Duh, semakin jarang update blog. Jadi banyak sarang laba-labanya, ya..hiks. Beberapa hari ini mulai aktif lagi deh di dapur setelah sebelumnya kebanyakan jalan-jalan dan makan menu lebaran.



Kemarin saya sempat memasak terong. Tapi, karena nggak mau yang biasa alias hanya digoreng, dibalado atau dikukus, akhirnya saya buat menjadi terong krispi yang yummy. Nggak perlu repot bikinnya, hasilnya pun sangat maksimal enaknya, maklum karena saya memang penggemar terong..hoho.

Nah, bagi teman-teman yang ingin mencoba, catat bahan dan proses pembuatannya, ya!

Siapkan bahan-bahannya:
1 buah terong ukuran sedang, potong menyerong atau sesuai selera
½ sachet tepung bumbu siap pakai
Sedikit air
5 sdm tepung terigu
1 sdm tepung maizena

Kita buat dengan cara ini:

1. Campur tepung bumbu serbaguna bersama sedikit air. Hasilnya harus kental, ya.
2. Campur bahan kering berupa tepung terigu dan maizena.
3. Celupkan potongan terong ke dalam adonan basah. Kemudian gulingkan ke dalam bahan kering. Cubit-cubit supaya hasilnya keriting dan cantik.
4. Goreng dalam minyak panas sampai keemasan.
5. Sajikan dengan nasi panas dan sambal!

Voila! Terong krispi favorit siap dihidangkan di meja makan dan menjadi santapan siang yang lezat. Sederhana, sih tapi asli enak. Kadang kita bosan, ya jika terus menerus menyantap menu daging, ikan dan ayam setiap hari. Makanan seperti ini bisa jadi alternatif juga ketika mampet ide dan malas masak yang repot-repot..hehe. Ujung-ujungnya mau yang gampang, sih emang..hehe.

Terima kasih sudah berkunjung dan selamat mencoba!

View Post

Alhamdulillah, taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Meski telat J

Setelah lebaran, rasanya bosan makan menu yang hampir sama setiap hari. Meski tidak selalu ketupat dan opor, tapi menu-menu berikutnya kok kayaknya tidak jauh berbeda, ya? Sudah berapa kali saya pengen banget makan rujak buah. Dan ini kali kedua saya benar-benar pengen ngalah-ngalahin orang ngidam gitulah..haha.



Apa memang rujak buah selalu identik dengan ibu-ibu yang sedang hamil muda? Faktanya saya masih muda tapi tidak sedang ngidam, kok *eaa hehe. Karena sudah lama tidak makan rujak buah, makannya pagi ini niat banget ngajakin Mas pergi ke pasar untuk berburu buah-buahan segar.

Kenapa harus capek-capek bikin? Kalau hanya ingin, beli saja beres. Tapi, saya tidak sedang ingin membeli. Itu sih alasannya..haha. Kalau beli rasanya kurang puas, buahnya tidak terlalu segar. Sedangkan kalau kita membuatnya sendiri, buah-buahannya bisa memilih sesuka hati, sambalnya bisa sebanyak dan selezat yang kita pengen. Ini lagi pengen apa ngidam?

Sepertinya pasar tradisional dekat rumah juga tidak lama deh liburnya. Lebaran dapat satu sampai dua hari aja udah ramai para penjual sayuran. Jadi, hari kesekian setelah lebaran kali ini sudah bisa dipastikan isi pasar kembali lengkap seperti biasa.

Beruntung banget, pagi tadi dapat buah yang lumayan lengkap. Mulai dari pepaya mengkal, bengkoang, nanas, mangga muda, kedondong, dan mentimun. Kali ini lagi pengen dibantuin. Jadi Mas yang ngupas buah sampai ngulek sambalnya. Nguleknya bahkan lebih halus hasilnya daripada istrinya..kwkwk. Plis, doi memang lebih jago segalanya dari saya. Meski mahasiswa teknik elektro, tapi doi jago menjahit, ngulek bumbu, kerjaanya rapi parah, membenahi segala macam kerusakan kecuali kerusakan hati akibat iri dengki *eaa ngawur haha. Barakallah ya, Mas.

Dan pagi ini sambal satu box ukuran sedang pun berhasil disajikan, Masya Allah. Bumbu rujaknya sederhana seperti yang biasa teman-teman buat. Hanya menggunakan kacang tanah goreng, cabai, garam, gua merah dan asam jawa.

Buahnya silakan disesuaikan dengan keinginan. Ini postingan pertama setelah lebaran kemarin. Hawanya masih liburan dan maunya bersantai. Tapi, kalau terus dituruti bisa mengikis konsistensi dan jadi malas parah..he.

Sekali lagi selamat Idulfitri 1439 H. Semoga amalmu dan amal saya diterima oleh Allah swt. Amiin.

View Post
Riya’ merupakan salah satu sifat yang sangat dibenci oleh Allah swt. Menampakkan segala amal saleh di hadapan orang lain demi mendapatkan pujian menjadi devinisi dari riya’. Sayangnya, saking halus dan samarnya, kita pun kerap tidak menyadarinya.

Foto: pexels.com


Dalam sebuah hadist, Rasulullah saw mengatakan bahwa riya’ lebih berbahaya daripada Dajjal. Padahal Dajjal merupakan fitnah yang sangat besar dan tentu saja sangat berbahaya bagi kehidupan menusia. Tetapi, Rasulullah saw justru membuat perumpaan seperti itu di dalam sebuah riwayat,

“Maukah aku kabarkan kepada kalian sesuatu yang lebih tersembunyi di sisiku atas kalian daripada Masih ad Dajjal?” Dia berkata,”Kami mau,” maka Rasulullah berkata, yaitu syirkul khafi; yaitu seseorang shalat, lalu menghiasi (memperindah) shalatnya, karena ada orang yang memperhatikan shalatnya.” (HR Ibnu Majah)

Karena itulah, kita pun perlu berhati-hati, jangan sampai ibadah kita tidak berpahala hanya karena ingin dilihat dan dipuji oleh orang lain.

Di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, kita pun perlu waspada akan bahaya riya’ dalam kehidupan sehari-hari. Ketika tidak ada orang lain dan sedang sendiri, kamu menjadi malas-malasan. Sebaliknya, ketika ada orang lain, kamu menjadi sangat bersemangat untuk melaksanakan ibadah. Hati-hati, ya! Riya’ bisa melenyapkan pahala puasa kamu, lho. Jadi percuma dong kalau puasa seharian tetapi tidak berpahala?

Supaya kamu bisa lebih berhati-hati menghindari sifat tercela ini, coba tangkis dengan 5 cara ini!

Riya’ bisa dihindari jika puasa kamu lakukan dengan ihklas hanya karena menjalankan perintah Allah semata

Ketika melaksanakan ibadah, jangan banyak mengeluh! Sebab ibadah puasa manfaatnya tidak kembali pada Maha Pencipta, tetapi akan kembali pada diri kita sendiri, lho. Lapar dan haus itu hal biasa, tetapi ketika dibarengi dengan hati ihklas dan hanya mengharap ridha Allah, maka ibadahmu menjadi sangat luar biasa. Yuk, ihklas!

Jagalah tauhid, kamu bukan apa-apa dibandingkan Sang Khalik

Maka sadarilah jika kamu bukan apa-apa dan sangat tidak pantas untuk mendapatkan pujian. Kamu terlihat baik dan sempurna hanya karena Allah menutup aib-aibmu selama ini. Jika kamu menyadari hal ini, maka keinginan untuk selalu dilihat dan dipuji oleh orang lain akan hilang disebabkan rasa malu yang terlalu besar.

Dzikir akan mendekatkan diri kepada Allah, dengan begitu segala perintah-Nya menjadi prioritas utama

Dzikir akan mendekatkan hati kamu kepada Allah. Dengan banyak mengingat Allah, maka kamu akan semakin cinta. Saat seorang telah jatuh cinta, maka dia pun akan berjuang untuk mendapatkan perhatian dari yang dicintainya, termasuk berjuang menjalankan semua perintah-Nya.

Sembunyikan amalmu, bukan hanya dari orang lain, tetapi juga dari sebelah tanganmu yang lain

Ketika kamu melakukan suatu amal ibadah, baik berupa sedekah, salat ataupun puasa, cobalah untuk diam-diam melakukannya. Jangan sampai kamu hanya bersemangat ketika dilihat orang lain saja. Kamu harus sadar, jika semua ibadah yang kamu lakukan akan sangat percuma jika disertai dengan riya’. Tidak berbeda dengan sedekah, berpuasa pun perlu dijauhkan dari status di media sosial yang berlebihan demi menghindari riya’ yang samar.

Ingat, setelah kehidupan dunia masih ada kehidupan akhirat yang jauh lebih kekal

Ketika kamu mengingat akhirat lebih banyak daripada mengingat dunia, maka secara otomatis yang kamu harapkan hanyalah ridha dari Allah semata. Hidup di dunia ibaratnya hanya mencecap sedikit manisnya saja. Jadi, pujian dan perhatian orang lain sama sekali tidak berarti apa-apa.

Itulah beberapa cara untuk menangkis riya’ di dalam diri selama menjalankan ibadah puasa. Berhati-hatilah terutama di zaman millenial seperti sekarang ini di mana begitu mudahnya memamerkan apa pun tak terkecuali ibadah kita di media sosial. Hati-hati, ya!
View Post

Tak terasa kita sudah sampai di penghujung Ramadan. Teman-teman yang tinggal di tanah perantauan mulai mudik ke kampung halaman. Tradisi mudik memang sangat identik dengan masyarakat kita. Tidak dipungkiri, jalanan jadi padat dan macet akibat banyaknya orang yang melakukan perjalanan jauh ke kampung halaman.

Foto: pexels.com


Mudik pun menjadi salah satu rutinitas saya sejak menetap di Jakarta delapan tahun silam. Sebelumnya tidak pernah membayangkan akan menjalani semua ini. Benar-benar nggak terbayang bakalan tinggal dan menetap di Jakarta.

Tinggal jauh dari orang tua dan kerabat bukanlah hal mudah. Kita pun harus pandai-pandai mencari keluarga dari mereka yang sebenarnya tidak terikat hubungan darah. Tinggal jauh di tanah rantau membuat saya belajar lebih mandiri. Terutama setelah memiliki buah hati, bisa menghadapi banyak hal tak terduga adalah sebuah kewajiban yang pada akhirnya membuat saya mau tak mau harus mampu menghadapinya.

Ketika kita mudik ke kampung halaman, ada banyak hal yang tidak bisa dipungkiri meski usia terus bertambah. Terutama kebahagiaan orang tua yang sejak lama telah menghitung hari menanti kapan anaknya akan pulang dan singgah di rumahnya.

Bahkan orang tua saya lebih hapal kapan saya akan pulang kampung ketimbang saya sendiri yang kadang sudah terlalu repot mengurusi ini dan itu sendiri.

Nah, 5 hal ini menjadi sesuatu yang tak pernah hilang saat kita mudik ke kampung halaman. Akan menjadi kenangan manis dan terus saja membangkitkan semangat untuk mencapai jalan sempit menuju rumah orang tua.

Orang tua memperlakukan kita sangat spesial. Bukan karena pilih kasih, tapi karena rindu yang disimpan dan ditahan selama satu tahun terakhir

Tak dipungkiri, saya kerap merasa diperlakukan sangat istimewa ketika mudik. Baik oleh orang tua ataupun mertua. Bukan karena mereka pilih kasih, tetapi karena mereka terlalu rindu. Bertemu setiap setahun sekali tentu bukan harapan utama. Jika bisa, mereka ingin bertemu setiap hari. Tetapi keadaan membuat semuanya jadi rumit. Meski seminggu dua kali saya selalu menelepon hingga berjam-jam, tetap saja rindu itu terlihat sangat nyata. Saya rindu, mereka pun sama. Dan momen mudik lebaran menjadi satu-satunya kesempatan untuk kami bertemu dan melepas rindu yang nyatanya tetap saja tak pernah tuntas.

Orang tua ingin kita pulang, bukan mengharap oleh-oleh, tetapi ingin mengecup dan memeluk darah dagingnya yang telah tumbuh dewasa

Saya bisa membayangkan bagaimana sepinya rumah yang dulu saya tinggali tanpa saya dan saudara kandung yang lain. Meski mereka mengatakan bukan masalah, tetap saja setiap pulang ke kampung halaman, rasa sunyi dan senyap itu menyergap langsung. Walaupun kita menawarkan istana yang jauh lebih megah, orang tua tetap lebih suka tinggal di rumah sendiri, melakukan aktivitas sederhana seperti beternak atau berkebun. Karena alasan itulah, pulang kampung menjadi salah satu rutinitas wajib setiap tahun meski tidak selalu bertepatan dengan Hari Raya.

Selain merindukan kita, orang tua juga ingin melihat dan bertemu cucu-cucunya

Selain kita, cucu-cucu mereka menjadi salah satu alasan kenapa mereka sering rindu untuk bertemu. Ketika saya pulang ke rumah, anak-anak selalu dapat perlakukan spesial dari eyangnya. Semua itu wajar sekali terjadi mengingat mereka memang tidak bisa selalu bertemu. Hanya mendengar suara lewat telepon atau video call tentu tidak sama ketika bertemu secara langsung.

Meski mudik dalam waktu cukup lama, rasanya rindu itu belum juga terobati

Saya biasanya mudik hingga dua minggu ke kampung halaman di kota Malang. Walaupun terbilang cukup lama, tetapi tetap saja tidak pernah cukup untuk menuntaskan rindu. Setiap pulang, saya harus bergantian menginap di rumah orang tua dan mertua. Seharian pun kadang tidak di rumah. Kami juga harus mengunjungi guru serta saudara yang lain. Padatnya kegiatan saat lebaran dan berbagi waktu antara di rumah orang tua dan mertua membuat dua minggu tidak pernah cukup untuk menuntaskan rindu.

Orang tua sayang bukan karena terpisah jarak, tetapi karena kita mampu menjaga sebuah hubungan supaya tetap harmonis. Jangan sakiti, jangan caci maki. Kelak kita pun akan berada di posisi yang sama. Menjadi tua hanya perkara waktu

Saya masih heran ketika banyak orang mengatakan bahwa orang tua sayang karena kami terpisah jarak yang tak bisa dengan mudah bertemu. Faktanya, tidak selalu begitu. Orang tua yang telah disakiti anaknya tentu sulit menumbuhkan rindu meski bertahun-tahun tidak bertemu. Ini fakta yang nyata terjadi dalam keluarga kami. Saya yakin semua orang juga pernah melakukan kesalahan, tetapi hal yang perlu diingat adalah bagaimana kemudian kita bisa memperbaiki semuanya. Jangan sakiti mereka, jangan dicaci maki, bukan hanya karena itu dosa besar dan melukai mereka, tetapi kita pun kelak akan berada di posisi mereka. Menjadi tua hanya soal waktu. Kenapa kita tidak pernah mengkhawatirkan itu?

Itulah 5 hal yang sangat identik dengan mudik ala saya banget..he. Selama masih ada orang tua, mudik ke kampung halaman adalah hal utama yang selalu diprioritaskan. Meski lelah di perjalanan terutama karena harus membawa dua buah hati yang lagi aktif-aktifnya, mudik tetap menjadi rutinitas wajib setiap tahunnya. Pulang tidak harus ketika lebaran, kapan pun kita mau, pulang ke rumah orang tua akan menjadi hadiah tak terkira bagi mereka.

Buat teman-teman yang mudik, hati-hati di jalan, ya! Fii Amanillah. Semoga perjalanannya lancar dan jangan lupa, berbahagialah bersama orang tua di rumah. Amiin.

View Post

Belakangan saya mulai tertarik menghidupkan hobi lama yang sudah sekian tahun tidak pernah saya jamah. Sejak kecil, saya suka banget menggambar. Saya pernah ingat, saat SD ada teman yang meminta saya menggambar dan dia sampai ngasih uang sama biskuit..he. Udah jualan aja sejak kecil, ya? :D




Menggambar itu menyenangkan. Saat kecil, banyak hal yang tidak bisa saya dapatkan dalam kehidupan nyata, tetapi bisa terwujud ketika saya menggambar. Yapt! Hayalan masa kecil itu kan aneh-aneh, mulai dari pengen rumah lucu berwarna warni sampai pengen punya kamar dengan perabotan sesuka hati. Nyatanya saya tidak bisa dapatkan itu semua. Ujung-ujungnya menggambar menjadi salah satu hal yang sangat menyenangkan karena saya bisa menggambar semua yang saya mau.

Sayangnya, semua nggak segampang itu juga sih. Karena keterbatasan, saya sering kesulitan mendapatkan buku gambar atau buku tulis yang masih kosong. Susah banget, deh! Sampai-sampai saya sering mengambil buku pelajaran kakak saya yang saat itu sudah SMA, diambil bagian kosong, dirobek. Ujung-ujungnya sebelahnya lagi yang penuh dengan materi pelajaran akhirnya lepas dong. Dimarahin dong kalau ketahuan..hihi. Parah sih emang J

Dan Alhamdulillah, tahun ini saya punya kesempatan untuk belajar menggambar lagi. Mau ikutan kelas ilustrasi tapi belum dibuka walau sudah daftar, akhirnya bikin semakin nggak sabaran. Terutama karena sekarang saya lebih banyak menulis buku cerita anak. Jadi kebayang gimana rasanya punya buku dengan ilustrasi sendiri seperti Herlina Kartaadmajda yang bukunya keren-keren banget.

Saya tidak pernah ikut kelas menggambar, jadi yang paling terlihat itu ketika menggambar utuh, nggak  bakalan ada sketsa coret-coretannya khas yang udah mahir gitu..he. Menggambar langsung jadi. Zaman di pesantren, banyak kakak kelas jago banget menggambar, di sana, hobi semakin menggeliat, ikutan aktif ngisi mading, bikin karleb handmade (kartu lebaran) dan banyak hal menarik lagi.

Kebetulan saya punya teman di pesantren dulu, dia juga suka menggambar. Alhasil kami pun sering komunikasi. Beberapa hari lalu saya ajak seru-seruan dengan setor One Day One Picture. Cuma kita berdua aja. Biar semakin semangat dan kemampuan berkembang. Dia banyak mengajarkan saya, karena dia lebih gaul ketimbang saya yang gaptek..kwkwk.

Dan pilihan pertama jatuh pada aplikasi Ibis Paint X yang ternyata nggak banyak diketahui orang. Buat pemula seperti saya, agak maraba-raba juga awalnya. Buat menggambar di atas tablet itu aneh, pastinya berbeda ketika menggambar di buku. Tapi, semakin dicoba akan terbiasa. Dan yang pasti semua butuh usaha.

Karena tidak tahu, maka saya pun harus tahu, nyari beberapa video di Youtube, akhirnya lumayan mengerti setelah langsung dipraktikkan. Hasilnya? Lumayanlah buat pemula yang masih lebih akrab pegang mixer dan oven..he.

Ini beberapa hasilnya setelah semingguan main Ibis Paint x,

Ceritanya buka puasa bersama



Sosok Esok dalam novel 'Hujan' Tere Liye' , masih nyontek modelnya di Pinterest hihi


Sekali-kali jalan-jalan dong!



Sosok Inspiratif, Ali Banat yang bikin haru



Ketika nggak punya ide tapi harus setor One Day One Pict 


Itulah beberapa gambar yang masih amatiran dan kadang masih ngintip di pinterest juga..hihi. Bagi teman-teman yang hobi menggambar, bisa banget mencoba aplikasi ini. Lumayan banget buat belajar dan bersenang-senang. Selamat mencoba!



View Post

Ramadan tahun ini mungkin sedikit berbeda. Bukan karena tahun ini tidak mudik ke kampung halaman dengan alasan sudah pulang beberapa kali sebelumnya, tetapi karena ada momen spesial yang sangat langka.




Beberapa hari yang lalu, tepatnya pada tanggal 06 Juni 2018, tempat kajian di mana saya menimba ilmu sejak tinggal di Jakarta 8 tahun silam kedatangan tamu spesial dari Gaza, Palestina. Beliau adalah hafidz muda bernama Syekh Abdurrahman Hilmi ‘Ayisy yang masih berusia 21 tahun. Beliau datang bersama beberapa ustadz dari Spirit of Aqsa sebagai penerjemah.

Sebenarnya acara hari itu tidak benar-benar direncanakan. Sangat tidak direncanakan karena sebelumnya ustadz kami hanya bercerita sedikit tentang beliau. Jika ada donasi, beliau bisa diundang. Tapi, saat itu belum ada yang benar-benar siap memberikan donasi cukup besar.

Qadarallah, setelah semua jamaah pulang, ada seorang teman yang tiba-tiba ingin berdonasi lumayan besar supaya acara hari itu terselenggara. Sejak donasi pertama masuk, akhirnya ada lebih banyak lagi donasi yang terkumpul dari yang lain. Barakallah, pagi itu, dengan penuh semangat, semua berkumpul hadir pada kajian terakhir di bulan Ramadan tahun ini demi menyambut hafidz muda yang merupakan alumni dari Jami’ah Al-Islamiyah Gaza.


Seperti kita tahu bersama, Palestina sedang mengalami hal yang sangat memprihatinkan. Setiap hari, roket-roket Israel diluncurkan membumi hanguskan pemukiman warga sipil. Hal yang paling tidak masuk akal, anggota militer Israel yang bosan berjaga di beberapa titik sering melakukan hal tidak manusiawi, termasuk tiba-tiba menyerang para penduduk sipil, menahan mereka, dan menyiksa. Alasannya hanya karena mereka bosan! Kadang mereka menutup gerbang sekolah sehingga anak-anak yang seharusnya pulang ke rumah tidak bisa pulang. Beberapa dari pelajar harus memanjat pagar. Hal semacam itu terjadi setiap hari di sana. Pemandangan biasa yang tidak lagi aneh bagi warga Gaza.

Bagi warga Palestina, kita yang ada di Indonesia merupakan saudara yang punya ikatan sangat erat. Rumah sakit Indonesia banyak dibangun di sana demi membantu banyak korban penjajahan Israel. Dapur-dapur Indonesia mengepul demi membantu menyalurkan makanan bagi warga Palestina yang membutuhkan. Meski keadaan di sana tidak baik-baik saja, tetapi tidak sedikit pun mereka mengeluh apalagi takut.

Syekh Abdurrahman mengatakan bahwa para demonstran yang terlibat aksi damai sama sekali tidak membawa senjata. Mereka tidak takut mati. Semua di antara mereka sama sekali tidak takut mati. Kita bisa lihat, bagaimana anak kecil dengan lantangnya bicara di depan militer Israel tanpa membawa senjata. Kita bisa lihat, mereka yang ditangkap justru tersenyum. Tidak ada ketakutan di mata mereka. Dan hal semacam ini sebenarnya benar-benar mengerikan bagi militer Israel.

Sampai detik ini, tidak ada warga Palestina yang boleh masuk ke dalam masjid Al Aqsa kecuali mereka yang berusia lanjut di atas 60 tahun. Militer Israel sangat waspada, jangan sampai ada pemuda dan anak-anak merangsek masuk ke sana. Mereka sangat takut pada pemuda Palestina. Itu nyata diceritakan oleh Syekh Abdurahman.

Di Palestina, anak-anak usia 5 tahun mulai menghapal Alquran. Seperti Syekh Abdurrahman yang lahir dari 13 bersaudara, beliau sudah menghapal 30 juz saat usianya masih 13 tahun. Dan itu menjadi kebiasaan warga di sana.  Bayi-bayi mungil keturunan Mujahid terus lahir. Dalam satu keluarga saja bisa ada 13 saudara bahkan lebih. Meski angka kematian cukup tinggi, tapi angka kelahiran pun tak kalah besarnya. Masya Allah.

Bagi umat Islam, warga Palestina bukan hanya menjadi bagian dari tubuh kita yang ketika dilukai kita pun merasakan sakitnya, tetapi juga di sana, di tempat yang penuh sejarah, tanah para Nabi, ada tempat suci yang dimuliakan oleh umat Islam yang juga wajib diperjuangkan bersama.

Kajian pagi itu pun ditutup manis dengan kalimat yang sungguh sangat menggetarkan hati. Birru Biddam Nafdika ya Aqsa! Dengan jiwa, dengan darah, kami korbankan untukmu wahai, Aqsa!

Ini adalah momen spesial yang mungkin tidak akan terulang untuk kedua kalinya. Lebaran sudah sangat dekat, semua orang sibuk mempersiapkan banyak hal, termasuk sajian kue kering di atas meja ruang tamu. Meski kita sibuk, sempatkan mendoakan dan mendonasikan sebagian harta bagi saudara kita yang ada di sana. Insya Allah, itu akan jadi saksi di akhirat bahwa kita termasuk dalam barisan orang-orang yang rela berkorban demi membela Al Aqsa!

View Post

Nama Ali Banat belakangan muncul di sosial media dengan kisah hidupnya yang sangat mengharukan. Ali Banat adalah seorang muslim yang tinggal dan besar di Sydney, Australia. Dalam usianya yang masih terbilang sangat muda, Ali berhasil meraih kesuksesan yang mungkin masih sekadar angan bagi pemuda lain seusianya.



Foto: instagram.com/matw_project


Pemuda tampan asal Australia ini merupakan pengusaha kaya raya.  Ali memiliki mobil Ferrari Spider yang harganya bisa mencapai 600 ribu US dollar, sepatu Louis Vuitton seharga 1.300 ribu US dollar, dan yang lebih mencengangkan, Ali bahkan punya sandal jepit yang biasa dipakainya ke toilet seharga 700 US dollar! Ini hanyalah sebagian kecil, sisanya pasti tak kalah fantastis.

Ali hidup glamor dan bergelimang harta, hingga sebuah vonis kanker stadium 4 mengejutkannya. Dokter mengatakan bahwa hidupnya tak akan lama lagi. Mungkin hanya tersisa 7 bulan saja. Sejak mengetahui dirinya tak punya banyak kesempatan lagi, perubahan drastis pun dilakukannya.

Ali mulai mengubah pola pikirnya yang salah selama ini. Ali bahkan sangat bersyukur karena Allah sudah memberinya penyakit kanker yang menjalar hingga ke seluruh tubuh. Kanker itu adalah anugerah. Allah masih memberinya kesempatan untuk berubah. Meski sempat menangis usai mendengar vonis dokter, Ali Banat akhirnya sadar apa yang seharusnya dilakukan sejak lama.

Ali mengatakan bahwa vonis itu telah mengubah segalanya, termasuk lebih pandai bersyukur atas nikmat sekecil apa pun termasuk udara yang dia hirup selama ini.



Foto: instagram.com/matw_projects


“Ini adalah sebuah anugerah sebab Allah telah memberi saya kesempatan untuk berubah,” ucapnya dengan mata berair.

Sejak saat itu, Ali memutuskan akan menyedekahkan seluruh hartanya untuk membantu orang lain yang membutuhkan. Harta kekayaan yang dia miliki termasuk mobil Ferrari yang terparkir di depan rumahnya seolah tak lagi berarti.

Ide brilian pun muncul dari pengusaha muda yang dulunya punya kehidupan glamor ini. Dia pun membuat badan amal “Muslims Around The World Projects”. Badan amal ini akan menyalurkan kekayaan Ali kepada warga miskin di Afrika dan negara-negara yang membutuhkan.

Ali pun semakin menyadari betapa remehnya dunia ketika mengunjungi makam sahabatnya yang meninggal karena terkena kanker. Di dalam kubur, hanya amal shaleh yang akan menemani, bukan harta, bukan lagi keluarga.

Ali Banat pun mengatakan bahwa dirinya sangat ingin bertemu dengan Allah dalam keadaan yang sebaik-baiknya. Dan benar saja, beberapa hari yang lalu, pengusana kaya raya yang menjadi inspirasi seluruh pengusaha muda di dunia ini pun kembali ke pangkuan-Nya setelah melakukan banyak hal yang sangat menginspirasi.

Suasana pemakaman pun penuh haru. Awan mendung tertangkap kamera sedang memayungi prosesi penguburan jenazah Ali. Subhanallah, semoga Ali mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah.

Ali Banat mungkin telah pergi, tetapi pelajaran hidup yang diperolah serta keputusannya yang sangat mengejutkan akan dikenang oleh semua orang, terutama komunitas Muslim di Australia. 

Nama Ali Banat viral di sosial media setelah unggahan vidio berjudul 'Gifted with Cancer' yang bisa kamu lihat di sini. Detail kehidupan Ali pun bisa kamu lihat di sana. Ketika melihat vidio-vidio Ali, tak terasa air mata menetes. Entah kapan kita bisa sesempurna dia dalam menjemput kematian. Masya Allah.
View Post
Holla!

Siapa di antara kamu yang sudah mulai menggeluti sebuah usaha atau bisnis? Yup! Di saat teman-teman kamu asyik hangout dan jalan di malam minggu, kamu sudah bersiap membangun masa depan dan meletakkan pondasi menuju kesuksesan.

Foto: pexels.com


Di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin, lho! Jika kamu ingin sukses membangun bisnis, maka kamu harus bersiap memulai semuanya dari nol. Ingat, kamu harus memilih bidang yang paling kamu suka, ya. Jangan memaksa menyukai sesuatu yang tidak pas di hati kamu. Bisnis atau usaha akan berjalan dengan mudah jika kamu menikmatinya.

Nah, selain berusaha dan banyak berdoa, rupanya ada kiat khusus yang bisa kamu lakukan untuk memulai bisnis kamu seperti yang telah dilakukan oleh pengusaha sukses sebelum kamu. Apa saja? Yuk, kita bahas satu persatu!

Kamu Bisa Mulai dari Usaha Sampingan

Kamu bisa memulai bisnis tepat di saat kamu sedang menyelesaikan kuliah atau bahkan ketika terikat dengan pekerjaan lain. Kamu bisa memulainya di sela-sela kesibukan kamu, lho. Ambillah secangkir kopi dan mulailah setelah kamu pulang kuliah atau bekerja.

Lebih Produktif Saat Weekend

Buat yang ingin memulai bisnis, weekend bukan waktu yang tepat untuk bermalas-malasan, lho. Justru di saat libur kamu bisa lebih produktif untuk membangun bisnis kamu.

Bangun Lebih Awal

Kamu harus bangun lebih awal atau rezeki kamu akan dipatok ayam. Duh, kalimat ini betul banget, lho! CEO Apple dikenal bangun lebih pagi dan sudah mengirimkan email perusahaan tepat pukul 04.30. Jika kamu masih sulit bangun pagi, coba letakkan alarm di telinga kamu dan lakukan olahraga ringan seperti push up selama 5 menit sampai kamu benar-benar terbiasa.

Mengenalkan Brand serta Mulai Promosi

Bangun brand kamu dengan membuat situs web supaya ada lebih banyak orang yang bisa mengenal dan menghubungi kamu. Dengan begitu, kamu bisa lebih mudah berhubungan dengan banyak orang.

Cari Mentor

Kamu harus punya teman, mentor atau orang terdekat yang bisa menemani kamu selama berproses. Mereka bukan hanya orang yang bisa mendengarkan keluh kesah kamu, tetapi juga bisa memberi solusi atas setiap masalah yang akan kamu hadapi!

Hemat dan Hemat

Hal terakhir yang perlu kamu ingat, mulailah berhemat dari sekarang. Makan tidak harus berlauk ayam, lho. Kamu bisa melakukan penghematan sebab tidak ada yang tahu kapan ekonomi akan merosot dan membuat kamu rugi. Nah, persiapan ini harus kamu mulai dari sekarang untuk menghadapi saat-saat sulitmu nanti!

Itulah 5+ hal luar biasa yang harus kamu lakukan jika ingin sukses membangun bisnis sejak usia muda. Selebihnya kamu hanya perlu mengisi amunisi supaya tetap kuat menjalani prosesnya. Ingat, memulai bisnis itu sulit, jadi penting sekali untuk memiliki amunisi sebanyak mungkin, ya!
View Post