Top Social

Sulitnya Mencari Kelas Menggambar untuk Anak-anak

Foto: Pexels.com

Dulu, waktu kecil, saya hidup dalam keluarga yang pas-pasan, bukan keluarga berlebih sehingga untuk membeli buku gambar saja bukan sesuatu yang mudah. Saya masih ingat, lekat banget dalam ingatan ketika saya menyobek buku-buku kakak saya hanya demi mencari satu sampai dua halaman buku tulis yang masih kosong. Kebayang setelah itu saya diomeli habis-habisan karena bukunya jadi mbrodol…haha.

Dan saya nggak pernah menyangka, jika anak sulung saya suka menggambar. Iya, dia senang menggambar sejak kecil mungkin karena hanya tinggal bersama saya, sering melihat atau diajakin menggambar bersama, atau apa? Yang jelas kalau bakat itu bukan hal utama, sebab jika suka semua bisa diusahakan.

Nggak mau gagal seperti emaknya, saya berusaha memberikan ruang seluas mungkin bagi dia untuk bekreasi. Iya, dia sering banget beli buku gambar. Dia boleh menggambar apa pun, komik dan apa pun yang dia mau. Tapi, saya belum pernah mendaftarkannya ke kelas-kelas menggambar atau sanggar-sanggar gitu.

Dia mendapatkan pelajaran menggambar dan mewarnai hanya di sekolah. Dia ikut ekskul di sekolah setiap Jumat. Awalnya gurunya sempat bertanya, apakah dia yakin akan ikut ekskul menggambar dan mewarnai sedangkan teman-temannya yang lain ikutan futsal dan taekwondo? Di kelas menggambar seingat saya hampir tidak ada teman laki-laki. Kebanyakan perempuan dan itu jumlahnya hanya sedikit.

Ketika dia sudah mantap memilih, dia tidak diperbolehkan pindah lagi kecuali nanti setelah kenaikan kelas. Gurunya khawatir dia berubah pikiran dan mau pindah bersama teman-temannya yang lain. Ayahnya juga sempat nggak setuju, ngapain ikutan kelas yang sama terus sejak kelas satu?

Tapi, saya bilang ya nggak masalah. Itu kan keinginan dia. Dan lagi, selama dia mau kenapa kita harus memaksakan keinginan kita padanya? Itu nggak adil aja. Menggambar dan mewarnai bukan hanya diperuntukkan bagi perempuan, kok. Laki-laki juga banyak yang jago menggambar dan bikin ilustrasi.

Dan akhirnya dia mantap ikut ekskul menggambar di sekolah sampai sekarang. Selama ikut ekskul menggambar, sama sekali dia tidak mengeluh apalagi curhat mau pindah. Sama sekali nggak. Dia fokus belajar aja kayaknya dan nggak peduli meski teman laki-laki hanya sedikit di kelasnya. Ada sekitar 3-4 orang saja.

Seiring berjalannya waktu, saya pengen banget dia maksimal belajar menggambar. Iya, jangan sampai seperti saya yang nggak kesampaian. Jangan sampai seperti saya yang asal menggambar. Jadi, kalau saya mencari-cari sekolah menggambar yang bagus, dia ikut antusias.

Kemarin sempat mengintip salah satu sekolah ilustrasi di sekitar Jakarta Timur. Iya, kayaknya keren banget dan rasanya itu nggak hanya cocok buat anaknya, tetapi juga emaknya *maklum, mimpi yang nggak kesampaian…haha.

Tapi, ketika cek kembali, satu tahun harganya sekitar 45 jutaan dong. OMG! Pingsan di tempat…kwkwk. Mustahil banget menghabiskan uang segitu banyak untuk sekolah ilustrasi. Kayaknya belum semendesak itu deh. Ayahnya sempat pengen mencarikan guru privat aja. Datang ke rumah biar lebih mudah.

Tapi, kemarin sempat dapat informasi kelas online bersama pak Maman Mantox. Masya Allah, akhirnya anaknya heboh dan tertarik banget ingin ikutan. Hasilnya, semoga dia bisa masuk kelasnya meski usianya masih delapan tahun.

Pak Maman sempat bilang, minimal usianya 12 tahun. Wah, itu jauh banget. Saat dia 12 tahun belum tentu dia di rumah, bisa jadi udah masuk pesantren..haha. Dan ketika saya katakan syaratnya harus 12 tahun, si sulung langsung lemes dan maksa ditanyakan lagi. Akhirnya, saya pun menghubungi admin yang tak lain adalah istri pak Maman. Beliau ramah dan supel banget, Masya Allah. Padahal baru saja kenal..hehe.

Alhamdulillah, sambutannya hangat banget, semoga anak saya bisa masuk kelas juga bersama yang lain dan ikut belajar langsung bersama pak Maman yang super keren, Masya Allah. Dulu emaknya nggak beres masuk kelas pak Maman. Iya, saya yang kurang gigih belajarnya. Harusnya materi yang dikasih diulang-ulang terus di rumah sampai mahir, tapi rupanya saya lebih milih banyak menulis…hiks.

Saya nggak membayangkan si sulung mau jadi apa esok. Iya, sekarang saatnya memberikan apa yang dia butuhkan saja, apa yang dia mau sambil diarahkan. Nggak banyak target kecuali SMP dia kayaknya harus masuk pesantren yang fokus hapalan Alquran. Ini sejalan sama sekolahnya sekarang. Jadi, nanti dia tinggal meneruskan hapalannya. Ini mimpi emaknya, anaknya sih belum konfirmasi..haha. Dia sih bilang mau jadi arsitek yang hapal Quran. Saya mengaminkan saja. Intinya kejar dulu ahiratnya, Insya Allah dunia mengikuti.

Salam,
3 comments on "Sulitnya Mencari Kelas Menggambar untuk Anak-anak"
  1. dulu ingat waktu kecil ada siaran tv menggambar bareng. ingat gak kak.. hihihi.

    ReplyDelete
  2. kenalin komik-komik mba. atau ajak ke gallery art mungkin si anak jadi lebih banya referensi untuk menggambar.

    ReplyDelete
  3. Iya mba saya juga sebelum punya anak buka sanggar dirumah tapi ternyata riweuh n ada prahara jadi ngga punya ruang berkarya huhu

    ReplyDelete

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Custom Post Signature

Custom Post  Signature