Tips Traveling Tetap Menyenangkan Bersama Si Kecil

Thursday, September 7, 2023

Tips Traveling Tetap Menyenangkan Bersama Si Kecil
Photo by jeshoots.com on Unsplash


Waktu si Kakak berusia 7 tahunan, kami memberanikan diri mengajak dia umroh dan jalan-jalan ke Turki selama beberapa hari. Selain Kakak, saya juga mempunyai satu batita yang baru berusia 2 tahunan. Sempat kepikiran, gimana caranya kami pergi umroh sambil bawa bocil gini? hihi. Asli, saya takut mereka rewel di perjalanan yang nggak sebentar. Mudik aja repot, apalagi ini?


Namun, karena sudah mempersiapkan semua dengan baik, saya tawakkal saja pada Allah. Si bungsu memang sempat rewel waktu di pesawat dan nggak mau digendong ayahnya ketika kami umroh, tapi ya sudahlah itu jadi bagian unik yang kami nikmati juga...kwkwk. Kalau nggak dibawa pergi, kami juga pasti kepikiran gimana mereka di rumah?


Karena umroh kemarin terlalu riweh, saya jadi kepikiran untuk ajak anak-anak lagi setelah usia mereka sudah lebih besar. Pengin menikmati ibadah bareng di saat mereka juga paham nikmatnya beribadah di tanah suci. Apalagi setelah melihat si Kakak yang masuk pesantren, sudah mau salat sunnah tanpa disuruh, rasanya nyes banget pengin saya bawa umroh lagi...kwkwk.


BTW, traveling bersama si kecil memang bisa jadi pengalaman yang luar biasa. Namun, bisa juga menjadi tantangan yang besar. Untuk memastikan liburan kita berjalan lancar dan menyenangkan, ada beberapa tip dan panduan yang perlu teman-teman pertimbangkan sebelum, selama, dan setelah melakukan perjalanan bersama si kecil. Saya akan share beberapa saran berharga untuk membantu teman-teman merencanakan perjalanan yang menyenangkan bersama keluarga tercinta.


Tips Traveling Tetap Menyenangkan Bersama Si Kecil
Photo by Alvin Mahmudov on Unsplash


1. Rencanakan dengan Matang


Sebelum teman-teman berangkat, rencanakan perjalanan dengan matang. Ini termasuk memilih destinasi yang sesuai dengan kebutuhan dan minat si kecil. Pastikan kita punya rencana perjalanan yang fleksibel sehingga dapat menyesuaikannya jika diperlukan.


Dulu, selain memang diajak umroh bareng keluarga besar lainnya, peri ke Turki juga jadi pengalaman yang menyenangkan buat anak-anak. Mereka bisa naik kereta gantung di Uludag, main salju, dan jalan-jalan dengan keluarga lain yang masih seusia mereka. Meski mereka tak sepenuhnya paham dengan perjalanan umrohnya, tapi jika ditanya sekarang, mereka cukup menikmati perjalanan seminggu lebih beberapa tahun lalu.


Mereka juga antusias banget pengin balik umroh dan ke Turki. Mengulang pengalaman waktu kecil dulu yang mereka rasa sangat menyenangkan. Kalau tempatnya sesuai, kegiatannya cocok buat anak-anak, kenapa nggak, kan?


2. Pilih Akomodasi yang Sesuai


Saat memesan akomodasi, pertimbangkan kenyamanan dan keamanan anak kita. Hotel atau apartemen dengan fasilitas keluarga seperti kolam renang, dapur, atau area bermain dapat menjadi pilihan yang baik.


Sempat beberapa kali kami mengisi liburan ke Bandung beberapa waktu lalu dan menginap semalam di sana. Ternyata, traveling singkat begini juga cukup menarik buat anak-anak. Namun, karena rencananya cukup mendadak, kami kehabisan tiket kereta ke Jakarta dna terpaksa naik kelas ekonomi yang ternyata lumayan bikin pegel buat anak-anak. Karena sudah pengalaman seperti ini, kami jadi lebih hati-hati ketika mau liburan ke luar kota lagi, terutama ketika tidak membawa kendaraan pribadi.


3. Bawa Perlengkapan Penting


Jangan lupa membawa perlengkapan penting seperti popok, botol susu, makanan bayi, dan obat-obatan jika diperlukan. Selalu bawa lebih banyak daripada yang kita butuhkan, khususnya jika teman-teman tidak yakin apakah barang-barang tersebut tersedia di tempat tujuan.


Meski anak-anak sudah cukup besar, tapi saya selalu rempong dengan bawaan seperti ini. Saya orangnya mudah panik, jadi sebisa mungkin semua hal dipersiapkan dengan baik di rumah sebelum melakukan perjalanan. Ketika kita traveling, mungkin ada kondisi yang tak dapat dihindari sehingga membawa perlengkapan banyak bisa sangat membantu ketika benar-benar dibutuhkan.


4. Jadwalkan dengan Bijak


Perjalanan dengan anak kecil seringkali memerlukan jadwal yang lebih fleksibel. Jangan terlalu banyak mengisi jadwal dengan aktivitas karena anak kita mungkin membutuhkan istirahat. Juga, pertimbangkan perbedaan zona waktu jika hendak bepergian ke tempat yang jauh.


Kegiatan yang terlalu padat selama traveling bukan hanya membuat kita capek, tapi juga membuat anak-anak kelelahan dan rentan sakit. Waktu kami ke Turki, agendanya cukup padat karena kami hanya beberapa hari di sana, selebihnya menghabiskan lebih banyak waktu ketika umroh. Anak-anak sempat demam dan pilek. Alhasil, rasanya kurang menyenangkan selama kami keliling beberapa wisata di Turki. Sibuk sama hidung yang meler serta suhu yang sangat dingin..kwkwk.


5. Kenali Aturan Keamanan di Tempat Tujuan


Sebelum berangkat, pelajari aturan keamanan di tempat tujuan, termasuk bagaimana cara mengamankan kursi mobil untuk anak-anak, jika kita bepergian dengan mobil. Pastikan teman-teman juga mematuhi semua peraturan dan rekomendasi keselamatan.


Jika memutuskan melakukan perjalanan ke luar negeri, saya pribadi lebih memilih menggunakan jasa travel ketimbang keteteran di tempat tujuan. Meski harganya lebih mahal, tapi di sana kita sudah dibantu dan tidak kerepotan lagi. Sempat terbesit pengin juga umroh mandiri ala backpacker karena melihat harganya yang murah banget, tapi suami nggak setuju...kwkwk. Memang lebih nyaman bayar lebih, tapi sudah tenang sampai di sana.


6. Persiapkan Aktivitas untuk Anak


Sediakan berbagai aktivitas yang dapat menghibur anak-anak selama perjalanan. Buku, mainan, dan permainan ringan dapat membantu mengatasi kebosanan mereka. Apalagi jika perjalanan cukup panjang, selain hanya tidur, anak-anak juga butuh hiburan lainnya supaya nggak bosan.


Bawaan buat anak-anak memang lumayan banget apalagi jika masih balita, ya. Inilah risikonya membawa bayi dan anak kecil traveling. Repot, tapi benar-benar menyenangkan.


7. Pertimbangkan Kesehatan Si Kecil


Pastikan anak kita dalam kondisi kesehatan yang baik sebelum perjalanan. Konsultasikan dengan dokter jika perlu, dan pastikan teman-teman membawa obat-obatan yang mungkin diperlukan selama perjalanan.


Kedua anak saya ada riwayat kejang demam sejak usia 2 tahun. Jadi, melakukan perjalanan jauh saat mereka kecil benar-benar bikin khawatir. Makanya, saya selalu sedia obat, terutama stesolid rektal khusus diberikan ketika anak sedang kejang. Jujur saja, jika teman-teman sudah sering mampir di blog ini, saya termasuk ibu yang nggak panikan ketika anak kejang demam. Saya tahu harus bagaimana dan mesti mengambil reaksi seperti apa.


Sejauh ini, saya tidak pernah mengizinkan anak kami rawat inap karena kejang demam. Tentunya saya sudah tahu kondisi darurat seperti apa yang mengharuskan mereka rawat inap setelah kejang demam. KD atau kejang demam itu nggak bahaya asal memang murni kejang demam. Lha jadi bahas kejang demam...kwkwk.


8. Pertimbangkan Makanan Untuk Si Kecil


Jika anak kita punya pantangan atau alergi makanan, pastikan teman-teman membawa makanan yang sesuai. Selalu periksa menu restoran atau toko makanan untuk opsi yang aman bagi si kecil. Selain itu, terkadang menu restoran yang kita datangi nggak sesuai buat anak-anak. Waktu sarapan di Turki, kami langsung makan di restoran, bukan di hotel. Menunya nggak cocok buat anak-anak saya karena mereka nggak terbiasa aja dengan menu itu. Ada roti kering, yogurt, telur rebus, buah zaitun, dll. 


Jika kita membawa stok makanan sendiri buat anak-anak, saya rasa ini akan sangat membantu terutama bagi mereka yang suka pilih-pilih makanan.


9. Sabar dan Fleksibilitas


Terakhir, tetap tenang dan fleksibel selama perjalanan. Anak kecil kadang-kadang dapat menjadi rewel atau tidak nyaman selama perjalanan, jadi bersiaplah untuk menghadapinya dengan sabar. Kalau kita dapat bekerja sama dengan pasangan, insya Allah akan lebih mudah mengatasinya.


Liburan bersama anak-anak adalah hal menyenangkan, tapi juga mesti dipertimbangkan repotnya jika tak disiapkan dengan matang.


Traveling bersama anak kecil mungkin memerlukan sedikit perencanaan ekstra, tetapi dengan persiapan yang baik, kita dapat menciptakan kenangan indah bersama keluarga. Dengan mengikuti tip dan panduan di atas, teman-teman dapat memastikan perjalanan bersama si kecil berjalan dengan lancar dan menyenangkan.


Salam hangat,


Comments

  1. Ini dulu sempet aku pikirin banget pas awal2 anak masih kecil. Mengingat aku dan suami memang rutin traveling mba. Jadi pas punya anak, udh pengen kami latih sejak bayi utk jalan. Awalnya domestik, tapi ga kira2 langsung ke Sibolga, yg mana pesawatnya delay Mulu 🤣🤣.

    Tapi setelah domestik anak2 biasa, baru deh luar negeri. Kalo kakanya udh biasa di ajak ke jeoang, Korsel, atau Negara2 tetangga. Adiknya baru negara tetangga doang 😅. Nanti aku mau ngajakin juga ke negara yg lebih jauh penerbangannya. Biar badan mereka terbiasa dan ga rewel. Tapi memang selama ini, mungkin Krn nurun dari passion kami yg suka traveling, anak2 pun jarang rewel.

    Kalo obat2an pastinya wajib bawa juga.dan segala vitamin supaya imun tubuhnya ttp kuat di negara lain

    ReplyDelete