Top Social

Membangun Budaya Sadar Bencana Sejak Dini: Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita

budaya sadar bencana
Budaya sadar bencana sudah seharusnya dimulai sejak dini (Foto: Pexels)


Bencana alam di Indonesia seakan tidak ada habisnya. Saking sering dan beragamnya bencana yang terjadi di tanah air, Indonesia bahkan dijuluki sebagai supermarketnya bencana, lho.

Mulai dari bencana gempa bumi, tsunami, banjir, hingga bencana lain yang setiap saat seolah mengintai daerah-daerah tertentu di Indonesia. Sebagai warga Indonesia, kita pasti khawatir dan was-was jika sewaktu-waktu terjadi bencana yang tidak diinginkan. Sebab yang namanya bencana, sudah pasti datang tanpa diharapkan, tiba-tiba, membuat panik, bahkan menimbulkan trauma yang mendalam. Sayangnya, meskipun Indonesia sudah mengalami beragam bencana alam, masyarakat belum sepenuhnya paham bagaimana menghadapinya.

Budaya sadar akan bencana di Indonesia masih sangat minim. Selain kurangnya edukasi di dalam masyarakat, menumbuhkan budaya sadar bencana dalam kehidupan sehari-hari juga bukan hal yang mudah. Butuh waktu dan usaha dari semua pihak supaya setiap masyarakat, terutama yang tinggal di daerah-daerah rawan bencana punya kesiapan lebih untuk menyelamatkan diri.

Apa Definisi Bencana Itu?


budaya sadar bencana
Bencana terjadi bisa disebabkan oleh beberapa faktor (Foto: Pexels)

Menurut undang-undang no. 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, disebutkan definisi bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.

Dari definisi di atas, kita bisa mengetahui bahwa yang namanya bencana bisa disebabkan oleh banyak faktor. Mulai dari faktor alam, nonalam, dan manusia. Salah satu yang akan kita bahas adalah bencana alam yang akhir-akhir ini sering menghantui wilayah-wilayah di Indonesia.

Kenapa Indonesia Sering Mengalami Bencana Alam?


budaya sadar bencana
Indonesia sebagai titik pertemuan lempeng bumi berpotensi menyebabkan berbagai jenis bencana alam (Foto: Pexels)

Indonesia sebagai titik pertemuan lempeng bumi, yakni 3 titik lempeng mayor dan 1 lempeng minor menyebabkan negara kita rawan terkena bencana alam akibat gerakan lempeng bumi tersebut. Gempa bumi, gunung meletus, dan gunung berapi bisa terjadi kapan saja tanpa bisa dihindari.

Dengan kondisi fisik Indonesia yang tidak bisa terelakkan, sudah seharusnya kita dan seluruh masyarakat menyadari akan pentingnya membangun budaya sadar bencana sejak dini. Edukasi tentang pentingnya budaya sadar bencana sudah harus disosialisasikan bahkan bagi anak sekolah sekalipun.

Penting untuk mengetahui kondisi wilayah terutama tempat tinggal dan potensi bencana alam yang bisa saja terjadi. Jika setiap orang mengerti dan memahami akan pentingnya budaya sadar bencana sejak dini, maka jumlah korban jiwa akibat bencana alam seharusnya bisa diminimalisir.

Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita


budaya sadar bencana
Jangan merusak alam (Foto: Pexels)

Sudah bukan rahasia lagi jika saat ini kondisi alam yang buruk terjadi kebanyakan disebabkan ulah tangan manusia sendiri. Sifat rakus dan selalu ingin mengambil keuntungan tiada henti membuat sebagian dari kita lupa diri. Alam butuh dijaga. Adanya bencana alam yang terjadi bahkan sedang mengintai di mana-mana, tidak lain dan tidak bukan disebabkan oleh tangan-tangan jahil manusia sendiri.

Kerusakan alam semakin hari semakin besar dan makin lama semakin sulit dihindari. Alam marah itu bukan hayalan. Jika kita tidak memahami kondisi alam, maka tentu saja alam tidak mau berkompromi terhadap manusia. Mari kita jaga alam, alam jaga kita

Bisa dimulai dari hal paling kecil dengan tidak membuang sampah sembarangan. Sebagian orang sudah mengurangi penggunaan sampah plastik, tetapi mirisnya justru sebagian yang lain bahkan belum bisa membuang sampah pada tempatnya.

Kenali Bahayanya, Kurangi Risikonya


budaya sadar bencana
Kenali tanda-tanda terjadinya bencana alam (Foto: Pexels)

Saya pribadi tidak bisa membayangkan, bagaimana jika bencana alam seperti gempa hebat dan tsunami yang belakangan sering menghampiri beberapa wilayah di Indonesia terjadi pada kita. Jika tidak mengalami sendiri, kadang kita kurang peka dan tidak awas. Jarang sekali di antara kita yang benar-benar siap ketika tertimpa bencana alam. Kelabakan, panik, tidak tahu harus lari ke mana serta tidak mengerti tindakan apa yang mesti dilakukan ketika bencana alam itu datang adalah hal yang umum kita lihat.

Maka, sejak awal tidak ada salahnya jika kita mulai mempelajari tanda-tanda bencana alam terutama yang berpotensi besar terjadi di wilayah kita. Tentu saja tidak ada yang benar-benar ingin bencana alam menghampiri, tetapi adanya kesiapan tentu membuat semuanya jadi lebih baik. Mari bersama kenali bahayanya, kurangi risikonya.

Tanda-tanda akan datangnya bencana alam biasanya dapat diketahui sejak dini oleh masyarakat. Misalnya dengan turunnya hewan-hewan dari gunung menuju pemukiman warga menunjukkan akan terjadi hal buruk seperti gunung meletus. Tanda-tanda alam seperti ini sudah semestinya dipahami sehingga semua orang bisa segera mengevakuasi diri dan keluarganya menuju tempat yang lebih aman.

Setiap Individu Harus Mengerti Pentingnya Budaya Sadar Bencana Sehingga Lahir Generasi Siap untuk Selamat


budaya sadar bencana
Semua orang harus berperan aktif mengedkasi semua lapisan masyarakat tentang pentingnya budaya sadar bencana
(Foto: Pexels)

Setiap orang tentu saja tidak bisa memastikan apa yang akan terjadi beberapa waktu ke depan. Mengingat kondisi wilayah Indonesia yang layak disebut laboratorium bencana terbesar di dunia, maka sudah sepantasnya kita mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi bencana apa pun yang nantinya bisa saja terjadi.

Tidak bisa hanya berpangku tangan, di zaman secanggih saat ini, kita bisa mulai mencari sebanyak-banyaknya informasi sehingga bisa segera dipelajari dan ke depannya diharapkan bisa disampaikan juga pada masyarakat luas.

Informasi seputar edukasi akan pentingnya budaya sadar bencana bisa disampaikan melalui media sosial, obrolan ringan dengan sahabat dan kerabat, serta menulis di halaman blog. Banyak cara sederhana bisa dilakukan, lho. Dan setiap dari kamu bisa ikut berperan serta. Dari hal sederhana ini, diharapkan lahirlah generasi siap untuk selamat. Membangun budaya sadar bencana bukan hanya tugas pemerintah, melainkan juga tugas kita sebagai masyarakat. 

Mari ikut berperan serta dalam menumbuhkan budaya sadar bencana di lingkungan terkecil, dimulai dari keluarga dan orang-orang terdekat. 

#TangguhAwards2019 #KitaJagaAlam #AlamJagaKita #KenaliBahayanyaKurangiRisikonya #BudayaSadarBencana #SiapUntukSelamat

Salam,


2 comments on "Membangun Budaya Sadar Bencana Sejak Dini: Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita"
  1. Bisa dimulai dgn hal2 sepele spt ga membuang sampah sembarangan, di jkt kasus banjir jd langganan, timbunan sampah yg ga beraturan juga jd salah satu penyebabnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak...miris banget. Kesadaran buat buang sampah pada tempatnya ini masih sangat kurang di sini...

      Delete

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Custom Post Signature

Custom Post  Signature