Top Social

Apa yang Membuatmu Bertahan dan Tetap Menulis?

Foto: Pexels.com

Beberapa hari terakhir sudah pasti pikiran saya nggak fokus mau ngerjain sesuatu dikarenakan si bungsu yang baru saja dikhitan empat hari yang lalu. Bukan karena dia rewel, hari kedua saja sudah tengkurep dan manjat-manjat. Tapi, lebih pada nggak fokus karena merasa masih ada beban…haha. Kalau dia belum sepenuhnya sembuh, lepas tabung khitannya, pastinya saya masih begini, nggak karuan rasanya.

Malam ini, sebelum tidur, saya memutuskan menulis tema sederhana saja. Iya, apa yang membuatmu bertahan sampai sejauh ini untuk tetap menulis? Meski sering dinyinyirin orang? Ada yang iri? Dibohongin? Disakitin sampai dilukai hatinya? Please, paragraf kedua sudah lebih mirip seperti sinetron FTV atau sinetro adzab saja, ya bahsanya? Haha.

Selama dua tahun terakhir, bukannya malas nggak muncul, nggak mood hilang, atau nggak pernah kehilangan ide, bukan. Hal semacam itu pastilah juga bertandang dalam hidup saya. Kadang saya melanjutkan hobi menggambar jika merasa jenuh dengan aktivitas menulis. Nah, ketika saya melakukan hal lain, sadarlah saya bahwa ‘nyamannya’ saya ya hanya di sini, menulis.


Setelah itu, saya kembali pada kenyataan bahwa saya memang belum menemukan hal baru yang bisa menggantikan passion ini. Hal semacam itu akan terus ada, kayak menggoda iman kita saja. Dia datang, berlalu, datang lagi, berlalu lagi…hehe.

Selama kita bisa menghadapinya dengan bijak, nggak grasak grusuk mengambil keputusan, selama itu pula Insya Allah kamu bisa bertahan. Memang tidak akan mudah, kalau mudah, semua orang akan jadi penulis hebat dan dapat penghasilan berjuta-juta. Sayangnya, kita butuh terseok dulu, jatuh dulu, bangkit lagi, malas dulu, tekun lagi, dan seabrek ujian lain yang kadang memang membuat kita seketika menyerah.

Tapi, coba kamu pikirkan lagi, apakah ada hobi lain yang lebih menyenangkan ketimbang menulis? Apakah kamu yakin nggak ingin serius di bidang ini? Apakah kamu siap iri melihat teman-temanmu berhasil jadi blogger atau penulis buku sukses? Jika jawabannya tidak, maka kamu harus perjuangkan hobi menulismu menjadi sedikit lebih serius.

Ketika saya bosan melanjutkan naskah, saya akan mengisi blog. Ketika saya capek menulis artikel, sebaiknya saya menepi dan mengerjakan hal lain yang bisa membuat saya lebih gembira daripada memaksakan diri melakukan sesuatu yang bikin dongkol hati…kwkwk. Iya, nggak ada salahnya kamu istirahat sejenak, toh kita tidak sedang mengejar seseorang, kita tidak sedang bersaing, jika kamu lelah, tidak ada yang menyalahkamu saat istirahat sebentar. Sebab dengan cara ini, kamu justru akan dapat energi baru. Setelahnya, kamu bisa melanjutkan tulisan kamu dengan pikiran yang lebih segar.

Tapi, ada catatannya, juga ya. Jangan terlena berlebihan mengerjakan hal lain. Jika kamu buru-buru mengganti hobi kamu atau berlama-lama dengan hal lain, takutnya nanti malah nggak ada yang bisa ditekuni, hanya sekadar kamu incipi saja di luarnya.

Bagi yang senang menulis, pastinya menulis membuat mereka lebih bahagia. Saya pun merasakan itu. Iya, apalagi setelahnya kamu dapat fee dan hadiah menarik yang nggak pernah kamu bayangkan sebelumnya. Meski alasan utama bukan materi, tetapi adanya hadiah itu akan melecutkan semangat kamu. Benar, kan?

Satu hal yang perlu kamu ingat, jangan sampai kamu tidak menikmati hobi kamu sendiri. Kamu bilang itu hobi, tetapi kamu justru terburu-buru mengerjakannya. Kamu sebut itu hobi, tapi kamu malah suntuk saat mengerjakannya. Jangan sampai begitu, ya!

Jika sejak awal kamu memang menyukai aktivitas menulis, maka jaga semangat dan cinta itu supaya tidak padam. Sebab mencari passion sendiri nyatanya bukan perkara mudah. Kita butuh waktu bertahun-tahun untuk tahu apa passion kita. Setelah itu, masa iya kita nyerah begitu saja hanya karena alasan sepele?

"Lalu, apa yang membuatmu bertahan menulis hingga sekarang?"

Sebab saya tahu sekali apa yang sebenarnya membuat saya gembira dan happy. Ya, dengan menulis! Bagaimana dengan  kamu?

Salam,
20 comments on "Apa yang Membuatmu Bertahan dan Tetap Menulis?"
  1. Tetap menginspirasi ya Bunda ❤😊... Selalu keren lah dirimu hehehe

    ReplyDelete
  2. Baiklah.
    Nasehatnya untuk rajin menulis .. menginspirasi.
    Dan membuatku ingin punya blog dengan niche berbeda.
    Terimakasih pengobar semangatnya, kak Muyass.

    ReplyDelete
  3. idem. hal yang membuatku terus bertahan sebagai penulis karena aku tahu ini passion aku. bahagia pas dapat penghasilan dari hobi yang kita lakukan. jika pun tidka dapat apa-apa, tetap saja bahagia karnea ini bagian dari hobi

    ReplyDelete
  4. "Mencari passion itu bukan perkara mudah", bener banget tuh mbak. Sampai sekarang pun saya masih bingung, sebenarnya passion saya apa, soalnya sesekali juga merasa suntuk saat mengedit dan menulis.
    Tapi dengan menulis saya merasa lebih lega dan seneng rasanya. Mungkin juga karena saya tipe orang yang pemalu, susah bersosialisasi (sampe maen ke tetangga aja nunggu ada PR kan, hahaha). Jadi lebih nyaman mengungkapkan lewat tulisan.
    Semoga si bungsu lekas sembuh luka khitannya ya mbak, biar Bundanya bisa fokus nulis lagi, Aamiin...

    ReplyDelete
  5. Bagaimanapun bentuk passion yang dijalankan, pasti ada masa kita harus menepikan diri sebentar. Apalagi model kayak saya yang mood swing nya bener2 swing swing, heheh
    Jangan memaksakan diri. Itu koentjinja!

    ReplyDelete
  6. Aku gk tahu apakah menulis benar2 menjadi passionku atau bukan. Yang pasti, saat ini menulis adalah salah satu ladang duit yg bisa aku lakuin. selain itu, menulis juga merupakan pelarian terbaik dri segala macam situasi. Seperti terapi.

    ReplyDelete
  7. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kl sdh mendapatkan passion kita memang mudah menulis. Jadi perlu jg kita mengetahui dahulu passion kita. Sy blm nenemukannya. Jd masih menulis berdasarkan ide yg muncul saja.

      Delete
  8. Saya menganggap menulis bukan hanya kegiatan yang harus dilakukan, tapi juga sudah menjadi jiwa dalam kehidupan saya. Saya menulis dari SD jadi kalau sehari tidak menulis akan ada hal yang aneh. Ada dahaga yang minta dituntaskan.

    ReplyDelete
  9. Kalau bahas hobi saya lebih suak belusukan di hutan, mendaki gunung. Tapi nyatanya hidup butuh uang mba. Hehe.... Jadi saya tinggalin dulu nabung buat pensiun kerja, lalu bisa keliling Indonesia. Hehe

    ReplyDelete
  10. "katanya hobi kok mengerjakannya dengan suntuk"..dezig..serasa habis kena timpuk deh aku mbak hehehe. Dah 2 minggu ini kemalasan sedang melanda, jadi dilarikan dl dengan nonton hehehehe..semoga minggu depan semangat lagi menulis

    ReplyDelete
  11. Ah tulisanmu, memang tak ada duanya
    Tak perlulah komen apa-apa, senyumin yg manis aja ;)

    ReplyDelete
  12. Mba Muyas keren niiih
    Sy br mulai ngeblog Desember lalu mba
    Nulis terus buat naekin DA mba huhu
    Hadehh.. Gak banget yah

    ReplyDelete
  13. Menulis bagi saya bisa memcurahkan isi hati dan pikiran. Serta berasa bisa berperan sebagai orang lain, melalui sebuah karya tulisan, hehe.
    Misal sok jadi ekstrovert padahal sebenarnya introvert. Hihi ��

    ReplyDelete
  14. Alhamdulillah... Dalam melakukan hobi menulis, Saya selalu mendapat dukungan dari orang2 sekitar baik keluarga dan teman. Tantangannya nggak sedahsyat Mbak Muyass. Kasihan banget sampai dinyinyiran hingga timbul rass dengki dari sekitar 😥. Semoga jd penyemangat ya Mbak dan ke depan selalu dikelilingi oleh lingkungan yang baik dan mendukung.

    ReplyDelete
  15. Mbaaa Muyaass, modal untuk berkiprah di dunia tulis menulis udah nempel bangeeett nih. Gambar bisa apalagi nulis, as a newbie kudu berguru sama suhuu, tapi memang selain itu juga harus istiqomah ya mba. Saluuut sama Mba Muyaass produktif bangeet

    ReplyDelete
  16. Kalau jadi orang kayak Mbak Muyas yang punya banyak keahlian mah enak. Kalau bosen nulis artikel atau buku, bisa beralih ke nulis blog, atau kalau bosen nulis bisa menggambar atau berkreasi di dapur lalu nulis lagi. Klu saya minim banget keahliannya jadi pengen langsung berguru sama mbak Muyass deh, hehe..

    ReplyDelete
  17. Sampai saat ini masih agak abu-abu mbak. Apakah menulis ini pelarian dari ketidakmampuan ak untuk memutuskan resign atau memang ini yang sebenarnya aku cari. Sebelum ngeblog berasa ga punya temen, dari yang sebelumnya kerja, ksana ksini ada temen, tiba-tiba drumah sama dapur. Ak sempet matisuri ga nemuin lg jati diri. Tapi semenjak ngeblog ak berasa hidup lagi dan kayak ada sesuatu yang harus ak urus dan besarkan. Ya ini blog aku

    ReplyDelete
  18. Mantap ini judulnya :)
    Kalau saya pas gak menulis pastinya sedang bersama anak atau tidur, hehe. Hal lain yang menjadi selingan saya saat jeda menulis adalah membaca dan menonton. Hidup rasanya indah banget :)

    Insya Allah sedang terus berusaha konsisten ngeblog, sesuai dengan resolusi awal tahun. Berusaha menjadikan Mbak Muyass teladan saya juga :)

    ReplyDelete
  19. Saya belum sampai sejauh itu menulis. Having fun and nothing too loose. Bonus yang tercipta luarrrrr biasa, terimakasih sudah mencerahkan

    ReplyDelete

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Custom Post Signature

Custom Post  Signature