Top Social

- Bermimpi, Menulis, Berbagi -

Malam Terakhir di Bulan Maret

hipwee.com



Ini malam terakhir di bulan Maret. Waktu rasanya berlalu sangat cepat apalagi kalau kita punya banyak kesibukan, ya. Selama bergelut dalam dunia literasi, meski masih remahan tetapi saya sungguh sangat menikmati.

Hingga detik ini, saya masih belum aktif banget di blog seperti sebelumnya. Saya masih bermimpi ingin masuk Takaitu, walau bahasa masih acak-acakan tapi saya pengen banget bisa menulis artikel di sana. Entah kenapa, sejak daftar saya belum berani menulis..he.

Kalau di UC News, bahasanya serta jumlah tulisan tidak perlu banyak, bahkan disarankan yang mudah saja dan ringan karena pembaca di sana paling betah buka artikel selama 2 menit saja. Jadi, kemarin sempat ada pengumuman jika jumlah kata bisa minimal 100. Wah? Sedikit banget, ya..hihi.

Saya biasanya menulis artikel sebanyak 300an lebih kata. Belakangan mulai lebih santai, karena kadang artikel yang dibuat dengan dipikir baik-baik malah nggak disukai. Jadi, nggak bisa prediksi juga.

Intinya sih menulis saja terus dan terus. Kalau buntu? Saya selalu menuliskan apa pun yang bahkan tidak saya inginkan. Lama-lama jadi panjang juga tulisannya..he. Karena yang begitu itu penyakitnya penulis pemula seperti saya. Kalau sekali berhenti, besok mengulangi, lagi dan lagi.

Contoh mudahnya saat saya tidak lagi mengisi blog setiap hari. Pengen banget garuk tembok..hiks. Tapi, saya tetap ingin aktif di mana-mana *serakah :D

Selamat tinggal bulan Maret, insya Allah April akan jauh lebih baik. Amiin.

Asal Mula Geng Motor dan Serpihan Kisah Manis di Dalamnya





Kami bersembilan, saya, steffi, Dewi M, Haeriah, Lita, Litha, Hastin, Hindun, dan mba Rini memang ada dalam satu grup whatsapp bernama Geng Motor sejak tanggal 22/12/2017. Dari grup whatsapp ini kami berhasil menyelesaikan satu antologi dan menyelesaikan proyek artikel di akun mentor kami.

Memang tidak banyak yang tahu, karena kami tidak pernah merasa perlu menceritakan. Sebab ini juga bukan sesuatu yang besar. Kami hanya berkumpul, curhat, mengingatkan dan minta bantuan jika ada tema di grup yang belum ditulis. Dan kami juga mengisi akun UC News Penulis Perempuan, belakangan kami pun membuat Grup FB. Bergantian mengisi akun PM, malah ada yang setor tulisan saja dan yang lain membantu menerbitkan di PM.




Tapi, entah sejak kapan, kami merasa sudah sangat dekat. Kami tidak malu berteriak, menangis bahkan tertawa tengah malam. Entah sejak kapan kami seperti ini. Dan yang jelas, kami merasa nyaman satu sama lain.

Kami terbentuk sejak masuk ODOA, pada bulan Desember tahun lalu. Awalnya memang kami menamakan grup ini sebagai Move On dari UC News, Kemudian berganti jadi Perempuan Menulis dan sekarang jadi Geng Motor hanya gara-gara saya pernah menulis artikel tentang fashion wanita ala geng motor. Dan kami yang suka heboh sendiri mulai nyaman saja dengan sebutan itu.




Di grup kami selalu menertawakan diri kami sendiri, sebab banyak di antara kami yang sebenarnya tidak bisa nyetir..kwkwk. Kami hanya geng motor mental karbitan kayaknya…he. Ke mana-mana bawa linggis, dan tiba-tiba ada yang nyeletuk nanya, linggis itu yang mana? Masya Allah, kami kerap menertawakan kebodohan kami masing-masing. Dan ini menghibur karena sebagian besar dari kami memang emak-emak rumahan yang nggak suka ngeluyur ke luar. Jadi grup ini benar-benar berarti sekali.

Tetapi di luar itu, kami juga cuma ibu rumah tangga (kecuali satu, hihi, nggak tega nyebutnya). Dan kami sering mempertaruhkan waktu demi menulis tapi tetap saja kami harus prioritaskan keluarga dan tugas di rumah. Ada saatnya anak kami sakit, tentu kami tidak bisa sepenuhnya mengisi artikel. Dan teman saya yang lain akan dengan senang hati membantu. Dan kadang itu sulit dimengerti, sebab hanya kami saja yang tahu serepot apa di rumah. Tanpa ART, bahkan jauh dari orang tua.





Bagi saya, grup GM ini sangat membahagiakan. Karena selama ini saya belum pernah mendapatkan yang seperti ini. Jujur saja, kami tidak pernah malu dengan siapa kami sebenarnya di sini. Jadi yang baperan ketahuan, yang jomblo apalagi..hihi.

Selama ini kami menulis dan alhamdulillah bisa menyelesaikan semuanya meski kadang kerepotan dengan mengisi akun sendiri. Saya berterima kasih kepada teman-teman di GM karena sudah sangat baik dan mengerti, barakallah. Insya Allah apa yang kita lakukan selama ini bermanfaat bagi satu sama lain. Tidak mau menjadi paling menonjol, karena yang begitu biasanya jadi sarang bullying..kwkwk. Kami jalani saja, jika ada yang kurang suka kami mohon maaf. Jujur saja, kami tidak pernah berniat apapun saat membuat grup ini. Terima kasih untuk kebersamaannya, yaa. Saya baru tahu jika grup kita kadang bisa serius juga, lho. Meskipun di pojokan ada yang sambil kayang juga, sih....kwkwk.



Ini memang bukan tentang saya, tetapi tentang kami.

Salam hangat,
www.muyass.com

Ini Dia Cara Mudah Supaya Tetap Produktif Menulis dan Menghasilkan Meski Hanya Pakai Handphone



sumber


Ha, sungguh terlalu, ya. Bukannya tambah aktif malah tambah ngadat ngeblognya..huhu. Beberapa hari ini kepikiran sih mau ngisi lagi tapi setelah itu terbengkalai lagi karena aktivitas menulis di tempat lain.

Karena nggak mau pusing mau menulis apa, saya mau sharing saja ya, tentang kegiatan baru saya selama ini. Salah satunya adalah menulis di media online. Kenapa judulnya harus begitu? Salah satu alasannya karena memang itulah yang saya rasakan.

Kalau saya pribadi sih, masih memakai laptop di rumah. Hanya saat keluar rumah dan bepergian saja saya memanfaatkan handphone untuk tetap setor tulisan di media online. Tapi, beberapa teman saya dalam grup menulis artikel memang ada yang benar-benar full pakai handphone, lho. Meski agak kesulitan di awal, tetapi mereka tetap konsisten menghasilkan tulisan dan menghasilkan sampai detik ini.

Sempat saya mendengar dan membaca soal blogger yang bermasalah dengan UC News, dan saya nggak pungkiri itu benar karena memang ada teman saya mengenal salah satu dari mereka. Kalau saya lihat memang bloggernya udah tingkat dewa, ya. Satu tulisan mereka saja bisa dihargai beberapa juta. Dan itu “WAH” banget buat saya yang masih remahan. Saat yang lain khawatir dengan tulisan di blog yang takut kecolongan, saya sih nggak terlalu gimana-gimana karena memang blog saya masih remahan banget. Sedangkan selama ini saya memang banyak juga pakai sumber dan tulisan dari dalam blog pribadi walau bukan copas, ya.

Saya berharap masalah tersebut bisa segera diselesaikan, karena bagaimanapun, tulisan yang remeh saja tetap ada pemiliknya dan jika diambil tanpa izin tetap saja mencuri. Dan pelanggaran ini tidak hanya dilakukan oleh satu media online saja. Rupanya ada juga yang lain.

Alhamdulillah selama bergabung di sana saya merasa tidak ada masalah dan insya Allah begitu juga seterusnya. Saya hanya menjadi kreator biasa sama dengan teman-teman saya. Saya mendaftar pribadi bukan ditawarkan. Intinya untuk saat ini saya memang sedang menikmati di sana. Dan semoga ke depannya tidak ada masalah berarti.

Oke, kembali soal menulis dengan handphone. Awalnya saya sama sekali tidak tahu caranya menulis di UC News dengan handphone sampai suatu hari saya diminta sharing soal menerbitkan artikel di UC News oleh CEO IIDN. Dan kelabakan dong saya, rupanya banyak teman-teman yang belum bisa log in, salah satu masalah lainnya adalah bukan menerbitkan artikel, tapi log in lewat handphone.

Sempat menjerit dan ketakutan dengan pertanyaan satu ini, rupanya saya bisa memecahkannya bersama teman-teman. Jadi saya sempat browsing dan menemukan kata kuncinya, termasuk harus masuk lewat google chrome, tapi setelah itu masuk kok tampilannya beda? Kok nggak ada tempat untuk menulis artikel? Gapteknya keluar..he.

Dan beruntungnya ada salah satu dari mereka yang mengerti kata kunci lainnya, termasuk dengan mengubah tampilan handphone menjadi desktop. Masalah pun teratasi. Sejak saat itulah kami bergabung dalam satu grup bernama ODOA (One Day One Article).

Jadi, cara menulis artikel di UC News lewat handphone sebenarnya cukup mudah. Teman-teman bisa menulis dulu dan copas nanti di UC News atau langsung masuk ke UC News dan menulis di sana.

Cara masuknya simpel aja,
1.      Masuk UC News lewat google chrome, wajib banget.
2.      Klik UC News dan masuk program UC –Wemedia. Nanti teman-teman akan masuk ke halaman log in. Masukkan email dan seterusnya.
3.      Setelah masuk, teman-teman bisa ubah tampilan handphone supaya seperti laptop dengan klik 3 titik di kanan atas. Pilih tampilan desktop, ya.
4.      Setelah itu teman-teman bisa mulai menulis seperti biasa. Kalau tampilan berubah, silakan dirubah lagi. Begitu seterusnya.
5.      Nah, kalau saya pribadi saat menulis artikel di handphone supaya mudah, saya cari dulu sumber-sumbernya termasuk foto yang akan dipakai saya save dulu. Nanti tinggal ambil dan menuliskan sumber.

Berjalannya waktu, kami pun banyak mempelajari artikel-artikel yang banyak dapat hukuman seperti offline, dikurangi poin kredit, dibekukan akunnya hingga jeritan pilu akibat dibully oleh para komentator..kwkwk. Komenanya serem-serem juga ternyata. Kalau ingat saat itu sih lucu dan lugu banget. Meskipun saya belum pernah tahu rasanya offline, tapi mendengar itu seperti mengerikan sekali.

Sebelum ada peraturan baru saya sudah sempat naik peringkat emas dan mendekati berlian hanya kurang sekian angka saja. Tapi rupanya mau naik ke sana itu susaah banget, lho kalau sudah mulai peringkat emas. Sempat gemes banget tapi sekarang malah dirubah peraturannya tanpa peringkat.

Asyiknya menulis di UC apa, ya? Hm, sebelumnya saya bukan termasuk penulis artikel. Saya cuma penulis resep dan fiksi recehan..he. Saat baru masuk UC, saya baru belajar menulis artikel. Tetapi karena ternyata penulis di UC itu kebanyakan juga bukan penulis, jadi masuknya juga sebenarnya tidak akan terlalu sulit asalkan diperhatikan saja peraturannya, ya. Karena setiap media online punya aturan sendiri.

Nah, lalu bagaimana cara menghasilkannya? Kalau baru masuk sebulan hingga dua, tiga bulan mungkin masih tidak terasa. Tapi jika terus dipelajari pasti teman-teman akan tahu celahnya di mana, bagaimana menghasilkan konten yang disukai dan bermanfaat hingga yang banyak dibully..kwkwkwk.

Saya bersyukur, meski sempat dibully juga, tapi banyak juga yang merasa bahwa tulisan saya bermanfaat. Nah, ini kebahagiaan yang tak ternilai.

Sebelum ada rekomendasi kata “haram”, menulis yang seperti ini "Bukan Cadar, 5 Benda Inilah yang Haram Dipakai Oleh Muslimah Berhijab" dianggap sensitif dan sara. Rupanya setelah ada rekomendasi tema, semua yang dilarang jadi dihalalkan, lho. Nah, enaknya lagi, tulisan kita nggak akan dibaca satu dua orang saja, tetapi bisa ribuan bahkan ratusan ribu. Kalau itu berguna, kurang menyenangkan apa coba? Artikel di atas sudah dibaca lebih dari 40 rb orang. Ada juga artikel saya yang dibaca lebih dari 100 rb orang. Meski angka ini cukup kecil bagi senior, tapi bagi saya ini sudah sangat luar biasa.

Saya yakin, di mana-mana pastilah ada kurang dan lebihnya. Termasuk di sini. Setelah bergabung dengan grup Perempuan Menulis dan menggarap ratusan artikel, rasanya semua itu semakin mudah dijalani dan menyenangkan.

Nah, bagi teman-teman yang ingin tahu bagaimana cara menulis dan produktif lewat handphone, di atas saya sudah memberikan tutorialnya, sisanya silakan teman-teman bersabar mengisi artikel hingga naik poin indeks dan teman-teman akan tahu sendiri hasilnya.

Niatkan untuk menebar manfaat, hasilnya adalah bonus kerja keras. Nah, menulis lewat handphone bukan hanya di UC News, di blog juga dan media lainnya juga bisa. Menulis juga bisa lewat buku. Termasuk dengan menulis kisah-kisah inspiratif seputar ramadhan. Ih, jadi pengen promosi…kwkwk.



Ini buku antologi saya bersama teman-teman yang diterbitkan lewat penerbit Ziyad dan sudah terjual hampir 30 rb buku selama masa pre order saja. Jangan sampai teman-teman tidak memilikinya, ya.

Menulis bukan hanya di blog saja, media online dan buku. Teman-teman juga bisa menulis status yang dijadikan buku. Mentor saya sudah pernah melakukan ini, lho. Asalkan statusnya bermanfaat pastilah bisa jadi tulisan menarik, ya.

Selamat berkarya dan terus semangaat *sambil menyemangati diri sendiri :D

Salam hangat,
www.muyass.com

Travelling Bersama Balita

sumber


Assalamualaikum…
Masya Allah, lamanya saya tidak posting gara-gara sok sibuk dengan kerjaan baru. Padahal kalau diniatkan pastinya bisa posting sehari satu tulisan, ya. Semoga setelah postingan ini saya bisa konsisten lagi mengisi blog. Sayang banget jadi dipenuhi sarang laba-laba.

Saya juga bingung mau cerita apa karena ini sudah larut. Mungkin sedikit saja mengobati kerinduan kemarin setelah pergi ke tanah suci. Mungkin ini bukan soal kisah inspirasi, ya. Ini cuma berbagi saja semoga saja bisa bermanfaat bagi teman-teman yang ingin melaksakan ibadah umrah terutama yang membawa balita.

Rencana ini pun terkesan tiba-tiba dan tidak direncakan sebelumnya. Jadi ketika membayangkan akan membawa satu anak berumur 7 tahun yang sudah lumayan bisa diajak kerja sama, satu lagi harus membawa balita 2,5 tahun yang paling membuat saya kepikiran hingga berhari-hari. Nah, dilemanya di sini.

Tetapi karena akan membuat lebih pusing lagi, akhirnya saya pun memutuskan untuk melupakan yang rumit-rumit dan memilih yang simpel aja. Saya yakin semua akan dimudahkan oleh Allah.

Hingga waktu berangkat alhamdulillah anak-anak dalam keadaan sehat. Kami berangkat menuju Turki dengan Turkish airlines yang sangat ramah banget dengan anak-anak. Perjalanan sekitar 14 jam yang sempat membuat saya nggak bisa membayangkan bakal ngapain aja di pesawat dengan bayi satu ini.

Saya tak akan banyak cerita detail, tetapi sempat ada tragedi menyayat hati ketika kami akan landing setelah perjalanan panjang, si bungsu tiba-tiba menangis keras sampai muntah-muntah. Dan alasannya simpel saja, pengen cuci tangan di kamar mandi. Oh, no…itu satu pesawat pusing dengerin dia nangis dan semua menyangka dia kesakitan. Apa daya saat itu kami sudah mau landing jadi kami biarkan saja dia, dibujuk tidak bisa, dirayu pun sudah tidak mempan. Akhirnya muntah-muntah karena menangis terlalu kuat.

Tarik napas melanjutkan cerita berikutnya. Sepertinya ini bakalan berat, biar esok saja, yaa...he.

Mungkin dilanjutkan esok insya Allah karena sudah larut banget, ya… J

Pada Suatu Sore...

pixabay.com



Pada suatu senja yang pekat, bertabur gerimis serta mendung, sendu itu tiba-tiba saja menghampiri. Di mana pada suatu sore yang sama, kita bertikai dan akhirnya memilih berpisah. Aku tidak berniat pergi, meski langkah kaki semakin menjauh. Ego dan rasa kesal sebab ulahmu membuat pikiran jadi kacau.

Pernikahan kita sudah menua. Jalanan berbatu yang membentang di antara taman mungil dan rumah kita bahkan telah berubah bentuknya. Tak lagi berupa bebatuan yang kadang membuat langkah ngilu. Pekerja itu telah menyulapnya menjadi jalan yang kokoh.

Sayangnya, saat itulah hubungan kita justru merenggang. Aku berdiri pada posisi yang bagiku tak pernah salah. Sedangkan kamu berusaha menyeberangi sungai yang memisahkan antara kita. Selalu berbeda dalam setiap pandangan membuat hubungan kita semakin rumit. Ada saja yang diperdebatkan, termasuk soal siapa yang harus memeriksakan masalah kesehatan. Aku atau kamu, Han?

Aku belum juga hamil pada usia pernikahan yang hampir genap sepuluh tahun. Orang tua serta kerabat sudah kalang kabut, menyuruh bayi tabung hingga yang tergila adalah menikah lagi dan meminta cerai darimu. Katanya di keluarga kami tidak ada keturunan mandul. Sepertinya kamu jadi salah satu yang tertuduh.

Dan sore itu, ketika gerimis memayungi kita, aku sempat mendengar jika kamu sudah lelah dengan hubungan ini. Meminta segera berpisah karena tak tega melihatku sering ditekan oleh orang tua. Apalagi kalau bukan soal momongan. Bagiku perkataanmu membuat darah mendidih.

Han, ini bukan soal aku bisa hamil atau kamu yang mandul. Ini soal seberapa besar kesetiaan kita setelah ikatan sakral itu didapat. Bagaimana kamu bisa meminta kita berpisah, sedangkan dalam hati kecil masih menginginkan kebersamaan yang indah? Aku bisa melihat dari pandanganmu. Masih sehangat ketika pertama kali bertemu.

Tidak ada yang salah dengan hubungan kita. Justru kamulah yang telah membuat retak hati serta perasaanku. Di ranjang berwarna kelabu dan aroma obat-obatan, aku mengingat semua perjuangan yang pernah kita lakukan bersama.

Jika Tuhan tidak pernah berkehendak, apapun yang kamu usahakan atau yang aku minta tak akan pernah terjadi. Salahnya kita berdua kadang tidak memahami hal itu. Sudah seminggu aku tak lagi bisa menghubungimu. Sebab pertengkaran kecil kemarin. Karena aku marah dan kamu menganggap aku menerima semua pendapatmu. Padahal aku pergi hanya karena kesal, kesal dengan kekanakanmu. Sejak kapan kita boleh seperti ini?

Gerimis di luar semakin menderas. Sedang apa kamu di sana, Han? Rindu ini sudah mendayu-dayu ingin bertemu. Kabar gembira akan membuat hubungan kita semakin membaik. Jangan khawatirkan soal keturunan, tanpa itu pun aku bahagia bersamamu. Perjalanan ini bukan hanya soal itu. Sebab cinta yang kemarin masih beraroma sama. Tidak sedikit pun berkurang meski telah ditempa badai.

Han, aku tak ingin banyak berkata ketika menatapmu. Aku ingin menikmati lekuk wajahmu yang biasa membangunkan tidurku. Dan perkataan pertama yang ingin kulontarkan hanya satu, Han. Aku hamil. Ini anak kita. Ketika kamu dan aku hampir putus asa, di sanalah Tuhan mengabulkan semuanya.

Dan ketika Rasti membuka matanya yang sembab, nampak seorang pemuda berwajah tampan berdiri dengan mata berembun. Lelaki itu tak menanyakan apapun kecuali memeluk istrinya yang terbaring di ranjang rumah sakit. Ya, dialah Burhan. Lelaki yang selalu Rasti ceritakan dalam mimpi-mimpinya. Lelaki yang membuat gerimis jadi pelangi. Lelaki yang tak pernah sempat memuji wanita lain, sebab setia itu terpatri di dalam hatinya. Lelaki itulah yang membuat Rasti menangis setiap sore. Dan kini lihatlah, dia sudah kembali dan berjanji tak akan pernah pergi lagi…

Turki dan Kehangatan di Dalamnya




Dua minggu terakhir benar-benar tidak bisa posting karena kebetulan sedang pergi bersama keluarga tercinta. Mungkin pengalaman ini bisa menjadi sesuatu yang juga menyenangkan ketika teman-teman membacanya. Meski kadang saya nggak banyak nyambungnya dalam perjalanan, tetapi setidaknya ada kisah-kisah kecil yang masih nyangkut di kepala..he.

Beberapa hari yang lalu sempat mengunjungi negara Turki yang megah dan ramahnya luar biasa. Entah kenapa saya sangat terkesan dengan orang Turki, mereka sangat hangat terutama kepada anak-anak. Pengalaman semacam ini bukan hanya saya dapat ketika berada di Turki saja, ketika bertemu salah satu staf Swissotel (asli orang Turki), Mekkah, beliau pun melakukan banyak hal menurut saya di luar kebiasaan orang lain. Mungkin teman-teman merasa ini hal biasa, tetapi bagi saya ini spesial banget..he.

Ketika mampir ke toko-toko yang menjual banyak aksesori di Turki, pedagang selalu nyamperin anak-anak, sampai ada yang berfoto sama si bungsu, ada yang nyamperin bawa kue, dan itu yang nyamperin bukan cuma cewek saja, lho. Justru mereka pria penjaga toko yang kalau di daerah kita sudah pasti nggak akan segitunya sama anak-anak.

Kejadian yang sama juga terjadi ketika di Mekkah, setiap melaksanakan shalat kadang saya berdampingan dengan orang Turki, ada yang ambil foto si bungsu hingga ngasih kue bahkan sampai mau gendong. Ini pasti bukan karena anak saya yang terlalu imut kayak emaknya yaa (nggak banget emaknya :D). Pastinya karena memang mereka memiliki kekhasan yang nggak dimiliki oleh orang lain.

Begitu juga ketika bertemu salah satu staf di restoran Swissotel. Beliau mengusap kepala si bungsu, mencium sampai-sampai mencium tangannya dan menyuruh pelayan mengambil kursi bayi yang kemudian ditolak sama si kecil. Saya nggak bisa menggambarkan betapa hangatnya suasana saat itu, ya. Terlebih ada satu kejadian lagi ketika si sulung menjatuhkan botol garam. Ceritanya dia senang sekali makan nasi biryani ditaburi garam. Akhirnya bolak balik ambil garam dan kemudian tanpa sengaja terjatuh.

Orang yang sama nyamperin dan mengatakan bahwa itu bukan masalah. Dia mengusap kepala si sulung dan menciumnya. Mungkin bapak dan emaknya aja nggak segitunya..he. Jadi malu kan :D

Masya Allah, negeri Turki itu menusuk hati. Bukan hanya karena dinginnya luar biasa, tetapi juga karena banyak kenangan indah tersimpan bersama orang-orang baru yang sebelumnya tidak pernah saya kenal.

Ingin menceritakan lebih banyak lagi, tetapi mungkin bukan sekarang *sambil ngelus cucian segunung :D

Sebelumnya saya tidak pernah bermimpi akan datang ke sana, hanya punya keinginan ingin pergi umrah bareng keluarga kecil saja. Rupanya Allah kabulkan lebih dari yang saya inginkan. Bagi saya, bermimpi, berkeinginan itu bukan sesuatu yang mustahil. Saya percaya, mimpi itulah yang akan memulai semuanya. Allah yang mampukan, Allah yang wujudkan meski kadang saya anggap mustahil pada saat itu. Ada banyak cerita menarik tapi mungkin bakalan saya ceritakan pada lain kesempatan, tugas negara menunggu dan menumpuk..he.

Terima kasih telah berkenan membaca, semoga mimpi teman-teman terwujud nyata!

Custom Post Signature

Custom Post  Signature