggak punya target jelas atau nggak tahu yang dilakukan buat apa, ya bakalan sulit untuk konsisten berkarya. Namun, ketika kamu tahu pasti apa tujuan kamu, insyaallah bakalan susah untuk berhenti sampai keinginan kamu tercapai.


Apalagi, ya? Coba kamu tambahkan sendiri di kolom komentar. Siapa tahu kamu punya tip yang lebih ngena lagi.

 

Nggak harus sehebat yang lain untuk memulai semua ini. Karena orang yang hebat pun memulainya dari titik yang sama, dari bawah, dari nol. Jadi, nggak usah minder apalagi insecure segala. Terus berkarya, yang positif dan bermanfaat buat semua orang, biar kerja kerasmu nggak hanya sekadar keren saja, tapi juga berpahala. Aaamiin. Semoga, ya? :)

Salam hangat,


Comments

  1. Setuju banget si ,berkarya mah gak perlu pake alesan supaya nantinya kalo alesannya lagi gak pas malahan jadinya males

    ReplyDelete
  2. Di tahun 2020 memang terasa "susahnya" melebih tahun-tahun sebelumnya, menurut saya... Tapi saya beruntung karena masih punya mata pencaharian, dan saya bersyukur untuk itu. Tapi, jeleknya kerja dari rumah adalah saya malahan ngerasa gampang males, Mbak, mungkin karena kerjanya sambil rebahan dari kasur, ya? Alhasil produktivitas saya drop, dan seperti yang Mbak Muyass sebut di atas, bukannya "menyempatkan" saya doyan alasan "nanti-nanti aja deh", eh akhirnya nggak keturutan sama sekali.

    Bisa dibilang itu salah satu penyesalan di tahun kemarin sih, Mbak. 2021 ini saya mau lebih giat lagi, entah itu menulis atau menekuni hobi saya. Memang gampang-gampang susah numbuhi semangat buat berkarya ya, Mbak, apalagi di tengah waktu yang serba nggak menentu seperti sekarang. Tetapi semoga kita semua bisa istiqomah dan terwujud cita-citanya di tahun baru ini.

    Semangat berkarya terus buat Mbak Muyass juga!

    ReplyDelete
  3. Menyempatkan bukan menunggu sempat. Ah benar juga ya mbak. Seringkali saya suka nunda nulis karena nunggu sempat. Semakin ditunggu, semakin nggak sempat.

    Giliran sempat, udah pada ilang semua itu ide nulis.

    😁

    ReplyDelete