Top Social

Disa Prima Wisata, Solusi Aman dan Nyaman Laksanakan Ibadah Umroh Tanpa Hambatan



Sebenarnya, saya belum mengenal Disa Prima Wisata atau DPW ketika hendak umroh dan ke Turki pada 2018 lalu. Saya dan suami memang memakai travel DPW yang sebenarnya domisilinya di Malang bukan di Jakarta. Alasannya karena kami memang berangkat bersama rombongan dari Malang dan terima beres saja pokoknya. Koper-koper dan perlengkapan umroh semua dikirim ke Jakarta saat itu.

Ternyata, DPW atau Disa Prima Wisata ini milik seorang dokter yang mengenal baik kerabat kami di Malang yang tak lain adalah rekan sesama dokter juga. DPW ini berdiri di bawah naungan Disa Coorp yang bergerak di bidang pelayan kesehatan melalui Rumah Sakit Prima Husada Malang sejak 2005 silam.

Pertama kali bertemu owner-nya ketika tiba di bandara Soekarno Hatta, Tangerang. Itu kali pertama kami bertemu dan bertatap muka secara langsung. Wah, Masya Allah, ramah banget dan kekinian. Itulah yang pertama terlintas di kepala ketika pertama kali bertemu…hihi.


Kebetulan rombongan kami yang berangkat ke Turki dulu sebelum umroh dipenuhi oleh anak-anak usia di bawah 10 tahun. Hampir semua berusia antara 2-8 tahunan saat itu. Kebayang ramai banget sama anak-anak dan rempong. Saya sendiri bersama bungsu yang berusia 2,5 tahun serta di sulung yang sudah 7 tahun.

Awalnya mikir bakalan kerepotan banget karena nggak pernah membayangkan bakalan berangkat ke Turki tanpa transit pula. Gimana mereka di pesawat selama hampir 12 jaman. Gimana mereka tidur, apakah akan rewel atau nggak? Bayangan seperti itu sempat hinggap di kepala saya dan jujur saja bikin agak panik. Tapi, sekali lagi, ini bukan sesuatu yang mudah dicapai oleh hampir semua orang. Jadi, kenapa saya harus pusing untuk sesuatu yang belum jelas akan terjadi? Jadi, saya memutuskan menenangkan diri dan pasrah pada Allah, Insya Allah semua akan dimudahkan oleh Allah.

Pelayanan dan pendampingan maksimal

Kenangan di Uludag, Turki
Merasa sangat beruntung karena bisa berangkat bersama keluarga kecil kami, lengkap pula tanpa ada yang ditinggal buat jagain rumah…hehe. Karena tidak ikut pendampingan selama di Malang, saya dan suami sudah belajar di rumah sejak jauh-jauh hari mengenai proses ibadah umroh. Kami berusaha semaksimal mungkin memanfaatkan waktu yang ada untuk belajar mengenai banyak hal yang mungkin belum kami ketahui. Ini adalah kali pertama kami berangkat umroh dan harus membawa serta juga anak-anak.

Kami berangkat malam hari dari bandara Soekarno Hatta, Tangerang menuju Turki dengan pesawat Turkish Airlines. Pelayanan dari Turkish Airlines sangat maksimal nyamannya. Anak-anak dapat mainan bejibun tiap naik pesawat. Awak Kabin sangat ramah terutama pada anak-anak.

Sedangkan untuk pendampingan dari pihak DPW menurut saya sangat maksimal. Saya merasakan betul ketika kami ke Raudhoh dan berdesakan dengan banyak orang. Nggak bakalan ada yang mau kalah, deh. Di situ pemilik DPW langsung yang membantu kami, menjaga hingga satu per satu dari kami selesai melaksanakan shalat di sana. Bahkan sempat terjadi tragedi di mana beliau harus dimarahi dan diludahi oleh jamaah dari luar Indonesia karena orang tersebut nggak mau antre. Bingung juga, ngapain mau ibadah, kok malah nyakitin orang? Meski setelahnya dia minta maaf, tapi tetap saja itu nggak akan terlupakan. Kami dari rombongan DPW berusaha membantu mereka yang sudah sepuh untuk bisa bergantian shalat. Kebayang drama banget, abis dari Raudhoh nangis bombay saya…haha.

Buat yang masih muda, kita bisa melakukan banyak hal sendiri. Sedangkan bagi jamaah yang sudah lanjut usia, akan butuh pendampingan lebih. Pemilik DPW sering menunggu dulu sampai jamaahnya selesai shalat. Didampingi betul-betul bahkan sampai dilipatkan mukenanya. Karena melihat secara langsung, saya jadi terenyuh. Memang beliau setahu saya lebih banyak membantu daripada mengambil untung. Kalau nyari kaya, beliau mah udah kayah rayah banget, Gaess…haha.

Saat di Turki, kami beberapa kali pindah hotel. Yang masih saya ingat yakni hotel Titanic di Turki. Kenapa harus pindah-pinda hotel? Kayaknya ini diperhitungkan untuk menghemat waktu karena setiap hari kami harus pindah-pindah mengunjungi beberapa tempat wisata di sana. Jadi, menginapnya hanya semalam di hotel A, semalam di hotel B, hingga kami berangkat ke Madinah.

Hotel di Madinah yang kami tempati juga jaraknya sangat dekat dengan masjid Nabawi. Kita hanya perlu berjalan kaki sebentar. Sedangkan di Makkah, kami menginap di Swissotel Makkah yang terletak di Zam Zam Tower. Ini juga sangat dekat banget dengan masjid Al Haram. Kita keluar dari hotel melewati beberapa toko di dalam Zam Zam Tower dan langsung menuju pelataran masjid Al-Haram.

Semua pelayanan sangat maksimal, diperhatikan dengan baik, ibadah rasanya tenang dan tetap nyaman meski kami membawa rombongan sirkus di sana…hihi.

Hangat dan penuh rasa kekeluargaan

Foto: Dokumen pribadi
Meskipun kami adalah orang lain, kita bertemu hanya sekali itu saja, tetapi jujur saja, rasa kekeluargaan di sana sangat kental. Kita nggak bisa membayangkan, sudah ada di negeri orang, ibadah dengan bejubel orang terutama ketika thawaf seperti itu, gimana rasanya jika pihak travel nggak ramah dan mendampingi dengan baik?

Sebelum berangkat, saya selalu mengkhawatirkan gimana saya ketika ada di Turki? Gimana saya ketika di Madinah dan di Makkah. Qadarallah, semua berjalan dengan baik. Nggak ada yang perlu kamu pusingkan jika memilih travel yang tepat.

Karena kita nggak sedang pergi sendirian, penting sekali untuk tetap disiplin terutama ketika belanja…haha. Seringkali kita menunggu satu jamaah saja. Iya, gara-gara satu orang kadang bikin ribet, ya. Dan itu sempat terjadi pada suami saya..kwkwk. Dia ribet megang anak dua. Semuanya mau ikut ayahnya. Si Mas terlambat berwudhu karena rempong sama anak-anak. Ketika sampai di Masjid Biru (Turki), semua orang justru sudah turun dan menuju rumah makan. Saya juga sempat bingung karena Mas susah dihubungi. Masya Allah, meski ribet dan rempong, tapi semua perjalanan kemarin sangat berkesan.

Itulah sedikit pengalaman saya dan keluarga ketika umroh dan ke Turki bersama travel Disa Prima Wisata atau DPW. Bagaimana pengalamanmu? Adakah kejadian lucu atau menggemaskan seperti yang saya alami?

Salam,
1 comment on "Disa Prima Wisata, Solusi Aman dan Nyaman Laksanakan Ibadah Umroh Tanpa Hambatan"
  1. Pengen ke. RAUDHOH juga katanya itu taman syurga ya mba btw kejadian diludahin itu ngga pantas bgt emangnya dengan umroh doang bisa masuk syurga apalagi keji kayak gitu bener2 mengurangi kesakralan ibadah yah

    ReplyDelete

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Custom Post Signature

Custom Post  Signature