Top Social

Bukan Sekadar Menyambangi Kampung Halaman, Ini Arti Mudik Bagi Seorang Perantau

mudik
Mudik bukan hanya sekadar rutinias tahunan bagi seorang perantau, ada alasan lebih yang membuat semua perantau begitu bersemangat untuk segera pulang ke kampung halaman (Foto: pexels)


Saya tinggal dan menetap di Jakarta sudah sejak 2009 silam. Baru menikah beberapa bulan, rutinitas baru sebagai perantau yakni mudik telah dilakukan. Mungkin kebanyakan orang-orang di sekitar saya bertanya-tanya (pastinya orang yang hanya mengenal sepintas lalu), Muyass ngapain di Jakarta? Anak kampung ngapain di Ibu Kota?

Lucu, sih, ada orang yang sampai bertanya langsung pada saya bahkan termasuk urusan pribadi yang mestinya hanya ditanyakan oleh orang terdekat. Saya di Jakarta karena ikut suami. Suami saya sudah sejak lulus kuliah diterima bekerja di sebuah perusahaan asing di Jakarta. Dia sudah lebih dulu merantau.

Meski ada yang menyebut kami pacaran sebelum menikah (karena kami lulus dari SMA yang sama), nyatanya jarak usia kami terpaut sangat jauh. Dan sebelum menikah, kami hanya bertemu sekali kemudian resmi di-khitbah dan akhirnya menikah. Masya Allah, memang sesimpel itu pertemuan kami berdua. Netizen bolehlah membuat cerita berbeda sesuai keinginan mereka…haha.

Walaupun tinggal di Ibu Kota, bukan berarti kami merasa jadi orang hebat. Apa bedanya hidup di kampung halaman dengan di Ibu Kota? Kok, bagi saya yang awam sama aja, ya. Makan masih nasi, sayuran masih jenis bayam dan kangkung juga yang dikonsumsi, lalu apa yang membedakan? Pandangan orang-orang saja yang berbeda terhadap seorang perantau.

Kok, bahas sesuatu yang serius seperti ini, sih? Haha. Kadang seorang blogger butuh curhat terselubung, Sodarah…kwkwk. Kembali lagi ke topik tentang mudik. Apa, sih, arti mudik bagi kamu yang merupakan perantau, baik di luar kota ataupun luar negeri?

Kamu yang merantau pasti tahu, mudik bukan hal mudah. Tidak hanya sekadar memesan tiket pesawat, kemudian terbang ke kampung halaman. Tidak sesimpel itu. Buat mudik, kita harus jauh-jauh hari memesan tiket, perjuangan banget membeli tiket mendekati lebaran, selain harganya yang Subhanallah, kadang kita nggak dapat juga waktu yang tepat.

Bahkan tahun ini rasanya menjadi sejarah tersendiri. Yess! Tiket pesawat murah bingits, Sodarah…haha. Sampai-sampai tagar #tiketpesawattidakmahal trending di twitter beberapa minggu lalu. Saking nggak wajarnya itu harga tiket. Dan tahun ini, saya pun memilih naik kereta untuk mudik.

It’s oke! Semua harus dinikmati. Bawaan harus dibikin simpel dan sedikit ketimbang saat naik pesawat. Sekarang anggap saja lagi backpakeran gitu, ya…haha. Sebenarnya agak deg-degan juga mudik tahun ini. Baru kali ini bawa dua anak naik kereta. Semoga mereka betah selama dalam perjalanan.

Soal mudik naik apa, mungkin bukan sesuatu yang terlalu penting untuk dipikirkan. Masalahnya, mudik tahun ini tidak selama seperti tahun sebelumnya. Bukan saya kecewa karena nggak bisa makan Cwi Mie Malang lebih lama, tetapi karena orang tua, terutama Ibu yang sedikit kecewa, Wah, tahun ini bentar banget pulangnya, ya? Kira-kira seperti itu komentarnya. Belum lagi dalam 10 harian itu saya harus keliling ke sana kemari.

Sepuluh hari disebut sebentar? Haha. Iya, biasanya saya mudik sampai 17 harian…kwkwk. Lama banget. Kamu pasti tahu sendiri, yang bikin kita pengen cepat mudik pastinya karena ingin bertemu orang tua, yang lain mungkin bisa dinomorduakan.

Lalu, apa arti mudik buat saya?

Mudik Demi Melepas Rindu pada Orang Tua

Gimana rasanya berpisah dengan orang tua? Apalagi jika sejak awal, kitalah yang paling diharapkan untuk tinggal bersama mereka? Rasanya hancur hati ini. Bukan lebay, tetapi sejak awal saya dan orang tua nggak membayangkan jika pada akhirnya saya harus menikah dengan orang Malang, tetapi malah harus pindah ke Jakarta.

Awalnya orang tua nggak rela, tetapi pastinya demi kebahagiaan kami, beliau merelakan juga. Saya sangat yakin, apa yang saya dapatkan sekarang, kebahagiaan, pencapaian target, berhasil meraih impian, merupakan doa yang sering dilangitkan oleh orang tua, bukan semata-mata hanya karena usaha saya.

Saat mau lebaran, orang tua paling hapal, kapan kita akan pulang. Sampai segitunya. Semua dipersiapkan, padahal kita aja yang mau mudik malah santai-santai, ‘kan? Rasanya tak ada alasan lain selain ingin bertemu orang tua saat mudik.

Waktu Paling Tepat untuk Menyambangi Kampung Halaman

Sebab saat lebaran, anak-anak dan suami liburnya samaan. Berbeda ketika libur kenaikan kelas atau selepas ujian semester, liburnya sering nggak bareng. Sedangkan saya sendiri tidak mungkin pulang ke kampung halaman tanpa suami. Alhasil, mudik hanya dilakukan saat lebaran, ketika mereka yang sekolah dan bekerja sama-sama libur.

Liburan!

Haha. Semangat banget ketika mengetik subjudul satu ini. Iya, benar, mudik juga jadi liburan yang hanya terjadi saat lebaran saja. Pulang kampung biasanya nggak hanya sekadar di rumah, kalau bisa ngajak orang-orang terdekat jalan-jalan dan makan-makan. Jangan sampai momen kebersamaan itu disia-siakan.

Saya pribadi lebih senang tinggal di rumah, karena dengan begitu, saya bisa berlama-lama menemani Ibu. Jika pun ingin pergi, yang dekat-dekat saja sekalian mengajak orang tua jalan. Karena termasuk pribadi yang introvert banget, saya memang nggak suka banyak jalan dan bertemu orang-orang baru. Mau di rumah saja atau jalan ke luar, yang namanya mudik tetaplah menjadi liburan tersendiri.

Mudik menjadi budaya bagi kita yang merantau. Selalu spesial pakai dua telur setiap kali mendekati lebaran. Jika tidak mudik, lebaran rasanya sepi. Di Jakarta, paling hanya ramai saat hari lebaran pertama saja. Selebihnya karena tidak memiliki kerabat dekat, lebaran rasanya hambar parah…haha.

Lalu, bagaimana dengan kamu? Adakah alasan istimewa yang menyebabkan kamu ingin segera mudik tahun ini?

Salam,
6 comments on "Bukan Sekadar Menyambangi Kampung Halaman, Ini Arti Mudik Bagi Seorang Perantau"
  1. Ga ada hal yg lebih menyenangkan bagi anak rantau selain mudik, aduh can't wait to go home next week

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah samaan, saya pun mudik Insya Allah minggu depan..semoga selamat sampai tujuan dan menyenangkan pastinya :)

      Delete
  2. semangat para perantau..
    kalo aku mudik untuk nengok nenek di kampung, terus liburan deh.. hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asyik banget, ya...di kampung halaman sekarang tinggal orang tua...dan itulah satu-satunya penyemangat untuk kami pulang...

      Delete
  3. bentar lagi mudik..
    kangen suasana kampung, rindu orangtua, rindu masakan mamah. sabarr seminggu lagi yes!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sabar, ya, Mbak...saya pun mudiknya masih minggu depan... :D

      Delete

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Custom Post Signature

Custom Post  Signature